cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,180 Documents
Inovasi Pembelajaran Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI Adi Rosadi; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6222

Abstract

Penerapan media video edukasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital saat ini memiliki dampak yang signifikan pada efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Inovasi Pembelajaran Dengan Bantuan Media Video Edukasi Sebagai Upaya Meningkatkan Efikasi Diri Pada Mata Pelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang penggunaan media video edukasi dan efikasi diri siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan guru dan siswa, serta dokumentasi dari proses pembelajaran dengan media video. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan triangulasi untuk memastikan validitas dan keakuratan temuan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan media video edukasi melibatkan persiapan yang matang, pemilihan video yang sesuai, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Hasil observasi menunjukkan peningkatan minat dan efikasi diri siswa dalam menghadapi materi PAI. Wawancara dengan guru dan kepala sekolah mengungkapkan pentingnya kerjasama antar guru dalam penggunaan media video edukasi. Efek positif juga ditemukan melalui peningkatan efikasi diri siswa dalam mengatasi tugas-tugas pembelajaran. Analisis data menunjukkan bahwa media video edukasi memiliki magnitude sebesar 80%, strength sebesar 78%, dan generality sebesar 85%, menunjukkan pengaruh signifikan dan generalitas efikasi diri siswa. Penerapan media video edukasi bukan hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI, tetapi juga membangun keyakinan dan efikasi diri siswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran.
Inovasi Pembelajaran Dengan Media Berbasis Prezi Untuk Meningkatkan Minat Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Adah Aliyah; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6223

Abstract

Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, terutama dalam mata pelajaran Studi Kebudayaan Islam (SKI). Artikel ini membahas inovasi pembelajaran menggunakan media berbasis Prezi di MA Al Mustofawiyah Karangtengah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pelaksanaan inovasi tersebut. Melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI berhasil meningkatkan minat siswa. Langkah-langkah pelaksanaan melibatkan identifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran, perencanaan presentasi Prezi, dan pengenalan media Prezi kepada siswa. Guru dan kepala sekolah memberikan dukungan penuh terhadap inovasi ini, meskipun terdapat kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet. Namun, penggunaan Prezi memungkinkan partisipasi siswa yang aktif, meningkatkan fokus, dan pemahaman mereka terhadap materi SKI. Hasil observasi menunjukkan bahwa Prezi menciptakan pembelajaran yang menarik, dinamis, dan interaktif. Siswa merasa lebih tertarik dan antusias dalam pembelajaran SKI, terutama dengan penggunaan elemen multimedia seperti gambar, video, dan audio. Dukungan penuh dari kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan inovasi ini. Meskipun terdapat kendala teknis, implementasi yang berkelanjutan dan pelatihan terus-menerus bagi guru diperlukan untuk memaksimalkan potensi Prezi dalam pembelajaran SKI. Kesimpulannya, penggunaan Prezi dalam pembelajaran SKI efektif meningkatkan minat siswa, memperkuat partisipasi, dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Implementasi Inovasi Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligences di Sekolah Menengah Kejuruan Ani Ramayanti; Bambang Qomaruzzaman; Qiqi Yuliati Zaqiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6234

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peranan strategis dalam membentuk karakter siswa. Namun, pendekatan pembelajaran yang konvensional seringkali tidak cukup menarik bagi siswa, terutama di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran. Penelitian ini memperkenalkan dan menggali inovasi pembelajaran PAI berbasis Multiple Intelligences (MI) sebagai solusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini, guru-guru melakukan analisis mendalam mengenai kebutuhan dan potensi kecerdasan siswa, menciptakan rencana pembelajaran yang inklusif dan bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi inovasi pembelajaran PAI berbasis MI di SMK Ksatria Nusantara Pangandaran memberikan dampak positif. Siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran, memperlihatkan peningkatan pemahaman agama dan minat belajar yang tinggi. Pendekatan ini memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi kecerdasannya melalui kegiatan kelompok, proyek kolaboratif, dan penggunaan media visual. Hasil observasi menunjukkan bahwa inovasi ini telah menciptakan lingkungan pembelajaran yang inspiratif, memotivasi siswa untuk belajar, dan meningkatkan penghayatan terhadap ajaran agama Islam. Penelitian ini tidak hanya menciptakan solusi konkret bagi SMK Ksatria Nusantara Pangandaran, tetapi juga memberikan kontribusi teoritis dengan mengembangkan paradigma pembelajaran PAI. Dengan memahami dan mengaplikasikan kecerdasan majemuk, pendidikan agama Islam di SMK dapat menjadi lebih inklusif dan relevan, menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tuntutan zaman.
Model Pembelajaran Creative Problem Solving Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Pada Mata Pelajaran Geografi Aulia Putri Hidayah; Mushoddik Mushoddik
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6254

Abstract

Geografi memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan kreatif siswa. Meskipun begitu, kemampuan berpikir kreatif siswa di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya kemampuan berpikir kreatif siswa dengan menerapkan Model Creative Problem Solving dalam pembelajaran grografi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan kelompok kontrol dan eksperimen di sebuah SMA. Populasi untuk penelitian ini adalah siswa kelas X IPS untuk sampel penelitian memilih 2 kelas pada kelas X IPS 4 menjadi kelas eksperimen dan untuk kelas X IPS 2 menjadi kelas kontrol. Instrumen pada penelitian ini yaitu tes soal berpikir kreatif yang berbentuk uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Creative Problem Solving secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mata pelajaran Geografi. Hasil ini didukung oleh peningkatan nilai pre-test ke post-test pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Model Creative Problem Solving efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam mata pelajaran Geografi. Model ini membantu siswa mengembangkan ide-ide kreatif, fokus pada permasalahan, dan mencari solusi yang inovatif. Oleh karena itu, model ini bisa menjadi alternatif solusi dalam meningkatkan pembelajaran Geografi di tingkat SMA.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Munawatus Sholikha; Alwin Alwin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6260

Abstract

Fokus penelitian ini adalah hasil belajar kognitif kelas XI SMA Negeri 1 Susukan Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif jenis STAD. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, kelompok eksperimen dalam desain kuasi-eksperimental. Kemampuan  kognitif siswa digunakan sebagai variabel dependen dalam penyelidikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa IPS kelas 11 SMAN 1 Susukan. Siswa kelas 11 IPS 2 dijadikan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan siswa 11 IPS 3 dijadikan sebagai kelompok kontrol. Peneliti menggunakan teknik sampel acak dari probabilitas sampling. Alat ukur penelitian berbentuk kuesioner pilihan ganda. Selain itu, uji N-Gain, uji t dengan sampel independen, uji homogenitas dan uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan untuk memastikan signifikansi statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif STAD berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif kelas 11 IPS SMAN 1 Susukan dengan kemampuan awal rata-rata 51,71 sedangkan kemampuan akhir rata-rata 80,86. Hal ini didukung oleh uji-t pada tingkat signifikansi 0,000<0,05 (2-tailed) membuktikan jika kemampuan kognitif siswa  kelas 11 IPS SMAN 1 Susukan terpengaruh oleh model pembelajaran kooperatif STAD.
Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3 Untuk Siswa SD Kelas IV Dwi Rizky Utari; Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk berupa media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline 3 yang valid untuk materi keragaman sosial dan budaya di Indonesia pada mata pembelajaran IPAS. Media pembelajaran interaktif ini ditujukan untuk menarik perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, serta mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan mempermudah siswa dalam memahami pelajaran. Metode penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan 4D.  Penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu 1) Tahap define, 2) Tahap design, 3) Tahap development. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan kusioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diperoleh media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline 3 pada materi keragaman sosial dan budaya di Indonesia dinyatakan sangat layak digunakan tanpa revisi dengan hasil penilaian validasi ahli materi sebesar 93,3% dengan kategori sangat valid, dari ahli bahasa sebesar 94,6% dengan kategori sangat valid, dan dari ahli media sebesar 97,8% dengan kategori sangat valid. Nilai rata-rata dari validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media didapatkan sebesar 95,2% kategori sangat valid. Sehingga media pembelajaran interaktif berbasis articulate storyline 3 pada materi keragaman sosial dan budaya di Indonesia untuk kelas IV dapat dikategorikan sangat valid dan sudah layak digunakan tanpa revisi.
Profil Pemahaman Guru Tentang Media Pembelajaran di Sekolah Dasar Netri Netri; Zaka Hadikusuma Ramadan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6303

Abstract

Penelitian ini menyelidiki pentingnya pemahaman guru sekolah dasar terhadap media pembelajaran dalam konteks pendidikan modern. Pemahaman guru tentang media pembelajaran menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas proses pembelajaran di tingkat dasar. Dalam era di mana teknologi dan media digital memegang peranan penting, guru yang mahir dalam penggunaan media pembelajaran dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan relevan bagi siswa. Penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, dengan melibatkan 23 guru sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, mayoritas guru memiliki pemahaman yang baik hingga sangat baik tentang media pembelajaran. Namun, terdapat variasi dalam pemahaman guru terkait aspek-aspek khusus media pembelajaran seperti jenis-jenis media dan penggunaannya.Pemahaman guru tentang media pembelajaran bukan hanya tentang mengenal berbagai alat atau teknik media, tetapi juga tentang bagaimana mengintegrasikan media tersebut secara efektif ke dalam pembelajaran, mengkustomisasi penggunaannya sesuai dengan kebutuhan siswa, dan memaksimalkan potensi media tersebut untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.  
Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Probolinggo Abdurrahman; Usamah bin Muhammad
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6327

Abstract

Pendidikan adalah fondasi penting dalam pertumbuhan individu menuju kedewasaan. Penelitian ini menggambarkan pentingnya pendidikan dalam mengubah perilaku individu dan menyokong pertumbuhan yang sehat. Pemimpin sekolah yang efektif dan kedisiplinan guru dianggap sebagai faktor kunci dalam meningkatkan prestasi akademik di sekolah. Kepemimpinan yang efektif dalam konteks pendidikan diakui sebagai elemen penting dalam reformasi sekolah global. Artikel ini juga menguraikan pentingnya kepala madrasah dalam pengembangan pendidikan, mengingat peran kunci mereka dalam mengelola sumber daya organisasi dan memengaruhi kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif untuk mengidentifikasi masalah mutu pendidikan di MTs Negeri 1 Probolinggo dan strategi yang digunakan oleh kepala sekolah untuk mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah mutu pendidikan melibatkan sejumlah faktor, seperti motivasi siswa, keterampilan mengajar guru, dan kondisi lingkungan sekolah. Strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan meliputi pembagian tugas di antara guru dan staf, pelatihan guru, dan upaya untuk meningkatkan standar pendidikan. Namun, masih ada tantangan dalam mengatasi masalah mutu pendidikan ini, termasuk perluasan pelatihan guru dan perbaikan sumber daya fisik sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan adalah tantangan kompleks yang memerlukan kerja sama semua pemangku kepentingan dan upaya berkelanjutan. Pemimpin sekolah yang kuat dan inovatif serta guru yang berdedikasi dianggap sebagai kunci untuk mencapai tujuan ini dan meningkatkan daya saing negara dalam konteks global.
Pemanfaatan Program Bimbingan Konseling Untuk Perkembangan Bahasa Anak Yulia Alawiyah; Septiyani Endang Yunitasari
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6352

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan optimal pada masa golden age. Masalah yang dihadapi pasca pandemi yaitu anak-anak cenderung bersahabat dengan gadget sehingga anak terbiasa berkomunikasi satu arah yang mengakibatkan anak enggan berbicara.dan akhirnya mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasanya. Guru tentunya sebagai garda terdepan mempunyai  tanggungjawab yang besar agar perkembangan anak-anaknya bisa optimal. Selain guru, lembaga Pendidikan anak usia dini juga harus mempuyai program-program yang mendukung terlaksananya pembelajaran yang terintegrasi yang bisa menstimulasi 6 aspek perkembangan anak, salah satunya melalui layanan bimbigan dan koseling. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perkembangan bahasa anak sebelum dan sesudah mendapatkan layanan bimbingan konseling di TKIT Al Irsyad Al Islamiyyah Karawang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu bersifat kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mempunyai hambatan dalam berbahasa baik bahasa ekpeksif maupun reseptif  mengalami kemajuan yang cukup signifikan setelah mereka mendapatkan layanan dari bimbingan dan konseling. Kerjasama yang baik dengan orangtua dapat meningkatkan keberhasilan perkembangan bahasanya.
Strategi Pembelajaran yang digunakan Guru dalam Membelajarkan Bilangan Bulat Negatif di Kelas VI SDN 28 Cakranegara Ni Kadek Sri Sudewi; Vivi Rachmatul Hidayati; Khairun Nisa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i4.5670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi pembelajaran yang digunakan Guru dalam membelajarkan bilangan bulat negatif kelas VI di SDN 28 Cakranegara. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif bersifat metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SDN 28 Cakranegara. Subjek penelitian ini yaitu guru wali kelas VI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi pembelajaran dimulai dari upaya guru kelas VI pada penerapan strategi pembelajaran dalam membelajarkan bilangan bulat negatif yang meliputi penyampaian tujuan pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran, menggunakan metode pembelajaran di kelas, menggunakan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa serta memberikan penilaian. Berdasarkan hal tersebut, maka strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam membelajarkan bilangan bulat negatif kelas VI di SDN 28 Cakranegara yaitu strategi pembelajaran problem based learning.

Page 85 of 118 | Total Record : 1180