cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Penerapan Relaksasi Finger Hold Dan Biologic Nurturing Led Feeding Untuk Mengurangi Nyeri Post Sectio Caesarea Ariani, Dwi; Sulastri , Sulastri
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17634

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan untuk melahirkan janin yang dapat menyebabkan nyeri pada luka post operasi dan nyeri di punggung belakang. Finger hold dan biologic nurturing led feeding merupakan manajemen nyeri non farmakologi untuk membantu menurunkan intensitas nyeri. Relaksasi finger hold merupakan terapi yang dapat digunakan untuk mengontrol emosi sehingga tubuh menjadi menjadi lebih nyaman. Biologic nurturing led feeding merupakan teknik distraksi dengan posisi menyusui yang nyaman sehingga menyebabkan nyeri luka jahitan lebih minimal. Tujuan ditulisnya artikel ini yaitu untuk mengetahui penerapan finger hold dan biologic nurturing ledfeeding untuk mengurangi nyeri post sectio caesarea. Desain penelitian studi kasus. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. D usia 25 tahun dengan masalah nyeri post sectio caesarea yang dirawat di ruang rawat inap ibu nifas. Pada bagian pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis naratif. Penerapan relaksasi finger hold dan biologic nurturing ledfeeding setelah dilakukan selama 3 hari keluhan nyeri menurun dari skala 5 menjadi 2 dan pasien tampak nyaman. Relaksasi finger hold dan posisi menyusui biologic nurturing led feeding membantu mengurangi skala nyeri post sectio caesarea.
Penerapan Pijat Oksitosin Terhadap Pengeluaran Kolostrum Pada Ibu Post Partum Iffada, Salsabillah Ansafa; Sulastri, Sulastri; Rahmania, Shinta
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17647

Abstract

Kolostrum merupakan sumber nutrisi bayi baru lahir yang disebut "emas cair" karena mengandung semua kebutuhan bayi dalam beberapa hari pertama kehidupan. Presentase kejadian jumlah bayi usia <6 bulan yang direcall, dari 3.196.303 target usia <6 bulan, terdapat 1.113.564 bayi usia <6 bulan yang mendapat ASI eksklusif atau sekitar 34,8%. Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolactin, pengeluaran ASI dipengaruhi oleh hormon oksitosin sehingga memerlukan tindakan pijat oksitosin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran kolostrum. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan perlakuan dan kontrol terapi pijat oksitosin selama 15 menit terhadap 1 pasien post partum dan 1 pasien diberikan kontrol di Rumah Sakit UNS dengan kriteria inklusi pasien 2 jam post partum spontan belum mengeluarkan kolostrum, bentuk payudara normal, tidak menderita penyakit sistemik, kondisi pasien baik. data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dalam bentuk studi kasus. Hasil : studi kasus ini menunjukkan bahwa pijat oksitosin untuk pasien post partum berpengaruh terhadap lamanya pengeluaran kolostrum dengan waktu 6 jam 20 menit, sedangkan pada pasien post partum dengan kontrol kolostrum keluar dalam waktu 9 jam 15 menit, ini menunjukan bahwa pijat oksitosin bisa menjadi alternatif terapi non farmakologis yang mudah dan murah untuk pengeluaran kolostrum.
Pengaruh Brain Gym Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia Prasekolah Di PAUD Dewi Sartika Desa Mensung Kecamatan Mepanga Devi, Sefti Rani; Lestari, Katrina Feby; Siauta, Viere Allanled
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17672

Abstract

Perkembangan motorik kasar pada anak merupakan hal penting yang dimana berkaitan erat dengan saraf, otak dan stimulasi yang diterima oleh anak. Kegiatan brain gym dapat menjadi salah satu stimulasi yang dapat diberikan kepada anak karena melalui gerakan yang ada pada brain gym dapat menstimulasi otak anak. Berdasarkan observasi awal yang yang dilakukan pada 6 orang anak di PAUD Dewi Sartika, masih ditemukan anak dengan perkembangan motorik kasar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengaruh brain gym terhadap perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah di PAUD Dewi Sartika Desa Mensung Kecamatan Mepanga. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif, dengan desain penelitian pre eksperimental serta pendekatan one group pretest posttest. Hasil dari tes terhadap motorik kasar anak sebelum dilakukan brain gym menunjukan sebagian besar anak dengan hasil suspek yaitu sebanyak 6 orang (54,55%) dan setelah dilakukan brain gym didapatkan sebagian besar anak dengan hasil normal pada motorik kasarnya yaitu sebanyak 10 orang anak (90,90%). Hasil uji Wilcoxon Sign Rank didapatkan p value 0,025 yang dimana p value < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh brain gym terhadap perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah di PAUD Dewi Sartika Desa Mensung Kecamatan Mepanga. Kata Kunci: Brain Gym, Perkembangan Motorik Kasar.
Penerapan Foot Massage Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Iffada, Salsabillah Ansafa; Aziz, Rafida; Maliya, Arina; Purnama, Arif Putra
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17695

Abstract

Penyakit Ginjal Kronis merupakan penurunan fungsi ginjal yang dialami secara kronis ditandai dengan penurunan fungsi ginjal (Glomerulus Filtration Rate) <60 ml/min/1.73mm2 dan rasio albuminuria : kreatinin sebesar > 30 mg/g tidak terikat pada umur, tekanan darah, dan apakah terdapat diabetes atau tidak pada pasien. Tindakan non farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah yang dimiliki oleh pasien yang menjalani hemodialisa adalah terapi foot massage (pijat kaki). Tujuan studi kasus ini yaitu bertujuan untuk dapat mengetahui penerapan terapi foot massage pada penurunan tekanan darah pasien yang menjalani hemodialisa. Studi kasus ini dilakukan di ruang hemodialisa Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali sejumlah 5 responden dengan kriteria inklusi berupa pasien hemodialisa yang mempunyai tekanan darah tinggi, pasien hemodialisa dengan kesadaran composmentis. sedangkan untuk kriteria eksklusi berupa pasien hemodialisa yang tidak bersedia diberikan terapi foot massage. Terapi food massage diberikan selama 15 menit dengan waktu 4 hari setiap senin dan kamis yang dilakukan oleh peneliti ketika menjalani hemodialisa berlangsung, pada hari selasa dan rabu dilakukan oleh keluarga dirumah. Hasil studi kasus ini didapatkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah pada 4 responden yang menjalani hemodialisa.
Efektifitas Breathing Training dengan Pursed Lip Breathing dan Mindfulness Treatment terhadap Pasien dengan Dyspnea di Instalasi Gawat Darurat Wijayanti, Nove Wiand Dwi; Shofiya, Laila; Firjatullah, Sakanti Maulida; Faozi, Ekan
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17698

Abstract

Pasien yang memiliki masalah pada paru-paru dan jantung berisiko mengalami dyspnea. Sehingga untuk mengelola dyspnea perlu adanya pengoptimalan pengobatan penyakit yang mendasar dan pendekatan holistik yang komprehensif untuk pengendalian gejala. Beberapa terapi untuk pasien yang mengalami dyspnea yaitu dengan terapi farmakologis dan terapi nonfarmakologis. terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan dan menghilangkan dyspnea yaitu akupuntur, akupresure, yoga, mindfullnes treatment, dan breathing training (pursed lip breathing). Breathing training merupakan intervensi dengan menggabungkan manajemen fisik dan psikologis untuk mengurangi dyspnea dan kecemasan. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah mengetahui penerapan breathing training dapat mengurangi dyspnea di instalasi gawat darurat. Metode yang digunakan adalah studi kasus/case report. Hasil didapatkan bahwa tindakan nonfarmakologi yaitu breathing training dalam tahap evaluasi setelah dilakukan intervensi selama 20 menit keluhan sesak napas pasien menurun.
Kegiatan Kunjungan Kasus Osteoarthritis Dengan Hipertensi Pada Tn. S Dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga Pujian, Andhini Rajo; Wirawan, Gede Dhananjaya Putra; Lestari, Dewi Indah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17703

Abstract

Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease associated with joint cartilage damage and can cause disability in the long term. As many as 303 million people worldwide have osteoarthritis. About 11.5% more Indonesians suffer from osteoarthritis. According to Riskesdas of Banten Province in 2018, it is known that the high prevalence of joint disease in the age group over 15 years is 6.15%. Hypertension is an increase in blood pressure either systolic or diastolic. WHO notes that 1.28 billion people worldwide suffer from hypertension. Hypertension can cause vascular, cerebrovascular, kidney disease, and even death. Relieve symptoms and prevent complications of osteoarthritis in a male patient with hypertension. Mr. S, 62 years old, came to the Cikupa Health Center with complaints of increasing right knee pain. Mr. S complained of stiffness in his right leg, especially when he woke up. A holistic and comprehensive intervention result and pharmacological and non-pharmacological management for about 4 weeks showed results, patients understood about osteoarthritis and hypertension, and relieves pain in patient. The family medicine approach has been able to reduce pain symptoms in Mr. S even though the disease of osteoarthritis in Mr. S has not been resolved, and the patient already knows the types of daily and work activities to avoid reducing disease progression. By carrying out the interventions that have been given, complaints of pain in the right knee and stiffness in the right leg can be improved, and can carry out work and daily activities without obstacles.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Aktivitas Self Care Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Karangmalang Putri, Nacha Ariyanti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan dan aktivitas self care pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 (DMT2) yang berobat di Puskesmas Karangmalang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi observasional dengan melibatkan sampel sebanyak 40 orang penderita DMT2. Data tentang tingkat pendidikan dan aktivitas self care dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan aktivitas self care pada penderita DMT2 di Puskesmas Karangmalang (p < 0,05). Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin baik juga aktivitas self care yang dilakukan oleh pasien dalam mengendalikan penyakit mereka. Faktor-faktor seperti pemahaman tentang manajemen diabetes, pola makan sehat, pengaturan obat secara rutin, serta perawatan diri lainnya menjadi lebih diperhatikan oleh individu dengan latar belakang pendidikan yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat hubungan positif antara tingkat pendidikan dan aktivitas self care pada penderita DMT2 di Puskesmas Karangmalang. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk memberdayakan pasien melalui edukasi yang tepat mengenai self care, terutama bagi mereka dengan tingkat pendidikan yang rendah. Hal ini dapat membantu meningkatkan pengelolaan DMT2 dan mencegah komplikasi yang lebih parah.
Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Jigsaw Dalam Meningkatkan Perilaku Pencegahan Fluor Albus Pada Remaja di SMKN 7 Kota Serang Ananda, Imas Dhea; Novita, Novita
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17738

Abstract

Pendidikan kesehatan mengenai Fluor Albus pada remaja wanita kurang begitu diperhatikan, padahal hal ini sangat penting. Penggunaan metode belajar Jigsaw bisa mengoptimalkan kegiatan belajar-mengajar dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja. Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Jigsaw Dalam Meningkatkan Perilaku Pencegahan Fluor Albus Pada Remaja Di SMKN 7 Kota Serang”. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental dengan purposive sampling dengan sample 54 orang. Teknik data termasuk dalam analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan perhitungan statistik program SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap pengetahuan, sikap, tindakan dan tindakan observasi responden pada saat pretest dan posttest, dengan p value (0,000) < ? (0,05) menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan terhadap remaja setelah diterapkannya metode belajar Jigsaw dalam pendidikan kesehatan mengenai Fluor Albus. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pelaksanaan metode belajar Jigsaw dalam pendidikan kesehatan mengenai Fluor Albus sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Diharapkan metode belajar Jigsaw dapat diimplementasikan pada seluruh lingkungan pendidikan, khususnya untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan.
Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Keputusan Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear Test di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkasbitung Pratiwi, Mega; Tahun , Omega Dr
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17750

Abstract

Pencegahan kanker dapat diketahui dengan pemeriksaan dini pada wanita usia subur yang sudah berpasangan dan berhubungan seks yaitu dengan skrining. Tes skrining kanker adalah metode yang digunakan untuk mendeteksi target kanker tertentu, dan dapat terdiri dari satu modalitas atau kombinasi tes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan, sikap dan keputusan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan PAP Smear pada Wanita Usia Subur (WUS), pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang dibagikan melalui google form kepada 30 responden wanita usia subur. Intervensi nya adalah dengan memberikan edukasi tentang kanker serviks, yang dilakukan dalam 2 sesi dalam 1 hari, hasil penelitian menunjukan tingkat pengetahuan sebelum di intervensi 67,93 dan meningkat setelah mendapat edukasi 76,60, hasil uji statistik diperoleh p-value 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan, dan sikap wanita usia subur terhadap perilaku deteksi dini kanker serviks dengan PAP Smear sebelum dan sesudah intervensi, kesimpulan terdapat peningkatan pengetahuan, sikap terhadap perilaku wanita usia subur untuk mendeteksi dini kanker serviks setelah mendapatkan penyuluhan.
Kemitraan Aparat Desa, Paraji dan Bidan Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat (Posyandu) di Desa Cinoyong Kecamatan Carita, Pandeglang Banten Tahun 2023 Sari , Junaeni Musfika; Mulyana , Dede Sri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.17751

Abstract

POSYANDU merupakan langkah yang cukup strategis dalam rangka pengembangan kualitas sumber daya manusia agar dapat membangun dan menolong dirinya sendiri. Konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat sebagai subyek dalam mewujudkan kemampuan dan kemandirian untuk memenuhi kebutuhannya akan pelayanan kesehatan membutuhkan peranan penting Aparat Desa, Paraji dan Bidan Desa. Berdasarkan hal tersebut di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Kemitraan Aparat Desa, Paraji dan Bidan Desa Terhadap Pemberdayaan Masyarakat di Desa Cinoyong”.Diketahuinya Peranan penting Aparat Desa, Paraji, dan Bidan Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat (POSYANDU). Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan wawancara dan menggunakan data absensi serta quisioner pada warga yang datang ke POSYANDU. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Aparat Desa, Paraji dan Bidan Desa terhadap antusias warga dalam Pemberdayaan Masyarakat akan Kesehatan untuk datang ke POSYANDU. Terdapat pengaruh yang signifikan pelaksanaan kemitraan Aparat Desa, Paraji dan Bidan Desa terhadap Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang kesehatan, sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Diharapkan kemitraan akan berlangsung dengan baik untuk meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat.

Page 46 of 242 | Total Record : 2415