Jurnal Educatio FKIP UNMA
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles
1,180 Documents
Investigasi Physical Activity Dan Body Mass Indeks Forum Keolahraga Mahasiswa Sukabumi: Mixed Method
M Rikjan Tri Syaban;
Firman Septiadi;
Wening Nugraheni
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.6007
Penelitian ini berfokus pada analisis physical activity (aktivitas fisik) dan body mass index (BMI) anggota Forum Keolahragaan Mahasiswa Sukabumi (FOKSI). Dalam penelitian ini, terlihat adanya sering terjadinya perubahan aktivitas fisik sehari-hari pada anggota FOKSI. Perubahan ini menyebabkan ketidakseimbangan asupan makanan karena rendahnya aktivitas fisik yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Method dengan desain Rancangan Seksuensial Eksplanatori, yang terdiri dari enam langkah. Langkah pertama adalah pengumpulan dan analisis data kuantitatif, yang menghasilkan rata-rata BMI sebesar 21.73 dalam kategori Normal. Selanjutnya, dengan menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), didapatkan rata-rata aktivitas fisik sebesar 3447 dalam kategori tinggi. Hasil kuantitatif menunjukkan rata-rata BMI anggota FOKSI berada dalam kategori Normal. Sementara itu, subjek penelitian lebih sering melakukan aktivitas rekreasi dalam kategori berat dan sedang. Hasil ini terbukti dengan sampel 1 memiliki kategori Tinggi BMI, sementara sampel 2 memiliki kategori rendah BMI. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pengetahuan dalam upaya mendorong gaya hidup sehat dan pemeliharaan kesehatan bagi mahasiswa FOKSI serta masyarakat umum.
Analisis Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Ditinjau dari Self Confidence
Santi Yakpi;
Novi Andri Nurcahyono;
Yanti Mulyanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i3.6013
Self confidence merupakan aspek penting dalam belajar matematika. Kurangnya rasa percaya diri dapat membuat siswa merasa tidak mampu menyelesaikan masalah dan dapat menjadi salah satu penyebab kesulitan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kognitif siswa dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari self confidence pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif jenis studi kasus. Instrument yang digunakan yaitu tes dan non-tes. Subjek penelitian adalah kelas VIII di MTs Al-Kholil yang berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) siswa yang memiliki self confidence yang tinggi memiliki kemampuan kognitif yang baik pada tahap mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi. (2) siswa yang memiliki self confidence yang sedang maka tidak bisa dikatakan memiliki kemampuan kognitif yang baik atau cukup. Hal ini karena siwa tidak bisa menerapkan konsep atau rumus yang diingat dengan baik sehingga nilai yang didaptkan siswa kurang tepat. (3) siswa dengan tingkat self confidence rendah memiliki kemampuan kognitif yang rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa tidak sampai pada tahap memahami. Kemampuan kognitif yang ditinjau oleh self confidence sangatlah penting dan saling berkaitan.
Latihan Light Sled Versus Latihan Up Hill: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kecepatan Lari Pemain Sepak Bola?
Kisin Prayoga;
Firman Maulana;
Muhammad Saleh
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6019
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh dari latihan Light Sled dan Up Hill terhadap kemampuan kecepatan berlari para Pemain Sepak Bola di SMAN 1 Panggarangan. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan pendekatan eksperimental yang mengadopsi desain "two group pretest-posttest design". Populasi subjek penelitian meliputi 24 orang pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Sampel penelitian terdiri dari 24 orang yang dipilih dengan metode pengambilan sampel total. Instrumen pengukuran dalam penelitian ini adalah tes lari 60 Meter yang berfungsi sebagai alat ukur untuk menilai kemampuan kecepatan berlari. Analisis data dilakukan melalui tahapan penghitungan deviasi standar, evaluasi normalitas dan homogenitas data, serta penerapan uji paired T-test. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa latihan Light Sled memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Demikian pula, kelompok yang menjalani latihan Up Hill juga mengalami peningkatan yang signifikan dalam kemampuan kecepatan berlari, yang berlaku bagi atlet pemain sepak bola di SMAN 1 Panggarangan. Melalui pengamatan ini, dapat disimpulkan bahwa baik latihan Light Sled maupun Up Hill berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kemampuan kecepatan berlari. Namun, bila melihat peningkatan persentase kemampuan kecepatan berlari, metode latihan Light Sled mencapai peningkatan sebesar 18,38%, sementara metode latihan Up Hill mencapai peningkatan sebesar 16,50%. Berdasarkan perbandingan ini, metode latihan Light Sled lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan kecepatan berlari pada para pemain sepak bola dibandingkan dengan metode latihan Up Hill.
Latihan Fartlek dan Latihan Cross Country Untuk Meningkatkan VO2MAX Pemain Sekolah Sepakbola
Aridin Manggala;
Firman Maulana;
Bachtiar Bachtiar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6020
Dalam dunia sepak bola, tingkat kondisi fisik yang optimal bagi seorang pemain memiliki peran penting. Salah satu aspek krusial dari kondisi fisik ini adalah VO2Max yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menginvestigasi peningkatan tingkat VO2Max di Sekolah Sepak Bola Mandala Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Group. Populasi penelitian terdiri dari anggota Sekolah Sepak Bola Mandala Sukabumi. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu metode penarikan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Pemilihan sampel didasarkan pada kriteria usia 15 tahun/U-15. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) program latihan, dan (2) tes VO2Max. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa latihan Fartlek mampu meningkatkan tingkat VO2Max pada pemain sepak bola. Di samping itu, latihan Cross Country juga memiliki efek positif terhadap peningkatan VO2Max pemain sepak bola. Jika dibandingkan, latihan Fartlek terbukti lebih efektif daripada latihan Cross Country, dengan peningkatan persentase sebesar 72,62% untuk latihan Fartlek dan 68,28% untuk latihan Cross Country.
Model Pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah
Siti Qotrunnada;
Aritsya Imswatama;
Pujia Siti Balkist
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6021
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat, model pembelajaran Numbered Head Together, dan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eskperimental dengan desain penelitian Control Group Pretest and Post-test Design, dimana terdapat dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nurul Huda sebanyak 128 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 94 siswa yang terbagi ke dalam tiga kelas yaitu kelas VII B, kelas VII C, dan kelas VII D. Instrumen tes ini berupa instrumen tes, lembar observasi, dan dokumentasi. pengumpulan data menggunakan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Numbered Head Together Berbantu Cerdas Cermat memberikan hasil yang lebih baik daripada model pembelajaran Numbered Head Together dan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran interaktif seperti Numbered Head Together berbantu Cerdas Cermat lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional langsung.
Dampak Penghapsan Mata Pelajaran PJOK Kelas XII Terhadap Kebugaran Jasmani Siswa
Fikadila Tsania;
Wening Nugraheni;
Bachtiar Bachtiar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6028
Masalah dalam penelitian ini yaitu adanya penghapusan mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penghapusan mata pelajaran PJOK di kelas XII SMK terhadap tingkat kebugaran jasamani siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang di tuangkan dalam bentuk persentase. Pengambilan data menggunakan metode survei dengan tes dan pengukuran. Instrument yang digunakan untuk mengetahui kebugaran jasmani siswa VO2 max ini yaitu Multistage Fitnes Test (MFT). Populasi penelitian ini siswa kelas XII SMKN 1 Kota Sukabumi yang berjumlah 294 orang yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa kelas XII SMKN 1 Kota Sukabumi sebagai berikut: 3 siswa atau 1,1% dalam kategori excellent, sebanyak 6 siswa atau 2,0% dalam kategori good, sebanyak 4 siswa atau 1,3% dalam kategori above average, sebanyak 8 siswa atau 2,7% dalam kategori average, sebanyak 33 siswa atau 11,2% dalam kategori below average, sebanyak 100 siswa atau 34% dalam kategori poor, sebanyak 140 siswa atau 47,6% dalam kategori very poor. Dengan hasil tersebut dapat diartikan bahwa kebugaran jasmani daya tahan aerobik siswa kelas XII SMKN 1 Kota Sukabumi adalah poor.
Metode Drill dan Estafet: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Renang Gaya Bebas?
Annisa Dwi Wahyuni;
Firman Maulana;
Ahmad Alwi Nurudin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6079
Renang adalah olahraga di air dengan berbagai gaya seperti dada, bebas, punggung, dan kupu-kupu. Pada renang gaya bebas, pentingnya menguasai posisi tubuh, gerakan kaki dan tangan, teknik pernapasan, dan koordinasi gerakan. Namun atlet pemula banyak melakukan kesalahan umum diantaranya gerakan tangan yang memukul air bukan meluncur sehingga hanya menghasilkan cipratan air. Ada 2 Metode yang optimal dalam Renang Gaya Bebas Yaitu metode drill dan metode estafet. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode drill dan estafet terhadap hasil renang gaya bebas atlet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif jenis eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Group. Penelitian ini dilakukan di Akssa Swimming Club dengan sampel sebanyak 6 orang atlet renang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan instrument test oleh (Nasikh, 2020). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh metode latihan drill terhadap hasil renang gaya bebas pada atlet renang ASC (Akssa Swimming Club). Begitu pun juga terdapat pengaruh metode latihan estafet terhadap hasil renang gaya bebas pada atlet renang ASC (Akssa Swimming Club). Metode latihan drill dan estafet keduanya sama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil renang gaya bebas, namun jika dilihat dari persentase peningkatan kemampuan renang gaya bebas, metode latihan drill lebih baik dibandingkan metode estafet. Dengan hasil ini disimpulkan, metode latihan drill lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan renang gaya bebas.
Hubungan Antara Pengetahuan Materi Pelajaran Amdal Dengan Sikap Peduli Lingkungan Siswa
Aliza Natasya Putri;
Mohammad Balya Ali Sya'ban
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6108
Kepedulian terhadap lingkungan merupakan sikap yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan sikap peduli lingkungan memang tidak didapatkan secara instan namun dapat dipantau langsung oleh guru, karena dapat dikaitkan dengan mata pelajaran sekolah. Salah satunya pada materi pelajaran Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan materi pelajaran AMDAL dengan sikap peduli lingkungan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Cileungsi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Cileungsi dengan sampel berjumlah 124 sampel. Alat pengumpulan data penelitian berupa tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa terhadap AMDAL memperoleh rata-rata skor sebesar 29,9. Ada pun rata-rata skor sikap peduli lingkungan memperoleh skor 151.7. Hasil uji korelasi mengindikasikan besarnya hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan pelajaran AMDAL dengan sikap peduli lingkungan siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan siswa tentang materi AMDAL dapat meningkatkan sikap kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Korelasi Antara Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis dengan Kecemasan Matematis
Hesti Salsaprilia Ismail;
Rafiq Zulkarnaen
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6122
Pemahaman konsep merupakan hal penting yang harus dikuasi oleh siswa, namun dalam pembelajaran matematika tingkat pemahaman konsep matematis siswa masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis adalah kecemasan matematis. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk menjustifikasi apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep dengan kecemasan matematis pada siswa kelas VII. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitianya sebanyak 30 siswa dari salah satu SMP di Kabupaten Karawang dan didapat menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen tes dan non-tes yaitu berupa tes uraian pemahaman konsep matematis dan angket kecemasan matematis. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis dengan kecemasan matematis. Arah korelasi tersebut bernilai negatif dengan korelasi yang tinggi sebesar -0.79. Artinya, semakin rendah kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki oleh siswa maka semakin tinggi kecemasan matematis yang dialami oleh siswa tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki oleh siswa, maka semakin rendah kecemasan matematis yang dialami siswa tersebut.
Model Student Team Achievement Division Berbantuan Mind Mapping Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Hana Kurnia Putri;
Ika Ari Pratiwi;
Siti Masfuah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 4 (2023): October-December
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i4.6153
PPKn dan IPS merupakan muatan materi pelajaran yang diberikan kepada siswa di sekolah dasar. Tujuan dari muatan pembelajaran tersebut salah satunya adalah untuk melatih siswa berpikir kritis. Namun kenyataanya, hasil studi menunjukkan kemampuan berpikir kritis siswa SD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Student Team Achievement Division (STAD) berbantuan Mind Mapping dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah diterapkan model STAD berbantuan Mind Mapping. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan The One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD 2 Wergu Wetan dengan sampel kelas V yang berjumlah 40 siswa. Hasil penelitian menunjukkan secara deskriptif, kemampuan berpikir krits siswa sesudah menggunakan model STAD berbantuan Mind Mapping lebih baik dibandingkan sebelumnya. Hasil uji hipotesis dengan uji beda rata-rata juga menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa sesudah perlakukan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, nilai N-Gain menunjukkan peningkatan sebesar 0,53 dengan kriteria peningkatan sedang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model STAD berbantuan Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.