cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
nurulizzah.potensi@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
nurulizzah.potensi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal PIR : Power in International Relations
ISSN : 25287192     EISSN : 27210510     DOI : 10.22303
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Power in International Relations (PIR) adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. Jurnal Power in International Relations (PIR) diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb.
Articles 93 Documents
Respon SAARC Terhadap Pengimplementasian CEDAW dalam Gerakan Melawan Kekerasan Seksual Ditinjau dari Mazhab Kopenhagen Flori Mardiani Lubis; Siti Salsabila; Syahira Kesuma Wardhani
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.160 - 173

Abstract

Kasus kekerasan seksual dalam perdagangan perempuan untuk prostitusi menjadi isu kemanusiaan dalam kawasan Asia Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC) sebagai organisasi regional terhadap kasus kekerasan seksual dalam perdagangan perempuan untuk prostitusi yang terjadi di Kawasan Asia Selatan, khususnya di India. Di mana hal tersebut, tidak sesuai dengan isi Convention on Elimination of All Forms of Discrimation Againts Women (CEDAW). Dengan menggunakan konsep proses sekuritisasi yang dikembangkan dalam Mazhab Kopenhagen, penelitian akan meninjau apakah India sudah maksimal dalam mengimplementasikan CEDAW yang sudah mereka ratifikasi tahun 1993. Serta mininjau dampak program Convention on Preventing and Combating Trafficking in Women and Children for Prostitution yang dilahirkan oleh SAARC sebagai aktor sekuritisasi yang merespon isu kemanusiaan yang terjadi. Hal tersebut akan ditinjau melalui penerapan berbagai kerja sama pemerintah dengan organiasasi internasional, kebijakan nasional, strategi nasional, dan program-program yang diluncurkan oleh pemerintah terkait dengan hak kesetaraan dan perlindungan perempuan dalam kehidupan sosial ekonomi di India.
Implementasi Kemitraan Strategis Indonesia-Australia Pasca Pembentukan Aliansi Pertahanan AUKUS Al Hafizh; Pradono Budi Saputro; Laode Muhamad Fathun; Gerald Theodorus L. Toruan
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.106 - 120

Abstract

Indonesia dan Australia adalah dua negara bertetangga dengan hubungan bilateral yang dinamis. Pada tahun 2018, keduanya sepakat untuk meningkatkan kemitraan melalui Indonesia-Australia Comprehensive Strategic Partnership (IA-CSP). Melalui IA-CSP, kedua negara berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama pada sektor-sektor strategis dan saling menjaga stabilitas keamanan kedua negara dan kawasan Indo-Pasifik. Akan tetapi, pada tahun 2021 Australia justru membangun aliansi pertahanan bersama Amerika Serikat dan Inggris dengan nama AUKUS. Tujuan utama pembentukan aliansi pertahanan AUKUS ini adalah peningkatan kapabilitas militer Australia melalui pengadaan kapal selam bertenaga nuklir. Kondisi ini tentu bertentangan dengan pilar-pilar IA-CSP, terutama pilar ketiga dan kelima. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta wawancara dan studi pustaka sebagai metode pengumpulan data, artikel ini ditulis untuk menganalisis implementasi IA-CSP pasca pembentukan aliansi pertahanan AUKUS. Untuk memahami dan menjelaskan isu tersebut, penulis menggunakan teori kemitraan strategis, konsep aliansi pertahanan, dan konsep keamanan kolektif. Berdasarkan studi ini, penulis menemukan bahwa keberadaan aliansi ini tidak secara langsung menghambat implementasi IA-CSP karena kedua negara cenderung dapat menurunkan ego masing-masing dalam berbagai situasi dan kondisi untuk tetap bekerja sama pada isu-isu strategis.
Implementasi Gerakan Scalling Up Nutrition (SUN) Sebagai Upaya Penurunan Tingkat Prevalensi Stunting di Indonesia Nurmasari Situmeang; Muhammad Fariz Nugroho; Sindy Yulia Putri
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.121 - 133

Abstract

Indonesia telah membawa banyak perubahan dan perbaikan dalam upaya penurunan prevalensi stunting, terbukti dengan menurunnya angka prevalensi stunting sejak Indonesia tergabung dalam Gerakan SUN tahun 2011. Penelitian ini berupaya menjelaskan upaya penurunan prevalensi stunting, khususnya di Indonesia melalui Scaling Up Nutrition Movement (Gerakan SUN) dengan menggunakan konsep Global-Public Private Partnership yang terbukti membuahkan hasil berdasarkan angka prevalensi stunting yang mengalami tren penurunan dari tahun 2013-2021. Namun, dengan target 14% pada tahun 2024, tampaknya Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut. Artikel penelitian ini diharapkan mampu menganalisis, menjelaskan, dan memberikan masukan, sehingga upaya penurunan prevalensi stunting dapat dilakukan secara substantif, holistik, dan tepat sasaran.

Page 10 of 10 | Total Record : 93