Articles
165 Documents
Pengaruh Kecemasan Sosial Terhadap Social Media Addiction Pada Mahasiswa Psikologi Angkatan 2018-2020 Universitas X Dimasa Pandemi Covid-19
Ulfa Ramadhanti;
Asri Rejeki;
Awang Setiawan Wicaksono
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v17i2.4590
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh antara kecemasan sosial terhadap social media addiction pada mahasiswa psikologi angkatan 2018-2020 Universitas Muhammadiyah Gresik dimasa pandemi Covid-19. Penelitian ini menganalisis data yang didapat dari sampel sebanyak 151 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala Social Media Addiction yang disusun berdasarkan teori dari Griffiths (2005) dan skala Kecemasan Sosial yang disusun berdasarkan teori dari LaGreca dan Lopez (2005). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampel yang digunakan adalah yaitu teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh kedua variabel adalah kuesioner yang disusun dalam bentuk skala likert dan dibagikan melalui google formulir. Metode analisis statistik yang digunakan yaitu analisis regresi linier sederhana. Hasil uji regresi sederhana menghasilkan nilai R = 0,265 dengan taraf signifikan (p) = 0,001 < 0,05 yang berarti adanya pengaruh signifikan antara variabel social media addiction terhadap kecemasan sosial. Berdasarkan analisis data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh social media addiction terhadap kecemasan sosial pada mahasiswa psikologi angkatan 2018-2020 Universitas Muhammadiyah Gresik dimasa pandemi Covid-19.
Keimanan dan Kecerdasan Adversitas Pada Mahasiswa Yang Sedang Menyusun Skripsi
Caca Ismail;
Anwar Anwar;
Narastri Insan Utami
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v16i1.4507
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keimanan dengan kecerdasan adversitas pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara keimanan dengan kecerdasan adversitas pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 73 orang mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Data diambil menggunakan Skala Kecerdasan Adversitas dan Skala Keimanan. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy) = 0,645 (p<0,01) dengan sumbangan koefisien determinansi (R2 )= 0,415. Berdasarkan data ini, diketuhi bahwa keimanan memberikan sumbangan efektif terhadap kecerdasan adversitas sebesar 41,5%. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis dalam penelitian diterima dan terbukti ada hubungan positif antara keimanan dan kecerdasan adversitas mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Pengaruh Kecemasan Akademik Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Surabaya
Nur Laely;
Awang Setiawan Wicaksono;
Noer Suci Endah Puspitaningrum
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v17i1.4566
Siswa yang mengalami kecemasan yang disebabkan karena tekanan akademik yang bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar biasa disebut kecemasan akademik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kecemasan akademik terhadap prestasi belajar. Variabel kecemasan akademik dalam penelitian ini diukur menggunakan Skala Kecemasan Akademik sedangkan prestasi belajar menggunakan hasil belajar yang didapatkan oleh siswa selama satu semester. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 394 siswa, kemudian untuk menentukan jumlah sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh jumlah sebanyak 198 siswa tetapi pada identifikasi akhir mendapatkan responden penelitian sebanyak 167 orang dengan kategori seluruh siswa kelas X MIPA dan IPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar yang ditunjukkan dengan nilai R Square sebesar 0,023 atau dengan kata lain sebesar 2,3% dari kecemasan akademik mempengaruhi prestasi belajar. Subjek pada penelitian ini yang mengalami kecemasan paling banyak berada pada kategori sedang dengan frekuensi sebanyak 129 siswa. Kemudian siswa dengan prestasi belajar cukup memperoleh frekuensi paling banyak yaitu sebesar 155 siswa.
Regulasi Emosi Dan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja
Devi Violenta;
Kondang Budiyani;
Narastri Insan Utami
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 16 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v16i2.4557
Remaja merupakan pengguna media sosial yang aktif dan rentan mengalami atau melakukan tindakan cyberbullying. Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan cyberbullying salah satunya kemampuan meregulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku cyberbullying pada remaja.. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara regulasi emosi dengan perilaku cyberbullying. Metode pengumpulan data menggunakan Skala regulasi emosi dan Skala perilaku cyberbullying. Penelitian ini menggunakan teknik analisisis korelasi Product Moment dari Karl Pearson. Berdasarkan hasil analisis data menghasilkan nilai korelasi sebesar (r) = -0.247 (p < 0,027). Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara regulasi emosi dengan perilaku cyeberbullying. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima.
Pengaruh Tingkat Efikasi Diri Terhadap Tingkat Perilaku Menyontek Pada Siswa SMP Swasta X
Nadia Fajrianti
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v15i2.4528
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat efikasi diri terhadap perilaku menyontek. Subyek dalam penelitian ini yakni siswa SMP Swasta X Di Kawasan Giri, Gresik kelas 8. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan uji regresi. Hasil uji regresi menunjukkan Y = 107.249 + (-0.511)X yang artinya nilai efikasi bertambah 1, maka nilai rata-rata perilaku menyontek akan berubah -0.511 atau setiap efikasi diri bertambah 1 maka nilai perilaku menyontek berkurang sebesar 0.511. Hasil R square menunjukkan angka sebesar 0.314 dengan kata lain 31.4% dari efikasi diri mempengaruhi perilaku menyontek dan 68.6% sisanya dijelaskan oleh sebab lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat efikasi diri mempengaruhi tingkat perilaku menyontek.
Job Demands Dan Workplace Well-Being Pada Pekerja Hotel X Di Yogyakarta
Arka Bandi Saputra;
Reny Yuniasanti
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v17i2.4581
Penelitian ini memiliki hipotesis untuk untuk mengetahui hubungan antara job demands dengan workplace well-being pada pekerja hotel X di Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 pekerja yang memiliki karakteristik masa kerja minimal 1 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan metode skala job demands dan workplace well-being. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi Product Moment dari Pearson Correlation. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil (rxy) = -0,433 dengan p = 0,001 (p <0,05). Hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara job demands dengan workplace well-being pada pekerja. Besarnya koefisien determinasi (R2) sebesar 0,187, artinya variabel job demands memberikan kontribusi sebesar 18,7% sebagai variabel yang berhubungsn dengan workplace well-being pekerja hotel X di Yogyakarta. Kesadaran akan job demands di tempat kerja, dapat meminimalisir workplace well-being yang rendah pada karyawan.
Strategi Coping Pada Remaja Dengan Disleksia
Desi Dwi Korani;
Santi Esterlita Purnamasari;
Mulianti Widanarti
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v17i1.4562
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologi yang bertujuan untuk mengetahui gambaran secara mendalam tentang fenomena penggunaan strategi coping yang dilakukan oleh remaja dengan disleksia. Partisipan penelitian ini terdiri tiga orang remaja dengan disleksia berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 16, 17 dan 13 tahun. Ketiga partisipan memahami bahwa individu tersebut merupakan individu dengan disleksia pada saat ketiga partisipan tersebut berada di bangku Sekolah Dasar dengan keluhan awal berupa kesulitan membaca dan menulis hingga dilakukan test IQ, skrinning dan ditegakkanlah diagnosis disleksia oleh professional. Penelitian ini melibatkan tiga orang significant others yang merupakan ibu dari ketiga partisipan dan tiga orang observer lapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka secara dengan teknik pertanyaan bertingkat semi terstruktur yang dilakukan secara daring, observasi wawancara dan observasi lapangan oleh observer secara luring. Hasil penelitian menunjukkan pada ketiga partisipan menggunakan strategi coping dalam menekan stresor dari hambatan yang individu tersebut miliki. Ketiga partisipan lebih dominan menggunakan strategi coping berorientasi emosional (EFC) yaitu melarikan diri dari masalah di sebagian besar hambatannya dan disertai dengan meringankan beban permasalahan dan mencari arti namun apabila kondisi tersebut tidak dapat dihindari atau merasa gagal menggunakan strategi coping berorientasi emosional (EFC) maka partisipan akan menggunakan strategi coping berorientasi masalah (PFC) berupa kehati-hatian, tindakan langsung atau negosiasi.
Gambaran Perbedaan Reaksi Stres Anak Pra Taman Kanak-Kanak (PRA TK) Yang Mengikuti Les Calistung (Membaca, Menulis, Dan Berhitung) Dan Tidak Mengikuti Les Calistung (Membaca, Menulis Dan Berhitung)
Ramadhani Safitri
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 16 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v16i1.4539
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran perbedaan reaksi stres anak Pra Taman Kanak-Kanak (PRA TK) yang mengikuti les calistung (membaca menulis & berhitung) dan tidak mengikuti les calistung (membaca menulis & berhitung). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus intrinsik. Subjek penelitian sebanyak 4 orang, dengan karakteristik: anak pra TK (3-4 tahun) yang mengikuti les calistung minimal 2 bulan dan anak pra TK (3-4 tahun) tidak mengikuti les calistung. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dengan pedoman umum, observasi non partisipan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa kedua kelompok memiliki faktor penyebab stres yang berbeda. Gambaran stres yang dialami kedua kelompok adalah pada ciri kognitif (sulit berkonsentrasi) dan ciri fisik (cepat sakit) kedua kelompok memiliki persamaan reaksi stres. Sedangkan pada ciri perilaku dan ciri psikis kedua kelompok memiliki reaksi stres yang berbeda.
Hubungan Antara Kepuasan Kerja Dengan Kebahagiaan Di Tempat Kerja Pada Karyawan Generasi Milenial
Nur Fachmi Budi Setyawan;
Rahel Aurora Tobing
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v17i2.4593
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kebahagiaan di tempat kerja pada karyawan generasi milenial. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang positif antara kepuasan kerja dengan kebahagiaan di tempat kerja pada karyawan generasi milenial. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 66 orang, yaitu karyawan generasi milenial yang berusia 20-40 tahun. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kepuasan kerja dan skala kebahagiaan di tempat kerja. Hasil analisis data dengan uji korelasi Product Moment korelasi antara kepuasan kerja dengan kebahagiaan di tempat kerja adalah (rxy) = 0,830 dengan p = 0,000 (p < 0,050) yang berarti ada korelasi positif antara kepuasan kerja dengan kebahagiaan di tempat kerja, sehingga hipotesis diterima. Koefisien determinasi ( ) menunjukkan bahwa kepuasan kerja terhadap kebahagiaan di tempat kerja berkontribusi sebesar 68,8% dan 31,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Hubungan Antara Efikasi Diri Dengan Intensi Berhenti Merokok Pada Remaja
Herry Panjaitan;
Kamsih Astuti;
Mulianti Widanarti
Psikosains: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi Vol 15 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/psikosains.v15i2.4509
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan intensi berhenti merokok. Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara efikasi diri dengan intensi berhenti merokok. Semakin tinggi efikasi diri maka intensi berhenti merokok cenderung semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka cenderung semakin rendah intensi berhenti merokok. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 82 remaja. Adapun karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang mengonsumsi rokok dan berusia 15-19 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan skala, ada dua skala yaitu intensi berhenti merokok dan efikasi diri. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian dapat disimpulkan: Ada hubungan positif antara efikasi diri dengan intensi berhenti merokok pada remaja dengan hasil uji korelasi product moment sebesar 0,030 (p< 0, 050). Artinya semakin tinggi efikasi diri maka intensi berhenti merokok semakin tinggi, sebaliknya efikasi diri rendah maka intensi berhenti merokok rendah. Adapun sumbangan efikasi diri dengan intensi berhenti merokok adalah 6,1%.