cover
Contact Name
Dr. Mohammad Budiyanto, M.Pd
Contact Email
jppipa@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jppipa@unesa.ac.id
Editorial Address
C12 Building, 1st floor, Science Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Surabaya, Jl. Ketintang, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA)
ISSN : 25277537     EISSN : 25492209     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jppipa.v4n1
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA) is a scientific journal that is managed by Department of Science, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Surabaya and published by Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII). JPPIPA is published periodically (twice a year) in June and December.
Articles 230 Documents
RESPON MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI DENGAN MENGGUNAKAN ANIMASI Rosdiana, Laily; Sari, Dhita Ayu Permata
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2016): First Publication
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v1n1.p33-36

Abstract

AbstrakPerkuliahan Zat dan Energi merupakan perkuliahan yang membahas tentang zat dan energi dari sudut pandang fisika dan kimia. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami dan menerapkan materi dalam pada perkuliahan Zat dan Energi dalam kehidupan sehari-hari. Kesulitan tersebut terjadi karena mahasiswa cenderung hanya menghafal rumus-rumus dan teori tanpa menganalisis dalam permasalahan yang terjadi sehari-hari. Permasalahan lainnya adalah mahasiswa merasa jenuh dan bosan jika hanya mempelajari dan menghafal teori-teori dan rumus-rumus saja. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan pembelajaran yang dapat melatihkan keterampilan berpikir mahasiswa dan dibantu dengan media pembelajaran yang mendukung berupa animasi. Berdasar hal tersebut, dilakukan penelitian untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada artikel ini akan dibahas tentang respon mahasiswa terkait motivasi mahasiswa setelah mengikuti perkuliahan zat dan energi  dengan model inkuiri dan powerpoint animasi. Rancangan penelitian ini menggunakan desain eksperimen pada penelitian ini menggunakan bentuk Pre Eksperimental Design dengan tipe One Group Pretest postest design. Metode pengumpulan data yaitu angket respon mahasiswa setelah kegiatan belajar mengajar dengan diasumsikan bahwa mahasiswa mengisi angket dengan jujur dan tanggung jawab. Dalam penelitian ini diperoleh semua mahasiswa merespon positif terhadap proses pembelajaran dengan model inkuiri menggunakan power point animasi dengan persentase sebagian besar sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa meningkat dengan menggunakan pembelajaran inkuiri dibantu dengan media animasi.Kata Kunci: Respon mahasiswa, Model Pembelajaran Inkuiri, dan Animasi
DESAIN PROGRAM DIKLAT KETERAMPILAN PROSES SAINS UNTUK GURU IPA SMP DALAM MEWUJUDKAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Sulaeman, Asep Agus
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n1.p30-37

Abstract

Kajian mendeskripsikan program diklat dalam membekalkan komponen-komponen KPS kepada guru IPA SMP dan implementasinya dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Kajian dilakukan melalui studi literatur untuk menetapkan strategi diklat dan kajian empiris melalui uji coba stretegi tersebut yang dilakukan terhadap 40 orang peserta diklat. Dalam ujicoba dijaring data tentang persepsi pemahaman pembelajaran IPA dengan KPS yang dijaring melalui kuesioner, respons peserta terhadap proses pembelajaran yang dijaring melalui open-ended question, dan respons pelaksanaan program menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.  Berdasarkan hasil kajian telah ditetapkan empat tujuan diklat dengan strategi melalui tahap pengenalan, pembiasaan dan otomatisasi, serta enam prinsip pelaksanaannya. Hasil ujicoba diklat juga menunjukan terdapat peningkatan pemahaman guru tentang pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan sebagian beesar peserta diklat merespons baik terhadap pelaksanaan serta komponen diklat.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA (LKM) MATA KULIAH DASAR-DASAR IPA BERBASIS MODEL ALLR (ACTIVITY BASED-LESSON LEARN-REFLECTION) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENDIDIKAN KARAKTER CALON GURU IPA Sari, D. A. P.; Widodo, Wahono; Martini, Martini; Suyanto, Totok
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v3n2.p58-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Mahasiswa (LKM) Dasar-dasar IPA yang diharapkan dapat membekali mahasiswa calon guru IPA dengan keterampilan proses sains sekaligus nilai-nilai positif melalui pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini dianggap perlu karena maraknya konflik-konflik intoleransi dan keadilan sosial yang terjadi di masyarakat akhi-akhir ini. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai integritas bangsa Indonesia perlu mendapatkan perhatian, terutama dalam hal etika, moral, dan kepercayaan. Pentingnya nilai-nilai ini karena semangat gotong royong dan saling bekerjasama merupakan karakter Bangsa Indonesia. LKM yang dikembangkan melalui tahapan perancangan, penyusunan, validasi, dan revisi sehingga dihasilkan produk LKM Dasar-dasar IPA berbasis model ALLR (Activity Based-Lesson Learn-Reflection). Hasil pengembangan LKM menghasilkan empat kegiatan LKM yang dibagi menurut topik pembahasan yang berbeda-beda dengan menggunakan serangkaian aktivitas yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan proses sains. Selain itu, LKM juga dirancang untuk pengintegrasikan pendidikan melalui pembelajaran pemaknaan konten-konten IPA ke dalam nilai-nilai positif yang berkaitan dengan nilai toleransi dan keadilan sosial. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKM Dasar-dasar IPA layak digunakan dengan nilai presentase validasi LKM 1 sebesar 76.79%, LKM 2 sebesar 82.14%, LKM 3 sebesar 92.85%, dan LKM 4 sebesar 76.78%.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA SMP Fitriyati, Ida; Munzil, Munzil
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2016): First Publication
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v1n1.p1-6

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media dalam meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah siswa SMP pada pembelajaran IPA. Penelitian dilakukan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Sanggau Kalimantan Barat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Taggard dengan 3 siklus, tiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Materi IPA yang diberikan dalam pembelajaran adalah tekanan dan bunyi, sedangkan media yang digunakan adalah media sederhana yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Pengambilan data dilakukan dengan teknik observasi terhadap hasil kerja siswa dalam memecahkan masalah yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keterampilan berpikir ilmiah siswa dari siklus 1 sampai siklus 3. Pada siklus 1 rata-rata keterampilan berpikir ilmiah siswa mencapai 70%, pada siklus 2 naik menjadi 75% dan pada siklus 3 mengalami peningkatan menjadi 83.75%.Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri, media pembelajaran, dan kemampuan berpikir ilmiah 
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MELATIH SCIENTIFIC REASONING SISWA Shofiyah, Noly; Wulandari, Fitria Eka
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v3n1.p33-38

Abstract

Scientific reasoning merupakan salah satu hasil belajar yang seharusnya dilatihkan kepada siswa karena penalaran ilmiah yang tinggi akan mempengaruhi siswa dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah. Dibutuhkan keseriusan dalam melatihkan keterampilan scientific reasoning. Sehingga guru harus memilih pedekatan pembelajaran yang sesuai. Artikel ini mendiskusiskan tentang model problem based learning yang merupakan model pembelajaran berbasis inkuiri, dimana pembelajarannya dimulai dengan memberikan masalah. Pembahasan kedua, diperkenalkan pola-pola penalaran ilmiah yang bisa dilatihkan pada siswa baik yang berada pada tahap opersional konkrit maupun formal. Pada akhir pembahasan, akan diuraikan bagaimana model PBL mampu memfasilitasi siswa dalam mengembangkan penalaran ilmiah.Kata Kunci: Problem Based Learning and Scientific Reasoning
IMPROVING GRADE 9 SCIENCE PROCESS SKILLS OF SMPN 5 PROBOLINGGO USING DISCOVERY LEARNING MODEL Astuti, Yuli
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v4n1.p38-45

Abstract

Science process skills are important for students when learning science and their applications in everyday life because through a series of process skills, the knowledge gained becomes more meaningful and, in the end, students have a way of thinking and doing activities as a scientist through the scientific method. In reality, the science's students process skills have not been maximal, especially in formulating problems and hypotheses. This research is a Class Action Research conducted with two cycles consisting of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were grade 9 students of IXA class of SMPN 5 Probolinggo. Data collection using documentation, observation, and test methods. The data in this study include learning implementation data and science process skills of students. The results of this study indicate that discovery learning can improve the science process skills of students in the IXA class of SMP Negeri 5 Probolinggo. The percentage of learning implementation increased from 88.87% to 97.92%, while the students? science process skills increased from 73.50% to 96.50%.Keywords: science process skills, classroom action research, discovery learning
KETERAMPILAN GURU IPA DALAM PEMBUATAN ALAT PERAGA SEDERHANA Fauziah, An Nuril Maulida; Rosidana, Laily
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v1n2.p76-79

Abstract

Proses pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, menyenangkan, menantang, inspiratif, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru IPA SMP di Kabupaten Jombang diketahui bahwa kemauan belajar siswa sangat rendah sehingga hasil belajar siswa dan pemahaman terhadap materi juga rendah. Hal tersebut dikarenakan guru hanya menyampaikan materi dengan ceramah dan presentasi sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar dan siswa lebih senang bermain. Memperhatikan hal tersebut diperlukan suatu media yang dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga IPA sehingga dapat mewadahi keluh kesah guru. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf, dimana data yang didapat diolah dan dijabarkan berdasarkan teori yang mendukung kegiatan pendampingan. Berdasar hasil angket pertanyaan positif dan negatif yang diberikan, didapatkan hasil persentase secara berturut- turut sebesar 93,3% dan 95%, sehingga sebagian besar guru- guru peserta pelatihan merasa termotivasi untuk terus mengembangkan media- media yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga siswa tidak merasa jenuh dengan pelajaran dikelas serta senang karena dapat belajar sambil bermain.
EFEKTIVITAS MODUL IPA BERBASIS ETNOSAINS TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Fitriani, Nur Intan; Setiawan, Beni
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v2n2.p71-76

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan modul IPA berbasis etnosains di SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. Jenis penelitian ini menggunkaan metode eksperimen dengan desain penelitian Praeksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian one group pretes posttest yang merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan Research and Development / R&D) level 4. Penelitian ini diujicobakan terbatas kepada 15 siswa kelas VII-H SMP Negeri 3 Kota Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain berupa lembar tes keterampilan berpikir kritis, dan lembar angket respons siswa. Teknik pengumpulan data dengan cara metode tes, dan metode angket. Hasil dari penelitian menggunakan modul IPA berbasis etnosains didapatkan bahwa dengan menggunakan perhitungan N-Gain diperoleh hasil 0,62 yang termasuk kedalam kategori sedang dengan dan hasil angket respons siswa sebesar 95% dengan kategori sangat baik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa modul IPA berbasis etnosains secara efektif dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.Kata Kunci: modul IPA berbasis etnosains, keterampilan berpikir kritis.
THE EFFECTIVENESS OF CONGKLAK TRADITIONAL GAME TO IMPROVE STUDENTS’ LEARNING MOTIVATION IN HUMAN EXCRESSION SYSTEM MATERIALS Nurdiana, Ucik; Widodo, Wahono
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 4, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v4n1.p8-13

Abstract

The research aims to investigate the effectiveness of congklak game media as a learning media that can improve students learning motivation on the chapter of Human Excretion System. This research was conducted by using one group pretest-posttest design that tested on 15 students of VIII class 32 Surabaya State Junior High School. The instruments that used is a questionnaire of student motivation which distributed to students before and after learning using traditional congklak game media and student activity observation sheet which filled by observers during the learning. The results which is obtained from motivation questionnaire can be known that Gain Score on the aspects of attention and satisfaction is 0.4 with medium criteria. While on relevance and satisfaction aspect is 0,3 with medium criteria. Based on students' activity data show that from meeting 1 to 4 students' irrelevant behavior is decrease and students' relevant behavior is increase.. This showed that students are increasingly motivated to do learning. It can be concluded that the traditional game media Congklak effective to increasing student learning motivation.Keywords: learning media, congklak game, learning motivation
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH SAINS SEKOLAH PRODI S-1 PENDIDIKAN IPA UNESA SURABAYA Setiawan, Beni; Astriani, Dyah; Budiyanto, Mohammad
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 1, No 1 (2016): First Publication
Publisher : Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v1n1.p37-42

Abstract

AbstrakKualifikasi SDM pada kerangka KKNI menyebutkan bahwa mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Sains harus menguasai konsep teoritis yang mendalam pada bidang ilmu IPA dan pendidikan IPA serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah secara prosedural. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa melalui kegiatan pembuatan peta konsep dalam menganalisis materi serta menganalisis kegiatan. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental dengan tipe One Group Pretest-Posttest Design. Hasil yang diperoleh sejauh  ini adalah  1)  hasil  belajar siswa terbagi menjadi: A. kegiatan analisis materi pada  KD  yang  terpilih dengan  materi  tiap  KD  sebagai berikut: a) pengukuran dengan nilai 77,1; sifat bahan dengan nilai 81,3; pemanasan global dengan nilai 72,9; listrik statis dengan nilai 81,3; atom ion  molekul  dengan  nilai 70,8;  fluida  dengan  nilai  91,7;  Interaksi  Makhluk  hidup   dan lingkungannya dengan nilai 75,0; Pewarisan sifat dengan nilai 85,4; Zat aditif, adiktif, dan psikotropika dengan nilai 75,0; Bioteknologi dengan nilai  81,3;  Tanah  dengan  nilai  70,8; Sistem  ekskresi dengan  nilai  91,7;  Sistem  jaringan  tumbuhan  dengan  nilai  75,7; Sistem  reproduksi  dengan  nilai   77,8;   Sistem gerak  manusia dengan  nilai  73,4;  Perkembangan  penduduk  dengan  nilai  75,2; B.  rata-rata hasil kegiatan analisis kegiatan  praktikum  didapat sebagai berikut: a) membuat peta konsep sebesar 8,2; b) hasil belajar mahasiswa materi IPA diperoleh dengan membandingkan hasil pretest dan  postest mahasiswa dengan menggunakan N-Gain ternormalisasi dan  didapat  rata-rata  sebesar  0,34,  skor  tersebut mengindikasikan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar, tetapi tidak terlalu signifikan.Kata Kunci: peta konsep, analisis materi, analisis kegiatan praktikum, sains sekolah

Page 2 of 23 | Total Record : 230