Articles
320 Documents
Endomikoriza Indigenous Sorowako: Potensi untuk Merehabilitasi Lahan Bekas Tambang Nikel
Muh. Akhsan Akib;
Andi Nuddin;
Retno Prayudyaningsih;
Kahar Mustari;
Tutik Kuswinanti;
Syatrianti A. Syaiful
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel di Sorowako merupakan hal yang sangat mendapat perhatian PT. Vale Indonesia, masyarakat Sorowako, dan Pemerindah Daerah Luwu Timur. Percepatan ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya alam khususnya mikroorganisme endomikoriza indigenous. Endomikoriza yang juga disebut mikoriza arbuscula (MA) mendapat banyak perhatian karena kemampuannya membentuk simbiosis mutualistik dengan 80% – 96% species tumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui genus spora endomokoriza indigenous yang dominan dan mempunyai potensi untuk percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap yaitu pengambilan sampel rhizosfer, trapping spora, isolasi dan identifikasi jenis spora MA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genus endomikoriza indigenous yang dominan dan berpotensi dalam percepatan pengelolaan rehabilitasi lahan pasca tambang nikel di Sorowako adalah genus Acalauspora sp (75, 06 %).
Menemukan Nilai-nilai Kesetaraan Jender dibalik Metafora Simbolik Rumah Adat “Tongkonan”dan Lumbung “Alang” Toraja
Johana R. Tangirerung;
Selvi Panggua;
Dina Gasong
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kesetaraan jender sesungguhnya amanah dari setiap agama dan budaya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kesetaraan jender dalam masyarakat masih sulit terwujud. Perempuan masih mengalami hambatan tersembunyi dalam masyarakat. Keberadaan tersebut dapat terlihat melalui metafora, dan simbol. Pada satu sisi metafora dan simbol dapat merefleksikan ketidaksetaraan tersebut, namun pada ada sisi lain dapat menjadi media pengungkapan nilai-nilai kesetaraan. Budaya Toraja memiliki metafora yang menyimbolkan atau mengartikan kesetaraan. Budaya Toraja memiliki beragam bentuk metafora dan simbol kesetaraan. Penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai kesetaraan jender dalam simbol dan metafora budaya dan maknanya dalam kehidupan masyarakat Toraja. Rumah adat Toraja dan lumbung misalnya adalah salah satu simbol penting, karena merupakan metafora simbolik pusat kehidupan. Seluruh proses hidup dan ritus kehidupan dilaksanakan dalam sebuah tongkonan, di mana rumah adat dan lumbung dibangun. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat kesetaraan jender dalam budaya Toraja yang disimbolkan oleh rumah adat Toraja dan lumbung. Rumah adat Toraja adalah simbol perempuan, di mana setiap anak dilahirkan dan lumbung merupakan simbol kesejahteraan material yang tersimban dilumbung, yang diusahakan oleh laki-laki. Sebagai simbol kesetaraan keduanya selalu ada dalam setiap tongkonan, sekaligus mencerminkan fungsi tersebut dalam kehidupan masyarakat Toraja. Penelitian ini menggunakan metode qualitative descrptive. Peneliti menjadi key instrument dengan menggunakan teknik obervasi langsung dan open-ended interview. Pembahasan dan analisis dilakukan dengan memakai bantuan pendekatan analisis interpretatif terhadap simbol dan metafora tersebut.
ANALISIS WORK FROM HOME (WFH) TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebijakan pemerintah yang menerapkan Work From Home (WFH) bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS), tentunya memiliki sejumlah dasar pertimbangan dan acuan dalam pemutusan kebijakannya. Kebijakan pemerintah juga merupakan aspek terpenting dalam menentukan efektifitas kerja para PNS. Pemilihan kebijakan yang tepat pada saat kondisi darurat seperti ini akan menjadi kunci utama dalam efektifitas pelayanan publik juga penanganan pandemi atau wabah COVID-19 di Indonesia.Tujuan penelitian Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dampak dari sistem dari kerja di rumah WFH terhadap kinerja PNS selama masa pandemi COVID-19. Jenis Penelitian Penelitian menggunakan metode Kuantitatif, Proses pengambilan data dalam penelitian ini berasal dari kuesioner online. Saran: Diharapkan dengan di berlakukannya WFH ini dapat menekan laju penyebaran virus Covid-19 dan PNS tetap bias melakukan produktivitas seperti biasa.
DAMPAK PSIKOLOGIS PETUGAS KESEHATAN DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS MANDAI KABUPATEN MAROS
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh type baru coronavirus dengan gejala umum demam, kelemahan, batuk, kejang dan diare. Penyebaran Covid-19 yang sangat tinggi menyebabkan masalah kesehatan jiwa dan psikososial pasien bahkan tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak psikologis yang dialami oleh para petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan pada masa pandemic Covid-19. Jenis Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study dengan total sampel sebanyak 82 petugas kesehatan. Saran: Upaya yang dilakukan untuk menjaga kesehatan mental dapat dilakukan dengan kegiatan berdoa dan ibadah serta mengoptimalkan pola hidup yang bersih dan sehat (makan makanan yang sehat, olahraga dan mengonsumsi vitamin dan berpikirab positif, proteksi diri (mencuci tangan yang rutin, memakai masker dan disiplin social distancing).
Keamanan dan Keselamatan Hayati Ketika Bekerja di Laboratorium Hewan Coba
Putri Reno Intan;
Khariri Khariri
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hewan coba banyak digunakan untuk menyelidiki fenomena biologis atau patobiologis. Pemanfaatan hewan coba dalam penelitian mempunyai beberapa alasan yaitu untuk meningkatkan pemahaman ilmiah, sebagai model untuk mempelajari penyakit, untuk mengembangkan dan menguji terapi potensial, dan untuk melindungi keselamatan orang, hewan, dan lingkungan. Perlakuan terhadap hewan coba harus dilakukan di sebuah instalasi laboratorium yang disiapkan secara khusus atau disebut dengan laboratorium hewan coba. Tulisan ini mengkaji prosedur keamanan dan keselamatan hayati ketika malakukan aktivitas di laboratorium hewan coba. Keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium telah menjadi hal yang wajib sebagai salah satu pedoman bekerja di laboratorium termasuk laboratorium hewan coba. Pedoman mencakup penanganan mikrobiologi patogen, prinsip keselamatan yang harus dilakukan oleh petugas laboratorium serta meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan para petugas laboratorium. Berdasarkan kegiatan yang dilakukan, jalur penularan agen infeksius maupun fungsi laboratorium, laboratorium hewan coba dapat dibedakan menjadi 4 level biosafety. Penerapan pedoman keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium hewan coba secara sistematis dalam pelaksanaan tugas di dalam laboratorium, merupakan faktor yang terpenting dalam sistem manajemen laboratorium. Untuk menjamin keselamatan diri, setiap petugas laboratorium harus melengkapi diri dengan alat pelindung diri. Perilaku petugas laboratorium terhadap kepatuhan dalam pemakaian alat pelindung diri dan higiene setelah aktivitas laboratorium juga tidak boleh diabaikan. Keamanan dan keselamatan hayati yang baik ketika bekerja di laboratorium sangat diperlukan untuk mencegah penularan penyakit infeksi terhadap petugas laboratorium dan lingkungan sekitar serta mencegah pencurian, kehilangan, ataupun penyalahgunaan yang membahayakna kesehatan manusia serta makhluk hidup lainnya.
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN PROTOKOL PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI MINI MARKET KEC. BIRINGKANAYA
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Covid-19 tidak hanya persoalan kesehatan, namun juga menyangkut perekonomian global. Dampak yang cukup besar dirasakan di berbagai Negara. Khususnya di Indonesia dengan adanya Covid-19 ini telah melemahkan sektor ekonomi dan mengakibatkan krisis ekonomi yang sangat dalam dan berdampak bagi kehidupan masyarakat Tujuan : untuk mengetahui analisis penerapan kebijakan protokol pencegahan penularan Covid-19 di Mini Market Kec. Biringkanaya. Metode : Desain cross sectional dengan menggunakan purposive sampling. Saran : Diharapkan masyarakat mampu mentaati aturan penerapan kebijakan protokol pencegahan penularan Covid-19.
Efek Cuaca Pada Kinerja Distilasi Air Energi Surya Dengan Kaca Ganda
Rusdi Sambada;
Sudjito Soeparman;
Widya Wijayanti;
Eko Siswanto
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Produktivitas air bersih untuk minum dan efisiensi dari distilasi air energi surya konvensioal umumnya rendah. Peningkatan produktivitas dan efisiensi distilasi air energi surya konvensional dapat dicapai dengan menaikkan temperatur air masuk. Pada penelitian ini temperatur air masuk distilasi air energi surya dinaikkan dengan cara yang lebih sederhana dari penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini temperatur air masuk dinaikkan dengan memanfaatkan panas pengembunan menggunakan kaca ganda. Kaca ganda adalah dua kaca yang disusun sejajar, satu di atas yang lain dengan jarak antara kaca sebesar 2 mm. Kaca bawah merupakan kaca penutup alat distilasi berukuran 1m2. Air masukkan dialirkan diantara kaca bawah dan kaca atas sebelum masuk ke dalam alat distilasi. Selama mengalir diantara kaca, air masukkan menerima energi panas pengembunan sehingga temperaturnya naik. Pada distilasi air energi surya konvensional, energi panas pengembunan merupakan energi yang tidak dimanfatkan dan terbuang ke lingkungan. Cuaca merupakan faktor alam yang sangat berpengaruh pada produktivitas dan efisiensi distilasi air energi surya. Pada cuaca yang cerah energi surya yang diterima alat distilasi air energi surya lebih besar dibandingkan pada cuaca yang berawan atau mendung. Jumlah energi surya yang diterima berpengaruh pada produktivitas dan efisiensi alat distilasi air energi surya. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan efek cuaca terhadap produktivitas dan efisiensi distilasi air energi surya dengan kaca ganda. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen pada lima variasi energi surya sebesar 383, 452, 484, 509 dan 596 W/m2. Sebuah distilasi air energi surya konvensional digunakan sebagai pembanding produktivitas dan efisiensi yang dihasilkan distilasi air energi surya kaca ganda. Hasil penelitian menunjukan kinerja distilasi air energi surya dengan kaca ganda lebih baik dibandingkan distilasi air energi surya konvensional. Distilasi air energi surya dengan kaca ganda menghasilkan rata-rata produktivitas sebesar 35,6% dan rata-rata efisiensi sebesar 32,6% lebih baik pada variasi cuaca dengan besar energi surya antara 383 sampai 596 W/m
Edukasi Gizi Melalui Media “Isi Pringku” Dalam Rangka Pemenuhan Zat Gizi Dan Sosialisasi Stunting Pada Murid SD Di Kota Makssar
A. Nurlinda;
Alfina Baharuddin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gizi merupakan kebutuhan dasar manusia yang amat penting, gizi dibutuhkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan memberikan bahan bakar bagi berbagai proses tubuh dalam mencapai kualitas hidup. Gizi juga dipandang sebagai faktor penentu yang penting dalam upaya mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit. Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2013, secara nasional prevalensi kurus (menurut IMT/U) pada anak usia 5-12 tahun adalah 11,2 %.Prevalensi anak usia 5-12 tahun dengan Manfaat kegiatan ini adalah Meningkatkan perilaku siswa tentang pengetahuan, sikap dan tindakan mengenai makanan yang sehat dan bergizi., Memberikan edukasi kepada para siswa dan guru tentang pemenuhan gizi yang sehat, Melakukan Edukasi mengenai isi piringku dalama pemenuhan zat gizi , Personal hygiene (PHBS), bagi para siswa dan guru. Adapun urgensi permasalahn mitra yaitu: Berdasarkan hasil observasi awal melalui pengukuran antropometri dan tinggu badan ditemukan 10 orang anak SD yang TB di bawah rata-rata. Anak-anak usia sekolah kurang mengkonsumsi buah dan sayuran, pola sarapan pagi yang tidak baik (jenis yang didominasi teh manis hangat, frekuensi konsumsi tiap pagi yang jarang dilakukan, dan bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan energi anak untuk beraktifitas di pagi hari). Solusi yang ditawarkan antara lain: Penyuluhan via daring terkait Gizi Seimbang dan IsiPiringku Penyuluhan terkait Sanitasi yang merupakan salah satu aspek atau point dalam Piramida Gizi Seimbang. Pemberian brosur dan leaflet terkat permsalah gizi dan stunting pada anak SD.
PEMANFAATAN OLAHAN TANAMAN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN DI DESA TONASA KEC SANROBONE KAB TAKALAR
admin admin
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): Prosiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknol
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kelor sarat dengan fitonutrien yang merupakan nutrisi nabati yang diyakini memiliki efek mendukung kesehatan. Kelor telah lama digunakan untuk memerangi penyakit kardiovaskuler, obesitas, kolesterol dan juga merupakan elemen penting dalam membangun dan memperbaiki sel- sel dalam tubuh Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan semangat kewirausahaan setiap kepala rumah tangga dalam upaya mendukung kegiatan pengembangan masyarakat;, komunitas wirausaha memiliki kemampuan perencanaan bisnis dan meningkatkan kemampuan komunitas wirausaha dalam melakukan operasi bisnis. Adapun permasalaham mitra yaitu : Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang diversifikasi pengolahan daun kelor menjadi produk olahan lanjutan maka diperlukan suatu kegiatan yang dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang berbagai produk olahan yang dapat dikembangkan dari kelor sehingga nilai ekonomis daun kelor dapat ditingkatkan, Daun kelor banyak memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, dan masih kurang dimanfaatkan oleh para petani khususnya ibu –ibu rumah tangga.. Kurangnya pengembangan potensi kelor sebagai sumber pangan alternatif dan bahan subtitusi olahan berbagai macam produk pangan. Perlunya inovasi menu olahan bergizi tinggi dengan menggunakan bahan baku lokal (kelor) agar dapat menghasilkan produk unggulan. Belum ditemukan tingkat minat konsumen terhadap pengolahan produk kelor dan kapsul serbuk kelor Solusi yang ditawarkan adalah: Penerapan teknologi tepat guna berupa tekhik pemanfaatan bahan alami yang ramah lingkungan, Penyuluhan tentang bahan-bahan alami sebagai upaya Peningkatan Pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan bahan alami dalam kehidupan sehari-hari., Pelatihan tentang teknologi tepat guna pembuatan teh kelor sebagai minuman antioksidan Metode penyuluhan dalam bentuk Pemutaran video tentang tekhik pembuatan TEKOR ( teh kelor)
Analisis Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (Puap) Petani Hortikultura (Studi Kasus pada Gapoktan Sinar Tani)
Irninthya Nanda Pratami Irwan;
Yunita Palinggi
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 3 (2020): PProsiding Seminar Nasional Ketiga Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Tekno
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masalah yang dihadapi oleh petani di pedesaan yaitu terbatasnya ketersedian modal. Mengatasi permodalan petani pedesaan, pemerintah mempbuat program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) yang merupakan program dari Kementerian Pertanian untuk menanggulangi kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah pusat dan daerah serta kesenjangan antar subsektor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) mengetahui gambaran pelaksanaan program PUAP di Gapoktan Sinar Tani, (2) menganalisis kinerja Gapoktan Sinar Tani Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Metode Importance Performance Analysis (IPA), Pengambilan sampel sebanyak 50 responden terdiri dari 25 responden petani penerima PUAP dan 25 responden bukan penerima PUAP. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pada aspek kinerja pengurus Gapoktan berada pada kuadran kedua yaitu kuadran pertahankan kinerja