cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERORIENTASI MODEL QUANTUM TEACHING PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP Sari, Mella Mutika; Kirana, Tjandra; Ibrahim, Muslimin
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p911-919

Abstract

A research that has purpose to develop science learning material on pollution matter based on Quantum Teaching model to try student creative thinking skills had been done, it was done in two phase, namely learning material development phase with 4D model from Thiagarajan and try out on 30 junior high school students in class with pretest-posttest design. Data analysis with qualitative and quantitative descriptive. Validation analysis result of learning materials were valid with average of reliability 90,57%  and 80,95% in average of implementation reliability. Test of student achievement on knowledge competency was analyzed by N-Gain. It showed increasing (0,88), average of student skill competency was 3,86 (A-) and student attitude competency was excellent. Student creative thinking skills in the beginning of learning were  42,67% with fair category and in the closing of learning were 70,12% with creative category. Based on research result , it can be concluded that science learning materials on pollution matter based on Quantum Teaching model that had been developed were proper and can be used to try student creative thinking skill of junior high school. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPA  materi pencemaran lingkungan yang berorientasi model Quantum Teaching untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa, yang dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pengembangan perangkat pembelajaran dengan model 4-D dari Thiagarajan dan diuji coba pada 30 siswa SMP kelas VII dengan pretest-posttest design. Analisis data secara deskriptif kualitatif kuantitatif. Hasil analisis validasi perangkat pembelajaran valid dengan rata-rata reliabilitas 90,57% dan reliabilitas keterlaksanaan pembelajaran 80,95%. Tes hasil belajar siswa pada kompetensi pengetahuan dianalisis menggunakan N-Gain mengalami peningkatan (0,88), rata-rata kompetensi keterampilan siswa 3,86 (A-), dan kompetensi sikap siswa sangat baik. Kemampuan berpikir kreatif siswa pada awal pembelajaran sebesar 42,67% dengan kategori cukup kreatif dan di akhir pembelajaran sebesar 70,12% dengan kategori kreatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA pada materi pencemaran lingkungan berorientasi model Quantum Teaching yang dikembangkan layak dan dapat digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa SMP.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Ngandoh, Satwika Trianti; Susantini, Endang; Sanjaya, I Gusti Made
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1283-1288

Abstract

This research is the development of the design of the learning materials used a model of Dick and Carey and tested in class VIII SMP Negeri 2 Dlanggu even semester in academic year of 2015/2016. Learning takes place by applying the based of guided inquiry learning materials. The research subjectives are learning materials. The data collections used validation, observation, test, and questionnaires methods. The results showed that: (1) a valid learning materials developed; (2) the learning process took place well; (3) the students were more active in learning; (4) the learning achievement of students has increased by a score of N-gain high category; (5) the students responded positively towards learning. Based on the above results, it can be concluded that the guided inquiry learning based materials that have been developed feasible used to improve student learning achievement. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain perangkat pembelajaran menggunakan model Dick and Carey dan diujicobakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Dlanggu tahun ajaran 2015/2016.  Pembelajaran dilakukan dengan cara menerapkan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes dan angket. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid; (2) pembelajaran terlaksana dengan kategori sangat baik; (3) hasil belajar siswa  mengalami peningkatan dengan skor N-gain berkategori tinggi; (4) Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
SELF-REGULATED LEARNING MODEL WITH MIND MAP TO IMPROVE STUDENTS COGNITION AND METACOGNITION SKILLS IN SOLVING CHEMICAL PROBLEMS Syahmani, Syahmani
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v8n2.p1690-1698

Abstract

The research has been conducted on the application of Self-Regulated Learning (SRL) model with mind map in solving chemical problem on Hydrolysis Salt material in class XI MIPA . This study aims to improve (1) implementation SRL model with mind map in classroom, (2) student activity, (3) learning outcomes of cognition, and (4) metacognition skills. The study used a classroom action research design consisting of two cycles with four learning meetings and two evaluation meetings. The subjects of this study were students of class XI MIPA 6 SMAN 7 Banjarmasin with 36 students. Instrument of research in the form of metacognition skill and cognition test instrument, observation sheet of teacher and student activity, and questionnaire of metacognition skill. Data were analyzed by using descriptive analysis of quantitative and qualitative. The results showed that there was an increase (1) teacher activity from good category to be very good, (2) student activity from active category become very active, (3) mastery of cognition learning result from 44,44% to 88,89%, and (4) metacognition skills of the category began to develop into a well-developed.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS STRATEGI BELAJAR PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA Pratama, Aditya; Yuanita, Leny; Susantini, Endang
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n2.p1023-1031

Abstract

The purpose of this research is produce chemistry teaching material using concept map strategy that valid, practical, and effective to improve understanding of concept and critical thingking ability of student in senior high school. The development of teaching material used to four D Models and was tested to 2 classes in class X of SMAN 1 Muara Bengkal second semester in academic year 2014/2015. Teaching material tested to One-Group Pretest-Posttest Design. Tested of teaching material used to one group pretest and posttest design. The data collection used observation method, test, and quetionnaires. The data analysis techniques used descriptive analysis of quantitative, qualitative and statistic non parametric. The results of this research are: 1) Teaching material developed has a valid category; 2) The practicality of teaching material in terms of a good category in feasibility of lesson plans and the students activities in accordance with steps of direct instruction using concept map strategy; and 3) The teaching material effectiveness in terms of: (a) Improving understanding of concept and critical thingking ability of student by getting the n-gain score from students and  the result of non parametric analysis (b) The students? responds toward material and implementation of teaching are very positive. It?s conclusion that the teaching material through concept map strategy are valid, practical, and effective to improve understanding of concept and critical thingking ability of student in senior high school. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran Kimia yang berbasis strategi belajar peta konsep yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D dan diujicobakan pada 2 kelas di kelas X SMA Negeri 1 Muara Bengkal pada semester genap tahun ajaran 2014/2015. Ujicoba perangkat pembelajaran menggunakan rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, kualitatif dan uji statistik nonparametrik. Temuan hasil penelitian, yaitu: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik dan aktivitas siswa sesuai dengan tahapan-tahapan pada model pembelajaran langsung yang menerapkan strategi belajar peta konsep; dan 3) Keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Peningkatan Hasil belajar pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa yang  terlihat dari nilai n-gain masing-masing siswa serta hasil analisis data nonparametrik yang telah dilakukan; (b) Respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran kimia berbasis strategi belajar peta konsep yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa SMA.
HUBUNGAN MISKONSEPSI SISWA SMP TERHADAP HAKIKAT SAINS DAN TERHADAP KONSEP SAINS Kulsum, Umu; Suyono, Suyono; Suyatno, Suyatno
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n2.p1324-1333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sebuah tesa (pernyataan peneliti) bahwa ada keterhubungan antara beban miskonsepsi siswa SMP terhadap hakikat  sains dengan beban miskonsepsi siswa terhadap konsep sains. Menguji tesis ini peneliti mengembangkan dua paket soal tes miskonsepsi yang disertai CRI (Certainty of Respons Index), yaitu (1) paket soal diagnosis pemahaman hakikat sains dan (2) paket soal diagnosis pemahaman konsep sains untuk level SMP. Sasaran penelitian adalah siswa SMP Negeri 5 Surabaya sejumlah 108 siswa masing-masing 36 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX. Paket soal hakikat sains sama untuk siswa pada ketiga jenjang kelas, sedangkan paket soal konsep sains dibedakan untuk masing-masing jenjang. Butir soal pemahaman konsep sains adalah soal-soal konsep yang diambil dari soal UNAS SMP 2012-2013. Uji keterhubungan menggunakan statistika non parametrik, chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada keterhubungan yang signifikan antara beban miskonsepsi siswa terhadap hakikat sains dengan beban miskonsepsi terhadap konsep sains pada siswa kelas VII dan VIII, sedangkan untuk siswa kelas IX tidak ada hubungan yang signifikan.
ASESMEN AUTENTIK DALAM ACTIVE LEARNING UNTUK MEMONITOR KEMAJUAN BELAJAR CALON GURU FISIKA Yuliati, Lia
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p120-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kemajuan belajar mahasiswa peserta matakuliah strategi pembelajaran fisika Prodi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang melalui asesmen autentik.  Asesmen ini digunakan dalam pembelajaran aktif sebagai salah satu upaya menyiapkan calon guru fisika di abad 21.Kemajuan belajar mahasiswa yang diamati mencakup kemampuan  merancang, melaksanakan dan mengevaluasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi dalam pembelajaran secara apa adanya melalui pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan dalam 3 tahap. Setiap tahap mahasiswa melaksanakan penilaian autentik sesuai dengan materi dan tugas yang diberikan. Instrumen yang digunakan meliputi SAP sebagai panduan pembelajaran, Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), butir soal tes, lembar observasi kemampuan melaksanakan pembelajaran, rubrik penilaian tugas-tugas, rubrik penilaian portofolio, jurnal belajar dan panduan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan partisipatif, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan dukungan data kualitatif dan kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik dapat digunakan untuk memonitor kemajuan belajar calon guru fisika. Asesmen autentik dapat memonitor hasil belajar mahasiswa dengan mengoptimalkan berbagai aspek kemampuan melalui berbagai aspek penilaian.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL SIKLUS BELAJAR 5E PADA MATERI KALOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Kamaluddin, Kamaluddin; Soebali, Bambang; Kardi, Soeparman
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n1.p468-475

Abstract

This research intents on developing learning Package with 5E model on heat to improve student learning outcomes. The research was conducted in two phases. The first phase was developing learning instrument by adapting the model of Dick & Carey. It included analyzing the basic competencies, analyzing concepts, analyzing students, formulating learning goals, developing instruments, developing learning strategies, and compiling learning Package. The second phase was testing the instruments on 10 students of SMPN 1 Dukun Gresik. The draft of implementation in the classroom used pretest and posttest design and descriptive qualitative data analysis. Based on the result of data analysis, the research showed that learning instrument that was developed had average score of validation categorized as good. The description of the result on feasibility of lesson plans categorized as good overall. The outcomes of students? cognitive after given 5E model of learning showed that all students competent, As well as students' motivation for followed 5E model of learning is high. In conclusion, the learning instrument of science with 5E model is decent used to improve student learning outcomes. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model 5E pada materi kalor untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap pertama mengembangkan perangkat pembelajaran dengan mengadaptasi model Dick & Carey  antara lain menganalisis kompetensi dasar, menganalisis konsep, menganalisis siswa, merumuskan tujuan pembelajaran, mengembangkan instrumen, mengembangkan strategi pembelajaran, serta menyusun perangkat pembelajaran. Tahap kedua mengujicobakan perangkat pembelajaran pada 10 siswa SMPN 1 Dukun Gresik. Rancangan implementasi di kelas menggunakan desain pretest dan posttest serta analisis data secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data, penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran dan instrumen pembelajaran yang dikembangkan memiliki rata-rata skor validasi berkatagori baik. Deskripsi hasil penelitian keterlaksanaan RPP secara keseluruhan berkatagori baik. Hasil belajar kognitif siswa setelah diberikan pembelajaran dengan model 5E menunjukkan bahwa semua siswa tuntas. Serta motivasi belajar siswa selama mengikuti pembelajaran model 5E ditagorikan tinggi. Kesimpulan penelitian adalah perangkat pembelajaran dengan Model 5E layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN CTL UNTUK MEMINIMALISIR MISKONSEPSI FLUIDA DINAMIS Susanti, Susanti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p224-230

Abstract

This Research purpose is to get the proof of the Development of teaching tool through CTL approach shows decrease of misconception after the learning. The amount of research subject contains 75 students from three classes, they are XII Scienc e 1, XII Science 4, and XII Science 5 in SMA Negeri 1 Surabaya. The research has been done with CRI (Certainty of Response Index) method for measuring the Student?s misconception. The research result shows the student?s misconception of Dynamic fluid happened on the concept at the beginning of learning before the CTL approach. The average percentage of misconcepti on on the three classes replication shows on the continuity equation shows 26.4 %, on the Bernoulli principal with the application of the Bernoulli, which is Torricelli theory shows 25.3 % of misconception , and on the next concept of application of Bernoulli principal which is Venture meter shows 30.7% of misconception, and on the Aircraft?s wing lifting shows 10.7% of misconception. On General Student Misconception happened on Dynamic fluid shows decrease level of misconception even though there are still few students on the three classes on the three replication classes shows increase of misconception level. The conclusion is Physic teaching and l earning through CTL approach can minimize the misconception level for Students on Dynamic fluid subject.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti dengan mengembangkan perangkat pembelajaran melalui pendekatan CTL agar terjadi penurunan miskonsepsi sesudah pembelajaran. Subyek penelitian berjumlah 75 siswa dari tiga kelas paralel yai tu kelas XII IPA1, XII IPA4, dan XII IPA5 di SMA Negeri 1 Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode CRI (Certainty of Response Index) untuk mengukur miskonsepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis terjadi pada sebagian besar konsep di awal sebelum pemberian pembelajaran CTL. Persentase rata-rata miskonsepsi pada ketiga kelas replikasi, menunjukkan pada konsep persamaaan kontinuitas menyisakan miskonsepsi sebesar 26,4%, pada konsep asas Bernoulli beserta penerapannya yaitu Teori Torricelli masih menyisakan miskonsepsi sebesar 25,3%, dan pada konsep penerapan asas Bernoulli yang berikutnya yaitu pada pipa venturimeter masih menyisakan miskonsepsi sebesar 30,7%, dan gaya angkat sayap pesawat terbang masih menyisakan masing-masing 10,7%. Pada umumnya miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis mengalami penurunan meskipun ada beberapa siswa pada ketiga kelas replikasi mengalami kenaikan jumlah miskonsepi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui pendekatan CTL dapat meminimalisir miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis
MENGEMBANGKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB DAN KEMAMPUAN AKADEMIK SISWA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING) Khaeruddin, Khaeruddin; Ibrahim, Muslimin; Supardi, Z.A. Imam
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n1.p6-18

Abstract

This study investigated the difference of student?s cognitive competency, scientific skills, and responsibility level after following teaching and learning process using discovery learning type less structured guided discovery and type guided discovery and describes the implementation and student?s activity on physics learning using teaching material based on discovery learning approah. The Subject of this study was students 10th grade  of SMK Negeri 2 Sumbawa Besar at 2nd semester academic year 2010/2011. It was experimental research of two-groups pretesst-posttest design. The techniques of data collecting are testing and observing. The data were analyzed desciptively and by using inferential statistic. The results revealed that: (1) Student?s cognitive competency, scientific skills, and responsibility level after following teaching and learning process using discovery approach with less structured guided discovery type was better than guided discovery type (2) The implemnetation of physic learning by using teaching material which based on discovery learning on both less structured guided discovery and guided discovery types were each 98.08%; (3) The steps of discovery learning on both less structured guided discovery and guided discovery types have been proved to be able develope student?s academic competency and responsibility character; (4) Student?s activities at physics learning by using teaching material which based on discovery learning described activities which relevant with steps of discovery learning on both the less structured guided discovery and guided discovery types.Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya perbedaan kemampuan kognitif,  keterampilan ilmiah, dan tingkat tanggung jawab siswa setelah diberikan pembelajaran discovery dengan tipe berbeda dan mendeskripsikan keterlaksanaan dan aktivitas siswa pada penerapan perangkat pembelajaran fisika yang berorientasi pada pendekatan discovery dengan tipe berbeda. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 2 Sumbawa Besar semester genap tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Two-Groups Pretest-Postest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pemberian tes dan observasi. Data-data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan menggunakan statistik inferensial. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) kemampuan kognitif,  keterampilan ilmiah, dan tingkat tanggung jawab siswa setelah diberikan pembelajaran fisika melalui pendekatan pembelajaran penemuan (discovery learning) tipe less structured guided discovery lebih baik daripada tipe guided discovery; (2) keterlaksanaan pembelajaran fisika yang menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi pada pendekatan discovery adalah  98,08 % pada kedua tipe guided discovery dan tipe less structured guided discovery; (3) aktivitas siswa  selama penerapan perangkat pembelajaran fisika yang berorientasi pada pendekatan discovery menggambarkan aktivitas siswa yang sesuai dengan tahap-tahap pembelajaran discovery baik pada tipe guided discovery maupun pada tipe less strucured guided discovery; dan (4) penerapan perangkat pembelajaran fisika yang berorientasi pada pendekatan pembelajaran discovery pada kedua  tipe less structured guided discovery dan tipe guided discovery terbukti dapat mengembangkan kemampuan akademik dan karakter tanggung jawab siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PEMAKNAAN DALAM PEMBELAJARAN IPA DAN PENUMBUHAN SENSITIVITAS MORAL Putra, IrwanSyah; Ibrahim, Muslimin; Supardi, Z.A. Imam
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n2.p340-345

Abstract

This research aims to develop devices based science learning biology teaching model in an effort to teach the meaning of science and foster moral sensitivity on the subject of human respiratory system. This study was classified as research development , ie developing syllabus , lesson plans , worksheets , BAS , and THB . Follow the development of the design of the 4- D models of Thiagarajan (1974 ) followed by the implementation phase of learning in the classroom using a pretest - posttest design. Device developed then validated by experts and tested first at 10 eighth grade students of SMP Negeri 1 Tarik. The results showed the validity of the RPP , BAS , and worksheets categorized very well , and the validity of test questions categorized invalid and valid enough. Readability level device includes worksheets for BAS and 77,2 % to the category of material is too easy , and a description of the difficulties include BAS and LKS was 22,1 % with a fairly easy category . The success of RPP during three meetings very well categorized ; activity levels of students categorized quite active ; better student learning outcomes tests of cognitive abilities , processes , psychomotor and moral sensitivity tests considered complete . Barriers in the PBM especially low student motivation in participating in learning .Based on the analysis of data, it can be concluded that the biology-based science learning learning model of meaning on the subject of the human respiratory system is able to teach science and junior high school students growing moral sensitivity. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran IPA Biologi berbasis model pembelajaran pemaknaan sebagai upaya mengajarkan IPA dan menumbuhkan sensitivitas moral pada pokok bahasan Sistem Pernapasan Manusia. Penelitian initergolong penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan Silabus, RPP, LKS, BAS, dan THB. Pengembangan perangkat mengikuti rancangan 4-D  model dari Thiagarajan (1974) dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan rancangan pretest-posttest design. Perangkat yang dikembangkan kemudian divalidasi oleh pakar dan diuji coba I pada 10 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tarik. Hasil penelitian menunjukkan validitas RPP, BAS, dan LKS berkategori baik; dan validitas soal tes berkategori valid. Tingkat keterbacaan perangkat meliputi BAS dan LKS sebesar 77,2% dengan kategori materi mudah; dan deskripsi kesulitan perangkat meliputi BAS dan LKS sebesar 22,1% dengan kategori tidak sulit. Keterlaksanaan RPP selama tiga kali pertemuan berkategori sangat baik; tingkat aktivitas siswa berkategori cukup aktif; hasil tes belajar siswa baik kemampuan kognitif, proses, psikomotor dan tes sensitivitas moral berhasil melampaui KKM yang ditetapkan. Hambatan dalam  PBM terutama siswa belum terbiasa dengan model pembelajaran pemaknaan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA Biologi berbasis model pembelajaran pemaknaan pada  pokok bahasan sistem pernapasan manusia efektif membelajarkan IPA dan menumbuhkan sensitivitas moral siswa SMP.