cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 199 Documents
KAJIAN TATANIAGA SAYURAN DI KECAMATAN JAMBI SELATAN KOTA JAMBI Afrianto, Evo
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 2, No 2: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v2i2.215

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui saluran dan margin tataniaga sayur-sayuran di Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan komperehensif metode survey observasi, yaitu menelusuri potensi produksi sayur-sayuran di Kecamatan Jambi Selatan dan proses pemasarannya mulai dari tingkat petani sampai pedagang. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komplikasi data serta analisis data survey. Data ditabulasi selanjutnya dilakukan analisis deskriptif kuantitatif, kemudian dihitung margin pemasarannya, dengan rumus : Mi     =Hei –Hpi............(1). Adapun hasil penelitian menunjukan Dalam distribusi komoditi sayuran di Kota Jambi terdapat 3 pola saluran tataniaga yang ada, yaitu pola saluran; 1) Petani−Pedagang Pengumpul−Pedagang Pengecer– Konsumen; 2) Petani−Pedagang Pengecer–Konsumen; 3) Petani −Konsumen.Persentase margin pemasaran sayuran di Kota Jambi untuk masing-masing komoditi melalui saluran 1adalah sebagai berikut; sawi sebesar43,3%, kacang panjang 37,14%, terung 43,61%, dan tomat sebesar 56,41%.  Saluran 2 untuk komoditi sawi sebesar 38,46% dan tomat sebesar 50%, sedangkan untuk saluran 3 karena petani langsung menjual kekonsumen sehingga margin pemasaran menjadi 0%. Kata Kunci : Margin Tataniaga, Petani Sayuran
ANALISIS PENGARUH PENGAPLIKASIAN LIMBAH PABRIK KELAPA SAWIT TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PERUSAHAAN (Studi Kasus Di PT. Mega Sawindo Perkasa Dusun Danau, Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo) Harianja, Nopri Yandani; Azhar, Syaiful; Pitriani, Pitriani
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 2, No 1: Juni 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v2i1.178

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 11 juni sampai 30 juli 2017 di PT. MegaSawindo Perkasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan produksi produksiTBS antara areal di aplikasikan limbah pabrik dan areal yang hanya memakai pupukanorganik, dan untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian limbah pabrik terhadappendapatan perusahaan di PT. Mega Sawindo Perkasa Dusun Danau, Kecamatan Pelepat Ilir,Kabupaten Bungo.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei.Sedangkan metode pengambilan data menggunakan studi pustaka dan studi lapangan. MetodeAnalisis yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif sedangkan untuk menghitungbesarnya pendapatan digunakan rumus dari suratiyah, 2006Limbah Pabrik Yang dipakai/di aplikasikan oleh perusahaan untuk menambah bahanorganik di lahan perkebunan mereka yaitu Limbah Cair (POME), Tandan Kosong dan Solid.Sampel pada penelitian ini adalah 10 ha. Adapun pengaplikasian Limbah pabrik yangdilakukan pada tahun 2016 di daerah penelitian dengan sampel 10 ha yaitu limbah cairsebanyak 171.396 m3, Tandan Kosong sebanyak 36,9 ton/ha dan Solid sebanyak 12,3 ton/ha.Dengan adanya pengaplikasian limbah pabrik ini mengahasilkan perbedaan produksi TBSpada areal yang teraplikasi dengan yang tidak teraplikasi yaitu masing masing sebesar 26,9ton/ha dan 16,3 ton/ha.Pendapatan perusahaan pada penelitian ini terdapat perbedaan pendapatan pada arealyang teraplikasi dan areal yang tidak diaplikasikan dengan masing-masing Rp. 18.979.972,-per ha dan Rp. 17.264.509,7,- per ha.Kata Kunci: Hasil TBS, Penerimaan, Pendapatan
ISU DAN PEMBAHARUAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI Review and Perspectives Nelvi, Yusmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.294

Abstract

Pengelolaan irigasi adalah salah satu faktor pendukung utama bagi keberhasilan pembangunan pertanian terutama dalam rangka peningkatan serta perluasan tujuan pembangunan pertanian dari program swasembada beras menjadi swasembada pangan. Pemerintah telah mencanangkan pokok-pokok pembaharuan kebijaksanaan pengelolaan irigasi, petani pemakai air sesuai dengan hakekat  pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat agar pokok-pokok pembaharuan kebijaksanaan pengelolaan irigasi tersebut dapat mencapai sasaran tepat guna. Adanya pergeseran nilai air, dari sumberdaya milik bersama (public goods) yang melimpah dan dapat dikonsumsi tanpa biaya, menjadi sumberdaya ekonomi (economic goods) yang mempunyai fungsi sosial; terjadinya kerawanan ketersediaan air secara nasional; adanya persaingan pemanfaatan air antara irigasi dengan penggunaan oleh sektor-sektor lain; dan konversi lahan beririgasi untuk kepentingan lainnya, memerlukan adanya kebijakan. Kebijakan pengelolaan irigasi yang efektif, sehingga keberlanjutan sistem irigasi dan hak-hak atas air bagi semua pengguna dapat terjamin. Mengingat irigasi tidak terlepas dari pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan, maka reformasi kebijakan dalam bidang keirigasian harus dilaksanakan secara simultan dan konsisten dengan reformasi pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan. Kata Kunci : isu, pembaharuan, irigasiIrrigation management is one of the main supporting factors for the success of agricultural development, especially in the context of increasing and expanding agricultural development goals from rice self-sufficiency to food self-sufficiency. that the Government has set out the principles of renewal of irrigation management policies, water user farmers in accordance with the nature of the development of, by and for the community that the principles of renewal of irrigation management policies can achieve effective targets. There is a shift in the value of water, from abundant public goods resources that can be consumed without cost, to economic resources that have social functions; the occurrence of national water availability insecurity; competition over water use between irrigation and use by other sectors; and conversion of irrigated land for other purposes, requires an effective irrigation management policy, so that the sustainability of the irrigation sistem and the rights to water for all users can be guaranteed. Since irrigation is inseparable from the overall management of water resources, policy reforms in the field of irrigation must be carried out simultaneously and consistently with reforms in the management of water resources as a whole. Keywords: issues, renewal, irrigation
Kinerja Penyuluh Peternakan Dalam Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Potong Di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi Ujang Rahman; Meli Sasmi; Lis Darti Roza
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 1, No 2: Desember 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v1i2.144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh peternakan terhadapkeberhasilan peternak sapi potong di Kec. Benai. Penentuan responden peternak dilakukansecara purposive sampling dengan teknik proposional yaitu sebanyak 10% dari populasi setiapkecamatan, sedangkan responden penyuluh peternakan diambil secara sensus. Metode analisisdata menggunakan analisis Skala Likert Summated Ranting (SLR) Hasil penelitian menunjukkanbahwa kinerja penyuluh peternakan yaitu meliputi sifat personalitas (2.62) kategori sangat baik,hasil kerja (2.50) kategori sangat baik, pengetahuan penyuluh (2.69) kategori sangat tinggi,keterampilan penyuluh (2.83) kategori sangat terampil, motivasi penyuluh (2.81) kategori sangatkuat, sikap penyuluh (3.00) sangat baik, jarak tempat tinggal (2.50) kategori sangat dekat danfasilitas penyuluh (1.00) kategori tidak lengkap. Keberhasilan peternak dalam usaha peternakansapi potong dengan skor (2.05) termasuk kategori sedang atau cukup berhasil. Kesimpulan daripenelitian ini adalah kinerja penyuluh peternakan termasuk dalam kategori baik dankeberhasilan peternak termasuk kategori cukup berhasil.Kata Kunci: Kinerja Penyuluh peternakan, Keberhasilan Peternak Sapi Potong
ANALISIS PENDAPATAN AGROINDUSTRI TAHU DI DESA KUANTAN SAKO KECAMATAN LOGAS TANAH DARAT KABUPATEN KUANTAN SINGINGI (Studi Kasus Pada Agroindustri Tahu Mbak Rubingah) Niva Diaba Miryam Putri; Mahrani Mahrani; Meli Sasmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 1: Juni 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i1.271

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi,adapuntujuan penelitian adalah untuk mengetahui pendapatan tahu mbak rubingah, untuk mengetahui tingkat efesiensi usaha nilai R/C Ratio dan untuk mengetahui Break Event Point (BEP) produksi dan break event point harga pada usaha agroindustri tahu di Desa Kuantan Sako Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usaha tahu mbak rubingah sebesar Rp 722.595,71 setiap kali proses Produksi dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 477.404,29 yang tediri dari biaya tetap, nilaiR/C sebesar 2,51, artinya setiap biaya yang dikeluarkan 1 rupiah maka diperoleh penerimaan sebesar 2,53 rupiah atau Break Event Point dengan total biaya sebesar Rp 477.404,29 maka harus memproduksi sebanyak 67,63 Kg dengan harga jual Rp 7.058,82/Kg agar mencapai titik impas. Break Event Point jika memproduksi tahu sebanyak 170 Kg maka harga jual yang ditawarkan kepada konsumen sebesar Rp 2. 808,26/Kg. Kata Kunci : Agroindustri Tahu, Analisis Pendapatan, Kuantan Sako  ABSTRACTThis research was conducted in Kuantan Sako Village, Logas District, Tanah Darat, Kuantan Singingi Regency, while the research objective was to find out the Mbak Rubah funds, to determine the efficiency level of the R / C ratio and to find Break Event Point (BEP) production and break event price point for tofu agroindustry in Kuantan Sako Village, Logas District, Tanah Darat, Kuantan Singingi Regency. The results showed that the business income of Mbak Rubing was Rp. 722,595.71 per production process with a total cost of Rp. 477,404.29 which consisted of fixed costs, an R / C value of 2.51, an average of every cost incurred 1 the rupiah then receives revenues of 2.53 rupiah or Break Event Point with a total cost of Rp. 477,404.29 so it must produce as much as 67.63 Kg with a selling price of Rp. 7,058.82 / kg to break even. Break Event Point if you produce tofu 170 Kg, the selling price offered to consumers is IDR 2,880.26 / Kg.Keywords: Revenue Analysis, Tofu Agroindustry, Kuantan Sako
Analisis Pendapatan Agroindustri Keripik Pisang (Studi pada Usaha Agroindustri Kripik Pisang di Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin) Paino Paino; Syaiful Azhar; Widuri Susilawati
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 1, No 1: Juni 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v1i1.108

Abstract

eran sektor agroindustri dalam perekonomian nasional difokuskan pada nilai pengganda output, nilai tambah, tenaga kerja dan keterkaitan antar sektor serta perannya dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga. Apabila upah tenaga kerja diasumsikan merupakan suatu konstanta yang bersifat konstan dalam satu titik waktu, maka nilai tambah tenaga kerja dapat dijadikan sebagai stimulus penyerapan tenaga kerja nasional, sementara peran sektor agroindustri dalammeningkatkan pendapatan sektor lain dapat ditingkatkan melalui pengganda keterkaitan sektor, khususnya keterkaitan ke belakang. Kegiatan pengolahan kripik pisang pada kedua perusahaan menguntungkan. Hal ini dapat diketahui dari hasil penelitian bahwa keuntungan yang diterima agroindustri kripik pisang Perusahaan Terpadu sebesar Rp 339.675 untuk satu kali proses produksidengan total biaya Rp 1.625.325 dan penerimaan sebesar Rp 1.875.000. Sedangkan untuk Perusahaan Hidayatun keuntungan yang diperoleh untuk satu kali proses produksi adalah Rp 142.389. Kegiatan usaha pengolahan kripik pisang mempunyai nilai R/C 1,15 dan nilai BEP akan tercapai jika Perusahaan Terpadu memproduksi bahan baku 50 kg dengan pendapatan sebesar atau nilai BEP (Rp) sebesar Rp 751.083. Sedangkan untuk Perusahaan Hidayatun juga memiliki nilai R/C 1,06 dan nilai BEP akan tercapai jika Perusahaan Hiayatun memproduksi bahan baku 120 Kg dengan nilai BEPergian (Rp) sebesar Rp 1.815.359. Hasil dari produksi kripik pisang yang dibuat oleh kedua perusahaan yaitu Terpadu dan Hidayatun sama-sama dipasarkan di dalam KabupatenMerangin sampai ke luar Kabupaten Merangin seperti bahkan dapat dipasarkan luar provinsi Jambi seperti Sumatera Barat.Kata Kunci : Pendapatan, Agroindustri
Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Terhadap Kerawanan Pangan Di Kabupaten MeranginTahun 2018 Risa Ayu Bariyanti; Widuri Susilawati; Asnawati Is
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 2, No 2: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v2i2.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai rasio indikator tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Merangin dan menganalisis tingkat ketahanan pangan di Kabupaten Merangin.Penelitian ini menggunakan metode survey instansional. Survey instansional berupa pengambilan data sekunder ke instansi-instansi terkait dengan data yang digunakan untuk mengetahui indeks tingkat ketahanan panganBerdasarkan perhitungan menurut (A Food Security and Vulnerability Atlas) of Indonesia, dari ke 9 Indikator yang telah diteliti terdapat 3 indikator dalam kondisi belum sesuai untuk tingkat ketahanan pangan yaitu, rasio normatif per kapita per hari (0,75) dalam kondisi surplus rendah, persentase rumah tangga dengan proporsi pengeluaran untuk pangan >65% dari total pengeluaran (18%) dalam kondisi buruk, dan juga persentase balita stunting (59%) dalam kondisi rawan. Untuk ke 6 indikator yang sudah sesuai untuk tingkat ketahanan pangan ada penduduk hidup dibawah garis kemiskinan (22,06%) dalam kondisi cukup tahan, persentase penduduk tanpa akses listrik (28%) dalam kondisi cukup tahan, rata-rata pendidikan perempuan usia >15 tahun (32%) dalam kondisi cukup tinggi, persentase rumah tangga tanpa ke air bersih (48%) dalam kondisi tahan, rasio per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk (32,6%) dalam kondisi tinggi, dan yang terakhir ada angka harapan hidup (99%) dalam kondisi sangat tinggi. Indeks tingkat ketahanan pangan Kabupeten Merangin pada Tahun 2018 ini termasuk Agak Rawan Pangan (0,52) dan berapa pada prioritas 3. Hal tersebut disebabkan oleh indikator rasio normatif per kapita per hari, indikator pengeluaran rumah tangga dan balita stunting. Jika pada setiap aspek pangan mengalami penurunan peningkatan, tentunya hal tersebut akan berpengaruh pada Indeks Tingkat ketahanan pangan di setiap tahunnya. Kata Kunci :  Rasio indikator, indeks tingkat ketahanan pangan dan Kerawanan pangan
ANALISIS DAYA SAING KOMODITAS KEDELAI PADA LAHAN KERING DI KABUPATEN TEBO Abdul Kata; Osmet Osmet; Devi Analia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i1.361

Abstract

Konsumsi kedelai nasional mengalami peningkatan setiap tahunnya sedangkan produksi kedelai nasional cendrung stagnan atau hanya mampu memenuhi 30 persen dari kebutuhan konsumsi kedelai nasional sehingga impor kedelai setiap tahunnya juga mengalami peningkatan.Penilitian ini bertujuan untuk melihat daya saing kedelai dan dampak kebijakan pemerintah terhadap daya saing kedelai pada lahan kering di Kabupaten Tebo.Penelitian ini menggunakan pendekatan Policy Analysis Matrix (PAM). Sumber data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer dengan instrument penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha tani kedelai pada lahan kering di Kabupaten Tebo memiliki daya saing yang terlihat dari tingkat keuntungan yang dihasilkan dan tingkat efisiensi dalam  berproduksi. Namun demikian berdasarkan hasil analisis sensitivitas usaha tani kedelai pada lahan kering di Kabupaten Tebo tidak memiliki daya saing apabila hasil output dijual untuk keperluan konsumsi ke pasar,  ke pabrik tahu dan tempe. Kebijakan pemerintah melalui program UPSUS PAJALE dan kebijakan subsidi pupuk mampu meningkatkan daya saing kedelai pada lahan kering di Kabupaten Tebo melalui dampaknya terhadap penerimaan dan biaya, namun Kebijakan HPP kedelai dan Kebijakan tarif impor kedelai nol persen belum dapat meningkatkan daya saing kedelai.Kata Kunci : Daya saing, Usaha tani, Kedelai, Kebijakan, Lahan Kering
ANALISIS TINGKAT EFISIENSI PENGUNAAN FAKTOR PRODUKSI AGROINDUSTRI KERUPUK UBI KAYU DI DESA PULAU ARO KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Jamalludin Jamalludin; Chezy WM. Vermila; Andi Alatas; Meli Sasmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i1.357

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Efesiensi teknis dan ekonomis agro industri kerupuk ubi kayu. Pengambilan sampel untuk pengusaha agroindustry kerupuk ubi kayau diambil secara Proposif sebanyak 30. Hasil penelitian menunjukan Berdasarkan analisis efisiensi teknis yang dilakukan, Ubi kayu  yang dialokasikan oleh pengusaha kerupuk ubi kayu belum efisien, serta Garam, Minyak goreng dan Tenaga kerja yang dialokasikan oleh pengusaha kerupuk ubi kayu telah berlebih, sehingga dengan penambahan akan menyebabkan produksi menurun. Jumlah yang dialokasikan oleh pengusaha kerupuk ubi kayu sudah tidak efisien. Secara ekonomis penggunaan ubi kayu belum efisien karena nilai rasio yang diperoleh lebih besar dari satu, untuk mwncapai efisiensi ekonomis, pengusaha kerupuk ubi kayu harus menambah ubi kayu yang digunakan untuk usaha agro industry kerupuk ubi kayu, sehingga pendapatan yang maksimal akan diperoleh. Rasio untuk penggunaan garam, minyak goreng dan tenaga kerja untuk mencapai efisien maka jumlah penggunaan ini justru harus dikurangi karena setiap penambahan akan menyebabkan berkurangnya pendapatan.
PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI BAWANG MERAH LAHAN PASIR PANTAI DI KABUPATEN BANTUL Muhammad Fauzan
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 1: Juni 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i1.362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga dan tingkat kesejahteraan petani bawang merah lahan pasir pantai. Penelitian ini dilakukan di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dilakukan kepada 45 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kesejahteraan menggunakan kriteria Badan Pusat Statistik (BPS) dan World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga petani bawang merah lahan pasir pantai bersumber dari pendapatan on farm, off farm dan nonfarm sebesar Rp 24.598.413 per tahun. Tingkat kesejahteraan petani bawang merah lahan pasir pantai sebanyak 64,44% tergolong tidak miskin menurut Kriteria BPS dan sebanyak 24,44% tergolong tidak miskin menurut kriteria World Bank.Kata kunci:bawang merah; kesejahteraan, lahan pasir pantai, pendapatan rumah tangga

Page 6 of 20 | Total Record : 199