cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Dramaturgi dalam Motif Sharing di Instagram pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang Salsabillah Malicha Putri; Deny Wahyu Apriadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.249

Abstract

The existence of social media made it easy for everyone to interact. The rising use of social media in Indonesia resulted in the emergence of the sharing phenomenon. This research intended to describes the motives of sharing on instagram, as well as overview of the front stage and the back stage. The method that has been employed for this research is qualitative research with type of descriptive research. The dramaturgy theory of Erving Goffman is used to describe the motives of sharing on Instagram. Based on the result of the research, there are five motives of sharing on instagram. First, the social relations in which made the students feel happy and recognized when they got likes and comments. Second, the self-representation, in this case, the students wanted to show good self-representation. Third, entertainment and learning in which coul be seen from the individuals’ behavior of sharing unique and interesting posts. Fourth, Instagram could be used as a diary that stored all activities. Fifth, the motive for expression in which students have a habit since then to tell all the activities carried out to others. The front stage is everything displayed by the individuals when they were interacting with others. The front stage consisted of the setting and the personal front. The setting is related to photo selection and the features that are used, meanwhile the personal front is related to the feed, story, caption, and their manner. Furthermore, the back stage is related to the real-life situation. Abstrak Adanya media sosial memudahkan setiap orang untuk berinteraksi. Maraknya penggunaan media sosial di Indonesia mengakibatkan munculnya fenomena sharing. Penelitian ini menggambarkan tentang motif sharing di instagram, serta gambaran panggung depan dan panggung belakang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teori dramaturgi Erving Goffman digunakan untuk menggambarkan motif sharing di Instagram. Berdasarkan hasil penelitian terdapat lima motif sharing di Instagram. Pertama, relasi sosial yang membuat mahasiswa merasa senang dan diakui ketika mendapat like dan komentar. Kedua, representasi diri, dalam hal ini mahasiswa ingin menampilkan representasi diri yang baik. Ketiga, hiburan dan belajar yang terlihat dari perilaku individu membagikan postingan yang dirasa menarik dan unik. Keempat, Instagram bisa dijadikan buku harian yang menyimpan segala aktivitas. Kelima, motif berekspresi di mana mahasiswa memiliki kebiasaan sejak untuk menceritakan segala aktivitas yang dilakukan kepada orang lain. Panggung depan adalah sesuatu yang ditunjukkan individu ketika mereka berinteraksi dengan orang lain. Panggung depan terdiri dari setting dan personal front. Setting berkaitan dengan pemilihan foto dan fitur yang digunakan, sedangkan personal front berkaitan dengan feed, story, caption, dan sikap mereka. Selanjutnya, panggung belakang terkait dengan situasi kehidupan nyata.
Penggunaan Platform Video Pendek Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran Digital untuk UMKM Miftahul Rozaq; Rah Utami Nugrahani
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.271

Abstract

The short video platform via social media has become very popular in Indonesia and is one of the main tools for strategic communication for entrepreneurs. However, research regarding the use of short video platforms as a strategic communication tool for entrepreneurship is still limited and has not been discussed in depth. This study aims to identify and classify various uses of short video platforms as strategic communication tools for entrepreneurship. This research was conducted using a qualitative approach using a descriptive case study method with 12 entrepreneurs on the island of Java, Indonesia. In-depth interviews and observations were conducted to examine the use of short video platforms and communication strategies used by entrepreneurs. The results of the study show that the use of short video platforms by entrepreneurs includes; following viral content, using music features, educational content, and live streaming. While the communication strategies used include; entertainment and humor, sharing information and promotions, co-branding, and using people/influencer elements. Abstrak Platform video pendek buatan pengguna melalui media sosial menjadi sangat popular di Indonesia, dan menjadi salah satu alat utama untuk komunikasi strategis bagi wirausaha. Namun, penelitian terkait penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan masih terbatas dan belum dibahas secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menklasifikasikan berbagai penggunaan platform video pendek sebagai alat komunikasi strategis untuk kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode studi kasus deskriptif kepada 12 wirausaha di pulau Jawa, Indonesia. Wawancara mendalam dan observasi dilakukan untuk menkaji penggunaan platform video pendek dan strategi komunikasi yang digunakan wirausaha. Hasil penelitian menunjukkan, penggunaan platform video pendek oleh wirausaha antara lain; mengikuti konten viral, penggunaan fitur musik, konten edukasi, dan live streaming. Sedangkan strategi komunikasi yang digunakan antara lain; entertainment dan humor, membagikan informasi dan promosi, co-branding, dan penggunaan elemen orang/ influencer.
Dramaturgi Panggung Depan Terdakwa Ferdy Sambo Gabirel Langga
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.274

Abstract

The courtroom is one of the communication contexts of the defendant Ferdy Sambo. The purpose of this study is to explain the communication of the defendant Ferdy Sambo in the South Jakarta District Court using Goffman's approach. This research is qualitative in nature and the method used in this research is the interpretive qualitative paradigm. Researchers used research objects and subjects in the trial of the Joshua murder case and the communication behavior of the defendant Ferdy Sambo at the South Jakarta District Court. The data used in this study consisted of primary and secondary data. The main information of this research was obtained by conducting direct observation as research material on the broadcast of the testimony of the defendant Freddy Sambo on television media. However, other sources of information that are the material of this research are literatures that support this research. This research reveals that the South Jakarta District Court courtroom is a space of verbal and non-verbal communication, where the defendant Ferdy Sambo avoided the death penalty. The defendant Ferdy Sambo used verbal and non-verbal communication as his strategy to gain sympathy from law enforcement so that his sentence was commuted by the judge in the case of Brigadier Joshua. Communication of the defendant Ferdy Sambo in managing impressions by presenting the front stage as a consideration in the decision in the case. Abstrak Ruang sidang merupakan salah satu konteks komunikasi terdakwa Ferdy Sambo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan menggunakan pendekatan Goffman. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kualitatif interpretif. Penelitian ini menggunakan objek penelitian dan subjek dalam persidangan kasus pembunuhan Joshua dan perilaku komunikasi terdakwa Ferdy Sambo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Informasi utama penelitian ini diperoleh dengan melakukan observasi langsung sebagai bahan penelitian terhadap tayangan kesaksian terdakwa Freddy Sambo di media televisi. Namun, sumber informasi lain yang menjadi bahan penelitian ini adalah literatur-literatur yang mendukung penelitian ini. Penelitian ini mengungkapkan bahwa ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merupakan ruang komunikasi verbal dan non-verbal, di mana terdakwa Ferdy Sambo terhindar dari hukuman mati. Terdakwa Ferdy Sambo menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai strateginya untuk mendapatkan simpati dari penegak hukum agar hukumannya diringankan oleh hakim dalam kasus Briptu Joshua. Komunikasi terdakwa Ferdy Sambo dalam pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sebagai pertimbangan dalam putusan dalam perkara.
Makna Cinta Kasih Sayang pada Video Musik Lagu Kirana-Dewa 19 Luthfan Wagas Wiratirta; Adrio Kusmareza Adim
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.289

Abstract

Affection love is an essential basic feeling that you always want to get and give. The Kirana song music video is a communication tool that contains messages and information on the meaning of affection love, which has many followers and unique, so it is necessary to examine the signs. The sign interpretation by constructivist analysis triadic semiotics of Charles Sander Pierce's which is built from primary and secondary data. The results of the research on the kirana song music video have the theme of getting lost in affection love. Affection love in the kirana song music video is represented by a combination of traditional and contemporary symbols. Dewi Kirana in the two dimensions of life is the main sign that represents and is a symbol of affection love. Verbal signs of affection love in the kirana song music video use various poetic language styles. Affection love is needed by every human being and youth is a critical age in trying to get a sense of affection love. Lack of affection love can cause humans to be helpless, directionless and frustrated and encourage negative actions. Affection love can be felt by directing it to positive feelings and controlling emotions. Storyline of kirana song begins with Dewi Kirana falling into a feeling of alienation, stranded in fake affection love and solving problems with negative actions and ends with Dewi Kirana's arrows. Abstrak Cinta kasih sayang suatu rasa dasar hakiki yang selalu ingin didapatkan dan diberikan. Video musik lagu Kirana merupakan salah satu alat komunikasi yang mengandung pesan dan informasi makna cinta kasih sayang yang unik sehingga perlu diteliti makna tanda-tanda yang digunakan. Untuk memaknai tanda dilakukan analisis semiotika triadik Charles Sanders Pierce’s secara konstruktivisme yang dibangun dari data primier dan sekunder. Hasil penelitian video musik lagu kirana mempunyai tema ketersesatan cinta kasih sayang. Cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana direpresentasikan dengan perpaduan simbol tradisional dan kekinian. Dewi Kirana dalam dua demensi kehidupan adalah tanda utama yang merepresentasikan dan merupakan simbol cinta kasih sayang. Tanda verbal cinta kasih sayang dalam video musik lagu Kirana digunakan berbagai gaya bahasa yang puitis. Cinta kasih sayang sangat dibutuhkan setiap manusia dan remaja adalah usia yang kritis dalam usaha mendapatkan rasa cinta kasih sayang. Kurang rasa cinta kasih sayang dapat menyebabkan manusia tidak berdaya, tidak punya arah dan frustasi serta mendorong melakukan tindakan bersifat negatif. Alur cerita Lagu kirana diawali Dewi Kirana terjun pada rasa terasing, terdampar pada rasa cinta kasih sayang palsu dan pemecahan masalah dengan tindakan negatif dan diakhiri dengan arahan panah Dewi Kirana.
Penggunaan Fantasy Themes Tentang Pemberdayaan Perempuan Generasi Muda Melalui Media Digital di Komunitas ‘Puan Bisa’ Alya Bunga Saharani; Fachrisa Alma Tiara Putri; Aditya Eka Putra
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.304

Abstract

The online community 'Puan Bisa' is a women-specific community that has the goal of empowering women, especially young women by utilizing symbolic fantasy in digital communication. The fantasy theme is the contents of messages in communication that have been dramatized, either through the choice of words, phrases, slogans and so on. The purpose of this research is to find out what kind of fantasy themes and messages the founder of the 'Puan Bisa' community uses to members of the 'Puan Bisa' online community board in building group awareness. The goal of this research is to find out what kind of message is used by founder of the 'Puan Bisa' community. The method used in this research is descriptive qualitative with data collection in the form of interviews with informants, pattern matching, literature studies, and internet research. The results of this study show that the fantasy created by the Founder of the 'Puan Bisa' community for members of the online community 'Puan Bisa' has built a group awareness in carrying out and describing women's empowerment. This causes a fantasy chain to occur which gives rise to certain types of fantasy that have specific meanings when used within the women's empowerment community. Abstrak Komunitas online ‘Puan Bisa’ merupakan komunitas khusus perempuan yang mempunyai tujuan untuk memberdayakan perempuan khususnya perempuan muda dengan memanfaatkan fantasi simbolik dalam komunikasi digital. Tema fantasi merupakan isi pesan dalam komunikasi yang sudah didramatisasi, baik melalui pemilihan kata, frasa, slogan dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tema fantasi dan pesan seperti apa yang digunakan pendiri komunitas ‘Puan Bisa’ kepada anggota pengurus komunitas online ‘Puan Bisa’ dalam membangun kesadaran kelompok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berupa wawancara terhadap informan, pola pencocokan, studi pustaka, dan riset internet. Hasil dari penelitian ini fantasi yang diciptakan oleh Pendiri dari komunitas ‘Puan Bisa’ kepada anggota pengurus komunitas online ‘Puan Bisa’ telah membangun sebuah kesadaran kelompok dalam melakukan dan menggambarkan pemberdayaan perempuan. Hal ini menyebabkan terjadinya rantai fantasi yang memunculkan tipe fantasi tertentu yang bermakna spesifik ketika digunakan di dalam komunitas pemberdayaan perempuan.
Pengaruh Interaksi Komunikasi Perempuan Double Burden Terhadap Keluarga Patriarki Batak Karo Citra Mayang Sari; Anang Anas Azhar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.305

Abstract

Double burden is a double burden that is carried by women to work for a living and play a big role as housewives. The objectives of this study are: 1) knowing the communication interaction of double burden women in the patriarchal family of Dolat Rayat village, 2) knowing the communication interaction of the patriarchal family of Dolat Rayat village with double burden women and 3) knowing the influence of the interaction of double burden women's communication with the patriarchal family of Dolat Rayat village. This research is a quantitative research with a correlational method. Through the results of the first percentage analysis, an average percentage of 74.69% was obtained in the interval of 60%-80% with good criteria. This shows that there is a good communication interaction carried out by barden women (wives) in the patriarchal family environment. While the results of the second percentage analysis obtained an average percentage of 64.63% entering the interval of 60%-80% with good criteria, meaning that the interaction of patriarchal family communication (husband) with double burden women (wives) did not occur a significant problem Furthermore, through the results of the correlation ụji analysis, a correlation coefficient (r) value of 0.648 was obtained, indicating that there was a strong influence on the communication interaction of double burden women (wives) with the patriarchal family (husband) in the village. Abstrak Double burden merupakan beban ganda yang dipinggul oleh perempuan untuk bekerja mencari nafkah serta berperan besar sebagai ibu rumah tangga. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) mengetahui interaksi komunikasi perempuan double burden(istri) dengan keluarga patriarki Desa Dolat Rayat, 2) mengetahui interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) Desa Dolat Rayat dengan perempuan double burden (istri) dan 3) mengetahui hubungan interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) dengan keluarga patriarki (suami) Desa Dolat Rayat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis metode korelasional. Melalui hasil analisis persentase pertama diperoleh rata-rata persentase data interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) sebesar 74,69% masuk interval 60%-80% dengan kriteria baik. Ini menunjukkan bahwa adanya interaksi komunikasi yang baik dilakukan oleh perempuan burden (istri) di lingkungan keluarga patriarki. Sedangkan hasil analisis persentase kedua diperoleh rata-rata persentase data interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) sebesar 64,63% masuk interval 60%-80% dengan kriteria baik, artinya interaksi komunikasi keluarga patriarki (suami) dengan perempuan double burden (istri) tidak terjadi sebuah permasalahan yang berarti Selanjutnya melalui hasil analisis ụji korelasi diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,648, menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang kuat interaksi komunikasi perempuan double burden (istri) dengan keluarga patriarki (suami) di Desa tersebut.
Jakarta dan Masyarakat Urban dalam Film Jakarta vs Everybody M. Abdul Ghofur; Latif Fianto; Elang Bhaskoro Adi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 1 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i1.306

Abstract

Film is not just moving pictures, but these moving pictures contain meaning and become a representation of a reality. Likewise with the film Jakarta vs Everybody, which is not only entertainment but also a representation of a group of people who live in Jakarta. This study aims to dissect the representation of Jakarta urban society in the film Jakarta vs Everybody, in which the analysis knife used is Ferdinand de Saussure's semiotic theory, in which signs are associated with or are physical signs that can be sensed or are called signifiers and can take the form of concepts. mental concept or idea concept called signified. The type of research used is descriptive qualitative in order to reveal more deeply the representation of urban society in the film Jakarta vs Everybody. The results of this study reveal that there are three forms of representation describing urban society, namely the individualistic personality of society, a free and unattached lifestyle, full of nightlife and discotheques, as well as high mobility and doing anything to achieve prosperity. Abstrak Film bukan sekadar gambar yang bergerak, namun gambar-gambar yang bergerak tersebut mengandung makna dan menjadi representasi dari sebuah kenyataan. Begitu juga dengan film Jakarta vs Everybody, yang tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga menjadi representasi dari sebuah kelompok masyarakat yang hidup di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk membedah representasi masyarakat urban Jakarta dalam film Jakarta vs Everybody, di mana pisau analisis yang digunakan adalah teori semiotika Ferdinand de Saussure, di mana tanda diaosiasikan dengan atau berupa tanda fisik yang dapat diindera atau disebut penanda (signifier) dan dapat berbentuk konsep mental atau konsep ide yang disebut petanda (signified). Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif guna mengungkap lebih mendalam representasi masyarakat urban dalam film Jakarta vs Everybody. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa terdapat tiga bentuk representasi yang menggambarkan masyarakat urban Jakarta, yaitu kepribadian masyarakatnya yang individualis, gaya hidup yang bebas dan tidak terikat, penuh dengan kehidupan malam dan diskotik, serta mobilitas yang tinggi dan melakukan apa saja untuk mencapai kesejahteraan, termasuk dalam hal ini menjadi artis peran dan sekaligus pengedar narkoba.
Pemanfaatan TikTok Sebagai Media Informasi Baru Generasi Z Ramdani Bur; Fitria Ayuningtyas; Munadhil Abdul Muqsith
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.260

Abstract

This research wants to explain how TikTok has become an informative medium for Generation Z. In the Information Age, technology and the internet make it easier for people to search for information. Sharing information is easy to access through websites or social media platforms. One of the rising stars whose users are increasing is the TikTok application. This social media application for sharing videos made by Bytedance continues to improve. In 2022, based on the databox, it was recorded that its use will reach 1.4 billion users worldwide. Business of Apps data in 2021 shows that almost 60% of its users are Gen Z. TikTok has developed into a place for people to get information. In this research, the researcher explains how the phenomenon of using the TikTok application as a new information media for Generation Z is in a case study in Lagoa Village, North Jakarta. The research method is qualitative with a phenomenological approach. Data collection techniques with interviews, observation, and literature study. The research results show that TikTok has emerged as a new information medium that is popular among the public, with users using it to share knowledge, insights, and information in various fields. The TikTok application has a very high impact on society. Very high is meant here; the information obtained from the TikTok application makes people confident to act after being exposed to information that interests them. Abstrak Penelitian ini ingin menjelaskan bagaimana TikTok menjadi media Informatif kalangan Generasi Z. Era Informasi, teknologi dan internet mempermudah orang melakukan pencarian informasi. Berbagi informasi begitu mudah di akses melalui website ataupun berbagai platfom media sosial. Salah satu rising star yang meningkat penggunanya ada Aplikasi TikTok. Aplikasi media sosial untuk berbagi video besutan Bytedance ini meningkat terus. Tahun 2022, berdasarkan databoks tercatat penggunaannya mencapai1.4 Miliyar pengguna diseluruh dunia. Data Business of Apps pada 2021 memperlihatkan hampir 60% penggunanya adalah Gen Z. TikTok berkembang menjadi salah satu wadah masyarakat memdapatkan informasi. Dalam penelitian peneliti ini menjelaskan bagaimana fenomena penggunaan aplikasi TikTok sebagai media informasi baru Generasi Z di studi kasusnya di Kelurahan Lagoa, Jakarta Utara. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan TikTok muncul menjadi media informasi baru yang populer di kalangan masyarakat, dengan pengguna yang memanfaatkannya untuk berbagi pengetahuan, wawasan, dan informasi dalam berbagai bidang. Aplikasi TikTok memberikan dampak yang sangat tinggi kepada masyarakat. Sangat tinggi yang dimaksud di sini, informasi yang didapat dari aplikasi TikTok membuat masyarakat yakin untuk bertindak setelah terpapar sebuah informasi yang menarik menurut mereka.
Peran Spin Doctor dalam Pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang Pada Pilkada Serentak Tahun 2020 Radita Az Azhara; Indrianti Azhar Firdausi; Ichsan Adil Prayogi; Aries Aries
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.279

Abstract

This research focuses on discussing the role of spin doctors in political marketing. The results of this research show that the role of spin doctors in political marketing in the victory of the Irna-Tanto candidate pair in the simultaneous regional elections in Pandeglang in 2020 using the spin doctor strategy is: (1) In the spin doctor strategy, the level of fame (popularity), the role of the spin doctor in carrying out the campaign politics directly door to door to the public in order to increase the popularity of candidate Irna-Tanto and the delivery of political messages is also carried out through print media and electronic or social media such as Facebook, YouTube and Instagram as well as print media such as billboards on the streets, stickers, calendars, paperbags and t-shirts. (2) In the likeability strategy in the role of the spin doctor in carrying out a political campaign utilizing the advantages of candidate Irna-Tanto as a campaign object to build a positive image. (3) In the spin doctor strategy, the electability level conveys the candidate's vision and mission so that prospective voters can commit to choosing the Irna-Tanto candidate pair and fulfill the community's expectations. Abstrak Penelitian ini memfokuskan bahasan peran spin doctor dalam pemasaran politik yang semakin berperan dalam mengantarkan calon pasangan menuju kursi kepemimpinan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian tim pemenangan atau tim sukses bupati dan wakil bupati Pandeglang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemasaran politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran spin doctor dalam pemasaran politik pada pemenangan pasangan kandidat Irna-Tanto pada pilkada serentak di Pandeglang tahun 2020 dengan menggunakan strategi spin doctor yaitu: (1) Pada strategi spin doctor tingkat ketenaran (popularity), peran spin doctor melakukan kampanye politik secara langsung door to door kepada masyarakat guna meningkatkan popularitas kandidat Irna-Tanto serta penyampaian pesan politik juga dilakukan melalui media cetak maupun media elektronik atau sosial seperti facebook, youtube, dan instagram adapun media cetak seperti baliho di jalan-jalan, stiker, kalender, paperbag dan kaos. (2) Pada strategi kemampuan untuk disukai (likeability) pada peran spin doctor melakukan kampanye politik memanfaatkan keunggulan dari kandidat Irna-Tanto sebagai objek kampanye untuk membangun citra positif. (3) Pada stategi spin doctor tingkat keterpilihan (electability) menyampaikan visi misi kandidat sehingga calon pemilih dapat berkomitmen untuk memilih pasangan kandidat Irna-Tanto dan terpenuhi akan harapan masyarakat.
Strategi Manajemen Krisis Hotel di Yogyakarta Selama Pandemi Covid-19 Melalui Instagram Rosalia Prismarini Nurdiarti; Kristina Andryani
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.284

Abstract

The Covid-19 pandemic caused many hotels to close and accept guests. This led to a crisis of aspects of human resources, the rate of occupation, and the decrease in turnover. It is therefore important to explain how five-star hotels were able to recover from the crisis. The aim of the study was to outline the management crisis strategy carried out by Phoenix Hotels and Grand Mercure through Instagram. Various policies amid the pandemic made five-star hotels Phoenix, and Grand Mercure uses Instagram as social media that can reach consumers for promotional strategies and recover the crisis. The method used in this study uses a qualitative content analysis approach, which includes content and context. The conclusion of this study is that crisis management strategy is carried out with a situational approach to crisis communication theory with a primary crisis response strategy in the form of compensation and justification. Secondly, with additional crisis response strategies in the form of victimage and reminder. Promotional strategies through Instagram by looking at message strategies consisting of content and context. Abstrak Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak hotel tutup dan menerima tamu. Hal ini menyebabkan krisis aspek sumber daya manusia, tingkat pekerjaan, dan penurunan omset. Oleh karena itu, penting untuk menjelaskan bagaimana hotel bintang lima dapat pulih dari krisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan strategi manajemen krisis yang dilakukan oleh Phoenix Hotels dan Grand Mercure melalui Instagram. Berbagai kebijakan di tengah pandemi dilakukan hotel bintang lima Phoenix, dan Grand Mercure menggunakan Instagram sebagai media sosial yang dapat menjangkau konsumen untuk strategi promosi dan memulihkan krisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi kualitatif, yang meliputi isi dan konteks. Kesimpulan dari penelitian ini adalah strategi manajemen krisis dilakukan dengan pendekatan melalui instagram dengan menekankan pada konten promosi dan kampanye sosial yang berkaitan dengan budaya lokal. Strategi yang lain adalah memberikan efek simpatik pada konsumen dengan memperhatikan sterelisasi ruangan dan protokol kesehatan.

Page 7 of 15 | Total Record : 145