cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 432 Documents
Peran Majelis Ta'lim Albadrul Munir Dalam Pembinaan Keluarga Sakinah Salim Rambe, Ahmad Muhajir
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1984

Abstract

Di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan terdapat Majelis Ta’lim Albadrul Munir yang berdiri di tengah masyarakat. Dibentuknnya majelis ta’lim ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam tentang ajaran-ajaran Islam serta menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar terutama dalam pembentukan sebuah keluarga sakinah dimana terdapat sebuah lingkungan sosial yang kurang sehat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran Majelis Ta’lim Albadrul Munir dalam pembinaan keluarga sakinah dan apa saja yang menjadi faktor penghambat dan pendukung kegiatan Majelis Ta’lim Albadrul Munir dalam pembinaan keluarga sakinah di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian empiris yang menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan skunder. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu editing, klasifikasi, verifikasi, analisis dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Majelis Ta’lim Albadrul Munir dalam praktik pembinaan keluarga sakinah terhadap masyarakat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan. 2) Upaya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dilakasanan oleh Majelis Ta’lim Albadrul Munir itu ada yang bersifat edukatif, preventif, dan kuratif. 3) Adanya hasil yang dirasakan masyarakat setelah diadakannya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Ta’lim Albadrul Munir.4) Adanya faktor internal dan eksternal terkait penghambat dan pendukung pembinaan keluarga sakinah.
Upaya Gamers Online Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Perspektif Sakinah Quraish Shihab Firmansyah, Ahmad Hafiluddin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1986

Abstract

Pesatnya kemajuan teknologi telah memberikan dampak terhadap segala aspek kehidupan. Keberadaan game cukup merubah konstruksi masyarakat salah satu dampaknya adalah terhadap keluarga. Stabilitas keluarga cukup terancam dengan game online yang menimbulkan candu bagi pemainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan gamers online, upaya yang dilakukan gamers online dalam mewujudkan keluarga sakinah, dan melakukan analisa pandangan dalam perwujudan keluarga sakinah oleh gamers online berdasarkan teori Sakinah Quraish Shihab. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan kualitatif dan hasilnya dijabarkan kedalam bentuk deskriptif analitis. Lokasi penelitian ini berada di Desa Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terdapat empat pandangan keluarga sakinah menurut para pemain game online yakni: sakinah adalah keluarga yang penuh kebahagian, keluarga yang penuh kasih sayang, keluarga yang taat dalam beribadah, dan keluarga yang cukup dalam hal materi. Game online cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap kelangsungan keluarga. Sebab, pemainnya kerap tenggelam dalam euforia kesenangan hingga lupa waktu untuk memenuhi kewajibannya. Dalam perspektif Quraish Shihab sakinah diwujudkan dalam tindakan yang lapang dada antar pasangan. Artinya antar pasangan harus senantiasa bahu membahu dalam mewujudkan keluarga sakinah. Selain itu, dalam tahapannya, antara suami dan istri juga harus sadar dan memahami kebutuhan satu sama lain.
Peran Penyuluh Agama Islam Dalam Mencegah Perkawinan Anak Fachry, Moch Ifan; Rouf, Abd.
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1994

Abstract

Perkawinan anak merupakan perkawinan yang terjadi ketika usia calon mempelai berada dibawah usia yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan, yang menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan apabila pria maupun wanita telah mencapai usia 19 tahun. Terdapat data dari KUA Kecamatan Bululawang yang menunjukkan angka kasus perkawinan anak di Kecamatan Bululawang mengalami peningkatan lebih dari 100% yakni dari 9 perkara di tahun 2019 naik menjadi 27 perkara di tahun 2020. Penyuluh Agama Islam hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan bimbingan kepada masyarakat Islam agar dapat mengaktualisasikan pemahaman, pengamalan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitaif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran Penyuluh Agama Islam dalam mencegah perkawinan anak di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya perkawinan anak di Kecamatan Bululawang antara lain yaitu faktor pendidikan, pergaulan bebas, dan budaya/kebiasaan. Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bululawang sudah melakukan beberapa upaya dalam melakukan pencegahan perkawinan anak, mulai dari Mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah, mengadakan sosialisasi di kelompok jama’ah masyarakat, serta aktif di media sosial dengan menjadikannya sumber informasi dan ruang diskusi bagi masyarakat untuk lebih memahami arti perkawinan, khususnya tentang bahaya/dampak dari perkawinan anak.
Tradisi Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Suku Ende Perspektif 'Urf A.S, Arini Anggriany; Sudirman, Sudirman
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1996

Abstract

Upacara perkawinan adat suku Ende memiliki prosesi adat yang panjang seperti temba zaza, ngambe,nai ono dan buku pelulu, bhaze duza,wa’u ngao, wa’u sodho, minu ae petu, mendhi belanja, tandi kelambu,pa’i laka, tu ata nika/jeju. Karenanya tulisan ini mengkaji dua aspek, yaitu: Pertama, pandangan masyarakat terhadap prosesi upacara perkawinan adat suku Ende di Kabupaten Ende. Kedua, bagaimana prosesi upacara perkawinan adat suku Ende perspektif ‘Urf. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: Pertama, masyarakat di Kabupaten Ende masih mempertahankan tradisi upacara adat dalam proses pernikahan. Pandangan tokoh adat dan tokoh masyarakat mengenai tradisi perkawinan adat di Kabupaten Ende merupakan sebuah syarat yang harus dipenuhi, karena tidak akan terjadi pernikahan apabila tidak dilakukan prosesi adat. Kedua, dari bentuknya, tradisi perkawinan adat yang dilakukan masyarakat Kabupaten Ende merupakan ‘urf berupa perbuatan atau ‘urf al-amali. Sedangkan dari macamnya tradisi upacara adat Ende dapat digolongkan dalam 'Urf Sahih. Mengenai jenisnya, tradisi perkawinan adat Ende masuk dalam 'Urf al-Khas atau khusus.
Pemahaman Jama’ah Tarekat Qadiriyah Wa Naqsabandiyah Gading Pesantren Tentang Keluarga Sakinah syaputra, muhammad syafiq
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2134

Abstract

Terciptanya keluarga yang tentram, damai dan sejahtera dalam suasana cinta dan kasih sayang sudah barang tentu diharapkan dapat mewujudkan suasana berkeluarga yang harmonis dalam membina generasi penerus yang berkualitas. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah sebagai salah satu sarana atau upaya untuk masyarakat mengembangkan dan menguatkan pengetahuan agamanya, sehingga dalam menjalani kehidupannya masyarakat tidak hanya sekedar beragama namun juga mengetahui esensi atau makna dari agamanya. Selain itu juga sebagai washilah mendekatkan dirikepada Allah, agar setiap hal yang dilalui mendapatkan keberkahan. Penelitian ini menggali tentang bagaimana pandangan jamaah Tarekat tersebut tentang keluarga sakinah. Penelitian ini menggunakan metode penggalian data dengan wawancara dan observasi kepada informan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif dengan pendekatan empiris sosiologis, yang menggunakan teori fenomenologi yang bertujuan untuk mencari hakikat atau esensi dari pengalaman, yakni menggunakan gambaran tentang kehidupan rumah tangga para jamaah Tarekat. Dimana mereka membangun bahtera rumah tangga mereka dengan berdasarkan nilai-nilai ajaran Tarekat yang telah mereka pahami dan kemudian mengamalkannya dalam kehidupan mereka sehari-harinya, yang merupakan alat untuk menopang rumah tangga mereka menuju keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Adapun Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pandangan para jamaah terhadap pemahaman keluarga sakinah sangat dipengaruhi oleh pengamalan pada Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yang beranggapan bahwa keluarga sakinah merupakan keluarga yang terbentuk atas dasar ketaqwaan; dan juga Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah berperan penting dalam menciptakan nuansa islami dalam keluarga, bukan hanya itu namun juga mampu menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, sehingga terciptalah keluarga yang sakinah.
Upaya DP3A Kabupaten Malang dalam Optimalisasi Melindungi Anak Korban Kekerasan saat Pembelajaran Daring Perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga sobri, ahmad mulki; Rouf, Abd.
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2136

Abstract

Kebijakan pembelajaran daring atau pembelajaran di rumah masing-masing yang ditetapkan oleh pemerintah untuk meminimalisir penyebaran covid-19. Akan tetapi di dalam pembelajaran daring tersebut banyak menimbulkan problematika diantaranya adanya kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang hadir untuk memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan saat pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya DP3A Kabupaten Malang dalam optimalisasi melindungi anak korban kekerasan saat pembelajaran daring dan untuk mengetahui upaya DP3A Kabupaten Malang dalam optimalisasi melindungi anak korban kekerasan saat pembelajaran daring perspektif Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Artikel ini menggunakan penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan Sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu peneliti dengan melakukan wawancara. Hasil dari penelitian ini diantaranya adalah: DP3A Kabupaten Malang telah memberikan perlindungan dengan cara melakukan pendampingan terhadap anak korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang tuanya dengan melakukan pemeriksaan psikologis bagi korban dan pelaku untuk pemulihan mental dan psikisnya. Upaya dilakukan oleh DP3A dalam memberikan perlindungan terhadap korban kekerasan terhadap anak sudah sesuai dengan Pasal 22 ayat (1) Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)
Walimatul ‘Urs Pada Masa Pandemi Covid-19 Evanatasa, Charolyn; Wahidi, Ahmad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2140

Abstract

Pelaksanaan walimatul ursy disaat pandemi covid-19 mejadi pembahasan yang menarik, dimana akad dan walimah mengundang cukup banyak orang dan tentu saja akan memicu kerumunan. Sedangkan covid -19 sendiri penyebaran tidak memandang siapapun itu, jelas hal ini akan menambah kenaikan angka covid-19. Untuk mengatasi hal itu pemerintah menetapkan beberapa peraturan, salah satunya Peraturan pemerintah nomor 21 tahun 2020. Penelitian ini akan membahas pelaksanaan Walimatul Ursy Pada Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Maqashid Al-Syari’ah di Desa Bulurejo Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang pada masa bulan Agustus sampai November 2022. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian empiris menggunakan pendekatan studi kasus, sumber data primernya berasal dari hasil wawancara dan dokumentasi sedangkan sumber data sekundernya berasal dari kitab al-Muawafaqat imam asy-Syatibi, dan buku lainnya yang memeliki keterkaitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan walimatul ursy di masa pandemi dan bagaimana pelaksanaan tersebut jika ditinjau dari teori Maqashid al-Syari’ah. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan walimatul ‘ursy pada masa pandemi di desa Bulurejo kecamatan Tempusari Kabupaten Lumajang perspektif maqâshid al-syarîʻah imam Asy-Syathibi sudah baik dan benar, karena sejalan dengan konsep Al-Dharuriyat Al-Khams (Lima Unsur Kebutuhan Pokok).
Zakat Distribution For Productive Student Scholarship Program By BAZNAS Gresik Regency In Yusuf Al-Qardhawi’s Perspective Pratiwi, Retno Dini
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2182

Abstract

BAZNAS is the official and only institution formed by Indonesian government have an important role in the utilization of zakat. As a form of concern for deserver of zakat in education especially in the Gresik Regency area, BAZNAS Gresik Regency established a program called Productive Student Scholarship. Yusuf Al-Qardhawi as a contemporary fiqh scholar, has a thought about zakat which is moderate and can be implemented in this era. In this study, the Productive Student Scholarship Program by BAZNAS Gresik Regency is linked to the perspective of Yusuf Al-Qardhawi. The purpose is to explain and analyze Productive Student Scholarship program at BAZNAS Gresik analyzed from Qardhawi's perspective. This research uses empirical research using a qualitative approach. Sources of data used are primary and secondary data with data collection methods through interviews. The result of this study are The Productive Student Scholarship Program is part of one of the pillars of the "Gresik Berdaya" program by BAZNAS Gresik. In the implementation and application of this program is related to Yusuf Al-Qardhawi's views regarding zakat for scholarship education which is categorized into Fakir, Miskin, and fi Sabilillah group. BAZNAS Gresik Regency prioritizes underprivileged students to be given scholarship.
Diversi Terhadap Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum Perspektif Maslahah Mursalah setianingrum, wiwin; Bachri, Syabbul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jfs.v6i3.2203

Abstract

Meskipun telah tersedia undang-undang peradilan pidana khusus untuk anak, tapi perlanggaran terhadap hak anak masih sering terjadi. Salah satu cara untuk melindungi hak-hak anak tersebut, maka ditetapkanlah proses diversi. Fokus penelitian ini adalah diversi terhadap narapidana anak perspektif maslahah mursalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan diversi menurut Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan untuk mengetahui pelaksanaan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum menurut Maslahah Mursalah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian normatif (legal research), menggunakan pendekatan perundang-undangan, dan konseptual. Bahan hukum dalam penelitian ini ada tiga: bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Secara mendasar ketentuan Diversi dimuat dalam Bab II pasal 6 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012. Lalu sebagai ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur diversi dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2015. 2) diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum menghasilkan kemaslahatan bagi anak berupa peralihan proses penyelasaian perkera pidana, dari proses peradilan menuju proses musyawarah diversi yang dapat dilakukan di luar peradilan, serta berupa perlindungan hak-hak anak ketika menjalani proses penyelesaian masalah pidana.
Judul: Pandangan Elit Agama Islam dan Kristen di Kota Miri Sarawak Tentang Konversi Agama Sebab Pernikahan Dan Implikasinya Terhadap Keharmonisan Rumah Bolhasan, Abdilrahman Nursalam Bin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 5 No 4 (2021)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarawak termasuk salah satu negeri bagian Malaysia yang memiliki otonomi dalam pemerintahan, imigrasi, dan pengadilan tersendiri, contohnya Ordinan Undang-Undang Keluarga Islam Seksyen 9 no. (1); “Tiada orang boleh berkahwin dengan orang bukan Islam.” Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pandangan elit agama Islam dan Kristen terhadap konversi agama disebabkan pernikahan, serta untuk mengetahui implikasi konversi agama disebabkan pernikahan terhadap keharmonisan rumah tangga. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis. Pendekatan yuridis sosiologis adalah mengidentidikasi dan mengkonsepsikan hukum sebagai institusi sosial yang riil dan fungsional dalam sistem kehidupan nyata. Pendekatan yuridis sosiologis adalah menekankan penelitian yang bertujuan memperoleh pengetahuan hukum secara empiris dengan menuju ke objeknya yaitu mengetahui hukum terhadap masyarakat yang melakukan konversi agama. Pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkut paut dengan isu hukum yang ditelisi, yaitu penelitian terhadap norma-norma yang terdapat dalammal-quran dan hadis, Ordinan No.43 Tahun 2001 Seksyen 9 tentang Perkahwinan Tak Sah. Penelitian yuridis sosiologis ini berlokasikan di Kantor Jabatan Agama Islam Sarawak Miri, Tabung Baitulmal Miri, Gereja Borneo Evangelical Mission, Gereja Good Sheperd, Kampung Haji Zain Galau, dan Kuarters Kerajaan Marudi. Terdapat sembilan responden yang terdiri para elit agama serta dua pasangan suami istri pelaku konversi agama. Hasil penelitian ini dibagikan kepada beberapa kesimpulan berdasarkan 2 kelompok elit agama. Cendekiawan Islam mengatakan bahwa non-muslim perlu diperkenalkan tentang Islam dan tidak memaksa mereka untuk melakukan konversi, apabila mereka sudah bersedia memeluk Islam, barulah dilanjutkan konversi agama dan diizinkan nikah. Elit agama Kristen mempunyai 2 pendapat berdasarkan aliran Katolik dan Protestan. Kristen Katolik mengatakan urusan konversi agama itu terserah individu tersebut yang penting ada rasa cinta antara mereka. Berbeda dengan Kristen Katolik yang melarang konversi agama. Implikasi konversi agama sebab pernikahan membawa keharmonisan dalam sebuah hubungan ketika pasangan tersebut melakukannya dengan mengikuti syariat yang telah ditetapkan oleh agama dengan penuh komitmen.