Articles
320 Documents
Pengembangan Buku Ajar Menulis Cerita Pendek Berbahasa Jerman (Kurzgeschichte) Melalui Analisis Kesalahan
Ahmad Sahat Perdamean
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan evaluasi hasil tugas proyek mata kuliah menulis pada semester genap tahun 2019, mahasiswa melakukan kesalahan dalam menulis cerita pendek. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan: i) untuk mengetahui bentuk kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menulis cerita pendek, ii) mengetahui penyebab kesalahan, iii) mengetahui proses pengembangan materi buku ajar. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Subjek penelitian adalah mahasiswa peserta perkuliahan mata kuliah menulis (Schreibfertigkeit). Instrumen penelitian yang digunakan ialah tes menulis cerita pendek dengan tema Aktivität in meiner Klasse dan einen Freund besuchen. Data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa mahasiswa melakukan sebelas bentuk kesalahan tata bahasa Jerman dan diperoleh empat penyebab mahasiswa melakukan kesalahan dalam menulis cerita pendek. Buku ajar yang dikembangkan terdiri dari tujuh bab materi utama dan empat bagian materi pendukung. Keterbatasan dalam penelitian, yakni buku ajar telah divalidasi, direvisi dan dicetak, namun belum digunakan dalam pembelajaran. Penggunaan buku ajar mempermudah dosen dalam pengajaran materi dan pencapaian tujuan mata kuliah menulis. Penggunaan buku ajar akan meningkatkan keaktifan mahasiswa (Studentcentre) dalam pembelajaran dan mempermudah ketercapaian produk perkuliahan berupa naskah cerita pendek dalam bahasa Jerman.
Pengaruh Konsumsi Kerupuk Singkong Ebi Biji Labu Kuning Terhadap Kebugaran Mahasiswa Soppeng Tahun 2020
Andi Nurlinda;
Sumiaty Sumiaty;
Hernianti Hernianti
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menjaga kebugaran merupakan suatu hal yang menjadi perhatian penting dikalangan masyarakat terutama mahasiswa yang memiliki kebiasaan buruk seperti gangguan tidur, jrarang olahraga dan tidak mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Kebugaran seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor Internal seperti genetic, umur, dan jenis kelamin. Faktor eksternal diantaranya gizi, merokok, istirahat, tidur serta olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kebugaran pada mahasiswa setelah mengonsumsi kerupuk singkong. Jenis penelitian ini menggunakan Experiment Research. Populasi adalah seluruh mahasiswa IMPS UMI berumur 19-29 tahun dengan jumlah 116 orang. Dari jumlah tersebut dipilih mahasiswa yang memegang peranan sebagai pengurus organisasi dengan alasan mereka yang emnjadi pengurus memiliki aktivitas yang lebih banyak dibandingkan dengan anggota biasa. Berdasarkan kriteria tersebut didapatkan 30 sampel. Sampel kemudian diacak untuk ditempatkan pada dua kelompok. 15 Sampel yang keluar di awal undian menjadi kelompok intervensi dan sisanya menjadi kelompok control. Kebugaran diukur menggunakan parameter denyut nadi, dikatakan normal pada laki-laki bila denyut nadi 77-84/menit dan perempuan 85-93/menit, dikatakan tidak normal bila berada di bawah nilai tersebut. Pada tahap pre test terdapat 5 (33%) mahasiswa yang memiliki tingkat kebugaran kategori normal dan 10 (64%) mahasiswa memiliki kebugaran tidak normal, sedangkan pada tahap post test terdapat 11 (74%)mahasiswa yang memiliki tingkat kebugaran kategori normal dan 4 (26%) mahasiswa memiliki kebugaran tidak normal. Rata-rata kebugaran pada saat pre test untuk kelompok intervensi yaitu 92.07 sedangkan pada saat post test yaitu 97.47 dengan value < 0.05 = 0.034.Hasil analisis kebugaran pada kelompok intervensi adalah p value > 0.05 = .300, maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya konsumsi kerupuk singkong ebi biji labu kuning tidak berpengaruh pada kebugaran. Disimpulkan bahwa konsumsi kerupuk singkong ebi biji labu kuning serta daun singkong sebanyak 5 gram/hari selama 30 hari tidak memiliki nilai signifikan
Penerapan Prinsip Ekonomi Islam Dalam Aktivitas Jual Beli Kebutuhan Pokok Masyarakat Di Pangkajene Sidrap
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Prinsip Ekonomi Islam dalam aktivitas jual beli kebutuhan pokok masyarakat belum sepenuhnya diterapkan meskipun masyarakat pada umumnya memahami prinsip Ekonomi Islam tersebut. Karena itu penelitian ini ingin menunjukkan apakah prinsip Ekonomi Islam berpengaruh terhadap aktivitas jual beli di masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan analisis regresi linear sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa prinsip ekonomi Islam berpengaruh signifikan terhadap aktivitas jual beli kebutuhan pokok masyarakat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini bahwa penerapan prinsip ekonomi Islam oleh sebagian kalangan masyarakat berpengaruh terhadap transaksi jual beli.
Belajar Dari Kelemahan Fungsi Koordinasi Dalam Kelembagaan Produksi Kakao Di Indonesia
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Ada indiksi bahwa kelembagaan produksi kakao tidak berjalan sesuai dengan harapan petani. Katidakmelembagaan lembaga-lembaga perkakaoan ini dapat ditunjukkan sebagai akibat lemahnya fungsi koordinasi antar sektor. Karena itu penelitian ini diharapkan dapat merekonstruksi penguatan kelembagaan melalui: (1) analisis penyebab lemahnya fungsi koordinasi dalam kelembagaan ekonomi kakao, dan (2) memformulasi model strategi peningkatan produksi untuk mereduksi kemiskinan petani kakao. Hasil analisis Interpretative Stuctural Modeling (ISM) menunjukkan: Pertama ditemukan ada empat sub-elemen sebagai penyebab utama lemahnya fungsi koordinasi dalam kelembagaan ekonomi kakao, yaitu: (1) Lemahnya pembinaan kelembagaan, (2) Dampak kebijakan otonomi daerah, (3) Lemahnya komitmen terhadap visi dan misi, dan (4) suburnya sikap sektoralisentris. Kedua, ditemukan lima program strategi prioritas peningkatan produksi untuk mereduksi kemiskinan petani kakao, yaitu: (1) penerapan teknik pengolahan produk primer/permentasi, (2) kebijakan harga yang stabil, (3) transportasi input pertanian, (4) divesifikasi tanaman kakao dengan tanaman produktif, dan (5) penerapan teknik pengolahan produk sekunder. Karena itu dibutuhkan pertama, kebijakan penguatan kelembagaan melalui antisipasi penyebab lemahnya fungsi koordinasi, kedua dibutuhkan implementasi program strategis prioritas sebagai upaya pengentasan kemiskinan petani kakao.
Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) pada Sputum dengan Metode Pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN) untuk Diagnosis TB Paru
Khariri Khariri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tuberkulosis paru merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi ini telah menyebar hampir di sepertiga penduduk dunia dan sebagian besar tidak dapat dikendalikan karena banyaknya penderita yang tidak berhasil disembuhkan. Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia untuk jumlah penderita tuberkulosis. Penyakit ini menjadi penyebab kematian ketiga setelah penyakit kardiovaskuler dan penyakit pernafasan pada semua kelompok usia. Prevalensi tuberkulosis paru berdasarkan definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah angka penderita tuberkulosis paru BTA positif pada 100.000 populasi berusia 15 tahun keatas. Adapun batasan BTA positif adalah pasien yang memiliki paling sedikit dua spesimen dahak dengan hasil BTA positif atau satu spesimen dahak dengan BTA positif diikuti oleh pemeriksaan foto paru. Tulisan ini merupakan literature review tentang pemeriksaan basil tahan asam (BTA) pada sputum dengan metode pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN) untuk diagnosis TB paru. Pemeriksaan tuberculosis dapat dilakukan dengan beberapa metode. Salah satu metode yang cukup sederhana dan dapat diterapkan dan laboratorium puskesmas di berbagai daerah adalah dengan pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN). Point prevalence tuberculosis diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan mikroskopik dahak dengan Basil Tahan Asam (BTA) yang dilakukan pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN). Dahak yang dilakukan pemeriksaan adalah dahak pagi dan sewaktu. Pemeriksaan mikroskopik BTA dilakukan oleh Puskesmas Rujukan Mikroskopik (PRM) dan Puskesmas Pelaksana Mandiri (PPM). Point Prevalence tuberkulosis Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaan 2 slide BTA positif (289 per 100.000 penduduk) sedikit lebih tinggi dari estimasi Prevalensi 2010 menurut WHO (244 per 100.000 penduduk). Meskipun banyak kelemahan, metode pewarnaan Ziehl Neelsen (ZN) masih banyak dimanfaatkan terutama di laboratorium sederhana seperti puskesmas di daerah.
Peran Petugas Kesehatan Terhadap Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2020
Fairus P Idris;
Mira Umaya;
Andi Asrina
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemberian ASI dikenal sebagai salahsatu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. . Pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu peran petugas kesehatan. Peran petugas kesehatan dalam memberikan ASI eksklusif benar – benar dibutuhkan, yaitu dengan cara memberikan informasi kepada ibu menyusui terkait perlunya pemberian ASI eksklusif serta menjelaskan manfaat-manfaatnya agar bayi dapat diberikan ASI oleh ibunya. Selain itu juga dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif. Tujuan Umum untuk mengethaui hubungan peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Metode pe Pemberian ASI dikenal sebagai salahsatu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. . Pemberian ASI eksklusif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu peran petugas kesehatan. Peran petugas kesehatan dalam memberikan ASI eksklusif benar – benar dibutuhkan, yaitu dengan cara memberikan informasi kepada ibu menyusui terkait perlunya pemberian ASI eksklusif serta menjelaskan manfaat-manfaatnya agar bayi dapat diberikan ASI oleh ibunya. Selain itu juga dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif. Tujuan Umum untuk mengethaui hubungan peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengambilan data variabel bebas dan terkait dalam satu waktu yang bersamaan. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang di peroleh melalui wawancara kuesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bajeng Kecematan Bajeng Kabupaten Gowa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bajeng. Hasil penelitian menunjukkan analisis statistic uji Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,679 yang berarti lebih besar dari nilai = 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana secara menyeluruh di wilayah kerja Puskesmas Bajeng, nelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu pengambilan data variabel bebas dan terkait dalam satu waktu yang bersamaan. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yang di peroleh melalui wawancara kuesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bajeng Kecematan Bajeng Kabupaten Gowa. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bajeng. Hasil penelitian menunjukkan analisis statistic uji Chi-Square diperoleh nilai p value sebesar 0,679 yang berarti lebih besar dari nilai = 0,05. Artinya tidak ada hubungan antara peran petugas kesehatan terhadap pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Bajeng. Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan pengetahuan ibu agar pemberian ASI eksklusif dapat terlaksana secara menyeluruh di wilayah kerja Puskesmas Bajeng,
Gambaran Pemberian Air Susu Ibu Pada Masyarkatdi Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2020
Andi Asrina;
Rahmawati Rumalean;
Fairus Prihatin Idris
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Msalah utama dalam pemberian ASI adalah yaitu berupa adanya kebiasaan masyarakat dalam memberikan ASI, kebiasaan tersebut berupa pemberian makan preakteal yakni madu dan kopi, hal ini pengeruhi oleh adanya dukungan keluarga yang tidak tepat. Tujuan umum Untuk menggali secara mendalam tentang gambaran pemberian ASI pada masyarkat di kecamatan bajeng kabupaten gowa. Tujuan Khusus Untuk menggali informasi secara mendalam dukungan keluarga dalam pemberian ASI pada masyarakat kecamatan bajeng. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kuasi kualitatif yang merupakan penggunaan teori yang dimungkinkan sebagai alat peneliti dalam menemuka masalah pada masyarkat dalam memberikan ASI di Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa tahun 2020 dengan wawancara mendalam (indepth Interview) dan observasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian Menjukan bahwa menunjukan bahwa kebiasaan masyarakat kecamatan bajeng dalam memberikan ASI yakni, kebiasaan memberikan makanan tambahan seperti madu dan kopi dilakukan karena adanya dukungan keluarga yakni suami dan mertua di karenakan adanya tradisi keluarga sehingga pemberian makanan tambahnn berupa madu dan kopi di lakukan. Diharapkan bahwa seluruh masyarakat dan para tenaga kesehatan dapat mengatasi masalah terkait mitos dan kebiasaan dalam upaya mendukung program ASI.
Produksi Tanaman Tomat Pada Sistem Irigasi Basin Dan Irigasi Tetes Di Lahan Kering
Harsani Harsani;
Muh. Amin Bur;
Yusriadi Yusriadi
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permasalahan utama yang dihadapi oleh petani di lahan kering yakni ketersediaan air. Air menjadi faktor penghambat utama dalam proses produksi usaha pertanian lahan kering. Maka sebab itu penerapan teknologi irigasi menjadi faktor penting dalam aspek pemberian air bagi tanaman. Sistem irigasi tetes dan sistem irigasi basin menjadi salah satu alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan kekuranagan air pada lahan kering. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui produksi tanaman tomat pada sistem irigasi basin dan irigasi tetes. Metode Penelitian ini yakni dengan membandingkan kedua sistem irigasi Basin dan sistim irigasi Tetes. Data hasil yang telah diperoleh dari lapangan selanjutnya diuji secara statistik dengan menggunakan uji t 2 sampel independen (bebas). Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh sistem irigasi terhadap produksi tanaman tomat. Sistem irigasi tetes menunjukkan hasil produksi terbaik dibandingkan dengan sistem irigasi basin.
Aplikasi Kompos Dan Biochar Pada Pembibitan Tanaman Lada (Piper Nigrum L)
Harsani Harsani;
Ruslan Ruslan;
Iradatullah Rahim
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahan organik menjadi salah satu faktor penting dalam pertmbuhan tanaman. Pemanfaatan bahan organik berfungsi untuk peningkatan kesuburan tanah guna menyediakan hara bagi tanaman. Kompos merupakan salah satu bahan organik yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah. Biochar merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari sisa jasad organik. Biochar memiliki keunggulan dalam meretensi ketersediaan air, peningkatan kesuburan tanah dan juga meningkatkan nilai produktivitas suatu lahan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman lada pada fase pembibitan. Metode Penelitian ini yakni dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon terbaik di tunjukkan pada perlakuan pemberian kombinasi kompos dan biachar. Kombinasi kompos dan biachar memberikan hasil terbaik pada parameter kecepatan bertunas dan jumlah daun.
Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan Mempengaruhi Perilaku Panic Buying Selama Pandemic Covid-19
Yusriani Yusriani
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Virus corona Covid-19 telah menjadi pandemi global yang menjangkit ribuan orang di dunia. Hampir sebagian besar masyarakat dunia berada dalam ketidakpastian dan menerima banyak informasi melalui berbagai macam media. Kondisi ini tanpa disadari mengakibatkan kepanikan dan stress. Coronavirus-19 (COVID) telah dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO (WHO,2020) Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia dan telah menyebar secara luas di China dan lebih dari 190 negara dan teritori lainnya. Pada 12 Maret 2020, WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemik. Hingga tanggal 29 Maret 2020, terdapat 634.835 kasus dan 33.106 jumlah kematian di seluruh dunia. Sementara di Indonesia sudah ditetapkan 1.528 kasus dengan positif COVID-19 dan 136 kasus kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan tingkat Kecemasan terhadap perilaku panic buying selama pandemic Covid-19. Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif.Desain penelitian ini adalah cross sectional, yaitu penelitian di mana data hanya diambil pada satu waktu atau suatu periode tertentu yang diperoleh dari responden pada waktu penelitian dilaksanakan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 130 orang. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar menunjukkan ada pengaruh pengetahuan dan tingkat kecemasan terhadap perilaku panic selama pandemic covid-19 buying pada warga Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar