cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2024)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA LANJUT USIA DI DESA KALIKEJAMBON, KABUPATEN JOMBANG Fadila, Nur; Wijaya, Arif; Roni, Faishol
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.528

Abstract

ABSTRAKTujuan: untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh pada lansia di Desa Kalikejambon, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Metode: menggunakan desain korelasi pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 48 menggunakan purposive sampling, sesuai dengan kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan aktivitas fisik ialah kuiesionier PASiE, siedangkan berat badan dan tinggi badan diukur menggunakan timbangan digital dan staturie mietier. Analisis yang digunakan mierupakan analisis univariat distribusi friekuiensi dan bivariat uji Spiearman rank. Hasil: lebih dari setengah responden berada pada kategori aktivitas fisik cukup (52,08%). Indeks massa tubuh responden paling banyak berada pada kategori obesitas (33,33%). Hasil uji statistik mienggunakan Spiearman rank menunjukkan nilai p = 0,029 < 0,05, yang artinya ada hubungan antara aktivitas fisik dian indieks massa tubuh pada lansia. Diskusi: Aktivitas fisik berperan dalam pemeliharaan berat badan ideal. Aktivitas fisik yang tinggi berhubungan dengan pencegahan kenaikan berat badan pada orang dewasa. Tingkat aktivitas fisik yang rendah dapat meningkatkan prevalensi terjadinya obesitas secara bermakna. Kesimpulan: Lansia dianjurkan untuk mempertahankan aktivitas fisik yang baik. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang faktor lain yang memengaruhi IMT pada lansia seperti pola makan, faktor sosial, dan faktor lingkungan.Kata Kunci: aktivitas fisik, indeks massa tubuh, lansiaCorrelation Between Physical Activity and Body Mass Index Among Elderly Individuals in Kalikejambon Village, Jombang RegencyABSTRACTObjective: To identify the correlation between physical activity and body mass index (BMI) among elderly individuals in Kalikejambon Village, Tembelang Subdistrict, Jombang Regency. Methods: This research employed a correlational design with a cross-sectional approach. A total of 48 respondents were selected using purposive sampling based on inclusion criteria. The physical activity measurement utilized the PASiE questionnaire, while body weight and height were measured using a digital scale and stadiometer, respectively. Data were analyzed using univariate frequency distribution and bivariate Spearman rank tests. Results: More than half of the respondents exhibited a moderate level of physical activity (52.08%). The majority of respondents’ BMI fell into the obesity category (33.33%).  Statistical analysis using the Spearman rank test revealed a p-value of 0.029 (p < 0.05), indicating a significant correlation between physical activity and BMI among the elderly. Discussion: Physical activity plays a crucial role in maintaining an ideal body weight. High levels of physical activity are correlated with the prevention of weight gain in adults. Conversely, low levels of physical activity significantly increase the prevalence of obesity. Conclusion: Elderly individuals are advised to maintain a good level of physical activity. Further research is needed to explore other factors influencing BMI among the elderly, such as dietary patterns, social factors, and environmental factors.Keywords: physical activity, body mass index, elderly.
DAMPAK PENGGUNAAN ELECTRONIC HEALTH RECORD TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR Simatupang, Yesi Juniarta; Hariyati, Rr. Tutik Sri
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.536

Abstract

ABSTRAKPerkembangan informasi dan teknologi dalam layanan kesehatan menjadi salah satu inovasi yang signifikan. Perkembangan ini membuat layanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat. Electronic health record (EHR) menjadi bagian integral dari perkembangan sistem informasi dan teknologi di lingkup kesehatan. Ketersediaan EHR memungkinan penyedia dan pengguna layanan kesehatan mengakses informasi kapan pun dan di mana pun berada. Pelayanan yang responsif akan meningkatkan kepuasan pasien terhadap layanan. Tujuan penelitian:Memberikan gambaran dan kesimpulan dari hasil tinjauan literatur tentang dampak penggunaan EHR terhadap tingkat kepuasan pasien. Metode:Telaah literatur ini mengambil sepuluh artikel terpilih dari basis data daring EBSCOhost, PubMed, dan Google Scholar dari tahun 2018–2023dengan kata kunci EHR dan kepuasaan pasien. Data dianalisis menggunakan metode naratif-deskriptif. Hasil: Terdapat dampak positif dan hubungan signifikan antara penggunaan EHR terhadap tingkat kepuasan pasien. Penggunaan EHR meningkatkan efisiensi pelayanan, mempersingkat waktu tungggu pasien, meningkatkan akurasi dokumentasi pasien, meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan data pasien, serta mempermudah komunikasi antar-profesi kesehatan. Kesimpulan: Integrasi EHR dalam layanan kesehatan memberikan manfaat yang besar bagi pasien dan penyedia layanan kesehatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melakukan penelitian tentang penggunaan EHR di negara berkembang dan di setting rawat inap. Kata Kunci: dokumentasi, electronic health record, kepuasan pasien, layanan kesehatan ABSTRACT The development of information and technology in healthcare services has become one of the significant innovations. This development enables healthcare services to be accessed easily and quickly. electronic health record (EHR) has become an integral part of the development of information and technology systems in the healthcare scope. The availability of EHR enables healthcare providers and users to access information anytime and anywhere. Responsive services will enhance patient satisfaction with the services. Objective: To provide an overview and conclusion from a literature review on the impact of EHR usage on patient satisfaction levels. Method: This literature review yielded 10 (ten) articles from online databases EBSCO host, PubMed, and Google Scholar from 2018 to 2023 using the keywords electronic health record and patient satisfaction. The data were analyzed using a narrative-descriptive method. Result: From the analysis of ten articles, it was found that there is a positive impact and significant relationship between the use of EHR and patient satisfaction levels. The use of EHR enhances service efficiency, reduces patient waiting time, improves patient documentation accuracy, enhances the quality of service and patient data security, as well as facilitates communication among healthcare professionals. Conclusion: The integration of EHR in healthcare services provides significant benefits for both patients and healthcare providers. Further research is needed to study the use of EHR in developing countries and in inpatient settings. Keywords: documentation, electronic health record, patient satisfaction, healthcare service
PENERAPAN INTERVENSI PSIKOEDUKASI DAN KONSELING DALAM MENGHADAPI PUBERTAS PADA REMAJA AWAL: STUDI KASUS Sadewa, Deskantari Murti Ari; Hapsari, Elsi Dwi; Nisman, Wenny Artanty
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.583

Abstract

ABSTRAKPerubahan fisik, sosial, dan psikologis saat pubertas berisiko menyebabkan kecemasan pada remaja awal terutama apabila tidak diikuti dengan masukan pengetahuan yang cukup. Tujuan penelitian: studi kasus ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi keperawatan mandiri yang sesuai untuk diterapkan pada remaja yang menghadapi pubertas. Keluhan utama pasien: Pendekatan studi kasus diterapkan untuk menangani masalah klien An. AR, 13 tahun, perempuan, dengan keluhan kecemasan ekstrem, kurang informasi, dismenorea, dan gatal pada saat menggunakan pembalut. Intervensi yang dilakukan berupa tiga kali psikoedukasi dan dua kali konseling yang dilaksanakan selama lima minggu dengan media edukasi yang beragam berupa handout materi, video edukasi, selebaran, poster, dan buklet. Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan durasi 30–60 menit setiap sesi. Hasil: Pengukuran variabel pengetahuan dan kecemasan sebagai evaluasi diukur sebelum dan setelah intervensi dengan menggunakan instrumen pengetahuan (rata-rata pre = 48, rata-rata post = 88) dan instrumen kecemasan General Anxiety Disorder-7 (GAD-7) (pre = 19 [ekstrem], post = 11[sedang]). Skor dismenorea diukur dengan menggunakan skala VAS (pre = 7 [berat], post = 4[sedang]). Kesimpulan: Berdasarkan hasil tindak lanjut intervensi keperawatan yang telah dilakukan pada klien, terdapat perkembangan yang baik sejalan dengan bukti ilmiah yang ada, yakni terjadi peningkatkan nilai skor pengetahuan, penurunan nilai skor kecemasan pada klien, penurunan skor dismenorea, dan penurunan keluhan gatal akibat penggunaan pembalut. Studi ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris perihal intervensi keperawatan yang dapat digunakan untuk memfasilitasi remaja dalam mengurangi kecemasan akibat pubertas dan meningkatkan pengetahuan terkait dengan kesehatan reproduksi. Kata Kunci: kecemasan, konseling, pengetahuan, psikoedukasi, pubertas Application of Psychoeducation and Counseling Interventions in Dealing with Puberty in Early Adolescents: A Case Study ABSTRACT               Physical, social and psychological changes during puberty could cause anxiety in early adolescents, especially if they are not equipped with sufficient knowledge input. Objective: This case study is needed to explore independent nursing interventions that are suitable for application to adolescents. Patient’s main complaint: A case study approach was carried out toward client's problem. AR, female, 13 years old, with complaints of extreme anxiety, lack of information, dysmenorrhoea, and itching when using sanitary napkins. The intervention carried out was three times psychoeducation and two times counseling which was carried out for five weeks using various educational media in the form of power points, educational videos, leaflets, posters and booklets. Activities are carried out online with a duration of 30–60 minutes per session. Results: Measurement of knowledge and anxiety variables as an evaluation was measured before and after the intervention using the knowledge instrument (average pre = 48, average post = 88) and the General Anxiety Disorder-7 (GAD-7) anxiety instrument (pre = 19 [extreme], post = 11[medium]). Dysmenorrhoea score was measured using the VAS scale (pre = 7 [severe], post = 4 [moderate]). Conclusion: Based on the results of follow-up nursing interventions that have been carried out on client, it shows that there is good progress in line with existing scientific evidence, where there is an increase in knowledge scores, a decrease in anxiety scores in client, a decrease in dysmenorrhoea scores, and a decrease in complaints of itching due to the use of sanitary napkins. This study is expected to provide empirical evidence on nursing interventions that can be used to facilitate adolescents in reducing anxiety due to puberty and increasing knowledge related to reproductive health. Keywords: anxiety, counseling, knowledge, psychoeducation, puberty
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN CKD HEMODIALISIS DI RS PUSDOKKES POLRI Teguhandany, Fefyayu; Aprisunadi, Aprisunadi; Jamiatun, Jamiatun; Susanti, Fajar
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.564

Abstract

ABSTRAKKepatuhan pasien dalam pembatasan cairan dipengaruhi beberapa faktor salah satunya dukungan keluarga. Keberadaan keluarga mampu memberikan dukungan yang sangat bermakna pada pasien di saat pasien menghadapi masalah kesehatannya. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif, desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang sudah dilakukan uji validitas sebelum digunakan dan lembar observasi pembatasan cairan yang sudah baku. Populasi sebanyak seratus pasien dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 88 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat signifikansi yang digunakan 0,05. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: karakteristik usia paling banyak yaitu lansia awal sebanyak 27 orang (30,7%), tingkat pendidikan paling banyak di tingkat menengah yaitu 51 orang (58,0%), pengalaman hemodialisis < 5 tahun sebanyak 59 orang (67,0%). Hasil penelitian ini juga menunjukkan dukungan keluarga pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis sebagian besar baik yaitu sebanyak 57 (64,8%) sedangkan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD sebagian besar patuh sebanyak 61 (69,3%). Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Kesimpulan: dukungan keluarga merupakan faktor dominan dalam memengaruhi kepatuhan pasien. Dengan dukungan keluarga yang baik, pasien akan merasa senang dan tentram dalam menghadapi dan menjalani pengobatannya. Kata Kunci: dukungan keluarga, chronic kidney disease, hemodialisis, pembatasan cairan ABSTRACTBackground: Patient compliance in complying with fluid restrictions is influenced by several factors, one of which is family support. The presence of the family is able to provide very meaningful support to the patient when the patient is facing health problems. Research Objective: to determine the relationship between family support and compliance with fluid restrictions in CKD patients undergoing hemodialysis at the Bhayangkara TK.I Pusdokkes Polri Hospital. Method: This research used descriptive correlational with a cross-sectional approach. Data were collected using a family support questionnaire which had been tested for validity before use and a standardized fluid restriction observation sheet. The sample for this study was 88 respondents with a population of 100 patients which was calculated using the Slovin formula with a significance level used of 0.05, the sampling technique used simple random sampling. Data analysis used the chi square test. Results: The results of this study showed that the most common age characteristics were early elderly, 27 people (30.7%), the highest level of education was middle, namely 51 people (58.0%), hemodialysis experience < 5 years, 59 people (67.0%). The results of this study also show that most of the family support in CKD patients undergoing hemodialysis has good family support, namely 57 (64.8%) while the majority of CKD patients comply with fluid restrictions, 61 (69.3%) according to statistical test results. This shows a p-value of 0.000 < α 0.05, which means there is a significant relationship between family support and compliance with fluid restrictions in CKD patients undergoing hemodialysis at the Bhayangkara TK.I Pusdokkes Polri Hospital. Conclusion: family support is the dominant factor in influencing patient compliance, with good family support the patient will feel happy and at ease in facing and undergoing treatment. Keywords: family support, chronic kidney disease, hemodialysis, fluid restriction
EFEKTIVITAS PELATIHAN 3S (SDKI, SLKI, SIKI) PADA PERAWAT PELAKSANA TERHADAP KESESUAIAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RS X JAKARTA DAN BOGOR Wahyuliati, Tri; Novita, Regina Vidya Trias; Supardi, Sudibyo
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v9i2.579

Abstract

ABSTRAKPendokumentasian asuhan keperawatan menggunakan 3S, yaitu SDKI, SLKI, dan SIKI yang baik dan benar merupakan syarat medico-legal yang sangat penting dalam praktik keperawatan yang aman, etis, dan efektif. Namun, implementasi dokumentasi keperawatan yang belum sesuai dengan standar 3S masih banyak ditemukan. Tujuan penelitian: mengetahui efektivitas pelatihan 3S terhadap peningkatan pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode: quasi experimental two groups pretest posttest with control. Responden dipilih menggunakan consecutive sampling dan kriteria inklusi untuk merekrut 33 partisipan intervensi dan 28 kontrol. Kuesioner dan tools audit asuhan keperawatan digunakan untuk mengumpulkan data. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Terdapat efektivitas pelatihan 3S (p = 0,000) terhadap peningkatan kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan secara statistik bermakna. Pelatihan asuhan keperawatan 3S berpengaruh signifikan terhadap pemberian asuhan keperawatan sesuai dengan standar 3S. Setelah pelatihan 3S, perawat yang berpendidikan nersmempunyai kemungkinan tiga kali kesesuaian pendokumentasian meningkat dibandingkan dengan D-3 keperawatan, dikontrol variabel masa kerja. Perawat yang mempunyai masa kerja lima tahun atau lebih mempunyai kemungkinan tujuh kali kesesuaian pendokumentasian meningkatdibandingkan dengan masa kerja kurang dari lima tahun, dikontrol variabel pendidikan. Diskusi: Terdapat peningkatan yang signifikan perihal kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan pada kelompok intervensi yang diberikan pelatihan 3S karena pelatihan yang diberikan dengan metode ceramah, studi kasus, dan simulasi dapat dipahami oleh responden. Kesimpulan: Pelatihan 3S secara signifikan meningkatkan kemampuan perawat dalam dokumentasi. Monitoring dan evaluasi dengan audit asuhan keperawatan dan hasil capaian dijadikan salah satu key performance indicator. Rumah sakit diharapkan menyelenggarakan pelatihan secara berkala yang diikuti oleh semua perawat.  Kata Kunci: dokumentasi, layanan keperawatan, pelatihan, SDKI, SLKI, SIKI Effectiveness of 3S Training (SDKI, SLKI, SIKI) for Nurses on the Comformity of Nursing Care Documentation at Hospital X Jakarta ABSTRACTDocumentation of nursing care using 3S, namely SDKI, SLKI and SIKI, is a medico-legal requirement that is very important in safe, ethical and effective nursing practice, electronically. However, the implementation of nursing documentation that is not in accordance with the 3S standard is still widely found. Objective: To determine the effectiveness of 3S training on improving nursing care documentation. Methods: Quasi-experimental two group pretest posttest with control. Consecutive sampling and inclusion criteria were used to recruit 33 intervention participants and 28 control participants. Questionnaires and nursing care audit tools were used to collect data. Data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately. The results: The effectiveness of 3S training (p=0.000) on improving the appropriateness of nursing care documentation was statistically significant. 3S nursing care training has a significant effect on the provision of nursing care in accordance with the 3S standard. The training carried out is effective in increasing nurses' knowledge of nursing care documentation using 3S. After the 3S training, nurses with an ners education were 3 times more likely to improve the appropriateness of nursing care documentation compared to those with a D-3 nursing, controlling for tenure. Nurses with 5 or more years of service were 7 times more likely to improve the appropriateness of nursing care documentation than those with less than 5 years, controlling for education. Discussion: There was a significant increase in the suitability of nursing care documentation in the intervention group given 3S training because the training provided using lecture methods, case studies and simulations could be understood by respondents. The control group that was not given the intervention did not have a significant increase in the suitability of nursing care documentation. Recomendation: The hospital should conduct 3S training for all nurses gradually, both new nurses andnurses who have been working for a long time. The nursing committees are expected to carry out monitoring and evaluation by auditing nursing care and making the results as one of the key performance indicators. Keywords: documentation; nursing service, training; SDKI, SLKI, SIKI

Page 1 of 1 | Total Record : 5