cover
Contact Name
Andi Ahmad Yani
Contact Email
jhsj.isjn@gmail.com
Phone
+6282292625423
Journal Mail Official
jhsj.isjn@gmail.com
Editorial Address
Jalan SMA 14 No.32,Cililitan, KramatJati, Jakarta Timur 13640, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Humanity and Social Justice
ISSN : -     EISSN : 2657148X     DOI : -
The Journal of Humanity & Social Justice provides an internationally unique forum for leading research on the themes of humanity and social justice includes social, cultural, economics, politics, history, spiritual, and philosophical approaches. The journal explores links with equality and equity in housing, health, education, economic and human rights, as well as issues of ethnicity, racial, gender, disability, aging, violence, peace, immigration, segregation, religion, minority, poverty, globalization, land economy, enviromental justice, and other social inequalities as they relate to humanity and social justice.
Articles 57 Documents
ANALISIS MODEL KOMUNIKASI PUBLIK SAMANERA DAN ATTHASILANI: STUDI KASUS PADEPOKAN DHAMMADIPA ARAMA BATU HERMAN, HERMAN
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.717 KB)

Abstract

Public Speaking (komunikasi publik) merupakan teknik berbicara kepada sekelompok orang secara terstruktur yang bertujuan untuk memberi informasi dan mempengaruhi pendengar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi public speaking training terhadap samanera dan atthasilani di Padepokan Dhammadipa Arama Batu. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui dampak public speaking training terhadap samanera dan atthasilani di Padepokan Dhammadipa Arama Batu. Riset ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan public speaking samanera dan atthasilani Padepokan Dhammadipa Arama Batu ternyata masih rendah dan tidak ada standardisasi terhadap kualitas public speaking Samanera dan Atthasilani. Hal ini dikarenakan kurang adanya pembimbing dan pelatihan public speaking.  Temuan lain adalah adanya komunikasi dua arah samanera dan atthasilani dengan masyarakat dalam memaparkan tema ceramah yang lebih bersifat kontekstual. Hal ini berbeda dengan negara-negara Buddhis, seperti Thailand, Myanmar, dan Srilanka yang budaya komunikasinya lebih bersifat tekstual.   Kata kunci: Public speaking training, samanera, atthasilani.Buddhis, komunikasi publik
PARIWISATA RESIDENSIAL: PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DELHA ROTE Ciptosari, Fitri; Prabawa, Titi Susilowati; Prabawa, Titi Susilowati; Antonius, Bele
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.466 KB)

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi perkembangan pariwisata internasional di daerah kurang berkembang dan melihat hubungannya dengan pembangunan daerah di Delha, Rote. Kritik terhadap pariwisata internasional menjadi landasan teori dalam mengkaji dampak positif dan negatif dari hadirnya pembangunan pariwisata di tengah kehidupan masyarakat lokal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menganalisa hasil wawancara yang dilakukan kepada 16 informan terdiri dari 6 informan kunci dan 10 informan pendukung. Informan kunci diantaranya adalah petani rumput laut dan wisatawan residensial. Petani rumput laut memiliki keistimewaan dalam penelitian ini karena sebagai pengguna pantai yang livelihood nya banyak bersinggungan langsung dengan pariwisata residensial. Selain itu, suara petani rumput laut mewakili kelompok marjinal yang suaranya jarang didengar oleh pemangku kepentingan pariwisata dan para pembuat kebijakan. Sementara itu, komposisi informan yang terdiri dari informan lokal dan asing ditujukan untuk mendapatkan perspektif yang seimbang tentang hubungan keduanya. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dari Juli hingga Oktober 2017. Temuan menunjukkan bahwa hadirnya pariwisata residensial di Delha dengan pembangunan villa - villa  pribadi telah berkontribusi positif mentransformasi wilayah Delha melalui transfer knowledge,  membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru. Namun demikian, penelitian ini juga mempertimbangkan konsekuensi negatif dari perkembangan pariwisata residensial yang  semakin ekspansif seperti berkurangnya kepemilikan lahan oleh masyarakat lokal dan ancaman terhadap mata pencaharian lokal. Hal ini membuktikan bahwa segala bentuk privatisasi dan penggunaan lahan secara masif justru akan mengancam keberlanjutan masyarakat lokal di masa mendatang. Pembangunan semestinya membuka seluruh akses ekonomi bagi masyarakat luas tanpa ada diskriminasi, ini adalah dasar bagi demokrasi ekonomi yang melandasi pembangunan ekonomi secara inklusif dan adil bagi semua pihak.
BOOK REVIEW: SEASON OF INVOKING JUSTICE - PUISI ASA, KINI, NANTI, DAN CINTA DALAM DUNIA ANAK MUDA CHINA Latifah, Latifah
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.892 KB)

Abstract

Hery Yanto The, anggota ISJN yang kini menjadi pengajar di China juga mengemban misi sebagai duta bangsa. Tidak hanya memperkenalkan Indonesia di China, dia juga berperan mengenalkan budaya dan masyarakat China ke masyarakat Indonesia, terutama melalui pendidikan bahasa dengan kesadaran budaya. Di penghujung tahun 2019, Hery menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul Colors of the Bamboo Land : Poems about Four Seasons in China. Dari judul ini Hery tidak hanya ingin menunjukkan kondisi pergantian cuaca di China, tapi secara lebih dalam dia ingin menunjukkan keragaman dan keindahan ekspresi anak muda China tentang semestanya. Buku ini merupakan apresiasi Hery terhadap kerja keras anak didiknya, mahasiswa tahun pertama di Zhejiang Yuexiu University of Foreign Language (ZYUFL).  Apresiasi terhadap buku puisi kumpulan karya anak muda China ini merupakan salah satu kontribusi terhadap gerakan global untuk menyuarakan isu-isu sosial. Di samping penguasaan keterampilan berbahasa, buku ini menjadi media bagi anak-anak muda untuk mengungkapkan refleksinya atas pandangan dunianya, masalah-masalah sosial yang dirasakan begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari.
PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN PANCING DAN KAITANNYA DENGAN KEMISKINAN DI KECAMATAN KABILA BONE, KABUPATEN BONE BOLANGO Asruddin, Asruddin; Syariah, Nimawati
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.851 KB)

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga nelayan pancing yang dikaitkan dengan kemiskinannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango mulai bulan Agustus sampai dengan Desember 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah survai dengan sampel 32  rumah tangga nelayan sebagai responden yang dipilih secara simple random sampling  sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis dengan menghitung pengeluaran rumah tangga dan mengaitkannya dengan pendekatan garis kemiskinan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk bahan makanan sebesar Rp 1.196.875,-/bln atau sebesar 61,63%, dengan rata-rata pengeluaran pangan perkapita adalah Rp 436,254,-/bln. sedangkan rata-rata pengeluaran rumah tangga non makanan sebesar Rp 745.313,-/bln atau sebesar 38, 37%.. Sementara itu rata-rata total pengeluaran rumah tangga perbulan adalah sebesar Rp 1.942.188,-/bln  dengan rata-rata total pengeluaran rumah tangga perkapita sebesar Rp 720.644,-/bln. Terkait dengan garis kemiskinan yang ditinjau dari  kriteria garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Sajogyo, maka di Kecamatan Kabila Bone tidak terdapat rumah tangga nelayan pancing yang berada di kategori rumah tangga paling miskin, untuk kategori rumah tangga miskin sekali terdapat sebanyak 9,38%, untuk kategori rumah tangga miskin sebanyak 21,88% dan yang termasuk bukan kategori rumah tangga miskin adalah sebesar 68,75%. Kata Kunci : Pengeluaran  Rumah Tangga, Nelayan Pancing, Kemiskinan
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SUB DAS ALO TERHADAP PERILAKU PEMANFAATAN FISIK LAHAN Jaya, Risman; Rijal, Ahmad Syamsu; Mohamad, Irwansyah Reza
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.466 KB)

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat sub DAS Alo terhadap perilaku pemanfaatan fisik lahan. Penelitian dilakukan di kawasan sub DAS Alo yang secara administrasi sebagian besar berada di Kecamatan Tibawa. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan primer yang diperoleh berdasarkan analisa survei dan studi literatur. Metode penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang diguakan untuk memperjelas dan menginterpretasikan perolehan data sebgai hasil lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi prilaku masyarakat dalam pemanfaatan lahan di kawasan Sub DAS Alo. Kondisi sosial mengakibatkan pembukaan lahan yang mampu mengubah bentuk fisik daerah DAS seperti pengalih fungsian lahan perbukitan, hutan dan tepi sungai menjadi kawasan pertanian produktif yang kerap dilakukan oleh masyarakat. Disisi lain hasil penelitian menunjukkan terdapat kesenjangan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Terdapat petani penggarap sebesar 39,50% dan petani pemilik sebesar 20,50% berdasarkan total sampel yang diperoleh dalam penelitian dan pendapatan petani terbesar berada di bawah Rp.<1.500.000, berdasarkan penggolongan BPS pendapata  n tersebut dikategorikan pada kategori pendapatan rendah. Demikian dapat disimpulkan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani memiliki kemampuan ekonomi yang rendah. Dengan kemampuan ekonomi rendah dapat memicu terjadinya pembukaan lahan yang lebih luas untuk bertujuan meningkatkan pendapatan yang layak.
Society and Culture of the Indigenous People of Chittagong Hill Tracts of Bangladesh Mekhala Chakma; Md. Kamrul Hasan
ISJN Journal Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Issue 2, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v0i0.32

Abstract

The study of culture of the indigenous people of Chittagong Hill Tracts has a great significance. Chittagong Hill Tracts is situated in the south-eastern part of the present Bangladesh. Chittagong Hill Tracts is occupied by the different tribal groups who are the indigenous people of the region. Although works have been done on Chittagong Hill Tracts and its people, the different aspects of culture and the social structure, the mindset of the society has remained under-researched. The mentality of the society which has become the cultural norms and values through the ages remains an issue of great concern for this study. The purpose of the study was to explore and explain the society and culture of the indigenous people of Chittagong Hill Tracts by analyzing the material and immaterial aspects of culture like social institutions, etc. The methodology of the study is based on the information contained in work have been done on Chittagong Hill Tracts and the people, historical sources, gazetteers and other materials. In addition to this, folk lore, oral traditions, etc. have also been taken as important historical source. The results of the study have come out from the data are (a) in spite of differences the society and culture of the different indigenous groups have some similarities, (b) the principles of each group is unique, (c) the social structure and the mindset of the society shows discrimination between men and women, and (d) changes have been taken place in the society and culture over the period of time. Hopefully, the study will provide a deeper understanding about the culture and structure of the society of the indigenous people of Chittagong Hill Tracts which will help the future researchers, scholars, academicians and so on.
Tipologi Gender Peserta Program Keluarga Harapan: Studi Di Kabupaten Pesisir Selatan, Kupang, Tulung Agung Dan Gorontalo Badrun Susantyo; Endah Triati
ISJN Journal Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Issue 2, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v0i0.44

Abstract

This article aim to understand the gender typology in each location. Its was conducted a combination approach, quantitative and qualitative. By involved 240 respondents and 16 person as informants. This study held in four regions; District of Tulung Agung, Kupang, Pesisir Selatan and Gorontalo. The findings of study indicates that majority of participants program are traditional category/typology, namely feminism and masculine, has reached in 77.5%. This indicated that the pattern of family relationships is still dominated by sexist behavior. The recommendation is, make to ensure that the intervention targets are parallel with the program's target. This means, if the target units of Program Keluarga Harapan is whole of family, make sure all of family members could be participate, icluded the mothers, children and the husband also. Its mean, the PKH could be to build the gender equality in the family also.
Ekspresi Beragama Komunitas Tionghoa Aceh dalam Melaksanakan Ta Fo Ci di Takengon, Aceh Tengah Rosnida Sari
ISJN Journal Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Issue 2, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v0i0.56

Abstract

This paper looks at the ritual which carrying out of Ta Fo Ci for Buddhist believer in Vihara Takengon, Central Aceh. This reseach was conducted with descriptive qualitative method. This research was used in- depth interview technique with Ta Fo Ci participants. This research found that the implementation of Ta Fo Ci was not only folloewd by Buddist people in Aceh but also from Medan, Jakarta and even from abroad such as Malaysia, Singapore and Australia. This activity is the result of self-sufficiency from Buddhist who come to worship at the place. Initially this actvity was only held for 7 days, but since 2019 this activity was carried out for 14 days because of increasing attention of the participants. Unfortunately, the activity that has been carried out for 37 years has not received any attention from the government, only later in 2020 the Buddhist leader give awards to the Ta Fo Ci participants. Beside, this activity was never publish in local or national media so that this activity seemed closed. The information provided for this activity was also only due to the proximity between the Ta Fo Ci participants. This study recommends that this activity can be carried out in close proximity to the other regional activities such as the Gayo Cultural Parade so that while worshiping participants from various countries can witness and learn about Gayo traditions and customs.
Pendidikan yang Berkeadilan: Menakar Mutu Pembelajaran Berbasis Teknologi di Masa Pandemi Covid-19 Fabianus Selatang; Adison Adrianus Sihombing
ISJN Journal Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Issue 2, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v0i0.59

Abstract

One of the fundamental problems that undermine education during the pandemic Covid-19 is quality educational services that are accessible to all students. Quality education services relating to issues of ownership and control technology. The use of digital technology with accessibility, connectivity, and flexibility is often seen as a learning solution during a pandemic. This perception is mistaken when used for understanding reality. Educational services limitation and lack of understanding in learning application/platform is a problem that is still concerning for teachers, students, and parents. This has an impact on the formulation of problem-solving action plans that are faced during a pandemic. This paper aims to show the other side of those perceptions that can be perceived as an opportunity and also a challenge. The method used in this research is the qualitative method with a descriptive approach. The type of research is library research. The author collected relevant library data. Data was collected in form of both national and international journal articles reviewing education and the impact of a pandemic on the education system. Collected data were analyzed using restatement, description, and interpretation stages. The result of this research shows that learning difficulties tend to be caused by the lack of technology-based learning essence. This result also takes effect on mindset-changing attitude, paradigm, and viewpoint towards learning reality during Covid-19 pandemics. Finally, learning during the Covid-19 pandemic reflects two things: First, learning practices must be relevant, futuristic, responsive to the context of the times. Second, socio-cultural transformation becomes a precondition for a system change in the learning process so that education takes root and becomes a new tradition that applies in society and becomes best practices.With this understanding, not only pandemic reality can be contextually well-understood but also problem-solving actions can be formulated precisely.
Diskriminasi Masyarakat Terhadap Pasien dan Eks Pasien COVID-19 Yulianti Yulianti; Nikmatul Choyroh Pamungkas
ISJN Journal Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Issue 2, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v0i0.61

Abstract

At the end of 2019 the world arrives with a very dangerous virus, namely the Corona or COVID-19 virus. This virus is a new name given by the World Health Organization for patients with the 2019 corona novel virus infection which was first reported from the city of Wuhan, China. The spread of this virus is very fast and has become a new problem. Because this virus also spread to Indonesia in March 2020. The spread in Indonesia is also very fast and the number of patients continues to increase, so that people are starting to be aware of this virus. Then with a lot of news in the media about the dangers of COVID-19, the public was afraid so that many COVID-19 patients experienced discrimination in society. Patients or ex-patients with COVID-19 receive discrimination in society because of the lack of credible and excessive information obtained from television and online media. So that the public views that patients or ex patients with COVID-19 are easy to transmit the virus and are very dangerous. As for the discrimination that is obtained by labeling, stereotypes, the existence of exclusion because they are considered to still carry the COVID-19 virus. This research method is a descriptive qualitative research method because it is to see in detail the problems faced by patients with COVID-19 or ex patients. The data source of this study used interview data taken from 5 ex COVID-19 patients and supported by literary studies. The results show that there is indeed discrimination experienced by ex COVID-19 patients in the community. Then this discrimination was also experienced by the families of ex COVID-19 patients. Then the social impact faced by ex patients with COVID-19 is due to community discrimination, namely disruption of mental health, reducing social contact with the community, hiding the illness they suffer.