cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 69 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2024)" : 69 Documents clear
Studi Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Meningkatkan Berpikir Kritis di Sekolah Dasar Khairunnisa, Ajeng Alya; Isrokatun, I.; Sunaengsih, Cucun
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7828

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Kurikulum Merdeka dengan fokus pada Pembentukan Profil Pelajar Pancasila serta dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di sekolah dasar. Melalui Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), pendekatan pembelajaran berbasis proyek diterapkan dengan sukses meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan kemampuan berpikir kritis mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, mengevaluasi data, dan membuat penilaian yang masuk akal. Meskipun demikian, implementasi program ini juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk kurangnya dukungan dari orang tua dan sekolah serta kebutuhan akan sumber daya yang memadai. Namun, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dianggap penting dalam mendorong keberhasilan program ini. Observasi guru dan siswa memberikan gambaran yang baik tentang implementasi program P5 di sekolah dasar. Meskipun berhasil meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan keterampilan berpikir kritis siswa, penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk peningkatan lebih lanjut, seperti pengembangan metode pengajaran yang kreatif dan menarik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan langkah yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Pancasila dan kemampuan berpikir kritis mereka di sekolah dasar. Dengan kolaborasi yang tepat antara berbagai pihak terkait, program ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar pada pendidikan karakter siswa di masa depan.
Peningkatan Hasil Belajar Pecahan pada Siswa Kelas IV melalui Pendekatan Kontekstual dengan Bantuan Aplikasi Wordwall Patriamurti, Yudhitia Dwi; Isrok’atun, Isrok’atun; Irawati, Riana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7829

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, menganalisis pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan aplikasi Wordwall terhadap hasil belajar pecahan siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh SDN yang ada di kecamatan cikole kota Sukabumi, kemudian dipilih SDN Dewi Sartika CBM karena mewakili sekolah dengan kategori Ramah Anak dengan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Sampel yang digunakan berjumlah 60 orang yaitu, 30 Orang siswa dari kelas 4B sebagai kelas kontrol, dan 30 Orang siswa dari kelas 4A sebagai kelas eksperimen. Instrument penelitian ini terdiri dari modul ajar, kisi-kisi soal tes, soal pre-test dan post-test, kunci jawaban, pedoman penilaian, dan angket peserta didik. Pengukuran data diolah menggunakan IBM SPSS. Berdasarkan analisis pengukuran GAIN, diperoleh nilai pengaruh terhadap hasil pembelajaran penerapan pendekatan kontekstual berbantuan aplikasi wordwall sebesar 0,6. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual berbantuan aplikasi Wordwall memberikan pengaruh positif berupa peningkatan sebesar 0,6 yang termasuk kedalam peningkatan usaha yang sedang terhadap hasil belajar pecahan siswa kelas IV.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Kasingku, Juwinner Dedy; Lotulung, Mareike Seska Diana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7839

Abstract

Pendidikan agama Kristen tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan tentang doktrin keagamaan, tetapi juga memiliki cakupan yang lebih luas dalam pembentukan individu. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan keseimbangan yang menyeluruh antara aspek fisik, mental, kerohanian, dan sosial di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menekankan nilai-nilai moral dan etika Kristiani, pendidikan agama Kristen mempersiapkan individu untuk menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan dengan integritas dan tanggung jawab. Melalui metode kualitatif, penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan agama Kristen dalam membentuk karakter yang bertanggung jawab dan memiliki moral yang baik. Guru pendidikan agama Kristen memainkan peran penting dalam proses ini. Mereka tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan moral dan rohani bagi para peserta didik. Dengan mendidik tentang nilai-nilai Kristiani dan memberikan bimbingan kerohanian, guru pendidikan agama Kristen dapat membantu peserta didik memahami dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama Kristen bukan hanya tentang pengetahuan agama, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Ini adalah proses yang utuh yang membantu individu memperkuat keterampilan moral, etika, dan kerohanian mereka. Dengan demikian, pendidikan agama Kristen berperan sebagai dasar bagi individu untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Kristiani, mendorong mereka untuk menjadi pribadi yang berkarakter, serta berkomitmen melakukan kebaikan dalam masyarakat.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Matematika Kelas V Di SDN 41 Cakranegara Sanutra, Sabran; Makki, Muhammad; Novitasari, Setiani; Hidayati, Vivi Rachmatul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika kelas V di SDN 41 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 41 Cakranegara tahun ajaran 2023/2024 yang berjumlah 15 siswa, dengan 5 siswa sebagai sampel penelitian untuk diwawancarai yang dipilih berdasarkan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data ditempuh melalui tes, wawancara, serta dokumentasi. Instrumen tes yang diberikan berjumlah 3 butir soal uraian pemecahan masalah matematika. Analisis data dalam penelitian ini berdasarkan analisis data menurut Miles and Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan. Kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan tes dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah matematika dalam: 1) langkah memahami masalah kesalahan siswa diantaranya tidak menuliskan informasi mengenai hal yang diketahui dan ditanyakan, informasi mengenai hal diketahui dan ditanyakan tidak lengkap, serta siswa hanya menuliskan angka-angka yang diberikan dalam soal tanpa diikuti dengan penjelasannya; 2) langkah menyusun rencana kesalahan siswa diantaranya proses dalam menghubungkan informasi mengenai hal yang diketahui dan ditanyakan yang salah, serta penggunaan strategi dan rumus penyelesaian yang tidak tepat; 3) langkah melaksanakan rencana kesalahan siswa diantaranya tidak mengikuti alur penyelesaian secara teratur, siswa salah dalam melakukan operasi perhitungan, serta tidak menguraikan dan membuktikan hasil perhitungan yang berhasil diperoleh; 4) langkah melihat kembali kesalahan siswa diantaranya tidak menuliskan alternatif penyelesaian yang berbeda dalam membuktikan kebenaran hasil perhitungan yang diperoleh sebelumnya, siswa tidak menuliskan kesimpulan, serta kesalahan dalam memberikan penarikan kesimpulan.
Analisis Kesiapan Guru dalam Implementasi Asesmen Diagnostik di Sekolah Dasar Pengampon III Kota Cirebon Yolanda S, Monika; Isrokatun, I.; Sunaengsih, Cucun
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7856

Abstract

Kurikulum merdeka yang diluncurkan pada tahun 2022 memunculkan banyak tuntutan adminstrasi mengajar baru pada guru. Salah satunya adalah pada asesmen diagnostik. Pentingnya menekankan asesmen diagnostik untuk memahami profil belajar siswa dan merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki kesiapan guru dalam mengimplementasikan asesmen diagnostik di SDN Pengampon III, Kota Cirebon. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dua guru diwawancarai menggunakan pedoman wawancara untuk mengevaluasi pemahaman konsep asesmen diagnostik, keterampilan dalam menyusun instrumen, pelaksanaan proses asesmen, evaluasi hasil, serta cara menghadapi tantangan dalam penerapan asesmen diagnostik. Analisis data mengindikasikan bahwa kedua guru memiliki pemahaman konseptual yang kuat dan sering menggunakan asesmen diagnostik dalam praktik pembelajaran mereka. Namun, mereka masih menghadapi tantangan dalam merancang asesmen yang dapat memenuhi kebutuhan siswa secara diferensial. Kesimpulannya, meskipun guru-guru telah menunjukkan kesiapan yang baik dalam mengimplementasikan asesmen diagnostik, perlu ditingkatkan lagi dalam hal diferensiasi instrumen asesmen untuk memastikan pembelajaran yang efektif dan adaptif sesuai dengan kurikulum merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi pelatihan yang lebih efektif bagi para guru untuk mendukung implementasi asesmen diagnostik yang sukses di SD Pengampon III, Kota Cirebon.
Kompetensi Guru dalam Mengajar: Sebuah Studi Kasus Pembelajaran Aksara Sunda di Sekolah Dasar Nurfadhillah, Nanda; Julia, J.; Sunaengsih, Cucun
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7944

Abstract

Aksara sunda sering sekali dianggap pelajaran yang sulit dimengerti. Hal ini menyebabkan pembelajaran aksara sunda jarang diimplementasikan di sekolah dasar dan kompetensi guru masih kurang pada pembelajaran aksara sunda. Oleh karena itu, melalui muatan lokal bahasa dan sastra sunda secara khusus aksara sunda dapat dipertahankan di SDN Sukamelang, selain itu juga diperlukan guru yang berkompeten untuk terciptanya pembelajaran aksara sunda yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kompetensi guru dalam pembelajaran aksara sunda di sekolah dasar. Kajian ini secara khusus berfokus pada mengidentifikasi kompetensi guru dalam persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran aksara sunda di Sekolah Dasar Negeri Sukamelang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif melalui studi kasus. Data dikumpulkan dari Guru Aksara sunda SDN Sukamelang. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara, obervasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Guru SDN Sukamelang memiliki kompetensi yang baik dalam persiapan pembelajaran aksara sunda, 2) Guru SDN Sukamelang sudah memiliki kompetensi yang baik dalam pelaksanakan pembelajaran aksara sunda 3) Guru SDN Sukamelang memiliki kompetensi yang baik dalam melaksanaan evaluasi pembelajaran aksara sunda, sehingga pembelajaran aksara sunda di SDN Sukamelang dapat berjalan dengan baik.
Analisis Faktor Kendala dan Hambatan Guru SD Dalam Implementasi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Wijayati, Arik; Tirtoni, Feri
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7961

Abstract

Kurikulum bebas yang lebih fleksibel dan lebih sederhana diharapkan dapat membantu pendidik fokus pada pelajaran penting dan memungkinkan peserta didik berpartisipasi lebih aktif dalam bidang yang mereka sukai, Sehingga Pendidik bisa dengan mudah membantu peserta didik mencapai tujuan belajarnya. Namun dengan adanya perubahan kurikulum ini para pendidik tidak dengan mudah dalam menyesuaikan proses pembelajarannya, maka dari itu tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi faktor penghambat pendidik dalam menerapkan kurikulum merdeka, kegiatan ini dilakukan menggunakan metode deskripsi dalam penelitian kualitatif dengan cara melakukan observasi langsung dan di bantu dengan literatur-literatur yang terpercaya. Penelitian akan melibatkan pendidik sekolah dasar di SDN Mindu Gading untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masalah dan kesulitan yang mereka hadapi saat menerapkan kebijakan kurikulum bebas belajar. Adapun sasaran dari penelitian ini adalah para pendidik dari tingkat SD. Kendala-kendala tersebut antara lain terkait dengan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengaplikasikan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif, terbatasa referensi bahan ajar, serta sumber daya manusia yang tersedia. Namun adanya upaya untuk menghadapi kendala-kendala tersebut yaitu, pelatihan dan pengembangan kompetensi pendidik dan staf pendidikan, peningkatan dukungan dari orang tua dan masyarakat, peningkatan fasilitas dan sarana prasarana, peningkatan pengawasan dan monitoring, pengembangan kerjasama antar stakeholder pendidikan, dan dorongan untuk mengikuti program pendidik penggerak.
Latihan Sasaran Terhadap Ketepatan Shooting Menggunakan Tes Bobby Charlton Pada Atlet Akademi Futsal Cirebon Fauzan Malik, Ahmad; Adi Budiman, Indra; Arhesa, Sandra
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.8417

Abstract

Masalah terpenting dalam upaya peningkatan prestasi dalam permainan futsal adalah peningkatan kualitas pemain. Upaya peningkatan kualitas pemain, diperlukan peningkatan kualitas pembinaan dan pelatihan. Selain penguasaan teknik dasar permainan futsal, ada pula penguasaan teknik shooting yang perlu diutamakan dalam rangka pencapaian prestasi yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan sasaran terhadap ketepatan shooting pada atlet Akademi Futsal Cirebon. Metodelogi dari Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan desain One-groups pretest-posttest design. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah atlet yang berjumlah 58 peserta. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel atlet kategori usia 15 tahun dengan jumlah 15 atlet. Instrumen penelitian menggunakan Tes Bobby Charlton. Analisi data dengan menguji rata-rata dan simpangan baku, normalitas, homogenitas serta hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.00, karena nilai signifikansinya kurang dari 0.05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa latihan sasaran menggunakan tes Bobby Charlton memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan ketepatan Shooting futsal. Bagi peneliti selanjutnya agar menambahkan variabel.
Implementasi Green education Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut Alam di RA Mumu; Sumantri, Agus; Nurjamil, Dedi; Anwar, Dede
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7354

Abstract

Green school atau green education adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan. Sekolah berperan sebagai lembaga penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik untuk menjaga melestarikan kehidupan ini secara berkelanjutan. Gerakan peduli lingkungan termasuk ke dalam nilai karakter nasionalis, yaitu bagaimana cara kita bersikap, berfikir dan berbuat yang menunjukkan jiwa kesetiaan, penghargaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan bangsa di atas kepentingan diri maupun kelompok. Nilai yang terkandung di dalam karakter nasionalis di antaranya, menjaga lingkungan, menjaga kekayaan alam, cinta tanah air, dan disiplin. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana implementasi green education melalui model pembelajaran berdasarkan sudut alam bagi anak usia dini atau RA yang difokuskan pada pembelajaran mengenai diri sendiri, alam sekitar, dan gejala alam. Temuan di lapangan ternyata penerapan green education belum dilakukan secara optimal terkait persoalan kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas pembelajaran. Pembelajaran berdasar sudut alam didiharapkan muncul gagasan adanya kesadaran dalam menanamkan karakter anak yang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan setelah data dikumpulkan kemudian di sederhanakan, dan disajikan secara sistimatis hingga mendapatkan kesimpulan yang akurat. Untuk menguji keakuratan dan kredibilitas penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber, metode dan waktu pada subyek penelitian. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa implementasi green education di RA Almustofa Karim Kota Tasikmalaya dilakukan melalui model pembelajaran berdasarkan sudut alam atau lingkungan dengan pendekatan saintifik dengan tahapan-tahannya yang didukung dengan media gambar, cerita, bernyanyi gerak tubuh, dan sebagainya sesuai dengan tema-tema tentang alam atau lingkungan yang diajarkan.