cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023" : 63 Documents clear
Single visit endodontic of teeth with pulpitis irreversible asymptomatic: Single visit endodontic pada pulpitis ireversibel asimtomatik Imara Binti Qaf; Juni Jekti Nugroho
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian kasus ini memaparkan perawatan saluran akar satu kali kunjungan pada kasus pulpitis ireversibel asimtomatik gigi molar kiri rahang bawah. Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Mulut dengan keluhan gigi belakang kiri bawah berlubang dan kadang nyeri. Tes termal positif, perkusi dan palpasi negatif. Radiografi menunjukkan karies telah mendekati ruang pulpa, dan diperoleh diagnosis pulpitis ireversibel asimtomatik. Perawatan saluran akar single visit endodontic dengan teknik single length menggunakan file Protaper Next sehingga tidak ada keluhan subjektif dan objektif setelah kontrol 1 minggu. Disimpulkan bahwa single visit endodontic pada kasus pulpitis ireversibel asimptomatik memberikan hasil yang baik dan efisien.
Osteogenesis imperfecta in incidental findings of panoramic radiographic examination: Osteogenesis imperfecta pada temuan insidental pemeriksaan radiografi panoramik Muhammad Fadil Hidayat; Fadhlil U.A Rahman; Barunawaty Yunus; Syakriani Syahrir
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteogenesis imperfecta adalah kelainan herediter berupa tulang mudah fraktur akibat tingkat kerapuhan yang tinggi dengan dugaan patogenesis utama akibat gangguan sintesis kolagen tipe 1. Secara klinis dapat juga ditemukan kelainan pada gigi-geligi. Laporan kasus ini menganalisis gambaran radiograf panoramik pada kasus osteogenesis imperfecta. Anak laki-laki berusia 4 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan gigi rahang atas dan bawah goyang serta riwayat fraktur pada tulang. Radiografi panoramik menunjukkan gambaran hilangnya kepadatan tulang yang meluas dengan kesan brittle bone pada sebagian besar area rahang atas dan bawah disertai missing dan migrasi benih gigi permanen. Ada riwayat kondisi tuberkulosis kelenjar. Suspek radiodiagnosis kasus adalah osteogenesis imperfecta. Pasien diberi penjelasan mengenai hubungan kondisi rongga mulut dan penyakit sistemik, serta dirujuk ke Departemen Anak untuk melola kondisi sistemiknya dan untuk mengurangi ketidaknyamanan oral diresepkan antibiotik dan analgetik. Manifestasi osteogenesis imperfecta adalah penurunan densitas tulang rahang, maloklusi kelas III, dan dentinogenesis imperfecta. Pada kasus ini, ditemukan pula migrasi dan missing benih gigi permanen. Disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis pada kasus osteogenesis imperfecta perlu didukung oleh pemeriksaan radiografi panoramik sehingga dapat mengidentifikasi kondisi jaringan keras, tulang dan gigi.
Gingivectomy in patients with drug-induced gingival enlargement due to amlodipine consumption: Gingivektomi pada penderita pembesaran gingiva yang diinduksi oleh konsumsi amlodipine Machirah; Mardiana Andi Adam; Gustivanny Dwipa Asri
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembesaran gingiva adalah suatu kondisi ukuran gingiva meningkat yang dapat menyebabkan masalah estetika dan kebersihan gigi. Salah satu etiologi pembesaran gingiva adalah faktor sistemik yang disebabkan oleh konsumsi obat-obatan dari golongan calcium channel blocker. Amlodipine yang dikonsumsi oleh pasien hipertensi dapat memicu pembesaran gingiva. Gingivektomi dilakukan untuk menghilangkan kantong dan peradangan gingiva sehingga didapatkan gingiva yang fisiologis, fungsional dan estetik. Seorang perempuan berusia 47 tahun datang ke Rumah Sakit Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar dengan keluhan kurang nyaman dan tidak percaya diri dengan kondisi gusi bagian depan rahang atas dan bawah sejak enam bulan sebelumnya. Pasien mengkonsumsi obat hipertensi yaitu amlodipine 10 mg sekali sehari sejak 2 tahun yang lalu. Setelah desinfeksi daerah operasi, anestesi dengan lidokain 2% nor epinefrin, menandai poket dengan menggunakan pocket marker basis, insisi dengan menggunakan pisau Krickland, pengangkatan gingiva dengan menggunakan pisau Orban dan skeling dan root planing, digunakan periodontal pack. Disimpulkan bahwa penderita hipertensi yang mengkonsumsi amlodipine dapat memicu pembesaran gingiva.
Osteogenesis imperfecta in incidental findings of panoramic radiographic examination: Osteogenesis imperfecta pada temuan insidental pemeriksaan radiografi panoramik Muhammad Fadil Hidayat; Fadhlil U.A Rahman; Barunawaty Yunus; Syakriani Syahrir
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteogenesis imperfecta adalah kelainan herediter berupa tulang mudah fraktur akibat tingkat kerapuhan yang tinggi dengan dugaan patogenesis utama akibat gangguan sintesis kolagen tipe 1. Secara klinis dapat juga ditemukan kelainan pada gigi-geligi. Laporan kasus ini menganalisis gambaran radiograf panoramik pada kasus osteogenesis imperfecta. Anak laki-laki berusia 4 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan gigi rahang atas dan bawah goyang serta riwayat fraktur pada tulang. Radiografi panoramik menunjukkan gambaran hilangnya kepadatan tulang yang meluas dengan kesan brittle bone pada sebagian besar area rahang atas dan bawah disertai missing dan migrasi benih gigi permanen. Ada riwayat kondisi tuberkulosis kelenjar. Suspek radiodiagnosis kasus adalah osteogenesis imperfecta. Pasien diberi penjelasan mengenai hubungan kondisi rongga mulut dan penyakit sistemik, serta dirujuk ke Departemen Anak untuk melola kondisi sistemiknya dan untuk mengurangi ketidaknyamanan oral diresepkan antibiotik dan analgetik. Manifestasi osteogenesis imperfecta adalah penurunan densitas tulang rahang, maloklusi kelas III, dan dentinogenesis imperfecta. Pada kasus ini, ditemukan pula migrasi dan missing benih gigi permanen. Disimpulkan bahwa pemeriksaan klinis pada kasus osteogenesis imperfecta perlu didukung oleh pemeriksaan radiografi panoramik sehingga dapat mengidentifikasi kondisi jaringan keras, tulang dan gigi.
Utilization of fucoidan extract from brown algaes as antibacteria on tooth: Pemanfaatan ekstrak fucoidan dari alga cokelat sebagai antibakteri pada gigi Andi Nirmala Sari; Ahmad Rafiesa Guna; Rezky Pangestu Aji; Lenni Indriani; Asmawati
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fucoidans adalah polisakarida sulfat yang ditemukan di alga laut dan memiliki banyak manfaat, termasuk efek antitumor, promosi apoptosis sel kanker, antivirus, anti-inflamasi, dan santialergi. Dalam beberapa perawatan rongga mulut, ditunjukkan bahwa krim dan tablet yang mengandung fucoidan terbukti dapat mengobati stomatitis aftosa rekuren, dan oral rekuren herpes labialis. Kajian ini dibuat untuk mengeksplorasi sifat-sifat fucoidans yang dimanfaatkan dalam perawatan kesehatan mulut seperti antimikroba dan antibakteri. Data sekunder dan studi pustaka, dianalisis secara deskriptif dengan cara memaparkan dan membandingkan hasil penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak fucoidan dari alga cokelat sebagai antibakteri pada gigi. Ekstrak fucoidan dari alga coklat mampu menghambat bakteri penyebab kerusakan di rongga mulut yaitu Streptococcus mutans, Porphyromonas gingivalis dan Fusobacterium. Empat hasil utama adalah fucoidans menunjukkan aktivitas antimikroba yang kuat terhadap Candida albicans, S.mutans, dan P.gingivalis; perlekatannya terhambat, S.mutans pada gigi sapi dan porselen; menunjukkan aktivitas penghambatan COX-1 dan/atau COX-2. Disimpulkan bahwa ekstrak fucoidan dari alga coklat dapat mengurangi patogen oral dan memiliki aktivitas antibakteri.
Marine sponges as potential inhibitors of oral squamous cell carcinoma: Spons laut sebagai penghambat potensial karsinoma sel skuamosa oral Asmawati; Bahruddin Thalib; Alqarama M. Thalib; Sitti Jahadiyah; Linda
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekstrak senyawa dari marine sponges mampu mencegah pertumbuhan sel kanker dengan cara mencegah perkembangbiakan sel ganas dengan menginduksi apoptosis melalui kondensasi kromatin atau fragmentasi DNA sehingga menghasilkan apoptosis sel kanker. Keadaan tersebut akhirnya memicu program kematian sel melalui peningkatan jalur apoptosis. Artikel ini dimaksudkan untuk mengetahui manfaat senyawa turunan marine sponges dalam menghambat perkembangan oral squamous cell carcinoma (OSCC). Beberapa senyawa bioaktif yang diproduksi dari marine sponges seperti manoalide, stellettin B, methanol extract T.swinhoi, ilimaquinon, stigmasterol meningkatkan stres oksidatif, menghasilkan stres oksidatif N-acetylcysteine, Mito-Tempo dan ZVAD sel kanker mulut, efek antiproliferasi pada sel kanker mulut, stres oksidatif mengatur peningkatan subG1, menghambat aktivasi caspase 3 dan 3/7, memicu stres ER yang lebih tinggi, sitotoksik yang kuat pada sel KB/C152 dibandingkan dengan sel Jurkat/E6-1, aktivasi mitogen-activated protein kinase yang berperan terhadap apoptosis dan kerusakan DNA pada sel kanker mulut menunjukkan bahwa sponge mengambat OSCC. Disimpulkan bahwa senyawa turunan marine sponges dapat berperan dalam apoptosis, antiproliferasi, sitotoksik pada sel kanker mulut sehingga berpotensi menghambat OSCC.
Silver diamine fluoride in paediatric dentistry practice: Silver diamine fluoride dalam praktik kedokteran gigi anak Fajriani; Marhamah; Sherly Horax; Hafsah Katu; Siti Rachmatiara Dwi Destiarini
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit terbanyak pada anak-anak di seluruh dunia. Pada rentang usia 3-6 tahun, sembilan dari sepuluh anak di Indonesia mengalami karies gigi. Silver diamine fluoride (SDF) merupakan salah satu pilihan dalam manajemen karies untuk menghambat aktivitas karies pada gigi sulung. Akhir-akhir ini SDF telah mendapatkan banyak perhatian karena kemudahan aplikasinya, efektivitas, harga yang terjangkau, dan waktu kerja yang singkat. Artikel ini bertujuan mengulas tentang perawatan silver diamine fluoride pada praktik kedokteran gigi anak.
Increasing the number of fibrolas in the healing of rat gingiva wounds with topically applied of leaves extracts of belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn): Peningkatan jumlah fibrolas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) secara topikal I Gusti Agung Ayu Hartini
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyembuhan luka pada gingiva merupakan suatu hal kompleks karena terletak pada daerah yang terbuka, sering terkontaminasi dan terpapar berbagai jenis bakteri di dalam rongga mulut. Secara histologis, penyembuhan luka memperlihatkan gambaran berupa peningkatan jumlah fibroblas. Tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) dapat digunakan sebagai obat luka karena mengandung saponin yang memiliki kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik; tanin dan flavonoid bersifat anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus dengan pemberian ekstrak daun belimbing wuluh secara topikal dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan pretest-posttest control group design, terdiri atas kelompok kontrol dengan akuades dan kelompok perlakuan dengan pemberian ekstrak etanol DBW secara topikal dengan konsentrasi 20% dan 40%. Hasil penelitian berdasarkan uji perbandingan dengan one-way Anova menunjukkan bahwa rerata jumlah fibroblas pada ketiga kelompok setelah diberikan perlakuan berbeda secara bermakna (p=0,001). Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus yang diberikan ekstrak DBW. Pada konsentrasi 20% peningkatan jumlah fibroblas lebih tinggi dari pada konsentrasi 40%.
Utilisation of moringa seed extract (Moringa oleifera) in inhibiting the growth of Porphyromonas gingivalis: Pemanfaatan ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) dalam menghambat pertumbuhan Porphyromonas gingivalis Ulfa Mutiatul H; Nur Laily; Ramayani Ramly; Lenni Indriani
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi yang terjadi pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh organisme mikro spesifik. Bakteri plak dan kalkulus dianggap sebagai penyebab utama penyakit periodontal. Salah satu bakteri utama penyebab penyakit periodontal yang banyak ditemukan pada plak subgingiva penderita periodontitis kronis adalah Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola dan Bacteroides forsythus. Antimikroba konvensional (antibiotik), terutama tetrasiklin sering digunakan untuk menunjang terapi penyakit periodontal, akan tetapi antibiotik dapat menimbulkan efek samping yaitu terjadi resisten, reaksi alergi, dan reaksi toksik. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif untuk mengobati penyakit periodontal tanpa efek samping. Secara khusus, Moringa oleifera diketahui mengandung lebih dari 90 jenis nutrisi berupa vitamin esensial, mineral, asam amino, antiaging, antibakteri, anti-inflamasi, antikanker, hipotensif, penghambat aktivitas bakteri dan jamur. Banyaknya efek farmakologis yang dimiliki oleh M.oleifera menjadikan tanaman herbal ini banyak digunakan untuk mengobati berbagai penyakit terutama penyakit periodontal. Terdapat penelitian yang berkembang menunjukkan kemampuan antimikroba dari M.oleifera.
Lingualized occlusion in full edentulous patient with flat ridge posterior mandibular: Lingualized occlusion pada pasien full edentulous dengan lingir yang datar pada posterior rahang bawah Ludfia Ulfa; Ike Damayanti Habar; Herawati Hasan
Makassar Dental Journal Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang sering ditemukan pada pasien pengguna gigi tiruan lengkap dengan kondisi flat ridge adalah kurangnya retensi dan stabilitas, sehingga mengganggu fungsi pengunyahan. Kondisi tersebut dapat diatasi tidak hanya pada proses pencetakan, tetapi juga pada penentuan konsep oklusi saat penyusunan gigi. Untuk mengatasi masalah ini konsep lingualized occlusion menjadi solusi dan diharapkan meningkatkan retensi, stabilitas dan dukungan yang lebih baik pada kasus flat ridge. Artikel ini membahas konsep lingualized occlusion dalam penyusunan gigi tiruan pada kasus pasien flat ridge posterior rahang bawah. Seorang wanita berusia 62 tahun datang ke Departemen Prostodontik RSGM Unhas dengan keluhan sulit mengunyah akibat kehilangan seluruh giginya. Pasien pernah menggunakan gigi tiruan namun sekarang longgar dan ingin dibuatkan gigi tiruan baru agar dapat mengunyah dengan baik. Disimpulkan bahwa konsep oklusi pada pasien dengan flat ridge menggunakan konsep lingualized occlusion yang dapat meningkatkan retensi, stabilitas gigi tiruan, dan efisiensi pengunyahan pasien.

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue