cover
Contact Name
Muhammad Ulul Albab
Contact Email
stitrsg@gmail.com
Phone
+623139923805
Journal Mail Official
stitrsg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dermaga Sungaiteluk Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman
ISSN : 26158477     EISSN : 26203057     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
the aim is how to share the idea in all paper into international. Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman, This journal was published by the STIT Raden Santri Gresik Islamic Education Study Program (PAI) twice a year in April and September with the concentration of Islamic Education and Islamic Studies. This journal contains internal papers from the campus as well as external papers from other universities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Kritik Nalar Atas Kekerasan Keagamaan: Pergeseran Paradigma Teosentris Ke Antroprosentris As’ad, Tauhedi
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tindak kekerasan atas nama agama seringkali digunakan oleh kepentingan politik kekuasaan. Hubungan agama dan Negara menjadi perselingkuhan sepanjang masa sehingga terjadinya tindak kekerasan baik kekerasan berpikir maupun kekerasan fisik. Kekerasan berpikir terjadi karena hasil wacana keilmuan mereka sangat minim sehingga ia merasa benar sendiri dan orang lain disalahkan sehingga munculnya pelabelan kurafat, thagut dan bid’ah-syirik. Sementara kekerasan fisik terjadi karena pelabelan negatif bagi lawan yang berbeda ideologi sehingga mereka berani bom bunuh diri, bom tempat ibadah keagamaan dan bentuk kekerasan yang lain. Keduanya tidak lepas dari realitas yang melingkupinya, jika seseorang menggunakan alat berpikir ekstrim dan kaku maka hasil dan aksinya-pun ekstrim dan kaku, sebaliknya jika seseorang menggunakan alat berpikir lembut dan santun, maka hasil dan aksinya-pun akan lembut dan santun dalam beragama. Terbukti dalam sejarah peradaban Islam klasik, jihad dan perang digunakan untuk tindak kekerasan yang berbeda dengan aliran dan golongannya seperti kasus para sahabat dan disnati Umayyah dan Abbasiyah baik dari kalangan aliran teolog, filsuf dan fuqaha sampai perkembangan abad kontemporer. Maka nalar ini, menggunakan nalar menurut Muhammad Abid al-Jabiri yaitu nalar pembentuk dan terbentuk dengan pendekatan historis, strukturalis dan ideologis. Kritik paradigma nalar Islam teosentris ke nalar Islam antroprosentris Penulis menawarkan visi humanisme keberagamaan dan nasionalisme untuk menjaga ideologi pancasila sebagai ideologi Negara dan mengamalkan nilai-nilai kedamaian bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Transformasi Pemikiran Muhammadiyah Dari Islam Modernis Ke Islam Konservatif Periode 1995-2015 (Persepektif Sosiologi Pengetahuan Karl Manheim) Indrawati
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 1 (2019): March 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena muktamar Muhammadiyah yang diadakan lima tahun sekali, menjadi media bagi para sarjana muslim untuk mengamati dinamika perkembangan pemikiran Muhammadiyah. Lewat muktamar tersebut, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk merefleksikan dinamika pemikiran Muhammadiyah dari waktu ke waktu. Melalui muktamar ke−43 (1995) hingga muktamar ke−45 (2015), terdapat indikasi adanya transformasi pemikiran pada Muhammadiyah. Fokus tulisan ini ingin mengkaji pergeseran pemikiran Muhammadiyah tersebut melalui peristiwa–peristiwa yang terjadi di Muktamar tersebut. Adapun masalah yang hendak dijawab apa saja dinamika pemikiran yang dialami dan faktor−faktor apa saja yang mendorong lahirnya perubahan pemikiran pada kurun 20 tahun tersebut. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. Sedangkan metode penyusunan tulisan ini menggunakan metode library research. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran Muhammadiyah pada muktamar ke−43 (1995), memiliki pemikiran modernis dengan indikasi lahirnya nama baru majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam, kemudian pada muktamar ke−44 (2000), Islam modernis Muhammadiyah semakin berkibar, dengan indikasi lahirnya PSAP, Institut Ma’arif, dan JIMM. Tetapi pada tahun 2005, terjadi transformasi pemikiran, Muhammadiyah cenderung menjadi konservatif, dengan indikator tersingkirnya figur−figur pemimpin modernis dari bursa pemilihan kepemimpinan Muhammadiyah. Kedua, majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam berubah menjadi majelis tarjih dan tajdid (kembali seperti namanya semula), ketiga, kepemimpinan perempuan tidak ada karena dilarang, keempat, lewat peran Dien Syamsudin di MUI, Muhammadiyah mendukung fatwa haram atas Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme, termasuk menganggap JIL adalah organisasi sesat, implikasi lebih lanjut dibubarkannya JIMM. kelima, memecat anggota−anggotanya yang berseberangan dengan kebijakan organisasi di atas, seperti Dawam Raharjo dan Mohammad Shofan. Adapun faktor pergeseran pemikiran ini dari sudut pandang sosiologi pengetahuan, karena dilatarbelakangi usaha untuk mengerem sisi liberalime/modernisme Muhammadiyah yang dianggap terlalu berlebihan, dan faktor eksternal, karena adanya penyusupan gerakan Islam transnasional, yang mengusung wacana Islam Konservatif di dalam tubuh Muhammadiyah ini.
Implikasi Penerapan Strategi Pembelajaran Fiqih Terhadap Sikap Kritis Siswa Herawati, Heni; Nasiruddin; Rozi, Syaikhu
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran, guru Fiqih MTs Negeri 1 Mojokerto dan MTs Mamba’ul Ulum menggunakan strategi pembelajaran yang bermacam-macam. Hasil wawancara awal peneliti, diketahui bahwa guru sama-sama menggunakan strategi pembelajaran ekspositori dan strategi pembelajaran kontekstual. Permasalahan yang kemudian muncul adalah walaupun menggunakan strategi yang sama, namun kadar sikap kritis yang ditunjukkan siswa berbeda antar kedua situs. Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan tujuan : Pertama, Mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran Fiqih di MTs Negeri 1 Mojokerto dan MTs Mamba’ul Ulum. Kedua, Mengetahui Implikasi Strategi Pembelajaran Fiqih Terhadap Sikap Kritis Siswa. Penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus multi situs. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan terdiri dari tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Setelah dilakukan penelitian lapangan, hasilnya : pertama, pada MTs Negeri 1 Mojokerto, guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori, kontekstual, dan active learning. Di MTs Mamba’ul Ulum, guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori dan kontekstual. Kedua, Implikasi tiga strategi pembelajaran yang diterapkan guru MTs Negeri 1 Mojokerto membuat siswa kritis dengan bertanya, berpendapat, dan diskusi. Sementara dua strategi pembelajaran yang diterapkan guru MTs Mamba’ul Ulum membuat siswa kritis dengan bertanya dan sharing.
Penggunaan Metode Contextual Teaching and Learning Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Ansari
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara meyakinkan dengan metode CTL menunjukkan efektifitas siswa dapat diandalkan sebagai metode yang baik untuk belajar Al-Qur'an hadits. Metode CTL dalam belajar Al-Qur'an hadits sangat efektif karena dapat membuat siswa lebih antusias selama proses pembelajran berlagsung dan membuat para siswa lebih mudah memahami Al-Qur'an Hadits sehingga dapat memberikan tauladan dalam bersikap dan bertingkah laku. Metode CTL sangat penting untuk membangun, mendidik dan menciptakan siswa memiliki pola belajar yang baik. Guru sebagai penentu arah pendidikan yang harus pandai dalam menyampaikan pembelajaran melalui metode yang menyenangkan sehingga siswa dengan mudah mencerna dan memahami pembelajaran. Hasil belajar Al-Qur’an Hadits yang di ajarkan dengan metode CTL menunjukkan bahwa siswa yang memiliki motivasi tinggi dalam strategi CTL terbukti siswa efektif dan dapat meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadits siswa. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara metode CTL dan motivasi belajar siswa. Upaya menerapkan metode Contextual Teaching and Learning akan berdampak terhadap peran guru, khususnya cara pandang dan perlakuan terhadap siswa serta orientasi pembelajaran. Pembelajaran akan mengharuskan guru memiliki cara pandang bahwa siswa sebagai individu yang memiliki kemampuan untuk berkembang. Metode belajar Contextual Teaching and Learning tidak menuntut untuk aktifitas atau cara mana yang akan dilakukan siswa untuk menyelesaikan tugas. Siswa cenderung memiliki kebebasan untuk melakukan aktifitas belajar dalam rangka menyelesaikan tugas atau karya yang dituntut dalam pembelajaran sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menumbuhkan Motivasi Pembelajaran di MI Al-Hikmah Karangrejo dan MI Sunan Ampel Bono Purwasih, Galuh Dwi
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena bahwa siswa menganggap pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kurang penting bagi mereka atau bisa di katakan bahwa siswa menyepelekan pelajaran PAI di karenakan pelajaran ini tidak masuk dalam pelajaran sekolah yang di UNAS-kan.Dalam Hal ini peneliti akan melihat bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung .Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah pertama, Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di SMKN 1 Boyolangu dan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung. Kedua, Bagaimana kendala-kendala yang di hadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung? Ketiga, Bagaimana upaya guru Pendidikan Agama Islam mengatasi kendala-kendala yang di hadapi dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung.Penelitian ini bermanfaat bagi kepala MI Al Hikmah Karangrejo, dan kepala sekolah MI Sunan Ampel Bono Tulungagung, sebagai sumbangan pemikiran dalam rangka pembinaan dan peningkatan mutu pembelajaran khususnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), bagi para guru PAI MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagung digunakan sebagai dasar acuan pembelajaran PAI. Bagi para pembaca/peneliti lain sebagai bahan masukan atau refrensi yang cukup berarti bagi penelitian lebih lanjut.Dalam penelitian ini digunakan metode observasi, interview dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk memperoleh gambaran tentang upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan motivasi pembelajaran PAI di MI Al Hikmah Karangrejodan MI Sunan Ampel Bono Tulungagungyang digunakan sebagai data penelitian. Sedangkan metode dokumentasi dan interview digunakan di gunakan untuk menggali data tentang populasi, sampel, sarana dan prasarana pendidikan dan dokumen MI.Upaya yang dilakukan guru dalam menumbuhkan motivasi siswa adalah di antaranya melalui pengarahan, melalui penghargaan atau reward dan melalui penugasan. Adapun kendala-kendala yang dihadapi adalah siswa yang terlalu banyak, fasilitas atau sarana prasarana yang kurang, kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya ilmu Pendidikan Agama Islam, masalah Pendidikan Agama Islam tidak di UNAS-kan. Dan upaya guru untuk mengatasi kendala-kendala adalah sediikit mengeraskan suara dalam penyampaian pelajaran, memberi ketegasan pada siswa jika ramai, memberikan saran-saran dan pengarahan, merangkul siswa untuk berpartisipasi dalam menumbuhkan motivasi dalam Pendidikan Agama Islam untuk saling menasehati.
Pemanfaatan Media Al Qur’an Digital Dalam Meningkatkan Minat Belajar Al Qur’an di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al Hasanah Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik Rifawahid, Muhammad; Na’im
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui minat peserta didik di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al Hasanah Kelurahan Sidokumpul Kecamatan Gresik setelah menggunakan Al Qur’an Digital. Latar belakang ini di landasi karena pembelajaran Al Qur’an di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al Hasanah Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik masih menggunakan pembelajaran konvensional atau media cetak dan media papan tulis dalam kegiatan belajar mengajar membaca Al Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Penggalian data dalam artikel ini menggunakan obsevasi, interview, eksperimen, dan kuesioner. Dengan memanfaatkan Al Qur’an Digital tentu berbeda dengan pembelajaran konvensional. Sehingga akan nampak perbedaan kejiwaan dan perasaan peserta didik setelah menggunakan Al Qur’an Digital. Dari hasil artikel tersebut ditemukan bahwa secara spesifik penggunaan al-Qur’an Digital dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran tartil al-Qur’an di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Al-Hasanah. Yakni ditunjukkan dengan aktifnya peserta didik dan konsentrasi dalam proses belajar mengajar serta proses belajar mengajar dirasa menyenangkan.
Internalisasi Nilai-Nilai Islam Di Pulau Bawean: Studi Pemikiran Pendidikan Keislaman Kh. Anwari Faqih Yakin, Ainul
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengamati dan mendeskripsikan pemikiran pendidikan Kiai Anwari Faqih dalam menumbuhkan kesadaran pendidikan di Bawean, serta mengelaborasi transformasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat Pulau Bawean, khususnya Desa Kebuntelukdalam, Sangkapura. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitan lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, pengamatan dan dokumentasi, yang dijabarkan dengan cara diskriptif analitis. Perpekstif yang digunakan adalah perspektif sosiologi pendidikan dengan kerangka teori internalisai dan transformasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan Kiai Anwari berorientasi pada pendidikan Islam yang dipadukan dengan pendidikan formal. Langkah-langkah strategis yang ia lakukan dalam mentransformasikan pendidikan Islam melalui internalisasi nilai-nilai Islam yang diadaptasi dari nilai-nilai budaya, seperti tradisi medheng (silaturrahim) dari rumah ke rumah dan melalui komunikasi dua arah untuk menerapkan gagasannya pendidikan dan keislaman.
Konsep Bughat Dalam Pandangan Al-Mawardi Dan Tradisi Fikih Rohmah, Elva Imeldatur
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 2 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bughat adalah pembangkangan terhadap kepala negara (imam) dengan menggunakan kekuatan berdasarkan argumentasi atau alasan (ta’wil). Jarimah bughat memiliki tiga unsur, yaitu pembangkangan terhadap imam, dilakukan dengan menggunakan kekuatan, dan ada niat untuk melawan hukum. Sanksi hukum bughat yang terdapat dalam al-Qur’an adalah dengan dibunuh, dipotong kaki dan tangan dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri. Al-Mawardi menyatakan dengan jelas bahwa rakyat memiliki hak untuk menggulingkan penguasa yang gagal melaksanakan tugas imamat, tetapi al-Mawardi tidak menjelaskan bagaimana caranya. Al-Mawardi mendefinisikan bughat sebagai orang-orang Muslim yang meninggalkan hukum komunitas dan kesetiaan mereka kepada Imam yang adil, baik demi tujuan politik atau karena kesalahan pemahaman terhadap agama. Penetapan Al-Mawardi bahwa pemberontak dianggap hanya mereka yang meninggalkan ketaatan mereka kepada Imam yang adil menambah dimensi baru dalam pemikiran politik Islam ketika ia melarang Imam untuk memerangi orang-orang yang meninggalkan kepatuhan mereka karena kesalahpahaman agama atau muta'awwil, karena mereka bukan pemberontak dari sudut pandang Islam. Al-Mawardi menentang klaim kepatuhan yang tidak terbantahkan kepada Imam. Namun ia tidak menetapkan prosedur hukum bagaimana menegakkan hukum terhadapnya. Selain itu, tampaknya al-Mawardi tidak ingin bekerja melawan teori umum revolusi dalam pemikiran politik Islam. Ini menjadi dilema bukan hanya untuk al-Mawardi saja, tetapi untuk semua pemikir politik Sunni secara umum.
Peran Musyrif terhadap Kualitas Pendidikan Santri Salamah, Umi; Purwanto, Bulan
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020): March 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran musyrif sangat penting bagi kualitas pendidikan santri karena keberadaan mereka sebagai ujung tombak pesantren. Musyrif didefinisikan sebagai ustadz atau guru di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh yang berfungsi untuk mengendalikan dan membimbing perilaku sehari-hari siswa di asrama yaitu, aspek ibadah, sosial, spiritual, dan akademik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peran musyrif, termasuk faktor pendukung dan penghambat, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berpengaruh terhadap peningkatan lembaga dan kualitas pendidikan santri. Penelitian kualitatif ini, berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang, sedangkan datanya dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis data menggunakan data kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuannya adalah untuk menganalisis data yang diperoleh dari objek lapangan, kemudian dihubungkan dengan teori yang relevan. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa musyrif berperan sebagai orang tua kedua, guru, pemimpin, pembimbing dan panutan bagi siswa. Faktor pendukung terkait dengan dukungan pengasuh, manajemen sekolah asrama, asrama dan infrastruktur yang memadai, serta prospek lulusan. Sementara itu, kurangnya perhatian wali santri, sumber daya manusia, dana anggaran dan masalah siswa berkontribusi pada faktor penghambat. Dapat disimpulkan bahwa peran musyrif di Pondok Pesantren Bahrul Mahgfiroh sangat menentukan keberhasilan santri, terutama dalam hal kualitas pendidikan.
Kegiatan Keagamaan Dalam Menunjang Pembelajaran PAI Peserta Didik Di SD Yimi Zahroh, Ni’ Matuz; Khamdani, Akhmad
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 3 No. 1 (2020): March 2020
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran PAI di setiap sekolah memiliki ciri dan akrakteristik tersendiri. Banyak cara dan aktivitas yang dilakukan sekolah untuk mendukung ketuntasan pembelajaran pendidikan Agama Islam di Sekolah. Penelitian ini hendak menjabarkan bagiamana kegiatan-kegiatan Keagamaan di sekolah dapat menunjang pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dengan mengambil obyek penelitian di Sekolah Dasar Yayasan Malik Ibrahim (YIMI) penelitian ini menggunakan pendekatan kuntitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara terstruktur dan angket. Penelitan ini berupaya menjawab pertanyaan terkait permasalahan 1) pelaksanaan kegiatan keagamaan dalam menunjang pembelajaran PAI, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan keagamaan, 3) kegiatan keagamaan apa saja yang dapat menunjang pembelajaran PAI di SD YIMI Gresik?