cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Editorial Address
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jl. Telaga Warna Blok C, Tlogomas, Malang, Jawa Timur Tel / fax : (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : 26857650     DOI : 10.33366
Core Subject : Social,
Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) merupakan jurnal ilmu komunikasi yang diterbitkan oleh Unitri Press Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Jurnal Komunikasi Nusantara menerima tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk naskah hasil penelitian atau kajian teori dan konsep.. Jurnal Komunikasi Nusantara (JKN) fokus pada artikel-artikel yang berisi penelitian dan pemikiran kontemporer dalam bidang Ilmu Komunikasi dalam berbagai perspektif.
Articles 165 Documents
Pengaruh Marketing Public Relations “Love Avoskin Love Earth” Terhadap Persepsi Merek Generasi-Z Pramania, I Gusti Agung Ayu Rahma; Triyanti, Adelia Dias; Putri, Devy Anggita
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2397

Abstract

This study aims to analyze the impact of “Love Avoskin Love Earth” Marketing Public Relations (MPR) on generation Z’s brand perception and evaluate gender as a moderating variable. Conducted in Surabaya with 100 generation z respondents, data were collected using questionnaires. Simple linear regression and moderated analysis (MRA) were employed for analysis. Linear regression result indicate a positive effect of MPR on brand perception (Adjusted R2 = 0,276), contributing 27,6% to brand perception variance, with 72,4% attributed to other factors. MRA confirms gender as a pure moderator, with significant interaction between MPR and gender (Adjusted R2 =0,301), though gender does not directly affect brand perception. In conclusion, the “Love Avoskin Love Earth” campaign effectively enhances an environmentally friendly brand image through sustainability education and brand ambassador collaboration, boosting generation z’s trust and loyalty. Recommendations include tailoring MPR strategies to gender preferences to maximize brand perception impact. Other companies are encouraged to adopt similar sustainable marketing communication approaches. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh marketing public relations (MPR) “Love Avoskin Love Earth” terhadap persepsi merek Generasi Z dan mengevaluasi peran gender sebagai variabel moderasi. Penelitian dilakukan di Surabaya dengan melibatkan 100 responden Generasi Z, menggunakan instrumen kuesioner. Data dianalisis melalui regresi linier sederhana dan moderated regression analysis (MRA). Hasil regresi linier menunjukkan MPR berpengaruh positif terhadap persepsi merek (Adjusted R2 = 0,276), atau menyumbang 27,6 % pengaruh dan 72,4 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Analisis MRA mengonfirmasi gender sebagai moderator murni, dengan interaksi MPR dan gender signifikan (Adjusted R2 = 0,301), meskipun gender tidak secara langsung mempengaruhi persepsi merek. Kesimpulannya, kampanye “Love Avoskin Love Earth” efektif memperkuat citra merek ramah lingkungan melalui edukasi keberlanjutan dan kolaborasi brand ambassador, meningkatkan kepercayaan dan loyalitas Generasi Z. Saran, Avoskin perlu menyesuaikan strategi MPR berdasarkan preferensi gender untuk memaksimalkan dampak persepsi merek. Perusahaan lain disarankan juga mengadopsi pendekatan serupa untuk komunikasi pemasaran berkelanjutan.
Model Komunikasi Sosial Pemerintah Daerah dalam Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jombang Muchlis; Ulfah, Elok Maria; A’yun, Ariza Qurrata
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2789

Abstract

This study aims to analyze the social communication model implemented by the local government in the economic empowerment of street vendors (PKL) in Mojoagung Park and Dr. Soetomo Street, Jombang Regency. The study used a qualitative approach with a descriptive-exploratory design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document review, and validated using source and method triangulation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the government's social communication model is a strategic process that includes goal setting, audience segmentation, message development, communication channel selection, strategy implementation, and evaluation and monitoring. The implementation of the model faces various obstacles, including limited resources, regulatory issues, limited infrastructure, social inequality, and uneven participation of street vendors. Nevertheless, street vendors' responses to the government's social communication model tend to be positive, as reflected in increased trust in the government, involvement in the decision-making process, and direct impacts on business activities. These findings emphasize the importance of participatory and sustainable development communication in efforts to empower the informal sector economy. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis model komunikasi sosial yang diterapkan oleh pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi pedagang kaki lima (PKL) di Taman Mojoagung dan Jl. Dr. Soetomo, Kabupaten Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen, serta divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model komunikasi sosial pemerintah merupakan proses strategis yang mencakup penentuan tujuan, segmentasi audiens, pengembangan pesan, pemilihan kanal komunikasi, implementasi strategi, serta evaluasi dan pemantauan. Implementasi model menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan sumber daya, persoalan regulasi, keterbatasan infrastruktur, kesenjangan sosial, serta partisipasi PKL yang belum merata. Meskipun demikian, respons PKL terhadap model komunikasi sosial pemerintah cenderung positif, yang tercermin dari meningkatnya kepercayaan terhadap pemerintah, keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan, serta dampak langsung terhadap aktivitas usaha. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi pembangunan yang partisipatif dan berkelanjutan dalam upaya pemberdayaan ekonomi sektor informal.
Verifikasi–Diseminasi Manajemen Komunikasi Lintas Sektor dan Peran Manajemen SDM dalam Kesiapsiagaan Bencana Pangandaran Hiram, Taqwa Putra Budi Purnomo Sidi; Bongsoikrama, Justin
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2794

Abstract

Pangandaran Regency faces a high threat of coastal disasters, but preparedness remains vulnerable when information comes in very quickly, from multiple sources, and is not always verified, making cross-sector coordination difficult. This study analyzes cross-sector communication management in the information verification-dissemination process and the role of human resource management, which includes role distribution, competencies, capacity building, work coordination, and quality control. The study uses a qualitative case study approach with in-depth interviews, limited observation, and document study; informants were selected purposively and developed using snowball sampling until data saturation was reached. The data were analyzed using Miles' model through data condensation (hybrid coding), data presentation (matrix/networking and process tracing), and conclusion drawing verified through triangulation, brief member checking, and audit trails. The findings show that the flow of reports from citizens and social media triggered overload, making layered verification a critical point; BPBD, Basarnas, Polri, and volunteers played different roles with Pusdalops as the control node. Dissemination became effective when the release authority was locked, messages were standardized, and corrections were made quickly when hoaxes appeared. Quality control is marked by the use of internal validity indicators and status determination coordination meetings, which maintain narrative consistency and accelerate community action directives across various communication channels. In conclusion, preparedness is strengthened when the verification-dissemination process is orderly and supported by competent and well-managed human resources during information surges. Abstrak Kabupaten Pangandaran menghadapi ancaman bencana pesisir yang tinggi, tetapi penguatan kesiapsiagaan masih rentan ketika informasi masuk sangat cepat, berlapis sumber, dan tidak selalu terverifikasi sehingga koordinasi lintas sektor mudah tersendat. Penelitian ini menganalisis manajemen komunikasi lintas sektor pada alur verifikasi–diseminasi informasi serta peran manajemen SDM yang mencakup pembagian peran, kompetensi, penguatan kapasitas, koordinasi kerja, dan kontrol mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan wawancara mendalam, observasi terbatas, dan studi dokumen; informan dipilih secara purposive dan dikembangkan secara snowball hingga kejenuhan data. Data dianalisis dengan model Miles melalui kondensasi data (hybrid coding), penyajian data (matriks/jejaring dan process tracing), serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi, member checking ringkas, dan audit trail. Temuan menunjukkan arus laporan warga dan media sosial memicu overload, sehingga verifikasi berlapis menjadi titik kritis; BPBD, Basarnas, Polri, dan relawan menjalankan peran berbeda dengan Pusdalops sebagai simpul kendali. Diseminasi menjadi efektif ketika otoritas rilis dikunci, pesan distandarkan, dan ralat dilakukan cepat saat hoaks muncul. Pengendalian mutu ditandai penggunaan indikator validitas internal dan rapat koordinasi penetapan status, yang menjaga konsistensi narasi dan mempercepat arahan tindakan masyarakat di berbagai kanal komunikasi. Kesimpulannya, kesiapsiagaan menguat bila proses verifikasi–diseminasi tertib dan ditopang SDM yang kompeten serta terkelola pada lonjakan informasi.
Analisis Kepuasan Penggunaan Media Digital dalam Penilaian Kinerja ASN Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Kurniawan, Ardhi; Wismanu, Rendra Eko; Rizky, Achmad Reza; Humam, Muhammad Iqbal
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2804

Abstract

The implementation of e-government in Indonesia serves as a crucial strategy for local governments to enhance the quality, efficiency, and transparency of public services. This study aims to evaluate employee satisfaction regarding the implementation of the E-Kinerja system and the Employee Performance Monitoring System (SIM-K) in Banyuwangi Regency using the E-Government Satisfaction (EGOVSAT) framework. The methodology employed is descriptive with a quantitative approach, involving 267 respondents selected through Proportional Stratified Random Sampling from a total population of 2,561 civil servants. Measurement was conducted based on five key dimensions: utility, reliability, efficiency, flexibility/customization, and risk. The results indicate that the overall user satisfaction score reached 3.710, with a Converted Interval Value (NIK) of 92.74, categorized as "Very Good" (Service Quality A). Comparatively, the E-Kinerja application (3.730) was rated higher than SIM-K (3.689). The efficiency dimension obtained the highest score (93.36), while the risk dimension received the lowest score (89.99) due to issues with application stability. Specific findings identified weaknesses in the availability of feedback mechanisms and the completeness of features within the performance input modules. Key recommendations include the development of smartphone-based applications, improving system stability to minimize technical errors, and strengthening routine monitoring mechanisms to maintain civil servant discipline. Abstrak Implementasi e-government di Indonesia merupakan strategi krusial bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan transparansi pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pegawai terhadap pelaksanaan sistem E-Kinerja dan Sistem Monitoring Kinerja Pegawai (SIM-K) di Kabupaten Banyuwangi menggunakan kerangka kerja E-Government Satisfaction (EGOVSAT). Metodologi yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan 267 responden yang dipilih melalui teknik Proportional Stratified Random Sampling dari total populasi 2.561 ASN. Pengukuran dilakukan berdasarkan lima dimensi utama: utilitas, reliabilitas, efisiensi, fleksibilitas/kustomisasi, dan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepuasan pengguna secara keseluruhan mencapai 3,710 dengan Nilai Interval Konversi (NIK) sebesar 92,74, yang dikategorikan sebagai "Sangat Baik" (Mutu Layanan A). Secara komparatif, aplikasi E-Kinerja (3,730) dinilai lebih baik daripada SIM-K (3,689). Dimensi efisiensi memperoleh skor tertinggi (93,36), sedangkan dimensi risiko mendapatkan skor terendah (89,99) karena kendala kestabilan aplikasi. Temuan spesifik mengidentifikasi kelemahan pada aspek ketersediaan sarana umpan balik dan kelengkapan fitur pada modul input kinerja. Rekomendasi utama mencakup pengembangan aplikasi berbasis smartphone, peningkatan stabilitas sistem guna meminimalisir error, serta penguatan mekanisme monitoring rutin bagi kedisiplinan ASN.
Makna Cinta Diri dan Keresahan Emosional Anak Muda dalam Lirik Lagu “Mata Air” Karya Hindia Ft. Natasha Udu & Kamga Kedang, Carolina Oa Lourdes; Widodo, Herru Prasetya; Adi, Elang Baskoro
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2815

Abstract

This study aims to identify and understand the representation of self-love and emotional anxiety among young people in the song lyrics “Mata Air” by Hindia featuring Natasha Udu and Kamga. This research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis. The data source of this study is the song lyrics of “Mata Air”, obtained from platforms such as Spotify and YouTube. Data were collected through documentation study in the form of song lyrics taken from YouTube and Spotify for observation. The data analysis techniques include observing and identifying the meanings contained in each lyric, analyzing the messages conveyed in the song lyrics, examining the signifier and signified in each verse. The results of the study indicate that the song portrays the emotional journey of the younger generation in dealing with life pressures and the process of developing self-love. The representation of self-love reflects the concept of self-acceptance, as shown in lyrics such as “buying a ticket to the latest movie” and “ordering just enough for a single portion,” which signify self-acceptance and happiness in solitude. Meanwhile, the representation of emotional anxiety among young people is reflected in the lyric “Life is not about overtaking one another,” which signifies the anxiety experienced by many young people due to the competitive nature of life in pursuing their goals. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami makna cinta diri dan keresahan anak muda dalam lirik lagu “Mata Air” oleh Hindia ft Natasha Udu & Kamga. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Mata Air yang terdapat pada sumber Spotify, Youtube, dll. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa lirik lagu dari sumber Youtube dan Spotify yang akan diamati. Teknik analisis data berupa mengamati dan mengenali makna yang terkandung dalam setiap lirik lagu tersebut, menganalisis pesan dalam lirik lagu, menganalisis penanda dan petanda pada tiap-tiap bait dalam lirik lagu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa lagu ini menggambarkan perjalanan emosional generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup dan proses mencintai diri sendiri. Pada representasi cinta diri menunjukkan adanya konsep self-love, yang dimana ditunjukkan pada lirik seperti “membeli satu tiket film terkini” dan “memesan yang cukup hanya untuk satu porsi” yang menandakan penerimaan diri dan kebahagiaan dalam kesendirian. Pada representasi keresahan emosional anak muda ditunjukkan pada lirik” Hidup bukan untuk saling mendahului” yang menandakan banyaknya anak muda yang resah karena hidup itu selalu berlomba-lomba untuk mencapai tujuan yang mereka gapai.