cover
Contact Name
reza
Contact Email
reza.andrea@gmail.com
Phone
+6285388729017
Journal Mail Official
reza.andrea@gmail.com
Editorial Address
Jl. Samratulangi Samarinda 75131
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Buletin LOUPE (Laporan Umum Penelitian)
ISSN : 14118548     EISSN : 25805274     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Loop of the Politeknik Pertanian Negeri Samarinda is one of the most active centres of scientific work in agriculture in the Samarinda. Problems are attacked from two distinct points of view: the economic, in which the object is to show how crops may be produced a little more cheaply than at present, and the scientific, the problem being investigated for the sake of the general principles it may bring out. Two sets of bulletins are therefore issued, the popular bulletin, intended for farmers, dealing mainly with local problems, and always from the local point of view, and the research bulletins. The popular bulletins are fully equal to any others in the United States, and much ahead of anything we publish here for farmers; in the series before us the subjects dealt with include land drainage, curing of seed corn, control of various weeds, draft-horse judging, a discussion of the methods of paying for milk at cheese factories, and so on. The research bulletins are the scientific papers of the staff; as usual in the Samarinda, each paper is published separately, and there is no common journal in which they all appear.
Articles 336 Documents
Study Pengolahan Sirup Kulit Buah Nanas Yang Diproses Dengan Tingkat Kematangan Yang Berbeda Khusnul Khotimah
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.016 KB)

Abstract

Salah satu pemanfaatan limbah kulit buah nenas adalah dengan memanfaatkannya menjadi sirup kulit buah nenas. Dengan pengolahan yang tepat akan dihasilkan sirup nanas dengan kualitas yang tinggi. 500g kulit nanas dengan tingkat kematangan yang berbeda (mengkal dan masak) disortasi dan direndam dalam larutan garam 25 %, kemudian dihancurkan dan diambil sari kulit nanasnya. Larutan gula dengan kadar yang berbeda (300, 500 dan 700g) kemudian dicampur dengan sari kulit nanas dan dimasak selama 10 menit. Sirup kulit buah nanas untuk perlakukan A2B3 (kulit buah matang dengan gula 700g) menunjukan hasil terbaik untuk vitamin C, warna, rasa, kejernihan dan kekentalan dengan nilai 3.271, 3.54, 3.43, 3.23, 3.39, 3.34.
Respon Varietas Kenaf (Hibiscus Cannabinus L.) Terhadap Pupuk Nitrogen Dan Pupuk Kotoran Ayam Daryono
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.717 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi respons beberapa varietas, pupuk N dan pupuk kotoran ayam dan menganalisis perlakuan varietas, menganalisis dosis pupuk N dan pupuk kotoran ayam yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil serat tanaman kenaf yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-Petak-Terpisah (split-split-plot design) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga faktorial. Petak utama adalah pupuk nitrogen (N), anak petak pupuk kotoran ayam (K), dan anak-anak petak adalah varietas kenaf (V) masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali terdapat 2700 satuan percobaan. Sampel untuk luasan anak-anak petak 2,25 cm2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi terjadi pada umur 75 HST terhadap tinggi tanaman kenaf, pada perlakuan dosis pupuk nitrogen (30 g urea/petak), pupuk kotoran ayam (3.380 g kotoran ayam/petak) dan varietas (KR-14).
Inventarisasi Jenis Burung Di Hutan Kota Ujung Jembatan Mahakam M. Masrudy
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.505 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis burung di Hutan Kota Ujung Jembatan Mahakam. Penelitian ini telah dilaksanakan oleh penulis selama kurang lebih satu bulan terhitung sejak bulan Oktober sampai November 2014. Metode yang digunakan untuk pengamatan terhadap satwa burung adalah metode secara langsung, dimana pengamatan dilakukan pada blok penelitian dengan ukuran 100 m x 100 m. dalam blok ini dibuat jalur-jalur pengamatan dengan panjang 100 meter dan lebar 50 meter. Pada setiap jalur dibuat titik pengamatan dengan jarak 50 meter(± 60 langkah kaki). Pada setiap jalur diadakan pengamatan pagi hari yakni pukul 06.00-09.00 dan sore hari pada pukul 16.00-18.00 WITA. Pengamatan dilakukan di tengah plot dengan mengamati 25 meter ke kanan dan 25 meter ke kiri selama ± 20 menit. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan, bahwa pada lokasi penelitian di temukan sebanyak 8 jenis burung dari 6 suku. Jenis burung yang dominan selama penelitian adalah burung Gereja Erasia (Passer montanus), dan Cucak Kutilang (Pynonotus aurigaster).
Analisa Fisik Tepung Jamur Merang Pada Tandan Kosong Kelapa Sawit Elisa Ginsel Popang
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.165 KB)

Abstract

Potensi jamur merang sangat tinggi di wilayah Kalimantan Timur, mengingat banyaknya pabrik kelapa sawit yang mengolah tandan buah sawit menjadi CPO. Sehingga limbah dari tandan kosongnya melimpah dan banyak ditumbuhi jamur merang. Jamur merang banyak dikonsumsi oleh masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit, dan banyak juga dijual di daerah-daerah yang jauh dari perkebunan. Masyarakat selama ini hanya memanfaatkan jamur merang tersebut sebagai sayur untuk tambahan lauk pauk dan belum ada penanganan jangka panjang untuk masa penyimpanan, sehingga penelitian ini perlu dilakukan agar diketahui karakteristik sifat fisik dari jamur merang yaitu rendemen, daya serap airnya, solubilitynya dan swelling powernya sebagai dasar aplikasi pada produk makanan dan juga diperoleh tepung jamur merang tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai gizi tinggi dan jangka waktu simpan yang lama, sehingga bisamenambahpendapatanbagipetanikelapasawit. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 2 Faktor (Faktor A dengan 3 taraf perlakuan dan Faktor B dengan 2 taraf perlakuan), masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Jamur merang tandan kosong kelapa sawit segar dibersihkan dari kotoran serta kulit arinya, ditimbang 100 g dipotong-potong kemudian dikeringkan dalam cabinet drier dengan suhu 30°C, 40°C dan 50°C, selama 18 dan 24 jam. Lalu digiling halus dengan grinder selanjutnya dimasukan dalam desikator lalu ditimbang, Adapun parameter yang diamati adalah rendemen,serap airnya, solubilitynya dan swelling powernya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh suhu 500C dan 600C memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rendemen yang dihasilkan pada taraf 5 %, begitupun untuk daya, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata pada nilai solubility dan swelling powernya. Sedangkan perlakuan waktu pengeringan yaitu 18 jam dan 24 jam memberikan pengaruh nyata pada rendemen, sementara untuk nilai swelling power, solubility dan daya serap tidak berpengaruh nyata terhadap tepung jamur pada taraf 5 %. Sehingga perlakuan suhu 600C dan waktu pengeringan 18 jam merupakan perlakuan yang terbaik.
Pengaruh Dua Jenis Tambak Terhadap Kelestarian Buaya Muara (Crocodylus Porosus) Di Muara Daerah Aliran Sungai Mahakam Kalimantan Timur M. Masrudy
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.94 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tambak yang terbuka (tidak terdapat tanaman di dalam areal tambak) dan tambak yang tertutup (terdapat tanaman di dalam areal tambak) untuk kelestarian Corocodylus porosus. Waktu pelaksanaan penelitian 45 hari. Adapun tempat pelaksanaan penelitian di Muara Sungai Mahakam, tepatnya di Muara Pantuan. Metode pengamatan dengan secara langsung. Hasil penelitian, menujukan, bahwa Jenis tanaman yang dominan terdapat pada tambak tertutup adalah Nypa fruticans. Tambak tertutup terdapat Crocodylus porosus dan ditemukannya 4 tempat jejak lewat. Tambak terbuka tidak terdapat Crocodylus porosus dan tidak ditemukannya jejak tempat lewat.
Analisis Kandungan Gizi Pada Jamur Yang Tumbuh Di Areal Kampus Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Khusnul Khotimah
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.135 KB)

Abstract

Jamur merupakan organisme yang tidak berklorofil, jamur tidak dapat melakukan fotosintesis seperti halnya tumbuh-tumbuhan, sehingga tidak dapat memanfaatkan langsung energi matahari. Jamur mendapat makanan dalam bentuk jadi seperti selulosa, glukosa, lignin, protein dan senyawa pati. Jamur yang tumbuh di hutan hujan tropis sebagian besar diantaranya adalah jamur-jamur liar pendegradasi dan pendekomposisi dedaunan yang hidup dilantai hutan. Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan seputar kampus untuk mengidentifikasi jenis jamur dan kandungan gizi dari jamur-jamur tersebut. Jamur menunjukan kandungan air 75.77% (Bondarzewia berkelyi) dan 81.45% (Ganoderma sp), 79.02% (Volvariella volvacea L.) dan 89.52% (Pleorotus ostreatus), Serat 11.54% (Bondarzewia berkelyi) dan 3.8% (Ganoderma sp), 4.33% (Pleorotus ostreatus) dan 3.48% (Volvariella volvacea L.), lemak 3.8% ( Bondarzewia berkelyi) dan 1.61% ( Ganoderma sp), 0.20% (Pleorotus ostreatus) dan 1.95% (Volvariella volvacea L.), Protein 1.70% (Bondarzewia berkelyi) dan 1.72% (Ganoderma sp), 2.83% (Pleorotus ostreatus) dan 1.34% (Volvariella volvacea L.). Karbohidrat 14.77% (Bondarzewia berkelyi) dan 13.01% (Ganoderma sp), 12.68% (Pleorotus ostreatus) dan 4.68% (Volvariella volvacea L.)
Perencanaan Pengembangan Kawasan Pesisir Andrew Stefano
Buletin Loupe Vol 13 No 01 (2016): Edisi April 2016
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.496 KB)

Abstract

Wilayah pantai/pesisir mempunyai karakter yang spesifik dibandingkan dengan kawasan yang lain. Wilayah ini merupakan agregasi dari berbagai komponen ekologi dan fisik yang saling terkait dan saling berinteraksi. Pembangunan dengan memanfaatkan sumberdaya pantai tanpa memperhatikan prinsip-prinsip ekologis akan dapat merusak fungsi ekosistem pantai. Pengembangan wilayah pada kawasan pesisir sebagaimana pengembangan wilayah pada kawasan lainnya, mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui perencanaan pengembangan dalam suatu proses yang didalamnya terdapat berbagai pendekatan yang harus diperhatikan. Dewasa ini pembangunan pada kawasan pantai berkembang sangat pesat dan ditunjukkan dengan adanya multi kegiatan, misalnya usaha tambak, nelayan, pengusaha industri, hotel dan rekreasi wisata, dan usaha-usaha. Dengan semakin meningkat dan kompleksitas kegiatan didalamnya maka perlu dilakukan perencanaan pengembangan kawasan pantai/pesisir. Pengelolaan wilayah pantai secara terpadu (Intergrated Coastal Zone Management) merupakan kunci bagi pembangunan melalui pemecahan problem dan konflik di wilayah pantai yang sangat pelik dan kompleks.
Pembuatan Pestisida Nabati Dari Daun Gamal, Daun Tembakau Dan Daun Sirsak Untuk Mengendalikan Hama Ulat Pada Tanaman Pisang Sri Ngapiyatun
Buletin Loupe Vol 14 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.497 KB)

Abstract

This research was conducted in Production Laboratory of Samarinda State Polytechnic of Agriculture. The research took 1 month for tool and material preparations, pesticide production, pesticide application, and data retrieval. There were three treatments i.e. P0 (without vegetable pesticide), P1 (vegetable pesticide made from the mixture of gamal leaf and tobacco leaf), and P2 (vegetable pesticide made out of soursop leaf. Each treatment was repeated five times. In the treatment, the leaves were soaked in the pesticide according to the prescription, the pesticide was then sprayed to the worm-infected-leaves in the jars before the jars were covered for seven days. This research aimed to know the how far the pesticide was effective in controlling the worm on banana leaves by observing the daily activity of the worm. Results show that P1 was the most effective pesticide since on day two after the application, it was visible that some worms have died.
Multiplikasi Tanaman Murbei (Morus Sp) Dengan Pemberian BAP Pada Kultur In Vitro Faradilla
Buletin Loupe Vol 14 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.253 KB)

Abstract

Silk sarong of Samarinda is a unique sarong made from silk threat imported from China. High quality mulberry plants are needed to support silkworm cultivation (sericulture). High quality mulberry plants are produced through in vitro propagation techniques. The aim of this research was to obtain mulberry leaves (Morus Sp) which are disease-free and uniform in order to produce high quality silk thread through sericulture technique in which the feed is multiplied in vitro. This research had four stages: sterilization, production of cultivation medium of Murashige and Skoog (MS), sub-culture, observation, and data analysis. The research was designed according toCompletely Randomized Design (RAL) with one factor i.e. different concentration of BAP (control, 0.5 mg/l, 1 mg/l, and 2 mg/l) and each treatment was replicated 8 times. The findings show that 2 mg/l treatment triggered rapid sprouting, produced the highest sprout and generated the most number of leaves. The application of BAP with different concentration also increased germination rate, the height of shoot, and the number of different sprout. All treatments were unsuccessful in inducing roots.
Fermentasi Sistem Aerob Dan Anaerob Dalam Pembuatan Cuka Dari Nira Aren (Arenga Pinnata) Netty Maria Naibaho
Buletin Loupe Vol 14 No 01 (2017): Edisi Juni 2017
Publisher : Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Kampus Sei Keledang Jalan Samratulangi, Kotak Pos 192 Samarinda 75123

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.365 KB)

Abstract

Vinegar is one of the products that are often utilized by the community to enhance the taste of food. The purpose of this study was to determine the taste of vinegar with the addition of cinnamon and to determine the effect of long fermentation in the production of Neera vinegar. This research was completed by using randomized design with 2 factors, namely the long fermentation and fermentation type (aerobe and anaerobe). The results show that the highest water content was found in anaerobic fermentation with an average of 0.97%. The lower water content was in aerobic fermentation with an average of 0.96%. Since the high pH was at 2 days interval with pH 4, while the low pH was at day 6 that was with pH 3. The results of organoleptic tests for color showed the highest fermentation value on day 6 was with anaerobic fermentation with the average value of 3.70. The highest value of the organoleptic test for aroma was found in day 4 with anaerobic fermentation with an average of 3.60. The organoleptic test showed that anaerobic fermentation had the highest taste rate of 3.6 on average on day 6. Anaerobic fermentation process for 6 days resulted in pH value and organoleptic test preferred by panelists.

Page 4 of 34 | Total Record : 336