cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2 (2022): LOA" : 11 Documents clear
PERSEPSI URGENSI INKLUSI ASPEK-ASPEK MULTIMODALITAS DALAM DESAIN MODEL PEMBELAJARAN PRAGMATIK EDUKASIONAL R. Kunjana Rahardi
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.4641

Abstract

 Abstrak Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan persepsi urgensi inklusi komponen-komponen multimodalitas dengan berbagai aspeknya ke dalam desin model pembelajaran pragmatik edukasional. Data penelitian kuantitatif berwujud angka-angka yang ditunjukkan dalam persentase atas respons pernyataan-pernyataan yang diberikan. Data jenis ini diperoleh dengan cara mendistribukan instrumen kuesioner melalui ‘google form’ kepada responden yang pernah mendapatkan perkuliahan pragmatik edukasional. Data kualitatif penelitian ini berupa aspek-aspek komponen konteks yang membentuk multimodalitas dan mencakup aspek linguistik, visual, spasial, gestural, dan aural. Metode pengumpulan data jenis kedua adalah metode simak dengan teknik baca dan catat khususnya untuk mendapatkan data kualitatif penelitian ini. Selanjutnya, data yang telah terkumpul diklasifikasi dan ditipifikasi serta dianalisis untuk mendapatkan angka-angka persentase persepsi urgensi inklusi dimensi-dimensi multimodalitas dalam desain model pembelajaran pragmatik edukasional. Metode analisis isi diterapkan untuk memberikan pemaknaan pada temuan-temuan angka kuantitatif berupa persentase persepsi urgensi tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi inklusi aspek-aspek multimodalitas meliputi aspek linguistik, visual, gestural, spasial, dan aural memiliki angka persentase yang sangat tinggi. Setiap aspek dipersepsi responden dengan angka persentasi setuju dan sangat setuju yang mendekati 100%. Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa inklusi dimensi-dimensi multimodalitas dengan segala aspeknya urgen untuk dilakukan dalam pembelajaran pragmatik edukasional. Kata-kata kunci: Persepsi urgensi, dimensi-dimensi multimodalitas, pragmatik edukasional            AbstractThe purpose of this research is to describe the perception of the urgency of including multimodality components with various aspects into the design of educational pragmatic learning models. Quantitative research data are in the form of numbers that are shown in percentages of the responses to the statements given. This type of data was obtained by distributing a questionnaire instrument through the 'google form' to respondents who had received educational pragmatics lectures. The qualitative data of this study is in the form of aspects of the cybertext context components that form multimodalities which include linguistic, visual, spatial, gestural, and aural aspects. The second type of data collection method is the reading method with between the line reading and note-taking techniques, especially to obtain qualitative data for this study. Furthermore, the data that has been collected is classified and typified and analyzed to get the percentage figures for the perception of the urgency of inclusion in the multimodality dimensions of educational pragmatic learning model design. The content analysis method is applied to give meaning to the findings of the quantitative figures in the form of the percentage of the perception of urgency. The results of this study indicate that the perception of inclusion of multimodality aspects including linguistic, visual, gestural, spatial, and aural aspects has a very high percentage. Each aspect is perceived by respondents with a percentage agree and strongly agree close to 100%. Thus, it can be emphasized that the inclusion of multimodality dimensions with all its aspects is urgent to do in designing educational pragmatics learning.. Keywords: Perception of urgency, multimodality dimensions, educational pragmatics
ANALISIS PROSES KREATIF PENGARANG SUNDA GODI SUWARNA MELALUI WAWANCARA KHUSUS DALAM JURNAL DANGIANG Taufik Rahayu
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5206

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana proses kreatif pengarang Sunda Godi Suwarna yang bersumber dari wawancara khusus pengarang dengan Jurnal Dangiang dengan judul tulisan "Menolak Tradisi Bertolak dari Tradisi". Metode yang digunakan dalam riset ini adalah metode deskriptik interpretatif dan kecukupan referensial untuk mengetahui bagaimana proses kreatif pengarang. Adapun tahap-tahap dalam penelitian ini adalah tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan penarikan simpulan yang menjadi faktor pendorong proses kreatif pengarang.Hasil penelitiannya, dalam proses kreatifnya Godi banyak memanfaatkan folklor, dongeng, cerita rakyat, dan cerita wayang dalam proses kepangarangannya, disaat yang sama pengarang antara menolak dan memanfaatkan nilai-nilai tradisi sebagai bagian dari proses kreatifnya. Di lingkungan sastra Sunda Godi adalah pembaharu dari aliran realis menuju surealis. Godi adalah pengarang yang teguh dan konsisten menulis dalam bahasa Sunda sebagai upaya ia yang ikut menjaga hidup kesusastraan Sunda.  AbstractThis article aims to reveal how the creative process of the Sundanese author Godi Suwarna comes from the author's special interview with the Dangiang Journal with the title "Rejecting Tradition from Tradition". The method used in this research is an interpretive descriptive method and referential adequacy to find out how the author's creative process is. The stages in this research are the data collection stage, the analysis stage, and drawing conclusions which are the driving factors for the author's creative process. The results of his research, in his creative process, Godi uses folklore, fairy tales, folklore, and wayang stories in his writing process, at the same time the author refuses and uses traditional values as part of his creative process. In Sundanese literature, Godi is a reformer from the realist to the surrealist school. Godi is a steadfast and consistent writer who writes in Sundanese as an effort to help preserve Sundanese literature. 
KRITIK SOSIAL DALAM WEB SERIES CINTA FISABILILLAH KARYA FILM MAKER MUSLIM DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI MADRASAH ALIYAH Nur Fitriani; Endang Rahmawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.3635

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya permasalahan yang muncul pada web seriesCinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui kritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim dengan tinjauan sosiologi sastra, (2) untuk mengetahui relevansi web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di MA. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian studi pustaka. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif kualitatif menggunakan pendekatan sosiologi sastra dengan mendeskripsikankritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim dengan tinjauan sosiologi sastra. Selain itu, juga untuk mendeskripsikan relevansi web series Cinta Fisabilillah karya Film Maker Muslim terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di MA. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah web series Cinta Fisabilillahkarya Film Maker Muslim dan sumber buku referensi, jurnal, skripsi, tesis, maupun artikel yang mendukung dan menunjang permasalahan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan teknik catat. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini mengguakan teknik triangulasi teori. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra dan teknik analisis data interakif yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat (1) 7 kritik sosial yang muncul dalam web series Cinta Fisabilillah, diantaranya adalah kebudayaan terdiri dari 2 data, agama terdiri dari 2 data, ketimpangan gender terdiri dari 1 data, konflik sosial terdiri dari 2 data, kemiskinan terdiri dari 1 data, kejahatan terdiri dari 1 data, dan pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat terdiri dari 1 data, (2) relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di MA kelas XI semester genap, yaitu dengan materi sastra, tepatnya KD 3.19 Menganalisis isi dan kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton. Sehingga drama atau film tersebut sangat relevan untuk dijadikan sebagai penunjang pembelajaran Bahasa Indonesia.
KONSEP GENDER MASYARAKAT BENUAQ DALAM CERITA RAKYAT: SEBUAH TINJAUAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL Aquari Mustikawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5148

Abstract

Tulisan ini menggambarkan konsep gender masyarakat Benuaq dalam cerita rakyatnya, yaitu “Bullu”, “Putri Inuinang jadi Ratu”, “Ayus dan Siluq Berpisah Selama-lamanya”, dan “Belietn Siluq. Masalah yang difokuskan dalam tulisan ini adalah bagaimana konsep gender masyarakat Dayak Benuaq dalam cerita rakyatnya? Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis konten untuk mengupas konsep gender dalam cerita rakyat. Teori sosial yang beraliran feminism, yaitu fungsionalisme struktural digunakan dalam tulisan ini untuk menggambarkan konsep gender masyarakat Benuaq. Hasil tulisan menunjukkan bahwa konsep gender yang dianut masyarakat Benuaq meliputi peran sosial yang egaliter atau sama antar laki-laki dan peremapuan dan peran kultural yang menempatkan laki-laki dan perempuan sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembagian peran sosial antara laki-laki dan perempuan masyarakat Benuaq tidak ditentukan secara pasti. Secara kultural, laki-laki dan perempuan Benuaq sama-sama mendapat kedudukan yang penting dalam masyarakatnya.Kata kunci: gender, fungsionalis, struktural, Benuaq
LOA, Volume 17, No. 2, Desember 2022 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS KESALAHAN PENULISAN BAHASA INDONESIA DI SURAT KABAR SOLOPOS BIDANG EKONOMI EDISI OKTOBER--DESEMBER 2020 Layla Lusia Ningrum; Titik Sudiatmi; NFN Suparmin
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.4543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk kesalahan penulisan bahasa Indonesia di media surat kabar Solopos bidang ekonomi edisi Oktober-Desember 2020 aspek ejaan bahasa Indonesia, aspek morfologi, dan aspek sintaksis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yaitu mendeskripsikan bentuk kesalahan penulisan bahasa Indonesia di media surat kabar Solopos bidang ekonomi edisi Oktober-Desember 2020. Sumber data penelitian ini yaitu media surat kabar Solopos bidang ekonomi edisi Oktober-Desember 2020 dipilih karena faktor-faktor berikut perlu diperhatikan antara lain: terjadinya ketidaktepatan dalam percetakan baik aspek ejaan bahasa Indonesia, aspek morfologi, dan aspek sintaksis.Dalam pengumpulan data, penulis melakukan teknik dokumentasi yang menunjukkan kesalahan yang terdapat di dalam ejaan bahasa Indonesia, morfologi, dan sintaksis. Hasil analisis kesalahan penulisan bahasa Indonesia yang terdapat di dalam media surat kabar Solopos edisi Oktober-Desember 2020 yang banyak ditemukan adalah kesalahan ejaan bahasa Indonesia. Kesalahan dalam aspek morfologi dan sintaksis juga ada, namun hanya beberapa saja dan tidak banyak seperti kesalahan pada ejaan bahasa Indonesia. Dalam menulis di media surat kabar Solopos, harus memahami kaidah penulisan agar tulisannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) di dalam penggunaan ejaan bahasa Indonesia, morfologi, dan sintaksis.
Redaksi, Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak, Petunjuk Penulisan LOA VOLUME 17, No. 2 Desember 2022
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ALIH WAHANA CERITA RAKYAT "ASAL-USUL SURABAYA" DALAM INDUSTRI KREATIF Yulitin Sungkowati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5138

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas bagaimana alih wahana cerita rakyat “Asal Usul Surabaya” dan perubahan yang terjadi dalam alih wahana cerita rakyat “Asal Usul Surabaya” menjadi produk industri kreatif. Teori yang digunakan adalah alih wahana dan sastra bandingan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, baik cetak maupun digital. Penelitian dilakukan selama enam bulan (April—September 2021) di Surabaya. Analisis data dilakukan dengan metode perbandingan. Hasil penelitian menunjukan bahwa alih wahana cerita rakyat “Asal Usul Surabaya” menjadi kerajinan berupa patung dan miniatur patung masih mempertahankan tokoh dan tema utama perkelahian Sura dan Baya. Alih wahana dalam bentuk desain batik, kaos, dan berbagai merchandise lainnya masih mempertahankan tokoh utama Ikan Sura dan Baya, namun dengan perubahan-perubahan pada tema, tidak lagi hanya tentang perkelahian tetapi juga persaudaraan. Perubahan paling banyak terjadi pada alih wahana menjadi sinematografi dalam film animasi Grammar Suroboyo dan Culoboyo. Kata kunci : sastra, industri kreatif, alih wahana, sastra bandingan AbstractThis study aims to discuss how is the transformation of story “The Origin of Surabaya” and the changes in transformation of folktale “The Origin of Surabaya” into creative industry products. It uses transformation and comparative literary theory. The collection of data is done by observation, interview, and dokumentation study, both print and digital. This research is conducted during six months (April--September 2021) in Surabaya. Data analysis was carried out by comparison method.  The results show that transformation of folktale “The Origin of Surabaya” into crafts in the form of sculpture and miniature statues still maintain character and main theme of Sura and Baya fight. Transformation in the form of batik design, shirt, and other merchandises still maintain main character Sura fish and Baya, but with many changes to a theme, no longer just about fighting but also brotherhood. The most changes occured in the transformation into chinematography in animated Grammar Suroboyo and Culoboyo. Keywords:  literature, creative industry, transformation, comparative literary theory
KEBUTUHAN PENGGUNA BAHASA TERHADAP MATERI PENYULUHAN DI KALIMANTAN TIMUR Nur Bety
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v17i2.5168

Abstract

AbstrakPenelitian Kebutuhan Pengguna Bahasa terhadap Materi Penyuluhan Bahasa Indonesia di Kalimantan Timur merupakan sebuah penelitian kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan kegiatan penyuluhan bahasa Indonesia, yaitu dengan menjaring data dan informasi dari para pesuluh yang pernah menjadi peserta kegiatan penyuluhan. Hasil penelitian ini akan dijadikan rekomendasi bagi pengambilan kebijakan selanjutnya, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pengguna bahasa terhadap materi penyuluhan. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang harus dijawab oleh responden. Kuesioner ini berupa pengetahuan yang menyajikan 20 soal pilihan ganda yang terdiri atas lima soal materi ejaan, lima soal materi bentuk dan pilihan kata, lima soal materi struktur kalimat, dan lima soal materi kalimat efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif inferensial, yaitu metode yang bukan hanya mendeskripsikan data, melainkan juga menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, sebagian besar guru di Provinsi Kalimantan Timur menguasai kaidah ejaan, bentuk dan pilihan kata, serta kalimat dan kalimat efektif. Kata kunci: kebutuhan, pengguna bahasa, materi penyuluhan. AbstractResearch on Language Users’ Needs for Indonesian Language Extension Materials in East Kalimatan is a policy research. This study aims to determine the usefulnes of Indonesian language extension activities, namely by collecting data and information from extension participant who have been joined in extension activities. The result of this study will be used as recommendations for further policy making, especially those related to the needs of language users for extension materials. This study uses a questionnaire that must be answered by the respondent. This questionnare is in the form of knowledge that presents 20 multiple choice questions consisting of question on spelling material, question on form and word choice, question on sentence structure and effective sentence materials. The method used in this research is descriptive inferential, which is a method that not only desribes the data, but also analyzes and concludes the research results. Based on the results of the data analysis, most of the teachers in East Kalimantan Province mastered the rules of spelling, word form and choice, as well as effective sentences and sentences. Keywords: needs, language users, extention materials 
LOA, Volume 17, No. 2, Desember 2022 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 17, No 2 (2022): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 11