cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2025)" : 9 Documents clear
Strategi Komunikasi Publik Pengelola Wisata Religi Masjid Raya Al Mashun Medan dalam Meningkatkan Minat Wisatawan Uchie, Uchie; Deni, Indira Fatra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2439

Abstract

This study aims to analyze the public communication strategies employed by the management of Al Mashun Grand Mosque in Medan to enhance tourist interest in the mosque as a religious tourism destination. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The study adopts the marketing mix theory within the context of tourism communication. The findings indicate that the mosque management still relies heavily on personal communication approaches and the mosque’s historical image, with suboptimal utilization of social media platforms. Friendly service and direct information transparency serve as key strengths in attracting tourists. However, limitations in human resources for digital content management and the lack of educational narratives present challenges in modernizing public communication efforts. The study recommends the formation of a dedicated team for digital media management, development of educational content, and collaborative promotion with the government and creative communities. These efforts are essential for enabling Al Mashun Grand Mosque to adapt to technological advancements and become a leading and sustainable religious tourism destination. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh pengelola Masjid Raya Al Mashun Medan dalam upaya meningkatkan minat wisatawan sebagai destinasi wisata religi. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori marketing mix dalam kajian komunikasi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola masih mengandalkan pendekatan komunikasi personal dan citra historis masjid, dengan pemanfaatan media sosial yang belum optimal. Strategi pelayanan ramah dan keterbukaan informasi secara langsung menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital dan kurangnya narasi edukatif menjadi tantangan dalam transformasi komunikasi publik yang lebih modern. Penelitian ini merekomendasikan membentuk tim untuk pengelolaan media digital dan pengembangan konten edukatif serta promosi kolaboratif dengan pemerintah dan komunitas kreatif, agar Masjid Raya Al Mashun mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadi destinasi wisata religi unggulan yang berkelanjutan.
Festival Women Ngalam Bergerak sebagai Wadah Penggerak Aktivisme Feminis di Malang Raya Lasari, Yuni; Dewi, Sulih Indra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2526

Abstract

This study aims to analyze how the Women Ngalam Bergerak Festival serves as a driving force for feminist activism in Malang Raya. Initiated by Paguyuban Literasi Malang to commemorate International Women’s Day 2024, the festival responds to the lack of safe spaces and limited participation of women in local public discourse. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that the festival is not merely a symbolic celebration, but a collaborative space that facilitates the exchange of feminist discourses across various backgrounds, including activists, academics, artists, and marginalized communities. The festival featured activities such as safe space forums, open-mic sessions, art exhibitions, feminist book discussions, and cloth pad workshops—each serving as platforms for healing, advocacy, and education. It also catalyzed the formation of a new community, “Women Ngalam Bergerak,” which continues to hold monthly discussions, internal classes, and community-based advocacy. The study highlights the characteristics of a new social movement present in the form of horizontal relations, cross-gender participation, and collective awareness of the importance of safe spaces and transformative justice. This festival demonstrates that safe spaces and feminist discourse can be built from the ground up through organized, conscious, and collaborative community work. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Festival Women Ngalam Bergerak menjadi wadah penggerak aktivisme feminis di Malang Raya. Festival ini digagas oleh Paguyuban Literasi Malang dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2024, dan dilatarbelakangi oleh minimnya ruang aman serta terbatasnya partisipasi perempuan dalam diskursus publik lokal. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa festival ini tidak hanya menjadi perayaan simbolik, melainkan ruang kolaboratif yang memfasilitasi pertukaran wacana feminisme lintas latar belakang: aktivis, akademisi, seniman, serta komunitas marjinal. Festival menghadirkan forum diskusi bertema ruang aman, mimbar bebas, pameran karya, review buku feminis, hingga workshop pembalut kain, yang semuanya menjadi media pemulihan, advokasi, dan edukasi. Festival ini juga memicu lahirnya komunitas baru “Women Ngalam Bergerak” yang secara berkelanjutan mengadakan diskusi bulanan, kelas internal, dan advokasi berbasis komunitas. Temuan mengindikasikan bahwa karakteristik new social movement hadir dalam bentuk relasi horizontal, partisipasi lintas gender, serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya ruang aman dan keadilan transformatif. Festival ini membuktikan bahwa ruang aman dan wacana feminisme dapat dibangun dari bawah melalui kerja kolaboratif komunitas yang sadar dan terorganisir.
Analisis Social Comparison dan Life Satisfaction pada Mahasiswa Tingkat Akhir dari Perspektif Sosiologi Komunikasi Ramadhani, Nabyla Octa; Purnamasari, Devi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2401

Abstract

Final-year students are in a complex transition phase marked by academic pressure, career uncertainty, and high social expectations. In this situation, social comparison often functions as part of symbolic and intrapersonal communication processes through which students evaluate their position in society. This study aims to analyze the reasons why students engage in social comparison and its impact on life satisfaction, positioning their subjective experiences within the context of sociology of communication. The research employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving six final-year students in Semarang City from various universities and work backgrounds. The findings indicate that social comparison arises both consciously and unconsciously in students’ communication processes, either as self-reflection or as a response to external social pressures, including those from social media. Upward comparison tends to trigger feelings of lagging behind, anxiety, and dissatisfaction, while downward comparison can foster gratitude. Life satisfaction is influenced by how individuals interpret these comparisons and the extent of social support they receive. This study emphasizes the importance of awareness of symbolic and intrapersonal communication processes in managing social comparison, so that students can maintain their emotional and social well-being during the final stage of their studies. Abstrak Mahasiswa tingkat akhir berada dalam fase transisi yang kompleks, ditandai oleh tekanan akademik, ketidakpastian karier, dan ekspektasi sosial yang tinggi. Dalam situasi ini, perbandingan sosial (social comparison) sering kali menjadi bagian dari proses komunikasi simbolik dan intrapersonal untuk mengevaluasi posisi diri dalam masyarakat. Studi ini bertujuan untuk menganalisis alasan mahasiswa melakukan perbandingan sosial dan dampaknya terhadap kepuasan hidup (life satisfaction), dengan menempatkan pengalaman subjektif mereka dalam konteks sosiologi komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa tingkat akhir di Kota Semarang dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang pekerjaan. Temuan menunjukkan bahwa social comparison muncul secara sadar maupun tidak sadar dalam proses komunikasi mahasiswa, baik sebagai refleksi diri maupun akibat tekanan sosial eksternal, termasuk media sosial. Upward comparison cenderung memicu rasa tertinggal, kecemasan, dan ketidakpuasan, sedangkan downward comparison dapat menumbuhkan rasa syukur. Tingkat kepuasan hidup dipengaruhi oleh bagaimana individu memaknai perbandingan tersebut serta sejauh mana mereka memperoleh dukungan sosial. Studi ini menegaskan pentingnya kesadaran akan proses komunikasi simbolik dan intrapersonal dalam mengelola perbandingan sosial agar mahasiswa mampu menjaga kesejahteraan emosional dan sosial mereka di masa akhir studi.
Komunikasi Resiliensi Ibu Tunggal dalam Meningkatkan Ketahanan Keluarga Hakikoh, Heka Rizky; Hariyati, Farida; Corliana, Tellys
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2552

Abstract

Being a single mother is a challenging reality that demands extraordinary resilience in facing various psychological, social, and economic pressures while adapting to new life circumstances. It is not easy for single mothers to remain strong in the face of life's challenges, as they must confront numerous pressures and difficult situations that require them to adapt. This condition makes resilience a highly necessary quality, yet one that is not easily attained by single mothers. Based on these issues, this study aims to understand how the three participants build their resilience after their divorces. Using a qualitative phenomenological approach, the researcher collected data through direct interviews, observations, and supporting documents. The findings reveal similar patterns among the three participants, showing that they successfully developed a more positive outlook on life, particularly through their work activities. Employment became an important means for them to rebuild their lives after divorce. Abstrak Menjadi ibu tunggal merupakan realitas yang menantang, menuntut ketahanan luar biasa dalam menghadapi beragam tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi sambil beradaptasi dengan situasi hidup yang baru. Tidak mudah bagi ibu tunggal untuk tetap tangguh menghadapi tantangan hidup, mengingat mereka harus berhadapan dengan berbagai tekanan dan situasi sulit yang mengharuskan mereka beradaptasi. Kondisi ini menjadikan resiliensi sebagai kualitas yang sangat dibutuhkan namun tidak mudah dicapai oleh para ibu tunggal. Berdasarkan permasalahan, penelitian ini bertujuan memahami bagaimana kelima partisipan membangun ketahanan diri setelah perceraian mereka. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara langsung, pengamatan, dan dokumen pendukung. Temuan penelitian mengungkapkan pola yang serupa di antara kelima partisipan, di mana mereka berhasil mengembangkan pandangan hidup yang lebih positif terutama melalui aktivitas pekerjaan. Proses bekerja menjadi sarana penting bagi mereka dalam membangun kembali kehidupan pasca perceraian.
Analisis Model ROPE dalam Evaluasi Perencanaan City Branding “Lamongan Megilan” Arlinda, Silvi; Harini, Setyasih; Pramudia, Christian Andhika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2289

Abstract

The application of city branding has become an essential strategy to strengthen regional competitiveness and identity, including Lamongan Regency with its slogan “Lamongan Megilan.” This study aims to evaluate the planning strategy of this city branding using the ROPE model (Research, Objectives, Programming, Evaluation), which provides a systematic framework for assessing each stage of planning. This qualitative research employs a constructivist paradigm, with data collected through in-depth interviews and documentation analyzed using interactive techniques. The study identifies strategic planning steps, evaluates the role of the Lamongan Regency Public Relations Department, and explores community involvement in implementing the program. The findings reveal proactive public relations activities, such as online dissemination and stakeholder collaboration. However, challenges persist in the limited regulatory framework and the lack of comprehensive socialization of the “Megilan” slogan. Training for Public Relations personnel is needed to enhance communication management competencies. In conclusion, “Lamongan Megilan” has strong potential to enhance Lamongan’s image and appeal, but requires more integrated planning through regulatory support, capacity building, and creative communication strategies. The study recommends strengthening regional policies and communication efforts for sustainable city branding implementation. Abstrak Penerapan konsep city branding menjadi strategi penting dalam memperkuat daya saing dan identitas daerah, termasuk Kabupaten Lamongan dengan slogan “Lamongan Megilan.” Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi strategi perencanaan city branding tersebut menggunakan model ROPE (Research, Objectives, Programming, Evaluation) yang menyediakan kerangka kerja sistematis untuk menilai setiap tahapan perencanaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Fokus penelitian mencakup identifikasi langkah strategis, evaluasi peran Humas Kabupaten Lamongan, serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas Humas yang bersifat proaktif, seperti penyebarluasan informasi melalui media daring dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun, tantangan masih ditemukan pada aspek regulasi yang belum optimal dan kurangnya sosialisasi mendalam mengenai makna slogan “Megilan.” Diperlukan pelatihan bagi personel Humas untuk meningkatkan kompetensi dalam manajemen komunikasi. Kesimpulannya, city branding “Lamongan Megilan” memiliki potensi besar untuk memperkuat citra dan daya tarik daerah, namun memerlukan perencanaan yang lebih terintegrasi melalui dukungan regulasi, peningkatan kapasitas, serta strategi komunikasi yang kreatif.
Pengaruh Kekerasan Verbal terhadap Kecemasan Komunikasi dan Kepercayaan Diri Remaja di Kota Medan Pili, Mela Sari; Mazdalifah; Ramadhani, Emilia
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2393

Abstract

This study aims to analyze the impact of verbal bullying on communication anxiety and self-esteem of adolescents at SMK Negeri 5 Medan using a quantitative approach based on Bandura's cognitive behavioral theory. Data were collected from 266 students in grades X and XI through questionnaires distributed using stratified random sampling technique, then analyzed with single table, cross table, and Spearman Rho correlation test. The results showed that verbal bullying had a moderate influence on communication anxiety with a correlation value of 0.578 and a contribution of 33%. In addition, the effect of verbal bullying on students' self-esteem is also classified as moderate with a correlation value of 0.510 and a contribution of 26%. Simultaneously, verbal bullying had an effect of 32% on communication anxiety and overall self-esteem (r = 0.570). This finding indicates that the more often students experience verbal bullying, the greater their communication anxiety and the lower their self-esteem. Therefore, the results of this study emphasize the importance of the school's role in preventing verbal bullying and providing adequate psychological support to create a safe, comfortable and conducive learning environment for students' social-emotional development. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak perundungan verbal terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri remaja di SMK Negeri 5 Medan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis teori perilaku kognitif Bandura. Data dikumpulkan dari 266 siswa kelas X dan XI melalui kuesioner yang disebarkan menggunakan teknik stratified random sampling, lalu dianalisis dengan tabel tunggal, tabel silang, dan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan verbal memiliki pengaruh sedang terhadap kecemasan komunikasi dengan nilai korelasi sebesar 0,578 dan kontribusi sebesar 33%. Selain itu, pengaruh perundungan verbal terhadap harga diri siswa juga tergolong sedang dengan nilai korelasi 0,510 dan kontribusi 26%. Secara simultan, perundungan verbal memberikan pengaruh sebesar 32% terhadap kecemasan komunikasi dan harga diri secara keseluruhan (r = 0,570). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin sering siswa mengalami perundungan verbal, semakin besar pula kecemasan mereka dalam berkomunikasi dan semakin rendah tingkat harga diri yang dimiliki. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran sekolah dalam melakukan pencegahan perundungan verbal serta menyediakan dukungan psikologis yang memadai guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi perkembangan sosial-emosional siswa.
Manajemen Program Berita “Radar News” di Televisi Lokal Radar Tasikmalaya Marlia, Siti Seda; Hadiati; Yatnosaputro, Rosanti Utami Dewi Suyatman; Fanaqi, Chotijah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2406

Abstract

The development of information and communication technology has transformed media consumption patterns, challenging the existence of conventional media, including local television. This study examines the news program management of “Radar News” at Radar Tasikmalaya TV using Peter K. Pringle’s management functions theory: planing, organizing, directing, and controlling. A qualitative descriptive method with a phenomenological approach was employed, involving in-depth unterviews with internal staff and media experts. The fundings indicate that strong managerial have enabled Radar Tasikmalaya TV to remain a credible and adaptive local media outlet amidst the digital era’s challenges. The planning process is conducted systematically through projection, listing, and budgeting based on editorial SOPs, aligned with social media trends and audience interests. Despite limited human resources, organizing function effectively through clear task distribution and adaptive coordination. Direction is carried out through team synergy, ethical gatekeeping processed and digital platform utilization for content distribution. Control is implemented through regular evaluations and adherence to journalistic standards and broadcasting regulations. These comprehensive management practice contribute significantly to the sustainability and relevance of Radar Tasikmalaya TV in the local media landscape. Abstrak Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah pola konsumsi media, menantang eksistensi media konvensional termasuk televisi lokal. Penelitian ini mengkaji manajemen program berita “Radar News” di Radar Tasikmalaya TV dengan menggunakan teori fungsi manajemen dari Peter K. Pringle: Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, dan Pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, melalui wawancara mendalam dengan pihak internal dan pakar media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajerial yang kuat memungkinkan Radar Tasikmalaya TV tetap eksis sebagai media lokal yang kredibel dan adaptif di tengah tantangan era digital. Hal ini terlihat dari proses manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan yang ada pada media Radar Tasik TV. Perencanaan di Radar Tasik TV dilakukan secara sistematis melalui proyeksi, listing, dan budgeting berdasarkan SOP redaksi, disesuaikan dengan tren media sosial dan minat audiens. Pengorganisasian berjalan optimal meskipun dengan SDM terbatas, melalui pembagian tugas yang jelas dan koordinasi adaptif. Pengarahan dilakukan melalui sinergi tim, proses gatekeeping yang etis, serta pemanfaatan platform digital untuk distribusi konten. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi rutin dan kepatuhan terhadap standar jurnalistik serta regulasi penyiaran.
Cultivating Fandom: An Analysis of GMMTV's Marketing Communication Strategy for Southeast Asian Audiences in "My School President” Series Purbantina, Adiasri Putri; Prakoso, Doddy Agus; Alexandra, Renya Dominique; Zardi, Jihan Putri Rindra; Tarunajaya, Muhammad Raihan
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2294

Abstract

"My School President", a TV series by GMMTV has gained global popularity, particularly among the Southeast Asian markets. This research analyzes GMMTV's marketing communication strategy (IMC) to promote the "My School President" series in the Southeast Asian market from 2022 to 2023. In this research, we use a qualitative case study method to evaluate five components of IMC: (1) advertising, (2) sales promotion, (3) personal selling, (4) public relations, and (5) direct digital marketing. In addition, we incorporate K-pop marketing style into our IMC indicators. We use relevant secondary data, such as GMMTV's official social media, annual report, journal, news, and engagement data from the "My School President" series, to evaluate GMMTV's strategy in marketing the series in the Southeast Asian market. We find similarities between GMMTV's approach and the K-Pop industry's strategy in marketing their creative products. Abstrak “My School President” merupakan serial produksi GMMTV yang berhasil mendapatkan popularitas tinggi di pasar domestik maupun Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran GMMTV dalam mempromosikan serial “My School President” di pasar Asia Tenggara tahun 2022-2023. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Integrated Marketing Communication oleh Kotler dan Armstrong (2018) yang terdiri dari lima komponen, meliputi: (1) advertising; (2) sales promotion; (3) personal selling; (4) public relation; dan (5) direct digital marketing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan studi kasus berdasarkan acuan data sekunder yang relevan, seperti: (1) media sosial resmi GMMTV; (2) annual report; (3) jurnal; (3) berita; dan (5) data engagement dari serial “My School President”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan GMMTV dalam promosi serial “My School President” memiliki kesamaan dengan strategi industri K-Pop dalam memasarkan produk kreatif. GMMTV juga menerapkan lima komponen dari Integrated Marketing Communication dalam promosi serial “My School President” melalui pemanfaatan media sosial, engagement, penjualan produk merchandise, dan pagelaran event untuk memperoleh profit yang maksimal pada pasar Asia Tenggara.
Penerapan Strategi Komunikasi dalam Penyebaran Informasi Melalui Media Sosial @diskominfokabbogor Zuhra, Arummaisya Rosdiana; Sartika, Ika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2339

Abstract

The importance of social media's role as an effective public communication tool in the digital era, particularly in enhancing transparency and public participation. This study aims to describe the implementation of the communication strategy of the Bogor District Communication and Informatics Office (Diskominfo) in disseminating information through social media @diskominfokabbogor. The research method used is descriptive qualitative, based on the theory of Cutlip, Center, & Broom. The results indicate that Diskominfo has implemented an effective communication strategy through four stages: fact-finding, planning, implementation, and evaluation. The research reveals that this strategy has successfully established the @diskominfokabbogor account as an inclusive and adaptive public information hub, despite facing challenges in visual content production capacity. During the implementation stage, content is managed collaboratively using repost, redesign, and independent production approaches. Although facing challenges regarding limited graphic design expertise, Diskominfo has taken strategic steps, such as enhancing cross-sectoral cooperation, to minimize the impact. This study concludes that to optimize the communication strategy, Diskominfo needs to improve the team's technical capabilities, strengthen collaboration, and implement more systematic evaluations to enhance the quality of information delivered to the public. Abstrak Pentingnya peran media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif di era digital, terutama dalam meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor dalam menyebarkan informasi melalui Media Sosial @diskominfokabbogor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan landasan teori Cutlip, Center, & Broom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo telah menerapkan strategi komunikasi yang efektif melalui empat tahapan: pencarian fakta, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian mengungkap bahwa strategi ini berhasil menjadikan akun @diskominfokabbogor sebagai pusat informasi publik yang inklusif dan adaptif, meskipun menghadapi tantangan dalam hal kapasitas produksi konten visual. Pada tahap pelaksanaan, konten dikelola secara kolaboratif dengan pendekatan repost, redesain, dan produksi mandiri. Meskipun menghadapi tantangan dalam hal keterbatasan tenaga ahli desain grafis, Diskominfo telah mengambil langkah strategis seperti meningkatkan kerja sama lintas bidang untuk meminimalkan dampaknya. Studi ini menyimpulkan bahwa untuk mengoptimalkan strategi komunikasi, Diskominfo perlu meningkatkan kemampuan teknis tim, memperkuat kolaborasi, dan melaksanakan evaluasi yang lebih sistematis guna meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9