cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol.13 No.2 Desember 2019" : 22 Documents clear
Karakteristik Fisikokimia dan Nilai Gizi Biji dan Tepung Jagaq (Setaria italica) Paluphy Eka Yustini,SP; Bernatal Saragih; Syamad Ramayana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.297 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5200

Abstract

Jagaq (Setaria italica) merupakan tanaman sejenis serelia yang ditanam diantara padi ladang oleh masyarakat Dayak di daerah Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Biji yang dihasilkan dari tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat Dayak sebagai pangan alternatif selain beras. Selama ini belum pernah dilakukan karakterisasi terhadap kandungan gizi dari biji maupun tepung jagaq. Oleh karena itu penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisikokimia dari biji maupun tepung jagaq. Uji karakteristik sifat fisikokimia dari biji jagaq diantaranya bobot seratus biji, bobot perbiji, warna visual, densitas kamba, uji proksimat, uji serat kasar, uji amilosa dan jumlah energi yang diuji dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Pada tepung jagaq uji yang dilakukan diantaranya warna visual, densitas kamba, rendemen, daya serap, wettability, suhu gelatinisasi, uji proksimat, uji serat kasar, uji amilosa dan jumlah energi yang diuji dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa baik biji maupun tepung jagaq memiliki karakteristik fisikokimia yang mampu dijadikan sumber pangan alternatif karena memiliki nilai gizi yang memenuhi sebagai sumber karbohidrat. Berdasarkan dari sifat fisikokimianya biji dan tepung jagaq dapat dipergunakan sebagai bahan baku untuk produk deversifikasi pangan lebih lanjut.
Pengaruh Kapasitas Pengeringan terhadap Karakteristik Gabah Menggunakan Swirling Fluidized Bed Dryer (SFBD) Novrinaldi Novrinaldi; Satya Andika Putra
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5445.12 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.4993

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan eksperimen pengeringan gabah menggunakan swirling fluidized bed dengan variasi beban pengeringan untuk melihat karakteristik gabah yang dihasilkan. Gabah dengan berat 200 gr, 250 gr dan 300 gr masing-masing dikeringkan dengan dihamparkan pada ruang pengeringan. Udara dari blower yang melewati pemanas dihembuskan menuju ruang pengering melalui annular blade distributor dengan sudut 45o. Gabah terangkat dan terbang mengelilingi centre body pada ruang pengering. Pengeringan dilakukan selama 60 menit dengan pengambilan sampel sebanyak 9 kali dengan masing-masing sebanyak 10 gr. Pengambilan sampel dilakukan pada menit ke-0, 5, 10, 17, 24, 32, 40, 48 dan menit ke- 60 pada setiap proses pengeringan dengan kapasitas yang berbeda. Setiap pengambilan sampel dicatat data temperatur dan kelembaban relatif lingkungan pada plenum dan ruang pengering. Penurunan kadar air gabah relatif seragam dan terjadi penurunan kadar air yang signifikan pada 5 menit pertama pengeringan dimana kadar air bebas pada permukaan gabah masih banyak. Selama proses pengeringan kadar air gabah turun dari 29.25% menjadi 14.03%, 28.58% menjadi 14.21% dan 26.8% menjadi 13.78%. Kelembaban relatif ruang pengering menurun akibat kenaikan temperatur pengeringan. Massa air yang diuapkan dari gabah sebesar 31.17 gr, 38.26 gr dan 41.82 gr untuk masing-masing kapasitas. Humidity ratio antara plenum dengan ruang pengering berbanding terbalik, dimana pada ruang pengering humidity ratio akan naik dan pada plenum humidity ratio akan turun hal ini disebabkan olah naiknya temperatur dan dengan dihembuskannya udara panas. Selisih humidity ratio antara ruang pengering dengan plenum pada menit akhir pengeringan berkisar antara 5-7g/kg.Kata Kunci : Pengeringan, fluidisasi, Swirling fluidized bed In this research, rough rice experiments have been done using swirling fluidized beds with variations in drying load to see the characteristics of the rough rice produced.  Rough rice with a weight of 200 gr, 250 gr and 300 gr each dried by being spread on the drying chamber. The air from the blower passing through the heater is blowing into the drying chamber through the annular blade distributor at 45o of angle. Rough rice is lifted and flies around the center body of the drying chamber. Drying is carried out for 60 minutes with sampling nine times with 10 gr each. Sampling was carried out at 0, 5, 10, 17, 24, 32, 40, 48 and 60 minutes at each drying process with different capacities. Each sample recorded temperature and relative humidity data in the plenum and drying chamber. The decrease in rough rice moisture content was relatively uniform, and there was a significant decrease in moisture content in the first 5 minutes of drying where there was still a lot of free moisture content on the rough rice surface. During the drying process, the rough rice water content dropped from 29.25% to 14.03%, 28.58% to 14.21% and 26.8% to 13.78%.  The relative humidity of the drying chamber decreases due to the increase in drying temperature. The evaporated water mass of the rough rice are 31.17 gr, 38.26 gr and 41.82 gr for each capacity. Humidity ratio between the plenum and the drying chamber is inversely proportional, wherein the drying chamber the humidity ratio will increase, and the plenum humidity ratio will decrease this is due to the increase in temperature and the exhaling of hot air. The humidity ratio difference between the drying chamber and the plenum in the final minutes of drying ranged from 5-7g / kg.Keywords: Drying, fluidization, Swirling fluidized bed
Identifikasi Komponen Senyawa Kimia Ekstrak Biji Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai Bahan Baku Industri Eldha Sampepana; Titik Nurwidayati; Suroto Hadi Saputra
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.439 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5754

Abstract

Biji buah naga merah merupakan limbah padat industri olahan buah naga yang belum termanfaatkan namun diduga memiliki senyawa kimia maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengidentifikasi komponen senyawa kimia ekstrak biji buah naga merah sebagai bahan baku industri. Metode yang digunakan adalah ekstraksi secara maserisasi  ekstrak biji buah naga merah dengan pelarut etanol dan nHexan kemudian dianalisa menggunakan Gas  Cromatografi Mass Spektrofotometer (GCMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi secara maserisasi menggunakan pelarut n-Hexan lebih banyak menghasilkan komponen senyawa kimia dibandingkan dengan pelarut etanol. Ekstrak n-Heksana dan etanol biji buah naga merah menghasilkan komponen senyawa kimia dominan sebanyak 34 dan 9 yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri.
Peningkatan Gas Metana dan Nilai Kalori Bahan Bakar Biogas Melalui Proses Pemurnian dengan Metode Tiga Lapis Adsorpsi Bahan Padat Fahriansyah Fahriansyah; Sriharti Sriharti; Moeso Andrianto
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.424 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5328

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kualitas bahan bakar biogas yang berasal dari kotoran burung puyuh melalui proses pemurnian biogas yang menggunakan metode adsorbsi tiga lapis. Bahan yang digunakan untuk penyerapan adalah silika gel sebesar 2000 gram - 2058 gram,  serutan besi sebesar 736 gram - 1092 gram dan zeolit sebesar 1946,8 gram - 1991 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada peningkatan gas metana (CH4) sebesar 10,93 -25,38%, penurunan dalam CO2 sebesar 39,69 - 52,18%, penurunan H2S 100% dan efektivitas penyerapan air sebesar 27,35 - 50,35 gram biogas H2O / m3, peningkatan nilai kalori 8,76 - 11,12 kkal / m3.
Cover Vol.13. No.1 DESEMBER 2019 Cover, Cover
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.156 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5859

Abstract

Cover
Pengaruh Jenis Pati dan Lipid terhadap Sifat Fisikokimia Edible Film Komposit dan Aplikasinya sebagai Pengemas Dodol Nanas Nok Afifah; Lia Ratnawati; Doddy A Darmajana
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.612 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5547

Abstract

 Edible film berbasis pati dan lipid telah dibuat dengan memvariasikan jenis pati (pati garut, ganyong, dan ubi kayu) dan jenis lipid (beeswax dan beeswax-cocoa butter). Edible film dibuat dengan mencampurkan pati,  karagenan, lilin lebah, cocoa butter, gliserol, tween 80, dan aquades. Formula terpilih digunakan untuk membungkus dodol nanas. Dodol dibungkus dengan plastik propilen dan lembaran edible film dengan dan tanpa penambahan natriun benzoat-asam askorbat. Pengaruh komposisi film terhadap ketebalan, laju transmisi uap air, kuat tarik, elongasi, dan warna film diuji. Pengaruh tipe kemasan terhadap kadar air, asam lemak bebas, komponen warna (nilai ‘L’, ‘a’, dan ‘b’), tekstur, dan angka lempeng total dievaluasi. Jenis pati dengan kadar amilosa lebih tinggi cenderung meningkatkan kuat tarik dan menurunkan elongasi. Edible film dari pati ubi kayu menghasilkan perbedaan warna yang lebih rendah daripada jenis  pati lain. Penambahan cocoa butter menurunkan laju transmisi up air, kuat tarik, dan elongasi, namun meningkatkan ketebalan dan perbedaan warna (DE). Komposit edible film berbasis pati garut dan beeswax-cocoa butter mempunyai laju transmis uap air terendah dan digunakan untuk membungkus dodol nanas. Setelah penyimpanan selam 6 minggu pada suhu 30oC , kadar air dan lightness dodol menurun, sedangkan asam lemak bebas,  nilai warna ‘a’ dan ‘b’, tekstur, dan angka lempeng totalnya meningkat. Edible film dengan penambahan natriun benzoat-asam askorbat lebih baik dalam mempertahankan mutu dodol dibandingkan edible film tanpa natriun benzoat-asam askorbat dengan nilai kadar air 10,49%, FFA 0,086%, kekerasan 21.155gf, angka lempeng total 1.100 koloni/g pada akhir masa penyimpanan.
Evaluasi Sifat Fisika-Kimia dan Karakteristik Antioksidan Ekstrak Etanol Biji Timun Suri (Cucumis melo L.var) Terenkapsulasi Kitosan Fitria Mentari; Rissa Laila Vifta
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.392 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5269

Abstract

Biji timun suri (Cucumis melo L. var) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yang memiliki efek sebagai antioksidan. Senyawa metabolit sekunder bahan alam umumnya memiliki bioavalailabilitas dan kelarutan yang rendah dengan air. Pembentukan nanopartikel dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sifat fisika-kimia serta karakteristik antioksidan pada Ekstrak Biji Timun Suri terenkapsulasi kitosan. Ekstraksi Biji Timun Suri dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Karakterisasi fisika-kimia dilakukan dengan pengamatan persen transmitansi menggunakan Spektrofotometer UV serta penentuan ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer (PSA). Pengujian karakteristik antioksidan secara in-vitro dengan metode metal ion chelating dengan pembanding Natrium-EDTA dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi Biji Timun Suri menghasilkan rendemen sebesar 9,022 % b/b. Pengamatan nilai transmitansi menghasilkan rerata % (T) sebesar 99.5% yang menunjukkan parameter kualitatif pembentukan Nano-Kitosan Biji Timun Suri. Analisis dengan Particle Size Analyzer (PSA) menunjukkan hasil bahwa nano Kitosan-Biji Timun Suri memiliki indeks polidispersi (PI) sebesar 0.677 dan rerata ukuran diameter partikel sebesar 360 nm. Uji aktivitas antioksidan Nano-Kitosan Biji Timun Suri menghasilkan daya antioksidan yang ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 95,477 ppm  dengan kategori kuat lebih besar dibandingkan dengan Ekstrak Biji Timun suri yang memiliki nilai IC50 294,404 ppm dengan kategori lemah.
Pengaruh Aktivasi secara Kimia menggunakan Larutan Asam dan Basa terhadap Karakteristik Zeolit Alam Muhammad Al Muttaqii; David Candra Birawidha; Kusno Isnugroho; Muhammad Yamin; Yusup Hendronursito; Amila Dini Istiqomah; Diego Putra Dewangga
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.789 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5577

Abstract

Zeolite alam merupakan batuan mineral yang banyak terdapat di Indonesia. Zeolite alam merupakan kristal alumino silikat yang memiliki banyak kegunaan dalam bidang industry, agrikultura, dan pengolahan air limbah. Melalui proses aktivasi zeolite akan mampu meningkatkan aktivitas dari zeolite alam tersebut. Aktivasi zeolite alam dilakukan secara kimia dengan menggunakan larutan HCl dan NaOH pada variasi konsentrasi 0.5, 1, 1.5, 2, 2.5 M. Selanjutnya zeolite tersebut dianalisa menggunakan XRD dan XRF. Berdasarkan hasil XRD, kandungan utama zeolite alam adalah mordenite. Sedangkan hasil XRF menunjukkan senyawa silika (SiO2) dengan perlakuan asam (HCl) berada dikisaran 75-76% sedangkan dengan perlakuan basa (NaOH) berada dikisaran 72-73%. Proses perlakuan asam pada zeolite alam menyebabkan terjadinya penurunan kandungan Ca dan Mg pada zeolite.
Perbaikan Aliran Proses Prodduksi Coklet Bar dengan Metode Value Stream Mapping Ashri Indriati; Dadang D Hidayat; Doody A Darmajana; Indra Masrin
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.565 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5376

Abstract

Indonesia termasuk negara produsen kakao yang cukup besar. Pengolahan kakao menjadi cokelat bar dipelaku usaha masih mengalami pemborosan (waste) pada proses produksi. Proses produksi merupakan bagian yang cukup penting pada suatu usaha, karena akan mempengaruhi biaya yang dikeluarkan serta kualitas produk yang dihasilkan. Oleh sebab itu diperlukan adanya perbaikan terhadap proses produksi agar dapat meminimalisir waste sehingga diperoleh proses produksi yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan yaitu lean manufacturing dengan metode Value Stream Mapping (VSM). Hasil penelitian menemukan waste yang ada pada proses produksi saat ini berupa environmental, health and safety, transportation,dan waiting. Perbaikan dilakukan dengan meminimalisasi waste yang ditemukan dengan penggabungan beberapa proses dan penggantian proses manual dengan alat. Analisis pada future state mapping  menunjukan adanya perbaikan berupa peningkatan efektifitas dan efisiensi pada aliran produksi cokelat bar. Hal tersebut dapat penurunan nilai waktu siklus sebesar 45,50% dan lead time sebesar 44,86%.
Preface abstract Abstract, Preface
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.13 No.2 Desember 2019
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.156 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v13i2.5866

Abstract

Preface

Page 2 of 3 | Total Record : 22