cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Pola Komunikasi Guru dalam Internalisasi Nilai-nilai Panca Kesadaran Santri di Madrasah Aliyah Nurul Jadid Rojabi Azharghany; Abdul Adhim
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.285

Abstract

Communication is the most important part of carrying out social activities. Communication is not just someone conveying information to the communicant, but in someone's communication, a form or pattern occurs. Several patterns of communication occur, intra-personal communication, interpersonal communication, group communication, and mass communication. The purpose of this research is to find out the pattern of teacher-student communication that occurs in Madrasah Aliyah Nurul Jadid. The method used by researchers in this research is descriptive qualitative with a location study research approach. While the data collection techniques that researchers use include documentation, interviews, observations, and data from experts, colleagues, and literature review. In analyzing the data, the researcher uses Miles & Huberman's theory, namely: data presentation, data reduction, and conclusion drawing simultaneously. From the results of the research conducted, the communication patterns used by teachers tend to use interpersonal communication. In-depth coaching and appreciation of values is a form of teacher effort in internalizing the values of the Five Santri Consciousness. While the internalization of the values of the Five Awareness Santri can be done in several ways which include: lectures, exemplary, doctrine, habituation, enforcement of rules, and motivation. Abstrak Komunikasi merupakan bagian terpenting dalam menjalankan aktivtas dalam bersosial. Komunikasi bukan hanya sekedar seseorang menyampaikan informasi kepada komunikan tetapi dalam komunikasi terjadi sebuah bentuk atau pola. Ada beberapa pola komunikasi yang terjadi diantaranya, komunikasi intra personal, komunikasi antar personal, komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola komunikasi guru dengan peserta didik yang terjadi di Madrasah Aliyah Nurul Jadid. Metode yang peneliti pakai dalam penelitian ini adalah deskriptif, kualitatif dengan pendekatan penelitian studi lokasi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan meliputi dokumentasi, wawancara, observasi serta data para ahli, teman sejawat dan kajian literatur. Dalam analisis data peneliti memakai teori Miles & Huberman yaitu: penyajian data, redukasi data dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara serentak. Dari hasil penelitian yang dilakukan pola komunikasi yang guru gunakan cendrung memakai komunikasi antar pribadi. Pembinaan yang mendalam serta penghayatan terhadap nilai-nilai merupakan bentuk upaya guru dalam internalisasi nilai-nilai Panca Kesadaran Santri. Sedangkan Pelaksanaan internalisasi nilai-nilai Panca Kesadaran Santri dapat dilaksanakan dengan beberapa cara-cara yang meliputi: ceramah, peneladanan, doktrin, pembiasaan, penegakan aturan serta motivasi.
Pembangunan Infrastruktur Mitigasi Bencana Pada Komunikasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta Jeffri Theodore; Teguh Hidayatul Rachmad
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.323

Abstract

Fire Management and Rescue Services (Disgulkarmat) of Jakarta Capital Special Region (DKI) as the agencies which responsible for fire prevent, fire extinguisher and fire rescue, has a big challenge because of the high population that still continues to increase,to carrying out the main duty and fuction of Disgulkarmat in fire management especially in a city that is very massive of population number namely DKI Jakarta, disaster mitigation communication is very needed to always be present in serving and protecting all the people from the threat of fire, disaster and calamity. This research aims to see how far the disaster mitigation communication strategy implemented by Disgulkarmat as in carrying out its duties and functions and in responding to community reports. the research method that used in this study is the nature of qualitative research which is the data sources were obtained from field observations, interviews with informants and documentation that was collected and then described. the results of the study found that disaster mitigation communication by Disgulkarmat was strategically built by building a disaster mitigation communication infrastructure that could support all prevention and handling efforts, so as to prevent fires, minimize material losses and also the number of fatalities, and create a more proactive community in preventing and report incidents of fires, disasters or calamities that harm the community. Abstrak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi (Disgulkarmat) DKI Jakarta sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap tugas pokok pencegahan, penanganan dan penyelamatan kebakaran memiliki tantangan besar oleh karena tingginya jumlah penduduk yang terus meningkat, dimana dalam menjalankan tupoksi yang dimiliki disgulkarmat dalam penanggulangan kebakaran di kota yang sangat masif akan penduduk yaitu DKI Jakarta, komunikasi mitigasi bencana diperlukan untuk selalu hadir dalam melayani dan melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran, bencana dan musibah. Penelitian bertujuan untuk melihat seberapa jauh strategi komunikasi mitigasi bencana yang dijalankan oleh Disgulkarmat dalam menjalankan tupoksi dan dalam menanggapi laporan masyarakat. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sifat penelitian kualitatif yang sumber data didapatkan dari observasi lapangan, wawancara narasumber dan dokumentasi yang dihimpun lalu di deskripsikan. hasil dari penelitian menemukan bahwa komunikasi mitigasi bencana oleh Disgulkarmat di strategikan dengan membangun infrastruktur komunikasi mitigasi bencana yang dapat mendukung segala upaya pencegahan sekaligus penanganan, sehingga dapat mencegah kejadian kebakaran, meminimalisir kerugian material dan juga angka korban jiwa, serta menciptakan masyarakat yang lebih proaktif dalam mencegah dan melaporkan kejadian kebakaran, bencana atau musibah yang merugikan masyarakat.
Strategi Komunikasi Pariwisata dalam Membentuk Village Branding Ekowisata Taman Watu Kandang Desa Pandean Mohamad Faiz Bilmukharom; Didik Hariyanto
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.337

Abstract

Tourism is a rapidly growing industry in Indonesia and is currently a source of employment and livelihood for many people especially in rural areas. This study uses a qualitative method that prioritizes data depth, by observing and describing the situation in the Pandean tourist village. This study aims to determine tourism communication using village branding used by the Pandean tourist village so that it can achieve success as hope 1 in the 2022 Tourism Village Award (ADWI) which is carried out by the ministry of tourism and creative economy. The results showed that the tourism communication strategy used was village branding or what is commonly called village branding using social media, including websites, Youtube, tiktok and Instagram, but researchers found the fact that branding had the most influence on tourism visits through the testimonial method. directly person to person or word of mouth. The Pandean tourism village also collaborates with academics through the Ormawa PPK program. Abstrak Pariwisata merupakan industri yang berkembang pesat di Indonesia dan saat ini menjadi sumber pekerjaan dan mata pencaharian bagi banyak orang terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengutamakan kedalaman data, dengan mengamati dan menggambarkan situasi yang ada di desa wisata Pandean. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi pariwisata dengan menggunakan village branding yang dipakai oleh desa wisata Pandean sehingga bisa mencapai kesuksesan menjadi harapan 1 dalam Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2022 yang dilaksanakan oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi komunikasi pariwisata yang digunakan yaitu dengan branding desa atau yang biasa disebut village branding degan menggunakan media social antara lain, websit, Youtube, tiktok dan Instagram, namun peneliti menemukan fakta bahwa branding yang paling berpengaruh terhadap kunjungan pariwisata melalui metode testimoni secara langsung person to person atau word of mouth. Desa wisata pandean juga melakukan kerja sama dengan akademisi melalui program PPK Ormawa.
Studi Fenomenologi Keterbukaan Diri Remaja Akhir Perempuan Pengguna Aplikasi Kencan Online Bumble di Kota Bandung Puteri Natasya Brata; Anggian Lasmarito Pasaribu; Alila Pramiyanti
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.338

Abstract

The emergence of online dating apps which is one of the results of this technological development provides convenience and also changes in people's behavior. Online dating applications provide an opportunity for individuals to leave traditional ways of socializing and facilitate individuals by providing a wide choice of types of partners. One of the most popular online dating apps in Indonesia is Bumble. The presence of the Bumble application creates a new era in the world of online dating because conversations can only be initiated by the female side. In searching for an ideal partner on Bumble, it is necessary to develop interpersonal relationships. The formation of these relationships requires self-disclosure. This research was conducted to find out how self-disclosure of late adolescent girls who use the online dating application Bumble in the city of Bandung. Researchers used qualitative methods and a phenomenological approach with the aim of interpreting self-disclosure based on the experiences of informants. This study refers to the theory of self-disclosure based on the types of messages, dimensions, and stages of self-disclosure. The results of this study indicate that there are differences in the level of self-disclosure in each informant. The difference in self-disclosure is influenced by the involvement of the five dimensions that are quantity, value, accuracy/honesty, purpose, and intimacy. In addition, factors that affect the level of self-disclosure are the character of the informant, the motivation for using the Bumble application, cultural background, the person you are talking to, and the topic of conversation. Abstrak Kemunculan aplikasi kencan online yang merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi ini memberikan kemudahan dan juga perubahan dalam perilaku masyarakat. Aplikasi kencan online memberikan kesempatan individu untuk meninggalkan cara tradisional bersosialisasi serta memfasilitasi individu dengan menyediakan beragam pilihan tipe pasangan. Salah satu aplikasi kencan online yang populer di Indonesia adalah Bumble. Kehadiran aplikasi Bumble menciptakan era baru dalam dunia kencan online karena percakapan hanya dapat dimulai oleh pihak perempuan. Dalam melakukan pencarian pasangan ideal di aplikasi Bumble diperlukan pembangunan hubungan interpersonal. Pembentukan hubungan tersebut memerlukan adanya keterbukaan diri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri remaja akhir perempuan pengguna aplikasi kencan online Bumble di Kota Bandung. Peneliti menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dengan tujuan menginterpretasikan keterbukaan diri berdasarkan pengalaman informan. Penelitian ini mengacu pada teori keterbukaan diri berdasarkan jenis pesan, dimensi, serta tahapan keterbukaan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkatan keterbukaan diri pada setiap informan. Perbedaan keterbukaan diri tersebut dipengaruhi oleh keterlibatan lima dimensi yaitu kuantitas, nilai, akurasi/kejujuran, tujuan, dan keakraban. Selain itu, faktor yang mempengaruhi tingkatan keterbukaan diri adalah karakter informan, motivasi penggunaan aplikasi Bumble, latar belakang budaya, lawan bicara, dan topik percakapan.
Penerapan Jurnalisme Damai pada Pemberitaan Bentrokan Demonstran Penolak DOP dengan Aparat di Jayapura pada Portal Berita Okezone.com Fachri, Febrian; Arif, Ernita; Azwar, Azwar
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.373

Abstract

Legislation Committee of The House of Representatives of Republic of Indonesia (DPR RI) in a plenary meeting on April 6, 2022 ratified the Bill (RUU) on new autonomous regions (DOB) for provinces in Papua, namely Papua Selatan Province, Papua Tengah Province, and Papua Pegunungan Tengah Province. The decision was rejected by a number of parties by holding demonstrations against the new autonomous regions in various regions. When the demonstration was held in Jayapura on May 10, 2022, there was chaos between the protesters and the Indonesian National Armed Forces-Indonesian Police (TNI-Polri). During a conflict, the mass media were covering the conflict because it is considered to have high news value. But not all mass media are able to play a role in making conflict resolution or creating peace. This study aims to see how Okezone.com frames conflict in the protest against DOB using a qualitative approach with the Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki model framing analysis method that looks at the framing of syntactic, script, thematic and rhetorical structures. The analyzed datas are five news about the chaos, publish at the time occurred. The results show that Okezone.com has not implemented peace journalism and tends to apply war journalism. Okezone.com only highlights aspects of conflict behavior, accuse only one party, does not side with peace, rightness, society, and not into conflict solution. Abstrak Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rapat pleno pada 6 April 2022 mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang daerah otonom baru (DOB) provinsi di Papua yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah. Keputusan tersebut kemudian mendapat penolakan dari sejumlah pihak dengan menggelar aksi unjuk rasa penolakan DOB di berbagai daerah. Saat unjuk rasa digelar di Jayapura pada 10 Mei 2022, terjadi kericuhan antara pengunjuk rasa dengan TNI-Polri. Ketika terjadi konflik, media massa hadir untuk melakukan liputan karena konflik dianggap memiliki nilai berita yang tinggi. Namun tidak semua media massa mampu berperan dalam membangun resolusi konflik atau menciptakan perdamaian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Okezone.com membingkai konflik dalam unjuk rasa penolakan DOB menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan & Gerald M. Kosicki yang melihat pembingkaian dari struktur sintaksis, skrip, tematik dan retoris. Data yang dianalisis adalah lima berita mengenai kericuhan yang terbit pada saat peristiwa terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Okezone.com belum menerapkan jurnalisme damai dan cenderung menerapkan jurnalisme perang, karena dalam pemberitaan hanya menonjolkan aspek perilaku konfliknya saja, kemudian menempatkan hanya satu pihak yang bersalah. Serta tidak memiliki orientasi pada penyelesaian konflik, tidak berorentasi pada kebenaran dan kepada masyarakat.
P Peran Media Harian Radarmukomuko.com dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Generasi Z di Kabupaten Mukomuko Irma Rahma Wati; Dhanurseto Hadiprashada; Sonde Martadireja
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.383

Abstract

Based on the 2020 Population Census, birth rates by age group recorded an increase and dominance of the population aged 15 to 29 years. Based on generational classification, the majority of the dominant population falls into generation Z. Considering that generation Z is inseparable from technology and the internet, every development of information or the latest events of generation Z will continue to keep up with the times. This research aims to find out the role of Harianradarmukomuko.com media in meeting the information needs of generation z or millennials. This research uses qualitative research methods. The author focuses research on readers or audiences, especially in accessing information and the role of Harianradarmukomuko.com media as providing information for generation Z in Mukomuko Regency. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that: 1) The role of Harianradarmukomuko.com media in fulfilling the information needs of generation Z in Mukomuko Regency. When people's information needs can be met well, the role of the media has been achieved and has become the media of choice for generation Z to fulfill their information needs. 2) As well as the satisfaction of generation Z in Mukomuko Regency with the information presented by the daily media Radar Mukomuko.com. Satisfaction is a condition where the desires and needs of generation Z in Mukomuko Regency can be met. Abstrak Berdasarkan Sensus Penduduk pada tahun 2020, angka kelahiran menurut kelompok umur mencatat adanya peningkatan dan dominasi penduduk dengan umur 15 hingga 29 tahun. Berdasarkan penggolongan generasi, sebagian besar dominasi penduduk masuk kedalam generasi Z. Mengingat generasi Z tidak terlepas dari teknologi dan internet, maka setiap perkembangan informasi atau peristiwa terbaru generasi Z akan terus mengikuti perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran media Harianradarmukomuko.com dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi generasi Z atau milenial. Penelitain ini menggunkan Metode Penelitian kualitatif penulis memfokuskan penelitian pada pembaca atau khalayak terutama di dalam mengakses informasi dan peran media Harianradarmukomuko.com sebagai pemenuhan informasi generasi Z di Kabupaten Mukomuko. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: 1) Peran media Harianradarmukomuko.com terhadap pemenuhan kebutuhan informasi bagi generasi Z di Kabupaten Mukomuko. Ketika kebutuhan informasi masyarakat dapat dipenuhi dengan baik maka peran media telah tercapai dan menjadi media pilihan generasi Z sebagai pemenuh kebutuhan informasi. 2) Serta dalam Kepuasan generasi Z di Kabupaten Mukomuko terhadap informasi yang disajikan oleh media Harian Radar Mukomuko.com. Kepuasan merupakan kondisi dimana keinginan dan kebutuhan dapat terpenuhi generasi Z di Kabupaten Mukomuko.
Penggunaan Busana Sebagai Bentuk Ekspresi dan Identitas Mahasiswa di Media Sosial Qorib, Fathul; Ermelinda, J; Oktarina, Riesta Ayu
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.386

Abstract

Clothing is not only a covering for the body; more than that, it is a form of human expression. Even clothing can be a clue to the identity of the wearer. This research wants to understand how students represent themselves through clothing on Instagram. The research was conducted at Tribhuwana Tunggadewi University, with the unit of analysis being photos of informants on Instagram taken while they were on campus. Secondary data was obtained through interviews with informants who own Instagram accounts. The results of the research show that the self-representation that students want to show shows the aspect of social class as a high social class and personality aspects that show a self-image as an intellectual and good person, as well as a modern aspect with trendy and stylish clothing styles as a form of progress and mobility of the times. as well as the ideological aspect which displays religious symbols and feelings of love for the country of Indonesia. Abstrak Busana bukan hanya sebagai penutup tubuh, lebih dari itu merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia. Bahkan busana juga bisa menjadi salah satu petunjuk identitas pada diri pemakainya. Penelitian ini ingin memahami bagaimana mahasiswa merepresentasikan dirinya melalui busana di Instagram. Penelitian dilakukan di Universitas Tribhuwana Tunggadewi dengan unit analisis berupa foto-foto informan di Instagram yang diambil saat berda di lingkungan kampus. Data sekunder diperoleh melalui wawancara dengan informan pemilik akun Instagram. Hasil penelitian menunjukkan, representasi diri yang ingin mahasiswa ditampilkan menunjukkan adanya segi kelas sosial sebagai kelas sosial yang tinggi dan segi kepribadian yang menunjukan citra diri sebagai orang yang berintelektual dan baik, serta segi modern dengan gaya pakaian yang trendy dan stylish sebagai wujud kemajuan dan mobilitas zaman serta segi ideologi yang menampilkan simbol-simbol keagamaan dan perasaan cinta pada negara Indonesia.
Dinamika Komunikasi Organisasi dalam Penerapan Inovasi MBKM di Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Yoseph Riang
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.399

Abstract

In today’s modern era, many factors can drive or even hinder the success of an organization, but one of the key elements that continues to be a fundamental determinant is innovation. Innovation is an idea, practice, or object that is perceived as a new by an individual or other unit of adoption. The novelty is subjective, that is, an idea that is seen as new by one adoption unit but may not be new for another adoption unit. The novelty dimension also depends on what the adoption unit thinks about the idea, notion, practice or object. An organization adopts innovation to achieve its goals and win the competition. For the higher learning instututions, one thing that determines the success of innovation adoption is the dynamics of organizational communication especially in decision making. This research uses a case study method. These results show that the organizational dynamics of innovation decision-making by Widya Mandira Catholic University are carried out almost in line with Everett M Rogers. Besides, in those stages, there are still problems of different perception, the punctuality in providing feedback, and internal information sharing among the organization members. Abstrak Di era modern saat ini, banyak faktor yang dapat menjadi pendorong atau bahkan penghalang keberhasilan sebuah organisasi, tetapi salah satu elemen kunci yang terus menjadi penentu mendasar adalah inovasi. Inovasi adalah ide, gagasan, praktik, atau obyek yang dianggap atau dipikir baru oleh individu atau suatu unit adopsi. Kebaruan tersebut sifatnya subyektif, yaitu sebuah ide atau gagasan yang dipandang baru oleh suatu unit adopsi belum tentu baru bagi unit adopsi yang lain. Dimensi kebaruan itu tergantung juga pada apa yang dialami oleh unit adopsi terhadap ide, gagasan, praktik, atau obyek tersebut. Organisasi mengadopsi inovasi untuk mencapai tujuan dan memenangkan persaingan. Pada institusi pendidikan tinggi, satu hal yang turut menentukan keberhasilan adopsi inovasi adalah dinamika komunikasi organisasi khususnya dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bahwa dinamika pengambilan keputusan inovasi dalam organisasi yang terjadi di Universitas Katolik Widya Mandira sudah hampir runut seperti yang dikemukakan Everett M Rogers. Selain itu, di tahapan-tahapan pengambilan keputusan, masih terdapat masalah perbedaan persepsi, ketepatan waktu dalam memberikan tanggapan balik dan sharing informasi internal dari para anggota organisasi.
Struktural Functionalism sebagai Proses Transmisi Kesenian Bantengan Kota Batu Muherni Asri Utami; RR Roosita Cindrakasih
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.400

Abstract

The art of the bull is an art that originated from Malang Raya, especially Batu City. The art of the bull as the name is a form of manifestation of the head of the bull animal that is used in an actual as an entertainment medium. This research examines the art of bulls from a cultural point of view using structural functionalism theory. In some structural function functionalism, namely describing the function of social structure, the process of a relationship between social reality and the general needs of social organisms so that a functioning relationship occurs. When people deal with other people in it there must be capacity as a social status and social structure called the transmission process of the arts. This study uses a qualitative approach based on the assumption of the perspective of the world of constructivism. Strategies related to this assumption are descriptive, with observation and interview methods. The interview was conducted to the bulls of the Bantengan Arts/ Art workers in Batu City, the Chairperson of the Bantengan City of Batu City, the Head of the Batu City Tourism Office and the Chairman of the Batu City Arts Council. This study can be concluded as a whole that the existence of bull art is a process of social phenomena. The existence of bull art also shows the functioning of the system and social structure through the pattern of relationships between individuals, between groups in a society. Abstrak Kesenian Bantengan adalah kesenian yang berasal dari Malang Raya Khususnya Kota Batu. Kesenian Bantengan sebagaimana namanya merupakan bentuk perwujudan kepala hewan Banteng yang digunakan secara aktraktif sebagai media hiburan. Penelitian ini mengkaji kesenian Bantengan dari sudut pandang budaya dengan menggunakan teori Structural Functionalism. Pada beberapa pemikiran structural functionalism, yaitu mendeskripsikan fungsi struktur sosial, proses satu hubungan antara kenyataan sosial dengan kebutuhan umum organisme sosial sehingga suatu hubungan berfungsi tersebut terjadi. Ketika orang berhubungan dengan orang lain didalamnya pasti ada kapasitas sebagai status sosial dan struktur sosial yang disebut dengan proses transmisi kesenian Bantengan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didasari asumsi cara pandang dunia konstruktivisme. Strategi yang berhubungan dengan asumsi ini adalah deskriptif, dengan metode observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada pelaku Kesenian Bantengan/ pekerja seni Bantengan Kota Batu, Ketua Kesenian Bantengan Kota Batu, Kabid Budaya Dinas Pariwisata Kota Batu dan Ketua Dewan Kesenian Kota Batu. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan bahwa keberadaan kesenian Bantengan merupakan proses fenomena sosial. Keberadaan kesenian Bantengan juga menunjukkan berfungsinya sistem dan struktur sosial melalui pola hubungan antara individu, antara kelompok didalam suatu masyarakat.
Praktik Cyber Religion Remaja Perkotaan Akhmad Pandhu Wijaya; Agung Nugroho; Mahfudlah Fajrie; M. Nashrul Haqqi; Puja Pratama; Achmad Umar Setyadi; Virasti Setiani; Dwi Fania
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.404

Abstract

The emergence of various models of religion in the cyber era has certainly influenced the religious behavior of teenagers in cities. This research seeks to analyze cyber religion practices carried out by Muslim teenagers in the city, by focusing on the use of social media in their religious practices. This research uses an ethnographic method with the supporting method being virtual ethnography. The informants were Muslim teenagers. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. The research results show that the practice of cyber religion has become a routine for teenagers, this is done as a form of seeking religious information or knowledge and deepening Islamic teachings, apart from that the practice of cyber religion is also used as entertainment for some teenagers. The digital platforms that are often used are YouTube and Instagram. These two media are popular with teenagers because they are considered to represent the needs and lives of urban teenagers who are mobile, fast and instant, so that for teenagers the most important thing in religious practice is the media and the information. This is what allows anyone to become a figure (da’i) transmitting religious teachings, and can even cause the death of religious figures. Abstrak Munculnya beragam model keberagamaan di era cyber ini tentunya mempengaruhi perilaku beragama para remaja kota. Penelitian ini berusaha menganalisa praktik cyber religion yang dilakukan remaja muslim di kota, dengan berfokus pada penggunaan media sosial dalam praktik keagamaannya. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan metode pendukung adalah etnografi virtual. Informannya adalah para remaja muslim. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik cyber religion sudah menjadi rutinitas para remaja, hal tersebut dilakukan sebagai wujud untuk mencari informasi atau pengetahuan agama dan memperdalam ajaran Islam, selain itu praktik cyber religion juga digunakan sebagai hiburan bagi sebagian remaja. Platform digital yang sering digunakan adalah youtube dan instagram. Kedua media tersebut digemari para remaja karena dianggap merepresesntasikan kebutuhan dan kehidupan remaja kota yang mobile, cepat dan instan, sehingga bagi para remaja yang terpenting dalam praktik keagamaan adalah media dan informasinya. Hal inilah yang membuat siapapun bisa menjadi tokoh (da’i) penyampai ajaran agama, bahkan bisa membuat matinya tokoh-tokoh agama.

Page 8 of 15 | Total Record : 145