cover
Contact Name
Maulana Yusuf Alkandahri
Contact Email
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Phone
+6282167757738
Journal Mail Official
pharmaxplore@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jl. H.S. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang 41361, Jawa Barat
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
ISSN : 25275801     EISSN : 25809601     DOI : https://doi.org/10.36805/farmasi
Core Subject : Health,
Biologi Farmasi, Farmakoekonomi, Farmakologi dan Toksikologi, Farmasetika dan Teknologi Farmasi. Farmasi Klinik, Farmasi Sosial, Kimia Farmasi
Articles 139 Documents
AKTIVITAS KAPSUL ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) Tsalma Dwi Juliani Fasya; Richa Mardianingrum; Nitya Nurul Nitya Nurul Fadilah
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/cd5b3173

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol dalam darah atau hiperkolesterolemia, menjadi salah satu faktor utama munculnya gangguan kardiovaskular. Terapi dengan obat golongan statin, misalnya simvastatin, efektif menurunkan kadar kolesterol, tetapi pemakaian jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping. Flavonoid yang terkandung dalam daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) mempunyai potensi sebagai agen antihiperkolesterolemia alami. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antihiperkolesterolemia sediaan kapsul ekstrak etanol daun rambutan pada mencit putih jantan (Mus musculus). Sebanyak 25 mencit dibagi menjadi lima kelompok, terdiri atas kontrol positif, kontrol negatif , serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis 10, 20, dan 40 mg/kgBB. Evaluasi fisik kapsul meliputi uji waktu alir (8,27–8,72 detik), sudut diam (32°–36°), kompresibilitas (7,4–15%), kadar lembab (2,8–3,9%), keseragaman bobot (199,85–199,97 mg ± <1 mg), dan waktu hancur (1,09–1,86 menit), seluruhnya memenuhi persyaratan Farmakope. Analisis statistik memperlihatkan adanya penurunan kolesterol yang signifikan (p<0,05) pada kelompok kapsul dengan ekstrak dibandingkan control negatif. Dosis 40 mg/kgBB menghasilkan penurunan tertinggi (30,9%) dan tidak berbeda signifikan dengan simvastatin (p<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa kapsul ekstrak etanol daun rambutan berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami penurun kolesterol
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE) PADA PASIEN DEMAM TIFOID RAWAT INAP DI SALAH SATU RUMAH SAKIT DI GARUT Genialita Fadhilla; Asri Dewi Latiefah; Hanum Salsabila
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/nydveb67

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi dan memerlukan terapi antibiotik yang tepat untuk mencegah komplikasi serta resistensi bakteri. Evaluasi penggunaan antibiotik menjadi penting untuk memastikan efektivitas terapi dan menghindari penggunaan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid rawat inap di salah satu Rumah Sakit Garut dengan metode Defined Daily Dose (DDD). Evaluasi ini mencakup analisis kuantitatif penggunaan antibiotik berdasarkan standar WHO guna menentukan tingkat rasionalitas terapi antibiotik yang diberikan kepada pasien. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien demam tifoid yang menjalani rawat inap pada periode Januari hingga Desember 2024. Analisis dilakukan dengan metode ATC/DDD untuk mengukur jumlah penggunaan antibiotik per 100 patient-days. Hasil yang diperoleh akan dibandingkan dengan standar WHO untuk menilai kesesuaian penggunaan antibiotik. Hasil penelitian ini diperoleh dari 348 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis nilai DDD/100 patient-days, antibiotik dengan angka tertinggi adalah cefixime sebesar 267,1528 dan terendah adalah cefoperazone dengan nilai 0,0694. Selain itu, antibiotik yang termasuk ke dalam segmen DU90% yaitu kelompok antibiotik yang mencakup 90% dari total penggunaan adalah cefixime (66,96%), ceftriaxone (20,91%), dan levofloxacin (5,62%).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN NILAI SPF SEDIAAN SERUM WAJAH KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polianthum (Wight) Walp) Siti Rokayah; Ratna Djamil; Kartiningsih Kartiningsih
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/6e36ba23

Abstract

Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu penyebab utama terjadinya stres oksidatif pada kulit yang dapat mempercepat proses penuaan dini. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan sediaan topikal yang mengandung tabir surya dan antioksidan. Daun sirsak (Annona muricata L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi serta potensi sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serum wajah kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) secara in vitro. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 70% dan dikombinasikan dalam tiga variasi rasio (1:1, 1:2, dan 2:1). Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH), sedangkan uji SPF in vitro dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi dengan rasio 2:1 memberikan aktivitas terbaik dengan nilai IC₅₀ sebesar 16,40 bpj dan SPF sebesar 23,57  (kategori proteksi ultra). Formula serum F1 mengandung 2% ekstrak daun sirsak dan 1% ekstrak daun salam, sedangkan F2 mengandung 4% ekstrak daun sirsak dan 2% ekstrak daun salam. Formula F2 menunjukkan aktivitas antioksidan dan nilai SPF tertinggi, memenuhi persyaratan secara fisikokimia, stabil, dan tidak mengiritasi kulit. Dengan demikian, kombinasi ekstrak daun sirsak dan daun salam berpotensi dikembangkan sebagai serum wajah dengan aktivitas antioksidan dan tabir surya.
ANALISIS FITOKIMIA DAN AKTIVITAS SPF DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior (JACK.) R.M. SM) DAN BIJI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) UNTUK PENGEMBANGAN TABIR SURYA ALAMI Anisya Amanda Putri Sartono; Shelly Taurhesia; Faizatun Faizatun
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/f1abgc72

Abstract

Pengembangan tabir surya alami diperlukan untuk mengatasi potensi iritasi dan lingkungan dari tabir surya sintesis Paparan sinar UV berlebih berisiko menyebabkan kerusakan kulit akut hingga kanker, sedangkan tabir surya sintetis seperti oksibenzon dikaitkan dengan iritasi dan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi profil fitokimia dan parameter mutu ekstrak etanol 70% daun Etlingera elatior serta minyak biji Helianthus annuus L., lalu mengevaluasi aktivitas SPF in vitro masing-masing bahan dan kombinasinya (2:1). Ekstraksi dilakukan secara maserasi (daun) dan cold pressing (biji) SPF diukur triplo (n = 3) pada 290–320 nm menggunakan persamaan Mansur dalam etanol 96%. Hasil menunjukkan ekstrak kecombrang memenuhi standar Farmakope Herbal Indonesia dan minyak biji matahari memenuhi SNI. Nilai SPF kecombrang 16,35 ± 0,10 (Ultra), minyak 5,34 ± 0,02 (Sedang), kombinasi 13,07 ± 0,02 (Maksimal). Hasil ini berpotensi dikembangkan ke dalam formulasi fotoprotektan topikal berbasis alam seperti bentuk sediaan gel/ cream
TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN TENAGA KEFARMASIAN DAN KEPERAWATAN DI UOBK RSUD dr. SLAMET GARUT TERHADAP OBAT SISA, RUSAK DAN OBAT KEDALUWARSA DI RUMAH Risa Susanti; Novia Fahrina Purnama Sari; Dina Nirwana Suwinda; Asman Sadino; Hesti Renggana; Elsa Nabila Septiawati
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 10 No 2 (2025): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/fk8s9117

Abstract

Tenaga kesehatan terutama tenaga kefarmasian dan keperawatan merupakan tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penggunaan dan pengelolaan obat yang akan digunakan pasien, sehingga tenaga kesehatan tersebut hendaknya sudah memahami tentang bagaimana penggunaan dan pengelolaan obat yang baik dan benar. Obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah dapat mencemari lingkungan serta berisiko terhadap kesehatan masyarakat apabila tidak dikelola dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan petugas kefarmasian dan keperawatan terhadap pengelolaan obat di rumah. Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik consecutive sampling. Pada penelitian ini terdapat 87 responden yang berpartisipasi, yang terdiri dari 14 apoteker, 6 tenaga teknis kefarmasian (TTK) dan 67 perawat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif, dimana hasil penelitian menunjukan seluruh responden (100%) memiliki obat yang tidak terpakai di rumah, sebanyak 13,8% responden memiliki obat rusak dan 10,3% responden mempunyai obat kedaluwarsa di rumah. Tingkat pengetahuan terhadap obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah menunjukan presentase paling tinggi ada pada kategori kurang dengan presentase 65,5%. Sedangkan pada tindakan terhadap obat sisa, obat rusak dan obat kedaluwarsa di rumah, persentase paling tinggi ada pada kategotri cukup sesuai dengan presentase 73,6%. Maka berdasar dari hasil penelitian ini, sudah dilakukan tindak lanjut yaitu dengan pembuatan banner tentang pengelolaan obat di rumah yang telah dipajang di depan IFRS.
PERBANDINGAN AKTIVITAS DIURESIS FRAKSI AKTIF BERDASARKAN POLARITAS PELARUT EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) pada Tikus Sprague-Dawley Rini Madyastuti Purwono; Mega Safitri; Bayu Febram Prasetyo; Diah Nugrahani Pristihadi; Samsul Falah
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/bkta5m36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pelarut berbeda polaritas terhadap ekstrak etanol daun alpukat sehingga diperoleh fraksi aktif etil asetat dan heksan selanjutnya dilakukan uji aktivitas urinasi.  Penelitian menggunakan hewan percobaan tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok dengan perlakuan normal aquades, kontrol positif furosemide, fraksi aktif etil asetat 100mg/kgbb dan 300 mg/kgbb serta kelompok fraksi aktif heksan dosis aktif 100mg/kgbb dan 300 mg/kgbb. Hasil penelitian menunjukkan volume urinasi tertinggi ditunjukkan oleh kelompok fraksi aktif heksan dosis 300mg/kgbb. Peningkatan volume urinasi dipengaruhi oleh adanya metabolit sekunder flavonoid dan tanin. Perubahan pH terjadi pada kelompok fraksi aktif heksana yang cenderung sedikit asam karena terjadinya penghambatan absorpsi natrium lebih dominan sehingga cenderung sedikit asam
FORMULASI ACNE PATCH ETIL p-METOKSISINAMAT SEBAGAI ANTI JERAWAT MENGGUNAKAN BOX-BEHNKEN DESIGN Salma Ruhaimatul Badari; Wahyu Priyo Legowo; Adang Firmansyah; Adit Andriyannto; Revika Rachmaniar
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/zsz7vd71

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit yang banyak dijumpai pada usia remaja hingga dewasa, dengan prevalensi 80–85% di Indonesia. Senyawa etil p-metoksisinamat (EPMS) yang diisolasi dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes, bakteri utama pemicu jerawat, dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2%. Untuk meningkatkan efektivitas serta kenyamanan penggunaan, dikembangkan sediaan topikal inovatif berupa acne patch. Penelitian ini bertujuan menentukan formula optimum acne patch EPMS menggunakan Box–Behnken Design dengan tiga faktor, yaitu konsentrasi HPMC (3–6%), PVP (1–2%), dan durasi pengadukan (15–30 menit). Parameter respon yang dievaluasi meliputi ketebalan patch, daya lipat, dan daya lekat. Pembuatan sediaan dilakukan dengan melarutkan polimer dalam pelarut, kemudian dikeringkan hingga membentuk lembaran. Hasil optimasi menunjukkan formula optimum paling sesuai terdiri atas HPMC 3,213%, PVP 1,022%, dan waktu pengadukan 17,535 menit, dengan nilai desirabilitas 1,000. Evaluasi fisik menunjukkan ketebalan 0,2 ± 0 mm, daya lekat 810,667 ± 20,133 detik, daya lipat 207,333 ± 2,517 kali, pH 5,68 ± 0,168, serta kelembapan 29,4 ± 2,623%. Aktivitas antibakteri yang dihasilkan mencapai zona hambat 6,6 ± 0,736 mm, lebih besar dibandingkan EPMS tunggal. Temuan ini menegaskan bahwa acne patch yang dikembangkan memiliki karakteristik fisik yang baik dan aktivitas antibakteri yang efektif untuk aplikasi topikal, meskipun penyesuaian terhadap kadar kelembapan masih diperlukan untuk meningkatkan stabilitas sediaan.
ANALISIS PENGOBATAN PASIEN BIPOLAR PADA FASE DEPRESIF DENGAN ANTIDEPRESAN Tiara Dewi Salindri Pratama; Novita Dhewi Ikakusumawati; Dheananda Arikah Deddy
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/hf6sye72

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan mood yang menyebabkan perubahan suasana hati seseorang secara ekstrem dan tiba-tiba, mulai dari posisi terendah yaitu depresi serta posisi tertinggi yaitu manik. Salah satu terapi farmakologi untuk mengobati pasien bipolar yaitu dengan antidepresan. Pemberian antidepresan pada pasien bipolar membutuhkan rentang waktu yang panjang, sehingga dapat menyebabkan terjadinya permasalahan terkait obat atau drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya kejadian drug related problems (DRPs) pada pasien bipolar rawat inap di RSJD dr. Arif Zainuddin Surakarta dalam periode Januari 2020 – Desember 2024. Desain dari penelitian ini yaitu cross sectional retrospektif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 97 kasus. Data yang diambil yaitu data yang berdasarkan pada rekam medis pasien. Penyajian data akan dilakukan secara deskriptif dan ditampilkan dalam presentase. Pola penggunaan antidepresan yang mendominasi yaitu maprotilin dengan dosis 50 mg/hari dan penggunaan antidepresan dikombinasikan dengan obat lainnya. Kasus drug related problems (DRPs) yang terjadi yaitu pemilihan obat sebanyak 174 kasus (67,97%), pemilihan dosis sebanyak 41 kasus (16,02%) dan durasi pengobatan sebanyak 41 kasus (16,02%).
KAJIAN IN SILIKO SENYAWA EKSTRAK DAUN SIRIH CINA DAN KELOR SEBAGAI OBAT ANTI KANKER PADA SEL T47D DAN HELA Ahwan ahwan; Fadilah Qonitah; Nabila Luthfi Afifah; Robiyo Toulasik
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/8hg9pt63

Abstract

Kanker merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan agen terapi baru yang lebih aman. Daun sirih cina (Peperomia pellucida) dan kelor (Moringa oleifera L.) secara empiris memiliki aktivitas antiproliferatif, namun mekanisme interaksi molekuler spesifiknya sebagai antikanker masih perlu dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil komponen bioaktif ekstrak etanol daun sirih cina dan kelor, serta mengevaluasi potensinya sebagai kandidat obat antikanker secara in silico terhadap reseptor EGFR dan Caspase-9. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Profil senyawa aktif dianalisis menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Pengujian aktivitas antikanker dilakukan melalui simulasi penambatan molekuler (molecular docking) terhadap protein target EGFR dan Caspase-9, dengan Doksorubisin sebagai kontrol positif. Analisis GC-MS berhasil mengidentifikasi senyawa mayor, yaitu Patuloside A dan Procyanidin pada daun sirih cina, serta Quercetin-3-O-glucoside pada daun kelor. Hasil simulasi menunjukkan bahwa Patuloside A memiliki afinitas pengikatan tertinggi terhadap EGFR (-10,4 kcal/mol), mengungguli obat kontrol Doksorubisin (-9,1 kcal/mol). Sementara itu, senyawa Quercetin-3-O-glucoside dari kelor juga menunjukkan stabilitas ikatan yang sangat baik pada reseptor EGFR (-9,8 kcal/mol) dan Caspase-9 (-8,2 kcal/mol). Senyawa fitokimia utama dari daun sirih cina (Patuloside A) dan kelor (Quercetin-3-O-glucoside) memiliki afinitas pengikatan yang sangat baik terhadap protein target kanker. Kedua senyawa ini berpotensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai kandidat antikanker.
FORMULASI TABLET EFFERVESCENT DARI EKSTRAK QUINOA (Chenopodium quinoa Willd.): EVALUASI SIFAT FISIK DAN ANTIOKSIDAN Yola Desnera Putri; Haykal Firgy Saputra; Yeyet Cahyati Sumirtapura; Adit Andriyannto
Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi Vol 11 No 1 (2026): Pharma Xplore : Jurnal Sains dan Ilmu Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/ghf70y56

Abstract

Quinoa mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan alami, namun karakter organoleptik ekstraknya kurang dapat diterima sehingga diperlukan pengembangan sediaan yang lebih sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula optimum tablet effervescent ekstrak quinoa berdasarkan variasi perbandingan asam sitrat, asam tartat, dan natrium bikarbonat serta mengevaluasi aktivitas antioksidannya. Penelitian menggunakan metode true experimental dengan enam formula tablet effervescent berbobot 2 g/tablet. Variasi komponen asam dan basa digunakan pada konsentrasi 45% (F1), 50% (F2), 55% (F3), 60% (F4), 65% (F5), dan 70% (F6) dengan perbandingan asam sitrat, asam tartat, dan natrium bikarbonat sebesar 9:27:35. Evaluasi meliputi pengujian sifat fisik granul dan tablet, sedangkan aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH berdasarkan nilai IC50.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi asam dan basa memengaruhi karakteristik fisik tablet effervescent. Formula 6 (F6) menghasilkan karakteristik terbaik dengan waktu hancur 3,14 menit dan pH 5,85, serta menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 67,59 ppm dibandingkan placebo sebesar 259,96 ppm. Berdasarkan hasil penelitian, formula tablet effervescent ekstrak quinoa memenuhi parameter evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antioksidan yang baik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antioksidan alami.