cover
Contact Name
Muhammad Ulul Albab
Contact Email
stitrsg@gmail.com
Phone
+623139923805
Journal Mail Official
stitrsg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dermaga Sungaiteluk Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman
ISSN : 26158477     EISSN : 26203057     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
the aim is how to share the idea in all paper into international. Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman, This journal was published by the STIT Raden Santri Gresik Islamic Education Study Program (PAI) twice a year in April and September with the concentration of Islamic Education and Islamic Studies. This journal contains internal papers from the campus as well as external papers from other universities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
PENDIDIKAN ETIKA PERSPEKTIF AL QUR’AN TELAAH KRITIS KONSEP PENDIDIKAN ETIKA DALAM SURAT AL ISRA’ AYAT 23-24 Rohmah, Noer
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.703 KB)

Abstract

Pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan moral bangsa, maka tidak dapat disalahkan apabila pendidikan yang gagal merupakan penyebab terjadinya dekadensi moral. Dalam Islam prioritas perilaku maupun akhlak sangat penting, oleh karena itu Allah SWT memberi kelebihan dalam menciptakan manusia dari pada makhluk lain harapannya agar manusia memiliki akhlak yang sempurna. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). Metode pengumpulan data adalah dokumentasi, dengan mencari data tentang konsep pendidikan etika bagi anak dan orang tua dalam surat Al Isra? ayat 23?24. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) etika seorang anak kepada kedua orang tua tidak hanya mereka masih hidup akan tetapi juga sesudah meninggal dunia dengan cara mendo?akan serta memohonkan ampun atas dosa-dosa kedua orang tua. Anak harus selalu berbuat baik kepada orang tua (birrul walidain), tidak boleh berkata kasar, membentak, hormat, lemah lembut dan merendahkan suara dihadapan orang tua. 2) Pendidikan etika bagi orang tua merupakan peranan serta tanggung jawab kedua orang tua terhadap anak baik sebagai pemelihara, pelindung maupun pendidik serta sebagai peletak dasar pendidikan.
INTEGRASI SAINS DAN AGAMA DI PERGURUAN TINGGI SEBAGAI UPAYA MENGIKIS DIKOTOMI ILMU Istikomah, Istikomah
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.439 KB)

Abstract

Integrasi ilmu di perguruan tinggi kini terus bergulir baik di perguruan tinggi umum maupun perguruan tinggi keagamaan . Konsep integrasi disini bukan berarti menyatukan kedua ilmu yakni agama dan ilmu umum menyadi suatu kesatuan, dan ini tidak mungkin terjadi karena sifat dan hakekat kedua ilmu yang berbeda. Konsep integrasi disini dimaksudkan adanya iklim akademis di universitas atau perguruan tinggi tersebut yang sudah tidak ditemui adanya dikotomi ilmu, dalam pengertian bahwa perguruan tinggi umum pada awalnya hanya terbatas pada kajian ilmu umum saja baik natural science, social science maupun humanities. Perguruan tinggi umum kini juga membuka prodi-prodi yang kajianya banyak bersinggungan dengan ilmu agama Islam seperti prodi Ekonomi Islam di Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas Brawijaya Malang, Islamic Banking and Finance di Institut Teknologi Bandung, Ilmu Pendidikan Agama Islam di Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung dan lainya. Begitu juga perguruan tinggi keagamaan Islam seperti IAIN yang semula hanya fokus pada kajian keagamaan semata dengan fakultas-fakultas agama seperti Tarbiyah, Dakwah ,Ushuluddin, Syari?ah dan Adab, di awal abad ke 21 IAIN melakukan fusi dan perubahan menjadi Universitas Islam Negeri dengan membuka Fakultas dan Prodi umum seperti Saintek, Teknik, Ekonomi dan Kesehatan. Dengan potret di atas maka di universitas atau perguruan tinggi di Indonesia kini telah terjadi integrasi ilmu dan secara otomatis dikotomi ilmu sudah tidak nampak lagi.
KRITIK NALAR ATAS KEKERASAN KEAGAMAAN: PERGESERAN PARADIGMA TEOSENTRIS KE ANTROPROSENTRIS As?ad, Tauhedi
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.92 KB)

Abstract

Fenomena tindak kekerasan atas nama agama seringkali digunakan oleh kepentingan politik kekuasaan. Hubungan agama dan Negara menjadi perselingkuhan sepanjang masa sehingga terjadinya tindak kekerasan baik kekerasan berpikir maupun kekerasan fisik. Kekerasan berpikir terjadi karena hasil wacana keilmuan mereka sangat minim sehingga ia merasa benar sendiri dan orang lain disalahkan sehingga munculnya pelabelan kurafat, thagut dan bid?ah-syirik. Sementara kekerasan fisik terjadi karena pelabelan negatif bagi lawan yang berbeda ideologi sehingga mereka berani bom bunuh diri, bom tempat ibadah keagamaan dan bentuk kekerasan yang lain. Keduanya tidak lepas dari realitas yang melingkupinya, jika seseorang menggunakan alat berpikir ekstrim dan kaku maka hasil dan aksinya-pun ekstrim dan kaku, sebaliknya jika seseorang menggunakan alat berpikir lembut dan santun, maka hasil dan aksinya-pun akan lembut dan santun dalam beragama. Terbukti dalam sejarah peradaban Islam klasik, jihad dan perang digunakan untuk tindak kekerasan yang berbeda dengan aliran dan golongannya seperti kasus para sahabat dan disnati Umayyah dan Abbasiyah baik dari kalangan aliran teolog, filsuf dan fuqaha sampai perkembangan abad kontemporer. Maka nalar ini, menggunakan nalar menurut Muhammad Abid al-Jabiri yaitu nalar pembentuk dan terbentuk dengan pendekatan historis, strukturalis dan ideologis. Kritik paradigma nalar Islam teosentris ke nalar Islam antroprosentris Penulis menawarkan visi humanisme keberagamaan dan nasionalisme untuk menjaga ideologi pancasila sebagai ideologi Negara dan mengamalkan nilai-nilai kedamaian bangsa dan Negara Republik Indonesia.
TRANSFORMASI PEMIKIRAN MUHAMMADIYAH DARI ISLAM MODERNIS KE ISLAM KONSERVATIF PERIODE 1995-2015 (PERSEPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN KARL MANHEIM) Indrawati, Indrawati
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.404 KB)

Abstract

Fenomena muktamar Muhammadiyah yang diadakan lima tahun sekali, menjadi media bagi para sarjana muslim untuk mengamati dinamika perkembangan pemikiran Muhammadiyah. Lewat muktamar tersebut, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk merefleksikan dinamika pemikiran Muhammadiyah dari waktu ke waktu. Melalui muktamar ke?43 (1995) hingga muktamar ke?45 (2015), terdapat indikasi adanya transformasi pemikiran pada Muhammadiyah. Fokus tulisan ini ingin mengkaji pergeseran pemikiran Muhammadiyah tersebut melalui peristiwa?peristiwa yang terjadi di Muktamar tersebut. Adapun masalah yang hendak dijawab apa saja dinamika pemikiran yang dialami dan faktor?faktor apa saja yang mendorong lahirnya perubahan pemikiran pada kurun 20 tahun tersebut. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. Sedangkan metode penyusunan tulisan ini menggunakan metode library research. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran Muhammadiyah pada muktamar ke?43 (1995), memiliki pemikiran modernis dengan indikasi lahirnya nama baru majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam, kemudian pada muktamar ke?44 (2000), Islam modernis Muhammadiyah semakin berkibar, dengan indikasi lahirnya PSAP, Institut Ma?arif, dan JIMM. Tetapi pada tahun 2005, terjadi transformasi pemikiran, Muhammadiyah cenderung menjadi konservatif, dengan indikator tersingkirnya figur?figur pemimpin modernis dari bursa pemilihan kepemimpinan Muhammadiyah. Kedua, majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam berubah menjadi majelis tarjih dan tajdid (kembali seperti namanya semula), ketiga, kepemimpinan perempuan tidak ada karena dilarang, keempat, lewat peran Dien Syamsudin di MUI, Muhammadiyah mendukung fatwa haram atas Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme, termasuk menganggap JIL adalah organisasi sesat, implikasi lebih lanjut dibubarkannya JIMM. kelima, memecat anggota?anggotanya yang berseberangan dengan kebijakan organisasi di atas, seperti Dawam Raharjo dan Mohammad Shofan. Adapun faktor pergeseran pemikiran ini dari sudut pandang sosiologi pengetahuan, karena dilatarbelakangi usaha untuk mengerem sisi liberalime/modernisme Muhammadiyah yang dianggap terlalu berlebihan, dan faktor eksternal, karena adanya penyusupan gerakan Islam transnasional, yang mengusung wacana Islam Konservatif di dalam tubuh Muhammadiyah ini.
Relasi Negara, Ideologi, Masyarakat dan Pendidikan Islam Ernawati, Luluk
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki beragam etnis, agama, suku dan tradisi yang memiliki tantangan dalampendidikan Islam. Kondisi masyarakat suatu negara dipengaruhi oleh ideologi yang diadopsi yang akan menentukan arahkebijakan pendidikan Islam atau politik pendidikan Islam. Hal ini menunjukkan bahwa antara negara, ideologi, masyarakatdan pendidikan Islam adalah sinergi yang dinamis, suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam membangun peradaban yangdicita-citakan dan mewujudkan visi, misi dan tujuan pendidikan Islam, yaitu membentuk manusia yang beriman dan takwakepada Allah SWT, serta karakter yang mulia, memiliki kemampuan menjaga kedamaian dan keharmonisan hubunganantar dan antaragama, pengembangan siswa dalam memahami, hidup dan mempraktikkan nilai-nilai Islam denganmenyelaraskannya dalam sains, teknologi, dan seni.
Transformasi Peran Ulama Indonesia Pada Era Indonesia Modern : Dari Orde Baru ke Orde Reformasi Indrawati
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan hubungan agama (Islam) dan pollitik di Indonesia selalu menjadi kajian yang tidak pernahhabis. Peran Islam lewat ulama dalam mempengaruhi kekuatan politik di Indonesia sudah dimulai jauhsebelum era modern, bahkan semenjak kelahiran Islam di bumi nusantara, ia telah memainkan perannyasecara signifikan, baik dalam membentuk maupun memapankan kekuatan politik. Bahkan dalam era Indonesiamodern, baik di era Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi, menunjukkan konsistensinya. Fokus tulisanini adalah mengkaji pergeseran/transformasi peran ulama pada masa Indonesia modern, yaitu pada masaOrde Baru ke masa Orde Reformasi.Adapun teori yang digunakan adalah strukturasi Anthony Giddens. Hasil dari kajian ini menunjukkanbahwa peran ulama pada masa orde baru cenderung mandul akibat kuatnya institusi politik orde baru yangotoritarian, kecuali satu fatwa yang menunjukkan independensi agensi terhadap struktur, sehingga terjadisituasi kontrol dua arah. Sedangkan sebaliknya peran ulama pada masa orde reformasi cenderung independenkarena struktur politik menjadi memampukan (enabling) ulama untuk berperan bebas, sehingga situasi kontroldua arah benar-benar nyata pada masa ini. Sedangkan pola peran ulama Indonesia di dua masa ini, mengalamatransformasi dari yang semula berperan sebagai pelayan penguasan berubah menjadi pelayanmasyarakat/umat.
Trend Berhijab Syar’i Muslimah dalam Perspektif Kiai Amaliati, Siti
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak menganalisis secara utuh motivasi wanita muslimah memakai hijab syari sertamendapatkan gambaran kompleks tentang pemahaman kiai terkait motivasi muslimah berhijab syar’i.Fenomena hijab syar’i di kalangan wanita muslimah telah merebak di seluruh sudut-sudut wilayah mulaiperkotaan hingga pedesaan. Hijab syar’i yang dipakaipun beragam corak dan motif, mulai dari penutup kepalayang menjuntai dari atas kepala hingga dada dan baju panjang hingga menutupi mata kaki. Gambaran modelpakaian demikianlah yang menjadi kiblat muslimah dalam berbusana dan berpakaian saat ini. Idealisnya ketikaseorang muslimah berhijab syar’i maka dapat dijadikan sebagai tolak ukur keshalihahan, ketaatan dankepatutan seseorang dalam beragama. Namun realitanya ketika wanita muslimah berhijab syar’i1 masihdilatarbelakangi dengan berbagai motivasi seperti motif teologis, motif psikologis, dan motif modis (trendfashion), maka hal ini menjadi pertanyaan yang menarik untuk dibahas tentang tampilan hijab syar’inya.Sementara Kiai merupakan individu yang dipandang memiliki andil yang cukup besar dan berpengaruh dalammasyarakat. Sosok kiai dapat menjadi panutan dan model bagi masyarakat di sekitarnya, baik dari sisiperkataannya maupun perbuatannya. Maka bagaimana pandangan seorang kiai dalam melihat dan menyikapifenomena hijab syar’i di kalangan wanita muslimah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif denganmenggunakan field reseach observasion dan bersifat deskriptif. Hasil dari observasi tersebut kemudiandijadikan sebagai data untuk mengetahui pandangan kiai tentang fenomena hijab syar’i. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa memakai hijab syar’i di kalangan wanita masih sebatas mengikuti trend berbusanakekinian, berhijab syar’i lebih pada motivasi psikologis dan kurangnya pengetahuan tentang keislaman.
Pendekatan Hermeneutika dalam Tafsir Salamah, Umi
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hermeneutika, sebagai sebuah metode pentafsiran, tidak hanya memandang teks, tetapi hal yang tidakdapat ditinggalkannya adalah juga berusaha menyelami kandungan makna literalnya, sebagai sebuahmetode penafsiran, hermeneutika memerhatikan tiga hal sebagai komponen pokok dalam kegiatanpenafsiran, yakni teks, konteks, dan kontektualisasi. Jadi, ketika konsep teks al-Quran dibongkar, dandilepaskan dari posisinya sebagai Kalam Allah maka al-Quran akan diperlakukan sebagai teks bahasa danproduk budaya.
Pendekatan Nilai Nilai Keagamaan dalam Penanggulangan Kenakalan Remaja di Kabupaten Gresik Naim
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksuk ingin menyajikan bagaimana peran agama dalam penanggulangan efek globalkenakanalan remaja yang meresahkan semua pihak, sehingga diharapkan mampu menjadi solusi terhadapgejala yang ditimbulkan oleh berbagai kenakalan remaja di masyarakat dalam lingkup yang luas,yang difokuskan dilingkungan kabupaten Gresik pada umumnya. Pada perjalanannya diharapkan pemuda menjadisebuah kekuatan yang dahsyat apabila mereka dalam kehidupannya diberikan sebuah wadah yaitu 1)bimbingan dan tempat yang positif agar mereka mampu mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang positifsehingga dengan modal tersebut, mereka memiliki suatu bekal yang cukup untuk masa depannya. Diantarabidang keagamaan, olaharaga, seni, keretampilan, dan pendidikan. 2) mengutamakan dakwah dengan contohkonkrit bukan dilakukan hanya dengan ucapan dan kata-kata.
Implementasi Total Quality Manajemen pada Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar NU Nurul Islah Gresik Khamdani, Akhmad
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 1 No. 1 (2018): March 2018
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Sekolah Dasar adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampaidengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantupertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasukipendidikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menanamkan pendidikanAgama Islam pada Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yangmenggunakan metode analisis data secara kualitatif karena metode tersebut menggambarkan danmemaparkan hasil penelitian berupa keadaan atau peristiwa dan suatu objek sebagaimana adanya. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa implementasi PAI dapat dilakukan dengan mengajarkan cara menghargaiteman dan menyayangi ibu bapak yang diajakan pendidik. Nilai ibadah di SD NU Nurul Islah di KabupatenGresik diterapkan melalui mengajarkan praktek mendirikan sholat termasuk bagaimana pula urutanpengambilan air wudhu yang diajakan pendidik.