Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STUDI ETNOMATEMATIKA PADA AMALAN WIRID YAA LATHIF DI THORIQOH QODIRIYYAH NAQSYABANDIYYAH MA’HAD SURYALAYA Shopia, Siti Apriliani; Nurjamil, Dedi; Yulianto, Eko; Mansyur, Muhamad Zulfikar
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v5i1.5861

Abstract

Eksistensi matematika dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia telah lama menjadi objek kajian etnomatematika. Penelitian ini berfokus pada tradisi Wirid Yaa Lathif di kalangan Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) Suryalaya yang diamalkan sebanyak 14.461 kali dan dipercaya memiliki beberapa keutamaan bagi pengamalanya. Penelitian ini bertujuan untuk membahas penentuan jumlah bilangan pada wirid Yaa Lathif, dan konsep matematis dalam pengamalan wirid Yaa Lathif di TQN Suryalaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dua pendekatan yaitu etnografi dan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 15 orang yang merupakan pengamal wirid Yaa Lathif (Ikhwan maupun Non Ikhwan), serta wakil talqin Mursyid TQN. Lokasi penelitian berada di Pesantren Sirnarasa Panjalu dan Padepokan Talangraga Tasikmalaya. Teknik analisis data menggunakan model analisis data menurut Miles dan Huberman. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penentuan jumlah bilangan pada wirid Yaa Lathif dengan jumlah 129 didasarkan pada nilai Abjadiyyah Kubra, sedangkan 16.641 didasarkan pada penggunaan metode penguadratan dari nilai Abjadiyyah Kubra atau dapat disebut dengan istilah tadh’if; (2) Konsep matematis yang terdapat dalam pengamalan wirid Yaa Lathif yaitu menghitung, mengestimasi dan komulatif.
Pendekatan Scientific Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Mathematical Problem Solving Nurjamil, Dedi; Kurniawan, Dian
Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta Vol. 1 No. 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Matematika Jakarta. Volume 1, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika jenjang Magister, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.75 KB) | DOI: 10.21009/jrpmj.v1i1.4972

Abstract

Penelitian yang berjudul “Pendekatan Scientific berbantuan Geogebra Untuk Meningkatkan Mathematical Problem Solving”, dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi Tasikmalaya dalam Mata Kuliah Kalkulus 1. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti hasil penelitian sebelumnya yang peneliti lakukan di program studi Pendidikan Matematika mengenai gaya belajar. Penelitian yang penulis lakukan mengenai pembelajaran menggunakan pendekatan scientific dengan berbantuan software geogebra pada mata kuliah Kalkulus 1. Penelitian ini menggunakan Mix Method dengan sampel terdiri dari 2 kelas, kelas eksperimen 1 menggunakan pendekatan scientific berbantuan geogebra dan kelas eksperimen 2 menggunakan pendekatan scientific tidak berbantuan software geogebra. Instrumen yang digunakan Soal Tes Mathematical Problem Solving, Lembar Observasi, dan Software Geogebra. Hasil Postest menunjukkan peningkatan gain ternormalisasi kelas eksperimen 1 lebih baik kelas eksperimen 2. Hasil penelitian ini menghasilkan luaran yang berupa buku ajar yang digunakan dan jurnal yang dipublikasikan.
Implementasi Green education Melalui Model Pembelajaran Berdasarkan Sudut Alam di RA Mumu; Sumantri, Agus; Nurjamil, Dedi; Anwar, Dede
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v10i1.7354

Abstract

Green school atau green education adalah konsep yang mengajak seluruh warga sekolah untuk membentuk gaya hidup agar lebih peduli dan melestarikan lingkungan. Sekolah berperan sebagai lembaga penanaman nilai-nilai karakter kepada peserta didik untuk menjaga melestarikan kehidupan ini secara berkelanjutan. Gerakan peduli lingkungan termasuk ke dalam nilai karakter nasionalis, yaitu bagaimana cara kita bersikap, berfikir dan berbuat yang menunjukkan jiwa kesetiaan, penghargaan, dan kepedulian terhadap lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan bangsa di atas kepentingan diri maupun kelompok. Nilai yang terkandung di dalam karakter nasionalis di antaranya, menjaga lingkungan, menjaga kekayaan alam, cinta tanah air, dan disiplin. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana implementasi green education melalui model pembelajaran berdasarkan sudut alam bagi anak usia dini atau RA yang difokuskan pada pembelajaran mengenai diri sendiri, alam sekitar, dan gejala alam. Temuan di lapangan ternyata penerapan green education belum dilakukan secara optimal terkait persoalan kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas pembelajaran. Pembelajaran berdasar sudut alam didiharapkan muncul gagasan adanya kesadaran dalam menanamkan karakter anak yang peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan setelah data dikumpulkan kemudian di sederhanakan, dan disajikan secara sistimatis hingga mendapatkan kesimpulan yang akurat. Untuk menguji keakuratan dan kredibilitas penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber, metode dan waktu pada subyek penelitian. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa implementasi green education di RA Almustofa Karim Kota Tasikmalaya dilakukan melalui model pembelajaran berdasarkan sudut alam atau lingkungan dengan pendekatan saintifik dengan tahapan-tahannya yang didukung dengan media gambar, cerita, bernyanyi gerak tubuh, dan sebagainya sesuai dengan tema-tema tentang alam atau lingkungan yang diajarkan.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS PESERTA DIDIK Nurfadilah, Amaliyah; Nurjamil, Dedi; Mulyani, Eva
PHI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): EDISI APRIL 2025
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/phi.v9i1.428

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di SMP Negeri 10 Kota Tasikmalaya. Sampelnya terdiri dari peserta didik kelas VII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VII C sebagai kelas kontrol, yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian untuk mengukur kemampuan literasi matematis. Analisis data yang digunakan terdiri dari statistik deskriptif dan inferensial dengan menggunakan IBM SPSS Statistic 24 untuk menganalisis data N-Gain kemampuan literasi matematis. Hasil analisis menunjukan bahwa kemampuan literasi matematis peserta didik yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran berbasis proyek lebih baik dibandingkan dengan yang menggunakan pembelajaran berbasis masalah.
Analisis Kemampuan Berpikir Komputasional Matematis dalam Menyelesaikan Soal HOTS ditinjau dari Dominasi Otak Rahmah, Nadya Anjani; Nurjamil, Dedi; Heryani, Yeni
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 5 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i5.24195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir komputasional matematis siswa dalam menyelesaikan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) materi Teorema Pythagoras ditinjau dari dominasi otak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dilaksanakan di SMP Negeri 3 Tasikmalaya dengan subjek 4 siswa kelas VIII G yang terdiri dari 2 siswa dominasi otak kiri dan 2 siswa dominasi otak kanan. Teknik pengumpulan data meliputi tes dominasi otak berdasarkan penelitian Tendero (2000), tes kemampuan berpikir komputasional matematis berupa soal uraian HOTS level C4 dan C5, serta wawancara tidak terstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan indikator dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan dominasi otak kiri cenderung menggunakan pendekatan sistematis, analitis, dan terstruktur dengan fokus pada ketepatan detail dan penalaran logis, sedangkan siswa dengan dominasi otak kanan menunjukkan pendekatan holistik, visual, dan intuitif dengan kemampuan memahami gambaran besar masalah dan memanfaatkan representasi visual. Meskipun kedua kelompok mampu mencapai hasil yang sama, perbedaan gaya kognitif ini menunjukkan bahwa dominasi otak berpengaruh signifikan terhadap cara siswa memproses dan menyajikan solusi dalam pemecahan masalah matematis kompleks.
Effectiveness of Discovery Learning Assisted by GeoGebra in Enhancing Students’ Mathematical Literacy Sofwatun, Shofa; Nurjamil, Dedi; Dewi, Sinta Verawati
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3491

Abstract

GeoGebra-assisted Discovery Learning offers a promising solution to the challenges of mathematical literacy. This model is not only student oriented but also encourages learners to actively and independently construct mathematical concepts and connect them to real-life experiences. This study aimed to examine the effectiveness of GeoGebra based Discovery Learning in enhancing students’ mathematical literacy and to assess their literacy level after its implementation. An experimental method with a one-group pretest–posttest design was employed. The population consisted of all tenth-grade students at SMA Negeri 1 Singaparna, and the sample was selected through cluster random sampling from class X-3. The instrument was a mathematical literacy essay test, validated by experts and tested for validity and reliability on a separate sample. Data were analyzed using descriptive statistics and N-Gain calculations with IBM SPSS Statistics 24, including the Shapiro–Wilk normality test and a one-sample t-test. The findings revealed a mean N-Gain score of 0.66 (moderate category), indicating the model’s effectiveness in improving students’ mathematical literacy. Moreover, students’ literacy levels after the intervention also fell into the moderate category. Practically, this study provides teachers with learning resources, such as teaching modules, to support instruction and foster collaborative, discovery-based learning that deepens students’ understanding of mathematical concepts.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa Berdasarkan Tingkat Rasa Ingin Tahu Nuryanti, Tri; Nurjamil, Dedi; Rustina, Ratna
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 6 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i6.25069

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan tingkat rasa ingin tahu. Fokus penelitian diarahkan pada ketercapaian indikator berpikir kritis matematis, yaitu Interpretation, Analysis, Evaluation, dan Inference, dengan memperhatikan tingkat rasa ingin tahu siswa kategori tinggi, sedang, dan rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksplorasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive sampling dari siswa kelas IX SMP Negeri 2 Tasikmalaya Tahun Ajaran 2025/2026. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kritis matematis, angket rasa ingin tahu, dan wawancara tak berstruktur. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan rasa ingin tahu kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator berpikir kritis matematis serta menunjukkan antusiasme dalam menyelesaikan soal. Subjek dengan rasa ingin tahu kategori sedang juga mampu memenuhi seluruh indikator, namun masih kurang percaya diri dalam memberikan jawaban. Sementara itu, subjek dengan rasa ingin tahu kategori rendah hanya mampu memenuhi indikator Interpretation dan Analysis. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat rasa ingin tahu memiliki peran penting terhadap ketercapaian kemampuan berpikir kritis matematis. Penelitian ini memberikan gambaran bahwa pengembangan rasa ingin tahu siswa dapat dijadikan salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis.