cover
Contact Name
Novi Puji Lestari
Contact Email
novipujilestari61@gmail.com
Phone
+6282232951386
Journal Mail Official
novipujilestari61@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Kasus Inovasi Ekonomi
ISSN : 25286269     EISSN : 26232103     DOI : https://doi.org/10.22219/skie.v3i2
Studi Kasus Inovasi Ekonomi (SKIE) adalah jurnal pengabdian berkala yang diterbitkan dua kali setahun (Maret dan September). Editor menerima naskah layanan publik yang berfokus pada 1) memberdayakan ekonomi masyarakat; 2) pengembangan dan pemberdayaan ekonomi kreatif; 3) pembangunan ekonomi berbasis digital; 4) pengembangan dan pemberdayaan usaha kecil, mikro dan menengah (UKM); dan 5) pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.
Articles 173 Documents
Pendampingan Riset Pasar dan Analisis Pesaing pada Siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari Yulist Rima Fiandari; Aniek Rumijati; Ratya Shafira Arifiani
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i01.26491

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 3 Singosari merupakan salah satu sekolah kejuruan yang memiliki berbagai bidang, seperti multimedia, mesin, tata boga, dan sebagainya. Kreasi kue kering menjadi salah satu andalan dari SMK Muhammadiyah 3 Singosari hasil karya siswa-siswi yang menjadi potensi untuk dikembangkan. Hal ini juga menjadi salah satu cara bagaimana sekolah dapat meningkatkan branding sekolah dan mengedepankan kualitas sekolah. Namun, saat ini olahan produk makanan yang dihasilkan masih belum dimaksimalkan dengan baik, dikarenakan belum adanya riset pasar yang dilakukan. Kegiatan pengabdian ini melakukan pendampingan bagi mitra yaitu siswa SMK Muhammadiyah 3 Singosari dalam menganalisis riset pasar. Tujuan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman pada mitra terkait pentingnya riset pasar yang tidak hanya dikalangan umum saja, melainkan sekolah juga perlu adanya pemahaman ini. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi dan pendampingan kepada para murid, dilanjutkan dengan pameran bazar makanan sehat yang disajikan oleh para murid SMK Muhammadiyah 3 Singosari. Kegiatan ini juga akan menggunakan media sosial sebagai media untuk menunjang permasalahan mitra. Setelah itu kegiatan pengabdian ini diakhiri dengan pameran bazar makanan sehat yang disajikan oleh para murid SMK Muhammadiyah 3 Singosari.
Resep Pemasaran Digital: Keberlangsungan Hidup UMKM Terungkap di Katering Bu Budi Satrio Sudarso
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i01.27186

Abstract

Artikel ini berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh bisnis katering kecil, Katering Bu Budi, karena pandemi COVID-19 dan tidak adanya rencana pemasaran yang terorganisir. Untuk mengatasi masalah ini, penulis memberikan bimbingan dan edukasi mengenai strategi bisnis dan pemasaran yang berlangsung dari Januari hingga Juni 2023. Kegiatan pemasaran yang dilakukan meliputi perencanaan dan pelaksanaan strategi pemasaran digital serta evaluasi efektivitasnya. Artikel ini menyimpulkan bahwa program ini memiliki implikasi potensial terhadap keberlanjutan dan daya saing usaha makanan kecil, terutama selama pandemi. Studi ini menyoroti pentingnya perencanaan bisnis dan pemasaran dalam industri makanan dan memberikan wawasan tentang metode yang digunakan dan hasil yang dicapai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa memberikan bimbingan dan edukasi tentang pemasaran dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha makanan kecil, yang dapat membantu mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh dampak pandemi. Secara keseluruhan, studi ini memiliki implikasi penting bagi usaha makanan kecil yang ingin beradaptasi dengan perubahan lanskap pasar dan preferensi konsumen.
Pelatihan dan Pendampingan Koperasi PKK Berbasis Syariah Fien Zulfikarijah; Triningsih Triningsih
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i01.27216

Abstract

Kesejahteraan keluarga ditentukan oleh kemampuan keluarga khususnya ibu rumahtangga dalam mengelola keuangan keluarga agar terjadi kesimbangan antara pemasukan dan pengeluaran. Keberadaan PKK terbukti mampu mewujudkannya yaitu melalui koperasi PKK yang mendorong ibu-ibu PKK dapat menyisihkan sebagai pendapatan keluarga untuk menabung dan meningkatkan kegiatan produktif. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mumalah dan ekonomi syariah anggota PKK meningkatkan keinginan anggota bahwa berkoperasi tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga untuk meningkatkan kepedulian dan keadilan sosial bagi seluruh anggotanya. Pada prosesnya, penyuluhan dan pelatihan dengan metode ceramah, tanya jawab hingga praktik langsung, dan untuk pendampingan dengan metode mendatangi dan memeriksa pekerjaan yang dikerjakan oleh anggota dan pengurus. Dalam mewujudkan keinginan tersebut, maka dilakukan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan koperasi PKK berbasis syariah. Tujuan kegiatan ini adalah menyiapkan dan menerapkan prinsip syariah pada koperasi PKK ibu-ibu RT 05 RW 05 kelurahan Landungsari Dau malang. Hasil kegiatan ini adalah seluruh anggota dan pengurus koperasi PKK semakin memahami praktik koperasi syariah dan menerapkannya dalam berkoperasi. Dari penerapan ini telah dirasakan manfaat yaitu terpadunya kegiatan ekonomi yang komersial untuk yang mampu dan kegiatan sosial untuk yang tidak mampu, sehingga secara otomatis terjadi saling membantu diantara anggota PKK. Jadi, dengan menerapkan praktik koperasi syariah yang sesuai syariat akan memberikan manfaat dan kesejahteraan kepada seluruh anggota PKK.
Pemberdayan Paguyuban Melalui Ketan Hitam Sebagai Lulur Tradisional Novi Primita Sari; Dhurotus Sangadah
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i01.27283

Abstract

Keterampilan membuat lulur tradisional ibu-ibu dari paguyuban Hokky yang diketuai oleh Ibu Furi ini berawal dari adanya luka pada kulit dan juga ingin kulitnya terlihat lebih bersih. Tim paguyuban lebih banyak memproduksi lulur tradisional dan memasarkannya di luar kerabatnya. namun banyak kendala yang dihadapi yaitu kapasitas produksi yang tidak mampu memenuhi permintaan pasar akibat pembuatan lulur yang masih sangat tradisional dan juga masih takut karena belum memiliki nomor izin usaha untuk produk yang mereka hasilkan sehingga kegiatan pemasaran secara meluas dengan memanfaatkan perkembangan platform digital agar bisa memiliki area jangkauan yang lebih luas belum dapat dilakukan. Keberadaan produk lulur tradisional sejenis produk lulur Bedda Lotong di pasaran juga menjadi hal yang perlu diperhatikan agar inovasi produk dapat dilakukan dengan cara penambahan rempah atau pewangi lulur dapat dilakukan untuk menjadi kebaruan dan pembeda dari produk sejenis lainnya. Inovasi yang dilakukan ini akan memberikan nilai tambah dari produk ini, selain itu produk lulur ini juga memiliki keunggulan yaitu belum ada produk yang sejenis sama sekali, bahkan di Malang Raya rata-rata produk kompetitor tersebut berada di luar pulau jawa seperti di daerah asalnya kalimantan sehingga banyak sekali peluang usaha yang dapat dilakukan dan dikembangkan tanpa adanya persaingan produk sejenis disekitarnya. Dalam kegiatan pendampingan mitra ini metode yang digunakan oleh tim dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan pembuatan produk lulur sampai pengemasan dan juga pendaftaran akun pada marketplace yaitu shopee. Dari hasil pendampingan yang kami lakukan produk yang dihasilkan pengemasannya sudah semakin baik karena produk yang dihasilkan lebih jauh ketahanannya dan juga dapat dilihat bahwa penjualan di shopee terus mengalami peningkatan.
PEMBINAAN MINAT WIRAUSAHA BAGI MASYARAKAT URBAN KOTA MALANG MELALUI URBAN FARMING Bayu Ilham Pradana; Rosita Wandari
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 01 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i01.27699

Abstract

Kegiatan pengabdian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh fenomena pandemi Covid-19 yang berdampak pada turunnya permintaan dalam skala nasional sehingga terjadi peningkatan pengangguran dan perusahaan yang mengalami kebangkrutan. UMKM di Indonesia juga tidak diikuti dengan sistem manajemen yang baik sehingga sektor tersebut seringkali tidak bertahan lama. Untuk itu, diperlukan pengetahuan dan pengalaman untuk dapat membangun minat usaha pada masyarakat. Namun minimnya lahan diperkotaan menjadi tantangan untuk mendorong upaya kreatif dan inovatif masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dari tekanan pandemi Covid-19. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kegiatan green economy yang produktif dan meningkatkan minat wirausaha masyarakat urban kota Malang di sektor green economy. Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan mengenai urban farming sebagai solusi ketahanan pangan dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan kognitif, afektif, dan konatif pada masyarakat yang menjadi peserta kegiatan pembinaan.
PEMBERDAYAAN PANTI ASUHAN MELALUI EDUKASI AEROPONIK DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN Aksal Mursalat; Trisnwaty AR; Nining Triani Thamrin; Muh. Irwan; Muhammad Rais Rahmat Razak; Reza Asra
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.27976

Abstract

Mewujudkan kemandirian pangan anak panti asuhan Sejati Muhammadiyah Rappang dapat dilakukan melalui peningkatan keterampilan budidaya tanaman menggunakan metode aeroponik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan dan keterampilan anak panti asuhan untuk membudidaayakan tanaman secara mandiri melalui edukasi aeroponik serta memotivasi anak panti asuhan untuk mempelajari kewirausahaan di bidang pertanian dengan metode yang lebih modern dan efektif. Metode dalam pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan tahapan rencana yaitu sosialisasi pelaksanaan kegiatan, penyuluhan sistem aeroponik, pelatihan sistem aeroponik dan pemasaran hasil serta evaluasi dan monitoring. Dari kegiatan pendampingan tersebut, aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi mengalami peningkatan nilai secara signifikan. Aspek pengetahuan dari 30,46% menjadi 90,39%, aspek keterampilan dari 20,67% menjadi 80,43%, dan aspek motivasi dari 68,9% menjadi 97,52%. Kenaikan nilai pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan motivasi setelah kegiatan sistem aeroponik menunjukkan bahwa kegiatan tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan mitra terkait pertanian dengan metode aeroponik.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING USAHA IKAN ASIN PADA KELOMPOK PENGOLAH DAN PEMASAR (POKLAHSAR) MINA BAHARI BANYUWANGI Ary Bakhtiar; M. Kamil; Rahadi; A Fauzan; H. R. Mahdoni; Wahid Muhammad Shodiq
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.28163

Abstract

Kabupaten Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia. Bahkan sampai saat ini masih terdapat banyak pabrik pengalengan ikan yang masih beroperasi dan berada di sekitar Muncar Banyuwangi. Ini menunjukkan bahwa Muncar masih menjadi daerah yang potensial terhadap sektor perikanan tangkap yang menjadi sasaran utama untuk industri olahan perikanan. Namun dengan hasil tangkapan cenderung fluktuatif yang berdampak langsung kepada nelayan terutama pada harga jual komoditi perikanan yang dijual oleh nelayan. Namun untuk permasalahan ini, nelayan mampu mengantisipasinya dengan mengolah ikan hasil tangkapan menjadi produk olahan ikan selain dijual secara langsung. Secara langkah ini sudah berjalan dengan baik di lingkungan masyarakat sekitar lokasi produksi. Seiring dengan berjalannya waktu dengan pekembangan teknologi yang semakin dinamis serta beragam pembatasan yang diakibatkan oleh adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia. Secara tidak langsung ini akan mempengaruhi penjualan masyarakat apabila tidak ada inovasi mengenai pemasaran produk. Mengingat pentingnya pengembangan dalam pemasaran pada masa kini, maka Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) dalam bentuk pemberdayaan pengembangan marketing digital kepada masyarakat di Brak, Kalimoro, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi guna untuk mengoptimalkan pemasaran produk milik masyarakat di tengah keterbatasan dan era persaingan yang semakin ketat. Kegiatan dilaksanakan kurang lebih selama sebulan dan sebelum dilaksanakan kegiatan ada beberapa tahapan yang dilakukan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan program. Materi dalam proses pemberdayaan masyarakat bukan hanya meliputi strategi marketing digital saja, namun juga mulai dari proses awal produksi yang mengarah pada GHP (Good Handling Product) mulai dari awal produksi sampai di konsumen. Hasilnya pendampingan yang dilakukan yakni dendeng lemuru dikemas dengan cara yang lebih modern, terbentuknya marketplace di Tokopedia dan tersedianya metode pembayaran melalui QRIS. Pemberdayaan ini merupakan bentuk pendampingan yang dilakukan oleh DPPM Universitas Muhammadiyah Malang sebagai upaya mendukung masyarakat untuk siap bersaing pada sektor pemasaran digital di Muncar, Banyuwangi.
PEMBERDAYAAN UMKM DESA JAMBON KABUPATEN PONOROGO DIGITAL MARKETING Kuntang Winangun; Wawan Trisnadi Putra; Nanang Suffiadi Akhmad; Munaji Munaji; Faisal Anwari
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.28406

Abstract

Saat ini digitalisasi menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat milineal maupun keseluruhan. Masyarakat di sadarkan pentingnya digitalisasi dimulai dari masa covid 19. Pada masa covid 19 interaksi antar manusia sangat dibatasi bahkan dilarang, sehingga menuntut manusia untuk menggunakan digitalisasi untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu penggunaan digitalisai adalah media sosial atau medsos. Pada bidang marketing penggunaan digitalisasi sangat penting dan sangat membantu. Dahulu pemasaran melalui toko dan sales agar penjualan lebih cepat. Penjualan melalui digitalisasi dapat menggantikan toko dan sales, serta dapat dilakukan oleh semua orang. Penjualan melalui digitalisasi juga dapat menekan biaya promosi sehingga keuntungan penjual bisa meningkat. Pada UMKM warga Desa Jambon-Ponorogo belum banyak yang mengenal digital marketing sebagai teknik penjualan. Karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana memanfaatkan teknologi yang ada. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu program edukasi masyarakat kepada pelaku UMKM yang berfokus pada pemanfaatan teknologi digital sebagai alat pengembangan UMKM, dari program tersebut diharapkan masyarakat Jambon-Ponorogo dapat meningkatkan penjualannya. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahap yaitu pendataan UMKM produktif, sosialisasi dan pelatihan UMKM yang dikemas dalam satu kegiatan, dan peningkatan pemasaran digital melalui beberapa platform yang sering digunakan oleh masyarakat. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan pelatihan E-Commerce, pelaku UMKM lebih paham bagaimana cara melakukan penjualan secara online. Peserta dibimbing untuk membuat toko online di beberapa platform yang ada. Setelah itu peserta diajarkan cara membuat foto dan kata-kata yang menarik pembeli. Setelah dilakukan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan masyarakat desa Jambon. Tindak lanjut dari pelatihan ini adalah pendampingan lebih lanjut pada pemilik UMKM untuk terus konsisten menggunakan penjualan secara online
PENDAMPINGAN KERAJINAN PANDE BESI SEBAGAI POTENSI ATRAKSI WISATA DI KERAMBITAN TABANAN
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.28561

Abstract

Desa Wisata memiliki beberapa aktivitas menarik kemudian dikemas menjadi sebuah paket wisata yang dapat dibeli oleh wisatawan, dimana masing-masing paket wisata memiliki beragam aktivitas yang berbeda tentunya dilengkapi dengan kuliner dan pemandu wisata lokal. Salah satu paket wisata yang ditawarkan Desa Wisata Tista adalah Tista Event Package dimana wisatawan dapat memilih diantara tiga aktivitas, salah satunya yaitu belajar pande besi. Pande Besi dapat menjadi salah satu atraksi wisata Desa Tista yang dapat menarik minat wisatawan berkunjung karena wisatawan diajak untuk ikut terjun langsung untuk membuat kerajinan besi yang sederhana dan bisa dijadikan sebagai souvenir seperti gantungan kunci dan pin. Salah satu usaha Pande Besi yang ada di Desa Tista adalah milik mitra I Ketut Sunarya. Selama ini usaha pande besi ini membuat tiga jenis produk yaitu peralatan rumah tangga seperti blakas, pisau, alat-alat dapur, peralatan pertanian seperti sabit, penampad, dan peralatan upacara keris, dewata nawa sanga – senjata dewa. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah peralatan produksi mitra masih sangat manual dan tradisional, produk yang dihasilkan mitra kurang bervariasi terutama untuk produk yang dapat dijadikan sebagai souvenir untuk wisatawan, tempat produksi mitra kurang menarik untuk dijadikan atraksi wisata, tidak adanya pengemasan dari produk, tidak adanya pencatatan keuangan oleh mitra, serta pemasaran produk kebanyakan dilakukan di dalam desa. Solusi yang dapat diberikan untuk permasalahan mitra dalam bentuk beberapa kegiatan yaitu penambahan alat bantu produksi berupa alat pelebur logam dan mesin press, pendampingan penataan tempat untuk atraksi wisata, pemberian bantuan berupa kotak packing yang berisi label usaha disertai pelatihan proses packingnya, pelatihan manajemen keuangan serta pembuatan media sosial untuk memasarkan produk mitra secara online. berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pengurangan waktu produksi sebesar 50% kemudian penambahan variasi produk baru, 50% produk mitra berisi label dan dikemas, 1 orang anggota mitra dapat membuat manajemen keuangan sederhana serta peningkatan penyebaran informasi produk mitra sebesar 50%.
PENGELOLAAN USAHA MADU KELE KELE BALI DI MENANGA KARANGASEM Made Dana Saputra; Ni Luh Ayu Kartika Yuniastari Sarja; Putu Adi Suprapto
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 7 No. 02 (2023)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/skie.v7i02.28572

Abstract

Lebah kele-kele termasuk dalam kelompok lebah tanpa sengat dengan nama spesies Trigona sp yang menghasilkan madu, selain itu menghasilkan propolis dan polen. Madu Kele Kele merupakan usaha yang dimiliki oleh mitra kegiatan pengabdian ini yaitu Bapak I Ketut Ira Wirawan. Usaha ini bertempat Dinas Belatung, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem dan sudah berdiri sejak tahun 2020. Dalam menjalankan usahanya mitra dibantu dengan tiga orang karyawannya. Dari hasil wawancara terdapat beberapa kendala usaha mitra yaitu kendala segi produksi adalah kurang memadainya peralatan produksi seperti kurangnya tempat atau rumah yang digunakan untuk ternak lebah, proses pengambilan madu mitra tidak dilengkapi dengan alat pelindung yang sesuai dengan standar serta tidak adanya batas yang digunakan untuk melindungi bunga yang nantinya akan dihinggapi lebah kele. Kendala kedua dari sisi pemasaran yaitu tidak maksimal pengggunaan sosial media tidak diupdate secara berkala. Kendala ketiga adalah dari sisi keuangan yaitu mitra kurang memiliki pengetahuan perihal pengelolaan keuangan atau budgeting. Metode pelaksanaan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini yaitu sosialisasi, peningkatan alat produksi, pelatihan dan pendampingan serta evaluasi kegiatan. Metode pelaksanaan ini kemudian direalisasikan menjadi beberapa kegiatan antara lain peningkatan alat produksi berupa gerinda, bor, serut kayu, besi holo, APD, kemasan botol dan label produk. Kegiatan selanjutnya pelatihan K3 agar mitra dan karyawannya paham pentingnya penggunaan APD dalam proses produksi, pelatihan pengemasan, pelatihan menggunakan pemasaran digital melalui sosial media serta pelatihan manajemen keuangan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan dengan metode wawancara mendapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan jumlah produksi sebanyak 50% karena mitra telah berhasil membuat rumah ternak lebih banyak sehingga mempengaruhi jumlah produksi madu kele yang dihasilkan. Selain itu dalam proses pengambilan madu mitra sudah menggunakan APD yang diberikan serta semua hasil produk mitra telah 100% terpackaging menggunakan botol plastik dengan label, 1 orang mitra dapat menggunakan sosial media serta 1 orang mitra bisa melakukan manajemen keuangan dan budgeting sederhana.