cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,460 Documents
Nutrition Program in Daycare Services to Combat Stunting in Toddlers: A Scoping Review Nabilah Ayu Az Zahrah; Chriswardani Suryawati; Apoina Kartini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53178

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi di negara berkembang akibat asupan gizi yang tidak memadai dan terbatasnya layanan pengasuhan anak usia dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memetakan dan mensintesis bukti ilmiah terkait program gizi yang diterapkan di layanan daycare sebagai pendekatan terintegrasi untuk pencegahan stunting pada balita. Metode: Penelitian menggunakan scoping review dengan kerangka PRISMA-ScR melalui penelusuran literatur pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan DOAJ untuk studi terbit tahun 2018–2025 yang berfokus pada intervensi gizi di daycare. Hasil: Sebanyak sepuluh studi memenuhi kriteria dan menunjukkan tiga model intervensi, yaitu program pemberian makan terstruktur, edukasi gizi dan pemberdayaan orang tua, serta kolaborasi lintas sektor antara daycare, layanan kesehatan, dan pemerintah lokal. Intervensi pada daycare formal memberikan hasil lebih baik dibandingkan pusat pengasuhan informal. Kesimpulan: Program gizi berbasis daycare memiliki potensi kuat dalam mencegah stunting melalui pelayanan gizi terpadu, peningkatan kapasitas pengasuh, dan keterlibatan masyarakat. Standarisasi praktik gizi dan penguatan kebijakan nasional diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program dan menurunkan prevalensi stunting.
Sistem Informasi dan Teknologi Digital Untuk Skrining Risiko Preklampsia pada Ibu Hamil : A Scoping Review Trifeni Damayanti Ruru; Cahya Tri Purnami; Siti Fatimah Pradigdo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53199

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Deteksi dini faktor risiko menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, namun keterbatasan tenaga kesehatan, akses layanan, dan keterlambatan diagnosis masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah sistem informasi dan teknologi digital dalam skrining risiko preeklampsia melalui pendekatan scoping review. Tujuan Untuk menelaah dan memetakan penggunaan sistem informasi dan teknologi digital dalam skrining risiko preeklampsia pada ibu hamil melalui pendekatan scoping review. Metode Pencarian artikel dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan GARUDA dengan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi sesuai pedoman PRISMA. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli yang membahas sistem informasi atau teknologi digital untuk skrining risiko preeklampsia, diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025, serta dapat diakses penuh. Hasil Analisis menunjukkan bahwa penelitian internasional lebih banyak memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan machine learning dengan integrasi biomarker, sehingga akurasi deteksi mencapai lebih dari 80%. Sebaliknya, penelitian di Indonesia cenderung berfokus pada aplikasi Android dan sistem telehealth yang sederhana, dengan variabel terbatas pada faktor maternal seperti usia, paritas, riwayat keluarga, dan tekanan darah. Kesimpulan Perbedaan ini menegaskan adanya kesenjangan penelitian, yaitu integrasi biomarker dengan aplikasi digital masih jarang dilakukan di Indonesia. Secara praktis, teknologi berbasis AI dapat menjadi standar baru dalam skrining preeklampsia, sementara aplikasi sederhana lebih sesuai dengan konteks layanan primer di Indonesia
Kepercayaan Pasien Terhadap Teknologi Kecerdasan Buatan di Bidang Kesehatan: A Scoping Review Karisa Andini; Farid Agushybana; Cahya Tri Purnami
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53212

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam layanan kesehatan telah memperkuat sistem pelayanan melalui peningkatan akurasi diagnostik, efisiensi operasional, serta dukungan dalam pengambilan keputusan klinis. Namun demikian, keberhasilan implementasi AI sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pasien terhadap teknologi tersebut. Ketidakpahaman mengenai cara kerja algoritma, kekhawatiran terkait privasi data, serta kurangnya transparansi menjadi faktor yang sering menghambat penerimaan pasien. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepercayaan pasien terhadap penggunaan kecerdasan buatan di bidang kesehatan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan scoping review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui basis data PubMed, ScienceDirect, dan Scopus dengan kata kunci “Patient Trust”, “Public Acceptance”, “Artificial Intelligence”, “Medical AI”, “Machine Learning”, dan “Healthcare”. Artikel dipilih menggunakan tahapan identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Analisis tematik menunjukkan empat kelompok faktor utama yang memengaruhi kepercayaan pasien, yaitu: (1) persepsi manfaat dan risiko AI, (2) transparansi, kemampuan sistem untuk dijelaskan (explainable AI), serta keamanan data, (3) pengalaman pengguna, literasi digital, dan faktor demografis, serta (4) keandalan teknologi, pengawasan tenaga kesehatan, dan dukungan organisasi. Temuan menunjukkan bahwa kepercayaan meningkat ketika pasien memahami peran AI, memperoleh penjelasan yang jelas, dan mengetahui bahwa keputusan akhir tetap berada pada tenaga kesehatan. Kesimpulan: Kepercayaan pasien merupakan komponen fundamental dalam penerapan kecerdasan buatan di layanan kesehatan. Pengembangan sistem AI yang transparan, aman, berpusat pada pasien, serta didukung oleh regulasi dan pengawasan tenaga kesehatan sangat penting untuk memastikan penerimaan teknologi yang optimal.
Pengaruh Fitur Voice to Text pada SIMPUS terhadap Kinerja Tenaga Kesehatan: Suatu Scoping Review Vena Pebriyanti Seno; Sri Achadi Nugraheni; Farid Agushybana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53214

Abstract

Penerapan teknologi speech recognition atau voice to text dalam sistem informasi kesehatan menjadi salah satu inovasi yang berpotensi meningkatkan efisiensi dokumentasi dan kinerja tenaga kesehatan, khususnya di fasilitas layanan primer seperti Puskesmas. Scoping review ini bertujuan mengidentifikasi perkembangan teknologi voice to text, manfaat, tantangan, serta dampaknya terhadap kinerja tenaga kesehatan berdasarkan literatur internasional dan nasional tahun 2020–2025. Review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dengan penelusuran pada basis data ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, dan Garuda menggunakan kombinasi kata kunci terkait voice to text, sistem informasi kesehatan, dan kinerja tenaga kesehatan. Dari 398 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa voice to text mampu meningkatkan efisiensi waktu dokumentasi, mengurangi beban kerja administratif, meningkatkan akurasi input data, serta meningkatkan pengalaman pengguna baik bagi tenaga kesehatan maupun pasien. Meskipun demikian, tantangan terkait akurasi dalam kondisi lingkungan bising serta kesiapan pengguna masih perlu diperhatikan. Secara keseluruhan, scoping review ini menunjukkan bahwa integrasi voice to text pada SIMPUS berpotensi mendukung transformasi digital pelayanan kesehatan primer dan meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di Puskesmas.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien di RSU Royal Prima Medan Tahun 2025 R Uli Meilani Br Haro Rajagukguk; Elsari M Siregar; Dea Puspita Sari; Al Badrul; Gaby Ana Susanti Silalahi; Sunarti Sunarti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi didefinisikan sebagai keadaan ketika tekanan darah sistolik melampaui 130 mmHg dan tekanan darah diastolik berada di atas 80 mmHg. Berbagai faktor memengaruhi kondisi ini, di antaranya adalah indeks massa tubuh. Para ahli menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai parameter untuk mengukur status gizi yang didapat melalui perbandingan antara berat badan dan tinggi badan. Hubungan antara IMT dengan kejadian hipertensi diteliti dalam penelitian ini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian meliputi semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Royal Prima, dengan sampel sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan sampling probabilitas melalui sampling acak sederhana. Data penelitian diperoleh dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Pengukuran dilakukan menggunakan lembar observasi dengan bantuan alat berupa timbangan, meteran, serta sfigmomanometer. Data dianalisis melalui analisis univariat dan bivariat. Hasil: adalah bahwa nilai p dari uji statistik chi-square sebesar 0,01, yang lebih kecil dari α = 0,05. Kesimpulan: bahwa hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima, sehingga ditemukan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dan insidensi hipertensi pada pasien di Rumah Sakit Umum Royal Prima.
Effect of High Density Polyethylene on Inflammatory Responses in Wistar Rats (Rattus norvegicus) Talitha Maurilla Zulkarnain; Isa Ma’Rufi; Candra Bumi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53107

Abstract

Microplastics were a newly emerging type of environmental pollutant composed of plastic particles with a diameter of less than 5 mm. The use of plastic food containers, plastic packaging, and plastic bottles could lead to direct contact and contamination of plastic into food. Microplastics were particles that could not be degraded by phagocytes, allowing inflammation to persist chronically and potentially cause organ dysfunction.The objective of this study was to analyze the effect of oral administration of various doses of HDPE microplastics on neutrophil levels in Wistar rats (Rattus norvegicus). The research method was an experimental study with a post-test only control group design, consisting of one control group and three treatment groups. Neutrophil levels in Wistar rats were measured using an automatic hematology analyzer. The results of neutrophil measurements were analyzed using the Kruskal–Wallis test followed by the Bonferroni post hoc test.The the research results indicate the highest neutrophil levels were observed in the treatment group receiving the highest dose of 0.4 mg/kg/day (X3). The Krus kal–Wallis test yielded a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect among the treatment groups receiving various doses of orally administered HDPE microplastics on the neutrophil levels of Wistar rats.
Pengaruh Latihan Tai Chi Terhadap Biomarker Inflamasi C-Reaktif Protein (CRP) Pada Lansia : Systematic Review Dela Ramona; Budi Santoso
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54431

Abstract

Lansia sering ditandai dengan peningkatan biomarker seperti C-Reaktif Protein (CRP) akibat inflamasi kronis. CRP merupakan protein fase akut yang meningkat pada lansia akibat proses inflammaging yang berkolerasi dengan penurunan fungsi fisik dan penyakit degeneratif. Tai Chi merupakan salah satu bentuk pengobatan non-farmakologis. Efek antioksidan dari latihan ini juga melindungi sel dari kerusakan radikal bebas yang dapat memperburuk inflamasi. Gerakan ini meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan sendi, dan menekan jalur inflamasi kronis yang sering dialami lansia akibat proses penuaan. Latihan ini juga dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk mengurangi kecemasan dan memperparah respon inflamasi. Tai Chi juga memperkuat sistem kekebalan dengan meningkatkan fungsi limpatik, yang membuat lansia lebih tahan terhadap infeksi yang memicu inflamasi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, melibatkan penyaringan 217 artikel dari Science Direct, PubMed, Cochrane, dan Google Scholar (2016-2025). 10 Artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan variasi efek tai chi terhadap biomarker inflamasi pada lansia : beberapa konteks melaporkan penurunan kadar CRP pada lansia karna kombinasi gerakan lambat, pernapasan dalam, dan elemen meditasi sehingga menurunkan stres oksidatif dan penurunan kadar CRP. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptif yang mengintegrasikan pencegahan inflamasi kronis untuk mengoptimalkan efektivitas Tai Chi dalam mengurangi penyakit degeneratif pada lansia.
Neuropathic Pain In Leprosy: Prevalence, Patterns, And Impact In The World’s Three Most Affected Countries Isna Zalwa Noor Fajri; Retno Indrastiti Retmono; Galih Sari Damayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.54623

Abstract

Leprosy remains highly endemic in India, Brazil, and Indonesia, where neurological complications continue to drive long-term disability despite the availability of effective multidrug therapy. Neuropathic pain has increasingly been recognized as a major contributor to morbidity among individuals affected by leprosy; however, evidence from the highest-burden regions remains fragmented. This study aims to systematically synthesize current evidence on the burden, characteristics, and impact of neuropathic pain in people with leprosy in India, Brazil, and Indonesia. A systematic search was conducted in PubMed, Cochrane Library, and ScienceDirect using predefined terms related to leprosy and neuropathic pain. Eligible studies assessed neuropathic pain using validated diagnostic tools or structured clinical evaluation, with data extracted using a standardized template and risk of bias assessed based on observational study criteria. Thirteen studies met the inclusion criteria, reporting neuropathic pain prevalence ranging from 21.8% to 75%, depending on diagnostic methods. Common symptoms included burning pain, tingling, electric-shock sensations, and dysesthesia, frequently accompanied by sensory loss and nerve thickening. Notably, neuropathic pain often persisted after completion of multidrug therapy, indicating ongoing neural dysfunction beyond bacteriological cure. Overall, neuropathic pain represents a prevalent, disabling, and under-addressed complication of leprosy, highlighting the urgent need for routine screening, long-term follow-up, and integrated multidisciplinary care in high-burden countries.
Peer Support, Stigma dan Kesehatan Mental: Studi Tentang Dampak Psikologis Pada Orang Dengan Koinfeksi TB-HIV di RSU Jayapura Eva Sinaga; Agnes Angelita Suyanto; Alfian Bayu Indrawan; Alini Alini; Dwi Kartika Jayanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.55204

Abstract

Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, dengan koinfeksi TB-HIV yang menimbulkan kondisi klinis kompleks serta memperberat perjalanan penyakit akibat pengobatan jangka panjang, efek samping obat, dan ketidakpatuhan terapi. Selain tantangan klinis, OD-TB/HIV juga menghadapi beban psikososial yang signifikan, terutama stigma, yang berdampak pada kesehatan mental. Peer support berpotensi mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peer support dan stigma dengan kesehatan mental OD-TB/HIV melalui desain kuantitatif korelasional cross-sectional di RSU Jayapura. Sampel terdiri dari 35 OD-TB/HIV yang menjalani pengobatan, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner demografi, stigma TB dan HIV, serta SRQ-20, yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan OD-TB/HIV didominasi oleh laki-laki, berusia dewasa awal, ekonomi rendah, pendidikan menengah dengan lama pengobatan 3-6 bulan. Dukungan teman sebaya yang kurang optimal serta tingginya stigma TB dan HIV berhubungan signifikan dengan gangguan kesehatan mental pada OD-TB/HIV. Dukungan sebaya berperan sebagai faktor protektif terhadap kesehatan mental, sedangkan stigma TB dan HIV menjadi faktor risiko yang memperburuk kondisi psikologis. Penguatan program peer support dan integrasi skrining kesehatan mental perlu menjadi bagian dari layanan komprehensif TB-HIV untuk meningkatkan kualitas hidup OD-TB/HIV.
Penerapan Teori “Comfort” Kolcaba dengan Rom Pasif dan Genggam Bola Karet Bergerigi pada Pasien Cerebrovaskular Accident Infark Rona Farahdina Sandy; Ollyvia Freeska Dwi Marta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.48128

Abstract

Cerebrovaskular accident (CVA) adalah gangguan saraf akut yang terjadi pada bagian otak akibat dari kekurangan suplai aliran oksigen. Pasien yang mengalami penyakit stroke ini akan terjadi penurunanan kekuatan otot atau hemiparesis. Seseorang dalam kondisi sakit akan mengalami berbagai perubahan dalam hidup. Salah satunya tingkat kenyamanan yang menurun dalam proses penyakit. Penatalaksanaan secara non farmakologi dengan pemberian terapi range of motion (ROM) pasif dan genggam jari dengan bola karet bergerigi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan teori kenyamanan Kolcaba dengan ROM pasif yang dikombinasikan dengan terapi genggam bola bergerigi pada pasien stroke infark. Metode dalam penelitian ini menggunakan laporan kasus (case report). Pengkajian menggunakan lembar pengkajian dan observasi, pengukuran kekuatan otot menggunakan Muscle Strength Grading dengan nilai 0-5. Hasil penelitian ini setelah diberikan intrvensi selama lima hari pasien dengan pendekatan teori kenyamanan Kolcaba pada pasien stroke dapat membantu dalam memeuhi kebutuhan dasar pasien dalam mengatasi masalah kenyaman. Dengan latihan kombinasi antara range of motion (ROM) pasif dan genggam bola karet berigiri meningkatan kekuatan otot pasien secara bertahap.