cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Komunikasi Interpersonal Pelatih dan Atlet Arung Jeram Jakarta Pada PON XXI Aceh Sumatera Utara Aprilianti, Yustriana; Suryawati, Indah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2317

Abstract

PON XXI Aceh-North Sumatra is a prestigious event that demands high cooperation and motivation, including from the DKI Jakarta Contingent Rafting team. This research focuses on interpersonal communication between coaches and Jakarta rafting athletes at PON XXI with an emphasis on the application of several aspects, namely empathy, openness, support, positive attitude, and consistency. With a qualitative descriptive approach, data were obtained through in-depth interviews and direct observation. The results show that the interpersonal communication implemented is empathetic communication, which involves the ability to listen actively, understand emotional conditions, provide support, and create meaningful dialog, is very effective in increasing athletes' trust, enthusiasm, and performance. The findings underscore the importance of empathic communication as a solid foundation for building motivation and teamwork, which are key success factors in sports competition. Abstrak PON XXI Aceh-Sumut merupakan ajang bergengsi yang menuntut kerja sama dan motivasi tinggi, termasuk dari tim Arung Jeram Kontingen DKI Jakarta. Penelitian ini berfokus pada komunikasi interpersonal antara pelatih dan atlet arung jeram Jakarta pada PON XXI dengan penekanan pada penerapan beberapa aspek, yakni empati, keterbukaan, dukungan, sikap positif, dan konsistensi. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang diimplementasikan adalah komunikasi empati, yang melibatkan kemampuan mendengarkan aktif, memahami kondisi emosional, memberikan dukungan, dan menciptakan dialog bermakna, sangat efektif dalam meningkatkan kepercayaan, semangat, dan performa atlet. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi empati sebagai dasar yang kokoh untuk membangun motivasi dan kerja sama tim, yang menjadi faktor kunci keberhasilan dalam kompetisi olahraga.
Analisis Konten Dakwah Pada Media Sosial Instagram @kata_uha Syiva, Fakhira; Achiriah, Achiriah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2328

Abstract

The development of social media today makes everything easier, including preaching activities. Preaching activities are now often conveyed through social media, one of which is Ustad Hanan Attaki who conveys his preaching through the social media Instagram @kata_uha. In his preaching, Ustad Hanan Attaki focuses on the problems experienced by teenagers today. This is because the theme of the preaching message conveyed is also regular. The research method used is qualitative, content analysis @kata_uha for the period 2024 - February 2025, by observing the content online, data coding, and documentation. Data coding produces research answers to find out what themes are predominantly used. The theme of the preaching message is Aqidah, which means faith in Allah and motivation and spirituality, namely motivation in the struggle for life. This theme is what attracts the attention of teenagers. In addition to the themes of faith, motivation and spirituality, the research also found other themes that often appear in the @kata_uha preaching content, namely the themes of morals and health in Islam. Abstrak Berkembangnya media sosial zaman sekarang memudahkan segala hal, termasuk kegiatan berdakwah. Kegiatan dakwah saat ini sudah sering disampaikan media sosial, salah satunya adalah Ustad Hanan Attaki yang menyampaikan dakwahnya melalui media sosial Instagram @kata_uha. Dalam dakwahnya, Ustad Hanan Attaki berfokus pada permasalahan yang dialami para remaja saat ini. Hal itu disebabkan karena tema pada pesan dakwah yang disampaikan juga teratur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, analisis konten @kata_uha periode 2024 – Februari 2025, dengan mengobservasi secara online konten-konten, pengkodean data, dan dokumentasi. Pengkodean data menghasilkan jawaban penelitian untuk mengetahui tema apa yang dominan digunakan. Adapaun tema pada pesan dakwah tersebut adalah Aqidah, yang berarti keimanan kepada Allah dan motivasi dan spiritualitas yaitu motivasi pada perjuangan hidup. Tema tersebutlah yang menarik perhatian para remaja. Selain tema akidah dan motivasa serta spiritualitas, pada penelitian juga ditemukan tema lainnya yang sering muncul pada konten dakwah @kata_uha, yaitu tema akhlak dan kesehatan dalam Islam.
Strategi Komunikasi Polres Salatiga Untuk Membangun Kepercayaan Masyarakat Sanusi, Marchelino; Vanel, Zon
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2331

Abstract

The police play an important role in maintaining security and order and are required to provide professional services. However, public trust in the institution has declined due to various scandals that have tarnished the institution's image. Therefore, an effective communication strategy is needed to rebuild public trust. This study aims to analyze the external communication strategy implemented by Salatiga Police in building a positive image and increasing public trust. The research gap lies in the lack of empirical studies on police communication strategies at the regional level, especially in a small city like Salatiga which has different social characteristics from big cities. This study used a qualitative method with a social phenomenon approach through interview, observation, documentation, and questionnaire techniques. The research subjects included internal elements of Polres Salatiga and the local community, as well as Instagram social media documentation as secondary data. The results show that the external communication strategies include anti-bullying counseling, Operation Zebra Candi, non-standard exhaust raids, morning traffic arrangements, and publication of legal cases through social media and press conferences. These strategies are considered quite effective in increasing public understanding and shaping the professional and transparent image of the Polri institution. Abstrak Polri berperan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta dituntut memberikan pelayanan profesional. Namun, kepercayaan publik terhadap institusi ini menurun akibat berbagai skandal yang mencoreng citra institusi. Oleh karena itu, strategi komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi eksternal yang diterapkan oleh Polres Salatiga dalam membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan publik. Research gap terletak pada minimnya kajian empiris mengenai strategi komunikasi Polri di tingkat kewilayahan, khususnya di kota kecil seperti Salatiga yang memiliki karakteristik sosial yang berbeda dengan kota besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomena sosial melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Subjek penelitian mencakup unsur internal Polres Salatiga dan masyarakat setempat, serta dokumentasi media sosial Instagram sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi eksternal yang dilakukan meliputi penyuluhan anti-perundungan, Operasi Zebra Candi, razia knalpot tidak standar, pengaturan lalu lintas pagi hari, serta publikasi kasus hukum melalui media sosial dan konferensi pers. Strategi ini dinilai cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat serta membentuk citra profesional dan transparan institusi Polri.
Analisis Fenomenologi Komunitas Marah-Marah Sebagai Media Emotional Expression di Media Sosial X Sari, Syifa Naurah; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2333

Abstract

This study aims to understand how the Komunitas Marah-Marah on the social media platform X functions as a space for emotional expression and shapes social dynamics. The central problem addressed is how community members express their anger and how this affects social relationships and the construction of shared meaning. The research employs Alfred Schutz’s phenomenological approach, using in-depth interviews with ten informants who actively participate in the community. The findings show that while the community offers a space for members to release their anger, participation does not always involve direct interaction—some individuals take part solely as observers. Furthermore, although there is an expectation of emotional support, responses within the community are sometimes negative or even escalate tensions. This study concludes that the Komunitas Marah-Marah acts as a semi-protected space, allowing individuals to express anger and feel connected with others who share similar emotions. Future research should focus more closely on the psychological effects of active involvement in such communities and how social media platforms can develop more adaptive and emotionally supportive spaces for expression. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Komunitas Marah-Marah di media sosial X berfungsi sebagai ruang ekspresi emosi dan membentuk dinamika sosial. Masalah yang diangkat adalah bagaimana anggota komunitas mengekspresikan kemarahan mereka dan pengaruhnya terhadap hubungan sosial serta pembentukan makna bersama. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dengan wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terlibat aktif dalam komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun komunitas ini memberikan ruang bagi anggota untuk melepaskan perasaan marah mereka, partisipasi tidak selalu melibatkan interaksi langsung, dengan beberapa individu hanya berperan sebagai pengamat. Lebih lanjut, meskipun terdapat ekspektasi dukungan emosional, respons dalam komunitas ini terkadang bersifat negatif atau bahkan memperburuk ketegangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Komunitas Marah-Marah berfungsi sebagai ruang semi-terlindungi yang memungkinkan individu mengekspresikan perasaan marah dan merasa terhubung dengan orang lain yang serupa. Penelitian kedepannya sebaiknya lebih menyoroti pengaruh psikologis dari keterlibatan dalam komunitas ini, serta bagaimana media sosial dapat mengembangkan ruang ekspresi yang lebih adaptif dan mendukung kesehatan emosional penggunanya.
Manajemen Komunikasi Digital Pasraman di Media Sosial: Antara Laporan dan Kreativitas Konten Suardana, I Ketut Putu; Dasih, I Gusti Ayu Ratna Pramesti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2385

Abstract

Social media has now become an integral part of the communication strategy of religious educational institutions, including Hindu pasraman in Lombok. However, its utilization has not been optimal as a means of education and dissemination of dharma values ​​digitally. Many pasraman still face limitations in managing interesting and relevant content for the younger generation. This study aims to analyze the communication management of pasraman on social media, especially Facebook, by highlighting content patterns, upload intensity, and challenges and opportunities in developing creative communication based on Hindu religion. This study uses a qualitative method through observation of five Facebook accounts of pasraman in Lombok during the period from January to April. Data were analyzed based on content categories and information presentation patterns. The results of the study show that the majority of pasraman still use social media as a space for documenting activities, dominated by uploading photos and reports. Meanwhile, the use of interactive visual formats such as videos, reels, and creative narratives is still very limited. The main challenges include limited human resources, minimal training in digital content management, and cultural resistance to digital transformation. Nevertheless, social media has great potential as an educational and spiritual medium that can strengthen the religious identity of the younger generation of Hindus. Therefore, it is recommended that each pasraman form a social media management team and strengthen community-based digital collaboration to optimize religious communication in the digital era. Abstrak Media sosial kini menjadi bagian integral dari strategi komunikasi lembaga pendidikan keagamaan, termasuk pasraman Hindu di Lombok. Namun, pemanfaatannya belum optimal sebagai sarana edukasi dan diseminasi nilai-nilai dharma secara digital. Banyak pasraman masih menghadapi keterbatasan dalam mengelola konten yang menarik dan relevan bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen komunikasi pasraman di media sosial, khususnya Facebook, dengan menyoroti pola konten, intensitas unggahan, serta tantangan dan peluang dalam pengembangan komunikasi kreatif berbasis keagamaan Hindu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi terhadap lima akun Facebook pasraman di Lombok selama periode Januari hingga April. Data dianalisis berdasarkan kategori konten dan pola penyajian informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasraman masih menggunakan media sosial sebagai ruang dokumentasi kegiatan, didominasi oleh unggahan foto dan laporan. Sementara itu, pemanfaatan format visual interaktif seperti video, reels, dan narasi kreatif masih sangat terbatas. Tantangan utama mencakup keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pelatihan pengelolaan konten digital, dan resistensi kultural terhadap transformasi digital. Meskipun demikian, media sosial memiliki potensi besar sebagai wahana edukatif dan spiritual yang dapat memperkuat identitas keagamaan generasi muda Hindu. Oleh karena itu, disarankan agar setiap pasraman membentuk tim pengelola media sosial dan memperkuat kolaborasi digital berbasis komunitas untuk mengoptimalkan komunikasi keagamaan di era digital.
Strategi Humas PT Railink dalam Meningkatkan Citra Perusahaan Melalui Media Jurnalistik Sabila, Umaira; Saragih, M. Yoserizal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2400

Abstract

Corporate image is an important asset that influences public trust and loyalty. However, in practice, PT Railink still faces challenges in building and maintaining a positive image amidst the competition in the transportation industry and high public expectations of public services. One of the problems that arises is the low level of public recognition of PT Railink as an airport train operator that is different from PT KAI's regular services. This study aims to determine PT Railink's public relations strategy in building a corporate image through journalistic media. The method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study show that PT Railink implements a media relations strategy, creating press releases, managing social media, and establishing professional relationships with journalists to obtain news that aims to improve the company's image. This strategy refers to the Agenda Setting theory and mutualistic symbiosis between public relations and the media. However, limited resources and internal coordination constraints are obstacles in its implementation. This study concludes that the public relations strategy implemented is quite effective, but needs evaluation and strengthening in the implementation aspect. Abstrak Citra perusahaan merupakan aset penting yang memengaruhi kepercayaan dan loyalitas publik. Namun, dalam praktiknya, PT Railink masih menghadapi tantangan dalam membangun dan mempertahankan citra positif di tengah persaingan industri transportasi dan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik. Salah satu permasalahan yang muncul adalah rendahnya tingkat pengenalan masyarakat terhadap PT Railink sebagai operator kereta bandara yang berbeda dari layanan reguler PT KAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi humas PT Railink dalam membangun citra perusahaan melalui media jurnalistik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Railink menerapkan strategi media relations, pembuatan press release, pengelolaan media sosial, serta menjalin hubungan profesional dengan wartawan untuk memperoleh pemberitaan yang bertujuan menaikkan citra perusahaan. Strategi ini mengacu pada teori Agenda Setting dan simbiosis mutualistik antara humas dan media. Meskipun demikian, keterbatasan sumber daya dan kendala koordinasi internal menjadi hambatan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi humas yang dijalankan cukup efektif, namun perlu evaluasi dan penguatan pada aspek implementasi.
Peran Media Sosial sebagai Medium untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi Publik di KPU Kabupaten Jombang Umma, Wafa Patria; Ahmad, Nyarwi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2403

Abstract

Previous studies have largely focused on the normative implementation of the Public Information Disclosure Act (UU KIP) or the role of the Information and Documentation Management Officer (PPID), without thoroughly examining public communication strategies through social media. The STOC culture-based approach (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) by Khan (2017) has rarely been applied in the analysis of information disclosure practices. This research addresses that gap by evaluating the communication strategy of the General Elections Commission (KPU) of Jombang Regency in utilizing social media as a means of ensuring public information transparency in a more interactive and participatory manner. This study adopts a qualitative approach with descriptive analysis and a case study design. The findings indicate that the elements of Sharing, Transparency, and Openness have been well implemented, whereas Collaboration remains underutilized. Regarding the phases of public information disclosure through social media use by KPU Jombang: in the information dissemination phase, KPU actively shares content; in the mass collaboration phase, public participation is still limited to responses and comments on KPU’s social media, not yet at the core of public services; and in the social transaction phase, implementation remains minimal. This limitation is attributed to KPU's hierarchical structure, which adheres to centralized regulations. Nevertheless, KPU Jombang successfully received recognition as an Informative Public Agency in 2024. This study recommends strengthening the legal framework, increasing the digitalization budget, and encouraging further research on similar practices in other public institutions. Abstrak Penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada implementasi normatif UU KIP atau peran PPID, belum mengkaji secara mendalam strategi komunikasi publik melalui media sosial. Pendekatan berbasis budaya STOC (Sharing, Transparency, Openness, Collaboration) oleh Khan (2017) belum banyak digunakan dalam analisis keterbukaan informasi. Penelitian ini mengisi kekosongan dengan mengevaluasi strategi komunikasi KPU Kabupaten Jombang dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana transparansi informasi publik secara lebih interaktif dan partisipatif. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, dan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Sharing, Transparency, dan Openness telah diterapkan secara baik, namun budaya Collaboration masih belum maksimal. Terkait fase (tingkat) keterbukaan informasi publik melalui penggunaan media sosial oleh KPU Kabupaten Jombang dihasilkan bahwa; Pada fase sosialisasi informasi, KPU aktif membagikan konten. Pada fase kolaborasi massal, partisipasi publik masih sebatas melalui respons dan komentar di media sosial KPU, belum inti pelayanan. Dan pada fase transaksi sosial, penerapannya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh struktur hierarkis KPU yang mengikuti regulasi dari tingkat pusat. Kendati demikian, KPU Kabupaten Jombang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif pada tahun 2024. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan dasar hukum, peningkatan anggaran digitalisasi, serta pengembangan riset serupa pada lembaga publik.
Strategi Populisme Ganjar Pranowo di Instagram Melalui Slogan "Tuanku Rakyat Jabatan Cuma Mandat" Ardana, Novia; Matondang, Muhammad Alfikri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2441

Abstract

This study aims to analyse Ganjar Pranowo's populist strategy on Instagram through the use of the slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” (“The people are my master, office is merely a mandate”) as a form of symbolic and strategic political visual communication. In the digital era, social media has become a strategic space for politicians to construct public image, disseminate narratives, and build emotional closeness with the public. This study employs a descriptive qualitative approach with a non-participant digital observation method on the Instagram account @ganjar_pranowo from November 2023 to April 2024. Data were collected from visual posts, digital interactions, and relevant literature. The data analysis follows the model of Miles, Huberman, and Saldana, involving data condensation, display, and conclusion drawing. The findings reveal that Ganjar consistently constructs a populist image by emphasising simplicity, closeness to the people, and the use of local symbols and language. The slogan is not only textual but also embodied through grounded lifestyle and political performance. Drawing on Berger and Luckmann’s theory of social construction, the study concludes that digital populism can be effectively materialised through simple yet meaningful visual symbols that shape political reality and strengthen the bond between leader and people. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi populisme Ganjar Pranowo di Instagram melalui slogan “Tuanku rakyat, jabatan cuma mandat” sebagai bentuk komunikasi politik visual yang simbolik dan terencana. Media sosial di era digital menjadi ruang strategis bagi politisi untuk membentuk citra, menyebarkan narasi, dan membangun kedekatan emosional dengan publik. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi digital non-partisipatif terhadap akun Instagram @ganjar_pranowo pada periode November 2023 hingga April 2024. Data dikumpulkan dari dokumentasi unggahan visual, interaksi digital, dan studi pustaka. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahap kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Ganjar secara konsisten membangun citra populis dengan menekankan kesederhanaan, kedekatan dengan rakyat, serta penggunaan simbol dan bahasa lokal. Slogan tersebut bukan hanya teks, melainkan direpresentasikan lewat gaya hidup dan performa politik yang membumi. Dengan mengacu pada teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann, penelitian ini menyimpulkan bahwa populisme digital dimaterialisasi secara efektif melalui simbol visual sederhana yang mampu membentuk realitas politik dan memperkuat kedekatan antara pemimpin dan rakyat.
Strategi Komunikasi Publik Pengelola Wisata Religi Masjid Raya Al Mashun Medan dalam Meningkatkan Minat Wisatawan Uchie, Uchie; Deni, Indira Fatra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2439

Abstract

This study aims to analyze the public communication strategies employed by the management of Al Mashun Grand Mosque in Medan to enhance tourist interest in the mosque as a religious tourism destination. Using a qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The study adopts the marketing mix theory within the context of tourism communication. The findings indicate that the mosque management still relies heavily on personal communication approaches and the mosque’s historical image, with suboptimal utilization of social media platforms. Friendly service and direct information transparency serve as key strengths in attracting tourists. However, limitations in human resources for digital content management and the lack of educational narratives present challenges in modernizing public communication efforts. The study recommends the formation of a dedicated team for digital media management, development of educational content, and collaborative promotion with the government and creative communities. These efforts are essential for enabling Al Mashun Grand Mosque to adapt to technological advancements and become a leading and sustainable religious tourism destination. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik yang diterapkan oleh pengelola Masjid Raya Al Mashun Medan dalam upaya meningkatkan minat wisatawan sebagai destinasi wisata religi. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan perspektif teori marketing mix dalam kajian komunikasi pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola masih mengandalkan pendekatan komunikasi personal dan citra historis masjid, dengan pemanfaatan media sosial yang belum optimal. Strategi pelayanan ramah dan keterbukaan informasi secara langsung menjadi kekuatan utama dalam menarik wisatawan. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan konten digital dan kurangnya narasi edukatif menjadi tantangan dalam transformasi komunikasi publik yang lebih modern. Penelitian ini merekomendasikan membentuk tim untuk pengelolaan media digital dan pengembangan konten edukatif serta promosi kolaboratif dengan pemerintah dan komunitas kreatif, agar Masjid Raya Al Mashun mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadi destinasi wisata religi unggulan yang berkelanjutan.
Membentuk Citra Diri Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta Melalui Media Sosial Instagram Ari, Muhammad; Sekarningrum, Anggun Anindya
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i1.2446

Abstract

The development of digital technology has changed interaction patterns, making Instagram the dominant platform for identity construction of the younger generation. For AMIKOM University Yogyakarta students who are active in digital media and in the stage of self-discovery, Instagram has become a space for self-expression and imaging. This study analyzes the process of forming these students' self-image on Instagram and identifies key influencing factors. Using a phenomenological approach, this qualitative study involved in-depth interviews, observation of account activities, and documentation on three informants selected through purposive sampling based on the intensity of Instagram usage and campus involvement. Data analysis was conducted through thematic coding techniques to formulate each informant's digital narrative. The findings reveal three orientations of self-image formation: (1) professional-academic-educative content and achievements (Putri, 9,744 followers); (2) authentic-personal-honest self-expression (Olivia, 5,140 followers); and (3) creative-artistic-innovative uploads (Candra, 2,354 followers). The three main driving factors include: the cognitive need to share academic knowledge; self-actualization through creative expression that combines technical expertise with artistic vision; and the need for social existence for digital validation through community interaction and engagement metrics. The findings confirm the relevance of Self-Image Theory (Baumeister, 1999) and Social Identity Theory (Tajfel & Turner, 1979) in the context of modern social media. The research results are expected to help the development of digital literacy and personal branding strategies in the campus environment. Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi, menjadikan Instagram platform dominan konstruksi identitas generasi muda. Bagi mahasiswa Universitas AMIKOM Yogyakarta yang aktif di media digital dan dalam tahap pencarian jati diri, Instagram menjadi ruang ekspresi diri dan pencitraan. Penelitian ini menganalisis proses pembentukan citra diri mahasiswa tersebut di Instagram dan mengidentifikasi faktor kunci yang mempengaruhi. Dengan pendekatan fenomenologi, studi kualitatif ini melibatkan wawancara mendalam, observasi aktivitas akun, dan dokumentasi pada tiga informan terpilih melalui purposive sampling berdasarkan intensitas penggunaan Instagram dan keterlibatan kampus. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik untuk merumuskan narasi digital setiap informan. Hasil temuan mengungkap tiga orientasi pembentukan citra diri: (1) profesional-akademik—konten edukatif dan prestasi (Putri, 9.744 pengikut); (2) autentik-pribadi—ekspresi diri jujur (Olivia, 5.140 pengikut); dan (3) kreatif-artistik—unggahan inovatif (Candra, 2.354 pengikut). Tiga faktor pendorong utama meliputi: kebutuhan kognitif berbagi pengetahuan akademik; aktualisasi diri melalui ekspresi kreatif yang memadukan keahlian teknis dengan visi artistik; serta kebutuhan eksistensi sosial untuk validasi digital lewat interaksi komunitas dan metrik engagement. Temuan ini menegaskan relevansi Teori Citra Diri (Baumeister, 1999) dan Teori Identitas Sosial (Tajfel & Turner, 1979) dalam konteks media sosial modern. Hasil penelitian diharapkan membantu pengembangan literasi digital dan strategi personal branding di lingkungan kampus.

Page 11 of 14 | Total Record : 131