cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 145 Documents
Implementasi Media Digital Marketing Communications Pada Pedagang Ikan Cupang Hias Herru Prasetya Widodo; Asfira Rachmad Rinata; M. Abdul Ghofur
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.417

Abstract

This research aims to analyze and implement marketing strategies through digital media marketing communications for ornamental betta fish traders. Digital media marketing communications is an effective method for promoting products and building relationships with customers. which uses digital media to communicate with target markets. Ornamental Betta fish traders are a potential market segment for using digital media as a means of promotion and sales. The research method used is a case study, by collecting data through interviews, observations and documentation. In this research, it was found that ornamental Betta fish traders who implemented digital media marketing communications were successful. increase visibility and awareness of their products. They can also reach a wider target market through social media, websites and e-commerce platforms. Apart from that, traders can also take advantage of digital features. Some of the strategies implemented include: using social media to promote products, creating interesting and informative content, interacting with customers through comments and personal messages, and utilizing features such as live streaming and stories to provide a more interactive experience to customers. Apart from that, the results of this research show that ornamental betta fish traders can increase their sales and profits by implementing marketing strategies through digital media marketing communications. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan strategi pemasaran melalui digital media marketing communications pada pedagang ikan cupang hias. Media digital marketing communications merupakan salah satu metode yang efektif dalam mempromosikan produk dan membangun hubungan dengan pelanggan. yang menggunakan media digital untuk berkomunikasi dengan target pasar. Pedagang ikan cupang hias merupakan segmen pasar yang potensial untuk menggunakan digital media sebagai sarana promosi dan penjualan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa pedagang ikan cupang hias yang menerapkan digital media marketing communications berhasil meningkatkan visibilitas dan awareness produk mereka. Mereka juga dapat menjangkau target pasar yang lebih luas melalui media sosial, situs web, dan platform e-commerce. Selain itu, pedagang juga dapat memanfaatkan fitur-fitur digital. Beberapa strategi yang diterapkan antara lain: penggunaan media sosial untuk mempromosikan produk, membuat konten yang menarik dan informatif, berinteraksi dengan pelanggan melalui komentar dan pesan pribadi, dan memanfaatkan fitur-fitur seperti live streaming dan stories untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada pelanggan. Selain itu, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pedagang ikan cupang hias dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka dengan mengimplementasikan strategi pemasaran melalui media digital marketing communications.
Tourism Construction Model: Pengembangan Rintisan Desa Wisata Khas Suku Tengger di Kawasan Hinterland Bromo Pasuruan Rohmah, Siti Aisyatur; Ahwan, Zainul
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.418

Abstract

This research aims to study the model of developing a village tourism initiative to map the Tengger tribe's characteristic village tourism in the hinterland of Mount Bromo Pasuruan as an effort to achieve sustainable tourism goals. The Tosari sub-district as the hinterland of Bromo Pasuruan has rich natural and cultural potential of the Tengger tribe, which is still strongly preserved and cultivated in its customs and culture, has great potential for tourism development. This research uses a descriptive qualitative research method with an explanatory research approach based on community-based tourism. This study shows that one of the development strategy models that can be used to optimize the potential of village tourism in the (hinterland) supporting area of ​​the Mount Bromo National Park in Tosari sub-district is by implementing the pentahelix model with a community-based tourism approach. The results of this study have found a development model by integrating indigenous local Tengger culture with natural and cultural potential of the Tengger tribe, which is then integrated with each element in the pentahelix strategy, so it is found that the hinterland area of ​​Bromo Pasuruan as edu cultural Tourism. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pengembangan rintisan desa wisata untuk melakukan model pemetaan desa wisata khas suku Tengger di kawasan hinterland gunung Bromo Pasuruan sebagai upaya dalam mencapai tujuan suistanable tourism. Kecamatan Tosari sebagai kawasan Hinterland Bromo Pasuruan memiliki potensi alam yang kaya dan potensi budaya suku Tengger yang masih dengan kental dijaga dan dilestarikan adat dan budayanya, memiliki potensi besar bagi pengembangan pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deksriptif dengan pendekatan explanatori Penelitian berbasis comunity based tourism. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu model strategi pengembangan yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan potensi desa wisata di kawasan (Hinterland) penyangga wisata Gunung Bromo kecamatan Tosari adalah dengan mengimplementasikan model pentahelix dengan pendekatan community based tourism. Hasil dai penelitian ini telah ditemukan model pengembangan dengan mengintegrasikan indigenous local tengger culture dengan potensi alam dan potensi budaya suku tengger yang kemudian diintegrasikan dengan tiap elemen pada strategi pentahelix sehingga ditemukan bahwasanya kawasan hinterland Bromo Pasuruan sebagai edu cultural tourism.
Strategi Pengelolaan Konten Tiktok Lembaga Sensor Film RI dalam Meraih Engagement Rate Amalia Rizky Indah Permadani; Nurudin Nurudin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.421

Abstract

The Indonesian Film Censorship Institute (LSF) is a government agency that operates in the field of film censorship. This institution has the authority to censor films, film advertisements, examine themes, scenes, text, sound and images before they are released, shown or shown to the public. LSF also has the task of conducting outreach to the public through social media, one of which is Tiktok LSF RI which aims to convey information, education and the Independent Censorship Culture campaign. Tiktok LSF RI is operated by the Chair of the LSF New Media Sub-Commission. The aim of this research is to determine content management strategies to achieve engagement levels and so that messages can be conveyed to the audience. This study used descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, documentation and interviews. The research was conducted for 2 months at LSF RI Jakarta. As a result of this research, the Publication Team succeeded in increasing the engagement rate by 3.13% in a period of three months, the content was more thematic, conceptual, relatable, entertaining, the selection of talent had good visuals and matched the content idea, and had video quality with the best resolution. Their strategy in managing LSF social media content is through planning, activation and monitoring and optimization. Abstrak Lembaga Sensor Film (LSF) RI merupakan instansi pemerintah yang bergerak di bidang penyensoran film. Lembaga ini berwenang untuk melakukan sensor film, iklan film, memeriksa tema, adegan, teks, suara dan gambar sebelum diedarkan, dipertunjukkan maupun ditayangkan kepada khalayak. LSF juga punya tugas untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat melalui media sosial, salah satunya adalah Tiktok LSF RI yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, edukasi dan kampanye Budaya Sensor Mandiri. Tiktok LSF RI dioperasikan oleh Ketua Sub Komisi Media Baru LSF. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengelolaan konten untuk meraih engagement rate serta agar pesan dapat tersampaikan ke audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian dilakukan selama 2 bulan di LSF RI Jakarta. Hasil dari penelitian ini, Tim Publikasi berhasil meningkatkan engagement rate sebesar 3,13% dalam kurun waktu tiga bulan, konten lebih tematik, terkonsep, relatable, menghibur, pemilihan talent bervisual bagus dan cocok dengan ide konten, serta memiliki kualitas video dengan resolusi terbaik. Strategi mereka dalam mengelola konten media sosial LSF yaitu melalui perencanaan, aktivasi dan pengawasan dan optimalisasi.
Ruang Cyberfeminism di Balik Media Sosial Instagram Jakarta Feminist Yuni Lasari
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v5i2.422

Abstract

The presence of social media as a home for activists and social movements explains that public spaces today can spread into virtual spaces and have the same function as conventional public spaces. Through the @Jakartafeminist Instagram account, Jakarta Feminist builds a new, safe public space for women to speak up about their conditions. Using Habermas's theory of public space and netnographic research method, the research subject is selected by adopting six stages carried out by Kozinet that also accompanied the researcher's experience in the field. The research was conducted from July 2021 to April 2022, starting with observations and recording field notes daily, making reflections, documenting activities, conducting interviews, and analyzing them. The results show that the social movement carried out by Jakarta Feminist provides options for the presence of a safe public cyberspace and can help reduce gender bias. The choice of Instagram as a tool for daily activities from Jakarta Feminist is adjusted to the segmentation they reach, the young people, and to make it easier for the team to provide information visually to followers. Jakarta Feminist's Instagram social media is a promotional medium for disseminating feminist perspectives shown in programs, classes, and campaigns made in cyberspace. The topics and themes are related to Patriarchal culture and domestic violence cases, KBGO and the importance of privacy, consent, feminist ideology, myths about feminism, coalitions, and socialization between organizations, RUU PKS, and intersectionality issues. The cyberfeminist space built in this commentary sparked a critical sense for everyone who finished reading the caption. Abstrak Kehadiran media sosial sebagai rumah bagi para aktivis dan gerakan sosial menjelaskan bahwa ruang publik saat ini dapat menggunakan ruang virtual. Melalui media sosial instagram @Jakartafeminist, Jakarta Feminist membangun sebuah ruang publik baru yang aman bagi perempuan untuk speak up akan kondisi yang dialaminya. Dengan menggunakan teori ruang publik Habermas dan metode penelitian netnografi, subjek penelitian dipilih dengan mengadopsi enam tahapan Kozinet di mulai sejak Juli 2021-April 2022 yakni pengamatan dan mencatat fieldnote setiap hari, membuat refleksi, mendokumentasikan kegiatan, melakukan wawancara hingga menganalisanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial yang dilakukan oleh Jakarta Feminist memberikan opsi hadirnya ruang publik cyber yang aman dan mampu membantu mengurangi bias gender. Pemilihan Instagram sebagai alat dalam melakukan aktivisme disesuaikan dengan segmentasi audiens yakni anak muda milenial. Media sosial Instagram Jakarta Feminist hadir sebagai media promosi penyebarluasan perspektif feminis ditunjukkan dalam program, kelas dan kampanye yang dibuat di ruang cyber berkaitan dengan topik diantaranya melepaskan diri dari belenggu budaya Patriarki dan Kasus KDRT, KBGO dan pentingnya privasi, isu interseksionalitas, pentingnya consent, ideologi feminisme, mitos soal feminisme, koalisi dan sosialisasi antar organisasi, RUU PKS, serta isu interseksionalitas. Ruang cyberfeminism yang dibangun memantik rasa kritis untuk setiap orang yang mengikuti aktivitasnya.
Respon Masyarakat Kabupaten Jepara Pada Fenomena Migrasi Siaran Televisi Analog ke Siaran Televisi Digital Oktafian, Ananda Wahyu; Fania, Dwi; Mila, Zahrotul; Fitri, Rosyadiyyah; Andini, Muthya Octarisa Nur; Fajrie, Mahfudlah
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.423

Abstract

The migration of analog television broadcasts to digital television broadcasts is not just a matter of discourse. The Ministry of Communication and Information of the Republic of Indonesia has made the migration of analog to digital broadcasts or Analog Switch Off (ASO) its main focus. In order to enjoy digital television broadcasts, the government has carried out outreach through television news, advertisements, social media and the official Kominfo website. People don't need to buy a new television which is relatively expensive, just buy a device called a Set Top Box (STB) which is plugged into their old television so they can enjoy digital television broadcasts. This research was carried out using observation techniques, in-depth interviews, and documentation in the communities in Tahunan, Batealit, and Kalinyamatan sub-districts. This research was conducted to determine the public's response regarding the transition from analogue television to digital television. From the results of this research, it was found that the public responded positively, because they felt that the reception of digital television broadcasts was visually better, both in terms of resolution and sound. Some people also responded negatively because the signal could not be reached properly and some did not have an STB which was in the range of 200 to 300 thousand which was considered too expensive for the people in Jepara Regency, especially Tahunan District, Batealit, Kalinyamatan. Abstrak Migrasi siaran televisi analog ke siaran televisi digital tidaklah sebuah wacana belaka. Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia menjadikan migrasi siaran analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) ke fokus utamanya. Agar dapat menikmati siaran televisi digital, pemerintah telah melakukan sosialisasi melalui berita berita di televisi, iklan, media social serta website resmi Kominfo. Masyarakat tidak pelu membeli televisi baru yang harganya relatif mahal, cukup dengan membeli perangkat yang bernama Set Top Box (STB) yang dicolok di televisi lamanya agar bisa menikmati siaran televisi digital. Penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi pada masyarakat di Kecamatan Tahunan, Batealit, dan Kalinyamatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tanggapan dari masyarakat mengenai peralihan televisi analog ke televisi digital. Dari hasil penelitian ini mendapatkan hasil bahwa masyarakat merespon secara positif, karena merasakan penerimaan siaran televisi digital secara visual lebih bagus baik itu dari resolusi maupun suara. Sebagian masyarakat juga merespon negatif karena sinyal yang belum bisa dijangkau dengan baik serta ada yang belum memiliki STB yang mana berada dikisaran 200 sampai 300 ribuan yang dianggap masih terlalu mahal untuk masyarakat di Kabupaten Jepara terkhusus Kecamatan Tahunan, Batealit, Kalinyamatan.
Analisis Resepsi Followers Gen Z Terhadap Kasus Pelecehan Seksual dalam Konten Kisah @Perempuanberkisah Nababan, Ester Marini; Shabrina, Almira
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.427

Abstract

Sexual harassment in Indonesia has continued to increase in various sectors ranging from education, public spaces and even families. Most of cases are found in public spaces and private relationships. A lot of victims feel silenced and do not dare to voice the cases experienced, resulting in psychological trauma. As technology developed, several communities began to emerge that used social media as a forum for victims' stories. One of them is an online community of women telling stories as a medium for women's empowerment and a story space for victims of sexual harassment. This story space is realized through story content that publishes the original stories of victims of sexual harassment. The authors used descriptive qualitative research methods and Stuart Hall's reception analysis theory to find out the meaning of Gen Z followers of the story content. Researchers collected data by interviewing 10 Gen Z @perempuanberkisah followers who come from different backgrounds. Object of this research is the perception of Gen Z followers obtained after going through the process of interpreting or decoding the content that has been presented. The result of this study is the meaning of Gen Z followers who tend to operate in the Negotiation position, namely accepting the story content message but still make a selection of the message. Abstrak Pelecehan seksual di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam berbagai sektor mulai dari pendidikan, ruang public dan bahkan keluarga. Kebanyakan kasus ditemui pada ruang public dan hubungan private. Banyak korban yang merasa terbungkam dan tidak berani menyuarakan kasus yang dialami hingga mengakibatkan trauma psikis. Dengan perkembangan teknologi, maka mulai muncul beberapa komunitas yang menggunakan media sosial sebagai wadah cerita para korban. Salah satunya adalah komunitas online perempuan berkisah sebagai media pemberdayaan perempuan dan ruang cerita para korban pelecehan seksual. Ruang cerita tersebut direalisasikan melalui konten kisah yang mempublikasikan cerita asli para korban pelecehan seksual. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan teori analisis resepsi oleh Stuart Hall guna mengetahui pemaknaan Followers Gen Z terhadap konten kisah. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan mewawancarai 10 orang Followers Gen Z @perempuanberkisah yang terdiri dari latar belakang berbeda-beda. Objek dari penelitian ini adalah persepsi followers Gen Z yang didapat setelah melalui proses pemaknaan atau decoding atas konten yang sudah disajikan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan followers Gen Z yang cenderung beroperasi pada posisi Negosiasi yaitu menerima pesan konten kisah namun masih melakukan seleksi terhadap pesan tersebut.
Studi Fenomenologi: Drama Genre Boys Love Thailand dalam Penerimaan Perempuan Terhadap Kelompok LGBTQ Rachmayanti, Annissah; Diarsa, Fadhila Kresna
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.441

Abstract

The development of the Internet makes it easy for people to access various types of content and shows they like. There is a relatively high shift in digital media consumption patterns in Indonesia. The presence of digital media also makes audiences have power over what type of content they want to consume. Audiences actively choose the media or content they want to consume, so this ultimately drives the creation of algorithms that are used to fulfill their needs for content they will like. The purpose of this study is to see how women's acceptance of LGBTQ people in their daily lives after watching Thai drama with boys love genre. Analyzed with a phenomenological approach, the data collection techniques in the form of interviews conducted online with 6 informants who are passive and active viewers. Based on the results of the research, informants tend to accept and not question the romantic scenes and impressions in boys love shows. However, informants consider that these scenes can only be done in movies because they violate the culture, norms and principles they adhere to in Indonesia. Abstrak Perkembangan Internet memberikan kemudahan untuk masyarakat mengakses berbagai jenis konten serta tayangan yang mereka sukai, adanya pola pergeseran konsumsi media digital di Indonesia relatif tinggi. Kehadiran media digital ini turut membuat khalayak memiliki kuasa atas jenis konten apa yang ingin mereka konsumsi. Khalayak aktif memilih media atau konten yang mereka ingin konsumsi sehingga hal ini pada akhirnya mendorong terciptanya algoritma yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan konten yang akan mereka sukai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerimaan perempuan terhadap kelompok LGBTQ dalam kehidupan sehari-hari setelah melihat tayangan drama Thailand bergenre boys love. Ditelaah dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data penelitian ini berupa wawancara yang dilakukan secara online dengan 6 informan yang merupakan penonton pasif dan aktifi. Berdasarkan hasil penelitian informan cenderung menerima dan tidak mempermasalahkan tayangan dan adegan romantis pada tayangan boys love. Akan tetapi informan menganggap bahwa adegan tersebut hanya bisa dilakukan pada film saja karena melanggar budaya, norma dan prinsip yang mereka anut di Indonesia.
Media Sosial Sebagai Alat Kampanye Pemilu 2024: Perspektif Pengguna Tiktok Lestari, Vera Dewi; Kumalasari, Ana; Kasiami, Sri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.442

Abstract

This research aims to explain the utilization of social media by political parties and political actors towards the 2024 elections by using qualitative research methods. In this modern era, social media is starting to be recognized as a political campaign tool. This research explains how political parties and political actors utilize the Tiktok social media platform to build a good image, interact with voters and promote their political messages from the perspective of Tiktok users. By using qualitative data analysis, including observations and social media accounts. This research will provide knowledge about the strategy of utilizing social media as a medium for political campaigning and its impact on Indonesian democracy. The results of this study indicate that Tiktok users' perspectives on the use of social media as a campaign tool for the 2024 elections by political candidates show that they agree and feel effective. Tiktok users who are also voters also recommend several types of social media platforms that are also considered effective as campaign media for the 2024 Election, namely Instagram, Twitter and Facebook. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan media sosial oleh partai politik dan aktor politik menuju Pemilu 2024 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Di zaman yang serba modern ini, media sosial mulai dikenal sebagai alat kampanye politik. Penelitian ini menjelaskan bagaimana para partai politik dan aktor politik dalam memanfaatkan platform media sosial Tiktok untuk membangun citra baik, berinteraksi dengan pemilih dan mempromosikan pesan politik mereka dalam perspektif pengguna Tiktok. Dengan menggunakan analisis data kualitatif, termasuk observsi dan akun media sosial. Penelitian ini akan memberikan pengetahuan tentang strategi pemanfaatan media sosial sebagai media berkampanye politik serta dampaknya terhadap demokrasi Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif pengguna Tiktok terhadap pemanfaatan media sosial sebagai alat kampanye Pemilu 2024 oleh kandidat politik menunjukkan rasa setuju dan merasa efektif. Pengguna Tiktok yang sekaligus sebagai pemilih juga merekomendasikan beberapa jenis platform media sosial yang juga dirasa efektif sebagai media kampanye Pemilu 2024 yaitu Instagram, Twitter dan Facebook.
Implementasi Digital Public Relations dalam Membangun Citra Brand “Styleeves” Romadhan, Mohammad Insan; Rinata, Asfira Rachmad; Pradana, Bagus Cahyo Shah Adhi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.457

Abstract

In the industrial era 4.0, the online media using is a natural thing in any scope. Public relation is one sector that also follows the development of online media, then the term digital public relations was born. Styleeves is a form of business carried out by students who get entrepreneurship grants from the Ministry of Research and Technology. Unlike large capital owners who can freely choose to use any media, here Styleeves tries to maximize online media to be able to introduce its business. Literature review uses the concept of digital public relations and impression management theory. The research methodology was conducted qualitatively with descriptive research type. The owner's research informants and the marketing team from Styleeves. The results showed that the implementation of digital public relations was carried out by Styleeves using websites, social media, email, e-newsletters and e-commerce. And tend to use the ingratiation (pleasing others) strategies and self-promotion strategies. Abstrak Pada era industri 4.0 penggunaan media online menjadi hal yang wajar dalam ruang lingkup apapun. Public relations merupakan salah satu sektor yang juga mengikuti perkembangan dari adanya media online, sehingga lahirnya istilah digital public relations. Styleeves merupakan wujud usaha yang dilakukan oleh mahasiswa yang mendapatkan dana hibah kewirausahaan dari Dikti. Tidak seperti pemilik modal besar yang dapat dengan bebas memilih menggunakan media apapun, disini Styleeves berusaha memaksimalkan media online untuk dapat mengenalkan usahanya. Kajian literatur menggunakan konsep digital public relations dan teori manajemen impresi. Metodologi penelitian dilakukan secara kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian pemilik dan tim marketing dari Styleeves. Hasil penelitian menunjukkan implementasi digital public relations yang dilakukan oleh Styleeves menggunakan website, media sosial, email, e-newsletter dan e-commerce. Serta cenderung menggunakan strategi strategi ingratiation (menyenangkan orang lain) dan strategi self-promotion (promosi diri).
Marketing Public Relations Pemeritah Kabupaten Ponorogo dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Pandemi Covid 19 Utomo, Bambang Setyo; Rukmini, Diah; Makhasi, Ghifari Yuristiadhi Masyhari; Maulana, Risal; Fairuzzabadi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v6i1.465

Abstract

Indonesia experienced a significant increase of 769.39% in foreign exchange revenue from the tourism sector compared to the previous year, which amounted to only US$ 0.49 billion. The demand for visits by foreign tourists to Indonesia during that year rose by 926%, reaching a total of 743 thousand visits. Ponorogo Regency is one of the Indonesian regencies that saw an increase in the number of tourists in 2022, with a total of 589,268 visitors during that year. This research aims to analyze the public relations marketing of Ponorogo Regency in enhancing tourist visits post the Covid-19 pandemic. This study employs a qualitative approach, specifically a case study. Research data were obtained through in-depth interviews with three informants from the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports in Ponorogo, non-participatory observation, and documentation. The findings of the research indicate that to increase tourist visits post-Covid-19, the Ponorogo Regency government, through the Department of Culture, Tourism, Youth, and Sports office, utilizes a public relations marketing strategy consisting of three approaches: pull, push, and pass. The pull strategy involves advertising, sales promotion, and social media publicity. The push strategy employs personal selling and direct marketing. Meanwhile, the pass strategy includes organizing events, providing sponsorships, and building good relationships with stakeholders. Abstrak Tahun 2022 pendapatan devisa dari sektor pariwisata Indonesia mengalami kenaikan hingga 769,39% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai US$ 0,49 miliar. Permintaan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia pada tahun itu meningkat sebesar 926% dengan jumlah kunjungan mencapai 743 ribu. Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu kabupten di Indonesia yang mengalami peningkatan jumlah wisatawan pada tahun 2022. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Ponorogo pada tahun itu mencapai 589.268 orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing public relations Kabupaten Ponorogo dalam meningkatkan kunjungan wisatawan pasca pandemi covid 19. Untuk menggali data secara mendalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisnya studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, observasi non partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kunjugan wisatawan pasca Covid 19 pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui DISBUDPARPORA menggunakan marketing public relations yang terdiri dari tiga strategi yaitu pull, push, dan pass. Strategi pull dengan menggunakan periklanan, sales promotion dan publikasi di media sosial. Untuk strategi push dengan menggunakan personal selling dan direct marketing. Sedangkan strategi pass dengan menyelenggarakan event, memberikan sponsorship, dan membangun hubungan baik dengan para stakeholder.

Page 9 of 15 | Total Record : 145