cover
Contact Name
Prianggi Amelasasih
Contact Email
amelasasih@gmail.com
Phone
+6285735977355
Journal Mail Official
amelasasih@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi
PSIKOSAINS adalah jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian maupun Pemikiran dalam bidang psikolog. Diterbitkan dua kali dalam satu tahun,
Articles 165 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KOMUNIKASI ATASAN KEPADA BAWAHAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN PT. BEHAESTEX BAGIAN DESAIN R&D Hamidah, Hamidah
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.715 KB)

Abstract

Komitmen organisasi merupakan sikap kerja yang mempengaruhi kualitas kinerja seorang karyawan. Salah satu unsur penting yang menentukan komitmen karyawan terhadap organisasi adalah kualitas komunikasi yang terjalin dari atasan kepada bawahan. Adanya kualitas komunikasi yang baik antara atasan kepada bawahan diasumsikan dapat meningkatkan komitmen karyawan terhadap organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat komunikasi atasan kepada bawahan dengan komitmen organsiasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah peneitian korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan di Perusahaan PT. Behaestex divisi Design R&D Gresik yang berjumlah 26 karyawan. Hipotesis dalam penelitian adalah ada hubungan yang signifikan antara tingkat komunikasi atasan kepada bawahan dengan komitmen organisasi di Perusahaan PT. Behaestex divisi Design R&D Gresik. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa skala likert, untuk menguji validitas skala menggunakan validitas isi. Reliabilitas diuji dengan menggunakant teknik Alpha Cronbach dan perhitungannya menggunakan program SPSS 15.0 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi r = 0,686, signifikansi = 0,000 ; sig < 0,05. Taraf signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka hipotesis nol (Ha ) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha ) diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat komunikasi atasan kepada bawahan dengan komitmen organisasi di Perusahaan PT. Behaestex divisi Design R&D Gresik.
PENERAPAN ANALISA SWOT SEBAGAI METODE DALAM MENGHASILKAN PERENCANAAN STRATEGI PADA PERUBAHAN JENIS ORGANISASI : Studi kasus pada Pusat Penerbitan dan Percetakan Univeristas Airlangga Marini Marini; Fendy Suhariadi
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.2000

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas mengenai perencanaan strategi organisasi dengan menggunakan metode SWOT sebagai salah satu metode yang mampu dilakukan ke dalam organisasi nirlaba. Perencanaan strategi diperlukan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.Strategi diperlukan untuk melaksanakan visi dan misi organisasi, dalam upaya meningkatkan kinerja anggota organisasi.Penelitian berbentuk kualitatif.Penelitian dilakukan pada salah satu unit usaha di Universitas Airlangga.Teknik analisa data yang digunakan untuk mengolah data-data tersebut adalah dengan komparasi data dan keseusaian relevansi dengan menggunakan analisa SWOT. Proses analisa tersebut menghasilkan misi yang sesuai dengan organisasi, yang selanjutnya dipergunakan untuk membuat perencanaan strategi, dan strategi yang sesuai untuk digunakan dalam menjalankan visi dan misi organisasi dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi. Kata Kunci : Strategi perencanaan, visi dan misi, analisa SWOT Abstract This study discusses organizational strategy planning using the SWOT method as one of the methods that can be carried out in non-profit organizations. Strategic planning is needed to achieve the goals and objectives of the organization. Strategies are needed to carry out the organization's vision and mission, in an effort to improve the performance of organizational members. Qualitative research. The study was conducted at one business unit at Airlangga University. Data analysis techniques used to process these data are the comparison of data and relevance suitability by using SWOT analysis. The analysis process produces a mission that is suitable for the organization, which is then used to make strategic planning, and appropriate strategies to be used in carrying out the organization's vision and mission in an effort to improve organizational performance. Keyword :Planning strategy, vision and mission, SWOT analysis
KECENDERUNGAN BODY DYSMORPHIC DISORDER DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA MAHASISWI Ihsan Budi Prakoso; Kondang Budiyani; Martaria Rizky Rinaldi
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.2001

Abstract

Abstrak Saat ini mahasiswa sering mengeluhkan tentang kepercayaan diri yang rendah, padaha dengan rasa percaya diri yang rendah mahasiswa akan kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang baru, tidak mempunyai pegangan hidup yang kuat dan kurang mampu mengembangkan motivasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecenderungan body dysmorphic disorder dengan kepercayaan diri pada mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negative antara kecenderungan body dysmorphic disorder dengan kepercayaan diri pada mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini yaitu 107 mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan skala kecenderungan body dysmorphic disorder dan skala kepercayaan diri. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis diperoleh koefisien korelasi (rxy) = -0,475dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan terbukti bahwa ada hubungan negative kecenderungan body dysmorphic disorder dengan kepercayaan diri pada mahasiswi Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Koefisien determinasi (R2) = 0,225 maka sumbangan efektif kecenderungan body dysmorphic disorder dalam kepercayaan diri adalah sebesar 22,5% dan sisanya 77,5% diperoleh dari factor lain. Kata Kunci: Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder, KepercayaanDiri Abstract Nowadays students often complain about low self-confidence, with low self-esteem, students will have difficulty adjusting to a new environment, do not have a strong grip on life and are less able to develop their motivation. This research aims to find out the relationship between tendency of body dysmorphic disorder with self confident among female students of MercuBuana Yogyakarta University. This research hypothesizes that there is a negative relationship between tendency of body dysmorphic disorder with self confident among female students of MercuBuana Yogyakarta University. Subjects in this study were 107 of female students of MercuBuana Yogyakarta University. The data of this study were collected using the Tendency of Body Dysmorphic Disorder Scale and the Self Confident Scale. The data analysis method was used product-moment correlation. Based on the analysis, the coefficient correlation (rxy) = -0,475 with the significant level = 0,000 (p<0,010), which means that there is a negative relationship between tendency of body dysmorphic disorder with self confident among female students of MercuBuana Yogyakarta University. The coefficient determination (R2) = 0.225, so tendency of body dysmorphic disordercontributes effectively 22,5% to self confidentwhile the remaining 77,5% is derived from other factors. Keywords: Tendency of Body Dysmorphic Disorder, Self Confidence
DUKUNGAN SOSIAL DAN KEPUASAN KERJA PADA GURU KELOMPOK BERMAIN (KB) Siska Hariyanti; Nadhirotul Laily
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.2002

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang hubungan dukungan sosial dengan kepuasan kerja guru Kelompok Bermain (KB). Kepuasan kerja adalah suatu sikap positif yang dimiliki seseorang sehubungan dengan pekerjaan mereka sebagai guru yang meliputi lima dimensi yaitu pekerjaan itu sendiri, upah atau gaji, kesempatan promosi dan hubungan dengan rekan kerja. Sedangkan dukungan sosial merupakan kenyamanan fisik atau psikologis, perhatian, penghargaan ataupun bantuan yang diberikan orang terdekat baik keluarga ataupun lingkungan terhadap individu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah 66 guru kelompok bermain dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data menggunakan korelasi sperman rho dengan taraf signifikan 5%. Hasil korelasi diperoleh nilai r hitung = 0,346 lebih besar dari r tabel = 0,246 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil koefisien (r²) dari r = 0,346 = 0,12 yang menunjukkan bahwa sumbangan variabel antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja guru sebesar 12%, sedangkan 88% dipengaruhi variabel lain yang belum diteliti. Berdasarkan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan kerja guru Kelompok Bermain (KB). Kata Kunci : Dukungan Sosial, Kepuasan Kerja, Guru. Abstract This study examines the relationship of social support with job satisfaction of play group teachers. Job satisfaction is a positive attitude that a person has with respect to their work as a teacher covering five dimensions of work itself, wages or salaries, promotional opportunities and relationships with colleagues. While social support is a physical or psychological comfort, attention, appreciation or assistance provided nearest people either family or the environment against individuals. This research uses quantitative method with 66 teachers of play group by using saturated sampling technique. Technique analyze data use correlation sperman rho with significant level 5%. Result of correlation obtained by value of r count = 0,346 bigger than r table = 0,246 then Ho rejected and Ha accepted. The result of coefficient (r ²) of r = 0.346 = 0.12 indicates that the contribution of variable between social support and teacher work satisfaction is 12%, while 88% is influenced by other variables that have not been studied. Based on data analysis, it can be concluded that there is a relationship between social support and job satisfaction of play group teachers. Keywords: Social Support, Job Satisfaction, Teachers.
INTERVENSI PSIKOLOGI PERILAKU MALADAPTIVE: METODE CBT PADA PENDERITA FOBIA KOLAM RENANG ATAU PANTAI (AIR) Fifin Dwi Purwaningtyas
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.1997

Abstract

Abstrak Perilaku maladaptif yang dimiliki oleh Subjek adalah ketakutannya terhadap akan air dalam jumlah yang banyak (Fobia kolam renang atau pantai). Fobia kolam renang atau pantai adalah tipe gangguan yang banyak terjadi, tetapi diagnosis jarang ditegakkan, sehingga terapi pun jarang diberikan. Individu yang mengalami kecemasan memiliki pemikiran negatif akan evaluasi orang lain, yang akibatnya menimbulkan kecemasan, sensasi fisik seperti gemetar atau keringat dingin dan perilaku menghindar atau perilaku aman. Salah satu terapi yang telah terbukti efektivitasnya untuk mengatasi Fobia Kolam Renang adalah Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini dilakukan untuk Subjek ingin dapat mengurangi ketakutannya pada air yang dalam jumlah yang cukup banyak, Walaupun dalam tahap ini tidak mengharuskan Subjek untuk berenang melainkan melihat keberanian Subjek untuk bisa mendekat ataupun masuk ke kolam renang tersebut dan hanya bermain-main air biasa (waterboom).Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus, terapi yang akan dilakukan pada intervensi psikologi terhadap gangguan fobia yang takut pada air yaitu melalui Cognitive Behavior Therapy yang terdiri dari kognitif, terapi perilaku dan melatih subjek rileks (relaksasi). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa CBT (teknik kognitif dan teknik coping desensitization) dapat menurunkan fobia Subjek, yang bagian utama dari terapi yang berperan penting dalam mengatasi kondisi fobia kolam renang dan pantai. Hal tersebut dapat dilihat secara nyata pada perubahan Subjek berupa tidak adanya distorsi kognitif, perasaannya tenang, perilaku rileks dan santai (tidak menghindar dan mau mendekat kolam renang), sehingga kognitif Subjek mulai berubah menjadi lebih rasional, maka tidak ada kecemasaanya (emosi) yang dapat akhirnya mempengaruhi perilaku Subjek Kata kunci: cognitive behavior therapy (CBT), kecemasan, perilaku maladaptif, relaksasi, observasi, desensitization
EFEKTIFITAS PELATIHAN KEPERCAYAAN DIRI TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA FAKULTAS PSIKOLOGI TINGKAT AKHIR, DITINJAU DARI JENIS KELAMIN Ulfa Wijayanti; Andik Matulessy; Amanda Pasca Rini
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.2003

Abstract

Abstrak Kesiapan kerja yaitu kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan diri saat berada di tempat yang baru, Lebih berusaha untuk mempelajari hal-hal yang baru, mampu menghadapi tantang dan menyelesaikan masalah dalam pekerjaan, serta mengenali seberapa besar kapasitas dirinya dalam keilmuan maupun pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan tersebut. Pelatihan yang dilakukan bertujuan untuk (1) mengetahui apakah pelatihan kepercayaan diri, efektif dalam mempersiapkan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, (2) mengetahui apakah ada perbedaan kesiapan kerja pada mahasiswa laki-laki dan perempuan di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (3) mengetahui apakah ada perbedaan kesiapan kerja pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Metode Yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan jenis True Eksperimental dan desaint Pretest-Posttest Control Group Desaint. Menggunakan 19 subyek setiap kelompok eksperimen. Pengumpulan data subyek penelitian menggunakan angket yang disusun oleh peneliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu terdapat efektifitas pelatihan kepercayaan diri terhadap kesiapan kerja pada mahasiswa ditunjukkan dengan nilai z = 3,281 dengan taraf signifikansi 0,001 (p < 0,05), tidak memiliki perbedaan antara kesiapan kerja laki-laki dan perempuan ditunjukkan dengan nilai z = -0.286 dengan taraf signifikansi 0.775 (p > 0.05). untuk hasil terakhir diperoleh kesimpulan bahwa terdapat berbedaan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai Asymp.Sig. 0.000 (p < 0.05) sehingga diketahui bahwa kesiapan kerja subyek sangat berpengaruh saat diberikan pelatihan. Kata Kunci: Kesiapan kerja, Kepercayaan diri, jenis kelamin, mahasiswa Abstract Job readiness is the ability of an individual to adapt when you are in a new place, to try more, to learn something new, to be able to face the challenge and to solve the problem of employment, and to realize how much their personal performance in Science and knowledge related to the job. The purpose of this study was to (1) determine whether selfesteem training, in preparing for job readiness to last year, students of the Faculty of Psychology, August University in students of men and women in the Faculty of Psychology 17, 1945 Surabaya, (2 ) to determine whether there are differences in work readiness effective August 17, 1945 University of Surabaya (3) to determine whether there are differences in work readiness in the control group and the experimental group, the students of the Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The method used in this study quantitative approach Desaint type of True Experimental and pretest-night test
HUBUNGAN ANTARA PERANAN KELUARGA DAN MATERIALISME DENGAN PERILAKU COMPULSIVE BUYING ONLINE PADA REMAJA DI WILAYAH KECAMATAN BULAK SURABAYA Jayanti Alqurianisha; Hetty Murdiyani; Agus Poerwanto
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.1999

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peranan keluarga dan materialisme dengan perilaku compulsive buying online pada remaja di wilayah Kecamatan Bulak Surabaya. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 75 orang yaitu Remaja di Kecamatan Bulak Surabaya dengan pendekatan menggunakan kuantitatif korelasional. Penghitungan statistik menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan hasil signifikansi yang diperoleh yaitu p = 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara peranan keluarga dan materialisme dengan perilaku compulsive buying online pada remaja di wilayah Kecamatan Bulak Surabaya. Adapun hubungan antara masing-masing variabel, peranan keluarga dengan compulsive buying diperoleh nilai p = 0,740 (p>0,05) yang berarti tidak ada ada hubungan antara peranan keluarga dengan compulsive buying, sedangkan hubungan materialisme dengan compulsive buying diperoleh nilai sebesar p=0,000 (p< 0,05) yang berarti ada hubungan antara materialisme dengan compulsive buying. Kata Kunci: Peranan Keluarga, Materialisme dan Compulsive buying Abstract The aim of this study is to find out the correlation between family roles and materialism with behavior compulsive buying online in adolescents in the Bulak District of Surabaya. The research sample used in this study was 75 people with a quantitative correlation approach. The calculation of statistics using multiple linear regression correlation shows that the significance obtained is p = 0,000 (p<0,05), it can be concluded that there is a correlation between family role and materialism with behavior online compulsive buying in adolescents in the Bulak District of Surabaya. The correlation of each variable between the role of the family with compulsive buying obtained a value of p=0.740 (p>0.05), it means that there is no correlation between the role of the family with compulsive buying. The correlation between materialism and compulsive buying obtained a value of p = 0,000 (p<0.05), it can be concluded that there is a correlation between materialism and behavior online compulsive buying. Keywords: Family Role, Materialism and Compulsive buying
MOTIVASI BERPRESTASI DAN KETANGGUHAN MENTAL ATLET Ima Fitri Sholicha; Awidha Dwi W
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i1.2004

Abstract

Abstrak Penelitian ini berujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan ketangguhan mental atlet. Subjek penelitian ini adalah atlet Tae-Kwon-Do. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Motivasi Berprestasi dan Skala Ketangguhan Mental. Analisis yang akan digunakan yaitu analisis korelasi. Hasil analisis uji product moment diperoleh nilai p = 0.831, (p>0.05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara motivasi berprestasi dengan ketangguhan mental. Ketidakadanya hubungan antara motivasi berprestasi dengan ketangguhan mental dimungkinkan adanya variabel intervening diantara kedua variabel tersebut, seperti komunikasi interpersonal, self efficacy dan proses latihan. Kata Kunci: Motivasi Berprestasi, Ketangguahan Mental dan Atlet Abstract This study aims to see the relationship between achievement motivation and mental toughness of athletes. The subjects of this study were Tae-Kwon-Do athletes. The instruments used were Achievement Motivation Scale and Mental Toughness Scale. The analysis used is correlation analysis. The result of the product moment test showed that the value of p = 0.831, (p> 0.05), it can be concluded that there is no relationship between achievement motivation and mental toughness. The absence of a relationship between achievement motivation and mental toughness, it is possible that there are variables that connect the two variables, such as interpersonal communication, selfefficacy and the training process. Keywords: Achievement Motivation, Mental Toughness and Athletes
Analisis Entrepreneur Self Efficacy Ditinjau Dari Jenis Kelamin Sagita Trisna Saputri
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v16i1.4541

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbedaan entrepreneur self efficacy antara pengusaha laki-laki dan pengusaha perempuan, dan yang dimaksud dengan entrepreneur self efficacy dalam penelitian ini adalah keyakinan individu terhadap kemampuan mengambil tindakan kewirausahaan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sejauh mana Perbedaan Entrepreneur Self Efficacy ditinjau dari Jenis Kelamin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah anggota UKM Panutan Gresik . Dalam penelitian ini entrepreneur self efficacy diukur dengan menggunakan angket yang disusun dalam bentuk skala likert. Angket dibuat berdasarkan enam komponen yang mempunyai keinginan, keyakinan, energi dan tindakan dalam berwirausaha. Responden dalam penelitian ini adalah anggota UKM Panutan Gresik yang berjumlah 38 orang terdiri dari 12 laki-laki dan 26 perempuan. Uji Hipotesis menggunakan teknik statistik Independent Sample t-Test dengan bantuan SPSS 17.0 for windows. Berdasarkan Uji Hipotesis yang dilakukan, dapat diketahui bahwa t hitung menunjukkan nilai t = -1,439 dengan taraf signifikansi 0,159 > 0,05, dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan entrepreneur self efficacy yang signifikan antara pengusaha laki-laki dan pengusaha perempuan.
Pengaruh Kecerdasan Spiritual Terhadap Kedisiplinan Beribadah Pada Santri Di Pondok Pesantren Darul Ilmi Wassuluk Gresik Man Yany; Nadhirotul Laily; DRE Haniwati
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v15i2.4525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kedisiplinan beribadah pada santri di Pondok Pesantren Darul Ilmi Wassuluk Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan yaitu teknik sampel jenuh. Metode pengumpulan data dari kedua variabel menggunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert. Analisis data penelitian menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rsquare atau koefisien determinasi sebesar 0,185 dari variabel kecerdasan spiritual. Nilai Rsquare sebesar 0,185 menunjukkan pengaruh variabel kecerdasan spiritual terhadap variabel kedisiplinan beribadah sebesar 18,5% sedangkan sisanya 81,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kecerdasan spiritual terhadap kedisiplinan beribadah pada santri di Pondok Pesantren Darul Imli Wassuluk Gresik.

Page 8 of 17 | Total Record : 165