Articles
432 Documents
Pemahaman Alumni Pengurus Ma’had Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tentang Konsep Kafa’ah dalam Memilih Pasangan Perspektif Madzhab Syafi’i
Wijayanto, Much Agung
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1907
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep kafa’ah menurut alumni pengurus Ma’had Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk ditinjau dengan perspektif Madzhab Syafi’i. Diketahui banyak pengurus ma’had yang sudah selesai masa pengabdiannya untuk melangsungkan ke jenjang pernikahan, ada beberapa pengurus ma’had yang menikah sesama dengan pengurus ma’had, dari tahun 2019 sampai 2021 hanya terdapat 3 pernikahan diantara sesama pengurus ma’had, sedangkan jumlah pengurus ma’had keseluruhan 300 lebih, sehingga timbul permasalahan mengapa pernikahan diantara mereka sedikit, apakah ada konsep kafa’ah lain diantara mereka. Jenis penelitian artikel ini adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 jenis sumber data yakni, sumber data primer yaitu turun langsung ke lapangan dan sumber data sekunder sebagai pendukung. Hasil dari penelitian ini yaitu konsep kafa’ah yang diutamakan oleh pengurus ma’had yang menikah dengan selain pengurus ma’had ada beberapa hal yaitu, 1) mencari pasangan yang lokasi lebih dekat dengan keluarga, 2) dipilihkan oleh orang tua (wali), 3) sudah mengenal pasangan lebih dulu, 4) memilih yang hafal al-Qur’an.
Penundaan Perkawinan Di Bawah Umur Melalui Pemenuhan Hak Anak
Izzati, Disinta Rohmatul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1932
Angka perkawinan di bawah umur yang masih tinggi, memicu pemerintah bergerak gesit berupaya menghambatnya. Sekolah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya (Sepeda Keren) merupakan salah satu bentuk upaya serta perhatian Pemerintah Kabupaten Trenggalek terhadap isu isu sosial salah satunya perkawinan dibawah umur. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan strategi pemenuhan hak anak dan manfaat yang didapatkan sebagai upaya menunda perkawinan dibawah umur yang ada di Program Sepeda Keren. Metode Penelitian yang digunakan yakni Yuridis Empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Penelitian berlokasi di Desa Manggis, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Data diperoleh melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini sebagai berikut pertama, strategi pemenuhan hak anak diantaranya melalui pembuatan forum anak, perlindungan komunitas melalui regulasi, melakukan pendampingan, menciptakan suasana yang ramah anak serta menghargai sesama anggota forum anak. Kedua, Adapun manfaat yang didapatkan yakni memberikan pemahaman terkait dampak negatif perkawinan dibawah umur, pemahaman bahwa perkawinan memerlukan kesiapan yang matang serta aktivitas anak yang dilakukan pada seusianya serta menumbuhkan semangat untuk menata masa depan dengan meraih cita cita yang dimiliki. Selain itu, manfaat yang didapatkan yakni anak memiliki tempat dia bercerita berbagi masalah dengan lingkungan orang – orang positif.
Upaya Membentuk Keluarga Islami Dalam Keluarga Pekerja Migran Perspektif Sayyid Muhammad
Lil Insan, Dofa Ibrah;
Mustafa, Ahsin Dinal
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1964
Membentuk Keluarga Islami dalam sebuah keluarga merupakan hal yang tidak mudah. Terkadang ada suatu persoalan yang datang jika kita menyelesaikan persoalan yang lain. Seperti jika seorang kepala keluarga yang menjadi pekerja migran, pastinya akan banyak rintangan yang akan dia dapat. Berpisah dengan istri dengan menunggu sangat lama bisa menjadi pemicu untuk retaknya hubungan, terjadinya perselingkuhan, dan bahkan bisa menimbulkan perceraian. Untuk mengetahui upaya keluarga migran di Dusun Tlogogede memenuhi hak dan kewajiban mereka sebagai suami istri dari KHI dan perspektif sayyid Muhammad dalam Adabul Islam Fi Nidhomil Usroh. Jenis penelitian ini adalah yurisis empiris, sedangkan pendekatannya adalah yuridis sosiologis. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa keluarga Islami dapat diwujudkan jika memiliki pondasi yang kuat, yaitu adanya kepala keluarga sebagai pemimpin dalam keluarga tersebut. Jadi kepala keluarga memiliki kewajiban untuk membimbing anak dan istrinya menjadi lebih baik. Lalu hubungan orang tua dan anak juga merupakan hal yang penting agar keluarga tersebut dapat dikatakan keluarga yang Islami. Komunikasi yang baik dengan anak dapat memberikan suasana yang hangat dalam keluarga. Jika poin-poin di atas sudah terpenuhi, maka membangun keluarga yang Islami, keluarga yang memiliki ketentraman akan lebih mudah diwujudkan.
The Judge’s Decision on Rejection of Polygamous Marriage Proposal in Sadd adz-Dzari'ah Perspective
Mahmudi, Zaenul;
Khaira, Thariqul
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1966
Polygamy is permitted in Islamic law and also in Indonesian marriage law when fulfilled the requirements. In decision number 280/Pdt.G/2020/PA.Sbh the application for a polygamy permit was rejected by the Judges, despite the fact that the first wife had granted permission for polygamy and the husband had met the polygamy requirements. As a result, the focus of this research is on discussing the Judge’s considerations then analyzing them using sadd adz-dzari’ah. This is normative research using a case approach, and it is carried out by tracing, searching, and reviewing materials in the form of decisions, laws, books, journals, and other sources related to polygamy and sadd adz-dzari’ah. The Judges rejected the case because the application for a polygamy permit do not comply with Law numbern1nof 1974, and Lawnnumbern9nofn1975. Sadd adz-dzari’ah states that whether the case is accepted or rejected, both contain mafsadah. The differences are in the mafsadah’s quality; if the case is accepted, the mafsadah’s quality is qath’i. Whereas if the case is rejected, the mafsadah’s quality is ghalib. Closing the definite mafsadah takes precedence, so this case is better rejected based on the sadd adz-dzari’ah analysis because the quality of the mafsadah is lower.
The Implementation of The Concept of Fairness of One Roof- Polygamous Family in The Perspective of Imam Syafi’i
Muhidin, Abd;
Jamilah, Jamilah
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1967
Polygamy is legal in Islam, but the husband must be able to treat all his wives fairly. Husbands must only be fair in living (food, clothing, and housing) and time division. If all the husband's wives agree, then Islamic law makes it possible to gather all his wives in one place. This article investigates case fairness in three polygamous families living under one roof in Jrengik Sampang. This article aims to discover how polygamy practitioners perceive justice and how it is applied in one-roof polygamous families using the concept of Imam Shafii's fairness. This research is empirical with a qualitative approach. Primary data sources are interviews with informants. secondary data. Sources are books and journals on the justice of polygamy, according to Imam Shafii. This article used data editing, classification, verification, analysis, and field conclusions. Based on the findings of this article, practitioners of polygamous marriages view justice in polygamous families as a necessity and generalize everything outwardly to all wives without exaggerating. The implementation of justice in one-roof Polygamous families in Jrengik District has been going well in their respective ways.
Efektivitas Program Gerakan Masyarakat Pencari Keadilan Dari Desa Terluar Dalam Mewujudkan Sidang Keliling Isbat Nikah
Rozikhin, Moch. Ferdy Nur;
Azmi, Miftahudin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1969
Penerapan dari acces to justice ialah bentuk pelayanannya berupa sidang diluar gedung pengadilan guna membantu masyarakat yang sulit untuk mendapatkan keadilan secara datang langsung ke kantor Pengadilan Agama. Namun bagaimana apabila bentuk pengimplementasian PERMA tersebut dipadukan dengan bakti sosial, seperti program gerakan masyarakat pencari keadilan dari desa terluar (GEMPAR) yang dibuat oleh Pengadilan Agama Tanjung. Tulisan ini mengkaji dua aspek yaitu: pertama, bagaimana pandangan Hakim Pengadilan Agama Tanjung dan masyarakat pedalaman Kabupaten Tabalong terhadap program gerakan masyarakat pencari keadilan dari desa terluar. Kedua bagaimana efektivitas kegiatan program gerakan masyarakat pencari keadilan dari desa terluar dalam mewujudkan PERMA No. 1 Tahun 2015 kepada masyarakat pedalaman Kabupaten Tabalong. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh di lapangan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam proses pengolahan data menggunakan teknik edit, klasifikasi, analisis dan kesimpulan. Proses analisis didukung dengan konsep teori efektivitas hukum menurut Soerjono Soekanto. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pandangan Hakim Pengadilan Agama Tanjung dan masyarakat pedalaman Kabupaten Tabalong terhadap program gerakan masyarakat pencari keadilan dari desa terluar (GEMPAR) yakni program ini sudah berjalan sesuai denga PERMA No. 1 Tahun 2015 dan menurut masyarakat pedalaman program ini merupakan program yang bermanfaat dan sangat membantu mereka. Selain itu program ini juga ditinjau melalui lima faktor teori efektivitas hukum Soerjono Soekanto telah efektif, hanya saja ada satu faktor yakni faktor masyarakat dari hasil analisis, masyarakat disana kurang rasa kesadaran atas pentingnya nilai hukum.
Pergaulan Bebas Pasca Khitbah Perspektif Kaum Abangan Di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang
Izza, Khafidhotul;
Azmi, Miftahudin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1971
Khitbah disyariatkan Islam sebagai wahana untuk saling mengenal dan disinilah kemantapan hati, keseriusan hati dan keyakinan hati untuk menikah dipersiapkan lebih matang. Khitbah adalah meminang atau melamar seorang perempuan yang boleh dinikahi secara syar’i yang dilakukan oleh seorang laki-laki baik secara langsung maupun tidak, baik dengan datang sendiri maupun melalui wakil atau perantara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perspektif kaum abangan di Kecamatan Karangploso terhadap pergaulan bebas pasca khitbah dan ilmplikasi pergaulan bebas pasca khitbah yang dilakukan kaum abangan di Kecamatan Karangploso. Penelitian ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data melalui wawancara dengan teknik snowball sampling, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah kaum abangan di Kecamatan Karangploso secara umum melanggar ketentuan syariat dalam melakukan interaksi atau pergaulan setelah terjadinya khitbah. Sebagian besar kaum abangan mengetahui batasan-batasan pergaulan yang dianggap baik, akan tetapi batasan tersebut belum sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Misalnya orang tua mengizinkan putra putrinya yang dalam masa khitbah untuk pergi berdua tanpa mahram bahkan hingga larut malam, berpegangan tangan, saling berkunjung bahkan sampai menginap dan lain sebagainnya. Pergaulan bebas yang dilakukan kaum abangan menimbulkan dampak negatif, diantaranya pergeseran pandangan masyarakat terhadap pergaulan calon pengantin pasca khitbah, merusak akhlak pelaku pergaulan bebas, terjadinya hamil di luar nikah dan status anak diragukan.
Kehidupan Keluarga Long Distance Relationship (LDR) Dalam Membangun Keluarga Sakinah Perspektif Qiroah Mubadalah
Octarina, Venna;
Sabti Rahmawati, Erik
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1973
Hidup bersama pasangan pastinya bisa saling memahami dan saling mengerti satu sama lain, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa hidup bersama menjadikan keluarga yang sakinah. Begitu juga dengan pasangan suami istri yang sedang menjalani long distance relationship mereka pasti punya cara tersendiri untuk menjaga agar hubungan rumah tangganya menjadi sakinah. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut terkait relasi keluarga yang menjalani LDR baik pada relasi suami istri, metode mendidik anak, relasi dengan keluarga besar dan lingkungan serta upaya suami istri LDR dalam mewujudkan keluarga sakinah perspektif qiro’ah mubadalah. Penelitian ini merupakan penelitian empiris atau penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer sumber data utama yang diperoleh melalui wawancara dan sekunder yang diperoleh melalui buku, artikel, jurnal,dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa relasi suami istri yang menjalani LDR di Desa Kasri baik dan harmonis, pasangan suami istri yang sedang menjalani LDR tidak menghalangi untuk menerapkan pilar mubadalah yang menjadi perbedaan dengan pasangan yang tidak LDR yaitu pada pilar ke dua tentang prinsip bepasangan, karena tidak hidup dalam satu rumah maka sebagai gantinya bagi pasangan yang sedang menjalani LDR konsep ini sebagai implementasi Kerjasama atau lebih mengarah pada saling berbagi antar pasangan.
Reaktualisasi dan Relevansi Konsep Kafa'ah Perspektig Generasi Muda Ormas Keagamaan
Karim, Lelyana Rozaqul;
Kadarisman, Ali
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1974
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang reaktualisasi konsep kafa’ah, yaitu adanya perubahan pemaknaan terkait kriteria konsep kafa’ah pada transformasi sosial dan keagamaan yang difokuskan pada generasi muda ormas keagamaan serta menganalisis relevansi konsep kafa’ah di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, secara umum unsur-unsur kafa’ah yaitu; Agama, nasab atau keturunan, kemerdekaan, pekerjaan, harta atau kekayaan, dan tidak cacat. Namun adanya perubahan sosial dan keagamaan tersebut yang akhirnya mendorong terjadinya reaktualisasi konsep kafa’ah. Adapun komponen serta perubahan makna yang terjadi pada generasi muda ormas keagamaan yaitu pertama, adanya perbedaan pemaknaan reaktualisasi konsep kafa’ah, misalnya dalam hal agama terdapat perbedaan makna yaitu pada tingkat ilmu agama dan beragama Islam, selanjutnya dalam hal nasab yaitu dianggap sekufu’ apabila calon pasangan dan keluarganya berasal dari keluarga yang baik hingga pada background orangtua yang masih utuh. Kemudian dalam hal kemerdekaan dimaknai dengan bebas berpendapat, bebas berkarir bagi perempuan dan bebas tanggungan (hutang), serta penambahan kriteria pada ormas tertentu yaitu se-aliran atau berasal dari satu ormas. Kedua, adanya reaktualisasi konsep kafa’ah dengan pembaharuan makna serta kriteria yang dinilai masih sangat relevan apabila dijadikan acuan pada era modern.
Implementasi Pasal 30-34 Undang-Undang Perkawinan dalam Membentuk Keluarga Sakinah pada Masyarakat yang Terdampak Pandemi Covid 19
Maghfirroh, Ariza Leni;
Mustafa, Ahsin Dinal
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 3 (2022): Sakina: Journal of Family Studies
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18860/jfs.v6i3.1981
Pandemi Covid 19 sangat berdampak besar terhadap segala aktifitas sehari-hari, banyak masyarakat mengalami keretakan dalam rumah tangganya sehingga banyak terjadi percerain, namun sejauh ini masyarakat Polowijen mampu mempertahankan keharmonisan keluarga dan bertanggungjawab atas hak dan kewajiban masing-masing tidak adanya kasus perceraian walaupun mengalami dampak pandemi, sehingga keluarga sakinah itu terbentuk. Beradasarkan hal tersebut jurnal ini ditulis guna untuk mengetahui faktor penyebab terbentuknya keluarga sakinah ditengah pandemi Covid 19 pada masyarakat Kelurahan Polowijen dan upaya nya dalam memenuhi hak dan kewajiban berdasarkan Pasal 30-34 Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan di tengah pandemi covid 19. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam proses mengumpulkan data dengan melakukan wawancara kepada 5 narasumber warga Kelurahan Polowijen yang mengalami dampak pandemi covid 19. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan penulis kepada narasumber yang telah dipilih ada tiga yang bisa dilaksanakan dari kelima faktor ketentuan M. Quraish Shihab. Dua indikator yang tidak kalah penting yaitu meluangkan waktu bersama keluarga dan menjalin ikatan yang erat antar anggota keluarga. Apabila dalam kedua temuan faktor tersebut juga diterapkan, maka keluarga sakinah itu akan terwujud dengan sendiri. Upaya yang dapat dilakukan narasumber terdampak pandemi Covid 19 dalam hak dan kewajiban yaitu dengan menerapkan nilai pasal 30-34 Undang-Undang no 1tahun 1974 tentang Perkawinan serta dengan cara: a) mengkonsumsi makanan pokok lebih murah, b) berbelanja sesuai kebutuhan, c) memberi pengetian pada keluarga dan d) bekerjasama antar anggota keluarga untuk hidup hemat.