cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
PENERAPAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNSUR DENGAN SISWA SEBAGAI MODEL DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KELAS XII-IA SMA NEGERI 3 SURABAYA H.Purwanto, Slamet; Ibrahim, Muslimin; Poedjiastoeti, Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p90-93

Abstract

This research to implemented of reciprocal teaching strategies with student as a model in the chemical elements to improved student learning outcomes. This research used pretest-postest group design, as the researched target was a XII-iA grade SMA Negeri 3 Surabaya. The instrument used is a sheet implemented plan, tests, and questionnaires. Techniques of data analysis was used to learn the application of the device by calculating the percentage and analysis of student learning outcomes, if student responses used student percentage opinion. The results on this research (1) includes complex plan-oriented learning tools to students reciprocal teaching as a model for 88,95% and categorized well, (2) average student learning outcomes of both groups was 79.47, (3) the results of student responses showed 64% agreed and 32% most agreed if the reciprocal teaching strategies used in the study of chemical elements. Based on the above results the strategy of reciprocal teaching well performed, the results of both groups increased student learning, and as well as the students had a good response on reciprocal teaching strategies in the teaching of chemical elements. Penelitian ini bertujuan menerapkan strategi reciprocal teaching dengan siswa sebagai model dalam materi kimia unsur untuk meningkatkan hasil belajar. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest postest group design, sasaran penelitian adalah siswa kelas XII-iA SMA Negeri 3 Surabaya. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar keterlaksanaan perangkat, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menghitung persentase keterlaksanaan, analisis hasil belajar siswa, dan menghitung persentase pendapat siswa. Hasil-hasil dari penelitian ini adalah (1)keterlaksanaan perangkat pembelajaran berorientasi reciprocal teaching sebesar 87,38% dan berkategori baik, (2) rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia unsur sebesar 79,47, (3) respon siswa sebesar 64% setuju dan 32% sangat setuju jika strategi reciprocal teaching digunakan dalam pembelajaran kimia unsur. Simpulan dalam penelitian ini adalah keterlaksanaan perangkat strategi reciprocal teaching terlaksana dengan baik, hasil belajar siswa meningkat dan siswa memiliki respon yang baik mengenai penerapan strategi reciprocal teaching dalam pembelajaran kimia unsur.
IMPLEMENTATION OF SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES LEARNING MODEL IN ENVIRONMENTAL KNOWLEDGE COURSE IN THE STATE UNIVERSITY OF SURABAYA Listyoningsih, Elmi; Kirana, Tjandra; Rahayu, Yuni Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n1.p429-432

Abstract

To promote connection between biology content and social context, students need to be involved in Socio-scientific Issues (SSI) learning model. In doing so, involving 29 students majoring Biology Education enrolled in Environmental Knowledge course, to observe student?s perception and student?s achievement. Data were collected through questionnaires, test and observation, and then analyzed using qualitative descriptive technique. The findings reported that student?s perception was increased toward SSI learning model (N-Gain=0,4), all of students were successful in student?s achievement based on increasing of student?s achievement (N-Gain=0,4) and there was positive and fair correlation between student?s perception and student?s achievement (rxy=0,4). However, further investigation need to be conducted for examining student?s attitudes towards SSI learning model.
PERBEDAAN PENGGUNAAN LABORATORIUM REAL DAN LABORATORIUM VIRTUAL PADA KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA MATERI TITRASI ASAM BASA Sulistiowati, Nanik; Yuanita, Leny; Wasis, Wasis
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p191-197

Abstract

The research was an experimental study to identify differences on process skills and student?s achievement by using real and virtual laboratories in acid base titration. The subject was students of 11st science class at Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo High School. The research used 4 classes with real laboratory learning class as a control class while 3 classes given by the virtual laboratory as an experimental classes. Design of research was Control Group pre-test-post-test design. The result was a feasibility lesson plans on using real laboratory showed similar results with learning using virtual laboratory were categorized very wel l, student activity during the learning process using real and virtual  laboratory showed the same result were an increase in inquiry activities. The average value of the process skills of students used real laboratory on control class is 79,12 and virtual laboratory on experiment class 1, 2, and 3 were 80,18; 79,88; and 81,16 respectively.  The average value the results of student?s  achievement  used real laboratory on control class is 78,25 and virtual laboratory on experiment class 1, 2, and 3 were 79,48; 79,63; and 80,26 respectively. Process skills showed correlation with student?s achievement in use real and virtual laboratories. The conclusion was there are no differences in the skills process and student?s achievement by using real and virtual laboratories in acid base titration therefore virtual laboratory could be used as simulation media in schools with computing facilities before students learn using real laboratory. The virtual laboratory were not a competitor and didn?t function to replace the real laboratory.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan proses dan hasil belajar siswa dengan menggunakan laboratorium real dan laboratorium virtual materi titrasi asam basa. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPA di SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo. Uji coba penelitian menggunakan 4 kelas dengan pembagian 1 kelas diberikan pembelajaran dengan laboratorium real sebagai kelas kontrol sedangkan 3 kelas diberikan pembelajaran dengan laboratorium virtual sebagai kelas eksperimen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Control Group pre-test-post-test Design. Hasil dari penelitian ini adalah keterlaksanaan RPP pada pembelajaran menggunakan laboratorium real menunjukkan hasil yang sama dengan pembelajaran menggunakan laboratorium virtual yaitu berkategori sangat baik, aktivitas siswa selama pros es pembelajaran menggunakan laboratorium real dan laboratorium virtual menunjukkan hasil yang sama yaitu mengalami peningkatan dalam kegiatan inkuiri. Nilai rata-rata keterampilan proses siswa yang menggunakan laboratorium real pada kelas kontrol sebesar 79,12 dan menggunakan laboratorium virtual pada kelas eksperimen 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 80,18; 79,88; dan 81,16. Nilai rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan laboratorium real pada kontrol sebesar 78,25 dan menggunakan laboratorium virtual pada kelas eksperimen 1, 2, dan 3 berturut-turut sebesar 79,48; 79,63; dan 80,26. Keterampilan proses menunjukkan adanya korelasi dengan hasil belajar produk pada pembelajaran yang menggunakan laboratorium real dan laboratorium virtual. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan pada keterampilan proses dan hasil belajar siswa dengan menggunakan laboratorium real dan laboratorium virtual materi titrasi asam basa sehingga laboratorium virtual dapat digunakan sebagai media simulasi pada sekolah yang memiliki fasilitas komputasi sebelum siswa belajar menggunakan laboratorium real. Laboratorium virtual bukanlah kompetitor dan tidak difungsikan untuk menggantikan laboratorium real.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD BERBASIS MULTIPLE REPRESENTASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN REAKSI REDUKSI OKSIDASI DI KELAS X SMA Susanto, Heri; Suyatno, Suyatno; Madlazim, Madlazim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p572-578

Abstract

This research aims to develop a feasible, practical, and effective instructional material with cooperative learning model of STAD type using multiple representations to improve learning outcomes of senior high school students. This research is the developmental research, using four D models. Limited tryout of teaching material used one-group pretest-posttest design. This research used a sample of senior high school students of class X Trimurti Surabaya academic year 2013/2014 on oxidation reduction reaction topic. The results were obtained: (1) the validity of the content of the lesson plans, student book, work sheet, learning outcome test were good category; (2) the readability of student book and work sheet were good category; (3) learning performance were good category; (4) students activity showed to students centered learning; (5) students gave the positive response to learning process; (6) all students achieved mastery of learning with high gain scores. Based on the results of this research it could be concluded that the Chemistry teaching material with cooperative learning model of STAD type using multiple representations to improve the students learning outcomes of senior high school students on the oxidation reduction reaction were feasible, practical, and effective to be used at learning process. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang layak, praktis, dan efektif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis multiple representasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas X SMA. Penelitian pengembangan menggunakan model 4-D dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X SMA Trimurti Surabaya tahun pelajaran 2013/2014 untuk pokok bahasan reaksi reduksi oksidasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas isi RPP, BAS, LKS, THB aspek pengetahuan berkategori baik; (2) tingkat keterbacaan BAS dan LKS berkategori baik; (3) keterlaksanaan RPP berkategori baik; (4) aktivitas siswa menunjukkan pembelajaran yang berpusat pada siswa; (5) respon siswa positif terhadap proses pembelajaran; (6) seluruh siswa mencapai ketuntasan hasil belajar dengan skor peningkatan yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran Kimia dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbasis multiple representasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan reaksi reduksi oksidasi di kelas X SMA layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran.
PENGARUH E-EVALUATION BERSIKLUS TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA SMK Hadibyono, Hadibyono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p299-305

Abstract

This study aimed to know the effect of cyclical e-evaluation of learning achievement in chemistry at second class even semester in Multimedia of SMK Negeri 12 Surabaya. A set of learning was developed by modification of the development of the 3-P model of learning that adapted from Ibrahim. Planning applied in taking data is modification from design "The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design, Using Matched Subjects". Statistical result of calculation using t test  sample correlated, shows there are influence cyclical e-evaluation is having  to achievement of student learning chemistry  at SMK in significance. Cyclical e-evaluation can be used as an alternative of recording of students' cognitive abilities, so that teachers can know the student's cognitive condition easily and quickly. Cyclica l e- evaluation can also encourage students to learn more intense because the students knew directly the score obtained and they will be directed by feedback.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh e-evaluation bersiklus terhadap prestasi belajar kimia pada siswa kelas XI semester II jurusan Multimedia SMK Negeri 12 Surabaya. Perangkat dikembangkan dengan modifikasi pengembangan perangkat pembelajaran model 3-P yang diadapatasi dari Ibrahim. Rancangan yang digunakan dalam mengambil data adalah modifikasi dari rancangan ?The Randomized Pretest-Posttest Control Group Design, Using Matched Subjects?. Data statistik hasil perhitungan menggunakan uji t sampel berhubungan, menunjukkan ada pengaruh e-evaluation bersiklus terhadap prestasi belajar kimia siswa SMK secara signifikan. E-evaluation bersiklus dapat digunakan sebagai alternatif perekaman kemampuan kognitif siswa, sehingga guru dapat mengetahui kondisi kognitif siswa dengan mudah dan cepat. E-evaluation bersiklus juga dapat mendorong siswa untuk belajar lebih intens karena siswa langsung tahu perolehan skornya dan mereka akan terarahkan oleh balikan atau feedback yang tersedia
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP DALAM PEMBELAJARAN IPA PADA MATERI TEKANAN ZAT Ayun, Qurrota; Hasasiyah, Siti Hardiyanti; Subali, Bambang; Marwoto, Putut
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v9n2.p1804-1811

Abstract

Keterampilan berpikir kritis adalah salah satu komponen kecakapan hidup yang merupakan paradigma pendidikan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan berpikir  kritis siswa SMP pada materi Tekanan Zat. Desain penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian diambil dengan metode cluster random sampling, yaitu sebanyak 23 siswa kelas VIII-B SMP Al Madina Semarang tahun ajaran 2018/2019. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar soal yang berisi 10 pertanyaan tingkat tinggi (tingkat kognitif C4-C6) yang berupa pilihan ganda dengan lima aspek keterampilan berpikir kritis yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan yaitu sangat tinggi 0%; tinggi 38%; sedang 45%, rendah 17%; dan sangat rendah 0%. Pada aspek memberikan penjelasan sederhana sebesar 74%, membangun keterampilan dasar 63%, menyimpulkan 37%, memberikan penjelasan lanjut 52%, serta mengatur strategi dan taktik 54%. Kesimpulan penelitian ini adalah profil keterampilan berpikir kritis siswa secara keseluruhan pada materi Tekanan Zat termasuk kategori sedang.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERBASIS MODEL PEMAKNAAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN MENANAMKAN KARAKTER Wasis, Wasis; Koestiari, Toeti; Suwar, Suwar
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n2.p387-397

Abstract

The research was aimed to produce a science physics learning package based on the Model Pemaknaan to facilitate science process skills and cultivate character on the subject of Electromagnetic Induction. The object is achieved through the process of describing the feasibility, practicality, and effectiveness of learning package are developed. This type of research is the development of research, to develop a learning package including syllabus, lesson plans, worksheets, student textbooks, and learning outcomes assessment sheet. The researcher developed the learning package using 4-D and used One Group Pre Test ? Post Test Design during the implementation. The subjects in this research is learning package, were tested on students of SMP Negeri 2 Mojokerto. Data collection was conducted in three sessions. Analysis of experimental data showed that the developed learning package categorized feasible, practical, and effective. Feasibility in terms of legibility student textbooks was 90%, and validation results were expressed valid. Demonstrated the practicality of enforceability lesson plan average of 97.6%, 76.7% student's activity. The effectiveness of the learning package is shown with 82.4% cognitive learning outcomes, 94.6% psychomotor, 97.3%  science process skills, and 95.8% affective average (100% moral knowing, 100% moral feeling, 87.5%  acting morally), and 92.1% the positive response of students (100 % respond positively to the interpretation phase, characteristic of Model Pemaknaan. Based on the results of data analysis concluded that the science physics learning package based Model Pemaknaan  in the subject matter of electromagnetic induction feasible, practical, and effective to use in learning tofacilitate science process skills and cultivate character of junior high school students. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan perangkat pembelajaran IPA Fisika berbasis model pemaknaan untuk melatihkan keterampilan proses sains dan menanamkan karakter pada pokok bahasan Induksi Elektromagnetik. Tujuan tersebut dicapai melalui proses mendiskripsikan kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan perangkat pembelajaran meliputi Silabus, RPP, LKS, BAS, dan LPHB. Model pengembangan perangkat yang digunakan adalah model pengembangan 4-D, sedangkan dalam uji coba perangkat digunakan rancangan One Group Pretest ? Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran yang diujicobakan pada siswa SMP Negeri 2 Mojokerto. Pengambilan data dilakukan dalam tiga kali pertemuan. Analisis data penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori layak, praktis, dan efektif. Kelayakan ditinjau dari keterbacaan BAS 90% dan hasil validitasi yang menyatakan perangkat pembelajaran valid. Kepraktisan ditunjukkan dari keterlaksanaan RPP rata-rata 97,6%, aktivitas siswa 76,7%.  Keefektifan perangkat pembelajaran ditunjukkan dengan hasil belajar kognitif 82,4%,  psikomotor 94,6%,  keterampilan proses sains 97,3%, dan afektif rata-rata 95,8% (moral knowing  100%, moral feeling 100%, moral acting 87,5%), serta respon positif siswa 92,1 % (100% merespon positif terhadap fase pemaknaan, ciri khas model pemaknaan). Berdasarkan hasil analisis data di atas disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA Fisika berbasis model pembelajaran pemaknaan pada materi pokok induksi elektromagnet layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran untuk melatihkan keterampilan proses sains dan menanamkan karakter siswa SMP.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR MAHASISWA DENGAN MENURUNKAN BEBAN KOGNITIF MELALUI INTEGRASI STRUKTUR PADA FUNGSI TUMBUHAN MENGGUNAKAN MODEL NESTED Hindriana, Anna Fitri; Rahmat, Adi; Redjeki, Sri; Riandi, Riandi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p158-163

Abstract

Integration of teaching subject of plant structure into plant function using nested model aimed to improve student thinking skills when they are receiving information with high interconnection causing cognitive load. To facilitate the thinking skills especially on either inductive or deductive are  required a learning model that can decrease cognitive load  when the students receiving information caused by the teaching method  (extranous load). This research using pre-experimental method with One Group Pre test ? Post Test design. Participants of this study were 22 students have took Plant Anatomy Course in previous semester. There are two main data collected in this study, qualitative and quantitative data. Qualitative data were gathered using documents collected from student tasks. Quantitative data were collected using paper and pencil test containing 30 items test measuring students? reasoning skills about plant physiology comprehensively. The result shows that after learning using nested type student  thinking  skills  were  increased  especially in inductive  reasoning.  Most  students  had  thinking  skill  and analysis information skill categorized by good criteria. The reasoning skills of 68 % students had categorized by good criteria and only 32% of students had reasoning skills belong to sufficient criteria.  The experiment design skills of 65% students were be affiliated with good criteria. We found that no more than 35% students should be guided during they do the tasts covering experimental design skills.Integrasi Struktur pada Fungsi Tumbuhan  menggunakan model  nested  bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan berpikir  mahasiswa. Model  ini  diperlukan  pada  saat  mahasiswa  menerima informasi dengan interkoneksi tinggi,  yang  dapat menimbulkan    beban  kognitif. Untuk  memfasilitasi keterampilan berpikir  terutama penalaran baik  induktif maupun  deduktif diperlukan  adanya  model  pembelajaran  yang  dapat  menurunkan  beban  kognitif  pada  saat  mahasiswa  menerima  informasi. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain One Group Pre test ? Post Test. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 22 mahasiswa yang telah mengikuti mata kuliah Anatomi Tumbuhan. Pengumpulan data dilakukan secara kualitatif dan  kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dari tugas mahasiswa pada saat melakukan  analisis informasi dan angket untuk mengetahui beban kognitif  mahasiswa pada saat menerima informasi ketika implementasi pembelajaran. Data kuantitatif dikumpulkan dari hasil tes penalaran yang terdiri dari 30 soal pilihan berganda beralasan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir terutama penalaran induktif  setelah diterapkan pembelajaran model nested. Sebagian besar mahasiswa memiliki keterampilan berpikir dan menganalisis informasi dengan kategori baik. Kemampuan penalaran  mahasiswa  sebesar  68  %  termasuk  dalam  kriteria  baik  dan  32%  termasuk   dalam   kriteria   cukup. Kemampuan merancang  eksperimen  mahasiswa sebesar 65% termasuk dalam kriteria baik. Hanya 35% mahasiswa yang masih memerlukan bimbingan dalam mengerjakan tugas-tugas yang terkait dengan keterampilan merancang penelitian.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Wicaksono, Iwan; Jatmiko, Budi; Prastowo, Tjipto
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v4n2.p518-524

Abstract

This study aims to describe the validity, practicality, and effectiveness of physics learning material based on a 5E learning cycle model to improve student?s understanding in static fluid. Model had the best of guide student?s through the stages of learning. the development of research learning using a modified 4-D model Thiagarajan (no disseminate is required) and one group pretest-posttest design. Research had done in class X SMAN 16 Surabaya Academic Year 2013/2014. Data collection techniques using observation, test, and questionnaire. Analysis using quantitative and qualitative descriptive. The results of  this research are as follows: 1) the validity of RPP is found to be 3.9 which is categorized exellent, BAS is calculated 3.7 clasified exellent, LKS is calculated 3.8 clasified exellent, the legibility of BAS is found to be 74% which is categorized high, the legibility of LKS is found to be 77% which is categorized high, the difficulty of BAS is found to be 27% which is categorized easily, the difficulty of LKS is found to be 26% which is categorized easily; 2) the practicality of learning a feasibility is calculated 95% clasified exellent and learning implementation constraints that arise when students understand the experiment steps; 3) the effectiveness of learning, an improved student understanding happens to the majority of respondents (33 out of 35 students) in every class test; of 14 student activities observed, it is found that 80% fits into an adequate or good category and the remaining requires futher treatment, and positive student response to learning. Based on the research results three class are consistent, it can be concluded that the developed learning material on the based of a 5E learning cycle model to improve student?s understanding is appropriate that it can be applied in learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelayakan perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 5E untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis. Keutamaan model ini membimbing siswa melalui tahapan-tahapan pembelajaran. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan untuk mengembankan perangkat pembelajaran menggungakan model 4-D oleh Thiagarajan (tahap disseminate tidak dilaksanakan) dengan rancangan ujicoba one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di kelas X SMAN 16 Surabaya pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, pemberian tes, dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil-hasil penelitian meliputi: 1) validitas perangkat pembelajaran, di mana nilai validasi RPP sebesar 3,9 berkategori sangat baik, BAS sebesar 3,7 berkategori sangat baik, LKS sebesar 3,8 berkategori sangat baik; keterbacaan BAS sebesar 75% berkategori tinggi, keterbacaan LKS sebesar 77% berkategori tinggi; tingkat kesulitan BAS sebesar 27% berkategori mudah, tingkat kesulitan LKS sebesar 26% berkategori mudah; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran, di mana keterlaksanaan pembelajaran sebesar 95% berkategori sangat baik dan kendala pelaksanaan pembelajaran yang muncul saat siswa memahami langkah-langkah percobaan; 3) keefektifan perangkat pembelajaran, di mana peningkatan pemahaman konsep siswa pada  mayoritas responden (33 dari 35 siswa) di setiap kelas uji; dari 14 butir aktivitas siswa yang diamati ditemukan sekitar 80% berkategori cukup baik atau baik dan sisanya masih membutuhkan penanganan lebih intensif, serta respons siswa positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil-hasil penelitian ketiga kelas yang konsisten, maka disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model learning cycle 5E untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi fluida statis layak digunakan sehingga dapat diterapkan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI ENZIM BERBASIS METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Riyanto, Riyanto; Susantini, Susantini; Rahayu, Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p269-273

Abstract

This study aims to determine the feasibility of learning biologi guided discovery-based learning methods, critical thinking skills and learning outcomes after the implementation of learning in students of class XII Science 4in SMAN 19 Surabaya. The research carried out by using 4-D design models and the implementation of learning in the classroom using the one-group pretest- posttest design with one treatment. Data collection was done using observation, tests, documentation and questionnaires. Data analysis was done by using descriptive statistical analysis. Based on the result of this study concluded that the developed learning package for learning to improve critical thinking skills and student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran biologi berbasis metode  guided discovery learning, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar setelah implementasi perangkat pembelajaran pada siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 19 Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan 4-D model dan pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan rancangan one group pretest-posttest design dengan satu perlakuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, tes, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelaja ran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.