cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN BUKU AJAR MATEMATIKA TERAPAN UNTUK MAHASISWA POLITEKNIK I Ketut Darma
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1381.217 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.34

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mendapatkan buku ajar yang sesuai dengan paradigma pembelajaran berbasis kompetensi sebagai upaya meningkatkan pencapain standar kompetensi pada mahasiswa Politeknik. Pengembangan dilaksanakan selama dua tahapan waktu. Tahun pertama melakukan analisis kebutuhan untuk mendapatkan draf buku ajar. Pengembangannya menggunakan model pengembangan Dick & Carey. Penelitian dilaksanakan di bidang rekayasa Politeknik Negeri Bali tahun 2012. Tahap pertama ini mendapatkan hasil, kompetensi yang dituntut dalam matematika terapan meliputi: aplikasi software matematika, aljabar, geometri, trigonometri, dan kalkulus, yang dituangkan dalam 13 standar kompetensi dan 51 kompetensi dasar. Karakteristik mahasiswa: 1) umur rata-rata 18-19 tahun; 2) pemahaman terhadap konsep matematika 62,16 % sedang, 3) motivasi belajar matematika mahasiswa 49,55% sedang, 4) dan 81,98% berasal dari SMK. Kisi-kisi atau prototype buku ajar matematika terapan berbasis kompetensi untuk meningkatkan pencapaian kompetensi, materinya dikembangkan mengacu kepada standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator pencapain kompetensi. Materi pokoknya meliputi 4 bidang, yaitu: 1) pengantar software matematika dan aljabar, 2) geometri; 3) trigonometri; dan 4) kalkulus. Urutan materinya, disusun dengan pendekatan hierarkis. Keempat materi tersebut dikemas menjadi 2 buku ajar, yaitu buku ajar matematika terapan I diajarkan semester 1, buku ajar matematika terapan II diajarkan semester 2, Pendekatan pembelajaran di kelas menggunakan pendekatan pembelajaran berorientasi konstruktivisme dengan metodemetode pembelajaran student center learning (SCL). Tahapan pembelajarannya meliputi: 1) pendahuluan: oriantasi, menggali ide, pengetahuan awal ; 2) dan 3) pembelajaran inti: rekunstruksi ide dan aplikasi ide; dan pembelajaran penutup: review perubahan ide.
MENERAPKAN KOMUNIKASI PERSUASIF DALAM PELATIHAN Kusnohadi Kusnohadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.174

Abstract

Abstrak:Kemampuan berkomunikasi menjadi sebuah kebutuhan primer bagi seorang fasilitator, di mana kegiatan pelatihan dilakukan melalui interaksi dan komunikasi. Hasil pelatihan yang rendah disebabkan oleh penerapan pola interaksi dan komunikasi yang tidak sesuai dengan tujuan dan materi pelatihan, serta karakteristik peserta. Komunikasi persuasif dalam konteks pelatihan tidak semata-mata merupakan proses tranformasi pesan oleh fasilitator kepada peserta, tetapi juga merupakan upaya untuk membantu peserta dalam mewujudkan rekonstruksi pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memahami materi pelatihan dan mengubah tingkah laku. Peluang menerapkan komunikasi persuasif muncul di berbagai kesempatan di kelas, sehingga peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan komponen komunikasi persuasif dan penerapannya secara tertulis, lisan, dan dalam diskusi kelompok. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang relevan dengan penerapan komunikasi persuasif dalam pelatihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dibangun atas empat pilar yaitu: logos, pathos, ethos, dan passion. Kemampuan komunikasi persuasif yang baik diyakini mampu mengatasi masalah-masalah belajar dan memudahkan belajar dalam setting pelatihan sehingga mampu mewujudkan perolehan hasil pelatihan yang optimal bagi peserta. Dengan demikian, disarankan agar setiap fasilitator melatih diri agar menjadi terampil dalam menerapkan komunikasi persuasif. Memadukan kemampuan komunikasi persuasif dengan teknologi informasi dan komunikasi akan membuat penerapan komunikasi persuasif lebih menarik dan menyenangkan.Kata Kunci: Komunikasi, persuasif, pelatihanAbstract:Communication skill is a primary need for a facilitator, because training is conducted through interaction and communication. Low training result is caused by interaction and communication pattern implementation which is not in line with the training objective as well as material, and with the participants’ characters. In the training context, persuassive communication is not merely a process of message transformation from the facilitator to the the participants, but also an effort to assist the participants to understand the materials and to shift their attitude. Opportunities to apply persuassive communication are during the whole class so that it must be optimized. This article is aimed to describe the components of persuassive communication and its application in written as well as spoken forms, and also in in discussion forum. This study result shows that persuassive communication is built on four pilars: logos, pathos, ethos, and passion. Good persuassive communication skill is believed to be able to solve learning problems and to make learning in training setting easier, so that it can result in a maximum training result. Therefore, it is recommended that every facilitator should develop their own skill of persuassive communication. Integrating information and communication technology with this skill will make persuassive communication application more interesting and fun.Keywords: Communication, persuassive, training
DAMPAK FILM TELEVISI TERHADAP PERILAKU SISWA safari Safari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.189 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.478

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi pengawas sekolah terhadap dampak film dalam televisi terhadap perilaku siswa. Berdasarkan analisis Chi-Square dari 98 responden pengawas sekolah di 15 provinsi, yang terdiri dari (1) pengawas sekolah TK/SD/SDLB, (2) pengawas sekolah rumpun mata pelajaran (RM), dan (3) pengawas sekolah bimbingan dan konseling (BK), maka diperoleh hasil penelitian seperti berikut ini. Hasil penelitian yang pertama menunjukkan bahwa menonton televisi dalam hari-hari sekolah dapat mengganggu belajar siswa. Alasannya di antaranya adalah karena: anak akan lupa belajar jika acaranya menarik, konsentrasi belajar siswa tidak terfokus, acaranya tidak sesuai dengan mata pelajaran, siswa menjadi malas belajar. Hasil penelitian ini, termasuk hasil penelitian berikut, menunjukkan tidak terdapat perbedaan di antara para pengawas sekolah (P>0,05). Hasil penelitian berikutnya menunjukkan bahwa: (1) iklan yang ditonton/ ditayangkan di televisi dapat berdampak negatif terhadap perilaku siswa, (2) film komedi berdampak positif terhadap perilaku siswa, (3) film drama keluarga berdampak positif terhadap perilaku siswa, (4) film horor/setan yang ditayangkan di televisi dapat berdampak negatif terhadap perilaku siswa, (5) film kartun berdampak positif terhadap perilaku siswa, dan (6) film keagamaan berdampak positif terhadap perilaku siswa
TRANSFORMASI NASIONALISME MELALUI PROGRAM KISAH TOKOH RADIO EDUKASI Innayah Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.325 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.78

Abstract

diterima: 17 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 26 April 2013; disetujui: 30 April 2013Abstrak: Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui: (a) pengertian nasionalisme sebagai nilai sosial, (b) sejarah radio dan perannya dalam pendidikan, dan (c) kontribusi program Kisah Tokoh Radio Edukasi dalam menumbuhkan nasionalisme bangsa. Dalam penulisan ini motode yang digunakan adalah deskriptif. Hasil kajian dari penulisan adalah program Kisah Tokoh diharapkan dapat menginspirasi dan mengembangkan sikap nasionalisme generasi muda seperti yang diteladankan tokoh-tokoh bangsa yaitu menanamkan semangat (motivasi) menghargai orang lain dan meneladani kesuksesannya, memberikan pencerahan dan menanamkan kesadaran akan nilai-nilai luhur bangsa sendiri serta semangat juang orang orang sukses.Kata Kunci: Transformasi, Nasionalisme, Radio Edukasi, Media, Kisah TokohAbstract:The purpose of this paper was to find out: (a) the definition of nationalism as a social value, (b) the history of radio and its role in education, and (c) the contribution of Heroes story program in Radio Edukasi in growing nationalism. This paper used descriptive method. The result of this study was expected to inspire dan grow nationalism toward young people as exemplified by nation’s leaders who instilled the spirit of respect for others and immitating their success, enlightening and internalizing awareness of the great value of their own nation and morale of successful people. Key Word: Transformation, Nationalism, Media, Heroes Story
PEMANFAATAN MACROMEDIA FLASH UNTUK PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS yulia isratul aini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.258

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pemanfaatan aplikasi Macromedia Flash untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) yang difokuskan pada 1) deskripsi aplikasi of Macromedia Flash,   2) deskripsi penggunaan aplikasi ini  untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Inggris, 3) deskripsi langkah-langkah membuat media pembelajaran bahasa Inggirs dengan menggunakan aplikasi ini. Aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi ini sangat berpotensi untuk mengakomodasi pembelajaran bahasa Inggris. Aplikasi ini digunakan untuk membuat slide sajian, animasi, kuis-kuis interaktif. Kesimpulannya guru-guru bahasa inggris perlu untuk menguasai aplikasi ini untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Inggris. Kata kunci: macromedia flash, pemanfaatan, pembelajaran bahasa Inggris, basis ICT
PENGEMBANGAN KUALITAS SDM (GURU) DI MADRASAH Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.696 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.551

Abstract

Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, maka keberadaan Madrasah diakui sama dengan sekolah-sekolah yang selama ini dikelola Depdiknas yaitu sebagai salah satu subsistem pendidikan nasional. Dengan demikian, MI sama dengan SD, MTs.dengan SMP dan MA dengan SMA. Sehubungan dengan hal tersebut Madrasahpun juga harus didesentralisasikan sebagaimana SD, SMP maupun SMA yang selama ini dikelola secara terpusat oleh Depdiknas. Untuk mengantisipasi masalah ini, Departemen Agama melalui MESA (Madrasah Education Sub Sector Assesment) melakukan studi menyeluruh tentang pengelolaan Madrasah untuk melihat kesiapan Madrasah jika pengelolaannya diserahkan ke daerah. Studi dilakukan dengan melihat dokumentasi, mewawancarai pakar, pejabat, praktisi lapangan dan lain-lain. Sebagai sampel dikunjungi 6 lokasi guna melihat kondisi riil Madrasah, mewawancarai para guru dan kepala Madrasah, serta melakukan diskusi terfokus (Focus Group Discussion) dengan pejabat daerah seperti para Ka Kanwil Depag dan Kepala Kantor Departemen Agama, para pejabat Propinsi dan Kabupaten/Kota yang membidangi masalah anggaran dan perencanaan. Selain itu dilakukan observasi dan wawancara dengan para pengelola MDC (Madrasah Development Center) CLRC (Common Learning Resources Center) dan pengelola Madrasah Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, para pejabat di daerah cenderung merasa “belum siap” jika Madrasah didesentralisaikan dan kedua, kondisi SDM (lhususnya Guru) yang ada di Madrasah belum seperti yang diharapkan.
PERMASALAHAN IMPLEMENTASI EVALUASI DIRI SEKOLAH ONLINE Hendarman Anwar
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.763 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.110

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang berpotensi dan alternatif solusi dalam implementasi Evalusi Diri Sekolah (EDS) online. Kebijakan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam implementasi EDS didasarkan atas pertimbangan efisiensi waktu dan sumber daya. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa dokumentasi peraturan perundang-undangan, hasil penelitian, laporan evaluasi, dan publikasi lainnya, dan dianalisis dengan meta-analysis. Hasil analisis menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam implementasi EDS online meliputi ketersediaan akses, kemampuan menggunakan TIK, dan sistem aplikasi yang digunakan. Solusi alternatif diantaranya melalui proses sosialisasi dan pelatihan yang lebih sistematis terhadap berbagai unsur yang terkait yaitu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan dinas-dinas dalam lingkup pemerintah daerah yang memiliki kewenangan struktural, serta melibatkan peran pemerintah daerah kabupaten/kota dalam pemenuhan kebutuhan koneksi internet. Disarankan agar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDM-PMP) untuk lebih bersinergi dengan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam implementasi EDS online dengan penekanan pada mekanisme kelembagaan dan pemanfaatan hasil EDS online.Kata Kunci: Evaluasi Diri Sekolah, mutu, internet, TIK, Abstract:This research was intended to identify potential problems and alternative solutions regarding the implementation of Online School Self-Evaluation (Online SSE). The use of Information and Communication Techology (ICT) for School Self-Evaluation (SSE) implementation is under the framework of time and human resources efficiency. This research used secondary data consisting of official regulations, research reports, evaluation results, and other publications, and was analyzed using meta-analysis. The results of the research showed that the potential problems related to Online School Self-Evaluation implementation among others are the availability of access, ICT literacy of teachers and education personnel, and the use of application system. The identified alternative solutions are the intensive socialization and training for teachers and education personnel as well as authorized people within the local government, and the involvement of local government at district/municipality level to fulfill the availability of internet connection in schools. It is recommended that Board of Human Resources Development on Education and Culture and Educational Quality Assurance (BPSDMPK-PMP) to synergize with National Accreditation Board for Schools/Madrasah (BAN-S/M), Educational Quality Assurance Institute (LPMP) and local government in the implementation of Online SSE with the emphasis on institutional mechanism and the use of online SSE results.Keywords: School Self-Evaluation, quality, internet, ICT
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PEMBELAJARAN: SEBUAH KAJIAN Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.393 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.133

Abstract

Abstrak:Siapa saja termasuk guru akan mengatakan bahwa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sebagian orang mengatakan bahwa dirinya tidak dapat terlepas dari TIK, mulai dari saat bangun pagi sampai dengan beristrahat tidur. Bagaimana dengan guru? Apakah mereka telah memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung keterlaksanaan kegiatan pembelajaran yang mereka kelola setiap hari? Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian guru di beberapa sekolah di berbagai propinsi dan kabupaten/ kota telah memanfaatkan TIK dalam kegiatan pembelajaran namun sebagian guru lainnya masih belum. Pertanyaanpertanyaan inilah yang menggugah penulis untuk melakukan kajian (review) tentang masalah pemanfaatan TIK untuk kegiatan pembelajaran. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor yang berpengaruh sehingga guru termotivasi atau tidak memanfaatkan TIK dalam membelajarkan peserta didiknya. Hasil kajian mengemukakan bahwa ada 2 faktor utama yang memengaruhi guru memanfaatkan atau tidak TIK dalam kegiatan pembelajaran. Kedua faktor yang dimaksudkan adalah (1) faktor internal dari dalam diri guru sendiri, yaitu persepsi dan sikapnya terhadap TIK, pengetahuan dan keterampilan guru memanfaatkan TIK, dan kepemilikan perangkat TIK, dan (2) faktor eksternal (dari luar diri guru), yaitu ada tidaknya dukungan kebijakan dari dinas pendidikan setempat dan kepala sekolah untuk pemanfaatan TIK di dalam kegiatan pembelajaran, pengadaan perangkat TIK di sekolah, apresiasi terhadap guru yang berinisiatif memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran, dan pelatihan di bidang ke-TIK-an untuk pembelajaran.Kata Kunci: Teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pembelajaran, persepsi, sikap. Abstract:Nowadays, any teacher will say that information and communication technology (ICT) is truly needed in daily life. Some people say that their daily life and ICT are inseparable; starting from waking up in the morning until sleeping again at night. How about teachers? Have they utilized ICT to support their daily teaching activities? To a certain extent, some teachers at schools in some provinces and districts have already utilized ICT in their daily teaching but not for some others. These questions have triggered the writer to conduct a review in order to identify factors influencing teachers whether to utilize ICT for learning activities or not. This article aims at reviewing various factors influencing teachers to feel motivated to in utilizing ICT in their teaching or not. The review came up to a conclusion that there are 2 main factors: (1) internal factor (within the teachers themselves) such as perception and attitude toward ICT, knowledge and skill to utilize ICT, and the ownership of ICT equipment; and (2) external factor (outside of teacers), such as policy support from the District Educational Office and school headmaster in the utilization of ICT for learning, procurement of ICT equipment in schools, appreciation towards teachers taking initiatives in utilizing ICT for learning, and training in the utilization of ICT for learning.Key words: Information and communication technology (ICT), learning, perception, attitude.
TEORI BELAJAR ROBERT M. GAGNE DAN IMPLIKASINYA PADA PENTINGNYA PUSAT SUMBER BELAJAR Bambang Warsita
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.445 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.421

Abstract

Teori belajar model nine instructional events Robert. M. Gagne ini membantu para guru, para perancang pembelajaran dan para pengembang program pembelajaran untuk memahami proses belajar yang terjadi di dalam diri peserta didik sehingga dapat mempengaruhi, memperlancar atau menghambat proses belajar peserta didik. Selain itu, model ini membantu kita untuk melakukan intervensi dengan mengembangkan Pusat Sumber Belajar (PSB), sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pembelajaran melalui pengembangan sistem instruksional. Dalam melaksanakan fungsi pengembangan sistem instruksional (instructional development), PSB menyediakan sumber-sumber belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MICROTEACHING MAHASISWA Siti Rohmah Rohimah; Ismah Ismah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.118 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.165

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 6 yang sedang mengambil mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Microteaching) tahun ajaran 2012/2013 pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berlokasi di Cirendeu. Data dikumpulkan dari nilai hasil akhir setiap mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran, Strategi Pembelajaran Matematika, dan Perencanaan Pembelajaran Matematika. Nilai kemampuan mengajar dikumpulkan menggunakan Microteaching Test Performance setiap mahasiswa yang terintegrasi dalam nilai akhir dari mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar. Kemudian dilakukan uji asumsi yang harus dipenuhi dalam regresi linear berganda yaitu uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran (X1), Strategi Pembelajaran Matematika (X2), dan Perencanaan Pembelajaran Matematika (X3) secara bersamaan mempengaruhi nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) secara signifikan. Koefisien determinasi dari model regresi sebesar 0.37. Hal ini berarti bahwa varian nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) mampu dijelaskan sebesar 37% oleh variabel nilai mata kuliah X1, X2, dan X3. Sedangkan 63% sisanya oleh faktor lainnya. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi bahan literatur untuk penelitian berikutnya dengan menentukan lebih banyak lagi faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa.Kata Kunci: kemampuan microteaching, regresi linear berganda, koefisien determinasiAbstract:The aim of this research is to determine the factors affecting the students’ microteaching ability. This research is a quantitative research which applies multiple linear regression analysis. The population is all 6th semester students of Mathematic Education Program at Education Faculty of Universitas Muhammadiyah Jakarta who are taking microteaching subject in 2012/2013 academic year. Data are from their final scores of three subjects: Media and Instructional Technology, Math Learning Strategy, and Math Learning Plan. Microteaching capacity scores are based on their Microteaching Test Performance integrated in their final Microteaching subject score. Then, assumption test that must be met in multiple linear regression is carried out which are multicolinearity test, autocorrelation test, heteroscedacticity test, and linearity test. The result shows that the score variables of Media and Instructional Technology (X1), Math Learning Strategy (X2), and Math Learning Plan (X3) collectively effect the score of Microteaching (Y) significantly. Determination coefficient of regression model is 0.37, meaning that the variable of Microteaching (Y) subject score can be explained by variables X1, X2, and X3 of 37%. The rest of 63% is explained by other variables. Hopefully, this researchcan be reference for continuous research on students’ microteaching capacity with more affecting factors.Keywords: microteaching capacity, multiple linear regression, determination coefficient

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue