cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 213 Documents
MINAT PEMBELIAN PRODUK ORGANIK DI INDONESIA : THEORY PLANNED BEHAVIOR YANG DIKEMBANGKAN DAN PENGETAHUAN PRODUK ORGANIK. Vigory Gloriman Manalu
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i2.415

Abstract

ABSTRAKSaat ini indonesia mencatat luas pertanian organik setiap tahunya mengalami peningkatan namun tidak diiringi dengan operator yang terlibat dalam kegiatan pertanian organik yang sejalan dan cenderung fluktuatif. Di Indonesia,  deptartemen pertanian telah mencanangkan program “Go Organik 2010” dimana program tersebut bertujuan agar para petani dan konsumen untuk hidup sehat. Dalam mempengaruhi minat beli produk organik tidaklah mudah dan cenderung rumit sehingga dibutuhkan determinasi pengetahuan (knowledge) produk organik yang harus diberikan kepada konsumen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara norma subjektif dan sikap pada minat pembelian produk organik dan efek mediasi dengan menggunakan variabel pengetahuan produk ramah lingkungan. Untuk menguji model yang diusulkan, maka pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online dengan menggunakan pendekatan purposive sampling. Responden yang dipilih adalah mereka yang pernah membeli dan memiliki keininginan untuk membeli produk pangan organik. Dari kuesioner yang telah terkumpul ada 217 responden yang terkumpul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Knowledge of Green Product tidak dapat memediasi hubungan antara norma subjektif dan sikap pada minat pembelian produk organik pada konsumen di Indonesia.Kata kunci: NormaSubjektif, Sikap, Pengetahuan Produk Ramah Lingkungan, Minat Pembelian Produk Organik ABSTRACTCurrently, Indonesia records that the area of organic farming has increased every year, but it is not accompanied by operators involved in organic farming activities which are consistent and tend to fluctuate. In Indonesia, the Department of Agriculture has launched the "Go Organic 2010" program where the program aims to encourage farmers and consumers to live healthily. In influencing the buying interest of organic products is not easy and tends to be complicated, so it takes the determination of the knowledge (knowledge) of organic products that must be given to consumers.This study aims to determine the relationship between subjective norms and attitudes towards purchasing interest in organic products and the effect of mediation by using environmentally friendly product knowledge variables. To test the proposed model, data collection was carried out through an online questionnaire using a purposive sampling approach. Respondents selected are those who have purchased and have the desire to purcahse organic food products. From the questionnaire that has been collected there are 217 respondents who were collected. The results showed that the variable Knowledge of Green Product not mediate the relationship between subjective norms and attitudes towards buying interest in organic products in Indonesian consumers.Keywords: Subjective Norm, Attitude, Knowledeg of Green Product, Green Food Purchase Intention
ANALISIS MOTIVASI PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK PERTANIAN PERKOTAAN DI KABUPATEN BUNGO Supriyati Supriyati
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i1.543

Abstract

Pertanian perkotaan terus berkembang dalam kaitannya dengan masalah lingkungan, ekonomi, kesehatan dan sosial, termasuk di Kota Muara Bungo. Agar pemanfaatan pekarangan ini dapat berkelanjutan dan berkesinambungan, pemanfaatan pekarangan haruslah menyesuaikan motivasi masyarakat itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi lingkungan, ekonomi, kesehatan dan sosial/kemasyarakatan dalam memanfaatkan pekarangan untuk usaha tani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan teknik survei menggunakan kuesioner kepada 79 responden.  Motivasi diukur menggunakan skala Likert dari item pernyataan.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi masyarakat  secara berurutan dari yang tinggi ke rendah yaitu motivasi kesehatan, motivasi lingkungan, dan motivasi ekonomi dan  motivasi sosial/kemasyarakatan. Perencanaan dan kebijakan pertanian di perkotaan khususnya di pekarangan harus memberi perhatian khusus pada kegiatan pertanian perkotaan ini karena memberi manfaat dalam Kesehatan dan sosial berupa pemanfaatan waktu luang dan gotong-royong antar warga,dengan  mengimplementasikan  konsep pembangunan berkelanjutan yang disesuaikan dengan motivasi masyarakat itu sendiri.Kata kunci: Motivasi; Pekarangan; Pertanian perkotaan ABSTRACK            Urban agriculture continues to develop in relation to environmental, economic, health and social issues, including in Muara Bungo City. In order for the use of this yard to be sustainable and sustainable, the use of the yard must adjust the motivation of the community itself. The purpose of this study was to determine the level of environmental, economic, health and social/community motivation in utilizing the yard for farming. This study uses descriptive research methods with a qualitative approach and survey techniques using questionnaires to 79 respondents. Motivation is measured using a Likert scale of statement items.            The results showed that people's motivations sequentially from high to low were health motivation, environmental motivation, and economic motivation and social/social motivation. Agricultural planning and policies in urban areas, especially in the yard, must pay special attention to urban agricultural activities because they provide health and social benefits in the form of the use of free time and mutual cooperation between residents, by implementing the concept of sustainable development that is adapted to the motivation of the community it self. Key words : Motivation; yard; Urban farming
OPTIMALISASI USAHATANI JAGUNG (Zea mays L.) DI KAMPUNG TUMBIT MELAYU KECAMATAN TELUK BAYUR KABUPATEN BERAU Indra Setiawan; Sri Hartini
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i2.424

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi optimal usahatani jagung(Zea mays L.), besarnya penerimaan optimal, serta keuntungan optimal.Penelitian ini dilakukan di Kampung Tumbit Melayu Kecamatan Teluk Bayur Kabupaten Berau.Metode pengambilan responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Sensus. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi ke lokasi penelitian dan mengadakan wawancara dengan responden. Petani responden ditentukan secara Sensus sebanyak 31 (tiga puluh satu) orang yang sebelumnya dikelompokkan terlebih dahulu dalam strata berdasarkan luas lahan. Analisis data yang digunakan adalah regresi kuadratik untuk persamaan biaya dan regresi linier untuk persamaan penerimaan.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi yang dicapai responden sebanyak 2.992 kg/ha dengan keuntungan sebesar Rp 5.805.718,-/ha untuk satu kali panen. Dari hasil analisis diketahui persamaan biaya yaitu TC =  dan persamaan penerimaan yaitu TR = . Jumlah produksi pada tingkat penerimaan optimal sebesar 4.057 kg. Besarnya penerimaan Rp 14.195.443,-/ha dan keuntungan optimal Rp 7.006.233,-/ha untuk satu kali musim tanam. Kata kunci : Tingkat Produksi; Penerimaan Optoimal; Keuntungan OptimalABSTRACTThis study aims to determine the optimal level of production of corn farming (Zea mays L.), the optimal amount of acceptance, and optimal profits. This research was conducted in Kampung Tumbit Melayu, Teluk Bayur District, Berau Regency.The sampling method used in this study is the Census method. Data is collected by observation to the research location and conducting interviews with respondents. Respondent farmers were determined by Census as many as 31 (thirty one) people who were previously grouped first in strata based on land area. Analysis of the data used is quadratic regression for the cost equation and linear regression for the revenue equation.The result of the research showed that the averange produc was 2.992 kg per hectare with profit as much Rp 5.805.718,- per hectare for one harvest. Than cost equition was TC =  revenue equition TR = . The quantity of optimal production was 4.057 kg. The revenue was Rp 14.195.443,-and optimal profit was Rp 7.006.233,- per hectare for one harvest.Keywords: Production Level; Optimal Acceptance; Optimal Profit
Pengaruh Kualitas Produk Dan Promosi Online Terhadap Minat Beli Konsumen Mobil Second Di Dealer Bossmobilindo Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Delila Fitri Harahab
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 1, No 1: Juni 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v1i1.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan promosi online terhadap minat beli.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif.Populasi dalam penelitian ini sebanyak 343.003 jiwa dan sampel sebanyak 100 responden. Metode penarikan sampel menggunakan random sampling dengan analisis regresi linier bergandadan menggunakan uji F dan uji t.             Hasil regresi didapat persamaan sebagai berikut Y = 3,627 + 4,216 X1 + 1,852 X2 + e. Berdasarkan hasil uji F nilai F-hitung sebesar 11,078> F-Tabel 3,09 artinya secara simultan memilki pengaruh secara signifikan sedangkan  uji t Hasil Uji tmenunjukkan bahwa nilai t-hitung variabel kualitas produk (X1) sebesar 4,508 dan variabel Promosi Online (X2) sebesar 3,611. Kedua variabel ini masing-masing memiliki nilai t-hitung yang lebih besar daripada nilai t-tabel = 1,985 pada tingkat signifikansi (α) = 0,05. Artinya kedua Variabel memilki pengaruh secara signifikan terhadap minat beli konsumen.Kemudian nilai koefisien determinasi (uji R2) = 0,743 yang artinya bahwa kualitas produk (X1) dan Promosi Online (X2) dari mobil second berkontribusi terhadap minat beli (Y) mobil seconddi di dealer Bossmobilindo Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebosebesar 74,3%. Sedangkan sisanya sebesar 25,7% disumbangkan oleh faktor-faktor lainnya di luar dari penelitian ini.Kata Kunci:   kualitas produk, promosi online,minat beli
ANALISIS KOMPARASI PRODUKSI, PENERIMAAN DAN KELAYAKAN USAHA BEBERAPA VARIETAS BENIH PADI UNGGUL DI BALAI BENIH INDUK SUKA JAYA PROVINSI JAMBI Sophia Sophia
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i1.513

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui  besarnya produksi, biaya dan penerimaaan, kelayakan usaha (R/C) usaha benih unggul per varietas di BBI Suka Jaya Jambi. Penelitian ini dilakukan di BBI Suka Jaya Jambidari tanggal 1 Maret 2020 sampai dengan 29 April 2020. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel. Selanjutnya untuk analisis kelayakan usaha digunakan analisis finansial meliputi: Analisis R/C ratio.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa produksi rata-rata benih padi unggul yang dihasilkan BBI Suka Jaya Jambi adalah sebesar 1.826 Kg/MT. Total produksi benih padi unggul adalah sebesar 10.954 Kg/MT terdiri dari varietas Inpara 3 sebesar 3.180Kg/MT, Inpago 8 sebesar 330 Kg/MT, varietas PB 42 sebesar 436 Kg/MT, varietas Inpari 34 sebesar 860 Kg/MT, varietas Inpari 30 sebesar 4.328 Kg/MT, dan varietas Inpara 8 sebesar 1.820 Kg/MT.Biaya rata-rata benih padi unggul yang dikeluarkan BBI Suka Jaya Jambi adalah sebesar Rp20.808.302/Ha/MT. Total biaya produksi benih padi unggul adalah sebesar Rp124.849.812/Ha/MT terdiri dari varietas Inpara 3 sebesar Rp12.033.717/Ha/MT, Inpago 8 sebesar 15.042.146/Ha/MT, varietas PB 42 sebesar 30.084.292/Ha/MT, varietas Inpari 34 sebesar 30.084.292/Ha/MT, varietas Inpari 30 sebesar 7.521.073/Ha/MT, dan varietas Inpara 8 sebesar 30.084.292/Ha/MT.  Rata-rata penerimaan usaha benih padi unggul di BBI Suka Jaya Jambi adalah sebesar Rp9.391.667/Ha/MT atau sebesar Rp3.130.556/Ha/Bln. R/C Rasio usaha benih unggul varietas Inpara 3 sebesar 1,06, Inpago 8 sebesar 0,11, varietas PB 42 sebesar 0,14, varietas Inpari 34 sebesar 0,29, varietas Inpari 30 sebesar 1,44, dan varietas Inpara 8 sebesar 0,60. Varietas Inpara 3 dan varietas Inpari 30 layak diusahakan karena nilai R/C > 1. Benih padi unggul varietas inpara 8 memiliki produksi tertinggi dibandingkan varietas lainnya. Biaya produksi tertinggi dimiliki oleh varietas PB 42, varietas Inpara 34, dan varietas Inpara 8. Penerimaan tertinggi adalah benih padi varietas inpara 8. Nilai R/C tertinggi dimiliki oleh benih padi varietas Inpari 30.Kata Kunci : Komparasi, Penerimaan, Pendapatan dan Kelayakan Usaha ABSTRACTThis research was conducted to find out the size of production, cost, and acceptance, business feasibility (R / C) superior seed business per variety in BBI Suka Jaya Jambi. This research was conducted at BBI Suka Jaya Jambi from March 1, 2020, to April 29, 2020. The analysis used in this study is the quantitative descriptive and qualitative descriptive analysis presented in tabular form. Further for business feasibility analysis used financial analysis includes: R / C ratio analysis. Based on the results of the research obtained that the average production of superior rice seeds produced by BBI Suka Jaya Jambi is 1,826 Kg / MT. The total production of superior rice seeds is 10,954 Kg / MT consisting of Inpara 3 varieties of 3,180Kg / MT, Inpago 8 of 330 Kg / MT, PB 42 varieties of 436 Kg / MT, Inpari 34 varieties of 860 Kg / MT, Inpari varieties 30 for 4,328 Kg / MT, and Inpara 8 varieties for 1,820 Kg / MT. The average cost of superior rice seeds produced by BBI Suka Jaya Jambi is Rp20,808,302 / Ha / MT. The total production cost of superior rice seeds is Rp124,849,812 / Ha / MT consisting of Inpara 3 varieties of Rp12,033,717 / Ha / MT, Inpago 8 of 15,042,146 / Ha / MT, PB 42 varieties of 30,084,292 / Ha / MT, Inpari 34 varieties at 30.084.292 / Ha / MT, Inpari 30 varieties at 7,521.073 / Ha / MT, and Inpara 8 varieties at 30.084.292 / Ha / MT. The average receipt of superior rice seed business in BBI Suka Jaya Jambi is Rp9.391.667 / Ha / MT or Rp3.130,556 / Ha / Bln. R / C Winning seed business ratio of Inpara 3 varieties of 1.06, Inpago 8 of 0.11, PB 42 varieties of 0.14, Inpari 34 varieties of 0.29, Inpari 30 varieties of 1.44, and Inpara 8 varieties of 0.60. Inpara 3 varieties and Inpari 30 varieties are worth cultivating because of the value of R / C> 1. Superior rice seeds inpara 8 varieties have the highest production compared to other varieties. The highest production costs are owned by PB 42 varieties, Inpara 34 varieties, and Inpara 8 varieties. The highest acceptance is rice seeds inpara 8 varieties. The highest R / C value is owned by Inpari 30 rice seed varieties.Keywords: comparison, receipts, revenue, and business eligibility.
STRATEGI PENGEMBANGAN KERIPIK JAMUR TIRAM PUTIH DI KECAMATAN RIMBO BUJANG KABUPATEN TEBO (Studi Kasus Home Industry Fiisa Group). Asminar Asminar; Ayu Alda Vera; Asnawati Is
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i2.420

Abstract

ABSTRAK             Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan pada 10 Desember  2018 sampai 10 Januari 2019 dengan tujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal dalam mengembangkan usaha keripik jamur tiram putih serta mengetahui strategi pengembangan keripik jamur tiram putih di Desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.            Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu pada Home Industry Keripik Jamur Tiram Putih Fiisa Group di Desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo. Penelitian ini menggunakan Analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang dimiliki oleh Home Industry Keripik Jamur Tiram Putih Fiisa Group di Desa Rimbo Mulyo Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo adalah kekuatan berupa sumber modal sendiri, tenaga kerja sangat mudah ditemukan dan modal awal terjangkau dan kelemahannya berupa tidak adanya investasi dari pihak lain, produksi tidak menentu, dan oembukuan dilakukan setiap tahun. Sedangkan faktor eksternal adalah peluang berupa bahan baku yang tersedia, belum adanya pesaing dari produk yang sama, keiutsertaan dalam pameran dan ancamannya berupa pesaing dari produk lain, kurangnya kegiatan promosi/iklan, kurangnya mesin/alat yang digunakan, dan image jamur tiram putih yang masih asing. Strategi pengembangan pada Home Industry Keripik Jamur Tiram Putih Fiisa Group adalah Peningkatan  modal dengan cara penambahan investasi atau pinjaman dari pihak lain, memperluas daerah pemasaran, pelatihan manajemen kepada pemilik usaha yang dilakukan secara berkelanjutan agar usaha berkembang, memanfaatkan modal yang ada untuk menambah produksi untuk menguasai pasar ketika belum adanya pesaing dari produk yang sama, menciptakan varian rasa baru keripik jamur tiram putih, memperluas pangsa pasar, mempertahankan kualitas produk, meningkatkan iklan/promosi, mengadakan kerjasama dengan pedagang lain dalam hingga luar wilayah, pengoptimalan penggunaan mesin/alat teknologi.Kata Kunci :      Analisis SWOT, Home Industry, Keripik Jamur Tiram Putih.    ABSTRACT             White oyster mushroom is a type of mushroom that is widely consumed by the public. This research was conducted on December 10, 2018 to January 10, 2019 with the aim of knowing internal and external factors in developing white oyster mushroom chips business and knowing the development strategy of white oyster mushroom chips in Rimbo Mulyo Village, Rimbo Bujang District, Tebo Regency.            The research method used is a survey method, namely the Home Industry Fiisa Group White Oyster Mushroom Chips in Rimbo Mulyo Village, Rimbo Bujang District, Tebo Regency. This study uses a SWOT analysis.            The results showed that the internal factors (strengths and weaknesses) possessed by the Fiisa Group's White Oyster Mushroom Chips Home Industry in Rimbo Mulyo Village, Rimbo Bujang District, Tebo Regency are strengths in the form of their own source of capital, labor is very easy to find and affordable initial capital and weaknesses are there is no investment from other parties, production is uncertain, and bookkeeping is carried out annually. While external factors are opportunities in the form of available raw materials, the absence of competitors from the same product, participation in exhibitions and threats in the form of competitors from other products, lack of promotional / advertising activities, lack of machines / tools used, and the image of white oyster mushrooms that are still foreign. The development strategy for the Fiisa Group's White Oyster Mushroom Chips Home Industry is increasing capital by increasing investment or loans from other parties, expanding the marketing area, training management for business owners that are carried out in a sustainable manner so that businesses develop, utilizing existing capital to increase production to control market when there are no competitors of the same product, creating new flavors of white oyster mushroom chips, expanding market share, maintaining product quality, increasing advertising / promotion, establishing cooperation with other traders within and outside the region, optimizing the use of technology machines / tools. Keywords: SWOT analysis, Home Industry, White Oyster Mushroom Chips
ANALISIS EKONOMI USAHA PENGOLAHAN LIMBAH JERAMI PADI MENJADI PAKAN AMONIASI DI DESA BATU KUTA LOMBOK BARAT Abyadul Fitriyah; Ria Harmayani; Aisah Jamili; Yuni Mariani; Ni Made Andry Kartika; Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i1.560

Abstract

Tujuan dari peneilitian ini adalah untuk menganalisis besarnya biaya dalam mengelola usaha pakan Amoniasi pada kelompok Tani Ternak (KTT) Wiresinge di desa Batu Kuta Lombok Barat, dan untuk mengetahui besarnya pendapatan serta R/C rasio dari usaha tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey. Adapun jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 40 orang responden yang berasal dari KTT Wiresinge dan dipilih secara simple random sampling. Sedangkan pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Besarnya biaya dalam mengelola usaha pakan Amoniasi pada KTT Wiresinge di desa Batu Kuta Lombok Barat dapat diketahui melalui analisis biaya produksi. Sedangkan untuk mengetahui besarnya pendapatan dari usaha pakan Amoniasi tersebut telah dilakukan analisis pendapatan dan analisis Return Cost Ratio (R/C Ratio) untuk mengetahui untung ruginya usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan dalam mengelola usaha pakan Amoniasi pada KTT Wiresinge di desa Batu Kuta Lombok Barat sebesar Rp. 1.383.000,- per satu kali masa produksi (dua minggu). Sedangkan pendapatan dalam satu kali masa produksi (dua minggu) yang di peroleh KTT Wiresinge dari usaha pakan Amoniasi adalah rata-rata Rp. 317.000,-. Dapat disimpulkan bahwa secara ekonomis pakan Amoniasi ini menguntungkan sebagai usaha dan menguntungkan jika dikembangkan di desa Batu Kuta Lombok Barat, karna nilai R/C Ratio yang diperoleh sebesar 1.23, jika R/C > 1 artinya usaha ini menguntungkan.Kata Kunci: Analisis ekonomi, Jerami padi, Pakan Amoniasi ABSTRACT            This study aims to determine the running cost of the ammoniation feed business in Wirasinge’s rancher’s group (KTT Wiresinge) at Batu Kuta Lombok Barat, and to determine the income, also R/C ratio of the business. This study used descriptive quantitative analysis method by survey technique. The total samples are forty (40) respondents were taken in simple random sampling. The selection of the research location was conducted by purposive. The running cost of the ammoniation feed business of KTT Wiresinge at Batu Kuta Lombok Barat is carried out by analysis of production costs. To find out the business income of the ammoniation feed business was analyzed using an income analysis, and to find out the gross income of the ammoniation feed business was analyzed using Return Cost Ratio (R/C Ratio)’s formula. The results showed that the running cost of the ammoniation feed business is IDR. 1.383.000,- per production time ( two weeks). While the average net income of the ammoniation feed business per production time ( two weeks) is IDR 317.000,-. It can be concluded that economically the ammoniation feed at Batu Kuta Lombok Barat is feasible to be cultivated and developed because the R/C Ratio value was obtained 1.23, if the value of R/C > 1, that is means the business is profitable.Keywords: Economic analysis, Rice straw, Ammoniation feed
ANALISIS PEMASARAN PADI SAWAH DI KECAMATAN WAWOTOBI KABUPATEN KONAWE Leni Saleh
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 4, No 2: Desember 2020
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v4i2.425

Abstract

ABSTRAK           Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis saluran pemasaran gabah kering panen di Kelurahan Kulahi Kecamatan Wawotobi dan untuk menganalisis margin, keuntungan dan efisiensi  pemasaran gabah kering panen di Kelurahan Kulahi Kecamatan Wawotobi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kulahi Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani padi sawah yang berjumlah 20 orang dan pedagang yang pemasaran gabah sebanyak 4 orang, penentuan sampel petani padi sawah  dilakukan secara sensus. Pemasaran gabah terdapat satu jenis saluran pemasaran yaitu Produsen (Petani Padi) ke Pedagang Pengumpul Desa ke Penggilingan Padi, memiliki biaya pemasaran sebesar Rp 120/ Kg. Keuntungan pemasaran pedagang pengumpul desa sebesar Rp 280/Kg, dan memiliki marjin pemasaran sebesar Rp 400/Kg dan keuntungan pemasaran gabah yang sudah berbentuk beras yang dilakukan oleh penggilingan padi sebesar Rp 450.000/50Kg, dan memiliki marjin pemasaran sebesar Rp 90.000/Kg.  Efisiensi pemasaran gabah mencapai 89%. Artinya besarnya persentase bagian harga yang diterima petani dan  rendahnya biaya pemasaran yang terjadi pada lembaga pemasaran gabah di Kelurahan Kulahi Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe. Kata Kunci : Pemasaran, Padi Sawah. ABSTRACT            The purpose of this research is to analyze the marketing channels of harvested dry unhulled rice in Kulahi Village, Wawotobi District and to analyze the margins, profits and marketing efficiency of harvested dry grain in Kulahi Village, Wawotobi District. The research was conducted in Kulahi Village, Wawotobi District, Konawe Regency. The population in this study were all lowland rice farmers, amounting to 20 people and traders who marketed grain as many as 4 people. The sample determination of lowland rice farmers was carried out by census. There is one type of marketing channel for unhulled rice, namely Producers (Rice Farmers) to Village Collecting Traders to Rice Mills, having a marketing cost of IDR 120 / Kg. The marketing profit of the village collector traders is Rp. 280 / Kg, and has a marketing margin of Rp. 400 / Kg and the marketing profit of unhulled rice in the form of rice carried out by the rice mill is Rp. 450,000 / 50 kg, and has a marketing margin of Rp. 90,000 / kg. Grain marketing efficiency reaches 89%. This means that the large percentage of the price received by farmers and the low marketing costs that occur in grain marketing institutions in Kulahi Village, Wawotobi District, Konawe Regency. Keywords: Marketing, Rice Paddy
Analisis Pengaruh Praktek Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) Unit Usaha Rimbo Satu Kabupaten Tebo Amran Amran; Khairun A. Roni
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 1, No 1: Juni 2017
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v1i1.380

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh praktek kepemimpinan terhadap kepuasan kerja,  baik pengaruh secara parsial maupun secara overall.             Populasi adalah jumlah seluruh karyawan PT. Perkebunan Nusantara VI, sementara itu sample yang diambil adalah sebanyak 83 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey.            Hasil penelitian secara statistik menunjukkan bahwa praktek kepemimpinan yang terdiri dari lima dimensi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Perkebunan Nusantara VI dengan angka koeifisien determinasi 70,1%. Secara parsial, dari lima variabel Independen yang ada ternyata empat variabel yaitu Pemimpin menantang proses (Challenging the process) X1, Pemimpin memberi inspirasi (Inspiring the vision) X2, Pemimpin mengilhami wawasan bersama (Enabling Others to Act) X3, Pemimpin yang mempunyai keteguhan hati (Encouranging the Heart) X4 berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Sedangkan variabel pemimpin menjadi petunjuk jalan (Modelling The Way) X5 tidak berpengaruh nyata terhadap kepuasan kerja dan variabel yang mempunyai pengaruh paling dominan adalah pemimpin mengilhami wawasan bersama. Rekomendasi penelitian ini adalah bahwa mengingat variabel praktek kepemimpinan memberikan kontribusi yang penting bagi peningkatan kepuasan kerja karyawan Perkebunan Nusantara VI, maka untuk kesemua aspek yang berkaitan dengan variabel tersebut perlu mendapatkan perhatian untuk terus dibina dan ditingkatkan. Disamping itu, mengingat pengaruh variabel  indevendent tersebut secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja karyawan Perkebunan Nusantara VI sekitar 70,1%, tentunnya masih ada 29,9% variabel lain diluar variabel yang diteliti berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan Perkebunan Nusantara VI yang perlu untuk diteliti lebih lanjut.  
ANALISIS BREAK EVENT POINT (BEP) PADA PABRIK TEH PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VI UNIT USAHA KAYU ARO Emanauli Emanauli; Fenny Permata Sari; Fera Oktaria
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v5i1.516

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui gambaran proses produksi perusahaan, permasalahan yang dihadapi dan menentukan nilai titik impas/Break Event Point (BEP). Penelitian menggunakan metode studi kasus. Analisa data yang digunakan adalah analisa kuantitatif dan analisa deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas proses produksi dilakukan secara terus menerus (continue process). Permasalahan yang terjadiyaitu umurpabrik yang cukup lama sehingga sering mengalami kerusakan dan penurunan pasokan bahan baku. Perhitungan BEP dilakukan dengan pendekatan matematis dan pendekatan grafis. Hasil penelitian menunjukkan nilai BEP pada pabrik teh PT. Perkebunan Nusantara VI Unit Usaha Kayu Aro tahun 2019 adalah pada tingkat penjualan sebesar 4.562.047 kg atau pada tingkat penjualan sebesar Rp. 79.379.611.052.Kata kunci : teh;Break Event Point (BEP); biaya ABSTRACTThis study aims to describe the company's production process, the problems faced and determine the value of the break-even point (BEP).This research uses the case study method.The data analysis used is quantitative analysis and descriptive analysis.The results showed that the activities of the production process were carried out continuously (continue process).The problem that occurs is that the factory is long enough to experience damage and a decrease in the supply of raw materials.The calculation of BEP is carried out using a mathematical approach and a graphical approach.The results showed the value of BEP at the tea factory PT.Perkebunan Nusantara VI Kayu AroBusiness Unit in 2019 is at a sales level of 4,562,047 kg or at a sales levelof Rp.79,379,611,052.Keywords: tea: Break Event Point (BEP); cost

Page 8 of 22 | Total Record : 213