cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL STRUCTURED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI FLUIDA STATIS Rohmah Primadani; Tukiran Tukiran; Budi Jatmiko
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1235-1245

Abstract

Curriculum 2013 emphasizes learning not only the achievement of knowledge, but also emphasizes the skills of students by providing sufficient  space for students to develop their creativity and independence so that it has the ability to think logical, critical, creative thinkings  and have problem solving skills. The lack of students skill in problem solving may be caused partly because of the lack of teaching materials that are specifically designed to enhance students skill in problem solving. Therefore in this study it is developed a physics teaching materials based on structured inquiry model as an effort to improve students skill in problem solving. Development of the teaching materials used 4D models and tried out at class X  SMAN 1 Krian in 2014/2015. The materials are tried out using One Group Pre-test and post-test design. Data collection methods was conducted using validation, testing, observation, and questionnaires. Data analysis technique was conducted using quantitative and qualitative descriptive. Based on the data analysis and discussion, it is obtained: 1) teaching materials developed is  classified as valid; 2) book and students worksheet readability has a high category; 3) the implementation of lesson plans is performed well, although there are still several problems (time for managing class and the difficulty is using equipments); 4) dominant activity  of students is to implement problem-solving plan; 5) problem solving skills of students after learning increases significantly with high category; and 6) the students response to the learning model of structured inquiry is classified as positive. Based on the data analysis and discussion, it can be concluded that the developed teaching materials was feasible to be used in learning process to improve students skill in problem-solving for static fluid. Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran selain pada pencapaian pengetahuan, juga menekankan pada keterampilan siswa dengan memberi ruang yang cukup bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian mereka sehingga memiliki kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif serta memiliki keterampilan pemecahan masalah. Kurangnya keterampilan pemecahan masalah siswa dapat disebabkan antara lain karena belum adanya perangkat pembelajaran yang khusus dirancang untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Untuk itu dalam penelitian ini dikembangkan perangkat pembelajaran fisika model structured inquiry sebagai usaha meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa. Pengembangan perangkat  pembelajaran menggunakan model 4D dan diujicobakan pada siswa kelas X di SMAN 1 Krian pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Desain ujicoba perangkat menggunakan One Group Pre-test and Post-test Design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah validasi, tes, observasi, dan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis dan pembahasan diperoleh beberapa temuan, yaitu: 1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan tergolong valid; 2) keterbacaan BAS dan LKS tergolong tinggi; 3) pada pelaksanaan ujicoba diperoleh RPP terlaksana dengan baik, meskipun masih ada beberapa kendala (waktu untuk mengelola kelas dan kesulitan dalam menggunakan alat ukur); 4) aktivitas siswa yang dominan adalah melaksanakan rencana pemecahan masalah; 5) keterampilan pemecahan masalah siswa setelah pembelajaran  meningkat signifikan dengan kategori tinggi; dan 6) respon siswa terhadap pembelajaran model structured inquiry tergolong positif. Berdasarkan hasil analisis dan diskusi penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan mempunyai kualitas yang layak digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi fluida statis.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN CTL MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS Endah Mardewanti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1246-1254

Abstract

This study aims to accustome the ability of critical thinking skills of students who managed CTL approach using model Group Investigation. This study was conducted in two phases, the preparation phase which aims to develop learning package and the second phases of the trail of the device. Learning package  developed in the form of lesson plan (RPP), Students worksheet (LKS), text books (BAS),  and critical thingking skills test (TBK). Critical thinking skills are trained include formulating the problem, provide argument, analize and conclude. The device was developed with the development step of Borg and Gall, then proceed with the trial in the classroom by using pretest-posttest design. Data collected by expert judgement, observation, testing, and legibility BAS were collected using techniques close procedure. The collected data were then analized using descriptive analysis. Results of data analysis obtained as follows the quality of learning package developed by expert declared valid by validator. extremely high level of legibility and easy to understand, RPP achieve excellent, student activity that stand out is formulating a problem; student activity that stands out is formulating a problem; obstades that occur in the learning process is that students are not familiar investigations, thus requiring a briefing before hand. Critical thinking skills of students in the high category. Students' response to the lessons learned, so of data analysis can be concluded that the learning package by using CTL approach GI type cooperative model in the static fluid material can be used to train students' critical thinking skill Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat digunakan melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa yang dikelola dengan pendekatan CTL menggunakan model Group Investigation. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan yang bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran dan tahap kedua tahap uji coba perangkat. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku Ajar Siswa (BAS), dan tes Keterampilan Berpikir Kritis (KBK). Keterampilan berpikir kritis yang dilatihkan meliputi merumuskan masalah, memberikan argumen, menganalisis, dan menyimpulkan. Perangkat dikembangkan dengan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall, kemudian dilanjutkan dengan uji coba di SMA Plus Sabilur Rosyad di kelas X-IPA1 dan X-IPA2 dengan menggunakan rancangan pretest-postest design. Data dikumpul berdasarkan penilaian validator, observasi, tes, dan  keterbacaan BAS yang dikumpul dengan menggunakan teknik close procedure. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis data secara deskriptif. Hasil analisis data diperoleh sebagai berikut: kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid oleh pakar/validator; tingkat keterbacaan BAS sangat tinggi dan mudah dipahami; RPP mencapai keterlaksanaan yang sangat baik; aktivitas siswa yang menonjol adalah merumuskan masalah; kendala yang terjadi dalam proses pembelajaran adalah siswa belum terbiasa melakukan penyelidikan, sehingga membutuhkan pengarahan terlebih dahulu. Keterampilan berpikir kritis siswa masuk dalam kategori tinggi. Respon siswa terhadap pembelajaran baik, sehingga dari hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran dengan pendekatan CTL menggunakan model kooperatif Group Investigation pada materi fluida statis dapat digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL INKUIRI TERBIMBING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP Riris Susanti; Z. A. Imam Supardi; Sifak Indana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1255-1264

Abstract

This research aimed to produce science learning materials that are feasible  to fascilitate students science process skill of junior high school. This research was conducted to implement the teaching and  learning materials based on guided inquiry model. This research developed them using Dick-Careys model and try outed using one group pre-test post-test design. The subjects of this research was science learning materials that consist of syllabus, lesson plan, students work sheet, instructional media, evaluation sheet to measure students science process skill. It was conducted to 28 eighth grade students in junior high school. The data were collected using validation, observation, test, and questionnaire. The data were analyzed  using descriptive quantitative and qualitative technique. The results  showed: (1) the teaching and learning materials developed are valid; (2) learning implementation got a good category; (3) the students participation  in actively learning; (4) students science process skill showed high category, (5) the students give positive response with very good category toward teaching and learning process. Based on this results, it can be concluded that the set of learning materials based on guided inquiry model have been developed are feasible to fascilitate  the students science process skill. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA model inkuiri terbimbing yang layak untuk melatihkan keterampilan proses sains  siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model Dick-Carey dan desain uji coba penelitian menggunakan one group pre-test post-test design. Subyek penelitian adalah perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, RPP, LKS, Buku Ajar Siswa, Instrumen Penilaian Keterampilan Proses Sains. Uji coba dilaksanakan pada siswa kelas VIII SMP sebanyak 28 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan validasi, observasi, tes, dan pengisian angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat yang dikembangkan valid; (2) pembelajaran terlaksana dengan kategori baik; (3) siswa menjadi aktif dalam pembelajaran (4) keterampilan proses sains menunjukkan kategori tinggi (5) siswa memberikan respon positif dengan kategori sangat baik terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA model inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan layak untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MELATIH KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POKOK ALAT ALAT OPTIK Nahdia Rupawanti BR; Budi Jatmiko; Soeparman Kardi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1265-1272

Abstract

This Research aimed at developing instructional learning materials, particularly Optical Equipments, based on Learning Cycle 5E to facilitate the students Critical Thinking. The researchs subjects are developing instructional learning materials and students of grade XI in Islamic Senior High School Darul Istiqomah, Bojonegoro. The study used Dicks and Careys model. The developed instructional learning material is tryouted using one group pretest-posttest design in the classroom. The studys data analysis used descriptive quantitative technique and descriptive qualitative technique. The results are obtained: developing instructional learning material validity are generally categorized as valid; RPP performing is well; the dominant activity is observation; students also have positive responses to learning model; students critical thinking increases. The Obstacles encountered during learning is the time required to carry out learning activities exceeds from predetermined time. Based on the findings and results, it is concluded that the instructional learning materials of Learning Cycle 5E are feasible to facilitate the students Critical Thinking. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan model Learning Cycle 5E pokok bahasan alat alat optik untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa yang layak. Subjek penelitian adalah perangkat pembelajaran dan siswa kelas XI di MA Darul Istiqomah kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Dick and Carey. Uji coba hasil pengembangan perangkat dalam pembelajaran di kelas menggunakan one group pretest-posttest design. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualititatif. Temuan dari hasil penelitian ini yaitu: Validitas perangkat pembelajaran dinyatakan valid, keterlaksanaan RPP berkategori baik; aktivitas siswa paling dominan selama pembelajaran adalah melakukan pengamatan; respon siswa terhadap pembelajaran model Learning Cycle 5E dinilai baik; kemampuan berpikir kritis siswa meningkat. Kendala yang ditemui selama pembelajaran adalah waktu yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran melebihi waktu yang telah dialokasikan. Berdasarkan pembahasan hasil dan temuan-temuan, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model Learning Cycle 5E yang telah dikembangkan pada materi alat alat optik, layak dipergunakan untuk melatihkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERTIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MELATIH KETERAMPILAN SOSIAL DAN MENUNTASKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Muhammad Humaidin; Endang Susantini; Tjipto Haryono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1273-1282

Abstract

Research aims to improve The development learning cooperative Model of Two Stay Two Stray type to improving Social Skills and Increase student outcomes which are validity, practically, and effectively in topic structure earth and disaster for eight grade students; and describing the realization result of instructional design plan, students learning outcomes, students responds, and the obstacles encountered in the implementation of learning. The research was conducted in two steps, The development of cooperative learning Model Two Stay Two Stray type for improve Social Skills and Increase student outcomes which referred to four-D instructional design model. The last step was tested the instructional design that has been developed on students. Subject of this research is students in class VIII SMPN 14 Bima city. Researcher use One Group Pretest-Posttest Design to test the instructional design that has been developed. Data collecting through validation, observation, test, documentation, and student respons questionnaire. Data analysis used descriptiv analysis. The development of cooperative learning Model Two Stay Two Stray type for improve Social Skills and Increase student outcome are validility, practically, and effectively topic structure earth and disaster. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang valid, praktis, dan efektif pada pokok bahasan struktur bumi dan bencana kelas VIII; dan untuk mendeskripsikan hasil keterlaksanaan RPP, hasil belajar siswa, keterampilan sosial, respon siswa, serta Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pengembangan perangkat pembelajaran model kooperatif Tipe Two Stay Two Stray yang mengacu pada model pengembangan four-D tetapi hanya sampai pada tahap pengembangan. Tahap kedua yaitu mengujicobakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan pada siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 14 Kota Bima. Uji coba dilakukan dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data dilakukan melalui validasi, pengamatan, tes, dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan teknis analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray  sangat valid, praktis, dan efektif untuk pokok bahasan struktur bumi dan bencana. 
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Satwika Trianti Ngandoh; Endang Susantini; I Gusti Made Sanjaya
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n1.p1283-1288

Abstract

This research is the development of the design of the learning materials used a model of Dick and Carey and tested in class VIII SMP Negeri 2 Dlanggu even semester in academic year of 2015/2016. Learning takes place by applying the based of guided inquiry learning materials. The research subjectives are learning materials. The data collections used validation, observation, test, and questionnaires methods. The results showed that: (1) a valid learning materials developed; (2) the learning process took place well; (3) the students were more active in learning; (4) the learning achievement of students has increased by a score of N-gain high category; (5) the students responded positively towards learning. Based on the above results, it can be concluded that the guided inquiry learning based materials that have been developed feasible used to improve student learning achievement. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA yang layak untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan desain perangkat pembelajaran menggunakan model Dick and Carey dan diujicobakan di kelas VIII SMP Negeri 2 Dlanggu tahun ajaran 2015/2016.  Pembelajaran dilakukan dengan cara menerapkan perangkat pembelajaran IPA berbasis inkuiri terbimbing. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan metode validasi, observasi, tes dan angket. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid; (2) pembelajaran terlaksana dengan kategori sangat baik; (3) hasil belajar siswa  mengalami peningkatan dengan skor N-gain berkategori tinggi; (4) Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing yang telah dikembangkan layak digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING MENGGUNAKAN SIMULASI PhET UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA Soelastri Kohar; Budi Jatmiko; Raharjo Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n2.p1289-1301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dengan menggunakan program simulasi PhET yang layak untuk mereduksi miskonsepsi siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D yang direduksi menjadi 3-D dan diujicobakan di tiga kelas XI SMAN 4 Surabaya tahun pelajaran 2015/2016 dengan one group pretest posttest design.  Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan angket.Data dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) Validitas: (a) Validasi RPP kategori baik, BAS kategori cukup baik, LKS kategori baik, Tes Uji Miskonsepsi umumnya valid; (b) Rata-rata keterbacaan BAS sebesar 59,8% dan LKS sebesar 71,3%; (c) Rata-rata tingkat kesulitan BAS sebesar 32,5% dan LKS sebesar 34,3%; (2) Kepraktisan meliputi: (a) Perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik, dan (b) Tingkat aktivitas siswa dikategorikan baik (3) Keefektifan yang meliputi: (a) hasil tes uji miskonsepsi dengan N(g) 0,73; dan hasil analisis uji statistik  one-way ANOVA, yaitu : 1) tidak ada perbedaan yang signifikan penurunan miskonsepsi dari ketiga kelas, 2) N-Gain penurunan miskonsesi siswa dialami pada masing-masing kelas (b) Respon siswa terhadap KBM adalah positif. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, disimulkan bahwa perangkat pembelajaran listrik dinamis dengan model inkuiri terbimbing layak digunakan oleh siswa SMA untuk menurunkan miskonsepsi siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMA Aji Siswaji; Soeparman Kardi; Imam Supardi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n2.p1302-1309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Fisika melalui pengembangan perangkat pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan yang bertujuan mengembangkan instrumen pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dengan mengadaptasi model 4-D, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pada pembelajaran di kelas menggunakan rancangan one group pretest-posttest design. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas perangkat pembelajaran yang meliputi: (a) Validitas komponen RPP dengan skor rata-rata 4,09 (sangat baik), (b) Rerata skor BAS yang meliputi sub komponen kelayakan isi 3,53 (sangat baik), kebahasaan 3,43 (sangat baik), penyajian 3,42 (sangat baik), (c) Rata-rata skor validasi LKS 4,32 (sangat baik), (d) Soal pretest-posttest yang valid. (2) Keterlaksanaan KBM rata-rata 3,86 (sangat baik), aktivitas siswa mempunyai indeks reliabilitas rata-rata 90% dengan kegiatan paling dominan berdiskusi dalam merumuskan kesimpulan. Analisis N-Gain hasil belajar siswa menunjukkan: 42% siswa mengalami peningkatan sedang dan 58% siswa mengalami peningkatan yang tinggi. Respon siswa menunjukkan tertarik, mudah dan berminat dalam mengikuti KBM. Berdasarkan hasil-hasil analisis data dalam  penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar Fisika siswa SMA.
Pengaruh Penerapan Strategi Scaffolding Terhadap Ketuntasan Hasil Belajar Peserta Didik SMA Negeri 4 Banda Aceh Pada Submateri Tata Nama Senyawa Hidrokarbon Faizah Muna Nabila; Abdul Gani; Habibati Habibati
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n2.p1310-1316

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul pengaruh penerapan strategi scaffolding terhadap ketuntasan hasil belajar peserta didik SMA Negeri 4 Banda Aceh pada submateri tata nama senyawa hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitan eksperimen. Subjek penelitian yaitu kelas XI IPA 2 sebagai kelas kontrol dan XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik sebanyak 30 dan 31 orang. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan observasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berupa soal tes (tes awal dan ulangan harian) serta lembar observasi sikap. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji-t untuk membuktikan hipotesis serta rumus persentase. Berdasarkan uji hipotesis hasil yang diperoleh yaitu Ho diterima karena hasil thitung< ttabel yaitu 1,853 < 2,0409. Hasil penelitian menunjukan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen sedikit lebih tinggi dari kelas kontrol dengan persentase sebesar 73 > 69,66%. Penilaian sikap secara klasikal diolah dengan menggunakan rumus persentase dengan hasil rata-rata sebesar 74,8% pada kelas eksperimen dan 73,16% pada kelas kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh penerapan strategi scaffolding terhadap ketuntasan hasil belajar peserta didik pada submateri tata nama senyawa hidrokarbon.
Pengembangan Modul Pratikum Berbasis Pendekatan PACE (Planing, Activities, Class discussion, Exercise) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar siswa pada Materi Listrik Dinamis kelas IX di SMP Negeri 10 Takengon Kabupaten Aceh Tengah Syukrimansyah Syukrimansyah; Muhammad Hasan; Rini Safitri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 6 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v6n2.p1317-1323

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan judul pengembangan modul praktikum berbasis pendekatan PACE  pada materi listrik dinamis. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 10 Takengon. Penelitian ini menggunakan Mixed Methods desain embedded experimental Model. Pendekatan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) Metode ini terdiri dari dua proses pokok, yaitu jenis penelitian kuantitatif disertai dengan penelitian  kualitatif  yang embedded di dalamnya, dan proses interprestasi kualitatif didasarkan pada hasil penelitian. Rancangan penelitian kuantitatif menggunakan Pre-Experimental design  menggunakan rancangan The One Group Pretest Posttest Design. Angket untuk mengetahui motivasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan modul Pace dalam pembelajaran. Hasil uji normalitas dan homogenitas  menunjukkan bahwa data homogen dan berdistribusi normal. Hasil uji t diperoleh t hitung>ttabel (4,55 >2,02)  artinya terjadi perbedaan hasil belajar siswa setelah menggunakan modul Pace. Selain itu siswa  juga memberikan tanggapan yang positif  terhadap penggunaan modul PACE, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan modul PACE dapat meningkatkan motivasi siswa.