cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
ADAPTASI PERILAKU SAAT DAN PASCA PANDEMI COVID-19 Wikan Cahya
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 03 April (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 pandemic situation is by no means a favorable situation, and tends to cause negative impacts such as feelings of helplessness and hopelessness due to the deterioration of the situation (economically, physically, mentally, etc.). The situation is uncertain and stressful. Communities in the famous Chinatown area of Glodok, where commercial activity is central, have felt this significant negative impact. Government policy interventions had a direct impact on the community's ability to recover. As a result of the government's implementation of extensive social restrictions (PSBB) and restrictions on community movement (PPKM), the Glodok Chinatown community had to adapt to the situation during and after the COVID-19 pandemic. The Glodok Chinatown community must develop resilience to adapt to new environmental conditions. The purpose of this study is to describe the resilience level of Glodok Chinatown during and after the COVID-19 pandemic. The research method used is deductive qualitative descriptive statistical analysis. The research variable is behavioral adaptation (response, adaptation, withdrawal, surrender). The research sample amounted to 89 people using convenience sampling technique. The adaptive level to increase resilience formed in the Glodok Chinatown community is high, medium, and low. The adaptive level is based on the frequency of similar characteristics or adaptability in the application of health protocols and travel mobility. The Glodok Chinatown community tends to have a moderate adaptive level (during the pandemic) and a weak adaptive level (post-pandemic).
PEMERIKSAAN MICROALBUMINURIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE IMMUNOTURBIDIMETRI Atmanto, Y. Kusumo Adi Arji; Tenri Esa; Uleng Bahrun
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 04 Juli (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalbuminuria (MA) adalah suatu kondisi terdapatnya albumin di dalam urine. MA telah dikaitkan dengan adanya penyakit ginjal diabetes. MA sendiri bukan bukti pasti adanya nefropati, namun beberapa penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 dengan MA akan berkembang menjadi nefropati dari waktu ke waktu. Pada pasien yang menderita hipertensi dan diabetes, MA sebagai petanda dari disfungsi endotelial dan peningkatan risiko morbiditas serta mortalitas kardiovaskular. Tes MA diindikasikan sebagai tes skrining, diagnosis, dan pemantauan terapi penyakit ginjal dan kardiovaskular. Tes skrining dilakukan pada setiap pasien yang berisiko mengalami MA di mana hasil tes akan memberikan informasi tentang tingkat risiko kardiovaskular dan ginjal, serta implikasi terapeutik. Metode-metode yang dipakai dalam pengukuran kuantitatif albumin yaitu: High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Immunonephelometry, Immunoturbidimetry, Radioimmunoassay. Turbidimetry adalah pengukuran kehilangan cahaya yang melewati larutan, sedangkan nephelometry adalah pengukuran peningkatan cahaya yang dipantulkan ke arah yang berbeda. Seringkali antibodi digunakan dengan metode turbidimetry dan nephelometry ini disebut metode immunoturbidimetry dan immunonephelometry. Metode ini digunakan untuk mengukur konsentrasi partikel besar (seperti kompleks antigen-antibodi, prealbumin, dan protein serum lainnya) yang karena ukurannya tidak dapat diukur dengan spektroskopi absorbsi. Pada Immunoturbidimetry dilakukan deteksi sinar yang ditransmisikan ke arah depan dan pengukuran terhadap pengurangan kadar transmisi sinar yang disebabkan oleh kekeruhan yang terjadi akibat pembentukan partikel akibat adanya kompleks antigen-antibodi. Keywords: Mikroalbuminuria, immunoturbidimetry, kompleks antigen-antibodi
LITERATURE REVIEW : FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Saputri, Verninda Dwi
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 04 Juli (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The challenges faced by students trigger mental health problems, one of which is anxiety. Anxiety is a feeling of excessive fear and anxious. Students generally feel learning anxiety, including medical students. This research aims to determine the factors of anxiety in medical students in various countries. The research method uses literature study or literature review. The literature review search used electronic databases including PubMed (pubmed.ncbi.nlm.nih.gov), Google Scholar (scholar.google.co.id), and Researchgate (www.researchgate.net). The search results obtained 10 selected articles from 10 countries for analysis after determining their suitability to the criteria. The research results are in the form of a summary including title, country, research purposes, method or measuring instrument, and research results in the form of factors related to anxiety in medical students from research in various countries. Based on research results and discussions, it can be concluded that the factors that influence anxiety in medical students in various countries include factors female students, age > 20 years, first level of study, heavy academic load, and poor social support.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN AKIBAT BISING (NIHL) PADA PENERBANG PESAWAT ANGKUT TNI ANGKATAN UDARA YANG MELAKSANAKAN MEDICAL EXAMINATION DI LAKESPRA SARYANTO SELAMA TAHUN 2019 Marina Sudarman, Meta
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 04 Juli (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background : Smoking can cause a variety of diseases one of which is hearing loss. Nicotine causes the interruption of work on the nervous system, carbon monoxide nicotine works by increasing the hardening of the arteries and other circulatory problems, so that both are classified as ototoxic materials. Noise exposure can lead to the organ of corti damage, and decrease the blood flow to the cochlea resulting in cochlear hypoxia. Cigarette smoking could be ototoxic to cochlea, and could evoke cochlear ischemia. Cigarette smoking habit and noise exposure, each or together can cause hearing loss. Objective : To identify the correlation between cigarette smoking and noise induced hearing loss (NIHL). Methods : The design used is descriptive analytic study. Subjects were 106 pilots of the Indonesian Air Force transport community who had done medical examination at Lakespra dr. Saryanto and who had met the restrictive criteria. Results : From the 106 pilots, we found that the proportion of smoking habit with NIHL was 52,4%. Based on the Chi-Square test and Coefficient Contingency test showed there was not a significant difference and correlation between smoking habit and noise induced hearing loss with a significant p>0,05. Conclutions : There was not a significant correlation between cigarette smoking habit and noise induced hearing loss.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN KELOR TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI KELURAHAN PONDOK RANGGON Yuli Astuti
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 03 April (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme ditandai dengan tingginya kadar gula darah ≥200mg/dL pada pemeriksaan gula darah sewaktu. Prevalensi diabetes mellitus di DKI Jakarta pada tahun 2020 sebanyak 233.918 penderita dan di Jakarta Timur sebanyak 59.906 penderita. Tujuan studi kasus ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada keluarga dengan diabetes mellitus. Penelitian ini bersifat Quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas kelurahan pondok ranggon dengan jumlah sampel 12 orang dipilih secara purposive sampling, Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, set glucometer. Analisis data yang digunkan pada penelitian ini adalah uji T. Hasil rata-rata kadar gula darah sebelum diberikan intervensi 293,21 mg/dL dan sesudah diberikan intervensi 247,43mg/dL dan terjadi penurunan sebesar 45,78 mg/dL, dengan P-value 0.000. yang dapat disimpulkan bahwa adanya penurunan kadar gula darah setelah diberian rebusan daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, vitamin A, vitamin C, antioksidan dan selenium. Kandungan senyawa flavonoid dalam bentuk terpenoid dalam daun kelor sangat efektif dan lebih aman dalam penurunan kadar gula darah yang dapat menurunkan gula darah, dengan begitu daun kelor dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang bisa diajarkan kepada keluarga
GAMBARAN KASUS PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT SWASTA KOTA LHOKSEUMAWE Andre Kusuma
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 03 April (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan lebih dari 295 ribu ibu meninggal setiap tahun selama hamil atau bersalin di seluruh dunia. Pada periode tahun 2020-2021, Provinsi Aceh mencatat 381 kematian dari total 219.470 kelahiran hidup, dengan 55 kasus pada tahun 2021 yang disebabkan oleh perdarahan. Penyebab kematian utamanya adalah komplikasi selama kehamilan atau persalinan, terutama perdarahan dan komplikasi persalinan.Perdarahan sebagai penyebab kematian ibu dapat terjadi baik sebelum (antepartum) maupun setelah (postpartum) persalinan. Salah satu penyebab antepartum perdarahan adalah plasenta previa, di mana plasenta melekat pada bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Penelitian ini dilakukan di rumah sakit swasta di Kota Lhokseumawe pada tahun 2022 dengan tujuan untuk menyajikan gambaran kasus plasenta previa. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, yang melibatkan seluruh ibu hamil dengan plasenta previa, dengan total sampel sebanyak 70 pasien. Data dikumpulkan dari rekam medis tahun 2022.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis plasenta previa yang paling umum adalah plasenta previa totalis (57,1%), diikuti oleh plasenta previa parsialis dan plasenta letak rendah masing-masing sebesar 15,7%, serta plasenta previa marginalis sebesar 11,4%. Morbiditas terdeteksi pada 32,8% dari populasi yang diteliti, sementara tidak ada kasus mortalitas yang tercatat dalam penelitian ini.
GAGAL GINJAL KRONIK PADA ANAK Dwi Septian Wijaya
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 04 Juli (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal ginjal merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut bisa dialami siapa saja, baik orang dewasa atau anak-anak sekalipun. Pada anak-anak, kondisi ini bisa bersifat akut (tiba-tiba) atau kronis (jangka panjang). Penyebab gagal ginjal adalah karena kerusakan organ tubuh tersebut sudah cukup parah atau terjadi dalam waktu yang lama sehingga terjadi penumpukan kadar garam serta bahan kimia lain pada tubuh. Faktor pemicu yang bisa menyebabkan terjadinya gagal ginjal anak disebabkan karena kebutuhan cairan tubuh anak tidak tercukupi dalam kurun waktu panjang, adanya penyakit ginjal tertentu, seperti radang ginjal akut, glomerulonefritis, dan sejenisnya, penyakit bawaan dari orang tua kandung, seperti hipertensi dan diabetes, efek samping dari obat-obatan tertentu dan menderita sindrom hemolitik uremik (pembuluh darah kecil pada ginjal meradang dan rusak). Gagal ginjal anak memiliki tanda dan gejala tertentu yang dapat dideteksi oleh orang tua, seperti terjadinya mual dan muntah, nyeri pada bagian kiri atau kanan perut, urine berdarah, buang air kecil karena terasa sakit, sakit kepala, kulit pucat, jarang buang air kecil dan urine lebih pekat dari biasanya, wajah, tangan, atau kaki terlihat membengkak dan anemia. Adapun pencegahan terjadinya gagal ginjal pada anak, seperti menerapkan pola hidup sehat untuk anak, memberikan makanan sehat yang sesuai dengan pesan gizi seimbang, olahraga rutin, hindari konsumsi obat-obatan secara berlebihan dan konsumsi air yang cukup, hindari dehidrasi.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KOMUNITAS MELAYU RIAU WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTAU PANJANG KIRI PROVINSI RIAU Zulfa, Reni Zulfitri, Wasito Utomo
Jurnal Medika Hutama Vol. 5 No. 04 Juli (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang kerap dialami oleh lansia, dimana penyakit ini disebabkan oleh perubahan status gizi (kelebihan berat badan). Indeks massa tubuh dengan hipertensi pada lansia di Komunitas Melayu Riau Wilayah Kerja Puskesmas Rantau Panjang Kiri Provinsi Riau akan diteliti hubungannya dalam penelitian ini, dengan metode deskriptif korelasi cross sectional. Sampel diambil secara accidental sampling sebanyak 84 responden. Analisisnya memakai analisis bivariate dengan uji chi-square. Antara IMT dengan hipertensi (hipertensi sistolik terisolasi) sebanyak 36 (55,4%) dengan p value (0,018) <alpha (0,05) sesuai dengan hasil statistik terdapat hubungan yang bermakna, adanya hubungan tersebut perlu dilakukan pengontrolan terhadap berat badan lansia agar terhindar dari hipertensi dan resiko lainnya yang berdampaj buruk untuk kesehatan lansia.
PENGETAHUAN DAN SIKAP GURU AGAMA DAN GURU BP TERKAIT PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK UNTUK MENEKAN ANGKA STUNTING DI SMA WILAYAH KEK MANDALIKA Syamsuddin, Zaim
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 01 Oktober (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Child marriage is a serious problem faced by developing countries including Indonesia. Child marriage can cause disorders in obstetrics, perinatal period, Low Birth Weight (LBW), increased risk of prematurity, somatic health disorders, mental health disorders, and disorders in female reproduction, and can even result in stunting. The increasing number of child marriages can be caused by several factors, namely the family's economic level, place of residence/environment, knowledge about marriage, and level of education. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of Religious Teachers and Guidance Teachers regarding the Prevention of Child Marriage to Reduce Stunting Rates in Senior High Schools in the Mandalika Special Economic Zone. The respondents of this study consisted of 6 religious studies teachers and 8 guidance teachers (BP) who were spread across three schools, SMAN 1 Pujut, SMKN 1 Pujut, and SMAN 2 Pujut. The sampling method used was total sampling and used the snowball method to determine the keyperson. The assessment instruments used were questionnaires and interviews by preparing interview guidelines. Quantitative data analysis used descriptive and qualitative data used phenomenology. The results of the study show that the respondents' knowledge and attitudes are classified as good, but there are many things that can be related to each other in terms of knowledge and attitudes in daily activities in the school environment.
Hypothyroid and Heart Disease Wenilia, Rosita
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 01 Oktober (2024): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thyroid hormones, particularly T3 (triiodothyronine) and T4 (thyroxine), play a crucial role in regulating metabolism, growth, and cardiovascular function. Thyroid gland dysfunctions, such as hypothyroidism and hyperthyroidism, can have significant impacts on the cardiovascular system. Hypothyroidism is associated with reduced cardiac output, diastolic hypertension, and an increased risk of coronary heart disease (CHD), while hyperthyroidism can elevate heart rate and blood volume, potentially leading to cardiomyopathy. Epidemiological studies show that the prevalence of hypothyroidism is higher than hyperthyroidism, but it is often undiagnosed. Treatment of hypothyroidism involves the use of levothyroxine, aiming to normalize TSH and T4 levels through gradual titration. Special attention is required in treating patients with heart conditions to prevent complications such as myxedema coma. Therefore, early detection, prevention, and treatment of hypothyroidism are essential to reduce cardiovascular morbidity and mortality risks.