cover
Contact Name
Awis Hamid Dani
Contact Email
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Phone
+6282219457664
Journal Mail Official
jurnalkesehatan.stikescrb@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Kesehatan Cirebon Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jl. Brigjen Dharsono No 12 B Bypass Cirebon 45153
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 20880278     EISSN : 27219518     DOI : 10.38165
Core Subject : Health,
Lingkup naskah jurnal kesehatan mencakup bidang ilmu : kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, fisioterapi, radiodiagnostik dan radioterapi, farmasi serta laboratorium kesehatan.
Articles 227 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSEPSI TENTANG KESELAMATAN BERKENDARA PADA MAHASISWA PENGENDARA SEPEDA MOTOR Heni Fa'riatul Aeni; Rina Ratnaningrum
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.139

Abstract

Sepeda motor dapat menjadi ancaman besar terhadap kecelakaan yang terjadi dijalan raya dan menjadi penyumbang korban tertinggi. Laporan Polres Cirebon Kota, laka lantas pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 45 persen, yaitu dari 228 kasus pada tahun 2012 menjadi 415 kasus pada tahun 2013. Kecelakaan terbanyak terjadi pada usia produktif yakni usia 20-39 tahun, sedangkan mahasiswa di STIKes Cirebon termasuk ke dalam rentan usia tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi tentang keselamatan berkendara pada mahasiswa pengendara sepeda motor di STIKes Cirebon tahun 2014. Penelitian ini menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner. Rancangan penelitian ini adalah desain cross sectional, dengan populasi seluruh mahasiswa pengendara sepeda motor di STIKes Cirebon sebanyak 396 responden dan pengambilan sampel secara asidental (accidental) yaitu sebanyak 77 responden. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara usia dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 1,000), tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 0,902), ada hubungan antara motivasi dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 0,039), tidak ada hubungan antara pengalaman dengan persepsi tentang keselamatan berkendara (Pvalue = 1,171).  Kata Kunci:   Motivasi, Pengalaman Mengemudi, dan Persepsi ABSTRACT Motorcycles can be a major threat to the accident that occurred on the highway and became the highest contributor to the victim. Cirebon City Police report, lacquer then in 2013 increased by 45 percent, from 228 cases in 2012 to 415 cases in 2013 Accident occurred in the productive age ie 20-39 years of age, whereas students in Cirebon STIKes including to in the vulnerable age. The purpose of this study was to determine the factors associated with the perception of the driving safety of motorcyclists on students in Cirebon STIKes 2014. This research study used a questionnaire instrument. The study design was a cross-sectional design, with the entire student population of motorcyclists in Cirebon STIKes much as 396 respondents and sampling asidental (accidental) is a total of 77 respondents. The data were statistically analyzed using the chi square test. The results of this study showed no association between age and perception of safety driving (pvalue = 1.000), there was no relationship between sex with perceptions about the safety of driving (pvalue = 0.902), there is a relationship between motivation and perception of safety driving (pvalue = 0.039), there is no relationship between the experience of the perception of safe driving (pvalue = 1.171).Keywords: Age, Gender, Motivation, Driving Experience, and Perception
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN BIDAN DALAM PENERAPAN PARTOGRAF Iis Iis
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.156

Abstract

Partograf dapat meningkatan mutu dan keteraturan pemantauan janin dan ibu selama persalinan serta dapat membantu menemukan adanya masalah pada janin atau ibu. Kepatuhan bidan dalam penerapan partograf adalah Kepatuhan prosedur yang dilakukan untuk membuat alat bantu pemantauan kemajuan persalinan dan untuk membuat keputusan klinik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan bidan dalam penerapan partograf. Penelitian ini menggunakan Survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Batasan sampel dalam penelitian ini menggunakan kriteria inklusi yaitu bidan yang bekerja di Puskesmas PONED wilayah kabupaten sukabumi dan mau mengisi inform consent yaitu sebanyak 46 orang. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Statistik Chi-Square (X2). Hasil penelitian sebagian besar bidan yang tidak patuh dalam penerapan partograf sebesar 54,3%. Setelah dilakukan Uji Bivariat maka diperoleh hasil bahwa variabel yang bermakna adalah untuk tingkat pengetahuan P-Value  0,021, untuk tingkat pendidikan P-Value  0,016 , untuk tingkat lama bekerja P-Value  0,021 dan untuk pelatihan  P-Value 0,004 dan OR = 7,917. Kata Kunci : Partograf, Bidan, Kepatuhan ABSTRACTPartographs can improve the quality and regularity of maternal and fetal monitoring during labor and can help find problems in the fetus or the mother. Compliance partograf midwife in the application of the compliance procedure is done to make the tools of monitoring the progress of labor and to make clinical decisions. The aim of this study was to determine the factors associated with adherence midwife in the application partograf. This study uses Analytical Survey with cross sectional approach. Population in this research is all that is in BEONC Bureau of Sukabumi district, sampling in this research use accidental sampling is a midwife who works at the health center PONED Sukabumi district, would fill informed consent and there at the time of the research conducted as many as 46 people. Methods of data collection using primary data using questionnaires. The analysis used in this research is the analysis of univariate and bivariate descriptive analysis using Chi-Square Test Statistics (x2). Results of the study most of the midwife who do not comply in the application of partograf 54.3%. After Test Bivariat the obtained results that the variables that are meaningful to the knowledge level of the P-Value 0.021, to the level of education P-Value 0.016, to the level of long working P-Value 0,021 and for training P-Value 0.004. Based on the research results in the application of partograf compliance midwife for 21 people (45,7%).Keywords: Partograph, midwives, compliance
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PEGAWAI TERHADAP EFEKTIVITAS MANAJEMEN ORGANISASI Muslimin Muslimin
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.173

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pengaruh disiplin kerja dan motivasi kerja pegawai terhadap efektivitas organisasi pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.  Penelitian ini dilaksanakan pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat yang berlangsung 2 (dua) bulan dari bulan Desember 2012 sampai dengan Januari 2013.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei.  Responden penelitian adalah pegawai pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat sebanyak 30 orang pegawai yang dipilih berdasarkan teknik sensus.  Instrumen yang dipergunakan adalah angket untuk menghimpun data variabel disiplin kerja, motivasi kerja pegawai dan efektivitas organisasi. Analisis data menggunakan teknik korelasi sederhana, dan korelasi ganda, serta teknik regresi yang terdiri dari regresi linier sederhana dan ganda.  Sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengujian persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: pertama, terdapat pengaruh positif disiplin kerja pegawai terhadap efektivitas organisasi pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat.  Ini berarti bahwa makin tinggi disiplin kerja seorang pegawai akan makin tinggi pula efektivitas organisasi tersebut.  Kedua, terdapat pengaruh positif motivasi kerja pegawai terhadap efektivitas organisasi pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat.  Artinya makin tinggi motivasi kerja pegawai seorang pegawai, makin tinggi pula efektivitas organisasi tersebut.  Ketiga, terdapat pengaruh positif disiplin kerja dan motivasi kerja pegawai secara bersama-sama terhadap efektivitas organisasi pada Akper Dharma Bhakti Subang Propinsi Jawa Barat.  Dengan demikian berarti bahwa makin tinggi disiplin kerja seorang pegawai dan makin tinggi motivasi kerja pegawainya, akan makin tinggi pula efektivitas organisasi tersebut. Kata Kunci     : Disiplin,Motivasi,Efektifitas,Manajemen OrganisasiABSTRACTThis study aimed to describe the influence of labor discipline and motivation of employees to organizational effectiveness in Nursing Dharma Bhakti Subang West Java either individually or jointly. The research was conducted in Nursing Dharma Bhakti Subang West Java which lasts 2 (two) months from December 2012 to January 2013. The method used is a survey method. The respondents were employees in Nursing Dharma Bhakti Subang West Java 30 employees were selected based on census techniques. The instrument used was a questionnaire to collect data variable labor discipline, employee motivation and organizational effectiveness. Analysis of the data using a simple correlation techniques, and multiple correlation and regression technique that consists of simple and multiple linear regression. First previous testing data analysis requirements that normality test and homogeneity test. The results of this study found that: first, there is a positive influence on the effectiveness of employee discipline in Nursing organization Dharma Bhakti Subang West Java. This means that the higher labor discipline an employee will be the higher the effectiveness of the organization. Secondly, there is a positive influence on the effectiveness of employee motivation in the organization of Nursing Dharma Bhakti Subang West Java. This means that the higher an employee employee motivation, the higher the effectiveness of the organization. Third, there is a positive effect of labor discipline and motivation of employees working together on the effectiveness of the organization in Nursing Dharma Bhakti Subang West Java. Thus meaning that the higher labor discipline and the higher an employee work motivation of employees, will be the higher the effectiveness of the organization.Keywords:Discipline,Motivation,Effectiveness,Organizational Management
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM PRIMIPARA DI RUANG WIDYA RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON TAHUN 2015 Reni Fatmawati; Uus Husni
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.132

Abstract

Tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI ekskusif. Terlambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya sekresi oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Pijat oksitosin merupakan  salah satu cara yang efektif untuk merangsang sekresi oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum primipara di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai Cirebon tahun 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasy Experiment, populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum primipara di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai pada tanggal 11 Maret sampai 1 April 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 12 responden untuk setiap kelompok.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan teknik pengambilan data dengan cara penyebaran kuesioner. Penelitian menggunakan ujibeda t-test independent. Penelitian dilakukan di Ruang Widya Rumah Sakit Ciremai Cirebon pada tanggal 11 Maret sampai 1 April 2015.Dari hasil penelitian didapatkan pengeluaran ASI pada kelompok intervensi dalam kategori lancar yaitu sebanyak 75% sedangkan pada kelompok control dalam kategori tidak lancar yaitu sebanyak 75%. Hasil analisa bivariat dengan menggunakan uji beda t-test independent sample diperoleh nilai signifikansi 0,000, dibandingkan dengan nilai signifikansi α=5% (0,05) maka    p value < 0,05 berarti ada pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran pengeluaran ASI ibu post partum primipara.Sehubungan dengan hasil penelitian diharapkan perlunya memberikan informasi tentang pijat oksitosin ini bagi  rumah sakit, ilmu keperawatan, praktik keperawatan dan  ibu post partum.Kata Kunci    : Pijat Oksitosin,  ASI, Ibu post partum primipara, Pengeluaran ASI  ABSTRACTBreast milk that doesn’t come out on first day after birthing can be one cause of not realization exclusive breastfeeding. Delayed breast milk’s output can be cause by inhibition secretion of oxytocin which very important in continuity breast milk’s output. Oxytocin massage is one of method which effective for stimulates the secretion of oxytocin. The purpose of this research is to know the effect of oxytocin massage to continuity breast milk’s output on post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 2015.The type of this research is Quasy Experiment, and population in this research is post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital at 11thof March until 1stof April 2015.Sample was taken by purposive sampling technique with total sample is 12 samples for each group. Instrument that used in this research is questionnaire and data collection techniques used is by distributing questionnaire. This research is using t-test independent for research statistic test. This research conducted in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 11thof March until 1stof April 2015.The result of this research is most of the output breast milk in intervention group in the smooth category as much 75%, but in control group most of the output breast milk in the not smooth category as much 75%. The result of the bivariat analysis by using t-test independent is obtained p value 0,000, be compared with p value in α=5% (0,05) so  p value < 0,05and there iseffect of oxytocin massage to continuity breast milk’s output on post partumprimipara’s mother in Widya Ward Ciremai Hospital Cirebon 2015.Related with the result of this researchwill needs to provide information about oxytocin massage for hospital, nursing science, nursing practice and post partum’s mother.Keyword   : Oxytocyn massage, Breast milk, Post partumprimipara’s mother, breast milk’s output
EVALUASI PENGGUNAAN KOMBINASI OBAT DIGOKSIN DAN FUROSEMID Ine Suharyani
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i2.150

Abstract

Gagal jantung merupakan kondisi ketika otot jantung sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah keseluruh tubuh dengan tekanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan kombinasi digoksin dan furosemid berdasarkan aspek klinis serta pengeluaran kalium dalam tubuh. Penelitian ini dilakukan dengan metode retrospektif  yaitu menggunakan data yang telah lalu yang diperoleh dari bagian rekam medik. Data yang diambil adalah  resep penggunaan obat kombinasi digoksin dan furosemid yang ada di poli klinik jantung pada periode Oktober – Desember 2014. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa  39 resep kombinasi digoksin dan furosemid yang menunjukkan bahwa terdapat 100 % obat berinteraksi, 100 % durasi pemberian obat sesuai dengan literatur, serta 100% penggunaan dosis sesuai dengan literatur. Hasil pemeriksaan laboratorium kadar elektrolit natrium dalam serum adalah 136 – 145 mEq/l, kadar kalium dalam serum adalah 4,4 – 4,5 mEq/l, serta kadar klorida dalam serum adalah 100 – 110 mEq/l yang menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium kadar elektrolit dalam tubuh keadaan normal.Kata kunci : gagal jantung, skrining, digoksin, furosemid  ABSTRACTHeart failure is a condition when the heart muscle becomes so weak that it can’t pump enough blood throughout the body at the right pressure. The aim of this research to determine the right of combination of digoksin and furosemide seen from clinical aspects as well as the expenditure of potassium in the body. This research is descriptive method. Data  collected used retrospective method used the data in the medical record. Prescription drug use a combination of digoxin and furosemide from October to December 2014. The results are 39 recipes combination of digoxin and furosemide which indicate that the drug interacts are 100%, 100% of the right duration of drug delivery, and 100%  are the right dose. Results of electrolyte level in serum sodium is 136-145 mEq / L, potassium is 4.4 to 4.5 mEq / l and chloride is 100-110 mEq / l which shows the electrolytes level in the body at the normal state.Keywords: Heart failure, screening, digoxin, furosemide          
HUBUNGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA Muhammad Baihaqi; Agus Sutarna; Healthy Seventina
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.168

Abstract

Latar belakang: Proses menua akan menyebabkan kemunduran berbagai system pada lansia. Sejalan dengan kemunduran fisik nya lansia membutuhkan pertolongan keluarga utuk memenuhi personal hygiene. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia di desa Jungjang Wetan Blok 02 dan Blok 03. Metode penelitian ini adalah: penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 35 orang yang diambil melalui rumus besar sampel dimana penentuan sampel nya dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh degan cara observasi dan gluco test. Analisis secara statistic menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistic di dapatkan aktivitas sehari-hari lansia di Desa Jungjang Wetan blok 02 dan blok 03 Wilayah Kerja Puskesmas Tegalgubug sebagian besar berada pada kategori ringan (45,7%). Distribusi gula darah sewaktu responden yang paling banyak berada pada kategori normal yaitu 25 lansia ( 71,4 % ).Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai Chi Kuadrat (X2)hitung 4,126dan nilai sig. (p-Value) 0,042 berarti ada hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia.Kata Kunci : Kadar gula darah, Personal hygiene, Lansia ABSTRACTThe process of aging will lead to a deterioration of various system in the elderly. Along with the physical deterioration of elderly families in need weeks to meet personal hygiene. The purpose of this study to determine the relationship between daily activities with elderly blood sugar levels in the village JungjangWetan Block 02 and Block 03. This research is a descriptive study with cross-sectional correlation. The total sample of 35 people were taken through the large sample formula wherein determining the sample using simple random sampling. Data obtained inter alia, by observation and gluco test. Analyzed statistically using Chi-Square. From the statistical test results obtained with daily activities of the elderly in the village of JungaangWetan block 02 and block 03 PuskesmasTegalgubug largely gentleness in lightweight category (45.7%). Distribution of blood sugar while most respondents are in the 25 elderly normal category (71.4%). The results of hypothesis testing on the value obtained Chi Square (X2) count 4,126 and sig. (p-Value) 0.042 means that there is a relationship between daily activities with the elderly blood sugar levels.Keywords  : Role of Family, Personal hygiene Elderly
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN UPAYA PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA KARYAWAN DI PD SURABRAJA FOOD INDUSTRY KASUGENGAN KIDUL Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v7i2.127

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu kecelakaan yang paling sering terjadi selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian material, kebakaran juga dapat merusak lingkungan serta gangguan kesehatan yang diakibatkan dari asap kebakaran. Oleh karena itu, untuk meminimalisasi terjadinya kebakaran maka perlu penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan kecelakaan termasuk kebakaran. Pengetahuan, sikap dan upaya karyawan merupakan suatu hal penting dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh karyawan di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon yang berjumlah 106 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh pada bulan Agustus 2016, instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan metode penelitian wawancara, analisa data menggunakan uji statistik chi square.Hasil uji bivariat dengan menggunakan uji statistik, pada variabel pengetahuan menunjukan nilai p value = 0,035, hal ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan dengan upaya penanggulangan kebakaran dan variabel sikap menunjukan nilai p value = 0,084, hal ini menunjukan tidak ada hubungan sikap dengan upaya penanggulangan kebakaran di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Perlunya meningkatkan pengetahuan terhadap upaya penanggulangan kebakaran pada karyawan, diharapkan perusahaan mengadakan pelatihan dan sosialisasi terhadap tenaga kerja guna meningkatkan pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran di tempat kerja di PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul Kabupaten Cirebon Tahun 2016.Kata Kunci     : Pengetahuan, Sikap, Upaya Penanggulangan Kebakaran ABSTRACTFire is one of the most common accidents besides causing casualties and material losses, fires can also damage the environment and health problems resulting from smoke fire. Therefore, to minimize the occurrence of fire, the necessary implementation of Health and Safety as prevention and control of accidents including fire. Knowledge, attitudes and behavior of employees is an important thing in the face of a fire emergency response situations.Knowledge, attitude and effort of employees is an important thing in dealing with emergency response situation fire. The purpose this study was to determine the relationship of knowledge and attitude with the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.This study uses a quantitative approach to the cross-sectional design. The population in this research that all employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon regency totaling 106 people. The sampling technique in this study using saturation sampling in August 2016, research instruments using a questionnaire and interview research methods, data analysis using chi square test.Bivariate test results using statistical tests on the knowledge variables showed p value = 0.035, this shows there is a relationship of knowledge with the fire-fighting effort and attitude variables showed p value = 0.084, this shows there is no correlation with the attitude of fire fighting effort, Companies are expected to conduct training and socialization of labor in order to increase knowledge about fire prevention in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016.The need to improve the knowledge of the fire-fighting effort in employees in PD Surabraja Food Industry Kasugengan Kidul, Cirebon 2016Keyword                : Knowledge, Attitude, Fire Fighting Effort
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL PADA PASIEN RAWAT JALAN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II Ine Suharyani; Nisya Chairunisya; Aida Maftuhah
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.145

Abstract

Peningkatan kasus serta tingkat kematian pada pasien Diabetes Mellitus disebabkan oleh perkembangan teknologi yang mempengaruhi pola hidup masyarakat. Pola hidup ini dapat memberikan dampak negatif berupa meningkatnya prevalensi berbagai penyakit degeneratif salah satunya Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus Tipe II merupakan salah satu penyakit dengan angka kejadian yang cukup tinggi di RSUD 45 Kuningan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dengan metode retrospektif dengan melihat rekam medis pasien rawat jalan yang berobat pada periode bulan Juli-Desember 2013 di RSUD 45 Kuningan. Sampel yang diambil menggunakan metode random sebanyak 60 sampel dari 130 pasien rawat jalan penderita Diabetes Mellitus Tipe II di RSUD 45 Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 pasien, 45% menggunakan obat antidiabetik oral tunggal yaitu metformin dan sisanya merupakan kombinasi dengan obat lain. Penggunaan kombinasi yang paling banyak adalah metformin+glikuidon sebanyak 15%. Berdasarkan jenis kelamin, penderita Diabetes Mellitus Tipe II didominasi oleh perempuan sebanyak 53%,sedangkan berdasarkan usia paling banyak 46-65 tahun sebanyak 82%. Berdasarkan kadar gula darah sewaktu, penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang paling banyak dengan nilai ≥ 200 mg/dl adalah 65%. Penyakit penyerta yang menyertai Diabetes Mellitus Tipe II yang paling banyak adalah penyakit dispepsia sebanyak 13,33%, hipertensi 10%, dan rheumatoid arthtritis 6,66%. Obat penyerta yang paling banyak diberikan kepada pasien Diabetes Mellitus yaitu Amlodipin/Amdixal sebanyak 43%.Kata Kunci : Diabetes Mellitus, antidiabetik oral. ABSTRACTThe increased of case and mortality of Mellitus Diabetes patient because of the growth of technology expanding very fast recently, can influence pattern live society. Pattern live this also can give negative impact to increase of various degenerativedisease like MellitusDiabetes. Mellitus Diabetes Type II represent as one of the disease which high amount case in RSUD 45 Kuningan.This research represent descriptive research, data taken with retrosfectivemethod and studying medical record of some patient which medicinize at period of July until December 2013. Sampel taken use method of random counted 60 sample from 130 outpatient patient of Diabetes Mellitus Type of II.Result of this research showd that from 60 patient, 45% usedsingle oral antidiabeticwas metformin. Usage of combination which at most is metformin+glikuidon counted 15%. According to the gender, patient of Diabetes Mellitus Type of II predominated by woman was 53%. While to age faction that is among/between 46-65 year counted 82%. Azzording to blood sugar concentrated, patient of Mellitus Diabetes Type of II which at most with value ≥ 200 mg / dl counted 65%. Disease in combination with Diabetes Mellitus Type II aredyspepsia counted 13,33%, hypertension 10%, and rheumatoid arthtritis 6,66%. The most drug incombination was Amlodipin / Amdixal counted 43%.Keywords : Diabetes Mellitus, oral antidiabetik drug.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEPUASAN PASIEN Irawati Irawati; Endang Subandi; Asiah Asiah
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i1.163

Abstract

Komunikasi perawat dengan klien di beberapa pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit hanya berfokus pada tugas, sehingga gagal menyediakan perawatan informasi. penelitian tentang hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon. Jenis penelitian menggunakan deskriptif korelasi. seluruh  yang di infus di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon pada bulan April  2013. Teknik sampel dilakukan dengan menggunakan rumus minimal sample size kemudian pengambilan sampel dilakukan secara random, berjumlah sampel 78 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, sebelum digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisa data terdiri dari analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik berada kategori cukup berjumlah 33 orang (42,3%). Gambaran kepuasan pasien berada pada kategori Puas berjumlah 40 orang (51,3%). Ada hubungan pelaksanaan komunikasi terapeutik pada pemasangan infus dengan kepuasan pasien di Ruang UGD Rumah Sakit Tentara Ciremai Kota Cirebon tahun 2013 dengan χ2hitung (18,545)>χ2tabel (12,6) dan ρ value = 0,005(ρ<0,050).Kata Kunci          : komunikasi terapeutik, kepuasan, pemasangan infus ABSTRACTNurse communications with the patient in several health services especially in hospital are just focusing in their job descriptions; it makes informational incompleteness care to be provided. This research is study about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013. The purpose of this research is to know about the relationship between the therapeutic communications of infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon This research using descriptive correlation analytic method from all the patients in the emergency room of RST Ciremai Cirebon who had infusion installation, within April 2013. Sampling technique taken by minimizes sampling size and randomly taken, total samples are 78 persons. Questioners were used as a research instrument, which has passed validity and reliability test before. Univariate and bivariate data analysis were used as a data analytic technique. From this research comes a results that the implementation of therapeutic communications is in “enough” level for 33 person or 42.3% and in “satisfied” level for 40 persons or 51.3%. There are found relationship between the implementation of therapeutic communication in infusion installation with the patient satisfaction in emergency room of RST Ciremai Cirebon in 2013 with χ2count (18,545)>χ2tabel (12,6) and ρ value = 0,005(ρ<0,050).Keyword               : therapeutic communication, satisfaction, infusion installation
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEEFEKTIFAN DAN KEEFISIENAN ADMINISTRASI PELAYANAN PADA PASIEN RAWAT JALAN Citra Amelia Oktaviani; Mokh Firman Ismana; Suzana Indragiri
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v6i1.140

Abstract

Keefektifan  adalah melakukan pekerjaan yang benar dan sesuai dengan cara yang tepat untuk mencapai suatu tujuan yang telah direncanakan, sedangkan keefisienan adalah hasil dari usaha yang telah dicapai lebih besar dari usaha yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan pada pasien di instalasi rawat jalan rumah sakit sumber kasih kota Cirebon tahun 2014. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Hal yang ingin di teliti adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan diantaranya ketepatan waktu, sarana dan prasarana, sistem komputerisasi, dan sumber daya manusia terhadap keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan pada pasien di instalasi rawat jalan rumah sakit sumber kasih kota Cirebon tahun 2014. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistic Package For Social Science). Populasi penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang berkunjung ke rumah sakit sumber kasih pada bulan januari sampai desember tahun 2013, yaitu sebanyak  947 pasien, dengan pengambilan  sampel ditentukan dengan cara Consecutive Sampling yaitu pengambilan sampel ditentukan berdasarkan urutan datangnya pasien, sebanyak  90 pasien. Didapatkan dari hasil penelitian, pasien yang mempuyai keefektifan dan  keefisienan yang efektif dan efisien  sebanyak 34,4% dan 65,6% pasien yang  mempunyai keefektifan dan keefisienan yang  tidak efektif dan efisien. Hasil uji statistic (uji chi square) diperoleh bahwa ada hubungan yeng bermakna antara ketepatan waktu dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,002), ada hubungan yeng bermakna antara sarana dan prasarana dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,017), ada hubungan yeng bermakna antara sistem komputerisasi dengan keefektifan dan keefisienan  administrasi pelayanan (p- value = 0,011), ada hubungan yeng bermakna antara sumber daya manusia dengan keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan (p- value = 0,000). Kata Kunci          : Keefektifan dan keefisienan administrasi pelayanan. ABSTRACTEffectiveness is doing the job properly and in accordance with the proper way to achieve a goal that has been planned, while efficiency is the result of the effort that has been achieved is greater than the work done.This study to determine the factors related to the effectiveness and efficiency of administrative services to patients in hospital outpatient installation source love Cirebon city in 2014. The method used in this research is descriptive analytical cross-sectional research design. Things to be investigated are the factors related to the effectiveness and efficiency of administrative services including timeliness, facilities and infrastructure, computerized systems, and human resources administration of the effectiveness and efficiency of care for patients in hospital outpatient installation source Cirebon city of love year 2014.The data was collected using a questionnaire interview. Processing and data analysis were performed using the SPSS (Statistics Package For Social Science ) version 18. The study population was patients who visited the outpatient hospital source of love in the month of January to December in 2013, as many as 947 patients, with a sampling determined by sampling Consecutive sampling is determined by the order of arrival of the patient, as many as 90 patients. Obtained from the results of the study , patients who mempuyai effectiveness and efficiency of effective and efficient as much as 34.4 % and 65.6 % of patients who have the effectiveness and efficiency are not effective and efficient . The results of statistical tests (chi square test) found that there is a significant relationship between timeliness GCC with administrative effectiveness and efficiency of care (p - value = 0.002), there was a significant relationship between the GCC infrastructure to the effectiveness and efficiency of administrative services (p - value = 0.017), there was a significant relationship between the GCC with a computerized system effectiveness and efficiency of administrative services (p - value = 0.011 ), no significant relationship between the GCC human resources administration with the effectiveness and efficiency of care (p - value = 0.000).Keywords : Administrative effectiveness and efficiency of service

Page 8 of 23 | Total Record : 227