cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
MEMBANGUN UNJ SEBAGAI ORGANISASI BELAJAR YANG UNGGUL Khaerudin Khaerudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.312 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.445

Abstract

Era informasi adalah era di mana segala sesuatu berkembang dan berubah dengan cepat. Suatu organisasi dituntut untuk terus mampu beradaptasi dan melakukan upaya peningkatan terusmenerus mengikuti irama perubahan lingkungan agar tetap bertahan (survive) dan mampu bersaing dengan organisasi lainnya. Sebagai suatu organisasi, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dituntut untuk mampu melakukan hal yang sama. Mengacu pada teori dan konsep organisasi belajar, makalah ini mengupas berbagai cara yang sebaiknya diterapkan oleh UNJ khususnya atau organisasi serupa lain pada umumnya agar tetap unggul di era global dewasa ini. Pembahasan meliputi konsep organisasi belajar dan cara yang sebaiknya ditempuh dari sisi (1) dinamika belajar yang dilakukan oleh anggota organisasi, baik sebagai individu, kelompok, maupun organisasi, (2) proses transformasi yang dilakukan menuju sebuah organisasi belajar yang diharapkan, (3) proses pemberdayaan sumber daya manusia yang dimiliki, baik dosen, karyawan, maupun mahasiswa, (4) proses manajemen pengetahuan sebagai roh dari sebuah organisasi belajar, dan (5) pemanfaatan teknologi untuk mendukung terjadinya berbagai perubahan untuk mengatasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi pada lingkungan yang akan mempengaruhi eksistensi UNJ.
Kumpulan Abstrak Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.201 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.38

Abstract

STUDI EKSPLORATIF TENTANG PUSTEKKOM-KEMDIKBUD SEBAGAI PUSAT SUMBER BELAJAR BERBASIS TIK Oleh: Waldopo Pustekkom - Kemdikbud Jl. RE Martadinata, Ciputat 15411, Tangerang Selatan, Banten. (waldopo@kemdikbud.go.id atau waldopo@gmail.com) HUBUNGAN PERSEPSI KOMPETENSI INSTRUKTUR DALAM PENGGUNAAN MEDIA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR Asep Saepudin PLS FIP Universitas Pendidikan Indonesia Jl. Dr. Setiabudhi 229, Bandung 40154, Jawa Barat (aspudin@gmail.com)
EVALUASI PEMANFAATAN TV EDUKASI DI 10 KABUPATEN/KOTA TAHUN 2014 Ika Kurniawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.617 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i1.178

Abstract

Artikel ini merupakan hasil studi yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan TV Edukasi oleh pengguna (guru maupun siswa) yang ditinjau dari sisi akses, konten, promosi, maupun dari pengguna itu sendiri. Penelitian ini dilakukan di Pulau Jawa yang tersebar pada 10 (sepuluh) lokasi kabupaten/kota yaitu: Bandung, Banyumas, Malang, Semarang, Surabaya, Tangerang, Garut, Purwokerto, Yogyakarta, dan Cianjur dengan jumlah responden guru dan siswa sebanyak 250 responden. Waktu pelaksanaan penelitian antara Bulan Juni–Bulan Agustus 2014. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dari guru dan siswa berupa angket. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase yang selanjutnya dikonsultasikan pada kriteria evaluasi yang telah dikembangkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi akses, >70% responden menonton TV Edukasi di rumah, responden mengakses melalui antena biasa (TVRI) sebesar 35% - 45%, sisanya melalui akses lainnya. Responden mengakses TV Edukasi di sekolah sebesar 45% - 50% melalui komputer (streaming TV Edukasi) dan TV Lokal. Dari sisi konten, hasilnya cukup sesuai dengan kebutuhan pengguna. Keikutsertaan responden dalam kegiatan promosi program baik yang sifatnya fasilitasi, sosialisasi, maupun penyelengaraan Kuis Ki Hajar masih relatif kurang. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut kebanyakan hanya dilakukan di sekitar ibu kota propinsi. Secara tidak langsung, hal ini berdampak pada frekuensi pemanfaatan TV Edukasi di mana responden hanya 1 kali dalam seminggu memanfaatkan TV Edukasi.
HUBUNGAN ANTARA MEDIA PEMBELAJARAN DAN SIKAP SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS DATA TIMSS Sitti Hajrah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.349 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.343

Abstract

Indonesian students’ Mathematics learning Achievement which is internationally measured through TIMSS is still very low. Their attitudes are highly influenced by the attractiveness or not the teaching-learning activities in the class. One of the students’ interest in the teaching-learning activities in the class is the availability of learning media. The objective of this study is to find out the correlation between the students attitudes and the learning media. The data used for this study is the TIMSS data of 2011 which is the result of the questionnaire consisting of 25 questions on students’ attitudes and 5 questions on learning media. The samples are the participants of TIMSS 2011 for Mathematics which is amounting of 5.795 students of 8th grade from all over Indonesia. Students’ Mathematics learning attitudes meant here are students’ interest in Mathematics, their appreciation to Mathematics, and their confidence on Mathematics as well as its usage in their life. The result shows that there is a positive and significant correlation between students’ interest on Mathematics, their appreciation to Mathematics as well as to the teacher, their confidence on their competence on Mathematics as well as its usage, and the learning media (computer, computer software, and audio-video media). For calculator media, it has correlation only with few questions. The interesting thing in this study is that the media used by the teacher is highly correlated with students’ attitudes in learning Mathematics as well as in understanding its usage in their life and their future. Hasil belajar Matematika siswa Indonesia yang diukur secara internasional melalui TIMSS masih sangat rendah.Sikap siswa sangat dipengaruhi oleh menarik-tidaknya kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu hal yang menarik siswa adalah ketersediaan media pembelajaran. Dalam kaitan ini, peneliti mencoba mencari hubungan antara sikap siswa dengan media pembelajaran di sekolah. Data yang digunakan adalah data TIMSS 2011 yang berupa data hasil angket kuesioner yang terdiri dari 25 pertanyaan tentang sikap dan 5 pertanyaan tentang media. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta TIMSS 2011 untuk mata pelajaran Matematika yang berjumlah 5795 orang siswa kelas VIII perwakilan dari seluruh Indonesia. Sikap belajar Matematika yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kesukaan siswa terhadap Matematika, sikap menghargai Matematika, serta kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan matematikanya dan kegunaannya untuk kehidupannya dan masa depannya. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara perasaan senang atau suka belajar Matematika, sikap menghargai pelajaran Matematika dan gurunya, serta rasa percaya diri terhadap kemampuannya dan kegunaan Matematika dengan media pembelajaran (komputer, perangkat lunak komputer, dan media audio visual). Untuk media kalkulator, hanya berkorelasi pada sebagian kecil dari item yang ditanyakan. Hal yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa media yang digunakan guru sangat berhubungan dengan sikap siswa dalam belajar Matematika dan memahami kegunaan Matematika untuk kehidupannya dan masa depannya.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PENDIDIKAN DAERAH TERPENCIL , TERTINGGAL DAN TERDEPAN (3T) Jaka Warsihna Jaka Warsihna
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.374 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.82

Abstract

diterima: 15 Mei 2013; dikembalikan untuk direvisi: 20 Mei 2013; disetujui: 29 Mei 2013Abstrak:Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan sebuah pemikiran dan solusi pemecahan masalah pendidikan di Indonesia yang belum merata kualitasnya. Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan yaitu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan. Pemanfaatan TIK untuk pendidikan juga dapat dimanfaatkan untuk sekolah di daerah 3T (Terpencil, Tertinggal, dan Terdepan). Pemanfaatan TIK untuk daerah 3T menggunakan prinsip 1) empowering (pemberdayaan), 2) button up (tumbuh dari bawah), 3) sustainability (keberlangsungan), 4) pendekatan pembelajaran modern, dan 5) partnership (kemitraan). Setelah dilakukan kajian hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK untuk daerah 3T dengan berdasarkan kelima prinsip tersebut menunjukkan mampu mendorong guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memotivasi siswa untuk rajin ke sekolah, dan mengajak partisipasi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya yang lebih tinggi.Kata Kunci: Pemanfaatan, TIK, pendidikan, daerah terdepan, terpencil, dan tertinggalAbstract: This article aimed to offer a thought and solution to solve the uneven quality of education in Indonesia. One of efforts to increase education quality was done by utilization of information and communication technology (ICT) for education. ICT could also be utilized for schools in remote, undeveloped, and frontier areas. The utilization of ICT for those regions was under the principles of 1) empowerment, 2) bottom-up, 3) sustainability, 4) modern learning approach, and 5) partnership. The result of the study showed that the utilization of ICT under those five principlies was able to encourage teachers to increase learning quality, to motivate students to be diligent, and to persuade community to send their children to higher level of school.Key Words: utilization, ICT, education, frontier areas, remote areas, undeveloped areas.
PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI SMA TERBUKA KEPANJEN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DOMINAN ONLINE (DOMON) DINTACE LEARNING IN OPEN KEPANJEN HIGH SCHOOL WITH ONLINE DOMINATION LEARNING MODELS (DOMON) Moh. Ahsan Shohifur Rizal
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2260.737 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.267

Abstract

Abstract:SMA Terbuka Kepanjen is a distace learning program that was initiated by Directorate of PKLK Ministry of Education and Culture of Indonesia. SMA Terbuka Kepanjen has set the quality objectives to be achieved, among them is to produce quality graduates through digital literacy. To achieve the target, one of the programs that is proclaimed is Academic System Strengthening Program and student with the target of the Availability of Elementary Facility of Sekolah Terbuka Kepanjen through www.elearning.smatjjkepanjen.sch.id page.LMS (Learning Management System) developed rapidly along with the advancement of ICT (Information and Communication Technology) in the form of Electronic Learning System or e-Learning System. E-Learning is an educational system that uses electronic applications to support the development of teaching and learning activities with computer network media, both intranet and internet. With e-Learning allows the process of education without going through direct face to face and the development of science to students can be done continuously. The implemented e-Learning model is the online dominant, or learning method that combines the 80% e-Learning system with the conventional or face-to-face method of 20%.Keywords: e-Learning, Learning Managements System, Dominant Online (domon) Abstrak:SMA Terbuka Kepanjen merupakan sekolah program jarak jauh yang dirintis oleh direktorat PKLK Kementerian pendidikan dan Kebudayaan RI. SMA Terbuka Kepanjen telah menetapkan sasaran mutu yang ingin dicapai di antaranya adalah menghasilkan lulusan yang berkualitas melalui literasi digital. Untuk mencapai sasaran tersebut, salah satu program yang dicanangkan adalah Program Penguatan Sistem Akademik dan kesiswaan dengan sasaran Tersedianya Fasilitas elearning SMA Terbuka Kepanjen melalui laman www.elearning.smatjjkepanjen.sch.id.LMS (Learning Management System)  berkembang pesat seiring kemajuan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dalam bentuk Sistem Pembelajaran Secara Elektronik atau  e-Learning System. E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar dengan media jaringan komputer, baik intranet maupun internet. Dengan e-Learning memungkinkan terjadinya proses pendidikan tanpa melalui tatap muka langsung dan pengembangan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa bisa dilakukan secara terus menerus.  Model e-Learning yang diimplementasikan adalah dominan online, atau metode   pembelajaran yang menggabungkan antara sistem e-Learning 80 % dengan metode konvensional atau tata muka (face-toface) 20%. Kata Kunci: e-Learning, Learning Managements System,Dominan Online (domon)
STUDI KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Mohamad Miftah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.065 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.114

Abstract

Abstrak:Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif (MPI) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mendapatkan media pembelajaran yang layak dan berkualitas yang dapat dijadikan media pendukung (supplementary) bagi keberhasilan kegiatan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan ini, dilakukanlah ujicoba melalui berbagai tahapan; analisis kebutuhan, pemilihan topik, pembuatan garis-garis besar isi media, penulisan naskah, produksi, evaluasi dan previu, serta finalisasi. Ujicoba program dilakukan di 16 SMK yang tersebar di 8 kota dengan mengambil 160 responden pada jurusan Mekanik Otomotif dan Audio Video. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Metode pengumpulan data melalui angket/ lembar kuesioner menggunakan skala Likert Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan program SPSS, dan hasilnya dideskripsikan. Hasil ujicoba menunjukkan bahwa dari 6 media pembelajaran online dengan materi mekanik otomotif (MO) dan audio video (AV) memiliki nilai rata-rata skor total 139,58. Atau 62,9%. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa program secara keseluruhan tergolong baik/tinggi. Berbagai aspek yang dipersyaratkan dalam pengembangan program MPI (pembelajaran, kurikulum, konten/isi materi, tampilan, dan teknik operasional) dinilai responden memiliki kategori baik dan bahkan sangat baik. Hal ini berarti bahwa keenam media pembelajaran online layak dan berkualitas sebagai media pembelajaran untuk peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran online, peserta didik SMK Abstract:Media Development Interactive Learning (MPI) in Vocational School (SMK) aims to get learning media who is worthy and high-quality that can be made media supporters (supplementary) for the successful teaching activities. To achieve this goal, he acted testing through various stages; needs analysis, the election topics, the lines of the decision-making media, the writing of the contents text, production, evaluation and job preview, and the finalization. Testing program will be done in 16 vocational high school that spread in 8 cities and take 160 respondents in Automotive Mechanics department and Audio Video. The Election samples will be done using the technique cluster random sampling. The method data collection through inquiry/ sheets using questionnaires becomes technical Likert while data analysis done by using the program SPSS, and the results are being described. Test result shows that from 6 learning media automotive mechanics online with materials (MO) and audio video (AV) have a value of average scores total 139.58 or 62.9 percent. Results of research revealed that the economy was considered to be good. Various aspects that are required in the development program (MPI learning, the curriculum, the content/contents materials, view state, and technical operations) is considered as respondents had a good category and even very good. This means that the sixth learning media online qualified and highquality as a teaching the students to Vocational School (SMK).Key words: development, learning media online, the students vocational high school
PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD Sri Lestari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.382 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.137

Abstract

Abstrak:Tujuan pengembangan video tutorial peningkatan kompetensi guru PAUD ini adalah memberikan masukan bagi para guru PAUD tentang cara menentukan tema dan sub tema untuk materi pembelajaran yang akan dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema. Seorang guru menentukan tema dan sub tema kegiatan berdasarkan prinsip pemilihan tema yaitu: kedekatan tema dengan kehidupan anak, kesederhanaan tema, kemenarikan dan kemungkinan pertanyaan peserta didik yang tidak sesuai dengan tema yang dibahas. Program ini diawali dengan seorang presenter membuka program sekaligus mengingatkan kembali kepada rekan-rekan guru tentang prinsip pemilihan tema. Dengan format naratif (presenter dan visualisasi) diharapkan program ini bermanfaat untuk peningkatan kompetensi guru PAUD. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan video tutorial peningkatan kompetensi guru PAUD berdasarkan model Dick dan Carey. Video tutorial peningkatan kompetensi guru PAUD secara umum dinilai bermanfaat untuk membantu guru PAUD untuk menentukan tema dan sub tema. Berdasarkan hasil uji coba, ahli materi, ahli media, dan sasaran guru PAUD menyatakan secara umum bahan bahwa video tutorial peningkatan kompetensi guru PAUD yang sedang dikembangkan layak digunakan.Kata kunci: video tutorial, peningkatan kompetensi, guru PAUD. Abstract:The purpose of this article is to advise the early childhood teachers on how to determine theme and sub-theme for learning materials based on the principles of theme selection. A teacher determines the theme and sub-theme activities based on the principles of theme selection, namely: the possibility of questions asked by students which might not suitable with the themes currently discussed. The program begins with a presenter opening a program as well as advising teachers on the principles theme selection. With a narrative format (presenter and vvisualization), this program is expected to improve early childhood teachers’ competence. The type of research is development research that is developing a video tutorial to improve early childhood teacher’s competence based on Dick and Carey model. In general, the video tutorial is considered beneficial to help early childhood teachers to improve their competence. Overall, based on the results in the trial phase, subject matter expert, media experts, and targeted respondents of early childhood teachers stating that the video tutorials being developed as feasible to utilize.Keyword: video tutorials, improving competence, early childhood teachers.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN PRIMA SISWA KELAS V SD AL MUSLIM SIDOARJO MELALUI PEMBELAJARAN DENGAN VCD PEMBELAJARAN Rr. Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.015 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.425

Abstract

Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas pembelajaran adalah belum dimanfaatkannya berbagai sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun siswa. Dengan dimanfaatkannya berbagai sumber belajar,  siswa termotivasi untuk berpikir logis dan sistematik sehingga memiliki pola pikir yang nyata dan semakin mudah memahami hubungan materi pelajaran dengan alam sekitar serta kegunaan belajar dalam kehidupan sehari–hari. Atas dasar pemikiran inilah, peneliti ingin mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Al Muslim Sidoarjo sebelum dan sesudah memanfaatkan VCD Pembelajaran dalam pembelajaran matematika.  Disimpulkan adanya perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas V SD antara yang diajar sebelum dan sesudah memanfaatkan VCD Pembelajaran. Perbedaan ini dikarenakan siswa dapat (1) mengembangkan kemampuan bernalar melalui pemanfaatan VCD Pembelajaran, (2) menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajari melalui tayangan VCD Pembelajaran sehingga mampu menjelaskan keterkaitan antar konsep, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah,  dan (3) menggunakan penalaran pada pola, sifat atau melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika berdasarkan pembelajaran melalui tayangan VCD Pembelajaran
DONGENG ANAK NUSANTARA RADIO EDUKASI (RE) SEBAGAI MEDIA UNTUK PENANAMAN KARAKTER BANGSA Innayah BPMR
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1356.798 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.29

Abstract

Dongeng merupakan salah satu media pembelajaran alternatif bagi anak-anak. Dongeng adalah bentuk bermain, hal itu dapat membawa sukacita ke dalam kehidupan anak, memenuhi semangat bermain masa kanak-kanak, memberikan anak kekuatan pengamatan yang teliti, memperkuat kekuatan emosi, mengembangkan daya imajinasi, melatih memori, dan wawasan, memperluas dan mengintensifkan hubungan sosial anak. Dongeng anak-anak Nusantara disiarkan oleh Radio Pendidikan (RE) adalah dongeng baik yang dapat memberikan pedoman moral. Isi program ini dirancang agar maknanya dapat diserap oleh pendengar terutama oleh anak-anak karena muatan ceritanya ditekankan pada pendidikan moral, sopan santun, dan menghindari kata-kata dan tindakan yang tidak baik dan tidak mendidik. Karakter moral tersebut diambil dari kurikulum pendidikan karakter yang dirumuskan oleh Pusat Kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) cerita anak-anak Nusantara disiarkan oleh RE dapat dianggap sebagai sarana untuk mengembangkan nilai-nilai karakter anak. Hal ini disebabkan bahan yang terkandung dalam cerita rakyat menyampaikan pesan moral, b) Dongeng anak Nusantara disiarkan oleh RE memiliki karakteristik nilai karakter bangsa, c) format dongeng anak nusantara pada RE merupakan format sajian audio yang dirancang semenarik mungkin melalui cerita yang menghibur agar anak merasa senang dan terhibur sehingga dapat merangsang pengembangan karakternya.

Page 11 of 41 | Total Record : 406


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue