cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Penerimaan Audiens di Kota Surabaya Terhadap Representasi Toxic Relationship Pada Konten #Closethedoor Episode Clara Tan Permata, Permata Aulia Rosul; Claretta, Dyva
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.483

Abstract

Nowadays, there are many toxic dating relationships that threaten people's lives. This is no exception experienced by Clara Tan, an accomplished model who was a victim of a toxic relationship and then ventured to speak up in the media, one of which was on the Close the Door Podcast. This research aims to analyze the acceptance of audiences in Surabaya City towards the representation of toxic relationships in the content of #CLOSETHEDOOR “Toxic Relationship Tortured Me!!! Clara Tan, ANTM Model Speak Up”. The research method uses a descriptive qualitative approach with data collection in the form of in-depth interviews and documentation. The findings of this study indicate that the reception of Clara Tan's podcast content on Close the Door varies among audiences interpreting toxic relationships. There are 3 (three) audiences agreed that through the close the door podcast content, victims of toxic relationships must dare to speak up, not give space, and dare to say 'no' to actions that lead to toxic. Meanwhile, 2 (two) audiences assessed that the content of this podcast reminds women to be able to take precautions as early as possible before being in a phase of experiencing violence that threatens mental and physical. Abstrak Saat ini marak terjadi hubungan berpacaran yang toxic hingga mengancam nyawa manusia. Hal ini tak terkecuali dialami oleh Clara Tan seorang model berprestasi yang menjadi korban toxic relationship dan kemudian memberanikan diri untuk speak up di media, salah satunya pada Podcast Close the Door. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan audiens di Kota Surabaya terhadap representasi toxic relationship pada konten #CLOSETHEDOOR “Toxic Relationship Di Siksa Saya Habis2an!! Clara Tan, Model ANTM Speak Up”. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Temuan penelitian ini menghasilkan bahwa resepsi pada konten podcast Clara Tan di Close the Door berbeda-beda di antara para audiens memaknai toxic relationship. Terdapat 3 (tiga) audiens menyepakati bahwa melalui konten podcast close the door, korban toxic relationship harus berani untuk dare to speak up, tidak memberikan ruang, dan berani berkata ‘tidak’ terhadap tindakan yang mengarah pada toxic. Sedangkan 2 (dua) audiens menilai konten podcast ini mengingatkan untuk perempuan agar mampu melakukan pencegahan sedini mungkin sebelum berada fase mengalami kekerasan yang mengancam mental dan fisik.
Vigilantisme Digital dalam Aksi Boikot Produk Israel di Media Sosial Ningrum, Ayu Jelita; Aminulloh, Akhirul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.487

Abstract

Digital vigilantism is vigilante activity on social media. The act of watching each other and hate speech that occurs in the digital space that is left unchecked can become a manifestation of conflict in the public sphere. This article aims to discuss the social construction of pro and contra groups in digital social movements. This article is the result of a literature review or literature review that explains the phenomenon of digital vigilntism as a social conflict that occurs on social media. The method used is library research, with data obtained from books, mass media articles, research journals, and social media documentation. The results of this literature study show that digital vigilantism is a social conflict that occurs in digital space. Digital vigilantism is a vigilante action carried out between netizens, in the form of netizen journalism, online provocation (online trolling), naming and shaming. The lack of awareness to respect other people's choices or decisions can be evaluated and improved to build clear digital norms. Digital norms can be a boundary and foundation for social media users, especially Indonesians, to become more polite and critical users. Abstrak Vigilantisme digital merupakan kegiatan main hakim sendiri di media sosial. Aksi saling mengawasi dan ujaran kebencian yang terjadi di ruang digital yang dibiarkan saja dapat menjadi manifestasi terjadinya konflik di ruang publik. Artikel ini bertujuan untuk membahas konstruksi sosial terhadap kelompok pro dan kontra dalam gerakan sosial digital. Artikel ini merupakan hasil dari kajian literatur atau kajian pustaka yang menjelaskan fenomena vigilntisme digital sebagai konflik sosial yang terjadi di media sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang datanya diperoleh dari buku, artikel media massa, jurnal-jurnal penelitian, dan dokumentasi media sosial. Hasil studi pustaka ini menunjukkan bahwa vigilantisme digital merupakan konflik sosial yang terjadi dalam ruang digital. Vigilantisme digital merupakan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan antar warganet, yang berupa aksi jurnalisme warganet/netizen (netizen journalism), aksi provokasi online (online trolling), memberi penamaan dan mempermalukan (naming and shaming). Rendahnya kesadaran untuk menghormati pilihan atau keputusan orang lain dapat menjadi evaluasi dan perbaikan untuk membangun norma digital yang jelas. Norma-norma digital dapat menjadi batasan dan landasan untuk pengguna media sosial, khususnya yang merupakan masyarakat Indonesia, agar dapat menjadi pengguna yang lebih sopan dan kritis.
Pengelolaan Website Badan Pusat Statistik Republik Indonesia Sebagai Media Informasi Publik dalam Menyebarkan Data Yuniarti, Gusti Rista; Nugroho, Eko; Kholik, Abdul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.490

Abstract

The Central Bureau of Statistics is a non-ministerial government agency that uses a website as a public information media, especially in disseminating statistical data. The function of the website is very important in accelerating information services for the community. In line with this, this research aims to describe how the management of the BPS RI website, namely www.bps.go.id as a public information media in disseminating statistical data. This research uses the 4C social media management theory including the dimensions of context, communication, collaboration, and connection from Chris Heuer. This research uses a qualitative approach with a descriptive study research method. Interviews, observations, and documentation were used to collect data. The results showed that the website www.bps.go.id has implemented 4C management consisting of (1) context management by using several publication formats, namely tables, infographics, e-books, booklets and videos. (2) Communication management by providing feedback and complaint pages as a forum for the community to provide input related to the website to information on data that has been published. (3) Collaboration management with other ministries and institutions through data information exchange and (4) Connection management by providing updated data and changing the appearance of the website with several innovative features in it. This research also raises new implications related to international networking as a standardization used by BPS RI, namely CSA (Classification of Statistical Activities) and ODIN (Open Data Inventory). Abstrak Badan Pusat Statistik merupakan suatu lembaga pemerintah non kementerian yang menggunakan website sebagai media informasi publik khususnya dalam menyebarkan data statistik, fungsi website sangat penting dalam mempercepat pelayanan informasi bagi masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan website BPS RI, yaitu www.bps.go.id sebagai media informasi publik dalam penyebaran data statistik. Penelitian ini menggunakan teori pengelolaan media sosial 4C meliputi dimensi context, communication, collaboration, dan connection dari Chris Heuer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website www.bps.go.id telah melaksanakan pegelolaan 4C yang terdiri dari (1) pengelolaan context (konteks) dengan menggunakan beberapa format publikasi yaitu tabel, infografis, e-book, booklet dan video. (2) Pengelolaan communication (komunikasi) dengan memberikan laman feedback dan pengaduan sebagai wadah masyarakat dalam memberikan masukan terkait website sampai dengan informasi data yang sudah dipublikasikan. (3) Pengelolaan collaboration (Kolaborasi) dengan kementerian maupun lembaga lain melalui pertukaraan informasi data dan (4) Pengelolaan connection (koneksi) dengan memberikan data yang update dan perubahan tampilan website dengan beberapa inovasi fitur di dalamnya. Penelitian ini juga memunculkan implikasi baru terkait international networking sebagai standarisasi yang digunakan oleh BPS RI, standarisasi tersebut yaitu CSA (Classification of Statistical Activities) dan ODIN (Open Data Inventory).
Efektivitas Baliho dalam Meningkatkan Citra ‘Idris Sandiya’ sebagai Calon Legislatif DPR RI Dapil Jabar VI Azzahra, Chalissa Libna; Sari, Wina Puspita; Soegiarto, Asep
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.494

Abstract

The 2024 Indonesian presidential election features campaigns conducted by presidential and legislative candidates using various methods, including billboard media. Billboards have been chosen as effective promotional tools to reach the masses and capture public attention in strategic public spaces such as roads and crowded centers. This research aims to find out the effectiveness of billboard in improving Idris Sandiya’s self-image as a Legislative Candidate of West Java Electoral District six Depok City and Bekasi City, 2024. By surveying the people of North Bekasi, Medan Satria Sub-district. This research uses descriptive quantitative methods. The population of this research was 93.162 people and sample were 100 respondents that calculated using slovin formula. The technique to take sampling uses random sampling with propotionnate stratified random sampling. Using the EPIC Model Theory with four dimensions namely Emphaty, Persuasion, Impact, and Communication. The result of this research shows the result determined using the EPIC Rate as a scale for calculating the effectiveness of billboards in improving self-image. By calculating of the four dimensions get the result of 3,86, This figure is said to be effective because according to the EPIC scale, values above 3,40 are effective. Thus, the use of billboards can be an effective strategy to improve the self-image of legislative candidates. Abstrak Pemilihan Presiden Indonesia 2024 diisi dengan kampanye yang dilakukan oleh calon presiden dan calon legislatif dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan media baliho. Media baliho dipilih sebagai sarana promosi yang efektif untuk menjangkau massa secara luas dan menarik perhatian publik di ruang publik yang strategis seperti jalan raya dan pusat keramaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas baliho dalam meningkatkan citra diri Idris Sandiya sebagai calon legislatif dewan perwakilan rakyat republik Indonesia daelah pilihan Jawa Barat 6 Kota Depok dan Kota Bekasi tahun 2024 dengan survei pada masyarakat Bekasi Utara, Kecamatan Medan Satria. Metode penelitian berjenis kuantitatif deskriptif. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 93.162 masyarakat dan sampel sebanyak 100 responden yang terhitung menggunakan rumus slovin. Teknik penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan metode propotionnate stratified random sampling. Teori penelitian menggunakan EPIC Model dengan empat dimensi yaitu emphaty, persuasion, impact dan communication. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang ditentukan menggunakan epic rate sebagai skala perhitungan efektivitas baliho dalam meningkatkan citra diri. Melalui perhitungan keempat dimensi didapatkan hasil sebesar 3,86, angka tersebut dikatakan efektif karena menurut skala EPIC nilai diatas 3,40 adalah tingkatan efektif. Dengan demikian, penggunaan baliho dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan citra diri calon legislatif.
Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Brand Awareness Aplikasi Ajaib di Media Sosial Instagram Putra, Aditya Eka; Fianto, Latif; Chun, Nasya Xaverie Liem Wie
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.527

Abstract

The phenomenon of the Korean Wave in Indonesia has led to various Indonesian companies to make South Korean artists as their brand ambassadors. One of these companies is PT Ajaib Group, which has chosen Lisa Blackpink as its brand ambassador. This research aims to analyze the influence of using Lisa Blackpink in marketing content towards Ajaib Application’s brand awareness on @Reaction_Blackpink’s Instagram followers. This study is a quantitative research with an associative approach. The sampling technique used is non-probability sampling, specifically purposive sampling. This study collected data by distributing an online questionnaire to 158 respondents who are fans of Lisa Blackpink, are aware of the Ajaib application, and know that Lisa Blackpink is the brand ambassador of Ajaib Application. The research analysis method SEM-PLS using SmartPLS. In this study, it is found that there is a positive and significant influence of marketing communication content on Instagram using Lisa Blackpink towards Ajaib Application’s brand awareness among the Instagram followers of @Reaction_Blackpink. The magnitude of the influence of marketing communication content on Instagram using Lisa Blackpink towards Ajaib Application’s brand awareness among the Instagram followers of @Reaction_Blackpink is 0.543. Abstrak Fenomena Korean Wave di Indonesia membuat berbagai perusahaan Indonesia menjadikan artis Korea Selatan sebagai brand ambassador perusahaannya, salah satunya adalah PT Ajaib Group yang menjadikan Lisa Blackpink seagai brand ambassador. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan seberapa besar pengaruh penggunaan Lisa Blackpink dalam konten pemasaran terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada followers Instagram @Reaction_Blackpink. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik penarikan sampel yaitu non-probability sampling, purposive sampling. Penelitian ini mengumpulkan data dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada 158 responden yang merupakan penggemar Lisa Blackpink, mengetahui aplikasi Ajaib, dan mengetahui bahwa Lisa Blackpink merupakan brand ambassador dari aplikasi Ajaib. Metode analisis penelitian ini adalah SEM-PLS menggunakan SmartPLS. Penelitian mendapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara konten komunikasi pemasaran pada Instagram menggunakan Lisa Blackpink terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada pengikut Instagram @Reaction_Blackpink. Besar pengaruh konten komunikasi pemasaran pada Instagram menggunakan Lisa Blackpink terhadap brand awareness Aplikasi Ajaib pada pengikut Instagram @Reaction_Blackpink adalah sebesar 0.543.
Identity Branding: Kampoeng Kajoetangan Sebagai Wisata Ikonik Kota Malang Widodo, Herru Prasetya; Ghofur, Muhammad Abdul; Ince, Alfrida Nona
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.528

Abstract

One of the cities in East Java Province is Malang City, which offers a number of tourist destinations, including Kajoetangan Village, Arema Blue Village, Jodipan Colorful Village, Malang Square, and Malang Monument. Of the many tourist attractions available, Kampoeng Kajoetangan is one of the new tourist attractions that requires identity branding. The purpose of creating identity branding is to introduce these tourist attractions to the wider community or tourists, give them their own identity, and be a differentiator from other tourist attractions. Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan Malang is one of the cultural tourism villages that, with its characteristics, has Dutch architectural houses as well as religious cemeteries and culinary tours. The results of this study indicate that the identity branding of Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan is generally applied to almost all of them. A brand as a product has components that form a brand identity, including attractions, facilities and infrastructure, transportation, culinary, and religious tourism. Brand as organization has several components, including institutions, which include government, pokdarwis, society, and culture. A person's brand has several components, including managers and pokdarwis themselves. Brand as a symbol, which has several components, including a logo, brand name, tagline, and also a brand story. Abstrak Salah satu kota di Provinsi Jawa Timur adalah Kota Malang yang menawarkan sejumlah destinasi wisata, antara lain Kampung Kajoetangan, Kampung Biru Arema, Kampung Warna-Warni Jodipan, Alun-Alun Malang, dan Tugu Malang. Dari sekian banyak tempat wisata yang tersedia, Kampoeng Kajoetangan tersebut merupakan salah satu tempat wisata baru yang membutuhkan adanya branding identitas. Tujuan dari membuat branding identitas tersebut untuk memperkenalkan tempat wisata tersebut ke masyarakat luas atau wisatawan serta mempunyai identitas sendiri dan menjadi pembeda dengan tempat wisata lainnya. Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan Malang merupakan salah satu kampung wisata budaya yang dengan ciri khas mempunyai rumah berarsitektur Belanda dan juga Makam Religi dan wisata Kuliner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa branding identitas Kampoeng Wisata Heritage Kajoetangan pada umumnya hampir diterapkan semuanya. Brand as product memiliki komponen-komponen yang membentuk brand identitas diantaranya atraksi,fasilitas dan infrastruktur, transportasi, kuliner dan wisata religi. Brand as Organization memiliki beberapa komponen diantaranya kelembagaan yang meliputi pemerintah, Pokdarwis dan masyarakat serta budaya. Brand as Person memiliki beberapa komponen juga diantaranya Pengelola dan juga Pokdarwis sendiri. Brand as Symbol yang memiliki beberapa komponen antara lain logo, nama merek, tagline dan juga kisah merek.
Women in Sexual Harassment News in Indonesian Online Media Fianto, Latif; Kusufa, Fendiyatmi; Ghofur, M. Abdul; Askiyanto, Mohammad
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2221

Abstract

Sexual violence experienced by women is nothing new. However, reports in various mass media have left women in an increasingly worse position. This research is intended to uncover and analyze in depth the position of women in online media news texts. This research was operated using quality research, which specifically uses the discourse analysis method which was coined or developed by Sara Mills. The research results explain that the subject position explains the event or thing that is the object. Different from the subject-object position, the writer-reader position explains the writer's position when writing news text and the reader's position when reading the news text that has been written. The reader's position describes what kind of position the author wants to control the reader when reading the text. From this analysis it emerged that the position of women in the subject-object relationship in news texts is still placed as an object, where the existence of women is still ignored. Their existence in the text is represented by other parties who are men, so that women cannot represent themselves, either in social reality or in the text. Abstrak Kekerasan seksual yang dialami perempuan sudah bukan hal baru. Akan tetapi pemberitaan di berbagai media massa telah menyebabkan perempuan berada di posisi yang semakin buruk. Penelitian ini dimaksudkan untuk membongkar sekaligus mengalisa secara mendalam posisi perempuan dalamm teks berita media online. Penelitian ini dioperasikan dengan menggunakan penelitian kaulitas, yangs ecara khusus menggunakan metode analisis wacana yang dicetuskan atau dikembangkan oleh Sara Mills. Hasil penelitian menjelaskan bahwa posisi subjek menjelaskan peristiwa atau sesuatu hal yang menjadi objek. Berbeda dengan posisi subjek-objek, posisi penulis-pembaca menjelaskan bagaimana posisi penulis ketika menulis teks berita dan bagaimana posisi pembaca ketika membaca teks berita yang sudah ditulis tersebut. Posisi pembaca menggambarkan posisi seperti apa yang ingin dikendalikan oleh penulis terhadap pembaca ketika membaca teks. Dari analisis ini kemudian dihasilkan bahwa posisi Perempuan dalam relasi subjek-objek dalam teks berita masih ditempatkan sebagai objek, di mana keberadaan Perempuan masih terabaikan. Keberadaannya di dalam teks diwakili oleh pihak lain yang notabene laki-laki, sehingga Perempuan tidak bisa merepresentasikan diri mereka sendiri, baik di realitas sosial maupun di dalam teks.
Kemampuan Literasi Digital Orang Tua Milenial pada Aktivitas Sharenting di Instagram Chasanah, Nuri Fitrianingrum; Alamiyah, Syifa Syarifah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.431

Abstract

Sharenting is the behavior of parents who share information about their children on social media. One of the causes of sharenting practices on Instagram is the lack of digital literacy in parents. The purpose of this study is to describe the digital literacy skills of millennial parents in their sharenting activities on Instagram social media. The method used in this research is qualitative with descriptive research with Steve Wheeler's digital literacy concept. Wheeler said that there are nine components in digital literacy, namely, social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing digital identity, creating content, organising and sharing content, reusing/repurposing content, filtering and selecting content, and self broadcasting. The results of this study show that the digital literacy skills of millennial parents who do sharenting activities on social media Instagram have proficiency in digital literacy, especially in the aspects of the ability to use Instagram and utilize the features available for sharenting activities, aspects of the ability to manage children's privacy, aspects of digital identity management, aspects of the ability to create and manage children's content, while in the aspect of filtering and sorting children's content, parents still do not have sufficient awareness. Abstrak Sharenting merupakan perilaku orang tua yang membagikan informasi mengenai anak-anak di media sosial. Salah satu penyebab adanya praktik sharenting di Instagram adalah kurangnya literasi digital pada orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi digital orang tua milenial pada aktivitas sharenting yang mereka lakukan di media sosial Instagram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan konsep literasi digital Steve Wheeler. Wheeler menuturkan bahwa terdapat sembilan komponen dalam literasi digital yakni, Kehadiran sosial, transliterasi, menjaga privasi, mengelola identitas digital, membuat konten, mengelola dan membagikan konten, memanfaatkan ulang konten, menyaring dan memilih konten, dan siaran mandiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital orang tua milenial yang melakkukan aktivitas sharenting di media sosial Instagram memiliki kecakapan dalam literasi digital, terutama pada aspek kemampuan penggunaan Instagram dan pemanfaatan fitur yang tersedia untuk aktivitas sharenting, aspek kemampuan pengelolaan privasi anak, aspek pengelolaan identitas digital, aspek kemampuan pembuatan dan pengelolaan konten anak, sementara pada aspek penyaringan dan pemilahan konten anak, orang tua masih belum memiliki awareness yang cukup.
Pengelolaan Manajemen Media Sosial Instagram dan Youtube Pemerintah Kota Semarang Kusumaningrum, Dwi Nugrahini Tri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.539

Abstract

Social media offers various conveniences in communication to build interactive relationships between citizens and government because it has the potential for four strengths, namely: collaboration, participation, empowerment and time. The use of social media by local governments in Indonesia is still not optimal, including in the Semarang area. The aim of this research is to see the success and provide an in-depth understanding of how Instagram @pemkotsemarang and the Semarang City Government YouTube account can be managed well so that they can become a representation of the Semarang City government. This research uses a qualitative research method using a case study approach and is carried out in a naturalistic manner. Data collection techniques using interviews, observation and literature study. The research results show that the management of social media in the Semarang city government, both Instagram @pemkotsemarang and the Semarang city government's YouTube platform as information media can be managed well and receive a good response from the public. This is proven by the high level of engagement or interaction with followers of their social media accounts and the educational and informative content that makes researchers want to explore their social media management strategies. Abstrak Media sosial menawarkan berbagai kemudahan berkomunikasi untuk membangun hubungan yang interaktif antara warga negara dan pemerintah karena memiliki empat kekuatan potensial yaitu: collaboration, participation, empowerment and time. Penggunaan media sosial oleh pemerintah daerah di Indonesia masih belum optimal, termasuk di wilayah Semarang. Penelitian ini bertujuan yaitu ingin melihat keberhasilan dan menyajikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana Instagram @pemkotsemarang dan akun youtube Semarang Pemkot dapat dengan baik dikelola dengan baik sehingga dapat menjadi representasi pemerintahan Kota Semarang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan dilakukan secara naturalistik. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan manajemen social media di pemerintahan kota Semarang baik instagram @pemkotsemarang maupun platform Youtube Semarang Pemkot menjadi media informasi dapat dikelola dengan baik dan mendapat respon yang baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan tingkat engagement atau interaksi dengan pengikut akun media sosial mereka yang tinggi dan konten-konten edukatif nan informatif membuat peneliti ingin menggali bagaimana strategi pengelolaan media sosial mereka.
Impelementasi Media Relations dalam Citra Positif Polres Batu Pada Pengamanan Wilayah Hukum Kota Wisata Batu Jeharut, Delagracia Monika; Rinata, Asfira Rachmad; Widodo, Herru Prasetya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i2.2124

Abstract

This research aims to analyze the media relations built by the Public Relations (PR) department of the Batu Police Resort (Polres Batu) with the mass media, particularly journalists. Media relations is a key function of public relations, aimed at maintaining good communication between an organization and the media. This relationship is not only focused on institutional image-building but must also consider the public interest. As a law enforcement institution, Polres Batu requires a strong relationship with the media to ensure that the information delivered to the public is accurate, appropriate, and well-received. Therefore, fostering good relations with journalists can positively impact the Batu Police Resort in rebuilding public trust in the police. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method, collecting data through interviews with the Public Relations department of Polres Batu and local media journalists. The results show that Polres Batu has established good relations with the media by implementing various forms and strategies needed to build relationships with the media, though there are challenges in maintaining the continuity of information and transparency. Trust and openness are essential elements in enhancing the effectiveness of media relations between the Public Relations department of Polres Batu and the mass media. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media (media relations) yang dibangun oleh Humas Kepolisian Resor (Polres) Batu dengan media massa, khususnya wartawan. Media relations merupakan salah satu fungsi penting dalam kehumasan yang bertujuan untuk menjaga komunikasi yang baik antara organisasi dan media. Hubungan ini tidak hanya berorientasi pada pencitraan lembaga, tetapi juga harus memperhatikan kepentingan publik. Polres Batu sebagai institusi penegak hukum membutuhkan hubungan yang baik dengan media untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tepat, akurat, dan dapat diterima dengan baik. Maka dari itu membangun hubungan yang baik dengan wartawan dapat memberikan dampak yang baik bagi kepolisian resor Kota Batu dalam hal membangun Kembali kepercayaan publik terhadap kepolisian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak Humas Polres Batu dan wartawan media lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polres Batu telah membangun hubungan yang baik dengan media dengan menerapakn bentuk dan strategi apa saja yang harus dilakukan dalam membangun hubungan dengan media, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam menjaga kesinambungan informasi dan transparansi. Faktor kepercayaan dan keterbukaan menjadi elemen penting dalam meningkatkan efektivitas media relations antara Humas Polres Batu dan media massa.

Page 9 of 14 | Total Record : 131