cover
Contact Name
Nurul Izzah Lubis
Contact Email
nurulizzah.potensi@gmail.com
Phone
+6281260999253
Journal Mail Official
nurulizzah.potensi@gmail.com
Editorial Address
Kantor Redaksi Jurnal Power in International Relations (PIR) . Gedung LPPM Lt2, Kampus Universitas Potensi Utama. Jl. K.L. Yos Sudarso Km 6,5 No.3-A Telp. (061) 6640525 Ext. 214 Tanjung Mulia Medan 20241
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal PIR : Power in International Relations
ISSN : 25287192     EISSN : 27210510     DOI : 10.22303
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Power in International Relations (PIR) adalah sebuah jurnal ilmiah dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb. Jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Potensi Utama Medan. Jurnal Power in International Relations (PIR) diterbitkan setahun dua kali yaitu pada bulan Agustus dan Februari. Jurnal ini terbuka untuk umum dan tujuan utamanya adalah untuk berbagi pengetahuan kajian dalam bidang hubungan internasional, politik, ekonomi dsb.
Articles 93 Documents
Kepatuhan Mesir Terhadap Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) Paska Revolusi Mesir 2011 Ardila Putri; Afriandi Afriandi; Zulkifli Harza
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.13-30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepatuhan Mesir terhadap Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) pasca Revolusi Mesir 2011 hingga tahun 2021. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai upaya Mesir dalam mengimplementasikan ketentuan yang terdapat dalam CEDAW kedalam kebijakan nasionalnya. Penelitian ini menggunakan konsep compliance theory yang dikemukakan oleh Ronald B. Mitchell. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Mesir dinyatakan patuh terhadap CEDAW. Bentuk perilaku kepatuhan Mesir adalah coincidental compliance. Kepatuhan Mesir terhadap CEDAW termasuk kedalam kategori passive compliance. Kepatuhan ini dibuktikan melalui penerapan berbagai kebijakan nasional, kerjasama pemerintah dengan organisasi internasional, strategi nasional, dan program-program yang diluncurkan oleh pemerintah terkait dengan kesetaraan dan perlindungan perempuan, akan tetapi upaya tersebut belum mampu secara maksimal dari hal yang diharapkan.
Upaya Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina Syuryansyah Syuryansyah; Rethorika Berthanila
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.96-104

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui alasan mengapa Rusia melakukan serangan militer ke wilayah Ukraina serta bagaimana upaya penyelesaian konflik antara Rusia-Ukraiana. Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara militer ke wilayah Ukraina disebabkan tiga faktor yaitu: faktor Geopolitik, Faktor Demografis, dan Faktor Sosio-politik. Faktor Geopolitik menjadi Faktor utama karena posisi Ukraina yang merupakan buffer zone antara NATO dan Federasi Rusia sehingga menjadikan posisi negara tersebut strategis secara geopolitik untuk diperebutkan demi pengaruh ideologis maupun teritorial. Setidaknya ada 4 cara yang penulis sampaikan untuk meyelesiakan perang Rusia-Ukraina diantaranya melakukan Negosiasi, Good Offices, Organisasi Internasional dan Mediasi. Upaya-upaya ini dapat dijadikan alternatif untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.
Security Dilemma: Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Kawasan Segitiga Emas (The Golden Triangle) di Asean Aulia Srifauzi; Nurul Azhimi; M. Ikrar Mahendra Lubis
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.31-45

Abstract

Hingga kini, Indonesia masih menghadapi tantangan dinamika perdagangan gelap narkotika (drugs traffiking) di kawasan ASEAN  dengan adanya 3 negara pengedar opimum yang disebut sebagai kawasan segitiga emas (The Golden Triangle) meliputi negara Myanmar, Thailand, dan Laos di ASEAN. Penulisan ini bertujuan untuk mengamati Indonesia sebagai salah satu sasaran dalam penyeludupan drugs trafficking dikarenakan Indonesia masuk kedalam posisi strategis perdagangan Internasional di Asia Tenggara. Dalam menjawab penelitian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif menggunakan library researh dengan melakukan penelusuran akademis mengenai kawasan segitiga emas dan dokumen terkait posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan di ASEAN untuk memahami, dan menafsirkan serta mengurutkan hasil penelitian dari fenomena jalur segitiga emas (the golden triangle). Penulis menggunakan teori Security Dilemma secara khusus membahas paradigma kebutuhan negara akan rasa aman dari ancaman negara lain. Berdasarkan analisis dari data yang dikumpulkan Indonesia dalam menghadapi security dilema di ASEAN dikarenakan belum optimalnya penganggulangan keamanan kolektif di ASEAN dengan adanya prinsip non intervensi di ASEAN (ASEAN WAY). Walaupun Indonesia telah melakukan upaya untuk mencegah perdagangan gelap narkotika Indonesia belum memprioritaskan masalah drugs trafficking kedalam diplomasi luar negerinya. Untuk mewujudkan solusi nyata, Indonesia perlu melakukan kerjasama kolektif bersama negara lain dalam menghadapi tantangan drugs trafficking.
Bantuan Luar Negeri sebagai Bentuk Implementasi Economic Persuasion Amerika Serikat ke Sudan Sindy Yulia Putri
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.46-58

Abstract

The foreign aid provided by the United States in the Darfur’s conflict, Sudan has received attentions from the global community. This assistance reflected on the policy of economic persuasion as a number of the United States’ political and economic interests in Sudan. The US was assumed to be inconsistent. The US still committed to provide aids to Sudan whereas it imposed economic sanctions on Sudan. A wide variety of aids included humanitarian assistance, food, sanitation, technical assistance, conditional loans, grants, and so forth. This paper has used a descriptive qualitative approach, because this study only described the US interests behind a number of foreign aid’s distributions, when the US carried out economic sanctions against Sudan. The result of this study is that the US empowered foreign aid as a form of realization of economic persuasion, especially a structural economic linkage. Although the US enforced economic sanctions on Sudan, the US still distributed foreign aid to that country. The US had ambitions to obtain an access to energies such as oil and gas, as well as to maintain a political stability in the African region. The US played a role in minimizing the Darfur’s conflict by providing a range of foreign assistances not only to normalize diplomatic relations with Sudan, but also to maintain sustainable partnerships with among countries in an African region.
Peran Greenpeace Dalam Mengatasi Illegal Logging di Indonesia Ovalda Mega Rerung
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 1 (2022): PIR AGUSTUS 2022
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.1.2022.59-69

Abstract

Isu lingkungan akibat aktivitas illegal logging merupakan salah satu isu yang perlu untuk diatasi di sektor kehutanan Indonesia. Kondisi hutan Indonesia yang terus berkurang akibat illegal logging pun mendorong peningkatan partisipasi organisasi non pemerintah (NGO) seperti Greenpeace. Penelitian ini selanjutnya berupaya untuk mengidentifikasi peran Greenpeace dalam mengatasi permasalahan kerusakan hutan di Indonesia pada tahun 2013-2015. Untuk menganalisis topik penelitian, digunakan teori Organisasi Non Pemerintah, pendekatan Struktural Fungsional, dan Strategi NGO Lingkungan. Di samping itu, digunakan pula data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace berperan dalam mengendalikan isu kerusakan hutan di Indonesia melalui lima cara, yaitu pelaksanaan kampanye anti kerusakan hutan, menerapkan politik informasi, mengedukasi masyarakat umum, advokasi dengan pemerintah, dan kerja sama dengan NGO lingkungan lain.
THE OSCE AND THE UKRAINE CRISIS: COOPERATION OVER CONFLICT Stivani Ismawira Sinambela; Rafika Arsyad
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.174 - 185

Abstract

The role of the Organization for Security and Cooperation in Europe (OSCE) in handling cases in Eastern Ukraine in 2014 after Russia annexed the Crimea region. The annexation was followed by the outbreak of armed conflict between the pro-Russian separatist and the government side in the Eastern Ukrainian region. The OSCE played a strategic role in responding to the crisis. First, the OSCE is trying to mediate to defuse tensions between the two conflicting camps through comprehensive dialogue. Secondly, the OSCE sent a Special Monitoring Mission to monitor the dynamics of the crisis in Eastern Ukraine intensively. Third, the OSCE carries out a Minority Rights Assessment Mission to protect national minorities in Ukraine. Fourth, the OSCE also created the Interparliamentary Liaison Assembly through the Parliamentary Assembly organ to promote open and comprehensive dialogue to de-escalate regional conflicts. However, after nearly a decade of tensions in the Eastern Ukraine region, there was still no indication of any peace treaty negotiations; instead, the conflict expanded into a conflict between Russia and Ukraine. It can be considered that the OSCE has failed to mediate the crisis that occurred. The OSCE's strategy and mediation efforts in conflict resolution, combined with critical players' lack of political will, prevented a peaceful settlement. Far away, the United States' dominance of Ukraine hindered the peace process; this was in an attempt to maintain the status quo, ultimately benefiting the United States in maintaining its sphere of influence over Europe.
PERAN ORGANISASI KERJASAMA ISLAM TERHADAP KASUS ISLAMOPHOBIA DI PRANCIS TAHUN 2015-2017 Afrizal Dianata Pratama; Hendra Maujana Saragih
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.134 - 146

Abstract

Peran OKI terhadap Islamophobia di Prancis 2015-2017
KEBIJAKAN EKSEPSIONALISME AMERIKA DALAM MEDIA ONLINE VOICE OF AMERICA & THE STRATEGIST Ibnu Zulian; Dhilva Ananda
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.186 - 196

Abstract

Media Massa merupakan salah satu sumber informasi yang dianggap dapat dipercaya dalam memberitakan suatu informasi dan pemberitaan. Media Massa juga mempunyai kekuatan yang dapat mempengaruhi dalam pembuatan kebijakan luar negeri suatu negara. Di Amerika Serikat, media Massa dianggap sebagai sumber informasi yang memberikan pengaruh yang cukup besar dalam setiap kebijakan pemerintahan. Peranan media Massa di Amerika Serikat dianggap dapat mempengaruhi pembuatan suatu kebijakan pemerintah terkait suatu isu. Penulis mengunakan metdoe kualitatif dengan coding perangkat lunak NVivo melibatkan pengumpulan data kualitatif, seperti wawancara, transkrip, & dokumen. Kemudian mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menganalisis pola dalam data tersebut melalui penggunaan kode atau label. Hasilnya adalah VOA lebih dominan menerbitkan berita terkait gagasan eksepsionalisme dalam konteks The Missionary Nation yakni 80% dan Exemplar Nation sekitar 20% sedangkan The Strategist 77.27% The Missionary Nation & 22,73% untuk Exemplar Nation. Ini menunjukan bahwa Media Amerika (Voice of Amerika) mendominasi mengangkat isu isu terkait ide/gagasan eksepsionalisme dibandingkan The Startegist sebagai media massa online dari Australia dan aktor yang mendominasi dalam kebijakan ini adalah Presdien Donald Trump.
Upaya Uni Eropa Dalam Mencegah Penyelundupan Migran Ilegal Melalui Action Plan 2021-2025 Muhammad Wildan Firdaus; Hafid Adim Pradanab; Mohd. Agoes Aufiyac
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.147 - 159

Abstract

Penyelundupan imigran gelap bukan fenomena baru dalam dunia kejahatan transnasional, kegiatan ini telah terjadi sudah sangat lama dengan praktek-praktek yang terus berkembang guna menghindari pengawasan. Para migran yang menggunakan jasa para penyelundup untuk dapat masuk ke Uni Eropa, memiliki motif dari segi ekonomi,dan sosial, akan tetapi dalam proses penyelundupannya, seringkali para migran mengalami pelecehan, kekerasan, pemerkosaan, sampai bahkan pembunuhan, sehingga menjadikan Uni Eropa mengelurkan kebijakan serta strategi baru dalam mengatasi masalah tersebut. Artikel ini berupaya menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Uni Eropa, dimana dalam hal ini Uni Eropa menjadi instrumen yang digunakan oleh anggota-anggotanya untuk dapat menyelesaikan permasalahan migran, Uni Eropa juga sebagai forum diskusi serta menjembatani kerjasama antara anggotanya dengan negara mitra, dan yang terakhir yaitu Uni Eropa menjadi aktor independent tanpa adanya intervensi dari pihak luar. kebijakan keimigrasian yang dikeluarkan Uni Eropa dalam upaya pencegahan penyelundupan imigran gelap dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, kebijakan Uni Eropa kali ini lebih mengedepankan kerjasama banyak aktor dalam pergerakannya, hal ini dilakukan untuk mengefisiensi tindakan serta waktu dalam pengawasan dan penanganan penyelundup imigran. penulis menemukan bahwasannya ada tiga hal yang digunakan EU untuk dapat mengatasi permasalahan ini, pertama yaitu control perbatasan, deportasi dan kebijakan legalisasi, dan yang terakhir yaitu sanksi yang tepat pada para penyelundup migran. 
MELANESIA FOOD SECURITY STUDIES: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Devi Mahdatul Ain; Salahudin Salahudin
Jurnal PIR : Power in International Relations Vol 7, No 2 (2023): PIR Februari 2023
Publisher : Universitas Potensi Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.7.2.2023.197 - 207

Abstract

ABSTRACTThis study aims to examine more deeply the importance of food safety for the Melanesian race, the research method used in this study is systematic literature review which uses 150 scientific articles sourced from the Scopus database of article reviews using the Vosviewer application. The results of the study reveal that the occurrence of food security in Melanesians, namely trend diffusion, the results of this study contribute to the development and development of science, especially in terms of international relations that are relevant to issues of food security, in some countries where there is a Melanesian race such as Fiji, Papua, New Guinea as well as the Solomon Islands, security and the impact that occurs if there is an issue of food security. The limitations of this research are used articles which are only sourced from the Scopus database because the research results cannot fully describe and reflect issues that can be understood about Melanesian security itself. Therefore the article does not have comparative data, further research peril uses scientific articles sourced from other international databases, such as Web of science and Dimensions scholars. Keywords: Melanesia, food security, security, fiji, Solomon islands, trend diffusion

Page 9 of 10 | Total Record : 93