cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 406 Documents
PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KEUNGGULAN PROSES BELAJAR Dr. Purwanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.209 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v4i15.381

Abstract

Tulisan ini menyajikan gagasan tentang pendidikan dan pembelajaran berbasisi ICT. Pembelajaran berbasis ICT di era informasi merupakan keharusan sebagai akibat dari perubahan di bidang teknologi. Di era informasi sekarang pendidikan harus mampu memanfaatkan teknologi canggih sebagai sarana belajar dan mendidik SDM yang terampil berkomunikasi. Pendidikan berbasisi ICT ditandai dengan di manfaatkannya banyak teknologi informasi damn kominikasi dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian penyelenggaraan berbasisi ICT tersebut memerlukan persyaratan terkait dengan ketersediaan infrastruktur, kemampuan pengembangan content, dukungan policy dan kemampuan masyarakat. Adapun teknologi baru dan tersedianya infrastruktur di yakini akan menjadi awalan untuk perubahan yang cepat di bidang pendidikan. Agar pemanfaatan ICT dapat benar-benar mewujudkan pembelajaran yang ungguldiperlukan upaya difusi secara terus menerus, karena pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan tanpa akhir.
EVALUASI SISTEM PEMANFAATAN TV EDUKASI UTILIZATION SYSTEM EVALUATION OF TV EDUKASI Ika Kurniawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.801 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.563

Abstract

Hasil penelitian terhadap TV Edukasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa pemanfaatan siaran TV Edukasi oleh pengguna (dalam hal ini guru dan siswa) belum optimal, padahal upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian melalui Pustekkom cukup maksimal terutama dalam mengatasi kendala akses, antara lain dengan mengupayakan siaran secara teresterial (kerjasama dengan TVRI dan TV Lokal), serta siaran dengan memanfaatkan layanan internet (streaming). Blum optimalnya pemanfaatan TV Edukasi disebabkan karena selama ini evaluasi maupun monitoring yang dilakukan terhadap TV Edukasi lebih banyak terkait dengan pemanfaatannya saja tanpa memperhatikan faktor-faktor yang berperan terhadap pemanfaatan itu sendiri. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi implementasi siaran TV Edukasi secara komprehensif, tidak hanya dari sisi kebijakan, akses dan infrastruktur, tetapi juga dari sisi konten program, promosi serta dari sisi pengguna, sehingga informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan siaran TV Edukasi khususnya dalam meningkatkan jumlah pengguna TVE dan pengembangan sistem pemanfaatan TVE itu sendiri. Tujuan penulis mengangkat tema ini agar dalam melakukan evaluasi terhadap TV Edukasi selanjutnya dilakukan secara komprehensif agar dapat meningkatkan pemanfaatan TV Edukasi terutama dalam meningkatkan jumlah pengguna.The result of research conducted by Minister of Education and Culture indicates that the utilization of TV Edukasi by the users (in this case teachers and students) is not optimal, whereas efforts done by Minister of Education and Culture through Pustekkom were maximum enough especially in overcoming obstacles, such as by using terrestrial broadcast (in cooperation with local TVs and TVRI), as well as utilizing internet services streaming). The less optimal use of TV Edukasi might be due to the evaluation and monitoring conducted on TV Edukasi that focused more on the utilization itself non on the factors that contributed to the utilization. Therefore, it is necessary to conduct comprehensive evaluation of TV Edukasi implementation that includes not only policy, access, and infrastructure, but also includes content, promotion and users, so that the information gathered can be used to optimize the utilization of TV Edukasi, especially to increase the amount of TV Edukasi users and to develop the TV Edukasi utilization system. The aim of this paper is to promote the comprehensive evaluation of TV Edukasi in order to increase the utilization of TV Edukasi particularly in the amount of user.
PERAN GURU DALAM PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DITINJAU DARI PRESPEKTIF PENDIDIKAN PROGRESIF nfn Hardjito
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.726 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v8i14.593

Abstract

Globalisasi menuntut tersedianya SDM yang mampu bersaing secara global, dan untuk itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM kita. Depdiknas melalui serangkaian upayanya seperti pengesahan UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS), penerapan perguruan tinggi negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara (BHMN) pengembangan kurikulum berbnasis kompetensi (Kurikulum 2004) DAN LAIN sebagainya, yang kesemuanya itu dinmaksudkan untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tentu tak bisa dilepaskan dari peran guru, yang bertanggungjawab atas terselenggaranya suatu proses pembelajaran yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Demikian pula dengan kemajuan teknologi yang berkembang secara pesat, maka peran media pembelajaran juga semakin penting guna memberikan alternative sumber belajar bagi peserta didik yang menurut konsep pendidikan progresif harus aktif belajar dengan pengalaman langsung dan dengan menggunakan berbagai sumber belajar, karena guru kini tidak lagi menjadi pusat kegiatan.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR IKATAN ION Rubiman dan Siti Raudhatul Kamali
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.408 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.3

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor yang mendukung proses belajar-mengajar kimia. Pemilihan media pembelajaran berdasarkan materi yang diajarkan pada materi kimia sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pada penelitian ini digunakan media pembelajaran bongkar pasang untuk mempermudah pemahaman konsep ikatan ion. Media bongkar pasang ikatan ion merupakan seperangkat alat yang terdiri dari dua jenis model yang menggambarkan ion positif dan ion negatif yang berfungsi untuk membantu penulisan rumus senyawa kimia yang terbentuk pada proses pembentukan ikatan ion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa yang diajar berbantuan media bongkar pasang ikatan ion dengan yang tidak berbantuan media pembelajaran. Pada penelitian diperoleh ada perbedaan perolehan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan media pembelajaran bongkar pasang ikatan ion dengan siswa yang tidak menggunakan media bongkar pasang ikatan ion pada siswa SMU kelas X dan XI IPA.
DAMPAK PELATIHAN PEMANFAATAN TIK (PeTIK) UNTUK PEMBELAJARAN BAGI GURU DI SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI (Studi guru-guru sekolah Indonesia di Bangkok-Thailand) Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.875 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.143

Abstract

Abstrak:Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pembelajaran merupakan sebuah tuntutan Undang-Undang. Oleh karena itu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan memberikan pelatihan agar para guru dapat meningkatkan kompetensinya di bidang tersebut. Pelatihan yang selama ini dilaksanakan lebih banyak memperhatikan guru-guru yang bertugas mengajar di dalam negeri, sementara karena berbagai hal para guru yang bertugas mengajar di luar negeri kurang memperoleh perhatian. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pustekkom Kemdikbud mencoba memulai memberikan pelatihan bagi guru-guru yang mengajar sekolah di Indonesia di luar negeri, dalam hal ini di Bangkok Thailand. Permasalahannya apakah para guru yang mengajar di sekolah di Indonesia di luar negeri ini merasa memperoleh manfaat dari kegiatan pelatihan yang diberikan Pustekkom tersebut. Penelitian bertujuan untuk memperoleh informasi tentang dampak dari pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran bagi guru-guru sekolah Indonesia di kota Bangkok-Thailand. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan diskusi terfokus. Analisis data dilaksanakan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh guru yang dilatih menyatakan memperoleh manfaat dari hasil pelatihan yang mereka ikuti. Manfaat yang mereka rasakan antara lain mereka menjadi lebih yakin akan potensi yang dimiliki TIK, sehingga mereka termotivasi untuk memanfaatkan TIK di dalam kegiatan pembelajaran yang mereka laksanakan. Bahkan seseuai dengan keterampilan yang telah mereka miliki, mereka bersedia untuk membuat sendiri bahan pembelajaran yang mereka ajarkan dalam bentuk media yang berbasis TIK. Berdasarkan temuan ini disarankan agar pelatihan ini diteruskan sampai seluruh guru yang mengajar sekolah-sekolah Indonesia di luar negeri memiliki kompetensi di bidang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran.Kata Kunci: Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), TIK untuk pembelajaran, Pelatihan PeTIK, Guru di sekolah Indonesia di luar negeri.Abstract: The ability of teachers in utilizing information and communication technology (ICT) for learning is by constitution, an obligation to fulfil. Therefore, the Indonesian government has made tremendous effort to provide training for teachers to improve their competence in utilizing ICT for learning. So far, the ongoing training only focuses more on teachers teaching in Indonesia while unfortunately, teachers teaching abroad have not had the equal focus and attention as teachers teaching in Indonesia. Responding to this condition, Pustekkom Kemdikbud had tried to start providing training for teachers teaching in Indonesian schools abroad, which in this case is in Bangkok Thailand. What seems to be the problem is that whether teachers who taught Indonesian school in Bangkok Thailand were to benefit from the training provided by Pustekkom. This study aims to obtain information about the impact of teacher training for Indonesian school teacher teaching abroad (in Bangkok, Thailand) on utilizing ICT for learning. Data collected through questionnaires and focus group discussions. Data analysis was carried out descriptively. The results showed that all trained teachers confirm to benefit from training that they underwent. Among the benefits are becoming confident in utilizing the potential of ICT in a way that they have felt increased motivation to utilize ICT in their learning activities. Furthermore, along with their improved motivation and skills, they feel confident to make their own teaching and learning materials in the form of ICT-based media. Based on these findings, it is recommended that this training should be sustained to all Indonesian school teachers teaching abroad until they can all improve their competence in utilizing ICT for learning.Keywords: Information and Communication Technology (ICT), ICT for learning, Teachers Training on ICT for Education, Teachers of Indonesian School in Abroad.
PERAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM MENYAJIKAN KONSEP-KONSEP KIMIA PADA TINGKAT MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS, DAN SIMBOLIS Ida Ayu Anom Arsani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.63 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.442

Abstract

Pemanfaatan teknologi multimedia dalam bidang pendidikan sangat menunjang efesiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Penggunaan multimedia dalam pendidikan dapat menggiring pebelajar ke dalam pengalaman multisensori untuk promosi belajar. Dalam bidang kimia, multimedia dimanfaatkan untuk menyajikan konsep-konsep kimia pada tingkat makroskopis, mikroskopis, dan simbolis. Multimedia dapat menjelaskan konsep-konsep abstrak melalui animasianimasi , sehingga, kimia yang dipandang oleh sebagian orang sebagai ilmu yang sulit dipahami, akan menjadi lebih mudah dipahami. Multimedia dapat mengkombinasikan suara, animasi, gambar, dan video secara bersamaan serta melibatkan semua panca inderanya dan mengembangkan gaya belajar yang disukainya. Salah satu hasil penelitian menemukan implikasi dari penggunaan multimedia dalam pembelajaran kimia yaitu mendorong pebelajar aktif, terorganisaasi, dan dapat mengintegrasikan informasi yang diperoleh untuk memahami konsepkonsep dan prinsip yang sulit serta dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH, SEBUAH STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENYIAPKAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Wal dopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.15 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.35

Abstract

Untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia pada tahun 2045 pemerintah telah melakukan berbagai hal seperti: penyediaan SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi, pengembangan kurikulum pendidikan hingga ke tingkat satuan pendidikan (KTSP), pembangunan sarana/prasarana pendidikan yang memadahi, peningkatan anggaran pendidikan, layanan pendidikan yang berbasis TIK dan lain-lain. Persiapan lainnya untuk dapat menghasilkan generasi diharapkan adalah melalui pendidikan karakter. Sudah banyak yang dihasilkan melalui usaha-usaha tersebut, namun juga masih banyak hal-hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah mempersiapkan peserta didik agar menjadi generasi yang memiliki kemampuan untuk mencarikan jalan keluar atas masalah-masalah riil yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kepentingan ini, penerapan Strategi Pendidikan/Pembelajaran yang Berbasis Masalah atau Problem-Based Learning yang disingkat PBL dianggap cocok untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolahsekolah. Melalui PBL peserta didik dilatih untuk mencari jalan keluar atas masalah-masalah yang dihadapi. Agar penerapan PBL dapat berjalan seperti yang diharapkan maka disarankan agar pemerintah (Kemdikbud) mencanangkan penerapan PBL dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah, melatih guru-guru dalam penerapan PBL serta dukungan dalam bentuk kebijakan, anggaran dan sarana/prasarana. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang TIK untuk pendidikan, Pustekkom disarankan untuk memberikan dukungan dalam bentuk sumber belajar yang berbasis TIK.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERBASIS MEDIA EASY JAVA SIMULATIONS Nopi Melani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.825 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.310

Abstract

The purpose of this study is to improve the effectiveness of students’ learning through a simulation program, i.e. Easy Java Simulation (EJS). This is a classroom action research conducted in the academic year of 2015/2016 at Cakra Buana High School with the respondents of 20 students from MIPA classes. In this study, students utilize Easy Java Simulation program to increase the effectiveness of physics learning on optics. The students learn about optics visually on the computer by using the tool of Easy Java Simulation (EJS) that can help the students develop their knowledge about optics. The results shows that at the second cycle, the average of active students increases to be 67.5% and inactive students decrease to be 26.3%. Therefore, the utilization of EJS program can improve the effectiveness of students’ learning. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan efektivitas belajar siswa melalui suatu program simulasi, yaitu Easy Java Simulation (EJS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada tahun akademik 2015/2016 di SMA Cakra Buana dengan jumlah responden sebanyak 20 siswa kelas MIPA. Pada penelitian ini, siswa memanfaatkan program Easy Java Simulation untuk meningkatkan efektivitas dalam belajar fisika pada pokok pembahasan lensa. Siswa mempelajari simulasi lensa secara visual di komputer dengan bantuan tools program Easy Java Simulation di mana program ini membantu siswa dalam pengembangan pokok bahasan lensa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus ke II rata-rata siswa yang aktif meningkat menjadi sebesar 67.5% dan yang tidak aktif sebesar 26.3%. Dengan demikian, pemanfaatan program EJS dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa.
STRATEGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH Herry Widyastono Herry Widyastono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.36 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.79

Abstract

diterima: 09 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 23 April 2013; disetujui: 02 Mei 2013Abstrak:Korupsi, terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, dan telah merasuk di berbagai sendi kehidupan. Upaya pemberantasan korupsi mulanya dilakukan dengan lebih mengandalkan jalur hukum , belakangan ini juga dilakukan melalui jalur pendidikan untuk melahirkan generasi bersih korupsi. Tujuan kajian ini adalah: memberikan gambaran strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa kini (masa penerapan Kurikulum 2006), danpada masa yang akan datang (masa penerapan Kurikulum 2013). Hasil kajian menyimpulkan bahwa strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2006 dilakukan melalui: penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel;penerapan strategi pembelajaran dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam pembelajaran:mata pelajaran yang relevan,muatan lokal, danpengembangan diri, karena nilai-nilai antikorupsi belum terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2006; danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2013 dapat dilakukan melalui:penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel,implementasi Kurikulum 2013 secara efektif, karena nilai-nilai antikorupsi sudah terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2013, danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kata kunci: pendidikan antikorupsi, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013. Abstract: Corruption occurs in many countries, including in Indonesia, and it has penetrated into the various aspects of life. Efforts to combat corruption initially were performed with greater reliance on legal means, but recently they were also done through education to bring about the corruption-free generation. The purpose of this study was :to provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the present (era of Curriculum 2006 implementation), andto provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the future (era Curriculum 2013 implementation). Results of the study concluded that the implementation of anti-corruption education strategies in schools during the:the implementation of transparent, professional,and accountable school-based management ,the application of learning strategies by integrating anti-corruption values into learning of:relevant subject,local content, andself capacity building, since the anticorruptionvalues were not explicitly accommodated in Curriculum 2006, andimplementation of Curriculum 2006 was conducted through. to identify the participation community in the utilization of information and communication technology. While the implementation of anticorruption education strategies in schools during the implementation of Curriculum 2013 can be done through:the implementation of transparent, professional, and accountable school-based management,the effective implementation of Curriculum 2013, because the anti-corruption values are accommodated explicitly in curriculum 2013, andparticipation in the utilization of information and communication technology. Keywords: anti-corruption education , Curriculum 2006, Curriculum 2013.
STREAMING RADIO EDUKASI: MEMFASILITASI MASYARAKAT MENGEDUKASI DIRI innayah innayah innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.159 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.285

Abstract

Masalah yang menjadi fokus kajian adalah mengenai bagaimana masyarakat terfasilitasi untuk mengedukasi dirinya dan salah satu di antaranya adalah melalui kehadiran Streaming Radio Edukasi. Streaming Radio Edukasi menyajikan berbagai konten/materi layanan pendidikan secara online yang dapat diakses masyarakat di mana dan kapan saja. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan konten/materi pendidikan apa saja di antara yang disajikan melalui Streaming Radio Edukasi yang banyak diminati masyarakat pendengar dan kemungkinan faktor-faktor penyebabnya. Streaming Radio Edukasi dikatakan memfasilitasi masyarakat pendengar mengedukasi dirinya dikarenakan melalui pemanfaatan konten/materi pendidikan yang disajikan, tidak hanya khasanah pengetahuan masyarakat yang bertambah tetapi juga akumulasi informasi tentang perkembangan kekinian. Pertambahan khasanah pengetahuan dan akumulasi informasi masyarakat terjadi dalam bentuk (1) perolehan informasi tentang kebijakan dan perkembangan pembangunan pendidikan, peninggalan sejarah, pendidikan karakter, pengetahuan umum (ensiklopedi populer), dan tempat-tempat wisata di wilayah ASEAN, (2) tersedianya waktu berkonsultasi tentang seputar kesehatan, bimbingan mata pelajaran yang di UN-kan dan materi pelajaran sekolah, dan (3) keteladanan para pahlawan nasional dan orang-orang sukses, dan (4) apresiasi terhadap perkembangan sastra Indonesia, kisah perjalanan karir musisi legendaris, karya musik generasi muda, dan karya atau kemampuan anak-anak. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue