cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
nurulizzah.potensi@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
nurulizzah.potensi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal PIR : Power in International Relations
ISSN : 25287192     EISSN : 27210510     DOI : 10.22303
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Power in International Relations (PIR) adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. Jurnal Power in International Relations (PIR) diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb.
Articles 93 Documents
Pengaruh Investasi Cina di Etiopia Posmanto Marbun
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 2 (2021): PIR FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.2.2021.147-162

Abstract

Keunggulan yang dimiliki oleh Etiopia telah menarik minat Cina untuk melakukan investasi. Akibatnya, investasi Cina telah memberikan pengaruh kepada Etiopia di berbagai sektor. Pengaruh tersebut berasal dari kerjasama selatan-selatan yang terjalin antara Cina dan Etiopia. Metodologi yang dipergunakan dalam tulisan ini yaitu metode kualitatif yang menggunakan teknik studi kepustakaan. Penulisan ini mencoba menjelaskan transformasi yang terjadi di Etiopia melalui investasi Cina.
KEPENTINGAN ARAB SAUDI MEMBERIKAN BANTUAN MILITER DALAM PERANG SAUDARA DI YAMAN Tahun 2015-2019 Yulia Rimapradesi
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 1 (2020): PIR AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.1.2020.58-80

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk mengatahui kepentingan Arab Saudi memberikan bantuan militer dalam perang saudara di Yaman pada 2015 hingga 2019. Perang saudara di Yaman merupakan konflik berkepanjangan yang terjadi atas Gerakan kelompok Al-Houthi melawan kelompok pemerintahan Yaman untuk merebut kekuasaan. Konflik yang melanda Yaman selama bertahun-tahun mengakibatkan krisis dan goyahnya sistem politik. Atas permintaan bantuan dari Presiden Hadi untuk memulihkan kekuasaannya di Yaman, Arab Saudi terlibat dengan mengirimkan bantuan militer dengan jumlah yang tidak sedikit. Tentunya bantuan tersebut bukan hanya atas dasar kemanusiaan. Arab Saudi meniliki kepentingan dalam memberikan bantuan militer tersebut, seperti keamanan perbatasan, politik ideologi dan ekonomi.
Kompleksitas Kepemimpinan Perempuan di Australia Utari Diyarza Utami
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 4, No 2 (2020): PIR FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.4.2.2020.101-114

Abstract

Tulisan ini membahas tantangan yang dihadapi perempuan saat menjabat di beberapa posisi penting pemerintahan baik di dunia internasional dan khususnya yang terjadi di Australia. Tulisan ini juga membahas peristiwa diskriminasi yang diterima perempuan dalam kacamata teori feminisme. Sebagai tambahan penulis juga menambahkan kisah Julia Gillard saat menjabat sebagai Perdana Menteri Australia.
IMPLEMENTASI ASEAN TOURISM STRATEGIC PLAN (ATSP) DALAM KEBIJAKAN PARIWISATA BAHARI INDONESIA Haiyyu Darman Moenir; Abdul Halim
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 4, No 2 (2020): PIR FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.4.2.2020.166-189

Abstract

Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia. Hampir 2/3 dari total wilayah adalah laut. Kondisi ini harus dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kapasitas Indonesia baik dalam tatanan regional maupun internasional dalam semua aspek yang menekankan pada kondisi geografis Indonesia. Pariwisata adalah salah satu sektor penting pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla. Melalui NAWACITA, Pemerintah memasukkan pariwisata sebagai salah satu sektor yang digunakan dalam pengembangan kapasitas Indonesia. Wisata bahari telah menjadi salah satu elemen  dalam kerangka kebijakan pengembangan pariwisata dalam konteks NAWACITA. Artikel ini akan melihat bagaimana implementasi Rencana Strategis Pariwisata ASEAN (ATSP) dalam Kebijakan Indonesia terkait pariwisata bahari . Penelitian ini menggunakan pendekatan implementasi kerangka kebijakan regional yang kemudian diturunkan dalam bentuk kebijakan negara. Temuan yang dicapai dalam artikel ini menunjukkan bahwa indonesia masih belum memaksimalkan wisata bahari yang berpotensi besar dalam sektor pariwisata indonesia dengan berangkat dari temuan terkait kebijakan yang dilakukan dalam pengimplementasian ATSP terkait wisata bahari. 
IMPLEMENTASI PROGRAM TUJUAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS) PADA KASUS STUNTING DI INDONESIA Sindy Yulia Putri
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 2 (2021): PIR FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.2.2021.163-174

Abstract

In 2018, the quality of Indonesian human resources was ranked 87 out of 157 countries. The good growth of Indonesian human resources, of course, starts from the womb or prenatal period, under five years of age, children, adolescents, to working productive ages. This study chose the topic of stunting, because of the urgency to improve the competitiveness of Indonesian human resources in the regional and international realms. Superior human resources are certainly formed from a long process since childhood. This paper aims to apply the concept of sustainable development goals (SDGs) as a framework adopted by the Government of Indonesia in reducing the prevalence of stunting cases and to provide the latest holistic analysis regarding the implementation of SDGs policies by the Government of Indonesia in reducing the prevalence of stunting cases. This study used qualitative research methods. The result of this research is that collaboration between state and non-state actors is needed to handle stunting cases in Indonesia. Starting from the synergy between ministries / institutions and collaboration with academics, public health scholars, companies, and foreign parties. These results are important as recommendations for each stakeholder in implementing the SDGs concept to reduce the prevalence of stunting cases in Indonesia.
AMNESTY INTERNASIONAL DAN ORGANISASI KERJASAMA ISLAM DALAM MEMANDANG KONFLIK ETNIS MUSLIM UIGHUR DI CHINA Muhammad Zacky Jamali
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 1 (2020): PIR AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.1.2020.81-95

Abstract

Konflik yang terjadi di Xianjiang China dianggap melanggar prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia. Hal ini tentu saja menjadi sorotan dunia internasional yang mendatangkan berbagai respon, seruan, serta kecaman baik dari negara-negara di dunia maupun organisasi internasional seperti, Amnesty Internasional dan Organisasi Kerjasama Islam. Amnesty Internasional dan Organisasi Kerjasama Islam memiliki peran serta keterkaitan dalam isu konflik etnis muslim Uighur di China. Amnesty Internasional merupakan sebuah organisasi yang bergerak untuk memerangi kasus pelanggaran HAM di dunia dan OKI merupakan organisasi yang dibentuk atas dasar rasa solidaritas muslim di dunia yang seharusnya membantu memperjuangkan HAM muslim Uighur secara tegas malah bersikap lembut terhadap Konflik di Xianjiang. Penyebab sikap lunak OKI karena beberapa negara OKI sedang menjalin kerjsama dengan China. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Hasil temuan dari penelitian ini adalah melihat perbedaan respon antara Amnesty dan OKI serta hal yang melatarbelakangi perbedaan respon dari masing masing.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PELANGGARAN HAM DI YAMAN PADA MASA PEMERINTAHAN ALI ABDULLAH SALEH Shinta Bella M Firdaus
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 1 (2020): PIR AGUSTUS 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.1.2020.01-18

Abstract

Yaman merupakan suatu negara di daratan Timur Tengah yang mengalami konflik bersaudara hingga menyebabkan pelanggaran HAM. Keadaan pemerintahan yang otoriter serta kondisi perpolitikan yang begitu kacau membuat banyak sekali konflik yang melibatkan masyarakat sipil dengan pemerintah. Hal ini membuat banyak masyarakat sipil yang akhirnya membentuk suatu kelompok oposisi dalam melawan kediktatoran pemerintah terhadap rakyatnya yaitu Houthi. Kelompok oposisi ini terus melawan pemerintah Ali Abdullah Saleh hingga mengakibatkan banyak demonstrasi dan kericuhan konflik yang berakhir pada pelanggaran HAM. Kondisi ini semakin buruk, ketika konflik internal sudah menjadi internasional yaitu masuknya negara lain yang ikut campur dalam krisis konflik di Yaman. Salah satunya ialah Arab Saudi dan Amerika Serikat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk bisa menjelaskan kondisi konflik secara jelas dan terperinci. Teori dan konsep yang digunakan meliputi konsep konflik untuk bisa mengidentifikasi jenis konflik apa yang sedang terjadi di Yaman. Konsep HAM merupakan konsep yang menjelaskan dampak dari adanya konflik yang terjadi yaitu pelanggaran HAM, dan teori yang mendukung dalam penelitian ini adalah Hukum Humaniter suatu hukum perang dengan berbagai aturan perang serta siapa saja yang perlu bertanggung jawab dan siapa yang harus dilindungi.
DIPLOMASI KOMERSIAL JEPANG KE INDONESIA MELALUI PERUSAHAAN MULTINASIONAL JEPANG DI INDONESIA Sindy Yulia Putri
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 4, No 2 (2020): PIR FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.4.2.2020.151-165

Abstract

Lebih dari setengah abad kemitraan Jepang dan Indonesia sudah dijalin kedua belah pihak. Selama rentang waktu tersebut, berbagai strategi diplomasi telah diimplementasikan Jepang dalam menjalin kemitraan dengan Indonesia. Tulisan ini akan menganalisis diplomasi komersial Jepang ke Indonesia dalam memperkuat eksistensi perusahaan miultinasionalnya di Indonesia. Topik ini diangkat, karena liberalisasi perdagangan dan pembangunan berkaitan erat dengan peran negara dan MNC. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Analisis dari tulisan ini akan menggunakan teori diplomasi komersial. Teori ini cukup komprehensif menerangkan mengenai berbagai aktivitas diplomasi komersial yang mencakup aktivitas perdagangan, investasi, dan pergerakan perusahaan dengan dorongan negara. Melalui proses analisis dan interpretasi data, maka hasil penelitian ini adalah Jepang berupaya mempertahankan eksistensinya sebagai mitra dagang dan bisnis melalui operasionalisasi berbagai perusahaan multinasionalnya di Indonesia. Multinational Corporation (MNC) Jepang menjalin kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pelaku usaha di Indonesia hingga akademisi. Hasil penelitian ini penting untuk menjadi acuan penelitian selanjutnya seputar diplomasi komersial.
ANALISIS KERJASAMA INDONESIA-ARAB SAUDI DALAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN TERORISME Ahmad Zainal Mustofa
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 2 (2021): PIR FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.2.2021.175-190

Abstract

ABSTRACT This article describes the diplomatic relations between Indonesia and Saudi Arabia in the security sector. The diplomacy in the security sector is in the form of a bilateral agreement between the two countries in tackling terrorism. This is because terrorism is a global crime that has become the world's attention. The method used in this research is descriptive analytical method. Then the theory used is the concept of national interest. This research was conducted to answer several problems, namely what is the foundation of Indonesia's foreign policy? Then how is the diplomacy between Indonesia and Saudi Arabia in tackling transnational crimes in the form of terrorism? The results of this research are that in implementing foreign policy, Indonesia has three bases as a reference. The foundation is an ideal basis, a constitutional basis and an operational basis. In the security sector, Indonesia and Saudi Arabia have collaborated in the handling of transnational crime, namely terrorism. With the agreement established between the two countries, it is hoped that both Indonesia and Saudi Arabia can carry out efforts to prevent and fight against terrorism effectively and efficiently. Keywords: Indonesia, Saudi Arabia, Security, Terrorism. ABSTRAK Artikel ini menjelaskan tentang hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi dalam bidang keamanan. Diplomasi dalam bidang keamanan ini ditandain dengan adanya kesepakatan antara dua negara dalam menanggulangi kejahatan terorisme. Hal ini dikarenakan terorisme merupakan kejahatan internasional yang menjadi atensi dunia global. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah desktiptif analitis. Adapun teori yang digunakan adalah konsep kepentingan nasional. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang apa yang menjadi landasan kebijakan politik luar negeri Indonesia? kemudian bagaimana diplomasi antara Indonesia dam Arab Saaudi dalam mencegah kejahatan internasional dalam bidang terorisme? Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam mengimplementasikan kebijakan luar negeri, Indonesia memiliki tiga landasan sebagai acuan. Landasan kebijakan luar negeri Indonesia yaitu landasan ideal, konstitusional dan operasional. Dalam bidang keamanan, Indonesia dan Arab Saudi bekerjasama untuk menanggulangi kejahatan transnasional, khususnya terorisme dengan adanya kesepakatan yang terjalin oleh kedua negara tersebut, diharapkan baik Indonesia dan Arab Saudi bisa melakukan upaya pencegahan dan perlawanan terhadap terorisme secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Indonesia, Saudi Arabia, Keamanan, Terorisme.
Blokade Qatar Oleh Empat Negara Semenanjung Arab Dilihat Dari Paradigma Konstruktivis Hasya Hanifan
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 5, No 2 (2021): PIR FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.5.2.2021.97-110

Abstract

Tulisan ini akan membahas mengenai kasus blokade negara Qatar oleh empat negara Gulf yakni Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Mesir, dan Bahrain. Konflik antara negara Qatar dan negara semenanjung Arab lainnya sudah cukup lama terjadi. Hal ini berlanjut pada pemutusan hubungan kerjasama baik dalam hal ekonomi maupun politik, yang di wujudkan dalam aksi blokade. Penulis akan menggunakan paradigma konstruktivis dalam meneliti konflik ini untuk melihat apakah aksi blokade merupakan hasil dari pembentukan identitas dan persepsi yang dibuat oleh Arab yang membuat tindakan Qatar dianggap sebagai tindakan yang akan membahayakan bagi negara mereka, dan juga interpretasi ke empat negara terhadap Qatar. Serta untuk menjelaskan definisi keamanan bagi Arab Saudi sehingga membuat Qatar menjadi ancaman bagi keamanan regional. Argumen utama dari penelitian ini adalah terjadinya blokade Qatar diakibatkan oleh pembentukan identitas negara Qatar oleh empat negara Gulf yang merupakan hasil dari paradigma konstruktivis.

Page 6 of 10 | Total Record : 93