cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 131 Documents
Respon Masyarakat Kabupaten Jepara Pada Fenomena Migrasi Siaran Televisi Analog ke Siaran Televisi Digital Oktafian, Ananda Wahyu; Fania, Dwi; Mila, Zahrotul; Fitri, Rosyadiyyah; Andini, Muthya Octarisa Nur; Fajrie, Mahfudlah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.423

Abstract

The migration of analog television broadcasts to digital television broadcasts is not just a matter of discourse. The Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia has made the migration of analog to digital broadcasts or Analog Switch Off (ASO) its main focus. In order to enjoy digital television broadcasts, the government has carried out outreach through television news, advertisements, social media and the official Kominfo website. People don't need to buy a new television which is relatively expensive, just buy a device called a Set Top Box (STB) which is plugged into their old television so they can enjoy digital television broadcasts. This research was carried out using observation techniques, in-depth interviews, and documentation in the communities in Tahunan, Batealit, and Kalinyamatan sub-districts. This research was conducted to determine the public's response regarding the transition from analogue television to digital television. From the results of this research, it was found that the public responded positively, because they felt that the reception of digital television broadcasts was visually better, both in terms of resolution and sound. Some people also responded negatively because the signal could not be reached properly and some did not have an STB which was in the range of 200 to 300 thousand which was considered too expensive for the people in Jepara Regency, especially Tahunan District, Batealit, Kalinyamatan. Abstrak Migrasi siaran televisi analog ke siaran televisi digital tidaklah sebuah wacana belaka. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjadikan migrasi siaran analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) ke fokus utamanya. Agar dapat menikmati siaran televisi digital, pemerintah telah melakukan sosialisasi melalui berita berita di televisi, iklan, media social serta website resmi Kominfo. Masyarakat tidak pelu membeli televisi baru yang harganya relatif mahal, cukup dengan membeli perangkat yang bernama Set Top Box (STB) yang dicolok di televisi lamanya agar bisa menikmati siaran televisi digital. Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada masyarakat di Kecamatan Tahunan, Batealit, dan Kalinyamatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan dari masyarakat mengenai peralihan televisi analog ke televisi digital. Dari hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa masyarakat merespon secara positif, karena merasakan penerimaan siaran televisi digital secara visual lebih bagus baik itu dari resolusi maupun suara. Sebagian masyarakat juga merespon negatif karena sinyal yang belum bisa dijangkau dengan baik serta ada yang belum memiliki STB yang mana berada dikisaran 200 sampai 300 ribuan yang dianggap masih terlalu mahal untuk masyarakat di Kabupaten Jepara terkhusus Kecamatan Tahunan, Batealit, Kalinyamatan.
Analisis Resepsi Followers Gen Z Terhadap Kasus Pelecehan Seksual dalam Konten Kisah @Perempuanberkisah Nababan, Ester Marini; Shabrina, Almira
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.427

Abstract

Sexual harassment in Indonesia has continued to increase in various sectors ranging from education, public spaces and even families. Most of cases are found in public spaces and private relationships. A lot of victims feel silenced and do not dare to voice the cases experienced, resulting in psychological trauma. As technology developed, several communities began to emerge that used social media as a forum for victims' stories. One of them is an online community of women telling stories as a medium for women's empowerment and a story space for victims of sexual harassment. This story space is realized through story content that publishes the original stories of victims of sexual harassment. The authors used descriptive qualitative research methods and Stuart Hall's reception analysis theory to find out the meaning of Gen Z followers of the story content. Researchers collected data by interviewing 10 Gen Z @perempuanberkisah followers who come from different backgrounds. Object of this research is the perception of Gen Z followers obtained after going through the process of interpreting or decoding the content that has been presented. The result of this study is the meaning of Gen Z followers who tend to operate in the Negotiation position, namely accepting the story content message but still make a selection of the message. Abstrak Pelecehan seksual di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam berbagai sektor mulai dari pendidikan, ruang public dan bahkan keluarga. Kebanyakan kasus ditemui pada ruang public dan hubungan private. Banyak korban yang merasa terbungkam dan tidak berani menyuarakan kasus yang dialami hingga mengakibatkan trauma psikis. Dengan perkembangan teknologi, maka mulai muncul beberapa komunitas yang menggunakan media sosial sebagai wadah cerita para korban. Salah satunya adalah komunitas online perempuan berkisah sebagai media pemberdayaan perempuan dan ruang cerita para korban pelecehan seksual. Ruang cerita tersebut direalisasikan melalui konten kisah yang mempublikasikan cerita asli para korban pelecehan seksual. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis resepsi oleh Stuart Hall guna mengetahui pemaknaan Followers Gen Z terhadap konten kisah. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan mewawancarai 10 orang Followers Gen Z @perempuanberkisah yang terdiri dari latar belakang berbeda-beda. Objek dari penelitian ini adalah persepsi followers Gen Z yang didapat setelah melalui proses pemaknaan atau decoding atas konten yang sudah disajikan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan followers Gen Z yang cenderung beroperasi pada posisi Negosiasi yaitu menerima pesan konten kisah namun masih melakukan seleksi terhadap pesan tersebut.
Studi Fenomenologi: Drama Genre Boys Love Thailand dalam Penerimaan Perempuan Terhadap Kelompok LGBTQ Rachmayanti, Annissah; Diarsa, Fadhila Kresna
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.441

Abstract

The development of the Internet makes it easy for people to access various types of content and shows they like. There is a relatively high shift in digital media consumption patterns in Indonesia. The presence of digital media also makes audiences have power over what type of content they want to consume. Audiences actively choose the media or content they want to consume, so this ultimately drives the creation of algorithms that are used to fulfill their needs for content they will like. The purpose of this study is to see how women's acceptance of LGBTQ people in their daily lives after watching Thai drama with boys love genre. Analyzed with a phenomenological approach, the data collection techniques in the form of interviews conducted online with 6 informants who are passive and active viewers. Based on the results of the research, informants tend to accept and not question the romantic scenes and impressions in boys love shows. However, informants consider that these scenes can only be done in movies because they violate the culture, norms and principles they adhere to in Indonesia. Abstrak Perkembangan Internet memberikan kemudahan untuk masyarakat mengakses berbagai jenis konten serta tayangan yang mereka sukai, adanya pola pergeseran konsumsi media digital di Indonesia relatif tinggi. Kehadiran media digital ini turut membuat khalayak memiliki kuasa atas jenis konten apa yang ingin mereka konsumsi. Khalayak aktif memilih media atau konten yang mereka ingin konsumsi sehingga hal ini pada akhirnya mendorong terciptanya algoritma yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan konten yang akan mereka sukai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerimaan perempuan terhadap kelompok LGBTQ dalam kehidupan sehari-hari setelah melihat tayangan drama Thailand bergenre boys love. Ditelaah dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data penelitian ini berupa wawancara yang dilakukan secara online dengan 6 informan yang merupakan penonton pasif dan aktifi. Berdasarkan hasil penelitian informan cenderung menerima dan tidak mempermasalahkan tayangan dan adegan romantis pada tayangan boys love. Akan tetapi informan menganggap bahwa adegan tersebut hanya bisa dilakukan pada film saja karena melanggar budaya, norma dan prinsip yang mereka anut di Indonesia.
Media Sosial Sebagai Alat Kampanye Pemilu 2024: Perspektif Pengguna Tiktok Lestari, Vera Dewi; Kumalasari, Ana; Kasiami, Sri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.442

Abstract

This research aims to explain the utilization of social media by political parties and political actors towards the 2024 elections by using qualitative research methods. In this modern era, social media is starting to be recognized as a political campaign tool. This research explains how political parties and political actors utilize the Tiktok social media platform to build a good image, interact with voters and promote their political messages from the perspective of Tiktok users. By using qualitative data analysis, including observations and social media accounts. This research will provide knowledge about the strategy of utilizing social media as a medium for political campaigning and its impact on Indonesian democracy. The results of this study indicate that Tiktok users' perspectives on the use of social media as a campaign tool for the 2024 elections by political candidates show that they agree and feel effective. Tiktok users who are also voters also recommend several types of social media platforms that are also considered effective as campaign media for the 2024 Election, namely Instagram, Twitter and Facebook. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan media sosial oleh partai politik dan aktor politik menuju Pemilu 2024 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Di zaman yang serba modern ini, media sosial mulai dikenal sebagai alat kampanye politik. Penelitian ini menjelaskan bagaimana para partai politik dan aktor politik dalam memanfaatkan platform media sosial Tiktok untuk membangun citra baik, berinteraksi dengan pemilih dan mempromosikan pesan politik mereka dalam perspektif pengguna Tiktok. Dengan menggunakan analisis data kualitatif, termasuk observsi dan akun media sosial. Penelitian ini akan memberikan pengetahuan tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai media berkampanye politik serta dampaknya terhadap demokrasi Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif pengguna Tiktok terhadap pemanfaatan media sosial sebagai alat kampanye Pemilu 2024 oleh kandidat politik menunjukkan rasa setuju dan merasa efektif. Pengguna Tiktok yang sekaligus sebagai pemilih juga merekomendasikan beberapa jenis platform media sosial yang juga dirasa efektif sebagai media kampanye Pemilu 2024 yaitu Instagram, Twitter dan Facebook.
Implementasi Digital Public Relations dalam Membangun Citra Brand “Styleeves” Romadhan, Mohammad Insan; Rinata, Asfira Rachmad; Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.457

Abstract

In the industrial era 4.0, the online media using is a natural thing in any scope. Public relation is one sector that also follows the development of online media, then the term digital public relations was born. Styleeves is a form of business carried out by students who get entrepreneurship grants from the Ministry of Research and Technology. Unlike large capital owners who can freely choose to use any media, here Styleeves tries to maximize online media to be able to introduce its business. Literature review uses the concept of digital public relations and impression management theory. The research methodology was conducted qualitatively with descriptive research type. The owner's research informants and the marketing team from Styleeves. The results showed that the implementation of digital public relations was carried out by Styleeves using websites, social media, email, e-newsletters and e-commerce. And tend to use the ingratiation (pleasing others) strategies and self-promotion strategies. Abstrak Pada era industri 4.0 penggunaan media online menjadi hal yang wajar dalam ruang lingkup apapun. Public relations merupakan salah satu sektor yang juga mengikuti perkembangan dari adanya media online, sehingga lahirnya istilah digital public relations. Styleeves merupakan wujud usaha yang dilakukan oleh mahasiswa yang mendapatkan dana hibah kewirausahaan dari Dikti. Tidak seperti pemilik modal besar yang dapat dengan bebas memilih menggunakan media apapun, disini Styleeves berusaha memaksimalkan media online untuk dapat mengenalkan usahanya. Kajian literatur menggunakan konsep digital public relations dan teori manajemen impresi. Metodologi penelitian dilakukan secara kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian pemilik dan tim marketing dari Styleeves. Hasil penelitian menunjukkan implementasi digital public relations yang dilakukan oleh Styleeves menggunakan website, media sosial, email, e-newsletter dan e-commerce. Serta cenderung menggunakan strategi strategi ingratiation (menyenangkan orang lain) dan strategi self-promotion (promosi diri).
Marketing Public Relations Pemeritah Kabupaten Ponorogo dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Pandemi Covid 19 Utomo, Bambang Setyo; Rukmini, Diah; Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari; Maulana, Risal; Fairuzzabadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.465

Abstract

Indonesia experienced a significant increase of 769.39% in foreign exchange revenue from the tourism sector compared to the previous year, which amounted to only US$ 0.49 billion. The demand for visits by foreign tourists to Indonesia during that year rose by 926%, reaching a total of 743 thousand visits. Ponorogo Regency is one of the Indonesian regencies that saw an increase in the number of tourists in 2022, with a total of 589,268 visitors during that year. This research aims to analyze the public relations marketing of Ponorogo Regency in enhancing tourist visits post the Covid-19 pandemic. This study employs a qualitative approach, specifically a case study. Research data were obtained through in-depth interviews with three informants from the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports in Ponorogo, non-participatory observation, and documentation. The findings of the research indicate that to increase tourist visits post-Covid-19, the Ponorogo Regency government, through the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports office, utilizes a public relations marketing strategy consisting of three approaches: pull, push, and pass. The pull strategy involves advertising, sales promotion, and social media publicity. The push strategy employs personal selling and direct marketing. Meanwhile, the pass strategy includes organizing events, providing sponsorships, and building good relationships with stakeholders. Abstrak Tahun 2022 pendapatan devisa dari sektor pariwisata Indonesia mengalami kenaikan hingga 769,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 0,49 miliar. Permintaan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun itu meningkat sebesar 926% dengan jumlah kunjungan mencapai 743 ribu. Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu kabupten di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2022. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo pada tahun itu mencapai 589.268 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing public relations Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pasca pandemi covid 19. Untuk menggali data secara mendalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisnya studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, observasi non partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kunjugan wisatawan pasca Covid 19 pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui DISBUDPARPORA menggunakan marketing public relations yang terdiri dari tiga strategi yaitu pull, push, dan pass. Strategi pull dengan menggunakan periklanan, sales promotion dan publikasi di media sosial. Untuk strategi push dengan menggunakan personal selling dan direct marketing. Sedangkan strategi pass dengan menyelenggarakan event, memberikan sponsorship, dan membangun hubungan baik dengan para stakeholder.
Mendambakan Kecantikan Ideal Sebagai Penindasan: Analisis Resepsi Iklan ImPerfect Beauty Elshe Skin Effendy, Rochmad; Damayanti, Meirina Aulia; Widayati, Sri; Setiyaningsih, Lian Agustina
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.471

Abstract

Involving down syndrome model, Imperfect Beauty ad is called pro-women's advertising. Reception analysis was carried out by employing critical perspective aimed at not only finding dominant meaning, negotiation and opposition but also trying to build audience’s agency to involve them in forming participatory culture. Through interview, focus group discussions and literature searches methods with informants who have backgrounds as student organization activists and are familiar with the entertainment and fashion development, this research found informants who rejected this pro-women advertisement; feelings of psychological insecurity, low self-esteem since they cannot meet ideal beauty standards which leads to self-oppression. Poor media representation of women which prioritizes their physical bodies over their political power leads to symbolic annihilation. Beautifying oneself has become a national and global political matter involving producers, the state and the media. Media naturalized beauty myths as if it were innocent and natural. Abstrak Dilihat dari tajuk dan pelibatan model penyandang down syndrome, reklame Imperfect Beauty merupakan iklan pemberdayaan perempuan. Analisis resepsi terhadap iklan ini dilakukan dengan menerapkan perspektif kritis yang diarahkan tidak hanya menemukan pemaknaan dominan, negosiasi dan oposisi tapi berusaha membangun agensi khalayak demi melibatkan mereka dalam membentuk budaya popular partisipatif. Lewat metode wawancara, diskusi kelompok terarah serta penelurusan pustaka dengan informan berlatarbelakang pegiat organisasi kemahasiswaan dan akrab dengan dunia entertainment dan fashion model, penelitian ini menemukan informan yang menolak iklan pro-perempuan ini (makna oposisi). Mereka merasakan ketidaknyamanan aman psikologis, harga diri yang rendah karena tidak bisa memenuhi standar kecantikan ideal. Dampaknya, mereka menindas diri. Representasi wanita di media yang lebih mengedepankan tubuh fisik daripada kekuatan sosial politiknya dapat mengarah kepada pemusnahan simbolik. Mempercantik diri menjadi masalah politik nasional dan global yang melibatkan produsen, negara dan media. Mitos kecantikan ciptaan industri oleh media dinaturalisasi; seolah alami dan memang demikian seharusnya.
Representasi Pesan Mental Health Pada Lagu “Tutur Batin” dan “Jalan Pulang” Karya Yura Yunita Ardita, Rina; Wirawanda, Yudha
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.473

Abstract

Music can be something that helps someone to maintain mental health because music videos and lyrics can motivate such as the songs entitled "Tutur Batin" and "Jalan Pulang" by Yura Yunita. This research aims to see the representation of mental health in the songs "Tutur Batin" and "Jalan Pulang" by Yura Yunita. Using analytical techniques using qualitative research methods with Ferdinand de Saussure's semiotic analysis techniques to see messages through deep codes contained in the lyrics and music video scenes. The research results show that the representation of mental health is shown in the composition of the lyrics and music video scenes which tell the story of the reality of human life so that there are signifiers and signifieds of mental health disorders shown in the two songs. Abstrak Musik dapat menjadi hal yang membantu seseorang untuk menjaga kesehatan mental karena video musik dan lirik yang dapat memotivasi seperti lagu yang berjudul “Tutur Batin” dan “Jalan Pulang” karya Yura Yunita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat representasi kesehatan mental yang ada pada lagu “Tutur Batin” dan “Jalan Pulang” karya Yura Yunita. Menggunakan teknik analisis dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis semiotika Ferdinand de Saussure untuk melihat pesan melalui kode-kode mendalam yang terdapat pada lirik dan scene video musik. Hasil penelitian menunjukan representasi kesehatan mental yang ditunjukan pada susunan lirik dan scene musik video yang menceritakan kisah realita kehidupan manusia sehingga terdapat signifier (penanda) dan signified (petanda) dari gangguan kesehatan mental yang diperlihatkan oleh kedua lagu tersebut.
Representasi Gangguan Mental Depresi dalam Drama Korea Daily Dose of Sunshine Wulansari, Ratna; Urfan, Noveri Faikar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.478

Abstract

This research aims to determine the representation of depressive mental disorders, which is based on the increasing number of cases of depression in society, especially teenagers. This research uses the Korean drama Daily Dose of Sunshine as a research object to determine the representation of depressive mental disorders in the drama. The mental health issue that is raised as a drama aims to provide information and education to the public so that they care more about mental health, and can increase public awareness about the importance of mental health without thinking that it can give a bad stigma. This research method uses qualitative research with semantic analysis according to John Fiske's theory. The data collection technique in this research is by watching, observing and recording each scene in the episode which is analyzed based on the research objectives, then the data will be identified by formulating the problem. The data that has been grouped and identified will be examined using John Fiske's theory by grouping data at the Reality Level, Representation Level and Ideology Level. The results of this study show that depressive mental disorders are depicted in various scenes showing dissatisfaction, feelings of hopelessness, excessive sadness, feelings of satisfaction and even rejection or bad actions from society. Mental disorders are sensitive conditions that are still underestimated and underestimated by society, especially in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi, didasarkan pada peningkatan jumlah kasus depresi di masyarakat terutama remaja. Penelitian ini menggunakan drama korea Daily Dose of Sunshine sebagai objek penelitian untuk mengetahui representasi gangguan mental depresi dalam drama tersebut. Isu kesehatan mental yang diangkat menjadi drama bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, serta dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan mental tanpa berfikir akan mendapat stigma buruk di masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis semotika menurut teori John Fiske. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menonton, mengamati, dan mencatat setiap adegan dalam episode yang dianalisis berdasarkan tujuan penelitian, kemudian data di identifikasi dengan rumusan masalah. Data yang telah dikelompokan, diteliti menggunakan teori John Fiske dengan mengelompokkan data pada Level Realitas, Level Representasi, dan Level Ideologi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa gangguan mental depresi digambarkan dalam berbagai adegan yang menunjukan penolakan, rasa keputusasaan, kesedihan yang berlebihan, merasa bersalah hingga penolakan atau perlakukan buruk dari masyarakat. Gangguan mental merupakan kondisi yang sensitif yang masih disepelekan dan dipandang sebelah mata oleh masyarakat terlebih di Indonesia.
Representasi Peran Domestik Ibu dalam Iklan Dancow Bundaku Beda, Tapi #CintaBundaSempurna Rahmawati, Luthfiah Nur; Nanda, Ertika
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.479

Abstract

The form of Dancow's efforts in marketing its products is by advertising or displaying its product advertisements on Youtube social media. Where this ad shows how the affection of a woman as a mother who has a visual impairment (blind) is doing domestic work starting from taking care of children, cooking, preparing lunch and a cup of milk. In general, in Indonesia, stereotypes of women have a very limited role in the domestic sphere, often women are only considered as housekeepers. The purpose of this study is to analyze the description of the representation of domestic roles in the Dancow advertisement version (My mother is different, but #LoveBundaSempurna). The data analysis method used in this research uses Roland Barthes semiotic analysis technique. Based on the discussion and analysis that has been carried out on the advertisement, it is found that there are signs regarding the representation of the domestic role of a mother. Where in this advertisement clearly shows that women have a limited role in the domestic sphere. In fact, this stereotype is true, that advertisements in Indonesia in general often depict or represent the limited role of women in the domestic sphere. It can be concluded that what Indonesian society sees from a woman is that they are more concerned with women in the domestic concept. Abstrak Bentuk upaya Dancow dalam memasarkan produknya yaitu dengan cara memasang iklan atau menampilkan iklan produknya di media sosial Youtube, dimana iklan ini menampilkan bagaimana kasih sayang perempuan sebagai seorang ibu yang mempunyai keterbatasan penglihatan (tuna netra) sedang mengerjakan pekerjaan diranah domestik mulai dari mengurus anak, memasak, menyiapkan bekal dan secangkir susu. Secara umum di Indonesia stereotipe perempuan memiliki peranan sangat terbatas diranah domestik, Seringkali perempuan hanya dianggap sebagai pengurus rumah tangga saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran representasi peran domestik dalam iklan Dancow versi (Bundaku beda, tapi #CintaBundaSempurna). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan dari pembahasan serta analisis yang telah dilakukan pada iklan tersebut dihasilkan bahwa iklan tersebut terdapat adanya tanda mengenai representasi peran domestik seorang ibu, dimana dalam iklan ini jelas menunjukan bahwa perempuan memiliki peran yang terbatas di ranah domestik. Pada kenyataanya stereotipe tersebut benar adanya, bahwasannya iklan-iklan di Indonesia pada umumnya seringkali menggambarkan atau merepresentasikan peran perempuan terbatas diranah domestik. Dapat disimpulkan bahwa apa yang dilihat oleh masyarakat Indonesia dari seorang perempuan yaitu mereka lebih mementingkan perempuan dalam ranah domestik.

Page 8 of 14 | Total Record : 131