cover
Contact Name
Andi Ahmad Yani
Contact Email
jhsj.isjn@gmail.com
Phone
+6282292625423
Journal Mail Official
jhsj.isjn@gmail.com
Editorial Address
Jalan SMA 14 No.32,Cililitan, KramatJati, Jakarta Timur 13640, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Humanity and Social Justice
ISSN : -     EISSN : 2657148X     DOI : -
The Journal of Humanity & Social Justice provides an internationally unique forum for leading research on the themes of humanity and social justice includes social, cultural, economics, politics, history, spiritual, and philosophical approaches. The journal explores links with equality and equity in housing, health, education, economic and human rights, as well as issues of ethnicity, racial, gender, disability, aging, violence, peace, immigration, segregation, religion, minority, poverty, globalization, land economy, enviromental justice, and other social inequalities as they relate to humanity and social justice.
Articles 57 Documents
Studi Integritas Nilai-Nilai Karakter Melalui Penerapan Model-Model Pembelajaran Pada Jenjang Pendidikan Dasar Dan Menengah Sulsalman Moita; Damsid Damsid; La Ode Monto; Sarmadan Sarmadan
ISJN Journal Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Issue 2, 2019
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v1i2.22

Abstract

Masyarakat menilai bahwa potret dunia pendidikan kita semakin buram. Pendidikan akhir-akhir ini dinilai sarat dengan muatan intelektualistik dan materialistik, yang mengesampingkan nilai-nilai moral budaya dan budi pekerti dalam membentuk karakter siswa, sehingga menghasilkan siswa yang pintar tetapi tidak bermoral. Fakta ini menjadi tantangan bagi para pendidik dan para praktisi pendidikan, termasuk menjadi tantangan bangsa Indonesia. Penerapan nilai-nilai karakter yang terintegrasi dalam mata pelajaran menjadi urgen untuk dilakukan daripada penambahan mata pelajaran pendidikan karakter sebagai mata pelajaran baru. Pengintegrasian pendidikan karakter pada mata pelajaran selain agama dan pendidikan kewarganegaraan harus mengembangkan kegiatan yang memiliki dampak pengiring berkembangnya karakter positif siswa. Penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten Konawe Kepulauan bertujuan: mengkaji bentuk nilai-nilai karakter yang perlu diiintegrasikan pada proses pembelajaran; dan menganalisis peran guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter melalui penerapan model-model pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Integritas nilai-nilai karakter terhadap model-model pembelajaran, menempatkan posisi kepala sekolah dan guru sebagai faktor determinan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sebagian guru terutama pada jenjang pendidikan SMP dan SMU/SMK mampu menerapkan studi integritasi nilai-nilai karakter melalui model-model pembelajaran, yang kemudian menghasilkan karakter yang diperlukan baik sebagai siswa maupun sebagai anggota masyarakat, seperti karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu pada model pembelajaran berbasis masalah. Kemudian karakter toleransi, karakter demokratis, karakter bersahabat/komunikatif, karakter peduli sosial pada model pembelajaran kooperatif. Karakter jujur, religus, peduli sosial, peduli lingkungan pada model pembelajaran deduktif (satu arah). Pada kondisi yang lain, guru-guru pada jenjang pendidikan SD lebih banyak menerapkan model pembelajaran deduktif (modeling), akan sulit mengelaborasi nilai-nilai karakter siswa. Kata Kunci: Integritas, Nilai Karakter, Pendidikan, Model Pembelajaran
Analisis Aksesibilitas Layanan Pendidikan Bagi Penyandang Disabilitas Pada Perguruan Tinggi: Studi Kasus Kota Makassar Elina Lestari Saputri
ISJN Journal Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Issue 2, 2019
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v1i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelayanan pendidikan bagi penyandang disabilitas pada perguruan tinggi di Kota Makassar dilihat dari dimensi indikator pelayanan menurut Shevlin (2004) yaitu tantangan fisik, tantangan Informasi dan tantangan tes masuk perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah Informan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan belum maksimal, semua tantangan belum dapat terakomodir dengan baik. Perguruan tinggi cenderung belum memahami dengan baik peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah dan panduan layanan yang telah dikeluarkan oleh Permenristekdikti pada tahun 2017. Kata Kunci : Disabilitas, Layanan Pendidikan, Perguruan Tinggi
ANALISIS MODEL KOMUNIKASI PUBLIK SAMANERA DAN ATTHASILANI: STUDI KASUS PADEPOKAN DHAMMADIPA ARAMA BATU HERMAN HERMAN
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i1.25

Abstract

Public Speaking (komunikasi publik) merupakan teknik berbicara kepada sekelompok orang secara terstruktur yang bertujuan untuk memberi informasi dan mempengaruhi pendengar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi public speaking training terhadap samanera dan atthasilani di Padepokan Dhammadipa Arama Batu. Tujuan kedua adalah untuk mengetahui dampak public speaking training terhadap samanera dan atthasilani di Padepokan Dhammadipa Arama Batu. Riset ini dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan public speaking samanera dan atthasilani Padepokan Dhammadipa Arama Batu ternyata masih rendah dan tidak ada standardisasi terhadap kualitas public speaking Samanera dan Atthasilani. Hal ini dikarenakan kurang adanya pembimbing dan pelatihan public speaking. Temuan lain adalah adanya komunikasi dua arah samanera dan atthasilani dengan masyarakat dalam memaparkan tema ceramah yang lebih bersifat kontekstual. Hal ini berbeda dengan negara-negara Buddhis, seperti Thailand, Myanmar, dan Srilanka yang budaya komunikasinya lebih bersifat tekstual. Kata kunci: Public speaking training, samanera, atthasilani.Buddhis, komunikasi publik
PARIWISATA RESIDENSIAL: PERKEMBANGAN PARIWISATA DI DELHA ROTE Fitri Ciptosari; Titi Susilowati Prabawa; Bele Antonius
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i1.26

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi perkembangan pariwisata internasional di daerah kurang berkembang dan melihat hubungannya dengan pembangunan daerah di Delha, Rote. Kritik terhadap pariwisata internasional menjadi landasan teori dalam mengkaji dampak positif dan negatif dari hadirnya pembangunan pariwisata di tengah kehidupan masyarakat lokal. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menganalisa hasil wawancara yang dilakukan kepada 16 informan terdiri dari 6 informan kunci dan 10 informan pendukung. Informan kunci diantaranya adalah petani rumput laut dan wisatawan residensial. Petani rumput laut memiliki keistimewaan dalam penelitian ini karena sebagai pengguna pantai yang livelihood nya banyak bersinggungan langsung dengan pariwisata residensial. Selain itu, suara petani rumput laut mewakili kelompok marjinal yang suaranya jarang didengar oleh pemangku kepentingan pariwisata dan para pembuat kebijakan. Sementara itu, komposisi informan yang terdiri dari informan lokal dan asing ditujukan untuk mendapatkan perspektif yang seimbang tentang hubungan keduanya. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dari Juli hingga Oktober 2017. Temuan menunjukkan bahwa hadirnya pariwisata residensial di Delha dengan pembangunan villa - villa pribadi telah berkontribusi positif mentransformasi wilayah Delha melalui transfer knowledge, membuka lapangan kerja dan sumber pendapatan baru. Namun demikian, penelitian ini juga mempertimbangkan konsekuensi negatif dari perkembangan pariwisata residensial yang semakin ekspansif seperti berkurangnya kepemilikan lahan oleh masyarakat lokal dan ancaman terhadap mata pencaharian lokal. Hal ini membuktikan bahwa segala bentuk privatisasi dan penggunaan lahan secara masif justru akan mengancam keberlanjutan masyarakat lokal di masa mendatang. Pembangunan semestinya membuka seluruh akses ekonomi bagi masyarakat luas tanpa ada diskriminasi, ini adalah dasar bagi demokrasi ekonomi yang melandasi pembangunan ekonomi secara inklusif dan adil bagi semua pihak.
BOOK REVIEW: SEASON OF INVOKING JUSTICE - PUISI ASA, KINI, NANTI, DAN CINTA DALAM DUNIA ANAK MUDA CHINA Latifah Latifah
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i1.29

Abstract

Hery Yanto The, anggota ISJN yang kini menjadi pengajar di China juga mengemban misi sebagai duta bangsa. Tidak hanya memperkenalkan Indonesia di China, dia juga berperan mengenalkan budaya dan masyarakat China ke masyarakat Indonesia, terutama melalui pendidikan bahasa dengan kesadaran budaya. Di penghujung tahun 2019, Hery menerbitkan buku kumpulan puisi berjudul Colors of the Bamboo Land : Poems about Four Seasons in China. Dari judul ini Hery tidak hanya ingin menunjukkan kondisi pergantian cuaca di China, tapi secara lebih dalam dia ingin menunjukkan keragaman dan keindahan ekspresi anak muda China tentang semestanya. Buku ini merupakan apresiasi Hery terhadap kerja keras anak didiknya, mahasiswa tahun pertama di Zhejiang Yuexiu University of Foreign Language (ZYUFL). Apresiasi terhadap buku puisi kumpulan karya anak muda China ini merupakan salah satu kontribusi terhadap gerakan global untuk menyuarakan isu-isu sosial. Di samping penguasaan keterampilan berbahasa, buku ini menjadi media bagi anak-anak muda untuk mengungkapkan refleksinya atas pandangan dunianya, masalah-masalah sosial yang dirasakan begitu dekat dalam kehidupan sehari-hari.
PENGELUARAN RUMAH TANGGA NELAYAN PANCING DAN KAITANNYA DENGAN KEMISKINAN DI KECAMATAN KABILA BONE, KABUPATEN BONE BOLANGO Asruddin Asruddin; Nimawati Syariah
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i1.31

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pengeluaran rumah tangga nelayan pancing yang dikaitkan dengan kemiskinannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango mulai bulan Agustus sampai dengan Desember 2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah survai dengan sampel 32 rumah tangga nelayan sebagai responden yang dipilih secara simple random sampling sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan daftar pertanyaan sebagai alat pengumpulan data. Data dianalisis dengan menghitung pengeluaran rumah tangga dan mengaitkannya dengan pendekatan garis kemiskinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk bahan makanan sebesar Rp 1.196.875,-/bln atau sebesar 61,63%, dengan rata-rata pengeluaran pangan perkapita adalah Rp 436,254,-/bln. sedangkan rata-rata pengeluaran rumah tangga non makanan sebesar Rp 745.313,-/bln atau sebesar 38, 37%.. Sementara itu rata-rata total pengeluaran rumah tangga perbulan adalah sebesar Rp 1.942.188,-/bln dengan rata-rata total pengeluaran rumah tangga perkapita sebesar Rp 720.644,-/bln. Terkait dengan garis kemiskinan yang ditinjau dari kriteria garis kemiskinan yang ditetapkan oleh Sajogyo, maka di Kecamatan Kabila Bone tidak terdapat rumah tangga nelayan pancing yang berada di kategori rumah tangga paling miskin, untuk kategori rumah tangga miskin sekali terdapat sebanyak 9,38%, untuk kategori rumah tangga miskin sebanyak 21,88% dan yang termasuk bukan kategori rumah tangga miskin adalah sebesar 68,75%. Kata Kunci : Pengeluaran Rumah Tangga, Nelayan Pancing, Kemiskinan
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT SUB DAS ALO TERHADAP PERILAKU PEMANFAATAN FISIK LAHAN Risman Jaya; Ahmad Syamsu Rijal; Irwansyah Reza Mohamad
ISJN Journal Vol 2 No 1 (2020): Volume 2 Issue 1, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i1.33

Abstract

Tujuan dilakukan penelitian untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat sub DAS Alo terhadap perilaku pemanfaatan fisik lahan. Penelitian dilakukan di kawasan sub DAS Alo yang secara administrasi sebagian besar berada di Kecamatan Tibawa. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan primer yang diperoleh berdasarkan analisa survei dan studi literatur. Metode penelitian menggunakan metode analisis kuantitatif dan deskriptif kualitatif yang diguakan untuk memperjelas dan menginterpretasikan perolehan data sebgai hasil lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial dan ekonomi sangat mempengaruhi prilaku masyarakat dalam pemanfaatan lahan di kawasan Sub DAS Alo. Kondisi sosial mengakibatkan pembukaan lahan yang mampu mengubah bentuk fisik daerah DAS seperti pengalih fungsian lahan perbukitan, hutan dan tepi sungai menjadi kawasan pertanian produktif yang kerap dilakukan oleh masyarakat. Disisi lain hasil penelitian menunjukkan terdapat kesenjangan antara pemanfaatan lahan dengan kondisi ekonomi masyarakat. Terdapat petani penggarap sebesar 39,50% dan petani pemilik sebesar 20,50% berdasarkan total sampel yang diperoleh dalam penelitian dan pendapatan petani terbesar berada di bawah Rp.<1.500.000, berdasarkan penggolongan BPS pendapata n tersebut dikategorikan pada kategori pendapatan rendah. Demikian dapat disimpulkan masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani memiliki kemampuan ekonomi yang rendah. Dengan kemampuan ekonomi rendah dapat memicu terjadinya pembukaan lahan yang lebih luas untuk bertujuan meningkatkan pendapatan yang layak.
PEMENUHAN SPIRITUAL KOMUNITAS KRISTEN DI TAPAK TUAN, ACEH SELATAN Rosnida Sari
ISJN Journal Vol 2 No 2 (2020): Volume 2 Issue 2, 2020
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v2i2.36

Abstract

Abstrak Dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 29 dikatakan bahwa setiap warga negara dilindungi haknya dalam melaksanakan aktivitas agamanya. Hal ini di lindungi juga dalam Konvenan Hak Sipil dan Politik pasal 18 yang kemudian di ratifikasi Indonesia dalam Undang-Undang no 12 tahun 2005. Dengan kuatnya pengakuan yang diberikan oleh pemerintah, maka penulis berasumsi bahwa setiap warga negara di Indonesia telah dapat memenuhi kebutuhan spiritualnya. Penelitian ini melihat bagaimana masyarakat Kristen di Tapak Tuan, Aceh memenuhi kebutuhan spiritual mereka, terutama dalam hubungannya dengan pelaksanaan ibadah minggu. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode etnoghrafi, sedangkan tekhnik pengumpulan datanya adalah dengan wawancara mendalam, observasi lapangan dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) masyarakat Kristen di Tapak Tuan tidak mempunyai tempat ibadah permanen (2) Komunitas Kristen di Tapak Tuan melakukan ibadah di kompi militer, tergantung jika ada militer yang mau rumahnya dipakai untuk beribadah (3) Masyarakat meminta pemerintah menyediakan ruang (bukan gereja) untuk beribadah, tapi karena sulitnya perizinan mereka belum memiliki ruang permanen sebagai tempat untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka. Penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah daerah mempertimbangkan untuk memberikan satu ruang khusus (bukan gereja) kepada masyarakat sehingga apa yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 dapat dinikmati oleh semua pemeluk agama. Selain itu, komunitas Kristen di Tapak Tuan bisa mempraktekkan Discovery Bibble Studies sebagai alternative pengganti ritual peribadatan selain gereja. Kata Kunci: Agama, DUHAM, Persekutuan Do’a, Penbimas, Pelayanan
Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Untuk Kesetaraan: Studi Kasus di Kota Makassar Alfiana Alfiana; Alwi Alwi; Gita Susanti
ISJN Journal Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Issue 1, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v3i1.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui model collaborative governance menurut Ansell dan Gash dalam pengelolaan sumber daya perikanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Paotere Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemaparan data deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumentasi, dan observasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaksi oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan, menetapkan ketercapaian tujuan dilakukan oleh semua aktor yang berkolaborasi, peran UPTD PPI Paotere memberikan fasilitas, inisiasi forum dan penanggungjawab dalam pengelolaan sumber daya. Face to face dialogue tidak melibatkan Perusahaan Ekspor Produk Perikanan dan Masyarakat yang tidak tergabung dalam Koperasi Insan Perikanan. (2) Kondisi awal kolaborasi, nampaknya banyak ketidakseimbangan sumber daya antar aktor yang membuat saling ketergantungan, tapi dengan kekerabatan dapat meminimalisir konflik. (3) Desain kelembagaan, adanya persama kedudukan antara pemerintah, koperasi insan perikanan sebagai lembaga swasta, organisasi masyarakat dan sebagian kelompok masyarakat. Peran UPTD PPI Paotere menginisiasi pelaksanaan forum, serta mengakomodir kebutuhan stakeholder lainnya. Pada desain kelembagaan adanya aturan hukum formal dan kesepakatan internal sebagai dasar kolaborasi. (4) Kepemimpinan fasilitatif diperankan oleh UPTD PPI Paotere sebagai mediator pengelolaan sumber daya perikanan dan menjalan fungsi pengawasan dalam pengelolaan sumber daya perikanan di Pangkalan Pendaratan Ikan Paotere Kota Makassar.
Dampak Pengembangan Kawasan Industri Bolok Terhadap Subordinasi Perempuan Di Kupang, Nusa Tenggara Timur Didimus Dedi Dhosa; Paulus AKL Ratumakin
ISJN Journal Vol 3 No 1 (2021): Volume 3 Issue 1, 2021
Publisher : Indonesia Social Justice Network (ISJN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38026/journalhsj.v3i1.40

Abstract

The development of the Bolok Industrial Zone in Kupang of East Nusa Tenggara Province has resulted in not only land acquisition, exclusion of farmers and ecological destruction but also in woman subordination. This research was conducted in the village of Kuanheum in Kupang regency, East Nusa Tenggara Province from April through November 2019. It found that the expansion of capitalism necessitated the appropriation of land in the Bolok Industrial Zone which on the one hand gave advantages to the capital owner and the state bureaucracy but on the other hand caused disadvantages to women around the area as they were constructed as the second class. The results of the social construction can be outlined as follows. First, women do not have right of ownership over communal land upon which they can do their business. Secondly, the denial of land ownership for women has resulted in little participation of women in the deliberation on land cultivation and on the impact of land acquisition. Thirdly, women are differentiated in three distinct groups namely women of the landowners, female tenants and female newcomers. The class differentiation of women has brought about the fizzling out of woman movement to defend their land when they are confronted with male dominance, state hegemony and expansion of land appropriating corporations. Abstrak Pembangunan Kawasan Industri Bolok di Kupang, Nusa Tenggara Timur, bukan saja menyebabkan akuisisi tanah, eksklusi petani, dan destruksi ekologi melainkan juga menyebabkan subordinasi terhadap perempuan. Penelitian ini dilakukan di desa Kuanheum di Kupang pada April hingga November 2019. Tulisan ini menemukan bahwa ekspansi kapitalisme membutuhkan tanah di Kawasan Industri Bolok yang pada satu sisi menguntungkan pemilik kapital dan aparatur negara, akan tetapi pada sisi lain merugikan perempuan. Perempuan di Kawasan Industri Bolok dikonstruksi sebagai kelas dua. Konsekuensi dari konstruksi demikian adalah pertama, perempuan tidak memiliki hak atas tanah ulayat sebagai basis produksi. Kedua, ketiadaan hak atas tanah berdampak pada minimnya partisipasi perempuan dalam pertimbangan mendalam tentang pengelolaan tanah dan dampak akuisisi tanah. Ketiga, adanya diferensiasi kelas perempuan, yang dapat dibedakan atas tiga karakteristik yakni perempuan dari kalangan tuan tanah, perempuan penggarap, dan perempuan pendatang dari luar desa Kuanheum yang bekerja sebagai penggarap. Diferensiasi kelas perempuan telah menyebabkan melempemnya gerakan perempuan untuk mempertahankan tanah ketika berhadapan dengan dominasi laki-laki, hegemoni aparatur negara dan ekspansi korporasi yang mengakuisisi tanah.