cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 175 Documents
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.
Model Komunikasi Sosial Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jombang Muchlis; Ulfah, Elok Maria; A’yun, Ariza Qurrata
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2789

Abstract

This study aims to analyze the social communication model implemented by the local government in the economic empowerment of street vendors (PKL) in Mojoagung Park and Dr. Soetomo Street, Jombang Regency. The study used a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review, and validated using source and method triangulation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the government's social communication model is a strategic process that includes goal setting, audience segmentation, message development, communication channel selection, strategy implementation, and evaluation and monitoring. The implementation of the model faces various obstacles, including limited resources, regulatory issues, limited infrastructure, social inequality, and uneven participation of street vendors. Nevertheless, street vendors' responses to the government's social communication model tend to be positive, as reflected in increased trust in the government, involvement in the decision-making process, and direct impacts on business activities. These findings emphasize the importance of participatory and sustainable development communication in efforts to empower the informal sector economy. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis model komunikasi sosial yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di Taman Mojoagung dan Jl. Dr. Soetomo, Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi sosial pemerintah merupakan proses strategis yang mencakup penentuan tujuan, segmentasi audiens, pengembangan pesan, pemilihan kanal komunikasi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pemantauan. Implementasi model menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya, persoalan regulasi, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan sosial, serta partisipasi PKL yang belum merata. Meskipun demikian, respons PKL terhadap model komunikasi sosial pemerintah cenderung positif, yang tercermin dari meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, serta dampak langsung terhadap aktivitas usaha. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan ekonomi sektor informal.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.
Makna Cinta Diri dan Keresahan Emosional Anak Muda dalam Lirik Lagu “Mata Air” Karya Hindia Ft. Natasha Udu & Kamga Kedang, Carolina Oa Lourdes; Widodo, Herru Prasetya; Adi, Elang Baskoro
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2815

Abstract

This study aims to identify and understand the representation of self-love and emotional anxiety among young people in the song lyrics “Mata Air” by Hindia featuring Natasha Udu and Kamga. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The data source of this study is the song lyrics of “Mata Air”, obtained from platforms such as Spotify and YouTube. Data were collected through documentation study in the form of song lyrics taken from YouTube and Spotify for observation. The data analysis techniques include observing and identifying the meanings contained in each lyric, analyzing the messages conveyed in the song lyrics, examining the signifier and signified in each verse. The results of the study indicate that the song portrays the emotional journey of the younger generation in dealing with life pressures and the process of developing self-love. The representation of self-love reflects the concept of self-acceptance, as shown in lyrics such as “buying a ticket to the latest movie” and “ordering just enough for a single portion,” which signify self-acceptance and happiness in solitude. Meanwhile, the representation of emotional anxiety among young people is reflected in the lyric “Life is not about overtaking one another,” which signifies the anxiety experienced by many young people due to the competitive nature of life in pursuing their goals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna cinta diri dan keresahan anak muda dalam lirik lagu “Mata Air” oleh Hindia ft Natasha Udu & Kamga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Mata Air yang terdapat pada sumber Spotify, Youtube, dll. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa lirik lagu dari sumber Youtube dan Spotify yang akan diamati. Teknik analisis data berupa mengamati dan mengenali makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut, menganalisis pesan dalam lirik lagu, menganalisis penanda dan petanda pada tiap-tiap bait dalam lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lagu ini menggambarkan perjalanan emosional generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup dan proses mencintai diri sendiri. Pada representasi cinta diri menunjukkan adanya konsep self-love, yang dimana ditunjukkan pada lirik seperti “membeli satu tiket film terkini” dan “memesan yang cukup hanya untuk satu porsi” yang menandakan penerimaan diri dan kebahagiaan dalam kesendirian. Pada representasi keresahan emosional anak muda ditunjukkan pada lirik” Hidup bukan untuk saling mendahului” yang menandakan banyaknya anak muda yang resah karena hidup itu selalu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang mereka gapai.
Personal Branding Youtuber Tretan Muslim Pada Kanal Tretan Universe Ibrahim, Wikal Fadlian; Fanaqi, Chotijah; Hudaya, Deri
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2350

Abstract

This research is motivated by the increasing number of content creators on YouTube, which has given rise to intense competition among creators. The purpose of this study is to explain the personal branding developed by Tretan Muslim through his YouTube channel, Tretan Universe, amidst this competition. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, documentation, and literature review. This study refers to Peter Montoya's personal branding theory, which includes eight dimensions of personal branding. The results show that Tretan Muslim fulfills all of these dimensions. In specializing in simple appearance, thinking outside the box, and comedy are Tretan Muslim's characteristics. In leadership, his content is unique, fresh, and innovative. Personality is reflected in creativity, abstract thinking, and spontaneity. The dimension of difference is evident in his ability to process trends and involve people with disabilities. In terms of visibility, Tretan Muslim actively follows trends and collaborates. Tretan Muslim's Unity is seen in his professional behavior and always maintains a good attitude. Tretan Muslim's steadfastness is always consistent in seeking new ideas and has strong principles. In terms of good name, Tretan Muslim limits the expression of wild ideas and provides opportunities for people with disabilities. This overall strategy forms a unique personal branding, distinguishing Tretan Muslim from other content creators. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah konten kreator di media sosial YouTube, yang menimbulkan persaingan ketat antar kreator. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan personal branding yang dibentuk oleh Tretan Muslim melalui kanal YouTube-nya, Tretan Universe, di tengah persaingan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Penelitian ini mengacu pada teori personal branding Peter Montoya yang mencakup delapan dimensi pembentuk personal branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tretan Muslim memenuhi seluruh dimensi tersebut. Dalam spesialisasi penampilan sederhana, berpikir di luar nalar, dan komedi menjadi ciri khas Tretan Muslim. Dalam kepemimpinan, kontennya unik, segar dan inovatif. Kepribadian tercermin dalam krFareativitas, berpikir abstrak dan spontan. Dimensi perbedaan tampak dari kemampuannya mengolah tren dan melibatkan penyandang disabilitas. Dalam hal terlihat, Tretan Muslim aktif mengikuti tren dan berkolaborasi. Tretan Muslim memiliki Kesatuan terlihat dari perilaku profesional dan selalu menjaga sikap. Keteguhan Tretan Muslim selalu konsisten mencari ide baru dan meiliki prinsip yang kuat. Pada aspek nama baik, Tretan Muslim membatasi ekspresi ide yang liar dan memberikan peluang bagi orang disabilitas. Keseluruhan strategi ini membentuk personal branding yang khas, membedakan Tretan Muslim dari konten kreator lainnya.
Strategi Digital Marketing Indibiz dalam Membangun Brand Awareness Melalui Unggahan Konten Digital Maharani, Larasati; Santoso, Hudi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2346

Abstract

Indibiz's digital marketing strategy is a step that can be taken to introduce its services to the wider community. This research aims to analyze the strategies used by Indibiz's digital marketing operations in developing brand awareness through the digital content produced. The purpose of this research is to explain what kind of digital content contributes the most to increase Indibiz's brand awareness and explain the latest digital content trends that can be implemented on the Indibiz platform to attract audiences. The data collection process used a descriptive qualitative approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The research used the 4C digital marketing mix theory, namely co-creation, currency, communal activation, and conversation. The results showed that the digital marketing strategy implemented by Indibiz, namely by collaborating with customers and communities, utilizing viral digital content, holding events with communities and being responsive to audiences, was able to develop Indibiz's brand awareness. The challenging factor is that the uploaded content must be in accordance with the brand identity. This is quite challenging for B2B type companies. Abstrak Strategi digital marketing Indibiz merupakan suatu langkah yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan layanan yang dimiliki kepada masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan digital marketing operation Indibiz dalam mengembangkan brand awareness melalui konten digital yang diproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan jenis konten digital seperti apa yang paling berkontribusi dalam meningkatkan brand awareness Indibiz dan menjelaskan tren konten digital terkini yang dapat diimplementasikan pada platform Indibiz untuk menarik minat audiens. Proses pengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggunakan teori bauran pemasaran digital marketing 4C, yaitu co-creation, currency, communal activation, dan conversation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi digital marketing yang diterapkan oleh indibiz, yaitu dengan kolaborasi dengan pelanggan maupun komunitas, pemanfaatan konten digital yang viral, mengadakan event dengan komunitas dan responsif terhadap audiens mampu mengembangkan brand awareness Indibiz. Faktor yang menjadi tantangan adalah konten yang diunggah harus sesuai dengan identitas brand. Hal tersebut cukup menantang bagi tipe rusahaan B2B.
Representasi GoFood Sebagai Pengganti Ibu dalam Iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti” Gunawan, Nathania Raissa; Ramdani, Guruh; Mulyono
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2362

Abstract

Advertisement, as a form of visual and verbal communication, utilizes various elements to attract attention and shape consumer understanding in accordance with its communicative goals. One advertisement that employs connotative signs to shape audience perception is GoFood’s “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” campaign. This ad goes beyond merely promoting a food delivery service; it also represents emotional values such as love and care, which are conveyed through its messaging. This study aims to analyze how GoFood is represented as a substitute for the role of a mother in the “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti” advertisement. The research is conducted using a qualitative descriptive method, employing Stuart Hall’s theory of representation and Roland Barthes’ theory of extended connotation semiotics to uncover the connotative meanings and myths contained in the advertisement. This study is expected to contribute to a deeper understanding of how advertisements work through various connotative signs, visual, verbal, and textual, which can serve as creative methods during the advertisement production process. Abstrak Iklan sebagai bentuk komunikasi visual dan verbal memanfaatkan berbagai elemen untuk menarik perhatian dan membentuk pemahaman konsumen yang sesuai dengan tujuan komunikatifnya. Salah satu iklan yang juga memanfaatkan penanda-penanda konotatif yang membentuk presepsi audiens adalah iklan GoFood versi "Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti." Iklan ini tidak hanya sekadar mempromosikan layanan pengantaran makanan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai emosional, seperti kasih sayang dan perhatian, yang disampaikan melalui iklannya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah bagaimana GoFood direpresentasikan sebagai pengganti peran ibu dalam iklan GoFood versi “Ungkapkan yang Di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan teori representasi dari Stuart Hall dan semiotika konotasi berlanjut dari Roland Barthes untuk mengungkap makna-makna konotatif dan juga mitos yang terkandung dalam iklan “Ungkapkan yang di Hati, Kirimkan yang Berarti”. Penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan cara kerja iklan melalui berbagai penanda-penanda konotatif, baik yang bersifat visual, verbal, maupun tekstual yang dapat berguna sebagai salah satu bentuk metode kreatif pada tahap produksi pembuatan iklan.
Proses Penulisan Siaran Pers Kegiatan Pimpinan Daerah Melalui Situs Web oleh Pemerintah Kota Bogor Khoerunnisa, Assyifa Uzzahro; Ramdani, Guruh
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2366

Abstract

A press release is news or information written by an organization to describe the organization's activities. In government agencies, press releases have a vital role to maintain public trust through transparency of information submitted on the agency's official channel. The purpose of this paper is to describe the process of writing press releases of Bogor City regional leaders' activities carried out by the Bogor City Government. This research method uses a descriptive qualitative approach through in-depth interviews and participatory observation. This research reveals that the process of writing press releases is divided into three. First, the pre-production stage which consists of directing the leader's coverage and gathering information. Second, the production stage includes coverage, writing, editing and quality checking. Third, the post-production stage includes press release distribution and media monitoring. Bogor City Government uses a journalistic style in writing press releases with an inverted pyramid model and applies special rules in writing press releases to optimize search engine optimization (SEO), maintain accuracy, neutrality, and news value. This research provides a practical contribution for local government PR practitioners in drafting quality press releases to shape the positive image of government agencies. Abstrak Siaran pers adalah berita atau informasi yang ditulis oleh sebuah organisasi untuk menggambarkan kegiatan organisasi tersebut. Pada instansi pemerintah, siaran pers memiliki peranan vital untuk menjaga kepercayaan publik melalui transparansi informasi yang disampaikan pada kanal resmi instansi. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menguraikan proses penulisan siaran pers kegiatan pimpinan daerah Kota Bogor yang dilakukan oleh Pemkot Bogor. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa proses penulisan siaran pers terbagi menjadi tiga. Pertama, tahap praproduksi yang terdiri atas arahan liputan pimpinan dan pengumpulan informasi. Kedua, tahap produksi mencakup liputan, penulisan, penyuntingan dan pengecekan kualitas. Ketiga, tahap pascaproduksi meliputi penyebaran siaran pers dan media monitoring. Pemkot Bogor menggunakan gaya jurnalistik dalam menulis siaran pers dengan model piramida terbalik dan menerapkan aturan khusus dalam penulisan siaran pers untuk optimalisasi search engine optimization (SEO), menjaga akurasi, netralitas, dan nilai berita. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi praktisi humas pemerintah daerah dalam menyusun siaran pers yang berkualitas untuk membentuk citra positif instansi pemerintah.
The Implementasi AIDA pada Platform Instagram untuk Meningkatkan Occupancy Whiz Hotel Cikini Maharani, Karina Adinda; Priatna, Wahyu Budi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2643

Abstract

The digital transformation within the hospitality industry has driven Whiz Hotel Cikini to optimize its marketing communication strategy through Instagram to enhance brand awareness and occupancy. This study analyzes the implementation of the AIDA Model (Attention, Interest, Desire, Action) in the hotel’s digital strategy and its impact on marketing performance. A descriptive qualitative method was used, involving digital observation, content analysis, and interviews. The findings indicate that each AIDA stage contributes significantly. The Attention stage is achieved through consistent and visually appealing content that enhances brand visibility and audience reach. The Interest stage emerges from interactive content such as quizzes and guest-experience storytelling, which significantly increases audience engagement. The Desire stage is strengthened through guest testimonials and influencer collaborations that build trust and encourage interest among potential guests. The Action stage shows direct results through clear CTAs, booking links, and increased traffic from Instagram to the reservation page. The study concludes that the integrated application of AIDA creates a more effective customer journey, leading audiences from awareness to booking decisions. This strategy has proven to enhance engagement, expand audience reach, and contribute positively to the increase in Whiz Hotel Cikini’s occupancy rate. Abstrak Transformasi digital dalam industri perhotelan mendorong Whiz Hotel Cikini untuk memaksimalkan strategi komunikasi pemasaran melalui Instagram sebagai upaya meningkatkan brand awareness dan occupancy. Penelitian ini menganalisis penerapan Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam strategi digital hotel serta dampaknya terhadap kinerja pemasaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi digital, analisis konten, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahap AIDA memberikan kontribusi nyata. Tahap Attention diraih melalui konsistensi konten visual yang menarik sehingga meningkatkan visibilitas merek dan jangkauan audiens. Tahap Interest muncul dari konten interaktif seperti kuis dan storytelling pengalaman tamu yang mampu meningkatkan keterlibatan secara signifikan. Tahap Desire diperkuat melalui testimoni tamu dan kolaborasi influencer yang membangun kepercayaan dan mendorong minat calon tamu. Tahap Action menunjukkan hasil langsung melalui CTA yang jelas, tautan pemesanan, serta meningkatnya trafik dari Instagram menuju halaman reservasi. Temuan ini membuktikan bahwa penerapan Model AIDA secara terintegrasi membentuk customer journey yang lebih efektif, mulai dari menarik perhatian hingga mendorong keputusan pemesanan. Strategi ini terbukti meningkatkan engagement rate, memperluas audiens, dan memberikan kontribusi positif pada kenaikan tingkat hunian Whiz Hotel Cikini.