cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI LUKA PERINEUM PADA IBU POST PARTUM DI RS HARAPAN BUNDA BANDA ACEH Nuri Husnalizat
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 2 Januari (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea dan lembab akan sangat menunjang perkembangan biarakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum, munculnya infeksi pada perineum dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada jalan lahir. Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel maupun kedalam luka. Daun sirih mempunyai daya antiseptik dua kali lebih tinggi, kandungan kimia dalam daun sirih antara lain adalah minyak atsiri, hidroksivikal, kavikol, kavibetol, alilprokatekol, kavrakol, eugenol,pcymenen, cineole, cariofelen, kadimen estragol, terpen dan fenil propada, karvakrol bersifat desinfektan dan antijamur sehingga digunakan sebagai obat antiseptic. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyembuhan luka perineum sebelum dan sesudah diberikan terapi air rebusan daun sirih hijau pada ibu post partum di RS Harapan Bunda Bnada Aceh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah quasy experiment yang menggunakan desain one group pretest and posttest. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan criteria yang telah ditentukan, jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 15 orang. Hasil penelitian yaitu ada pengaruh air rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum pada pasien ibu postpartum dengan nilai p= 0,000.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA (SC) DI RUANG GURAMI RUMAH SAKIT TEUNGKU FAKINAH BANDA ACEH TAHUN 2024 Oliza Uzlifatul
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 2 Januari (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembedahan abdomen menimbulkan luka dan memberikan dampak bagi ibu, dampak yang paling dirasakan adalah nyeri akut. Apabila nyeri pada ibu post section caesareatidak teratasi dapat menyebabkan berbagai masalah diantaranya terjadi limfopeni, leukositosis, takikardi, pernafasan menjadi dangkal, memperlambat involusi uteri, dan mempersulit pemberian ASI. Pasien post SC memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang akan memicu penurunan nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mobilisasi dini pada pasien post sc di Ruang Gurami Rumah Sakit Teungku Fakinah Banda Aceh Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperiment yang menggunakan desain non equivalent control group. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, jumlah sampel berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan dari tanggal 10 mei sampai 24 mei 2024. Kesimpulan: ada pengaruh Mobilisasi Dini untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post sc dengan nilai p = 0,001.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INSENTIF KESEHATAN DI BERBAGAI NEGARA: IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INSENTIF KESEHATAN DI BERBAGAI NEGARA Nurwidi, Dimas
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 2 Januari (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Health incentive policies have become an important focus in efforts to improve the quality of healthcare services and public health outcomes in various countries. These incentives can take the form of financial incentives, such as bonuses or allowances, as well as non-financial incentives, such as awards or recognition. Objective: This study aims to collect, analyze, and present empirical evidence on the implementation of health incentive policies across various countries through a systematic review. The objectives of this research are expected to provide a deeper understanding of the types of incentive policies in place, the factors influencing the success of their implementation, and their impact on healthcare provider performance and public health outcomes. Method: This research method uses a systematic review method to collect, filter, and analyze data related to the implementation of health incentive policies in various countries Result: The result section presents the findings of the research in a clear and systematic manner. It reports the outcomes of data analysis, including any statistical analyses performed. Results are often presented using tables, figures, or graphs to enhance clarity and facilitate interpretation. This section objectively presents the empirical evidence obtained from the study without interpretation or speculation. Conclusion: Health incentive policies have great potential to improve the quality of health services. However, their effectiveness is highly dependent on the right design and contextual support and adjusting policies based on local needs.
DAMPAK EPILEPSI PADA KEHAMILAN Andi Muhammad Al Fatih Haq
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 2 Januari (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epilepsy is one of the most common chronic neurological conditions. It can affect individuals of all age groups, including women of reproductive age. In the United States, more than one million women of reproductive age are living with epilepsy. Epilepsy in this group, especially in pregnant women, requires special attention due to its potential impact on both the mother and fetus. In addition to the risk of external trauma from falls or injuries during seizures, seizures during pregnancy can also cause other negative outcomes, such as fetal distress, intrauterine growth restriction (IUGR), spontaneous abortion, preeclampsia, preterm birth, and even a tenfold increase in maternal mortality risk. Additionally, some antiepileptic drugs, such as valproic acid, can have teratogenic effects. Although the majority (90%) of pregnant women with epilepsy can deliver safely and have favorable pregnancy and birth outcomes, women with epilepsy still face a higher risk of adverse pregnancy outcomes. Therefore, understanding the impact of epilepsy during pregnancy and how to recognize and mitigate these risks is essential.
PENGARUH PENYAKIT DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI TERHADAP VISUS PASIEN USIA LANJUT PASCA OPERASI KATARAK DENGAN METODE SICS DI RS MATA NTB TAHUN 2024 Rahmayana, Widia
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Visual acuity (visus) refers to the eye's ability to perceive fine details at a specific distance. According to WHO (2021), visual impairments include blindness and conditions that cannot be corrected with glasses or contact lenses. These impairments may result from cataracts, glaucoma, macular degeneration, or diabetic retinopathy. Research indicates that visual impairments are more prevalent among older adults and individuals with comorbidities such as diabetes and hypertension. Cataracts, a condition where the lens of the eye becomes cloudy and causes blurred vision, are commonly found in older adults. WHO identifies cataracts as the second leading cause of global visual impairment (33%) after uncorrected refractive errors (42%). Uncontrolled diabetes mellitus (DM) can lead to severe complications, including damage to the eyes, kidneys, nerves, and heart. In patients with hypertension, increased oxidative stress occurs. Methods: This study is an analytical observational study with a cross-sectional approach. The population consisted of all elderly cataract patients who underwent surgery at the NTB Eye Hospital in 2024 and had comorbidities such as hypertension and diabetes mellitus. Results: The statistical chi-square test showed no significant effect of diabetes mellitus on the visual acuity of elderly patients after cataract surgery, with a p-value of 0.143 (P > 0.05). Similarly, there was no significant effect of hypertension on visual acuity in elderly patients after cataract surgery, with a p-value of 0.143 (P > 0.05). Conclusion: There is no significant effect of diabetes mellitus or hypertension on the visual acuity of elderly patients after cataract surgery using the SICS method at the NTB Eye Hospital in 2024.
PREGNANCY RISKS IN ADVANCED MATERNAL AGE: A CASE REPORT Wacika, I Nyoman Adi
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Advanced maternal age pregnancy refers to pregnancies occurring in women over the age of 35. Complications during pregnancy are a significant cause of maternal mortality, with maternal age being one of the risk factors. In 2021, the birth rate among women aged 35-39 was 54.2 births per 1,000 women, while for those aged 40-44, it was 12.1 births per 1,000 women. This case report highlights the risks associated with advanced maternal age pregnancy, making it an interesting topic for discussion. The aim of this study is to summarize the history, physical findings, laboratory results, and pregnancy risks associated with advanced maternal age. This is a case report of a 44-year-old multiparous woman who was referred to Dr. Abdoer Rahem General Hospital with hypertension and hyperglycemia since the seventh month of pregnancy. She was diagnosed with a third-degree obstetric anal sphincter injury, preeclampsia with HELLP syndrome, and gestational diabetes. Physical findings included a blood pressure of 197/107 mmHg, a laceration in the perineal region with situational suturing, decreased anal sphincter tone, and a positive pill-rolling test. Laboratory results showed Hb 11.2 g/dL, PLT 39,000, AST 353, ALT 153, HbA1c 7.4, and a random glucose test of 276mg/dL. The risks of pregnancy in advanced maternal age include preeclampsia, gestational diabetes, and perineal lacerations.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA LAKI-LAKI USIA 30-40 TAHUN Enny Khotimah; Aini, Nur; Hadi, Suparlan
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah ketika seseorang menimbun banyak lemak di tubuhnya. Ketidakseimbangan energi yang masuk dan yang dibutuhkan tubuh dapat menyebabkan obesitas. Pada tahun 2018, Survei Kesehatan Dasar (Riskesdas) mengungkapkan bahwa 21,8% orang dewasa berusia di atas 18 tahun mengalami obesitas, naik dari 10,5% pada tahun 2007. Kelebihan berat badan atau obesitas pada orang dewasa dapat dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Peningkatan IMT dapat menunjukkan peningkatan kadar lemak bebas tubuh, dan peningkatan kadar lemak bebas tubuh dapat mengindikasikan peningkatan kolesterol darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMT dengan kadar kolesterol pada pasien laki-laki usia 30-40 tahun di Klinik Tirta Medical Centre. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik menggunakan teknik pendekatan cross sectional dan menggunakan data sekunder yang bersumber dari hasil Medical Check Up (MCU) pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu terdaftar sebagai pasien MCU di Klinik Tirta Medical Centre periode Juni 2024, pria berusia 30-40 tahun, melakukan pemeriksaan IMT dan kadar kolesterol total. Didapatkan sebanyak 203 responden. Penelitian ini menggunakan uji normalitas kolmorogrov-smirnov, didapatkan nilai signifikansi 0,000<0,05 untuk IMT dan kadar kolesterol yang artinya data berdistribusi tidak normal. Selanjutnya dilakukan uji spearman dengan nilai P-value yang didapatkan 0,014<0,05 yang artinya terdapat hubungan antara IMT dengan kadar kolesterol total pada pasien MCU di Klinik Tirta Medical Centre.
ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD) PADA ANAK Dwi Septian Wijaya
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif merupakan tindakan seseorang yang bertujuan untuk mencelakai individu lain atau merusak barang, baik secara fisik maupun non fisik, yang mengakibatkan kerugian. Tindakan seperti ini juga dapat terlihat pada anak-anak yang mengalami Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), baik di lingkungan rumah maupun di sekolah. faktor yang memicu perilaku agresif pada anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD meliputi keinginan yang tidak terwujud, pengaruh lingkungan, gangguan perilaku, suasana hati yang buruk, serta ketidakpuasan terhadap orang tua atau teman. Perilaku kasar pada anak dengan ADHD dapat menyebabkan efek buruk jika tidak ada pengawasan dan penanganan yang tepat dari orang tua dan guru. Anak dengan ADHD biasanya memiliki sifat yang selalu aktif, hiper, dan bertindak tanpa berpikir, yang dapat menyebabkan kemunculan perilaku agresif.
PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI Nurwijayanti, Widi
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan aspek kognitif, terdapat elemen yang mendukung dan juga yang menghambat. Elemen yang mendukung perkembangan kognitif adalah lingkungan yang positif, seperti sekolah dan keluarga, yang seharusnya saling berinteraksi demi kemajuan dalam aspek-aspek perkembangan, termasuk kognitif. Sedangkan elemen yang menghambat perkembangan kognitif muncul ketika lingkungan anak tidak mendukung, contohnya ketika ada ketidakselarasan antara sekolah dan keluarga. Selain itu, faktor kematangan dan kebebasan juga berperan. Jika anak tidak diberikan kebebasan, maka perkembangannya tidak akan optimal sesuai dengan tingkat kematangannya. Dalam perkembangan aspek kognitif, terdapat elemen yang mendukung dan juga yang menghambat. Elemen yang mendukung perkembangan kognitif adalah lingkungan yang positif, seperti sekolah dan keluarga, yang seharusnya saling berinteraksi demi kemajuan dalam aspek-aspek perkembangan, termasuk kognitif. Sedangkan elemen yang menghambat perkembangan kognitif muncul ketika lingkungan anak tidak mendukung
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA PENDERITA TUBERKULOSIS Yang Fajar Kurniawan
Jurnal Medika Hutama Vol. 6 No. 3 April (2025): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus dan tuberkulosis adalah dua tantangan kesehatan yang signifikan dari segi epidemiologi dan memiliki dampak besar secara global, karena keduanya merupakan penyakit kronis yang saling terkait. Terjadinya infeksi paru seperti tuberkulosis pada individu dengan diabetes mellitus disebabkan oleh gangguan fungsi pada epitel pernapasan dan motilitas silia. Masalah pada fungsi endotel kapiler di paru-paru, kekakuan sel darah merah, serta perubahan pada kurva disosiasi oksigen akibat hiperglikemia yang berkepanjangan menjadi faktor yang menghambat mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Tuberkulosis adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi isu besar dan menduduki posisi kedua sebagai penyebab kematian tertinggi di antara penyakit menular lainnya. Kormorbid TB-DM terjadi ketika seseorang mengalami kedua penyakit, di mana orang tersebut dapat mengalami Diabetes Melitus terlebih dahulu sebelum tertular TB atau sebaliknya.