cover
Contact Name
reza
Contact Email
reza.andrea@gmail.com
Phone
+6285388729017
Journal Mail Official
reza.andrea@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samratulangi Samarinda 75131
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Buletin LOUPE (Laporan Umum Penelitian)
ISSN : 14118548     EISSN : 25805274     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Loop of the Politeknik Pertanian Negeri Samarinda is one of the most active centres of scientific work in agriculture in the Samarinda. Problems are attacked from two distinct points of view: the economic, in which the object is to show how crops may be produced a little more cheaply than at present, and the scientific, the problem being investigated for the sake of the general principles it may bring out. Two sets of bulletins are therefore issued, the popular bulletin, intended for farmers, dealing mainly with local problems, and always from the local point of view, and the research bulletins. The popular bulletins are fully equal to any others in the United States, and much ahead of anything we publish here for farmers; in the series before us the subjects dealt with include land drainage, curing of seed corn, control of various weeds, draft-horse judging, a discussion of the methods of paying for milk at cheese factories, and so on. The research bulletins are the scientific papers of the staff; as usual in the Samarinda, each paper is published separately, and there is no common journal in which they all appear.
Articles 343 Documents
Percobaan Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) sebagai Pengawet Kayu Sengon (Paraserianthes falcataria L.) Melalui Uji Kubur: Experiment of Betle (Piper betle L.) Leaf Extract as Sengon (Paraserianthes falcataria L.) Wood Preservative by Grave-Yard Test dwi joko priyono
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1780

Abstract

Daun sirih (Piper betle L.) dikenal sebagai agen biotik yang bersifat repellent (penolak) serangga seperti halnya buah bintaro, daun serai, kulit eucalyptus, bunga lavender dan sebagainya. Kemudahan perolehan dan budidaya memungkinkan tanaman ini dikembangkan sebagai bahan termisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketahanan kayu sengon (Paraserianthes falcataria L.) terhadap rayap tanah dengan memanfaatkan rendaman dingin ekstrak daun sirih yang diuji efektivitasnya dengan pengawet pabrikan Bantrek dan sampel kontrol (tanpa perlakuan) melalui metoda uji kubur. Penelitian dilaksanakan di kawasan hutan tanaman sungkai kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa walaupun perlakuan pengawetan tidak menghasilkan perbedaan yang nyata, konsentrasi larutan ekstrak daun sirih 15% mampu meningkatkan kelas ketahanan kayu sengon terhadap rayap tanah (berdasarkan SNI). 7207-2114 standar) dari kelas IV (buruk) ke kelas II (tahan), satu kelas di bawah kemampuan termisida Bantrek yang mencapai kelas ketahanan I (sangat tahan).
Uji Kekerasan (Hardness Test) Kayulapis Jenis Floorbase dengan Tiga Komposisi Finir dari Jenis Kayu Berbeda: Hardness Test of Floorbase Type Plywood with Three Finir Compositions from Different Wood Species Syafii Syafii
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1817

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komposisi finir dari tiga jenis kayu berbeda terhadap nilai kekerasan (hardness) kayulapis jenis floorbase. Jenis kayulapis ini begitu popular terutama di negara-negara yang banyak membangun rumah prevabrikan, seperti Jepang, Amerika dan Eropa. Floorbase umumnya berketebalan minimal 12 mm dengan jumlah finir penyusun minimal 5 lapis. Pengujian kekerasan kayulapis menggunakan metode uji Brinnel dengan tiga perlakuan. Perlakuan A-1 (kombinasi jenis lapisan finir face/back Meranti Merah, core Meranti Merah dan center core Meranti Batu), Perlakuan A-2 (kombinasi jenis lapisan finir face/back Meranti Merah, core Jelutung dan center core Meranti Batu), dan A-3 (kombinasi jenis lapisan finir face/ back, core dan center core semuanya dari jenis Meranti Merah (all Red Meranti). Rata-rata nilai kekerasan floorbase dengan ketebalan 12 mm perlakuan A-1 adalam 2700 N/mm2, A-2 sebesar 2500 N/mm2 dan perlakuan A-3 sebesar 2900 N/mm2. Ketiganya memberikan nilai rata-rata 2700 N/mm2 (≈ 270 kg/cm2). Sedangkan rata-rata nilai kekerasan floor base 14,5 mm dengan perlakuan A-1 adalah 3600 N/mm2, A-2 2600 N/mm2, dan perlakuan A-3 2200 N/mm2. Pada floorbase ketebalan 12 mm perbedaan komposisi lapisan finir dari jenis kayu berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap nilai kekerasannya. Sedangkan pada floorbase 14.5 mm, komposisi lapisan finir dari jenis kayu berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap nilai kekerasannya. Dan nilai kekerasan tertinggi ditunjukkan oleh kombinasi lapisan finir face/back Meranti Merah, core Meranti Merah dan center core Meranti Batu, dan nilai kekerasan terendah ditunjukkan oleh kayulapis dengan komposisi finir all Red Meranti.
Peran Para Pihak dalam Pengelolaan Hutan Lindung Pulau Tarakan Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Tarakan Kalimantan Utara: Role of Stakeholders in Tarakan Island Protected Forest Management of Regional Technical Implementation Unit of Tarakan Forest Management Unit, North Kalimantan Rasyid Zarta
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1821

Abstract

Keberadaan Hutan Lindung Pulau Tarakan memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat Kota Tarakan terkhusus kaitannya dengan sumber penyediaan air baku. Pada sisi lain, tekanan terhadap HLPT juga terus terjadi. Diperlukan keseriusan dan kerjasama para pihak untuk tetap menjaga eksistensi HLPT. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis peran para pihak (baik individu, kelompok, atau Lembaga) dalam kaitannya dengan keseluruhan elemen pengelolaan Hutan Lindung Pulau Tarakan (HLPT). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teridentifikasi 24 para pihak (stakeholders) yang berperan berdasarkan pengaruh dan kepentingannya dalam pengelolaan HLPT. Institusi kehutanan yaitu UPTD KPH Tarakan, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltara, BPKH Wilayah IV Samarinda, BPDAS Mahakam Berau BPSKL Wilayah Kalimantan merupakan pemain kunci (key actors) yang memiliki pengaruh/kewenangan (power) dan kepedulian/kepentingan (interest) tinggi terhadap pengelolaan HLPT. Sedangkan PDAM Kota Tarakan dan masyarakat Kota Tarakan merupakan para pihak primer (primary actors) yang memiliki kepentingan tinggi terhadap HLPT namun memiliki pengaruh yang rendah. dan selebihnya para pihak lain adalah pendukung (secondary actors).
Penapisan Fitokimia Limbah Padat Penyulingan Minyak Nilam (Pogestemon heyneatus): Phytochemical Screening of Solid Waste Residues from Patchouli (Pogostemon heyneatus) Oil Distillation Farida Aryani; Nur Maulida Sari; Anis Syauqi; Periani Paurru; Ahmad Zamroni
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1889

Abstract

Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu jenis tanaman penghasil minyak atsiri. Seiring meningkatnya produksi minyak nilam, kuantitas limbah nilam pada industri penyulingan minyak nilam pun semakin banyak. Besarnya volume limbah hasil penyulingan minyak nilam seringkali menjadi masalah bagi pihak industri usaha penyulingan sendiri maupun lingkungan masyarakat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa metabolit sekunder yang masih terkandung dalam limbah penyulingan minyak nilam. Ekstraksi senyawa metabolit sekunder dilakukan dengan menggunakan pelarut etanol 95 % selama 48 jam. Analisis fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan metode kolorimetri untuk menguji kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid dalam residu penyulingan minyak nilam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak nilam dari limbah penyulingan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan steroid. Hal ini menunjukkan bahwa komponen senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam daun nilam tidak hilang meskipun telah mengalami proses penyulingan sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi para peneliti untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai bioaktivitas dari ekstrak limbah padat penyulingan minyak nilam.
Pengaruh Tekanan pada Mesin Pres terhadap Persentase Kehilangan Minyak (Oil Losses) pada Stasiun Pengepresan di Pabrik Minyak Sawit PT. Sentosa Kalimantan Jaya Berau: The Effect of Pressing Machine Pressure on the Percentage of Oil Losses at the Pressing Station of PT. Sentosa Kalimantan Jaya Berau Palm Oil Mill Edy Wibowo Kurniawan
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1919

Abstract

Pabrik minyak sawit menghasilkan minyak sawit kasar (CPO/ Crude Palm Oil) dengan mengekstrak buah sawit melalui serangkaian tahapan dan harus memnuhi persyaratan SNI CPO. Oleh karena itu efektivitas dan efisiensi dari masing-masing tahapan proses memegang peranan penting. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah tingginya persentase kehilangan minyak (oil losses), khususnya pada proses pengepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tekanan mesin pres terhadap persentase kehilangan minyak (oil losses) pada ampas serat mesocarp. Penelitian dilakukan pada mesin pres no. 1 pabrik minyak sawit PT. Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ), kabupaten Berau Kalimantan Timur. Dengan perlakuan tekanan pada tiga taraf yaitu 50, 60, dan 65 bar. Hasil yang diperoleh dianalisis kandungan minyaknya, kemudian diidentifikasi serta dianalisis menggunakan diagram sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkat tekanan pada mesin pres berbanding terbalik dengan persentase kehilangan minyak (oil losses) pada ampas, namun kernel pecah juga meningkat. Tekanan yang terbaik pada 65 bar dengan hasil persentase kehilangan minyak (oil losses) sebesar 4,19%.Berdasarkan hasil diagram sebab akibat, terdapat 4 faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya persentase kehilangan minyak , di antaranya yaitu : faktor bahan baku, faktor sumber daya manusia (SDM), faktor mesin, dan faktor lingkungan.
Sifat Kimia dan Organoleptik Minuman Fungsional yang Terbuat dari Bunga Telang (Clitoria ternatea) dan Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dengan Perbandingan yang Berbeda: Chemical and Organoleptic Properties of Functional Drinks Made from Butterfly Pea Flowers (Clitoria ternatea) and Red Ginger (Zingiber officinale var. Rubrum) at Different Comparisons hamka nurkaya
Jurnal Loupe Vol 18 No 02 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v18i02.1998

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) di beberapa tempat di Indonesia saat ini semakin populer sebagai bunga yang memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Minuman bunga telang atau dalam bentuk lain semakin mudah dijumpai di beberapa tempat. Bunga telang banyak ditemukan dalam bentuk segar ataupun kering, kini relatif semakin ramai diperjualbelikan. Namun dalam penyajian sebagi minuman fungsional bunga telang tidak memiliki rasa dan juga aroma sehingga perlu ditambahkan bahan lain seperti jahe merah. Penelitian ini dimulai dari persiapan bahan yang akan digunakan yaitu bunga telang kering dengan jahe merah yang sudah diolah menjadi bubuk bunga telang dan bubuk jahe merah. Selanjutnya pencampuran bahan bubuk bunga telang dan bubuk jahe merah kemudian dikemas. Penelitian ini menggunakan perhitungan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan bubuk bunga telang dan bubuk jahe merah yang berbeda yang terdiri dari 4 perlakuan, yaitu P1=100%:0%, P2=75%:25%, P3=50%:50%, P4=75%:25%. Parameter yang yang diamati adalah kadar air, kadar abu, antioksidan dan tingkat kesukaan terhadap warna, aroma, dan rasa pada minuman fungsional bunga telang dengan penambahan bubuk jahe merah. Adapun hasil uji sifat kimia berupa kadar air didapatkan hasil terendah pada minuman fungsional yaitu pada perbandingan komposisi bunga telang 25% dengan penambahan bubuk jahe merah 75% (P4) sebesar 10.66%. Hasil kadar abu tertinggi pada perlakuan P4 yaitu sebesar 5.78%. Sementara pada perlakuan P4 juga menunjukkan hasil tertinggi aktivitas antioksidan dengan Nilai IC50 sebesar 44.97 ppm. Hasil uji organoleptik yang memiliki nilai tertinggi dari tingkat kesukaan panelis adalah perlakuan P4 dengan nilai dan kategori yaitu warna 3,74 (suka), Aroma 3,63 (suka) dan Rasa 3,39 (suka).
The Impact of Harvester Income Levels on the Welfare of Harvester Families on Oil Palm Plantations Andi Lelanovita Sardianti; Siti Nora Novel; Puspita; Humairo Aziza; pandhu rochman suosa putra; Muhamad Yazid Bustomi
Jurnal Loupe Vol 21 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v21i02.3468

Abstract

Palm oil plantations are a strategic sector that plays a significant role in absorbing labor, particularly harvesters. Harvesters' income levels are a major factor influencing their families' well-being. This study aims to determine the income received by harvesters and analyze the level of family welfare of harvesters on oil palm plantations at PT. London Sumatra Indonesia Tbk, located in Tanjung Makmur Estate, East Kalimantan. The research method used was descriptive quantitative, with purposive sampling of six harvesters who met the research criteria. Data were obtained through interviews, observation, and documentation, then analyzed by comparing harvester income to the Regency/City Minimum Wage (UMK). The results showed that the average harvester income was Rp 4,674,565 per month, with a net income of Rp 3,673,124 per month after deducting Rp 732,860 per month for routine household costs and expenses covered by the company. Based on the Regency/City Minimum Wage (UMK) standard of Rp 3,711,017.82, the harvester income level was above the UMK and thus met the wage eligibility standard. This indicates that the harvester's income was able to meet basic family needs, leave some income for savings, and contribute positively to the welfare of the families of harvesters on oil palm plantations.
Employee Productivity in Weed Control on Palm Oil Plantations Ardian Alexius Aven; Muhamad Yazid Bustomi; Arief Rahman; Ernita Obeth; Rossy Mirasari
Jurnal Loupe Vol 21 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v21i02.3529

Abstract

Oil palm cultivation is not only carried out on flat land, but also in hilly areas with challenging topography. Proper plantation management, such as weed control, fertilization, and harvesting in accordance with standards, is essential to maintain quality and production yields. This study aims to (1) determine the differences in the productivity of chemical weed control workers on different plots of land (2) determine the factors that cause differences in the productivity of chemical weed control workers. The data analysis method was descriptive based on the results of field interviews, then using a productivity formula by comparing the number of hectares of work results with the working time for undulating slopes and steep slopes. The respondents in this study were five sprayers working in one of the blocks at PTPN IV Region V Longkali Plantation. The results show that there is a difference in the average productivity of chemical sprayers between the undulating slope class and the steep slope class. The average productivity in the undulating slope class is 0.126 ha/hour, while in the steep slope class it is 0.094 ha/hour. These data indicate that employee productivity is higher when working on land with undulating slopes than on steep slopes. In addition, there are several factors that cause differences in productivity, namely the level of terrain difficulty, water availability, psychology and motivation, topography, and weed conditions on the land.
Strategy For Developing The Transformation of Traditional Farmers in Samarinda Towards Future Agriculture F. Silvi Dwi Mentari; Yuanita; Nur Hidayat; Daryono; Zainal Abidin; Roby; Ita Merni Patulak Merni; Zahrotul Isti'anah
Jurnal Loupe Vol 21 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v21i02.3544

Abstract

The knowledge of farming methods and various traditional agricultural tools owned by the ancestors of the people of East Kalimantan has been passed down to their descendants, remaining simple and used by a group of people from generation to generation, forming part of their technological system, according to their cultural conceptions. However, the current agricultural transformation in Samarinda shows a clear shift from traditional to modern farming systems, evident in the application of modern technology in agricultural activities. This study examines the transformation process, its driving factors, socio-economic impacts, and challenges and development strategies. Data were collected through literature review and interviews with local farmers. The results indicate that modern agriculture increases productivity and work efficiency, attracts younger generations, and supports food security in the region. However, limited land and access to technology are key challenges. The study concludes that agricultural modernization in Samarinda must be supported by inclusive policies that integrate technology, strengthen farmer institutions, and empower young people.
Analysis of Oil Palm Farming in the Padaelo Farmers Group in Bantuas Village, Palaran District, Samarinda City Humairo Aziza; Helena Helena; Rossy Mirasari; Sri Ngapiyatun; Ahmad Zamroni; Andi Lisnawti
Jurnal Loupe Vol 21 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/buletinloupe.v21i02.3545

Abstract

Oil palm is a commodity with relatively high productivity compared to other plantation commodities. However, increasing the scale of oil palm farming is not always in line with improving farmers' welfare. Some of the factors that are suspected of influencing include high production costs, unstable selling prices of FFB that do not benefit farmers, limited market access, and weaknesses in farming management and management. This study aims to analyze the production costs, receipts, and income of farmers who are members of the Padaelo Farmers Group. The research was carried out for 4 months with a case study approach and descriptive quantitative methods. The sampling technique uses a saturated census, which is as many as 25 people. The data consists of primary and secondary data. The average area of oil palm land owned by farmers is 1.64 ha/person with a plant age of 18 years. The average production reaches 645 kg/ha/one harvest and the selling price is Rp1,800 /kg. The results of the study show that in one harvest, the production cost incurred by farmers reaches Rp327,482/ha and the income obtained is Rp1,161,000/ha, so that the income received is Rp833,518/ha.