Articles
168 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2024): September 2024"
:
168 Documents
clear
Pelatihan Identifikasi Morfologi Tanaman Berkhasiat Obat Untuk Meningkatkan Variasi Olahan Produk dan Penjualan
Ismail, Agus Yadi;
Abidin, Zaenal;
Aminudin, Sukron;
Rahmawati, Tuti
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15357
Morfologi tanaman mengacu pada struktur dan bentuk fisiknya, pada dasarnya memahami morfologi tanaman obat akan sangat membantu dalam penggunaan bagian tanaman sebagai bahan baku obat herbal. Untuk meningkatkan produksi dan nilai jual produk tumbuhan obat, perlu adanya pengetahuan tentang komponen yang berpotensi dapat digunakan sebagai bahan obat alami. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri atas beberapa tahap, diantaranya adalah: 1) Tahap persiapan, 2) Tahap pelatihan, 3) Tahap pembinaan, dan 4) Tahap monitoring dan evaluasi. Sebelum melaksanakan kegiatan pelatihan, peserta dari mitra KWT Flamboyan berjumlah 20 orang diberikan tes awal (Pretest) untuk melihat tingkat pengetahuan mereka terhadap jenis-jenis serta morfologi tumbuhan obat beserta dengan kegunaanya. Kemudian setelah itu, peserta kembali diberikan tes akhir (Post-test) untuk melihat kemajuan dari hasil pelatihan yang telah dilakukan. Hasil tes tersebut dianalisis dengan rumus N-Gain. Hasil pelatihan menunjukan identifikasi morfologi dan bagian yang digunakan pada tanaman obat berjumlah 15 jenis. Kemudian hasil analisis terkait dengan pengetahuan dan keterampilan peserta sebelum dan sesudah kegiatan menunjukan peningkatan yang signifikan dengan menghasilkan skor N-Gain 0,6 dengan persentase 61,3% menjadikan kegiatan pelatihan ini cukup efektif untuk dilaksanakan. Dari 20 peserta yang mengikuti kegiatan ini 16 orang tergolong memiliki nilai N-Gain yang tinggi dan 4 orang memiliki nilai sedang atau 80% peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenal dan mengidentifikasi morfologi tanaman obat.
Peningkatan Literasi Digital Untuk Remaja Masjid Yayasan Baitul Mutaqin Margamulya
Sholihah, Nafiatun;
Abdulloh, Ferian Fauzi;
Rahardi, Majid
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.14551
Remaja masjid di Yayasan Sabilul Mutaqin berusia 12-24 tahun, dimana rentang usia ini merupakan kelompok dengan tingkat penetrasi internet tertinggi. Usia remaja sangat penting sekali untuk belajar literasi digital sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari agar dapat lebih baik mengelola kehidupan digital mereka, mengurangi risiko online, dan memanfaatkan teknologi dengan cara yang bermanfaat bagi perkembangan pribadi dan sosial mereka. Level literasi digital di Indonesia saat ini sekitar 62%, angka yang lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata level literasi digital di negara-negara ASEAN lainnya. Sehingga kegiatan pengabdian kemasyarakatan ini sangatlah penting untuk menaikkan level literasi di kalangan remaja terutama pada aspek etika digital dan budaya digital. Hal ini sejalan dengan program Gerakan Nasional Literasi Digital untuk meningkatkan keterampilan digital masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo dengan menyasar salah satu segmennya, yaitu masyarakat umum terutama remaja. Solusi yang dipilih adalah pemberian pembekalan dan pelatihan literasi digital, terutama pada dua aspek utama, yaitu etika digital (digital ethics) dan budaya digital (digital culture) yang islami dalam pelaksanaannya. Hasil kegiatan kami dengan adanya kegiatan ini adalah peserta menyadari pentingnya literasi digital dan dapat menerapkan penggunaan sosial media dengan bijak sesuai etika (dapat membedakan mana konten negatif dan positif), dan budaya islami (mengetahui pentingnya moderasi beragama sebagai warga negara).
Desain Program Partisipatif Pembangunan Perdesaan: Studi Kasus Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang
Yudha, Eka Purna;
Setiawan, Iwan;
Ernah, Ernah;
Fatimah, Sri;
Karyani, Tuti
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.16066
Program partisipatif merupakan suatu proses pendekatan yang melibatkan individu atau kelompok secara langsung. Desa Genteng, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, merupakan daerah pegunungan dan perbukitan, termasuk dalam kategori dataran tinggi dengan ketinggian tempat 800-1200 mdpl. Letak yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah menjadikan Desa Genteng memiliki potensi dalam mengembangkan usaha pertanian, sehingga menjadi sektor yang penting dalam pembangunan perekonomian masyarakat Desa Genteng. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan melalui wawancara dan focus group discussion. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu untuk mengetahui potensi permasalahan yang ada serta merancang program pengembangan dan ketercapaian Desa Genteng menggunakan metode SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound). Tahapan pelaksanaan dimulai dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan wawancara dan FGD, analisis data dan pembuatan laporan. Masalah yang terjadi di Dusun 4 Desa Genteng berkaitan dengan sektor pertanian, yaitu kurangnya pengoptimalan produk pertanian baik dari segi budidaya, pengolahan pasca panen, maupun pemasarannya. Program yang dapat diimplementasikan adalah penyuluhan terkait hama dan penyakit tanaman, serta workshop terkait pengolahan pasca panen produk hasil pertanian beserta dengan cara pemasarannya. Selama kegiatan berjalan, dilakukan monitoring dan evaluasi secara teratur untuk mengontrol dan menilai program tersebut.
Edukasi Pencatatan Laporan Keuangan Sederhana Umkm Di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Lembak
Evisesti, Ulya;
Ramadhani, Suci;
Primanda, Aldi;
Setiawan, Budi;
Meiriasari, Vhika;
Zaneta, Tria Lika;
Gumarno, Hendry Natanael
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15905
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Tanjung Baru, Kecamatan Lembak, mengenai pentingnya menjaga kestabilan kondisi keuangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, pembagian materi, dan sosialisasi yang dilakukan secara langsung kepada para pelaku UMKM. Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas siswa UMKM sebelumnya tidak memiliki pengetahuan keuangan yang baik, sehingga berdampak negatif pada kinerja bisnis mereka. Setelah mengikuti pelatihan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka, dengan 65% peserta mencapai pemahaman yang lebih baik dari 25% sebelum mengikuti pelatihan. Dengan demikian, edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan kemampuan keuangan para siswa UMKM, dengan harapan dapat membantu mereka dalam membuat keputusan bisnis yang lebih efisien dan berkontribusi pada peningkatan kondisi ekonomi di masyarakat.
Peningkatan Akurasi Data Wajib Pajak Melalui Implementasi Double Checking Portal NIK pada UPTD Kuta Selatan
Dewi, Kadek Rai Mita Rosita;
Putri, Putu Indah Dianti
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15654
Pusat Pemerintahan (PUSPEM) Kabupaten Badung merupakan suatu kawasan perkantoran pemerintahan Kabupaten Badung yang dirancang terintegrasi dalam satu area. Dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan otonomi daerah yang luas, nyata dan bertanggung jawab. Sehingga Badan Pendapatan Daerah atau BAPENDA bertanggung jawab atas pembayaran pajak PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan). Namun, Badan Pendapatan Daerah atau BAPENDA masih memiliki kendala dalam hal keterbatasan pemahaman dan juga kemampuan dalam implementasi double checking portal NIK pada data wajib pajak sehingga menyebabkan kurangnya peningkatan akurasi pada data Wajib Pajak atau WP. Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pendampingan kepada staf double checking dengan menggunakan sistem berbasis web portal. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dalam bentuk pelatihan dan juga pendampingan dengan pemberian materi, bantuan pelaporan, pemantauan dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian ini yaitu guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan staf double checking dalam hal peningkatan akurasi pada data Wajib Pajak atau WP dengan implementasi double checking portal NIK. Adapun saran yang dilakukan agar peningkatan akurasi data Wajib Pajak melalui implementasi double checking portal NIK pada UPTD Kuta Selatan yaitu dengan cara memanfaat dengan baik kecanggihan teknologi masa kini ada baiknya sistem yang digunakan dimodifikasi dengan sistem berbasis Informasi teknologi atau IT.
Pelatihan Pembuatan Tempe yang Higienis untuk Penyediaan Pangan Sehat Masyarakat Kampung Cibelut Cisauk-Tangerang
Barus, Tati;
Hutagalung, Rory Anthony
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.14303
Kampung Cibelut bagian dari wilayah Desa Cibogo, Cisauk-Tangerang yang masyarakatnya dulu hidup dari hasil pertanian. Namun, saat ini mereka sudah tidak memiliki lahan untuk kegiatan tersebut karena lahannya sudah dijual kepada pengembang. Kampung Cibelut dikelilingi oleh kawasan perumahan dan perkantoran yang berkembang dengan pesat. Tempe merupakan makanan khas Indonesia, dan sumber protein penting. Pemahaman masyarakat kampung Cibelut tentang tempe sebagai makanan yang sehat dan cara pembuatannya masih terbatas. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat kampung Cibelut tentang tempe sebagai makanan sehat, dan cara pembuatan tempe yang higienis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah berhasil dilakukan yang dihadiri oleh ketua RT, ketua tim masyarakat, dan para ibu kampung Cibelut. Pada kegiatan disampaikan informasi tentang tempe sebagai makanan sehat, dan bergizi sehingga dijuluki sebagai super food. Para peserta dibimbing secara langsung cara membuat tempe dari tahap awal hingga tahap akhir. Dengan demikian, para peserta telah dapat membuat tempe sendiri. Hal ini dapat diketahui dari gambar gambar tempe yang mereka laporkan lewat grup WhatsApp (WA) yang dibuat untuk kegiatan ini. Disarankan kegiatan ini masih perlu dilanjutkan guna membimbing beberapa peserta untuk produksi tempe skala besar. Dengan demikian diharapkan berdiri rumah tempe untuk skala bisnis sebagai usaha untuk sumber pendapatan keluarga.
Optimalisasi Daun Kelor Sebagai Suplemen Pencegahan Anemia dalam Bentuk Kapsul Daun Kelor
Sunarsih, Sunarsih;
Mariza, Ana;
Ulfa, Ade Maria
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.16026
Anemia merupakan masalah medis yang paling sering ditemukan di masyarakat, di samping berbagai masalah utama masyarakat yang memiliki dampak besar terhadap kesehatan. seperti masalah jantung, keguguran, dan kelahiran prematur pada wanita dewasa. World Health Organization (WHO) dalam world health statistics tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif (15 -49 tahun) didunia tahun 2019 berkisar sebanyak 29.9% Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesehatan mitra serta kemampuan masyarakat secara mandiri membuat terapi non farmakologi yaitu kapsul daun kelor yang dapat mengurangi kejadian anemia. Kegiatan ini dilakukan di Desa Tanjung Harapan Kecamatan Merbau Mataram. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk sosialisasi tentang anemia dan pemeriksaan anemia terhadap wanita usia produktif sebelum dan sesudah mengkonsumsi kapsul daun kelor, serta melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan kapsul daun kelor oleh kepakaran dari dosen farmasi menggunakan teknologi mesin penepung herba farmasi dan alat pengisi bubuk kapsul. Tercapai luaran adanya peningkatan kesehatan mitra yaitu tertanganinya anemia pada wanita usia produktif dari 42% menjadi 85% setelah konsumsi kapsul daun kelor selama 30 hari. Sedangkan evaluasi untuk peningkatan level keberdayaan mitra diketahui kemampuan masyarakat untuk Mitra mampu secara mandiri membuat kapsul daun kelor dengan menggunakan SOP yang diberikan oleh tim pelaksana dengan skor minimal 75. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesehatan wanita dengan memanfaatkan potensi lokal dalam hal ini daun kelor untuk mengatasi anemia.
Peningkatan Kapasitas Produksi Kerupuk Samiler Melalui Penerapan Mesin Pemarut Singkong pada IKM Keripik di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
Ekawati, Yurida;
Oktiarso, Teguh;
Nugroho, Didit Prasetyo
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15853
Salah satu produk dari IKM Keripik Rindy yang berlokasi di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang adalah kerupuk samiler, sejenis kerupuk yang terbuat dari singkong. Produk kerupuk samiler tersebut menghadapi permintaan yang paling tinggi dibandingkan dengan produk-produk lain seperti keripik pisang dan talas yang diproduksi oleh IKM tersebut. Salah satu masalah dari rangkaian proses produksi kerupuk samiler adalah proses pemarutan singkong. Pemarutan singkong sebelumnya dilakukan menggunakan mesin pemarut kelapa yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memarut singkong, memiliki suara yang bising dan hasil parutan yang mengotori ruangan. Oleh karena itu pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan rancang bangun mesin pemarut singkong yang dapat meningkatkan kapasitas produksi kerupuk samiler. Metode kegiatan pengabdian terdiri dari proses rancang bangun mesin pemarut singkong, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin dan penambahan peralatan proses lainnya untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk samiler. Perancangan mesin pemarut singkong didasarkan pada kebutuhan dari produk terutama mempertimbangkan higienitas karena yang diproduksi adalah produk makanan. Pembuatan mesin diserahkan pada pihak ketiga. Mesin yang dihasilkan terbuat dari stainless steel yang sesuai untuk produk makanan, kecepatan empat kali lipat dari mesin parut yang digunakan sebelumnya dan memiliki suara yang tidak berisik serta dilengkapi pengaman pada mulut mesin. Pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin dilakukan pada karyawan mitra dan kemudian dilakukan pendampingan agar penggunaan dan perawatan mesin dapat dilakukan dengan lancar dan aman. Peningkatan kapasitas pemarutan diimbangi dengan penambahan peralatan proses produksi kerupuk samiler lainnya. Namun keterbatasan ruang produksi hanya memungkinkan peningkatan kapasitas produksi kerupuk samiler dua kali lipat dari sebelumnya.
Implications of Project-Citizent Based Civic Education Learning: The Key to Obtaining Civic Competence?
Rafzan, Rafzan
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15561
The ability of citizens in civic education must have four components of ability, namely civic knowledge, civic skill, civic value and civic action. The four competencies of citizens are the most dominant things to be applied. This ability facilitates students in acting and thinking critically to solve problems in various social situations. That ability requires efficient expertise. In line with the overall competence, competence can also determine problem solving in learning. The implementation of this learning is based on obtaining the four competencies. This can determine the attitude of awareness and critical thinking of citizens in optimizing their abilities. The application of project-citizent-based learning to lead how a student as a citizen can obtain civic competence through a problem-solving process with the project citizent learning model. The four competencies are civic knowledge, civic skill, civic value and civic action, which are obtained when they explain the problem with their assumptions and reflect on the urgency of the problem that has been studied, civic skill is obtained when they optimize their role in solving problems by comparing various opinions from experts, civic value obtained when solving problems accompanied by solutions as a form of value or result of their studies, and civic actions are obtained when they act according to expectations and reality. Thus, it can be concluded that through learning the citizen project model, the problem-solving process can move citizens to grow and develop in a society that prioritizes awareness as citizens, thinking skills, values and positive attitudes of citizens (civic competence). This is due to the process and way students investigate the urgency of the problem and identify the problem, formulate the problem and determine the solution through the project citizen model.
Edukasi Potensi Peninggalan Sejarah Kabuyutan Galuh Bojongloa di Desa Karangampel Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Sebagai Desa Wisata
Sultan, Muhammad;
Purnomo, Mico Ariel Wahyu;
Nurmalasari, Ai;
Andiyni, Sabrina Dea;
Budiawan, Arie
Abdimas Galuh Vol 6, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Galuh
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25157/ag.v6i2.15110
Desa Karangampel, Kabupaten Ciamis Jawa Barat merupakan desa yang memiliki kekayaan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan. Potensi tersebut dapat dijadikan sebagai desa wisata edukasi sejarah dan tradisi, salah satunya adalah Kabuyutan Galuh Bojongloa. Peninggalan yang dapat dijadikan sebagai potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan berupa peninggalan kebendaan dan tradisi mupunjung yang dilakukan setiap menjelang tibanya bulan. Namun, Kabuyutan Galuh Bojongloa ini memiliki hambatan dalam mengembangkan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan untuk menjadi desa wisata edukasi sejarah. Berdasarkan hasil obeservasi yang dilakukan oleh tim pengabdian, hambatan tersebut disebabkan karena belum diterapkan aspek-aspek dalam mewujudkan Kabuyutan Galuh Bojongloa sebagai desa wisata edukasi sejarah diantaranya attraction, amenity, accessibility, dan ancillary. Sehingga tim pengabdian melakukan langkah-langkah metode pengabdian untuk memberdayakan potensi peninggalan sejarah dan kebudayaan Kabuyutan Galuh Bojongloa. Tahap-tahap dalam melaksanakan pengabdian terdiri atas tahap persiapan, tahap Forum Group Discussion, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan yang dilakukan oleh tim pengabdian adalah berupa pembuatan titik lokasi Kabuyutan Galuh Bojongloa melalui google maps, membuat situs di google sites dan akun instagram sebagai media informasi gambaran umum lokasi dan potensi yang dimilikinya serta memberikan sosialisasi dan edukasi kepada Pemerintah Desa Karangampel dan masyarakat setempat.