cover
Contact Name
Oka Agus Kurniawan Shavab
Contact Email
bihari@unsil.ac.id
Phone
+6281809075795
Journal Mail Official
bihari@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 26553600     EISSN : 27147908     DOI : -
Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan non penelitian berupa gagasan konseptual di bidang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRUCTION DI KELAS XII IPS Edi Hernadi
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.284 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan motivasi belajar Sejarah pada siswa kelas XII dengan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI). Melihat permasalahan tersebut perlu dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi dan revisi. Data motivasi belajar siswa dan aktivitas guru dalam memotivasi belajar siswa diperoleh melalui lembar observasi, hasil belajar diperoleh melalui tes. Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui pada siklus I motivasi belajar siswa jumlah rata-rata skor 13,76 atau 55,04% siswa termotivasi kriteria cukup, pada siklus II motivasi belajar siswa meningkat dengan jumlah rata-rata skor 17,96 atau 71,84% siswa termotivasi kriteria baik, dengan demikian terjadi peningkatan motivasi belajar dari kriteria cukup menjadi baik. Pada siklus I aktivitas guru dalam memotivasi belajar diperoleh skor 19 atau 76% aktivitas guru kriteria baik, pada siklus II aktivitas guru dalam memotivasi belajar siswa skor meningkat menjadi 22 atau 88% aktivitas guru kriteria baik sekali. Pada siklus I diperoleh nilai rata-rata siklus I 73,00 dan ketuntasan belajar 72,00%. Pada siklus II mengalami peningkatan nilai rata-rata 79,60 dengan ketuntasan belajar 92,00%. Dari hasil yang diperoleh, penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Intruction (PBI) pada siswa SMAN 1 Cikijing dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA FLASH FLIPBOOK DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA MATERI SEJARAH LOKAL GEGER CILEGON 1888 DI SMA NEGERI 1 CIRUAS Rikza Fauzan; Jemi Yawati; Eko Ribawati
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.465 KB)

Abstract

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mendeskripsikan prosedur pengembangan media pembelajaran sejarah dengan media flash flipbook digital untuk pembelajaran sejarah peserta didik SMA dengan kajian materi sejarah lokal Geger Cilegon  1888 dan mendeskripsikan kelayakan media flash flipbook digital. Metode yang digunakan adalah Research and Development (RD) yang terdiri dari tahapan: 1) pencarian dan pengumpulan data, 2) perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) uji lapangan awal, 5) analisis revisi produk, 6) uji coba produk (ujicoba produk skala kecil atau terbatas, 7) hasil produk. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran menggunakan media flash flipbook digital telah divalidasi oleh 1) ahli materi dengan skor presntase 78% dengan kriteria “layak”, 2) ahli media dengan skor presntase 89% dengan kriteria “sangat layak”, 3) ahli pendidikan dengan skor presntase 90% dengan kriteria “sangat layak” dan respon peserta didik dengan skor presntase 86% dengan kategori “sangat baik”. Dengan demikian, media pembelajaran flash flipbook digital yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada kajian materi sejarah lokal Geger Cilegon 1888 untuk pesertaa didik kelas XI di SMA N 1 Ciruas.
PENGARUH KECERDASAN INTERPERSONAL DAN KEDISIPLINAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SEJARAH (Survei pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Lebak) Iman Sampurna
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.881 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan survei dan bertujuan untuk menemukan dan menganalisis secara empiris pengaruh kecerdasan interpersonal dan kedisiplinan secara bersama-sama/parsial terhadap motivasi belajar Sejarah. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah siswa kelas XI pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Lebak. Sampel penelitian diperoleh melalui metode simple random sampling. Rancangan penelitian yang digunakan melalui teknik korelasional. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner untuk semua variabel. Data yang terkumpul selanjutnya menggunakan teknik korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan interpersonal dan kedisiplinan secara bersama-sama terhadap motivasi belajar Sejarah. Hal tersebut dibuktikan dengan Sig.= 0,000 0,05 dan Fhitung = 35,705; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan interpersonal terhadap motivasi belajar Sejarah. Hal tersebut dibuktikan dengan Sig.= 0,000 0,05 dan thitung = 3,788; 3) Terdapat pengaruh yang signifikan kedisiplinan terhadap motivasi belajar Sejarah. Hal tersebut dibuktikan dengan Sig.= 0,000 0,05 dan thitung = 5,776. Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar Sejarah siswa, guru perlu mengoptimalkan kecerdasan interpersonal dan kedisiplinan.
PERANAN ORANG CINA DALAM PERDAGANGAN DI JAWA PADA ZAMAN VOC ABAD XVII Iyus Jayusman
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.445 KB)

Abstract

Jauh sebelum kedatangan orang Eropa khususnya bangsa Belanda di Nusantara, etnik Cina sudah melakukan aktivitas perdagangannya di tanah Jawa, tepatnya di pesisir pantai utara Jawa, khususnya di daerah Tuban dan Surabaya yang saat itu sudah ramai dikunjungi oleh para pedagang mancanegara yang kebanyakan dari mereka datang dari belahan bumi sebelah barat dan timur. Peran para pedagang Cina saat tersebut lebih spesifik sebagai pedagang perantara (middleman) antara penguasa pribumi dengan penguasa pribumi, juga antara penguasa pribumi dengan rakyat. Sekaitan obyek masalah yang akan diteliti kejadian masa lalu, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yang tahapannya meliputi pengumpulan sumber tulisan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Memasuki abad ke-16, yaitu periode awal kedatangan bangsa Eropa di Nusantara umumnya dan di Pulau Jawa khususnya, peran orang Cina tetap sebagai middleman artinya peran etnik Cina belum mengalami perubahan dalam perannya sebagai pedagang, yaitu masih sebagai pedagang perantara. Demikian pula, ketika orang Belanda mendirikan kongsi dagang (VOC), peran orang Cina masih seperti sedia kala sebagai pedagang perantara antara para pengusaha VOC dengan para penguasa pribumi dan para pengusaha pribumi. Namun pada periode VOC, etnik Cina di samping sebagai pedagang perantara, juga bekerja sebagai buruh di perkebunan-perkebunan yang dikelola oleh pemodal-pemodal VOC. Hanya perannya sebagai pedagang perantara tetap dominan jika dibandingkan dengan peran-peran yang lainnya. Pada masa kekuasaan VOC, kendatipun orang Cina keberadaannya sangat dicurigai oleh pihak penguasa, namun orang Cina oleh para penguasa VOC, secara hati-hati sering kali dijadikan mitra dagang. Para pejabat VOC merasa lebih senang berhubungan dengan orang Cina, ketimbang harus berhubungan dengan rakyat pribumi yang kental kultur feodalistiknya.
GAYA HIDUP MASYARKAT PERKOTAAN JAWA DALAM IKLAN MEDIA CETAK (1930-1942) Ramadhan, Ilham Rohman
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.748 KB)

Abstract

Sejarah perkembangan iklan di Indonesia merupakan salah satu kajian yang menarik, terutama jika dipakai untuk mengkaji perilaku dan gaya hidup dalam masyarakat. Iklan mempunyai nilai kredibilitas yang tinggi sebagai data dalam suatu rekonstruksi sejarah. Melalui iklan, sejarawan dapat mempelajari sejarah peradaban suatu masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Maka berdasarkan konsep tersebut, pada tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana gaya hidup masyarakat perkotaan di Jawa dilihat dari iklan media cetak yang terbit pada periode tahun 1930-1940. Dalam kajian ini juga dibahas mengenai pengaruh dari iklan terhadap gaya hidup masyarakat. Kajian ini menggunakan metodologi ilmu sejarah dengan menggunakan sumber-sumber iklan dari media cetak yang terbit di Jawa pada periode yang telah ditentukan, serta buku-buku penunjang lainnya. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian, dasawarsa 30-an merupakan era keemasan dan kejayaan periklanan di Jawa. Biro reklame tumbuh sangat pesat. Dengan diberlakukannya kebijakan liberalisasi dan swastanisasi perekonomian masa kolonial, yang secara umum telah mengakibatkan terjadinya peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan penduduk. Peningkatan kesejahtraan ini lambat laun memengaruhi gaya hidup masyarakat. Bukti pendukung terjadinya proses modernisasi gaya hidup masyarakat Jawa pada tahun 1930 sampai 1942, terekam dalam informasi komersial dari berbagai iklan gaya hidup di media cetak yang terbit pada masa itu. Perkembangan periklanan di Jawa ternyata berpengaruh kepada masuknya modernisasi dalam berbagai bidang kehidupan sehari-hari penduduknya. Tetapi modernisasi ini bersifat tidak menyeluruh, karena hanya bisa dirasakan oleh sebagain masyarakat perkotaan Jawa.
PERKEMBANGAN SEKOLAH RAKYAT (VOLKSCHOOL) DI GUNUNG KENCANA KABUPATEN LEBAK BANTEN TAHUN 1940 - 1964 Suherman, Andi; Bastaman, Weny Widyawati
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.881 KB)

Abstract

Gunung Kencana sebagai tempat kewedanaan pemerintahan Hindia Belanda dan merupakan bagian dari wilayah Parung Kujang yaitu bagian dari Onderdistrik diberlakukan sejak tahun 1828 oleh peraturan Statsblad no 81, dengan demikian dibangunlah sekolah Rakyat. Pendidikan memberikan sedikit pemahaman mengenai bahasa Belanda, pengetahuan tentang berladang dan pengetahuan lainnya. Semangat bersekolah ditunjukkan oleh para siswa yang berdatangan dari berbagai pelosok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yang berurutan. heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Pada awal abad ke-20, Belanda menerapkan sebuah politik yang disebut politik Etis yang digunakan oleh Belanda sebagai politik balas budi untuk membalas kebaikan yang dilakukan masyarakat kepada pihak Belanda saat tanam paksa sekaligus memperkuat kedudukan Belanda di wilayahnya dan politik etis sendiri memiliki tiga sektor tujuan yaitu emigrasi, pendidikan dan irigasi. Pada masa kependudukan Belanda di wilayah yang jauh dari Gunung Kencana tetap terkena imbasnya pada saat masa kependudukan Belanda yang saat itu masyarakatnya bermata pencarian sebagai petani. Penerapan politik etis membuat lahirnya sebuah sekolah salah satunya yang berada di daerah pedesaan yang menjadi salah satu tujuan dari politik etis dari bidang pendidikan dan sekolah tersebut disebut sebagai sekolah desa, atas dasar perintah. Perkembangan pendidikan pada wilayah Gunung Kencana sangat terpengaruh akibat faktor sosial dan ekonomi keberadaan jarak sekolah yang jauh serta berbagai pendukung lainnya yang belum memadai yang pada akhirnya sangat sedikit dari mereka dapat lulus dari sekolah tersebut yang berasal dari wilayah jauh.

Page 1 of 1 | Total Record : 6