cover
Contact Name
Maulana Yusuf Alkandahri
Contact Email
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6282167757738
Journal Mail Official
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jl. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang 41361, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
ISSN : 25275801     EISSN : 25809601     DOI : https://doi.org/10.36805/farmasi
Core Subject : Health,
Biologi Farmasi, Farmakoekonomi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasetika dan Teknologi Farmasi. Farmasi Klinik, Farmasi Sosial, Kimia Farmasi
Articles 139 Documents
ANALISIS COST- EFFECTIVNESS PENGGUNAAN OBAT BAHAN ALAM VS METFORMIN DALAM PENANGANAN DIABETES MELLITUS MENGGUNAKAN HEWAN COBA TIKUS PUTIH Hardivia Kaur; Razoki Razoki; Roy Indrianto Bangar
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/q3paf735

Abstract

Bervariasinya penggunaan obat akan mengakibatkan adanya perbedaan dalam biaya dan luaran terapinya sehingga diperlukan analisis efektivitas biaya penggunaan terapi metformin dan obat bahan alam untuk mengetahui penggunaan penanganan dalam mengatasi diabetes mellitus yang paling cost- effective. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pilihan manakah yang lebih cost-effective antara metformin dan obat bahan alam pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan deskriptif, dimana data yang diambil merupakan data dengan menggunakan uji coba tikus putih. Sampel pada penelitian ini sebanyak 6 kelompok dengan menggunakan uji coba tikus putih dengan masing masing kelompok sebanyak 18 ekor yang terdiri dari 3 ekor tikus putih yang menggunakan metformin dan 3 ekor yang menggunakan obat bahan alam. Berdasarkan hasil perhitungan nilai ICER pada penggunaan obat bahan alam dengan hasil dibagi menjadi tiga yaitu, OHT dengan nilai -210,45 Rp%, Jamu dengan nilai -70,72 Rp/%, dan Diabetadex - 1.489,16 Rp/%. Pada data ACER didapatkan nilai pada OHT dengan nilai sebesar 84,32 dengan efektifitas 47,43% dan biaya sebesar Rp. 4.000, Jamu memiliki nilai ACER sebesar 243,04 dengan efektifitas 16,45% dan biaya Rp.4.000, dan Diabetadex menunjukan nilai ACER tertinggi sebesar 518,81, dengan efektifitas 47,15% dan biaya Rp.24.467. Metformin memiliki nilai ACER paling rendah yaitu 11,09 dengan efektifitas 63,11% dan biaya Rp. 700,- penggunaan obat metformin. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pengobatan yang cost-effective adalah Metformin.
AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH BIT (Beta vulgaris L.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH TIKUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN Otniel Agung Ahasyweroz; Astriani Natalia Br Ginting; Vera Estefania Kaban
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/57fbkr44

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik yang yang disebabkan oleh hiperglikemia, ditandai dengan naiknya kadar gula darah karena insulin tidak berfungsi dengan baik. Buah bit kaya akan dengan serat, mineral seperti kalium, natrium, vitamin, dan zat besi yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, buah ini juga punya bioaktif seperti betalain, fenolik, dan saponin Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol buah bit dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus jantan yang diinduksi aloksan. Metode penelitian ini secara in vivo menggunakan tikus jantan yang diinduksi dengan aloksan 120mg/kgBB. Perlakuan pada tikus dibagi menjadi 6 perlakuan yaitu normal, kontrol negatif, kontrol positif, K1, K2, K3. Penelitian ini dilakukan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan Ekstrak Etanol Buah Bit dosis 600mg/Kg BB menunjukkan penurunan glukosa darah paling signifikan pada tikus. Dosis 200 dan 400 ternyata hampir sama efektifnya dengan metformin tablet. Kesimpulan yang diperoleh adalah Ekstrak Etanol Buah Bit (Beta vulgaris L.) memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah.
AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA EKSTRAK GEL ETANOL DAUN BAKUNG (Crinum asiaticum) PADA TIKUS MODEL DIABETES Inggried Audrey; Astriani Natalia Br Ginting; Finna Piska
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/pp7b4568

Abstract

Diabetes merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh hiperglikemia, sering disertai luka kronis. Luka terjadi karena adanya infeksi yang muncul di kulit. Daun bakung sudah digunakan masyarakat menjadi obat, yang biasanya untuk menyembuhkan luka memar, sakit pinggang, patah tulang, dan antidiabetes. Daun bakung mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Formula gel akan dibuat dalam 3 formula dengan konsetrasi ekstrak daun bakung 5% (F1), ekstrak daun bakung 10% (F2), dan ekstrak daun bakung 15% (F3). Penelitian ini secara in vivo menggunakan tikus jantan yang diinduksi dengan aloksan 120 mg/kgBB. Perlakuan pada tikus dibagi menjadi 6 perlakuan yaitu normal, kontrol negative, kontrol positif, F1, F2, F3. Hasil penelitian menunjukkan Gel ekstrak daun bakung 5% (F1) menunjukkan kesembuhan total luka pada tikus. F1 dan F2 hampir sama aktivitasnya dengan kloramfenikol krim, dengan luka benar-benar tertutup pada hari ke-14 dan tingkat penyembuhan yang cukup tinggi. Penelitian ini dapat disimpulkan gel ekstrak daun bakung dapat mengobati luka diabetes pada tikus
POTENSI KOMBINASI KLOROKUIN DAN ASAM URSOLAT DALAM MENEKAN PARASITEMIA Plasmodium berghei ANKA SECARA IN VIVO Faizal Hermanto; Adedhyfa Ayuning Tyas; Sri Wahyuningsih
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/g1t9hf94

Abstract

Malaria masih menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan 249 juta kasus dan 608.000 kematian tercatat pada tahun 2022. Resistensi Plasmodium terhadap klorokuin menjadi tantangan utama yang mendorong perlunya strategi terapi baru berbasis kombinasi obat. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas antimalaria kombinasi klorokuin dan asam ursolat terhadap Plasmodium berghei ANKA pada mencit jantan Swiss Webster secara in vivo menggunakan metode Peters supresif 4 hari. Hewan uji dibagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (Na CMC 0,5%), klorokuin 20 mg/kg BB, asam ursolat 50 mg/kg BB, serta tiga kelompok kombinasi dengan rasio dosis berbeda. Parameter yang diamati meliputi persen parasitemia, persen pertumbuhan, dan persen hambatan parasit. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi klorokuin 15 mg/kg BB dan asam ursolat 12,5 mg/kg BB menghasilkan hambatan pertumbuhan parasit sebesar 100%, setara dengan monoterapi klorokuin 20 mg/kg BB. Kombinasi lainnya juga menunjukkan hambatan yang sangat tinggi (96,15–98,49%). Temuan ini mengindikasikan bahwa asam ursolat berpotensi sebagai agen komplementer yang memungkinkan pengurangan dosis klorokuin tanpa mengurangin efektivitas terapi.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN FACIAL SPRAY GEL APIGENIN MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Sofi Nurmay Stiani; Suci Nuraenun; Eva Kholifah; Baha Udin
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/ss7m6531

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan kulit yang ditandai dengan munculnya kerutan, kekeringan, dan pecah-pecah. Penggunaan sediaan facial spray gel yang mengandung antioksidan menjadi salah satu upaya untuk melindungi kulit dari efek negatif tersebut. Apigenin merupakan senyawa alami yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan apigenin dalam bentuk facial spray gel yang memenuhi persyaratan mutu serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi konsentrasi apigenin, yaitu F0 (0%), F1 (1,5%), F2 (3%), dan F3 (6%). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, pola penyemprotan, waktu kering, daya lekat, stabilitas, uji kesukaan, dan uji iritasi. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan facial spray gel apigenin memenuhi persyaratan mutu fisik dengan nilai pH 5,43–6,02; viskositas 1186,66–3996 mPa.s; diameter pola semprot 3,49–5,82 cm; waktu kering 1,13–4,38 menit; serta daya lekat >10 detik dan tidak menimbulkan iritasi. Nilai IC50 menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada F1 sebesar 14,6618 ppm, F2 sebesar 11,894 ppm, dan F3 sebesar 9,509 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa apigenin dapat diformulasikan dalam bentuk facial spray gel dengan mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, dengan formula terbaik terdapat pada F3, sedangkan formula yang paling disukai adalah F1 dan F2.
KARAKTERISASI HAIR TONIC BERBASIS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN JAMBU BIJI KRISTAL (Psidium guajava L.) DAN KEMIRI BAKAR (Aleurites moluccanus (L.) Willd) Rahmatika Fadhilatun Nasri; Jihan Maftuuhatus Zuhra; Eniza Anggraini; Lalu Rizki Fauzi
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/z6m0kn48

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengkarakterisasi sediaan hair tonic berbahan dasar ekstrak etanol 96% daun jambu biji kristal (Psidium guajava L.) dan minyak kemiri (Aleurites moluccanus (L.) Willd) bakar sebagai alternatif perawatan rambut alami. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan tahapan meliputi ekstraksi daun jambu biji menggunakan maserasi, pembuatan minyak kemiri bakar, formulasi sediaan hair tonic, serta evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid dan tanin, sedangkan minyak kemiri bakar mengandung saponin. Sediaan hair tonic berhasil diformulasikan dalam tiga variasi konsentrasi ekstrak etanol daun jambu biji kristal (5%, 10%, dan 15%) dan kemiri 0,05% dalam ketiga formula dengan hasil organoleptik berupa cairan berwarna hijau hingga hijau kecoklatan dan aroma khas. Nilai pH seluruh formula adalah 7 yang masih sesuai dengan standar pH kulit kepala dan SNI 6,5-7, homogen, viskositas rendah (0-0,14 cP) sehingga mudah diaplikasikan dan aman untuk kulit kepala. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak daun jambu biji kristal dan minyak kemiri bakar dapat diformulasikan menjadi sediaan hair tonic yang memenuhi parameter dasar sediaan kosmetik cair dan berpotensi sebagai alternatif perawatan rambut alami.
STUDI EMPIRIS TUMBUHAN GENUS GONIOTHALAMUS DALAM RAMUAN ANTI NYAMUK PADA SUKU DI KALIMANTAN Yuniarti Suryatinah; Muhammad Rasyid Ridha; Risa Risa; Dani Sujana; Putri Helena Junjung Buih; Lukman Mahdi; Hema Novita Rendati; Novia Fahrina Purnama Sari
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/yqhecw91

Abstract

Kalimantan adalah salah satu daerah yang memiliki  jenis penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk, khususnya penyakit malaria yang masih menjadi masalah kesehatan terus berlanjut. Pulau Kalimantan di Indonesia  memiliki biodiversitas bahan alam dan keanekaragaman suku budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan empiris dari tumbuhan genus Goniothalamus dalam ramuan anti nyamuk pada suku di Kalimantan, Indonesia. Penelitian ini adalah riset multiyears tahun 2012, 2015 dan 2017 untuk studi etnomedisin tumbuhan obat dan jamu di Indonesia (RISTOJA). Penelitian dilakukan dengan indepth interview terhadap pengobat tradisional (battra) menggunakan pedoman kuesioner terstruktur dengan teknik bebas. Analisis data penelitian secara deskriptif menjelaskan deskripsi ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus. Pada hasil analisa diketahui ramuan anti nyamuk yang secara empiris telah digunakan pada 3 Suku di Kalimantan Indonesia yaitu ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus sp pada Suku Bukat di Kalimantan Barat, dan ramuan dari tumbuhan spesies Goniothalamus macrophyllus (Blume) Hook.f. & Thomson pada Suku Lundayeh di Kalimantan Timur dan Suku Dayak Abai di Kalimantan Utara. Mayoritas ramuan anti nyamuk dari tumbuhan genus Goniothalamus pada Suku Kalimantan di Indonesia menggunakan bagian batang dan sebagian besar menggunakan teknik pembakaran dalam metode pengolahan. Pengembangan tumbuhan Goniothalamus sebagai anti nyamuk dapat menjadi alternatif pengelolaan pengendalian vektor atau bioinsektisida alami yang lebih ramah lingkungan di masa mendatang
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK SETRA FARMA Nabila Syarifatul Husen; Dewi Darwati Agustini; Maulana Yusuf Alkandahri
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/v4966581

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan kepatuhan terapi jangka panjang, yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada Pasien Rujuk Balik (PRB) di Apotek Setra Farma. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 255 responden yang dipilih secara purposive sampling dan sampel sebanyak 156 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hipertension Knowledge Level Scale (HKLS) dan Hill-Bone Scale, serta dianalisis dengan uji Chi-square (p < 0,05). Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik dan kepatuhan tinggi, serta terdapat hubungan signifikan antara keduanya (p < 0,001). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan pasien berperan dalam meningkatkan kepatuhan terapi hipertensi
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS DAN ATC/DDD PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT DI RSUD KARAWANG PERIODE  JANUARI-MARET 2026 Andi Nurzakiah Amal; Nida Kusumawati; Maulana Yusuf Alkandahri
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/50hpaj57

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan penggunaan antibiotik tidak rasional dan berisiko menimbulkan resistensi antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola, jumlah, dan rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA anak rawat inap di RSUD Karawang. Penelitian menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif pada 101 pasien usia 0–18 tahun periode Januari–Maret 2026. Analisis dilakukan menggunakan metode Gyssens dan ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan total konsumsi antibiotik sebesar 29,86 DDD/100 patient-days, dengan penggunaan tertinggi cefixime (10,34) dan cefotaxime (10,01). Berdasarkan metode Gyssens, hanya 19% penggunaan antibiotik tergolong rasional, sedangkan penggunaan tidak rasional didominasi kategori IVA (42%) dan kategori V (35%). Penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan program antimicrobial stewardship, penyusunan clinical pathway berbasis bukti, dan peningkatan kepatuhan terhadap pedoman terapi di RSUD Karawang.